(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Biodiversity Heritage Library | Children's Library | Advanced Microdevices Manuals | Linear Circuits Manuals | Supertex Manuals | Sundry Manuals | Echelon Manuals | RCA Manuals | National Semiconductor Manuals | Hewlett Packard Manuals | Signetics Manuals | Fluke Manuals | Datel Manuals | Intersil Manuals | Zilog Manuals | Maxim Manuals | Dallas Semiconductor Manuals | Temperature Manuals | SGS Manuals | Quantum Electronics Manuals | STDBus Manuals | Texas Instruments Manuals | IBM Microsoft Manuals | Grammar Analysis | Harris Manuals | Arrow Manuals | Monolithic Memories Manuals | Intel Manuals | Fault Tolerance Manuals | Johns Hopkins University Commencement | PHOIBLE Online | International Rectifier Manuals | Rectifiers scrs Triacs Manuals | Standard Microsystems Manuals | Additional Collections | Control PID Fuzzy Logic Manuals | Densitron Manuals | Philips Manuals | The Andhra Pradesh Legislative Assembly Debates | Linear Technologies Manuals | Cermetek Manuals | Miscellaneous Manuals | Hitachi Manuals | The Video Box | Communication Manuals | Scenix Manuals | Motorola Manuals | Agilent Manuals
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI ROMA (The Gospel According to Paul: Romans, Bahasa Indonesia version)"

ANDA DAPAT MEMAHAMI ALKITAB! 



Surat Paulus kepada: 
Jemaat di Roma 



DR. BOB UTLEY 

GURU BESAR HERMENEUTIK 

(PENAFSIRAN ALKITAB) 



KUMPULAN KOMENTARI PANDUANBELAJAR 
PERJANJIAN BARU, VOL. 5 



BIBLE LESSONS INTERNATIONAL, MARSHALL, TEXAS 

2010 



Hak Cipta ©2010 oleh Bible Lessons International, Marshall, Texas (Revisi 2008) 

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. Penggandaan bagian dari buku ini dengan cara dan alat apapun hanya diperbolehkan 

dengan ijin tertulis dari penerbit. 

Bible Lessons International 
P. O. Box 1289 
Marshall, TX 75671-1289 
1-800-785-1005 

ISBN 978-0-9661098-3-2 

Naskah Alkitab utam ayng digunakan dalam komentari ini adalah : 
New American Standard Bible (Update, 1 995) 

Copyright ©1960, 1962, 1963, 1968, 1971, 1972, 1973, 1975, 1977, 1995 by the 
Lockman Foundation 
P. O. Box 2279 
La Habra, CA 90632-2279 

Pembagian paragraph dan ringkasan penjelasan berikut pilihan frasa-frasa diambil dari: 

1 . The Greek New Testament, Fourth Revised Edition, Copyright ©1 993 Deutsche Bibelgesellschaft, O Stuttgart. 
Digunakan sesuai ijin. Hak cipta dilindungi undang-undang. 

2. The New King James Version, Copyright ©1979, 1980, 1982 by Thomas Nelson, Inc. 
Digunakan sesuai ijin. Hak cipta dilindungi undang-undang. 

3 . The New Revised Standard Version of the Bible, Copyright © 1 989 by the Division of Christian Education of National 
Council of the Churches of Christ in the U. S. A. Digunakan sesuai ijin. Hak cipta dilindungi undang-undang. 

4. Today's English Version is used by permission of the copyright owner, The American Bible Society, ©1966, 1971. 
Digunakan sesuai ijin. Hak cipta dilindungi undang-undang. 

5. The Jerusalem Bible, copyright ©1966 by Darton, Longman & Todd, Ltd. and Doubleday, a division of Bantam 
Doubleday Dell Publishing Group, Inc. Digunakan sesuai ijin. Hak cipta dilindungi undang-undang. 



www.BibleLessonsIntl.com 
www.freebiblecommentary.org 



n 



The New American Standard Bible Update — 1995 

Lebih mudah dibaca: 

Bagian-bagian yang menggunakan bahasa Inggris kuno seperti kata "thee's" dan "thou's" dll.. telah 
diubah ke dalam bahasa Inggris modern.. 

Kata-kata dan frasa-frasa yang bisa menyebabkan kesalahpahaman karena adanya perubahan arti dalam 
20 tahun terakhir, telah disesuaikan dengan bahasa Inggris yang terkini. 

Ayat-ayat yang mengandung susunan kata atau pilihan kata yang sukar telah diterjemahkan kembali 
menggunakan bahasa yang lebih mudah. 

Kalimat-kalimat yang berawal dengan kata "And" kebanyakan telah di terjemahkan kembali untuk 
menjadi bahasa Inggris yang lebih baik, sebagai pengakuan dari perbedaan gaya antara bahasa kuno 
dengan bahasa Inggris modern. Bahasa Yunani dan Ibrani aslinya tidak memiliki tanda-tanda baca seperti 
dalam bahasa Inggris. Dan dalam banyak hal tanda baca dalam bahasa Inggris modern difungsikan 
sebagai pengganti dari kata "And" dalam bahasa aslinya. Dalam beberapa kasus, "and" diterjemahkan 
sebagai kata lain seperti "then" atau "but" tergantung pada konteksnya, bilamana kata-kata dalam bahsa 
aslinya mengijinkan pengartian tersebut. 

Paling akurat dari yang pernah ada: 

Penelitian terbaru mengenai naskah-naskah Yunani Perjanjian Baru yang tertua dan terbaik telah 
diperiksa, dan beberapa bagian telah disesuaikan dengan tingkatan ketepatan yang yang lebih baik 
berdasar naskah-naskah kuno tersebut. 

Bagian-bagian yang parallel telah diperbandingkan dan diperiksa kembali. 

Kata-kata kerja yang memiliki arti yang luas telah diterjemahkan kembali dengan mempertimbangkan 
penggunaannya sesuai dengan konteksnya. 

Dan tetap NASB: 

NASB update bukanlah suatu perubahan terjemahan demikian saja. NASB asli telah teruji oleh waktu, 
dan perubahan yang ada telah diupayakan seminimum mungkin sesuai dengan standar yang telah 
ditetapkan oleh the New American Standard Bible. 

NASB update melanjutkan tradisi penterjemahan secara literal dari naskah asli Yunani dan Ibrani tanpa 
kompromi. Perubahan dalam naskah dilakukan dalam kerangka parameter yang tegas dari the Lockman 
Foundation's Fourfold Aim. 

Para penterjemh dan konsultan yang telah menyumbangkan karya mereka dalam NASB update adalah 
ahli-ahli Alkitab yang konservatif yang memiliki gelar Doktoral dalam bahasa Alkitab, teologi, atau 
gelar-gelar pendidikan tinggi lain. Mereka juga mewakili berbagai latar belakang denominasi. 

Continuing a tradition: 

NASB asli telah memiliki reputasi sebagai terjemahan Alkitab ke Bahasa Inggris yang paling akurat. 
Beberapa terjemahan lain di tahun-tahun belakangan ini kadang mengaku memiliki terjeemahan yang 
akurat dan mudah dibaca, namun pembaca yang mencari kerincian akan mendapatkan bahwa terjemahan- 
terjemahan tersebut secara terus-menerus tidak bersifat konsisten. Kadang-kadang mereka bersifat literal, 

iii 



namun seringkali mereka mengubah susunan kata untuk menggantikan susuna aslinya, seringkali 
menambah sedikit kemudahan untuk dibaca dan mengorbankan banyak dalam ketepatannya. Perubahan 
susunan kata tidak selalu buruk. Hal ini dapat dan seharusnya membantu menjelaskan arti suatu bagian 
sebagaimana dimengerti dan dipahami oleh si penterjemah. Namun demikian pada akhirnya, suatu 
parafrase adalah lebih merupakan suatu komentari Alkitab dan bukan suatu terjemahan. NASB update 
meneruskan tradisi NASB sebagai benar-benar terjemahan Alkitab, yang mengungkap apa yang 
sesungguhnya dikatakan oleh naskah kuno aslinya — dan bukan arti sesuai pemahaman si penterjemah. 

— The Lockman Foundation 



IV 



Volume ini didedikasikan untuk 

teman, penolong, kawan sekerja yang luar biasa 

dan kesuka-citaan kehidupanku, 

istriku 

Peggy 

Ia telah memberi semangat, 

menguatkan, 

dan memampukan saya untuk menjadi 

pelayan sesuai dengan panggilan dan karunia Tuhan 



Singkatan yang digunakan dalam komentari ini: 



AB Anchor Bible Commentaries, ed. William Foxwell Albright and David 

Noel Freedman 

ABD Anchor Bible Dictionary (6 vols.), ed. David Noel Freedman 

AKOT Analytical Key to the Old Testament by John Joseph Owens 

ANET Ancient Near Eastern Texts, James B. Pritchard 

BDB A Hebrew and English Lexicon of the Old Testament by F. Brown, S. R. 

Driver and C. A. Briggs 

BHS Biblia Hebraica Stuttgartensia, GBS, 1997 

IDB The Interpreter's Dictionary of the Bible (4 vols.), ed. George A. Buttrick 

ISBE International Standard Bible Encyclopedia (5 vols.), ed. James Orr 

JB Jerusalem Bible 

JPSOA The Holy Scriptures According to the Masoretic Text: A New Translation 
(The Jewish Publication Society of America) 

KB The Hebrew and Aramaic Lexicon of the Old Testament by Ludwig 

Koehler and Walter Baumgartner 

LAM The Holy Bible From Ancient Eastern Manuscripts (the Peshitta) by 

George M. Lamsa 

LXX Septuagint (Greek-English) by Zondervan, 1970 

MOF A New Translation of the Bible by James Moffatt 

MT Masoretic Hebrew Text 

NAB New American Bible Text 



VI 



NASB New American Standard Bible 

NEB New English Bible 

NET NET Bible: New English Translation, Second Beta Edition 

NIDOTTE New International Dictionary of Old Testament Theology and Exegesis (5 
vols.), ed. Willem A. VanGemeren 

NRSV New Revised Standard Bible 

NIV New International Version 

NJB New Jerusalem Bible 

OTPG Old Testament Parsing Guide by Todd S. Beall, William A. Banks and 
Colin Smith 

REB Revised English Bible 

RSV Revised Standard Version 

SEPT The Septuagint (Greek-English) by Zondervan, 1970 

TEV Today' s English Version from United Bible Societies 

YLT Young's Literal Translation of the Holy Bible by Robert Young 

ZPBE Zondervan Pictorial Bible Encyclopedia (5 vols.), ed. Merrill C. Tenney 



Vll 



SEPATAH KATA DARI PENULIS: BAGAIMANA KOMENTARI INI BISA MEMBANTU 
ANDA? 

Penafsiran Alkitabiah adalah suatu proses spiritual dan rasional, yang mencoba untuk memahami 
penulis yang diilhami Tuhan di jaman dulu sedemikian hingga berita dari Tuhan itu dapat dimengerti dan 
diterapkan pada jaman kita sekarang ini. 

Proses spiritual adalah suatu proses yang sangat menentukan namun sukar untuk didefinisikan. 
Proses ini melibatkan sifat keterbukaan dan kepasrahan kepada Tuhan. Harus ada kelaparan (1) akan Dia, 
(2) untuk mengenal-Nya, dan (3) untuk melayani-Nya. Proses ini memerlukan doa, pengakuan dan 
kesediaan untuk merubah gaya hidup. Peranan Roh sangatlah menentukan dalam proses penafsiran ini, 
namun mengapa banyak Kristen yang sungguh-sungguh dan hidup kudus memahami Alkitab secara 
berbeda adalah suatu misteri. 

Proses rasional lebih mudah untuk dijelaskan. Kita harus bersikap konsisten adil terhadap suatu 
naskah, dan tidak boleh dipengaruhi oleh pandangan-pandangan yang bersifat denominasional ataupun 
kepribadian. Kita semua secara historis telah dipengaruhi oleh suatu pandangan tertentu. Tak satupun dari 
kita yang bisa menjadi penafsir yang benar-benar netral dan obyektif. Komentari ini menawarkan suatu 
proses rasional yang teliti, yang disusun berdasarkan tiga prinsip penafsiran untuk membantu kita 
mengatasi pandangan-pandangan pribadi kita. 

Prinsip Pertama 

Prinsip pertama adalah mengenali latar belakang sejarah dari situasi dan kondisi lokasi tempat 
suatu buku ditulis berikut kejadian-kejadian historis tertentu yang terjadi pada saat penulisan buku 
tersebut. Penulis asli memiliki suatu maksud tertentu, suatu berita untuk dikomunikasikan. Suatu naskah 
tidak akan memiliki arti bagi kita kalau naskah tersebut tidak memiliki arti bagi si penulis asli, di jaman 
dulu, yang terilhami untuk menulisnya. Maksud dan tujuan si penulis - bukan sejarah, perasaan, 
kebudayaan, kepribadian, maupun kebutuhan denominasional kita - adalah kuncinya. Penerapan adalah 
pasangan yang tak terpisahkan dari suatu penafsiran, namun penafsiran yang tepat harus selalu 
mendahului suatu penerapan. Haruslah katakan secara terus menerus sampai kita pahami bahwa tiap 
naskah alkitab memiliki satu dan hanya satu pengertian. Pengertian di sini adalah apa yang dimaksudkan 
oleh si penulis alkitab asli melalui pimpinan Roh untuk dikomunikasikan pada jamannya. Pengertian 
yang satu ini mungkin saja memiliki banyak kemungkinan penerapan bagi situasi-situasi dan 
kebudayaan-kebudayaan yang berbeda. Semua penerapan ini harus terkait dengan kebenaran inti dari si 
penulis asli. Untuk alasan inilah, komentari panduan belajar ini di rancang untuk menyediakan suatu 
pengantar terhadap setiap buku dalam Alkitab. 

Prinsip Kedua 

Prinsip kedua adalah mengidentifikasi unit literatur. Setiap buku Alkitab adalah suatu kesatuan 
dokumen. Penafsir tidak memiliki hak untuk mengisolir suatu aspek kebenaran tertentu dan mengabaikan 
yang lain. Oleh karena itu kita harus berusaha keras untuk memahami maksud dari keseluruhan buku 
Alkitab sebelum kitamenafsirkan unit-unit individu dari literatur. Arti dari bagian-bagian individual - 
pasal-pasal, paragraf-paragraf, atau ayat-ayat tidak dapat menyimpang dari arti keseluruhan buku. 
Tafsiran harus bergerak dari pendekatan deduktif terhadap keseluruhan buku kepada pendekatan induktif 
terhadap bagian-bagiannya. Oleh karena itu, komentari panduan belajar ini dirancang untuk membantu 

viii 



siswa menganalisa struktur dari tiap unit literatur berdasarkan paragraf. Pembagian paragraf dan pasal 
tidaklah dianjurkan, namun hal ini membantu kita dalam mengidentifikasi unit-unit pemikiran. 

Menafsir pada tingkat paragraf - bukan kalimat, anak kalimat, firasa, maupun kata - adalah kunci dalam 
mengikuti arti yang dimaksudkan oleh para penulis buku Alkitab. Paragraf didasarkan atas kesatuan 
topik, yang sering kali disebut tema atau kalimat topik. Setiap kata. Frasa, anak kalimat, dan kalimat 
dalam suatu paragraf akan selalu ada hubungannya dengan kesatuan tema ini. Entahkah itu memberi 
batasan, menjabarkan, menerangkan, dan/atau mempertanyakannya. Kunci sesungguhnya bagi suatu 
penafsiran yang tepat adalah mengikuti pemikiran dari penulis asli atas dasar paragraf demi paragraf 
keseluruh unit individual literatur yang membentuk buku Alkitab. Komentari panduan belajar ini 
dirancang untuk membantu siswa untuk melakukan hal tersebut dengan membandingkan terjemahan- 
terjemahan bahasa Inggris modern. Terjemahan-terjemahan ini dipilih karena masing-masing 
mempergunakan teori -teori penterjemahan yang berbeda: 

1. Naskah Yunani dari United Bible Society yang merupakan revisi dari edisi ke-4 (UBS4). Naskah 
ini telah dibagi-bagi kedalam paragraph-paragraf oleh para ahli naskah modern. 

2. The New King James Version (NKJV) adalah terjemalah literal kata ke kata berdasarkan tradisi 
naskah bersejarah Yunani yang dikenal sebagai Textus Receptus. Pembagian paragraf dalam 
terjemahan ini lebih panjang daripada terjemahan lain. Unit-satuan yang lebih panjang ini 
membantu siswa dalam melihat topik-topik yang disatukan tersebut. 

3. The New Revised Standard Version (NRSV) adalah terjemahan kata ke kata yang telah 
dimodifikasi. Membentuk titik tengah antara dua terjemahan moderen berikut. Pembagian 
paragraph dalam terjemahan ini cukup membantu dalam mengidentifikasi suatu pokok bahasan. 

4. The Today 's English Version (TEV) adalah terjemahan sama yang dinamis yang diterbitkan oleh 
United Bible Society. Terjemahan ini mencoba untuk menterjemahkan Alkitab sedemikian hingga 
pembaca atau pembicara yang berbahasa Inggris moderen dapat mengerti arti dari naskah Yunani. 
Sering, khususnya dalam kitab-kitab Injil, paragraph dibagi berdasarkan berdasar si pembicara, 
bukannya berdasarkan pokok bahasannya, sebagaimana alkitab NIV. Untuk kepentingan 
penafsiran, hal ini tidak menolong sama-sekali. Menarik untuk dicatat, bahwa kedua terjemahan 
ini UBS dan TEV diterbitkan oleh penerbit yang sama, namun memiliki pembagian paragraf yang 
berbeda. 

5. The Jerusalem Bible (JB) adalah terjemahan yang sama berdasarkan terjemahan Katolik Perancis. 
Terjemahan ini sangat membantu dalam membandingkan pembagian paragraph dari sudut 
pandang Eropa. 

6. Naskah yang tercetak disini adalah Updated New American Standard Bible (NASB) tahun 1995, 
yang merupakan terjemahan kata ke kata. Komentar ayat demi ayat akan mengikuti pembagian 
paragraph dari terjemahan ini. 

Prinsip Ketiga. 

Prinsip ketiga adalah membaca Alkitab dalam berbagai terjemahan supaya dapat menangkap 
bentangan kemungkinan pengertian (bidang semantik) daripada kata-kata atau frasa-frasa dari Alkitab 
yang seluas-luasnya. Seringkah suatu frasa atau kata dalam bahasa Yunani dapat dimengerti dalam 
beberapa cara. Terjemahan-terjemahan yang berbeda ini bisa menampilkan hal ini dan membantu untuk 
mengidentifikasicdan menerangkan variasi dari naskah Yunani tersebut. Hal ini tidak mempengaruhi 
doktrin, namun membantu kita untuk kembali pada naskah asli yang ditulis dengan ilham Tuhan oleh 
penulis asli dari jaman dahulu. 

Komentari ini menawarkan cara yang cepat bagi siswa untuk memeriksa penafsiran mereka. Bukan 
merupakan sesuatu yag bersifat definitif melainkan bersifat informatif dan memacu untuk berpikir. 

ix 



Seringkali kemungkinan terjemahan-terjemahan yang lain membantu kita untuk tidak bersifat parokis, 
dogmatis dan denominasi onal. Penafsir perlu memiliki pilihan bentang penafsiran yang lebih besar untuk 
bisa menyadari bahwa suatu naskah kuno bisa sangat bersifat mendua. Sangatlah mengejutkan, bahwa di 
hanya sedikit dari antara orang Kristen sendiri yang mengklaim bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran 
mereka yang saling bersetuju. 

Prinsip-prinsip ini telah membantu saya untuk mengatasi banyak dari bentukan-bentukan histories 
kehidupan saya dengan memaksa saya untuk bergelut dengan naskah kuno. Harapan saya adalah bahwa 
buku ini akan menjadi berkat bagi anda juga. 



Bob Utley 

East Texas Baptist University 

June27, 1996 



PEDOMAN PEMBACAAN ALKITAB YANG BAIK: 

PENCARIAN PRIBADI AKAN KEBENARAN YANG DAPAT DITEGUHKAN 

Dapatkah kita mengenal kebenaran? Dimana kita dapat menemukannya? Dapatkah kita meneguhkannya 
secara logis? Apakah otoritas tertinggi itu ada? Apakah ada sesuatu yang bersifat absolut yang dapat 
memandu hidup kita, dunia kita? Adakah arti dari kehidupan ini? Mengapa kita ada di sini? Kemana kita 
sedang pergi? Pertanyaan-pertanyaan ini - pertanyaan-pertanyaan yang digeluti oleh semua orang yang 
rasional -telah menghantui intelektualitas manusia sejak permulaan jaman (Pengk 1:13-18;3:9-11). Saya 
masih ingat tentang pencarian pribadi saya akan pusat dari seluruh kehidupan saya. Saya menjadi 
pengikut Kristus sejak masih muda, terutama sebagai buah dari kesaksian orang-orang yang sangat 
berarti dalam keluarga. Bertumbuh memasuki masa kedewasaan, pertanyaan-pertanyaan mengenai diri 
sendiri dan dunia saya turut berkembang. Klise-klise budaya dan agamawi tidak memberi arti bagi 
pengalaman-pengalaman yang saya baca atau saya alami. Sungguh saat itu merupakan masa-yang 
dipenuhi oleh kebingungan, pencarian, kerinduan, dan seringkah bahkan perasaan ketiadaan pengharapan 
dihadapan dunia dimana saya hidup, yang keras dan tak berperasaan. 

Banyak orang mengaku memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar ini, namun 
setelah melakukan penelitian dan perenungan, saya mendapati bahwa jawaban-jawaban mereka adalah 
berdasarkan atas (1) falsafah pribadi, (2) mitos-mitos kuno, (3) pengalaman-pengalaman pribadi, atau (4) 
proyeksi-proyeksi psikologis. Saya memerlukan suatu tingkatan peneguhan, bukti-bukti, suatu penalaran 
untuk menjadi dasar pijakan bagi cara pandang saya terhadap dunia, pusat komando kehidupan saya, 
dasar alasan saya untuk hidup. 

Saya menemukan apa yang saya cari tersebut dalam memepelajari Alkitab. Saya mulai mencari 
bukti ke-dapat dipercaya-an Alkitab yang saya temukan dalam (1) kenyataan sejarah dari Alkitab yang di 
konfirmasikan dengan arkelologi, (2) ke-akurat-an dari nubuat-nubat di Perjanjian Lama, (3) Kesatuan 
berita dari Alkitab yang ditulis dalam kurun waktu seribu enam ratus tahun lamanya, dan (4) kesaksian- 
kesaksian pribadi dari orang-orang yang hidupnya telah diubahkan secara permanen karena berhubungan 
dengan Alkitab. Kekristenan sebagai suatu kesatuan sistem dari iman dan kepercayaan, memiliki 
kemampuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang rumit mengenai kehidupan manusia. 
Kenyataan ini bukan hanya menyediakan kerangka kerja yang rasional, namun aspek pengalaman dari 
iman yang Alkitabiah memberikan stabilitas dan rasa sukacita bagi saya. 

Saya pikir, saya telah menemukan pusat komando kehidupan saya - Kristus, sebagaimana saya 
mengerti melalui Firman. Ini adalah pengalaman yang luar biasa, suatu kelegaan perasaan. Namun 
demikian, saya masih bisa mengingat kejutan dan rasa sakit ketika saya mulai mengerti betapa 
beragamnya penafsiran Alkitab yang ditawarkan, kadang-kadang bahkan dalam satu gereja maupun suatu 
aliran pemikiran. Meyakini ilham dan ke-dapat dipercaya-an Alkitab ternyata bukanlah akhir dari 
pencarian, namun adalah langkah awalnya. Bagaimana saya bisa meneguhkan atau menolak penafsiran- 
penafsiran dari banyak bagian dari Alkitab yang sukar, yang beragam dan bahkan saling bertentangan, 
oleh mereka yang mengklaim otoritas dan ke-dapat dipercayaan-nya? 

Tugas ini menjadi tujuan kehidupan dan petualangan iman saya. Saya tahu bahwa iman saya di 
dalam Kristus telah (1) memberikan kepada saya suka cita dan kedamaian yang luar biasa. Pemikiran 
saya sungguh merindukan adanya suatu kebenaran mutlak ditengah-tengah kebudayaan saya yang 
bersifat relatif (pasca-modernitas); (2) ke-dogmatis-an dari sistem agama-agama yang bertentangan 
(agama=agama dunia); dan (3) keangkuhan denominasi onal. Dalam pencarian saya akan pendekatan 
yang tepat bagi penafsiran literatur kuno, saya sungguh terkejut menemukan kecondongan-kecondongan 
pemikiran saya sendiri akibat pengalaman, denominasi, maupun sejarah kehidupan saya. Saya ternyata 
sering membaca Alkitab hanya untuk memperkuat pandangan saya sendiri. Saya memakai Alkitab 
sebagai sumber dogma untuk menyerang orang lain sementara mengukuhkan kembali rasa ke-tidak aman 
-an dan kekurangan saya sendiri. Betapa menyakitkannya kenyataan ini bagi saya! 

xi 



Walaupun saya tidak akan pernah bisa sepenuhnya obyektif, saya bisa menjadi pembaca Alkitab 
yang lebih baik. Saya bisa membatasi kecondongan yang ada dengan cara mengenali dan mengakui 
keberadaannya. Saya belum sepenuhnya bebas dari kecondongan ini, tapi saya berusaha untuk melawan 
kelemahan saya ini. Penafsir seringkah menjadi musuk terburuk bagi pembacaan Alkitab yang benar! 

Berikut ini adalah beberapa pra-suposisi ysng saya bawa dalam mempelajari Alkitab sehingga 
anda, pembaca, bisa membahasnya bersama dengan saya: 

L Pra-suposisi 

A. Saya percaya Alkitab adalah satu-satunya pernyataan diri dari satu-satunya Allah yang benar. 
Karena itu, penafsirannya harus menggunakan sudut pandang maksud dan tujuan dari sang 
penulis illahi (Roh Kudus) yang menggunakan seorang manusia sebagai penulis dan dalam latar 
belakang sejarah tertentu. 

B. Saya percaya Alkitab ditulis untuk orang-orang biasa - untuk semua orang! Tuhan menyediakan 
diriNya untuk berbicara secara jelas kepada kita dalam suatu konteks sejarah dan budaya tertentu. 
Tuhan tidak menyembunyikan kebenaran — Ia ingin kita mengerti! Oleh karena itu, Alkitab harus 
ditafsirkan dengan sudut pandang zaman pada saat penulisannya, bukan zaman kita saat ini. 
Alkitab tidak dapat berarti sesuatu bagi kita berbeda dengan kepada mereka yang membaca dan 
mendengarnya pertama kali. Hal ini dapatlah secara mudah dimengerti oleh akal kita, dan 
menggunakan teknik-teknik dan bentuk-bentuk komunikasi. 

C. Saya percaya Alkitab memiliki berita dan tujuan yang menyatu. Tidak saling ber tentangan satu 
dengan yang lain, walaupun didalamnya terdapat juga bagian-bagian yang sukar dan bersifat 
paradoks. Dengan demikian penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri. 

D. Saya percaya bahwa setiap bagian (selain nubuatan) hanya memiliki satu arti berdasarkan maksud 
dan tujuan dari si penulis yang diilhami Tuhan sendiri. Meskipun kita tidak akan mungkin bisa 
sepenuhnya meyakini bahwa kita tahu maksud si penulis, banyak indikator menunjuk kearah hal 
tersebut: 

1 . Genre (tipe literatur) yang dipilih untuk mengemukakan berita. 

2. latar belakan sejarah dan/atau kejadian tertentu yang mendorong penulisan 

3 . konteks tulisan dari keseluruhan buku, juga tiap satuan tulisan. 

4. rancangan naskah (garis besar) dari satuan tulisan dalam kaitannya dengan keseluruhan 
berita. 

5. ciri-ciri tata bahasa tertentu yang menonjol yang digunakan untuk mengkomunikasikan 
berita. 

6. kata-kata yang dipilih untuk menyajikan berita. 

7. bagian-bagian yang bersifat parallel. 

Mempelajari setiap bidang ini adalah tujuan kita dalam mempelajari suatu bagian Alkitab. 
Sebelum saya menerangkan mengenai metodologi bagi pembacaan Alkitab yang baik, saya akan 
menggambarkan beberapa metode yang tidak tepat yang bayak digunakan saat ini, yang telah 
menyebabkan banyaknya keberagaman tafsiran, dan yang sebagai konsekuensi harus kita hindari: 

II. Metode-metode yang Tidak Tepat 

A. Mengabakan konteks tulisan dari buku Alkitab dan menggunakan tiap kalimat, anak kalimat, atau 
bahkan kata-kata secara individual sebagai suatu pernyataan kebenaran yang tidak berhubungan 
dengan maksud penulis atau konteks yang lebih luas. Hal ini sering disebut dengan "proof- 
texting". 

B. Mengabaikan latar belakang sejarah dari suatu buku, dengan menggantikannya dengan suatu 
pengandaian latar belakang sejarah yang kurang atau tidak didukung oleh naskah itu sendiri. 

xii 



C. Mengabaikan latar belakang sejarah dari buku dan membacanya seperti sebuah surat kabar lokal 
yang ditulis terutama untuk orang-orang Kristen moderen. 

D. Mengabaikan latar belakang sejarah dari buku dengan meng alegorisasikan naskah degan berita 
teologis atau filosofis yang tak ada hubungannya sama sekali dengan si pendengar pertama dan 
maksud asli si penulis. 

E. Mengabaikan berita asli dengan menggantikannya dengan sistem teologi seseorang, doktrin 
favorit, atau isu-isu kontemporer yang tak berhubungan dengan berita yang dinyatakan dan 
dimaksudkan oleh si penulis asli. Gejala ini sering mengikuti pembaaan mula-mula dari Alkitab 
sebagai cara menetapkan otoritas pembicara. Hal ini seringkali disebut sebagai "tanggapan 
pembaca" (penafsiran "arti-naskah-bagi-ku") 

Paling tidak ada tiga komponen yang saling berhubungan yang bisa ditemukan di dalam semua 
komunikasi manusia yang bersifat tertulis: 



Maksud dari 
Si Penulis 
Asli 




Naskah 
Tertulis 




Penerma 
Asli 







Di masa lampau, teknik-teknik pembacaan yang berbeda berfokus pada salah satu dari ketiga 
komponen ini. Namun untuk bisa meyakini dengan sesungguhnya ilham Alkitab yang unik, suatu 
diagram yang telah dimodifikasi akan lebih tepat untuk digunakan: 



Roh Kudus 






Variasi 
Naskah 








Orang 
Percay 
Zaman 


i Akhir 






Maksud dari 






Naskah 






Penerma 
Asli 














Asli 





















Dalam kenyataannya keseluruhan tiga komponen tersebut harus di ikut sertakan dalam proses 
penafsiran. Untuk tujuan peneguhan, tfsiran saya berfokus pada dua komponen pertama: si penulis dan 
naskah asli. Saya barangkali bereaksi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang saya dapati: (1) peng- 
alegorisasi-an atau peng-rohani-an suatu naskah dan (2) tafsiran "tanggapan pembaca" (apa artinya 
bagiku). Pelanggaran dapat terjadi di tiap tingkatan. Kita harus selalu memeriksa motivasi, kecondongan- 
kecondongan, teknik-teknik, dan aplikasi-aplikasi kita.Namun bagaimana kita memeriksanya jika tidak 
terdapat pembatassan-pembatasandari suatu penafsiran, tak ada batas, tanpa kriteria? Di sinilah dimana 
maksud kepenulisan dan struktur tulisan memberikan kepada saya beberapa kriteria untuk membatasi 
cakupan dari kemungkinan penafsiran yang memenuhi syarat. 

Menanggapi teknik-teknik pembacaan yang tidak tepat ini, kemungkinan pendekatan untuk 
pembacaan Alkitab secara benar yang bagaimana yang bisa menawarkan suatu tingkat konsistensi dan 
peneguhan tertentu? 



XIII 



III.Kemungkinan-Kemungkinan Pendekatan Untuk Pembacaan Alkitab Secara Benar. 

Di titik ini Saya tidak sedang mendiskusikan teknik tunggal untuk menafsirkan suatu kategori seni 
(genre) tertentu tetapi prinsip-prinsip umum hermenetik yang tepat untuk semua jenis naskah Alkitab. 
Sebuah buku yang baik untuk pendekatan pendekatan kategori seni (genre) tertentu adalah Bagaimana 
Membaca Alkitab Agar Mendapatkan Semua Manfaatnya. Karangan Gordon Fee dan Douglas Stuart, 
yang diterbitkan oleh Zondervan. 

Metodologi saya berfokus mula-mula pada pembaca yang memberi kesempatan Roh Kudus untuk 
menerangkan Alkitab melalui empat siklus pembacaan pribadi. Hal ini membuat Roh Kudus, naskah 
bacaan, dan si pembaca menjadi yang terutama dan bukan hal sekunder. Hal ini juga akan melindungi si 
pembaca dari pengaruh-pengaruh yang tidak semestinya dari si komentator. Saya mendengar ada yang 
berkata bahwa: "Alkitab memiliki banyak sekali pernyataan/keterangan pada komentari-komentari". Ini 
bukan berarti sebagai suatu tanggapan yang melemahkan mengenai alat bantu belajar ini, namun hal ini 
merupakan suatu permohonan untuk menggunakannya pada waktu yang tepat. 

Kita harus bisa mendukung penafsiran kita dengan menggunakan naskah bacaan itu sendiri. Lima 
bidang yang menyediakan setidaknya peneguhan yang terbatas: 

1. dari si penulis asli: 

a . 1 atar b el akang sej arah 

b. konteks penulisan 

2. pilihan si penulis mengenai: 

a. struktur tata bahasa (sintaksis) 

b. penggunaan bahan-bahan kontemporer 

c. kategori seni (genre) 

3 . p engerti an kita mengenai : 

a. kutipan paralel yang relevan. 

Kita perlu untuk memiliki kemampuan untuk memberikan alasan dan penalaran dibalik penafsiran 
kita. Alkitab adalah satu-satunya sumber iman dan perbuatan. Namun yang menyedihkan adalah orang- 
orang Kristen seringkah ridak bersetuju mengenai apa yang diajarkan atau dibenarkan oleh Alkitab ini. 
Adalah suatu kekalahan bagi kita sendiri jika kita menyatakan mendapat ilham dari Alkitab namun 
kemudian orang-orang percaya tidak bisa menyetujui apa yang di ajarkan dan disyaratkannya! 

Keempat siklus pembacaan ini dirancang untuk menyediakan pemahaman-pemahaman penafsiran 
mengenai hal-hal berikut: 

A. Siklus Pembacaan Pertama 

1. Membaca buku satu kali. Baca lagi dalam terjemahan yang berbeda, sebisanya dari teori 
penterjemahan yang berbeda. 

a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV) 

b. ekuivalen dinamis (TEV, JB) 

c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible) 

2. Carilah maskud pokok dari keseluruhan tulisan. Identifikasikan temanya. 

3. Pisahkan (jika mungkin) suatu unit-unit penulisan, suatu pasal, suatu paragraaf ataupun suatu 
kalimat yang secara jelas menyatakan maksud pokok atau tema tersebut. 

4. Identifikasikan kategori seni (genre) yang mendominasi, 
a. Perjanjian Lama 

(1) Cerita-cerita Ibrani 

(2) Puisi Ibrani (mazmur, tulisan-tulisan bijak) 

(3) Nubuatan Ibrani (prosa, puisi) 

xiv 



(4) Aturan-aturan Hukum 
b. Perjanjian Baru 

(1) Cerita-cerita (Kitab Injil, Kisah Para Rasul) 

(2) Perumpamaan-perumpamaan (Kitab Injil) 

(3) Surat-surat/Tulisan para rasul 

(4) Tulisan-tulisan Apokaliptik 

B. Siklus Pembacaan Kedua 

1. Baca keseluruhan buku lagi, dengan tujuan mengidentifikasi topik-topik dan pokok-pokok 
utama. 

2. Ringkas topik-topik utama dan secara garis besar nyatakan maknanya dalam suatu pernyataan 
yang sederhana. 

3 . Periksa pernyataan tujuan dan garis besar anda dengan alat bantu belaj ar. 

C. Siklus Pembacaan Ketiga 

1. Baca keseluruhan buku lagi, untuk mengidentifikasi latar belakang sejarah dan kejadian- 
kejadian spesifik dari kitab Alkitab itu sendiri. 

2. Daftarkan hal-hal historis yang disebut dalam buku Alkitab tersebut. 

a. Penulis 

b. Tanggal 

c. Penerima-penerima 

d. Alasan khusus penulisan 

e. Aspek-aspek dari latar belakang budaya yang berkaitan dengan tujuan penulisan. 

f. Referensi-referensi mengenai orang-orang dan peristiwa-peristiwa sejarah. 

3. Kembangkan garis besar anda ke tingkat paragraf dari buku Alkitab yang sedang anda 
tafsirkan. Selalu mengidentifikasikan dan meringkas unit tulisan. Ini mungkin akan mencakup 
beberapa pasal dan paragraf. Hal ini akan memampukan anda untuk mengikuti logika dan 
rancangan tulisan dari si penulis asli. 

4. Periksa latar belakang sejarah anda dengan menggunakan alat bantu belajar. 

D. Siklus Pembacaan Keempat 

1 . Baca lagi bagian buku tersebut dalam beberapa terj emahan 

a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV) 

b. ekuivalen dinamis (TEV, JB) 

c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible) 

2. Cari struktur tulisan atau tata bahasa 

a. frasa-frasa yang berulang, Ef 1:6,12,13 

b . struktur tata bahasa yang berulang, Rom 8:31 

c. konsep-konsep yang kontras 

3 . Daftarkan hal-ha berikut ini : 

a. istilah-istilah yang signifikan 

b. istilah-istilah yang tidak umum. 

c. Struktur tata bahasa yang penting 

d. Kata-kata, anak kalimat maupun kalimat-kalimat yang sukar dimengerti. 

4. Cari kutipan-kutipan parallel yang relevan 

a. cari kutipan pengajaran yang paling jelas dalam bidang yang anda pelajari, menggunakan 

(1) buku-buku "teologi sistematis" 

(2) Alkitab-Alkitab yang berpetunjuk 

(3) konkordansi 

b. Cari kemungkinan adanya hal-hal yang bersifat paradox dalam pokok yang anda pelajari. 
Banyak kebenaran Alkitab dinyatakan dalam bentuk pasangan dialektik; banyak konflik 

XV 



antar denominasi bersumber pada proof-texting setengah dari "ketegangan" dalam 
penafsiran Alkitab. Keseluruhan isi Alkitab adalah ilham dari Allah, hingga kita harus 
mencari selengkap mungkin berita yang terkandung didalamnya agar penafsiran kita akan 
Firman menjadi seimbang, 
c. Cari bagian-bagian paralel dalam satu buku, satu pengarang, dan satu kategori seni; 
Alkitab adalah penafsir terbaik dari Firman Allah, karena penulisnya adalah satu yaitu 
Roh Kudus. 

5. Gunakan Panduan belajar untuk memeriksa latar belakang dan peristiwa-peristiwa 
sejarahyang anda dapati. 

a. Alkitab panduan belajar 

b. Ensiklopedi, buku pegangan, dan kamus Alkitab 

c. Pengantar Alkitab 

d. Komentari Alkitab (pada titik ini dalam proses belajar anda, ijinkan komunitas orang 
percaya, di masa lalu atau masa kini, untuk membantu dan mengkoreksi proses belajar 
pribadi anda.) 

IV. Penerapan dari Penafsiran Alkitab 

Pada titik ini kita berpindah pada penerapan. Anda telah menggunakan waktu untuk memahami 
suatu naskah berdasarkan latarbelakang aslinya; sekarang anda harus menerapkannya ke dalam hidup 
anda, terhadap budaya anda. Saya mendefinisikan kepenulisan Alkitab sebagai "memahami apa yang 
dikatakan oleh penulis asli Alkitab kepada jamannya, dan menerapkan kebenaran tersebut kepada zaman 
kita." 

Penerapan harus mengikuti tafsiran dari maksud si penulis asli, baik dari sisi waktu maupun 
logika. Kita tidak bisa menerapkan suatu kutipan Alkitab kepada zaman kita sampai kita mengetahui apa 
arti kutipan tersebut pada zamannya! Suatu kutipan Alkitab tidak boleh diartikan berbeda dengan arti 
aslinya! 

Garis besar rinci anda, sampai ke tingkat paragraf (siklus pembacaan #3), akan menjadi panduan 
anda. Penerapan harus dilakukan di tingkat paragraph ini, bukannya di tingkat kata. Kata-kata hanya akan 
memiliki arti jika dikaitkan dalam konteks tertentu, demikian pula anak kalimat, maupun kalimat. Satu- 
satunya orang yang diilhami Allah yang terlibat dalam proses penafsiran ini adalah hanya si penulis asli. 
Kita hanya mengikuti pimpinannya dengan penerangan dari Roh Kudus. Namun Penerangan bukanlah 
ilham. Untuk berkata "demikian Firman Tuhan", kita harus sejalan dengan maksud si penulis asli. 
Penerapan harus terkait secara khusus kepada maksud umum dari keseluruhan tulisan, bagian tulisan 
tertentu, dan pengembangan pemikiran setingkat paragraf. 

Jangan biarkan hal-hal dari zaman kita digunakan untuk menafsir Alkitab; Biarkan Alkitab 
berbicara! Hal ini mungkin mensyaratkan kita untuk menimba prinsip-prinsip dari naskah tersebut. Hal 
ini tepat bila naskah tersebut mendukung suatu prinsip tertentu. Sayangnya, dalam banyak hal prinsip kita 
adalah hanya prinsip "kita sendiri", bukan prinsip dari naskah tersebut 

Dalam menerapkan Alkitab, penting untuk diingat bahwa (kecuali dalam nubuatan) hanya ada 
satu dan satu saja arti yang tepat bagi setiap naskah Alkitab. Arti tersebut adalahyang berhubungan 
dengan maksud dari si penulis asli pada saat ia menghadapi krisis atau keperluan-keperluan di zamannya. 
Banyak kemungkinan penerapan bisa ditarik dari arti yang satu tersebut. Penerapan akan berdasarkan 
kebutuhan si penerima, namun harus berhubungan dengan arti dari si penulis asli. 



XVI 



V. Aspek Rohani dari Penafsiran 

Sejauh ini saya telah mendiskusikan proses logika dan tekstual yang digunakan dalam penafsiran 
dan penerapan. Sekarang ijinkan saya secara singkat mendiskusikan mengenai aspek rohani dari 
penafsiran. Daftar hala-hal yang harus dilakukan berikut sangat membentu saya dalam hal ini: 

A. Berdoa mohon pertolongan Roh Kudus (bandingkan I Kor 1 :26-2: 16) 

B. Berdoa untuk pengampunan dan penyucian pribadi dari dosa-dosa yang kita ketahui (bandingkan 
IYohl:9) 

C. Berdoa untuk kerinduan yang lebih dalam untuk mengenal Allah (bandingkan Maz 19:7-14; 42:1 
dst; 119:1 dst). 

D. Terapkan dengan segera setiap pengertian yang baru dalam kehidupan anda sendiri. 

E. Tetap bersifat rendah hati dan mau belajar. 

Sangatlah sukar untuk bisa menjaga keseimbangan antara proses logika dengan kepemimpinan 
Rohani dari Roh Kudus. Cuplikan-cuplikan berikut ini telah membantu saya menyeimbangkan kedua 
hal tersebut: 

A. dari James W. Sire, Scripture Twisting, hal 17-18: 

"Penerangan datang dalam pikiran dari anak-anak Allah - bukan hanya kepada orang- 
orang rohani tingkat tinggi saja. Tidak ada kelompok "guru" dalam Kekristenan yang Alkitabiah, 
tak ada orang bijak, tak ada orang yang merupakan penafsir yang sempurna. Dengan demikian, 
sementara Roh Kudus mengaruniakan karunia-karunia hikmat, pengetahuan, dan membedakan 
roh, Ia tidak menugaskan orang-orang Kristen yang diperlengkapi ini menjadi satu-satunya 
penafsir yang sah dari Firman Allah. Hal ini terserah kepada tiap anakNya untuk belajar, 
menimbang, dan memahami sesuai petunjuk Alkitab yang berdiri sebagai penguasa bahkan bagi 
mereka yang dikaruniai Allah kemampuan yang khusus. Secara ringkas, asumsi yang saya buat 
bagi keseluruhan buku adalah bahwa Alkitab adalah pernyatan yang benar dari Allah kepada 
semua umat manusia, yang merupakan penguasa teritnggi dari segala hal yang dikatakanNya, dan 
juga secara keseluruhan bukan suatu misteri, hingga bisa cukup dipahami oleh orang biasa dalam 
tiap budaya." 

B. Tentang Kierkegaard, tertulis dalam Bernard Ramm, Protestant Biblical Interpretation, hal 75.: 

Menurut Kierkegaard mempelajari kesejarahan, leksikal dan ke-tata-bahasa-an dari 
Alkitab adalah keharusan, namun hanya merupakan tahapan awal dari pembacaan Alkitab 
sebenarnya. "Untuk membaca Alkitab sebagai Firman Tuhan, seseorang harus membaca dengan 
hatinya dalam mulutnya, dengan kesadaran, dengan suatu pengharapan yang besar, dalam suatu 
percakapan dengan Tuhan. Membaca Alkitab dengan tanpa berpikir, secara sembarang, atau 
secara akademis, atau secara professional, bukan membaca Alkitab sebagai Firman Allah. Orang 
yang membacanya seperti membaca sebuah surat cinta, orang tersebut membacanya sebagai 
Firman Allah." 

C. H. H. Rowley dalam The Relevance ofthe Bible, hal. 19: 

"Tak satupun dari pemahaman secara intelektual mengenai Alkitab, betapapun 
lengkapnya, mampu mencakup keseluruhan harta di dalamnya. Pernyataan ini bukan bermaksud 
untuk merendahkan pemahaman intelektual karena pemahaman tersebut sangat hakiki bagi suatu 
pemahaman yang lengkap. Namun untuk menunjukkan perlunya pemahaman secara rohani akan 
harta harta rohani dalam Alkitab, sebagai syarat kelengkapan pemahaman. Dan untuk pemahaman 
rohani ini, keberadaan hal-hal di atas kesadaran intelektualitas merupakan suatu keharusan. Hal- 
hal Rohani harus dimengerti secara Rohani, dan siswa Sekolah Alkitab perlu memiliki sikap 
penerimaan rohani, yaitu kerinduan untuk mencari Tuhan untuk menundukkan diri kepadaNya, 



XVII 



jika ia harus belajar melampaui batas keimiahan untuk mendapatkan kelimpahan warisan dari 
Buku di atas segala buku ini" 

VI Metode dari Komentari ini 

Komentari Pedoman Belajar ini dirancang untuk membantu prosedur penafsiran anda dengan 
cara-cara sebagai berikut: 

A. Mengawali tiap buku dengan garis besar kesejarahan. Setelah anda menyelesaikan "siklus 
pembacaan #3" Periksa informasi yang tersedia ini. 

B. Pengertian-pengertian Kontekstual dapat ditemukan di bagian awal dari setiap pasal. Hal ini akan 
membantu anda untuk melihat bagaimana kelompok-kelompok tulisan disusun. 

C. Di awal dari tiap pasal atau bagian tulisan utama pembagian-pembagian paragraph dan 
keterangan-keterangannya disediakan dalam beberapa terjemahan modern: 

1. Naskah Yunani The United Bible Society, revisi dari edisi ke-4 (UBS4). 

2. New American Standard Bible (NASB) pembaharuan tahun 1995 

3 . The New King James Versi on (NKJV) 

4. The New Revised Standard Version (NRSV) 

5 . TheToday's Engli sh Versi on (TE V) 

6. The Jerusalem Bible (JB) 

Pembagian paragraph bukan berasal dari ilham Allah. Pembagian ini harus didasarkan atas 
konteks. Dengan memperbandingkan beberapa terjemahan modern dengan teori penterjemahan 
dan sudut pandang teologis yang berbeda, kita bisa menganalisis kemungkinan struktur pemikiran 
dari si penulis asli. Setiap paragraf memiliki satu kebenaran utama. Hal ini dinamakan "kalimat 
topik" atau "ide sentral dari tulisan". Pokok pemikiran ini adalah kunci dari penafsiran 
kesejarahan dan ke-tata-bahasa-an. Orang tidak seharusnya menafsirkan, mengkhotbahkan, atau 
mengajarkan tentang hal yang kurang dari satu paragraf! Juga ingat bahwa tiap paragraf terkati 
dengan paragraf-paragraf di sekitarnya. Itulah sebabnya suatu garis besar setingkat paragraf dari 
keseluruhan buku adalah sangat penting. Kita harus dapat mengikuti aliran logika dari suatu 
pokok bahasan yang di kemukakan oleh si penulis asli, si penerima ilham. 

D. Catatan-catatan dari Dr. Bob Utley mengikuti suatu pendekatan penafsiran ayat demi ayat. Ini 
akan memaksa kita untuk mengikuti pemikiran dari si penulis asli. Catatan-catatan ini 
menyediakan informasi dari beberapa bidang: 

1. konteks tulisan 

2. pengertian-pengertian kesejarahan 

3. informasi ke-tata-bahasa-an 

4 . p el aj aran mengenai kata-kata 

5. kutipan paralel yang cocok. 

E. Di tempat-tempat tertentu dalam komentari, cetakan ayat dari New American Standard Version 
(pembaruan 1995) akan digantikan dengan terjemahan dari beberapa versi modern yang lain: 

1. The New King James Version (NKJV), yang mengikuti naskah tekstual dari "Textus 
Receptus" 

2. The New Revised Standard Version (NRSV), yang adalah revisi kata-demi kata dari Revised 
Standard Version oleh The National Council of Churches 

3. The Today' s English Version (TEV), yang merupakan penterjemahan secara ekuivalen 
dinamis dari American Bible Society. 

4. The Jerusalem Bible (JB), yang adalah terjemahan bahasa Inggris berdasarkan Terjemahan 
ekuivalen dinamis dari Katolik Perancis. 

F. Bagi mereka yang tidak bisa membaca bahasa Yunani, membandingkan terjemahan bahasa 
Inggris dapat membantu dalam mengidentifikasikan masalah-masalah dalam naskah: 

xviii 



1 . variasi naskah kuno 

2. kemungkinan arti-arti dari suatu kata 

3 . struktur dan naskah yang sukar tata bahasanya 

4. naskah yang memiliki arti yang mendua. 

Pada penutupan dari tiap pasal tersedia pertanyaan-pertanyaan yang relevan sebagai bahan diskusi 
yang diupayakan untuk dapat menuju ke arah hal-hal utama yang berkenaan dengan penafsiran 
dari pasal tersebut 



XIX 



XX 



SURAT PAULUS 

KEPADA 

JEMAAT DI ROMA 



PENGANTAR KITAB ROMA 



PERNYATAAN PEMBUKA: 

A. Kitab Roma adalah kitab doktrinal tulisan Rasul Paulus yang paling logis dan sistematis. Dipengaruhi 
oleh kenyataan-kenyataan di Roma, kitab ini adalah suatu dokuman yang "langka". Ada sesuatu yang 
terjadi yang menyebabkan Paulus untuk menulis surat ini. Sebagai tulisan Paulus yang paling bersifat 
netral, di dalamnya cara Paulus menghadapi permasalahan yang ada (barangkali kecemburuan yang 
terdapat diantara orang-orang Yahudi yang percaya dengan kepemimpinan kafir, bandingkan pasal 
14:1-15:13) merupakan pernyataan yang jelas dari Injil beriikut penerapannya dalam kehidupan 
sehari-hari. 

B. Pemberitaan injil oleh Paulus di kitab Roma telah mempengaruhi kehidupan gereja di segala zaman: 

1 . Augustinus bertobat pada tahun 386 Masehi setelah membaca Roma 13:13-14 

2. pemahaman Martin Luther mengenai keselamatan berubah secara radikal di tahun 1515 Masehi 
pada saat ia membandingkan Maszmur 31:1 dengan Roma 1:17 (bandingkan Hab 2:4). 

3. John Wesley, berjalan di dekat suatu kebaktian kaum Mennonite di London tahun 1738 Masehi, 
bertobat setelah mendengar pembacaan kotbah Luther mengenai pengantar kitab Roma, karena 
pendeta yang seharusnya bertugas tidak muncul! 

C. Memahami kitab Roma adalah memahami Kekristenan! Surat ini membentuk kehidupan dan 
pengajaran Yesus menjadu suatu batu dasar kebenaran bagi gereja di segala zaman. Martin Luther 
berkata mengenai kitab Roma: "Buku terutama dari Perjanjian Baru dan injil yang paling murni!" 

PENULIS 

Bisa dipastikan Paulus adalah penulis kitab ini. Salamnya yang khas ditemukan dalam pasal 1:1. 
Secara umum disetujui bahwa "duri dalam daging" Paulus adalah mata yang kabur, sehingga ia tidak 
secara fisik menuliskan sendiri surat ini, namun ia menggunakan tenaga penulis, Tertius (bandingkan 
pasal 16:22). 

TANGGAL 

A. Kemungkinan tanggal penulisan kitab Roma adalah tahun 56-58 Masehi. Buku ini adalah salah satu 
dari sedikit buku dari Perjanjian baru yang dapat dilacak tanggal penulisannya dengan cukup akurat. 
Hal ini dilakukan dengan mebandingkan Kisah 20:2 dst. Dengan Roma 15:17 dst. Kitab Roma 
barangkali ditulis di kota Korintus menjelang akhir perjalanan Paulus yang ke tiga, tepat sebelum ia 
berangkat ke Yerusalem. 

B. Kemungkinan secara kronologis dari tulisan-tulisan Paulus menurut F. F. Bruce dan Murry Harris 
dengan sedikit penyesuaian adalah: 

Kitab 

1. Galatia 



Tanggal 


Tempat Penulisan 


Hub. dgn Kisah 
Para Rasul 


48 


Antiokhia Syria 


14:28; 15:2 



2. 1 Tesalonika 




50 


Korintus 


18:5 


3. II Tesalonika 




50 


Korintus 




4. 1 Korintus 




55 


Efesus 


19:20 


5. II Korintus 




56 


Makedonia 


20:2 


6. Roma 




57 


Korintus 


20:3 


7.-10. Surat dari Penj; 


ara 








Kolose 




Awal th 60-an 






Efesus 




Awal th 60-an 


Roma 




Filemon 




Awal th 60-an 






Filipi 




Akhir th 62-63 




28:30-31 


11.-13. Perjalanan ke 


empat 








I Timotius 




63 (atau setelah itu, 


Makedonia 




Titus 




63 namun sebelum 


Efesus (?) 




II Timotius 




64 M 68) 


Roma 





PENERIMA 

Surat ini menayatakan tujuannya yaitu Jemaat Roma. Kita tidak tahu siapa yang mendirikan 
gereja di Roma: 

A. Mungkin didirikan oleh orang-orang yang sedang mengunjungi Yerusalem pada hari Pentakosta dan 
bertobat lalu pulang untuk memulai suatu gereja (bandingkan Kis 2:10) 

B. Mungkin juga pendirinya adalah murid-murid yang melarikan diri dari penganiayaan di Yerusalem 
setelah kematian Stefanus. 



C. Mungkin pula pendirinya adalah orang-orang yang bertobat hasil perjalanan penginjilan Paulus yang 
melancong ke Roma. Paulus tidak pernah mengunjungi gereja ini, walaupun ia rindu sekali untuk 
mengunjunginya (bandingkan Kis 19:21). Ia banyak memiliki teman di sana (bandingkan Rom 16). 

Nampaknya rencanyanya adalah mengunjungi Roma dalam perjalanannya ke Spanyol 
(bandingkan Rom 15:28) setelah perjalanannya ke Yerusalem dengan "persembahan kasih". Paulus 
merasa bahwa pelayanannya di daerah Mediterania bagian timur telah selesai. Ia mencari ladang baru 
(bandingkan 15:20-23,28) Pembawa surat Paulus di Yunani ke Roma nampaknya adalah Febe, 
seorang penatua jemaat, yang berperjalanan ke arah itu. (bandingkan Rom 16:1). Mengapa surat ini, 
yang ditulis di lorong-lorong kota korintus di abad pertama oleh seorang Yahudi pembuat tenda 
begitu berharga? Martin Luther menyebutnya sebagai "Buku terutama dari Perjanjian Baru dan injil 
yang paling murni!" Nilai dari buku ini terletak pada kenyataan bahwa buku ini adalah penjabaran 
secara mendalam dari Injil oleh seorang rabbi yang bertobat, Saul orang Tarsus, yang terpanggil 
menjadu rasul bagi bangsa kafir. Kebanyakan surat Paulus diwarnai secara kuat oleh keadaan lokal, 
kecuali kitab Roma. Kitab ini berisi pernyataan secara sistematis dari iman seorang rasul. 

Sadarkah anda rekan-rekan Kristen, bahwa sebagian besar istilah-istilah teknis yang digunkana 
saat ini untuk menjelaskan tentang "iman" ("pembenaran", "pemutihan", "adopsi" dan "penyucian") 
berasal dari kitab Roma? Kitab ini adalah pembangunan Teologis dari kebenaran-kebenaran dalam 
kitab Galatia. Berdoalah agar Tuhan membukakan rahasia kitab yang luar biasa ini pada saat kita 
bersama mencari kehendakNya bagi kehidupan kita saat ini! 



MAKSUD 

A. Upaya untuk menggalalng bantuan untuk perjalanan penginjilannya ke Spanyol. Paulus melihat 
bahwa pekerjaan kerasulannya di daerah Mediterania bagian timur sudah selesai, (bandingkan 15:20- 
23,28). 

B. Untuk menangani permasalahan di gereja Roma anatara orang Yahudi yang percaya dan orang Kafir 
yang percaya. Ini barangkali adalah akibat dari pengusiran seluruh orang Yahudi dari wilayah Roma 
dan kembalinya mereka di kemudian hari. Pada saat itu pemimpin-pemimpin Yahudi -Kristen telah 
digantikan oleh pemimpin-pemimpin Kristen dari bangsa kafir. 

C. Untuk memperkenalkan dirinya kepada gereja Roma. Ada banyak penolakan terhadap Paulus dari 
orang orang Yahudi bertobat yang sungguh-sungguh di Yerusalem (Dewan Yerusalem di Kisah 15), 
dari kelompok Yahudi yang sesat (Orang Yahudi sesat dalam Kitab Galatia dan II Korintus 3, 10-13), 
dan dari Orang-orang Kafir (Kolose, Efesus) yang mencoba untuk menggabungkan Injil dengan teori 
atau falsafah kesukaan mereka (misalnya gnostisisme) 

D. Paulus dituduh sebagai penyebar ajara baru yang berbahaya, menambahkan secara sembarangan 
pengajaran dari Yesus. Buku Roma dalah cara Paulus untuk secara sistematis mempertahankan 
dirinya dengan menunjukkan bagaimana injil yang diajarkannya adalah benar, menggunakan 
Perjanjian Lama dan pengajaran Yesus (kitab Injil). 

GARIS BESAR RINGKAS 

A. Pendahuluan (1:1-17) 

1. Salam (1:1-7) 

a. Penulis (1-5) 

b. Arah Tujuan (6-7a) 

c. Ucapan Selamat (7b) 

2. Kejadian dan kesempatan (1:8-15) 

3. Tema (1:16-17) 

B. Kebutuhan akan Kebenaran illahi (1 : 1 8-3 :20) 

1 . Kemerosotan Dunia Kekafiran (1:1 8-32) 

2. Kmunafikan orang Yahudi atau pengikut faham moral kefasikan (2:1-16) 

3 . Penghkiman terhadap orang Yahudi (2:17-3:8) 

4. Pnghukuman Dunia (3 :9-20) 

C. Apakah Kebenaran Illahi itu (3:21-8:39) 

1 . Kebenaran Haya oleh Iman (3 :21-3 1) 

2. Dasar Kebenaran: Janji Tuhan (4: 1-25) 

a. kehidupan Abraham yang benar (4:1-5) 

b. Daud (4:6-8) 

c. Hubungan Abraham dengan Sunat (4:9-12) 

d. Janji Tuhan kepada Abraham (4: 13-25) 

3. Pencapaian Kebenaran (5:1-21) 

a. Aspek subyektif: Kasih karunia, kesukaan yang tak tertandingi (5:1-5) 



b. Dasar yang obyektif: Kasih Allah yang luar biasa (5:6-11) 

c. Tipologi Adam/Kristus: Pelanggaran Adam, Ketetapan Allah (5:12-21) 

4. Kebenran Ulahi harus terbit dalam kebenaran pribadi (6: 1-7:25) 

a. Dibebaskan dari dosa (6:1-14) 

(1) Penolakan yang semestinya (6:1-2) 

(2) Arti baptisan (6:3-14) 

b. Budak Setan atau Hamba Tuhan: silahkan pilih! (6: 15-23) 

c. Perkawinan manusia dengan Hukum Taurat (7:1-6) 

d. Hukum Taurat adalah baik, namun dosa menghalangi kebaikan (7:7-14) 

e. Pergumulan abadi tentang kebaikan dan kejahatan dalam diri orang percaya (7:15-25) 

5. Hasil yang nampak dari kebenaran Ulahi (8:1-39) 

a. Hidup dalam Roh (8:1-17) 

b. Penebusan dari ciptaan Allah (8: 18-25) 

c. Pertolongan yang tetap dari Roh Kudus (8:26-30) 

d. Kemenangan dalam pnghakiman dari pembenaran oleh iman (8:31-39) 

D. Maksud Ulahi bagi seluruh Umat Manusia (9:1-1 1 :32) 

1 . Pemilihan Israel (9:1-11:32) 

a. Pewaris iman yang sesungguhnya. (9:1-13) 

b. Kedaulatan Tuhan (9: 14-26) 

c. Rencana umum Allah mencakup orang kafir (9:27-33) 

2. Keselamatan Israel (10:1-21) 

a. Kebenaran Tuhan vs Kebenaran Manusia (10:1-13) 

b. Kemurahan Tuhan memerlukan utusan, seruan untuk penginjilan ke dunia. (10: 14-18) 

c. Ke tetap tidak percaya-an Israel pada Allah (10:19-21) 

3 . Kegagalan Israel (11:1-36) 

a. Sisa-sisa orang Yahudi (11:1-10) 

b . Kecemburuan orang Yahudi (11:11 -24) 

c. Kebutaan sementara orang Israel (1 1 :25-32) 

d. Luapan pujian Paulus (1 1 :33-36) 

E. Hasil dari anugerah Kebenaran Ulahi (12:1-15:13) 

1 . Seruan untuk pengudusan (12:1-2) 

2. Penggunaan karunia-karunia (12:3-8) 

3 . Hubungan antar orang percay a ( 1 2 : 9-2 1 ) 

4 . Hubungan dengan Negara (13:1-7) 

5. Hubungan dengan sesama (13:8-10) 

6 . Hubungan dengan Tuhan (13; 1 1-14) 

7. Hubungan dengan sesama anggota gereja (14:1-12) 

8. Pengaruh kita terhadap orang lain (14: 13-23) 

9. Hubungan dengan keserupaan dengan Kristus (15:1-13) 

F. Kesimpulan (15:14-33) 

1 . Rencana-rencana pribadi Paulus (15 : 14-29) 

2 . Permohonan doa (15:30-33) 

G. Catatan-catatan (16:1-27) 

1. Ucapan Selamat (16:1-24) 



2. Doa Berkat (16:25-27) 

SIKLUS PEMBACAAN PERTAMA (lihat hal. xiv) 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca keseluruhan kitab ini sekaligus. Sebutkan tema pokok dari keseluruhan buku dengan kalimat anda 
sendiri. 

1 . Tema keseluruhan buku. 

2. Tipe literatur (genre) 

SIKLUS PEMBACAAN KEDUA (lihat hal. xv) 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca keseluruhan kitab ini sekaligus keduakalinya. Garis besarkan pokok-pokok utama dan nyatakan 
pokok tersebut dalam satu kalimat. 

1 . Pokok dari bagian tulisan yang pertama 

2. Pokok dari bagian tulisan yang kedua 

3 . Pokok dari bagian tulisan yang ketiga 

4. Pokok dari bagian tulisan yang keempat 

5. dst. 



ROMA1 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN* 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Salam 


Salam Ucapan Selamat 


Salam 


Salam 


Tujuan 


1:1-7 


1:1-7 


1:1-6 


1:1 


1:1-2 








1:2-6 












1:3-7 






1:7" 


l:7a 








l:7b 


l:7b 




Kerinduan Paulus 
mengunjungi Roma 


Kerinduan mengunjungi 
Roma 


Pengucapan Syukur 


Doa Pengucapan Syukur 


Pengucapan Syukur dan Doa 


1:8-15 


1:8-15 


1:8-15 


1:8-12 


1:8-15 








1:13-15 




Kuasa dari Injil 


Orang benar hidup oleh 
Iman 


Tema dari Surat 


Kuasa dari Injil 


Pernyataan Tema 


1:16-17 


1:16-17 


1:16-17 


1:16-17 


1:16-17 


Dosa dari Umat Manusia 


Murka Allah atas ke tidak 
benaran 


Pengadilan Tuhan atas dosa 


Dosa dari Umat Manusia 


Kemarahan Tuhan terhadap 
orang Kafir 


1:18-23 


1:18-32 


1:18-23 


1:18-23 


1:18-25 


1:24-32 




1:24-25 


1:24-25 








1:26-27 


1:26-27 


1:26-27 






1:28-32 


1:28-32 


1:28-32 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 



Walaupun bukan merupakan suatu ilham, pembagian paragraf adalah kunci dalam memahami dan mengikuti maksud dari si penulis asli. Tiap 
terjemahan modern membagi dan meringkas pasal satu. Setiap paragraf memiliki satu topik, kebenaran dan pemikiran pokok. Setiap versi mengemas topik 
tersebut dengan cara yang berbeda-beda. Waktu anda membaca naskah ini, tanyakan pada diri anda terjemahan mana yang cocok dengan pengertian anda 
mengenai pembagian pokok dan ayat-ayatnya. 

Dalam setiap pasal anda harus membaca Alkitab dahulu, baru mencoba mengidentifikasikan pokok-pokoknya (paragraf). Kemudian bandingkan 
pengertian anda dengan versi-versi modern tersebut. Hanya ketika seseorang memahami maksud dari penulis asli dengan cara mengikuti pola pikir dan 
penyajiannya, ia baru bisa benar-benar memahami Alkitab. Hanya si penulis aslilah yang diilhami Allah — pembaca tidak mempunyai hak untuk merubah atau 
memodifikasi berita tersebut. Pembaca Alkitab memiliki tanggung-jawab untuk menerapkan kebenaran yang diilhamkan tersebut ke dalam kehidupan dan 
zaman mereka. 



Catat bahwa semua istilah teknis dan singkatan diterangkan sepenuhnya di Appendiks Satu, Dua dan Tiga 



dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Ayat 1-7 dari pendahuluan surat. Ini adalah pendahuluan yang terpanjang dari semua surat Paulus. 
Ia mencoba untuk memperkenalkan diri dan teologinya kepada suatu gereja yang tidak 
mengenalnya secara pribadi dan mungkin bahkan telah mendengar informasi negatif tentang dia. 

B. Ayat 8-12 adalah suatu doa pembukaan pengucapan syukur. Ini adalah karakteristik dari surat 
Yunani pada umumnya dan khususnya surat yang ditulis Paulus. 

C. Ayat 16-17 menyatakan tema dari buku ini. 

D. Ayat 18 sampai 3:20 dari unit tulisan yang pertama dan point pertama Paulus tentang injil; semua 
manusia telah terhilang dam perlu diselamatkan (bandingkan Kejadian 3). 

1 . orang kafir tak bermoral 

2. orang kafir bermoral 

3 . orang Yahudi 

E. Roma 1:18-3:20 merefleksikan Kejadian 3 (yang mengherankan para rabi tidak berfokus pada 
pasal ini, tapi Kejadian 6, sebagai asal dosa). Kemanusiaan yang tercipta dalam pergaulan dengan 
Allah, dalam gambarNya (bandingkan Kej. 1:26-27). Betapapun, umat manusia memilih 
pencerahan dan janji akan kekuatan dan kemahakuasaan. Akibatnya, manusia menukar Allah 
dengan diri mereka sendiri (kemanusiaan atheistik)! 

Tuhan mengijinkan, bahkan mungkin merekayasa krisis ini. Berada dalam gambar Allah 
adalah menjadi bertanggung jawab, secara moral bisa dipertanggungjawabkan, tanpa terpaksa 
bersedia menerima konsekuensi. Tuhan memisahkan manusia berdasarkan KehendakNya dan 
kehendak mereka (suatu ikatan perjanjian)! Ia mengijinkan mereka untuk memilih diri sendiri 
dengan segala konsekuensinya. Tuhan berduka (bandingksn Kej. 6:5-7) namun manusia adalah 
pelaku-pelaku moral yang merdeka dengan segenap hak dan tanggung jawab yang ada. Frasa 
yang berulang "Allah menyerahkan mereka" ( lihat 1:24, 26, 28) adalah suatu pengakuan akan 



kemerdekaan tersebut, bukan suatu penolakan yang dikehendaki oleh Allah. Hal ini bukan pilihan 
dari Allah. Dan ini bukan dunia yang Tuhan maksudkan, (bandingkan Kej. 3:22, 6:5-7, 11-13)! 

Ringkasan teologis dari 1:18-3:20 ditemukan dalam 3:21-31. Ini adalah "kabar baik" injil yang 
pertama - Seluruh umat manusia telah berdosa dan perlu pengampunan Allah dan Tuhan secara 
berkemurahan menyediakan jalan untuk kembali pada hubungan yang intim denganNya. (contoh: 
Pengalaman Eden). 

Dalam bagian pertama tulisan presentasi injil dari Paulus ini, adalah menarik untuk dicatat bahwa 
manusia yang jatuh dituntut pertanggung-jawaban atas pemberontakan dan dosa mereka tanpa 
menghubungkannya dengan Setan atau kuasa kegelapan, (lih Rom 1:18-3:20). Bagian ini secara 
pasti merefleksikan teologi dari Kej 3, namun tanpa si penggoda pribadi. Tuhan tidak akan 
mengijinkan orang yang jatuh untuk menyalahkan setan lagi (lih Kej 3:13) atau Tuhan sendiri 
(Kej 3:12). Manusia diciptakan menurut gambar Allah (Kej 1 :26;5: 1,3; 9:6). Mereka memiliki 
hak, kuasa dan kewajiban untuk memilih. Mereka bertanggung jawab atas pilihan mereka baik 
secara bersama-sama dalam Adam dan secara individual dalam dosa pribadi, (lih. 3:23) 



KAJIAN KATA DAN FRASA 

TEKS NASB (UPDATED): 1:1-6 *Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul 
dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. 2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya 
dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, 3 tentang Anak-Nya, yang menurut 
daging diperanakkan dari keturunan Daud, 4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh 
kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus 
Kristus Tuhan kita. 'Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul 
untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga 
termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus; 

1:1" Paulus" Kebanyakan orang Yahudi di zaman Paulus memiliki dua nama depan, satu nama Yahudi, 
dan satu nama Romawi (lih Kis 13:9) Nama Yahudi Paulus adalah Saul. Ia, sebagaimana Raja Israel 
kuno, berasal dari suku Benyamin (lih. Rom 11:1; Flp3:4). Nama Romawinya dalam format bahasa 
Yunani, Paulus (Paulos), berarti "kecil". Ini menunjukkan baik 

1. postur fisik tubuhnya yang dalam suatu buku non kanonik dari abad kedua, Kisah Paulus, di 
dalam pasal tentang Tesalonika, disindir dan disebut sebagai "Paulus dan Thekla". 

2. perasaan pribadinya sebagai yang terkecil dari golongan orang kudus karena ia pada mulanya 
menganiaya Gereja (bandingkan I Kor 15:9; Ef 3:8; I Tim 1:15) 

3 . memang nama pemberian orang tuanya. 
Pilihan #3 nampaknya adalah yang paling tepat. 

□ "hamba (seorang budak)" terjemahan NKJV, NRSV, TEV dan JB menuliskannya hanya sebagai 
"hamba" Konsep ini adalah bisa (1) bersifat antitesis terhadap Yesus sebagai Tuhan, atau (2) sebuah 
gelar penghormatan PL (bandingkan Musa dalam Bil 12:7 dan Yos 1:1; Yosua dalam Yos 24:29; dan 
Daud dalam Mazmur (judul), dan Yesaya 42:1, 19; 52:13). 

□ "dipanggil menjadi rasul" Ini adalah pilihan Allah, bukan pilihannya sendiri (lih. Kis 9:15; Gal 1:15; 
Ef 3:7). Paulus sedang menegaskan kualifikasi dan otoritas kerohaniannya sebagaimana ia buat dalam 



I Kor 1:1; II Kor 1:1; Gal 1:1; Ef 1:1; Kol 1:1; I Tim 1:1; Tit 1:1, kepada gereja yang belum pernah 
ditemuinya ini. Lihat Topik Khusus: Dipanggil dalam 1:6. 

Istilah "rasul" di lingkaran Yahudi-palestina abad pertama berarti "orang yang diutus sebagai 
seorang wakil resmi" (bandingkan II Taw 17:7-9). Dalam PB istilah ini digunakan dalam dua hal: (1) 
sebutan bagi 12 murid dan Paulus; dan (2) karunia rohani yang berlanjut di gereja (bandingkan I Kor 
12:28-29; Ef 4: 11). 



TOPIK KHUSUS: MENGUTUS (APOSTELLO) 

Kata ini adalah kata umu bahasa Yunani untuk kata "mengutus" (yaitu apostello) Istilah ini memiliki 
beberapa kegunaan teologis. 

A. Para Rabbi menggunakannya pada saat seseorang dipanggil dan di kirim sebagai seorang wakil 
resmi dari orang lain, serupa dengan istilah Inggris ambassador atau "Duta" (lih. II Kor 5:20) 

B. Kitab Injil sering menggunakan istilah ini dalam menyatakan bahwa yesus diutus oleh Allah Bapa, 
Dalam Kitab Yohanes, istilah ini mengambil alih arti Mesianik (lih Mat 10:40; 15:24; Mar 9:37; 
Luk 9:48 dan khususnya Yoh 4:34; 5:24, 30,36,37,38; 6:29,38,39,40,57; 7:29; 8:42; 10:36; 11:42; 
17:3,8,18,21,23,25; 20:21). Kata ini digunakan pada saat Yesus mengutus orang-orang percaya 
(lih. Yoh 17:18; 20:21) 

C. PB memakainya untuk menyebut keduabelas murid. 

1 . Dua belas murid asli yang merupakan orang-orang terdekat (lih Luk 6:13; Kis 1 :21-22) 

2. suatu kelompok khusus dari para pembantu dan teman sekerja Kerasulan. 
a.Barnabas (lih Kis 14:4, 14) 

b.Andronikus dan Yunias (KJV, Junia, lih Rom 16:7) 

c. Apollos (lih. I Kor 4:6-9) 

d.Yakobus, saudara Yesus (lih. Gal 1:19) 

e.Silvanus dan Timotius (lih. I Tes 2:6) 

f. Kemungkinan Titus (lih. II Kor 8:23) 

g.Kemungkinan Epafroditus (lih. Flp 2:25) 

3. Karunia yang ada dan berlanjut dalam gereja (lih. I Kor 12:28-29; Ef 4: 1 1) 

D. Paulus menggunakan gelar ini untuk dirinya sendiri dalam kebanyakan suratnya sebagai cara 
meneguhkan otoritas yang diberikan Tuhan padanya sebagai wakil Kristus (lih. Rom 1:1; I Kor 
1:1; II Kor 1:1; Gal 1:1; Ef 1:1; Kol 1:1; I Tim 1:1; II Tim 1:1, Tit 1:1). 



□ "dikuduskan" Ini adalah KATA BENTUK KETIGA PASIF yang menyatakan bahwa ia telah di 
sendirikan oleh tuhan di masa lalu (lih. Yer 1:5 dan Gal 1:15) dan hal ini secara terus-menerus 
menjadi kondisi kehidupannya. Ini kemungkinan adalah suatu permainan dari kata-kata bahasa Aram 
"Farisi". Mereka dikuduskan bagi legalisme Yahudi (termasuk Paulus [Flp 3:5] sebelum berjumpa 
dengan Yesus di perjalanan ke Damaskus), namun sekarang ia dikuduskan bagi Injil. 

Hal ini berhubungan dengan kata Ibrani untuk "kudus" yang artinya "dipidahkan untuk dipakai 
Allah" (bandingkan Kel 19:6; I Pet 2:5). Istilah "orang kudus", "penyucian", dan "pemisahan" semua 
memiliki akar kata Yunani yang sama yaitu "kudus" (hagios). 

□ "Untuk memberitakan Injil Allah" Kata depan eis dalam konteks ini (dan ay.5) menunjukkan 
maksud dari "panggilan" (ay.lb) dan "pengkudusan" (ay.lc) Paulus. 



10 



Injil adalah suatu gabungan dari kata "baik" (eu) dan "kabar" (angellos). Ini menjadi istilah yang 
menjelaskan doktrin yang dinyatakan dalam Perjanjian baru (lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:22-32), yang 
adalah Mesias yang dijanjikan Allah (ay. 3-4). 

Ini adalah Injil Allah, bukan Injil Paulus (bandingkan 15:16; Mar 1:14; II Kor 11:7; I Tes 2:2,8,9; 
I Pet 4:17). Paulus bukanlah seorang inovator atau penyadur budaya, namun ia adalah penyebar berita 
kebenaran yang diterimanya (lih. I Kor 1 : 18-25). 

1:2 "telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci". 

Ini adalah bentuk Indikatif Aorist Middle (deponen). Injil bukanlah suatu pemikiran susulan dari Allah, 
melainkan suatu rencana abadi yang memang dimaksudkan oleh Allah, (lih Kej 3:15; Yes 53; Maz 118; 
Mar 10:45; Luk 2:22; Kis 2:23; 3:18; 4:28; Tit 1:2). Khotbah-khotbah awal di kitab Kisah para Rasul 
(kerigma) penyatakan bahwa Yesus adalah penggenapan dari nubuatan dan janji-janji dalam Perjanjian 
Lama. 



TOPIK KHUSUS: KERIGMA DARI GEREJA MULA-MULA 

1. Janji Allah yang dibuat dalam Perjanjian lama sekarang telah digenapi dengan kedatangan 
Yesus, sang Mesias. (Kis 2:30; 3:19,24; 10:43; 26:6-7,22; Rom 1:2-4; I Tim 3:16; Heb 1:1-2; I 
Pet 1:10-12; 2 Pet 1:18-19). 

2. Yesus diurapi sebagai Mesias oleh Allah pada saat Ia dibaptis (Kis 10:38). 

3. Yesus memulai pelayanaNya di Galilea setelah Ia dibaptis (Kis 10:37) 

4. PelayananNya bercirikan dengan berbuat baik dan mengadakan mujizat dengan kuasa yang dari 
Allah (Mar 10:45; Kis 2:22; 10:38) 

5. Mesias mati di salib sesuai dengan maksud tujuan dari Allah (Mar 10:45; Yoh 3:16; Kis 2:23; 
3:13-15,18; 4:11; 10:39; 26:23; Rom 8:34; I Kor 1:17-18; 15:3; Gal 1:4; Ibr 1:3; I Pet 1:2,19; 
3:18; I Yoh 4:10). 

6. Ia dibangkitkan dari kematian dan menampakkan diri kepada murid-muridNya (Kis 2:24,31-32; 
3:15,26; 10:40-41; 17:31; 26:23; Rom. 8:34; 10:9; I Kor. 15:4-7,12a; I Tes. 1:10; I Tim. 3:16; I 
Pet 1:2; 3:18,21). 

7. Yesus ditinggikan oleh Allah dan diberi nama "Tuhan" (Kis 2:25-29,33-36; 3:13; 10:36; Rom. 
8:34; 10:9; I Tim. 3:16; Ibr. 1:3; I Pet 3:22). 

8. Ia memberikan Roh Kudus untuk membentuk masyarakat baru dari Tuhan. (Kis 1 :8; 2: 14-18,38- 
39; 10:44-47; I Pet 1:12). 

9. Ia akan datang kembali unuk mengadili dan memulihkan segala sesuatu. (Kis 3:20-21; 10:42; 
17:31; I Kor. 15:20-28; I Tes. 1:10). 

10. Semua yang mendengar berita injil harus bertobat dan dibaptiskan. (Kis 2:21,38; 3:19; 10:43,47- 
48; 17:30; 26:20; Rom. 1:17; 10:9; I Pet 3:21). 

Skema ini berfungsi sebagai proklamasi yang hakiki dari gereja mula-mula, walau penulis- 
penulis Perjanjian Baru lain mungkin meninggalkan satu bagian dan menekankan bagian lain dalam 
khotbah mereka. Keseluruhan Injil markus secara dekat mengikuti aspek pengaruh Petrus dari 
kerigma. Markus secara tradsional dipandang sebagai penstrukturan dari khotbah-khotbah Petrus, 
yang dikhotbahkan di Roma, kedalam Injil tertulis. Baik Matius dan Lukas mengikuti struktur dasar 
Markus. 



1:3 "tentang AnakNya" inti berit dari Kabar Baik adalah seorang manusia, Yesus dari Nazaret, anak 
laki-laki dari perawan Maria. Dalam PL bangsa-bangsa, raja-raja, dan Mesias disebut sebagi "anak" 
(bandingkan II Sam 7:14; Hos. 11:1; Maz. 2:7; Mat. 2:15). 



11 



Dalam PL Tuhan bersabda melalui hamba-hambanya dan para nabi. Yesus bukanlah seorang 
hamba Allah. Ia adalah anggota keluarga (bandingkan Ibr 1:1-2; 3:6; 5:8; 7:28). Yng mengherankan 
adalah bahwa bagian ini adalah satu-satunya tempat dimana Paulus berfokus pada Kristologi. Kitab 
Roma bukanlah merupakan suatu teologi sistematis yang lengkap. 



TOPIK KHUSUS: ANAK ALLAH 

Ini adalah satu dari gelar utama dalam PL bagi Yesus. Gelar ini tentu memiliki konotasi Ulahi. 
Termasuk didalamnya Yesus sebagai "Anak" atau "AnakKu" dan Tuhan dipanggil sebagai "Bapa". 
Hal ini muncul dalam PB lebih dari 124 kali. Bahkan penunjukan diri Yesus sebagai "Anak 
Manusia" memiliki konotasi Ulahi dari Dan 7:13-14. 

Dalam PL penunjukan "anak" dapat berkenaan dengan empat kelompok khusus. 

1 . para malaikat (biasanya dalam bentuk JAMAK lih. Kej 6:2; Ayb 1:6; 2: 1) 

2. Raja Israel (lih. II Sam 7: 14; Maz 2:7; 89:26-27) 

3. bangsa Israel secara keseluruhan (lih Kel 4:22- 23; UI 14:1; Hos 11:1; Mal 2:10) 

4. hakim-hakin Israel (Maz 82:6) 

Penggunaan yang kedua lah yang berhubungan dengan Yesus. Dengan cara ini "anak Daud" dan 
"anak Allah" keduanya berhubungan dengan II Sam 7; Maz 2 dan 89. Dalam PL istilah "anak Allah" 
tidak pernah digunakan khususnya mengenai Mesias, kecuali sebagai raja secara eskatologis yakni 
orang dari jabatan yang diurapi di Israel. Namun demikian di dalam gulungan naskah kuno Laut 
Mati, jabatan dengan implikasi Mesianik bersifat umum. (lihat referensi khusus Kamus Yesus dan 
Kitab-kitab Injil, hal 770). Juga istilah "Anak Allah" adalah jabatan Mesianik dalam dua karya 
interbiblikal apokaliptik Yahudi, (lih. IIEsdras 7:28; 13:32,37,52; 14:9 dan IHenoh 105:2). 

Latar belakang PB nya yang menunjuk kepada Yesus dapat diringkas secara baik dengan 
menggunakan beberapa kategori: 

1. Para-eksistensi Nya (Yoh 1:1-18) 

2. KelahiranNya yang unik (dari seorang perawan) (Mat 1 :23; Luk 1 :3 1-35) 

3. Bapisan-Nya (Mat 3:17; Mar 1:11; Luk 3:22. Suara Allah dari surga mepersatukan Raja dalam 
Maz 2 dengan hamba yang sengsara dalam Yes 53). 

4. Pencobaan dari Iblis (Mat 4:1-11; Mar 1:12,13; Luk 4:1-13. Ia dicobai agr meragukan ke- 
anakan-Nya atau setidaknya untuk mencapai maksud tersebut dengan cara lain selain salib). 

5. PeneguhanNya oleh saksi-saksi yang tak dapat diterima 

a. roh-roh jahat (Mar 1:23-25; Luk 4:31-37; Mar 3:11-12) 

b. orang-orang yang tidak percaya (Mat 27:43; Mar 14:61; Yoh 19:7) 

6. PeneguhanNya oleh para murid. 

a. Mat 14:33; 16:16 

b. Yoh 1:34,49; 6:69; 11:27 

7. PeneguhanNya sendiri 

a. Matius 11:25-27 

b. Yohanes 10:36 

8. Penggunaan olehNya bentuk hubungan kekeluargaan untuk Allah sebagai Bapa. 

a. Penggunaan kata "abba" untuk Allah 

1) Markus 14:36 

2) Roma 8:15 

3) Galatia 4:6 

b. Penggunaan olehNya secara berulang kata Bapa (pater) untuk menjelskan hubunganNya 
dengan Tuhan. 

12 



Secara ringkas, gelar "anak Allah" memiliki arti teologis yang penting bagi mereka yang 
mengetahui PL dan janji-janji dan kategori-kategorinya, namun di PB para penulis agak merasa 
takut akan penggunaannya dihadapan orang Kafir karena latar-belakang kekafirannya mengenai 
"dewa-dewa" yang mengambil para wanita yang hasil keturunannya akan menjadi "para titan" atau 
"raksasa-raksasa". 



□ "diperanakkan dari keturunan Daud" Ini menghubungkan nubuatan dari II Samuel 7. Mesias 
adalah keturunan rajaDaud (lih Yes 9:7; 11:1,10; Yer 23:5; 30:9; 33:15) dari suku Yehuda (lih. Kej 49:4- 
12; Yes 65:9). Dalam Injil Matius Yesus disebut dengan gelar ini beberapa kali (lih. 9:27; 12:23; 15:22; 
20:30), yang merefleksikan harapan orang Yahudi akan juru selamat yang akan datang. 

Mengherankan bahwa Paulus tidak menekankan aspek Yesus yang ini. Ia menyebutkannya hanya di 
ayat ini dan di II Tim 2:8; kedua ayat ini barangkali merupakan kutipan-kutipan dari rumusan pernyataan 
iman gereja yang terdahulu. 

□ NASB, NKJV, 

NRSV "menurut daging" 

TEV "dalam kemanusiaanNya" 

JB "menurut kemanusiaan alamiah" 

Ini adalah penggenapan dari nubuatan dan peneguhan kemanusiaan Yesus yang seringkah di tolak 
dalam dunia keagamaan eklektik abad pertama, (lih. Yoh 1:1-4; 4:1-3). Ayat ini secara jelas 
menunjukkan bahwa Paulus tidak selalu menggunakan istilah "daging" (sarx) dengan arti negatif. Lih 
2:28; 9:3). Namun demikian Paulus biasanya menggunakan kata "daging" sebagai lawan dari "roh", (lih. 
6:19; 7:5,18,25; 8:3-9,12,13; I Kor 5:5; II Kor 1:17; 11:18; Gal 3:3; 5:13,16,17-19,24; 6:8; Ef 2:3; Kol 
2:11,13,18,23). 

Konstruksi gramatikal kata (menurut) ditambah dengan sebuah akusatif menjadi paralel dengan ay.4. 
Yesus lahir bersifat baik manusia (menurut daging, ay.3) maupun Ulahi (menurut Roh, ay.4) Doktrin 
inkarnasi ini sangat penting (I Yoh 4:1-3). Ini bisa juga berupa penunjukan pemilihan diri sendiri dari 
Yesus, "Anak Manusia" (Maz 8:4; Yeh2:l [kemanusiaan] dan Dan 7:13 [ke-Illahi-an]). 



TOPIK KHUSUS: DAGING (SARX) 

Istilah ini menunjuk pada hikmat manusia atau tolok ukur duniawi. (I Kor 1:20; 2:6,8; 3:18). Paulus 
menggunakan istilah "daging"(yaitu. Sarx) dalam beberapa cara dalam tulisannya 

1. tubuh manusia (Rom 2:28; I Kor 5:5; 7:28) 

2. keturunan manusia (missal bapa-anak, lih. Rom 1:3; 4:1; I KorlO: 18) 

3 . kemanusiaan secara keseluruhan (I Kor 1 :26,29) 

4. kelemahan manusia karena kejatuhan kemanusiaan dalam Kej 3. (Rom 6:19; 7:18) 



1:4 "dinyatakan" Ini addalah bentuk AORIST PASSIVE PARTICIPLE. Tuhan secara definitif 
mengangkat Yesus sebagai "Anak Allah". Ini tidak menyiratkan bahwa Bethlehem adalah awal dari 
Yesus atau bahwa Ia lebih rendah dari Allah Bapa. Lihat Topik Khusus: Trinitas di 8: 1 1 . 

□ "sebagai Anak Allah" Para Penulis PB tidak sering menyebut Yesus dengan gelar "Anak Allah" 
(lih Mat 4:3) karena implikasi yang salah dari mitos Yunani (demikian juga halnya dengan kelahiran dari 
seorang perawan). Konsep ini biasanya dikualifikasikan oleh "unik, satu-satunya" (monogenes) (lih Yoh 
1:18; 3:16,18; I Yoh 4:9). Jadi artinya adalah "Yesus, satu-satunya Anak Allah yang sesungguhnya". 

13 



PB memiliki dua kutub teologis yang berhubungan dengan Allah Bapa dan Yesus, Allah Anak, yaitu 

(1) mereka sederajat (lih Yoh 1:1; 5:18; 10:30; 14:9; 20:28; II Kor. 4:4; Flp. 2:6; Kol. 1:15; Ibr. 1:3), dan 

(2) mereka adalah pribadi-pribadi yang terpisah (lih. Mar 10:18; 14:36; 15:34). 

□ "oleh kebangkitan" Allah Bapa meneguhkan kehidupan dan berita dari Yesus dengan cara 
membangkitkanNya dari kematian (lih. 4:24; 6:4,9; 8:11). KeTuhanan (Lih.. Yoh 1:1-14; Kol 1:15-19; 
Flp 2:6-11) dan kebangkitan Yesus (lih. 4:25; I Kor 15) adalah tiang kembar dari Kekristenan. 

□ Ayat ini sering digunakan untuk membela pengajaran "adopsionisme" yang menyatakan bahwa 
Yesus dihargai dan ditinggikan oleh Allah karena keteladanan kehidupan ketaatanNya. Pengajaran ini 
menyatakan bahwa Ia tidak selalu (secara ontologis) bersifat ke-Allah-an, namun menjadi berkeTuhanan 
ketika Allah membangkitkanNya dari kematian. Meskipun pelajaran ini jelas-jelas tidak benar, yang 
secara dinyatakan dalam banyak ayat seperti Yoh 1 dan 17, sesuatu yang ajaib telah terjadi pada Yesus 
pada kebangkitanNya. Adalah sukar untuk mengungkapkan bagaimana sifat keTuhanan bisa di 
anugerahkan, namun itulah yang terjadi. Meskipun Yesus ada dalam kemuliaan abadi bersama Allah 
Bapa, statusNya diperkaya oleh penggenapan secara sempurna dari tugas penebusan yang ditugaskan 
kepadaNya. Kebangkitan adalah peneguhan dari Bapa terhadap kehidupan, keteladanan, pengajaran, dan 
kematian Yesus orang Nazaret sebagai suatu korban; berkeillahian kekal, manusia seutuhnya, juru 
selamat yang sempurna, yang dianugerahi dan dipulihkan, satu-satunya Anak! Lihat Appediks tiga - 
Adopsionisme. 

a 

NASB, NKJV "menurut Roh kekudusan" 

NRSV "menurut roh kekudusan" 

TEV "mengenai hal kekudusan Illahi-Nya" 

JB "sesuai dengan roh, roh kekudusan" 

Beberapa terjemahan menggunakan huruf besar "R" dalam Roh, yang menunjuk pada Roh Kudus, 
sementara huruf kecil "r" menunjuk kepada roh dari Yesus. Sebagaimana Allah Bapa adalah Roh, 
demikian pula Yesus. Naskah Bahasa Ibrani dan Yunani kuno tidak menggunakan huruf besar, tanpa 
tanda baca, dan tak memiliki pembagian pasal dan ayat, sehingga hal-hal ini adalah titik-titik tradisi atau 
penafsiran dari si penerjemah. 

Ada tiga cara untuk melihat ayat 3 dan 4: 

5. sebagai referensi mengenai ke dua sifat Yesus, yaitu manusia dan Allah. 

6. sebagai referensi dari dua tahapan dalam kehidupanNya di dunia, sebagai manusia dan Tuhan 
yang telah bangkit. 

7. sebagai paralel dari "Yesus Kristus Tuhan kita" 

□ "Yesus" Nama Yesus dalam bahasa Aram sama dengan namaNya dalah bahasa Ibrani yaitu Yoshua. 
Nama ini adalah gabungan dari dua kata Ibrani "YHWH" dan "keselamatan". Nama ini bisa berarti 
"YHWH menyelamatkan", atau "YHWH melepaskan" atau "YHWH adalah keselamatan". Pernyataan 
dari arti ini dapat dilihat dalam Mat 1:21,25. 

□ "Kristus" Ini adalah terjemahan Yunani dari istilah Ibrani messiah yang berarti "yang 
diurapi". Dalam PL beberapa kelompok pemimpin (nabi-nabi, imam-imam, dan raja-raja) diurapi sebagai 
tanda pemilihan dan pembekalan dari Tuhan. Yesus menggenapi keseluruhan tiga jabatan yang diurapi 
tersebut (Ibr 1:2-3). 

PL memprakirakan bahwa Allah akan mengirimkan seorang khusus yang diurapi untuk mengantarkan 
kedalam Era Baru dari kebenaran. Yesus adalah "hamba", "anak", dan "Mesias" khususNya. 

14 



□ "Tuhan" Dalam Yudaisme nama Perjanjian Allah, YHWH, menjadi sedemikian kudusnya, hingga 
para rabi menggantikan nama itu dengan "Tuhan" (Adon) ketika membaca Kitab Suci karena mereka 
takut jangan sampai mereka menyebut nama Allah dengan sia-sia (lih Kel 20:7; UI 5:11) dan dengan hal 
itu melanggar satu dari Sepuluh Perintah Allah. Ketika para penulis PB memanggil Yesus "Tuhan" 
("Kurios") dalam konteks teologis, mereka meneguhkan keTuhananNya (lih Kis 2:36; Rom 10:9-13; Flp 
2:6-11). 



TOPIK KHUSUS: SEBUTAN-SEBUTAN UNTUK TUHAN 

A. El 

1. Arti asli dari istilah umum untuk tuhan ini tidaklah pasti, walau banyak ahli percaya kata 
ini berasal dari akar Akkadian, "jadi kuat" atau "menjadi berkuasa" (lih Kej 17:1; Bil 
23:19; UI 7:21; Maz 50:1). 

2. Dalam kepercayaan bangsa Kanaan, dewa yang tinggi disebut El (teks Ras Shamra) 

3. Dalam Alkitab El biasanya digabungkan dengan istilah lain. Kombinasi ini menjadi cara 
untuk menggambarkan Allah. 

a. El-Elyon ("Allah Maha Tinggi"), Kej 14:18-22; UI 32:8; Yes 14:14 

b. El-Roi ("Allah yang melihat" or "Allah yang menyatakan DiriNya"), Kej 16:13 

c. El-Shaddai ("Allah yang Maha Kuasa" or "Allah yang berbelaskasihan" or "Allah 
dari gunung"), Kej 17:1; 35:11; 43:14; 49:25; Kel 6:3 

d. El-Olam ("Allah yang kekal"), Kej 21:33. Istilah ini secara teologis berkait dengan 
janji Allah pada Daud, II Sam 7:13,16 

e. El-Berit ("Allah dari Perjanjian"), Hak 9:46 

4. El di setarakan dengan 

a. YHWH dalam Maz 85:8; Yes 42:5 

b. Elohim dalam Kej 46:3; Ayb 5:8, "Akulah El, Elohim dari bapamu" 

c. Shaddai dalam Kej 49:25 

d. "cemburu" dalam Kel 34:14; UI 4:24; 5:9; 6:15 

e. "kasih karunia" dalam UI 4:31; Neh. 9:31; "setia" dalam UI 7:9; 32:4 

f. "besar dan dahsyat" dalam UI 7:21; 10:17; Neh 1:5; 9:32; Dan. 9:4 

g. "pengetahuan" dalam I Sam. 2:3 

h. "perlindunganku yang kuat" dalam II Sam 22:33 

i. "pembalas dendam ku" dalam II Sam. 22:48 

j . "yang kudus" dalam Yes 5 : 1 6 

k. "perkasa" dalam Yes 10:21 

1. "keselamatanku" dalam Yes 12:2 

m. "besar dan berkuasa" dalam Yer 32: 18 

n. "ganjaran" dalam Yer 51:56 

5. Kombinasi dari semua sebutan-sebutan Allah dalam PL didapati dalam Yosua 22:22 (El, 
Elohim, YHWH, berulang) 

B. Elyon 

a. Arti dasar kata ini adalah "tinggi", ditinggikan" atau "diangkat" (lih. Kej 40:17; I Raj 
9:8; II Raj 18:17; Neh 3:25; Yer 20:2; 36:10; Maz 18:13). 

b. Kata ini digunakan sebagai paralel dari beberapa nama/jabatan Allah yang lain. 

a. Elohim -Maz 47:1-2; 73:11; 107:11 

b. YHWH - Kej 14:22; II Sam 22: 14 

c. El-Shaddai - Maz 91:1,9 



15 



d. £/-81124:16 

e. Elah - sering dipakai dalam Daniel 2-6 dan Ezra 4-7, dihubungkan dengan illair 
(Bahasa Aram untuk "Allah Maha Tinggi") dalam Dan 3:26; 4:2; 5:18,21 

c. Kata ini sering dipakai oleh orang-orang bukan Israel. 

a. Melki sedek, Kej 14:18-22 

b. Bileam, Bil 24:16 

c. Musa, berbicara tentang bangsa-bangsa dalam UI 32:8 

d. Injil Lukas dalam PB, menulis kepada orang kafir, juga menggunakan bahasa Yunani 
yang searti dengan kata ini yaitu Hupsistos (lih 1:32,35,76; 6:35; 8:28; Kis 7:48; 
16:17) 

C. Elohim (jamak), Eloah (tunggal), digunakan terutama dalam puisi. 

a. Istilah ini tidak dijumpai diluar Perjanjian Lama. 

b. Kata ini dapat menunjuk kepada Allah Israel atau illah bangsa-bangsa (lih Kel 12:12; 
20:3). Keluarga Abraham menyembah banyak illah (Yos 24:2) 

c. Kata ini dapat berhubungan kepada hakim-hakim Israel (Kel 21:6; Maz 82:6) 

d. Istilah elohim juga digunakan mahluk-mahluk spiritual lain (malaikat, kuasa kegelapan) 
sebagaimana dalam UI 32:8 (LXX); Maz 8:5; Ayb 1:6; 38:7. Kata ini juga bisa berbicara 
tentang hakim-hakim manusia (lih. Kel 21:6; Maz 82:6) 

e. Dalam Alkitab kata ini adalah nama atau gelar pertama Tuhan (Kej 1:1). Kata ini dipakai 
secara ekslusif sampai Kej 2:4, dimana di sini kata ini digabung dengan YHWH. Pada 
dasarnya (secara teologis) kata ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta, penopang dan 
penyedia dari segala yang hidup dalam planet ini. 

Kata ini adalah sinonim dari El (UI 32:15-19). Dapat juga merupakan paralel dengan 
YHWH sebagaimana Maz 14 {elohim) adalah tepat sama dengan Mazmur 53 (YHWH), 
kecuali dalam hal adanya perbedaan nama kelllahian tersebut. 

f. Meski dalam bentuk jamak dan dipakai untuk menamakan illah lain, istilah ini sering 
menunjuk pada Allah Israel, hanya biasanya menggunakan bentuk tunggal untuk 
menekankan penggunaannya secara monoteistik. 

g. Istilah ini ditemui dalam mulut orang-orang bukan Israel sebagai nama keTuhanan. 

a. Melkisedek, Kej 14:18-22 

b. Bileam, Bil 24:2 

c. Musa, ketika berbicara tentang bangsa-bangsa, UI 32:8 

h. Aneh memang bahwa nama umum dari Allah Israel yang Esa ditulis dalam bentuk 
jamak! Walaupun tidak ada kepastian, berikut ini beberapa teori mengenai hal ini: 

a. Bahasa Ibrani mempunyai banyak kata jamak, yang sering digunakan sebagai 
penekanan makna. Yang cukup dekat dengan hal ini adalah suatu hal ketata-bahasaan 
Ibrani saat ini yang disebut "jamak dari kemuliaan", dimana bentuk jamak digunakan 
untuk membesarkan suatu konsep. 

b. Hal ini mungkin menunjuk kepada sidang para malaikat, yang ditemui oleh Allah di 
dalam surga, dihadapan tahtaNya. (lih I Raj 22:19-23; Ayb 1:6; Maz 82:1; 89:5,7). 

c. Barangkali hal ini bahkan bisa mencerminkan perwahyuan PB dari satu Allah dalam 
tiga pribadi. Dalam Kej 1:1 Allah mencipta; Kej 1:2 Roh menyelubungi dan dari PB 
Yesus adalah pelaksana penciptaan (lih. Yoh 1:3,10; Rom 11:36; I Kor 8:6; Kol 1:15; 
Ibr 1:2; 2:10) 



16 



D. YHWH 

1. Ini adalah nama yang mencerminkan keTuhanan sebagai Allah pembuat perjanjian; Allah 
sebagai juru selamat, penebus! Manusia melanggar perjanjian, tapi Allah loyal kepada 
Firman, janji, dan persetujuanNya (Maz 103). 

Nama ini disinggung pertama kali dalam kembinasi dengan Elohim dalam Kej 2:4. 
Tidak ada dua kisah penciptaan dalam Kej 1-2, namun ada dua penekanan: (1) Allah 
sebagai pencipta semesta (badaniah) dan (2) Allah sebagai pencipta khusus kemanusiaan. 
Kejadian 2:4 memulai perwahyuan khusus mengenai posisi dan maksud yang istimewa 
dari kemanusaan, an juga masalah dosa dan pemberontakan yang berhubungan dengan 
posisi unik tersebut. 

2. Dalam Kej 4:26 dikatakan "orang mulai memanggil nama Tuhan" (YHWH). Namun 
demikian, Kel 6:3 menunjukkan bahwa umat perjanjian yang terdahulu (para nenek 
moyang beserta keluarga mereka) mengenal Allah hanya sebagai El-Shaddai. Nama 
YHWH diterangkan hanya satu kali dalam Kel 3:13-16, khususnya ay.4. Namun 
demikian, penulisan dari Musa sering menafsirkan kata-kata berdasarkan kata yang 
sedang populer, bukan etimologi (lih Kej 17:5; 27:36; 29:13-35). Ada beberapa teori 
mengenai arti dari nama ini (diambil dari IDB, vol 2, hal 409-1 1). 

a. dari akar bahasa Arab, "menunjukkan cinta yang membara" 

b. dari akar bahasa Arab, "meniup" (YHWH sebagai Allah badai) 

c. dari akar bahasa Urgatic (bahasa Kanaan), "berkata" 

d. mengikuti prasasti phoenix, sebuah bentu kata causative participle berarti "Yang 
menopang" atau "Yang menegakkan" 

e. dari bahasa Ibrani Qal dari "Ia yang ada," atau "Ia yang hadir" (dalam bentuk yang 
akan datang, "Ia yang akan ada) 

f. dari bahasa Ibrani Hiphil dari "Ia yang menyebabkan terjadi" 

g. dari akar bahasa Ibrani "hidup" (mis. Kej 3:20), berarti "Ia yang selalu hidup, satu- 
satunya yang hidup)" 

h. dari konteks Kel 3:13-16 suatu permainan pada bentuk IMPERFECT digunakan 
dalam arti PERFECT, "Aku akan terus menjadi apa yang aku pernah jadi" atau "Aku 
akan terus menjadi apa yang aku selalu jadi" (lih. J.Wash Watts, Penelitian Sintaksis 
dalam Perjanjian Lama, hal. 67 

Nama lengkap YHWH sering dinyatakan dalam suatu singkatan atau dalam format 
aslinya. 

(1) Yah (mis. Hallelu - yah) 

(2) Yahu (nama-nama, mis. Yesaya) 

(3) Yo (nama-nama, mis Yoel) 

3. Dalam Yudaisme dikemudian hari nama perjanjian ini menjadi sedemikian kudusnya 
(singkatan empat huruf terebut) sehingga orang-orang Yahudi takut untuk 
mengatakannya, untuk menghindari kesalahan dan pelanggaran perintah dalam Kel 20:7; 
UI 5:11 6:13. Hingga mereka menggantikanNya dengan istilah Ibrani "pemilik, "tuan", 
"suami", "Tuhan" — adon atau adonai. (tuanku). Ketika mereka tiba pada YHWH dalam 
pembacaan mereka tentang naskah PL, mereka menyebutnya "tuan". Inilah sebabnya 
YHWH ditulis sebagai Tuhan dalam terjemahan bahasa Inggris. 

4. Sebagaimana dengan El, sering YHWH dibagungkan dengan istilah lain untuk 
menekankan karakteristik tertentu dari Allah Perjanjian Israel. Ada banyak kemungkinan 
kombinasi istilah istilah tersebut, berikut ini beberapa di antaranya: 



17 



a. 


YHWH- Yireh (YHWH akan menyediakan), Kej 22:14 


b. 


YHWH-Rofeka (YHWH penyembuhmu), Kel 15:26 


c. 


YHWH - Nissi (YHWH panjiku), Kel 17: 1 


d. 


YHWH - Mekadishkem (YHWH Yang menyucikanmu) Kel 3 1 :3 


e. 


YHWH- Shalom (YHWH adalah Damai) Hak 6:24 


f. 


YHWH - Sabbaoth (YHWH semesta alam), I Sam 1:3,11; 4:4, 15:2; sering di dalam 




Nabi-nabi) 


g- 


YHWH-Roi (YHWH gembalaku), Maz 23 : 1 


h. 


YHWH- Sidkenu (YHWH kebenaranku), Yer 23:6 


i. 


YHWH-Syama (YHWH ada di sana), Yeh 48:35 



1:5 "kami" Tidak seperti yang sering ia lakukan di buku yang lain, di buku ini Paulus tidak 
menyebutkan seorang lainpun dalam perkenalannya. Frasa pertama menunjuk kepada pertobatan dan 
pengutusan Paulus sebagai rasul di Jalan ke Damaskus (Kis 9), yang secara kuat mendukung pemilihan 
pemakaian kata "kami". 

□ "kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul" Paulus meneguhkan bukan hanya anugerah 
keselamatan melalui Kristus, namun juga dan berhubungan dengan itu, panggilan menjadi rasul bagi 
bangsa kafir. Semua ini sekaligus terjadi di jalan ke Damaskus (Kis 9). Ini jelas bukan karena perbuatan, 
namun oleh anugerah saja! 

□ "menuntun (menimbulkan)" Ini adalah penggunaan kedua kali dari kata eis dalam sebuah konteks 
dari maksud/arti. (bandingkan ay.l) Injil memulihkan gambar Allah dalam kemanusiaan melalui iman 
kepada Yesus. Hal ini mengijinkan maksud asli Allah untuk dinyatakan, yaitu orang yang mencerminkan 
karakterNya. (ay 7). 



j? 



□ 

NASB, JB "ketaatan iman 

NKJV "untuk taat pada iman" 

NRSV "menimbulkan ketaatan iman" 

TEV "untuk taat dan percaya" 

Ini adalah penggunaan pertama kali dari istilah yang sangat penting, "iman", dalam kitab Roma. Kata 
ini dipakai dalam tiga cara yang berbeda dalam pasal dan buku ini: 

1. Ayat 5. Dipakai untuk menyebut suatu pokok kebenaran atau doktrin yang berhubungan dengan 
Yesus dan kehidupan Kekristenan. (lih. Kis 6:7; 13:8; 14:22; 16:5; Rom 14:1; 16:26; Gal 1:23; 6:10; 
Yud 3, 20). 

2. Ayat 8. Digunakan dalam hal kepercayaan pribadi dalam Yesus. Istilah bahasa Inggris "yakin", 
'iman", dan "percaya" semua di terjemahkan dari kata Yunani (pistis/pisteuo). Injil bersifat 
konseptual (doktrin) dan pribadi (ay.16; Yoh 1:12, 3:16). 

3. Ayat 17. Kata ini dipakai di PL dengan pengertian kebisa-dipercayaan, loyalitas, atau dapat 
diandalkan. Inilah arti dari Hab 2:4. Dalam PL tidak ada doktrin iman yang telah jadi, melainkan 
hanya contoh demi contoh kehidupan beriman (lih. Abraham dalam Kej 15:6); bukan iman yang 
sempurna namun iman yang penuh perjuangan (Ibr 11). Pengharapan manusia tidak terletak pada 
kemampuan mereka untuk unjuk diri atau percaya secara benar, namun dalam karakter Allah. Hanya 
Allah yang setia! 

Ada serentetan perbuatan yang dapat disebut sebagai langkah keselamatan: 
a. pertobatan (lih. 2:4; Mar 1:15; Luk 13:3,5; Kis 3:16,19; 20:21) 

18 



b. Percaya/iman (lih. 1:16; Yoh 1:12; 3:16; Kis 16:31, baptisan adalah pernyataan iman seseorang 
kepada masyarakat) 

c. keaatan(lih. 2:13; II Kor. 9:13; 10:5; I Pet. 1:2,22) 

d. Ketahan-ujian (lih. 2:7; Luk 18:1; II Kor. 4:1,16; Gal 6:9; II Tes 3:13). 

Inilah kondisi-kondisi dari Perjanjian baru. Kita harus menerima dan terus menerima penawaran dari 
Tuhan dalam Kristus (ay. 16; Yoh 1:12) 

□ 

NASB "demi namaNya" 

NKJV "pada namaNya" 

NRSV "demi namaNYa" 

TEV "demi Kristus" 

NJB "bagi kehormatan namaNya" 
Lihat Topik Khusus di 10:9. 

□ 

NASB, NRSV "di antara semua orang bukan Yahudi" 

NKJV "semua bangsa" 

TEV "manusia dari segala bangsa" 

JB "kepada semua bangsa kafir" 

Inilah injil yang bersifat universal. Janji penebusan Allah dalam Kej 3:15 mencakup semua manusia. 

Kematian penebusan Yesus mancakup segenap anak-anak Adam yang telah jatuh. (lih. Yoh 3:16; 4:42; 

Ef 2:11-3:13; I Tim 2:4; 4:10; Titus 2:11; II Pet. 3:9). Paulus melihat panggilan khususnya sebagai 

panggilan untuk mengabarkan Injil pada bangsa bukan Yahudi, (lih. Kis 9:15; 22:21; 26:17; Rom 11:13; 

15:16; Gal. 1:16; 2:29; Ef. 3:2,8; I Tim 2:7; II Tim. 4:17). 



TOPIK KHUSUS: KECONDONGAN EVANGELIKAL BOB 

Haruslah saya akui bahwa saya memiliki kecondongan dalam hal ini. Teologi sistematis saya 
bukanlah Kalvinis atau Dispensasionalisme, namun penginjilan Amanat Agung. Saya percaya Tuhan 
mempunyai rencana abadi bagi penebusan seluruh umat manusia (mis. Kej 3:15; 12:3; Kel 19:5-6; 
Yer 31:31-34; Yeh 18; 36:22-39; Kis 2:23; 3:18; 4:28; 13:29; Rom 3:9-18,19-20,21-32), yang 
kesemuanya diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (kej 1-26-27). Perjanjian-perjanjian itu 
bersatu dalam Kristus (Gal 3:28-29; Kol 3:11). Yesus adalah misteri dari Allah, yang semula 
tersembunyi, namun sekarang telah dinyatakan. (Ef 2:11-3:13)! 

Pengertian pendahuluan ini mewarnai seluruh penafsiran saya akan Kitab Suci (missal. 
Yunus). Saya membaca seluruh naskah. ! Memang inii adalah suatu kecondongan (semua penafsir 
memiliki hal seperti ini!), namun ini adalah suatu prasuposisi yang diinformasikan oleh Firman. 



1:6 "kamu juga" Paulus adalah contoh ekstrim (penganiaya gereja) dari kasih karunia Allah, namun 
para pembacanya adalah juga contoh-contoh dari anugerah Allah yang tidak berdasarkan kelayakan dan 
prestsi perbuatan. 

□ 

NASB, NKJV "umat panggilan Yesus Kristus" 

NRSV "y an § dipanggil untuk menjadi milik Yesus Kristus" 

TEV "y an § dipanggil Allah agar menjadi milik Yesus Kristus" 

JB "atas panggilanNya menjadi milik Yesus Kristus" 

19 



Hal ini mungkin adalah: 

1) suatu permainan istilah "gereja', yang artinya adalah "yang dipanggil keluar" atau "yang 
dikumpulkan". 

2) suatu referensi terhadapa pemilihan illahi (Rom 8:29-30; 9:l a ; Ef 1:4,11; 3:21; 4:1,4). 

3) terjemahan Revised English Bible mengenai frasa, "kamu yang telah mendengar panggilan dan 
jadi milik Yesus Kristus". 

Hal ini juga mencerminkan pengertian tentang frasa ini sebagaimana diterjemahkan dalam NRSV, 
TEV, dan JB. Lihat Topik Khusus dibawah ini. 



TOPIK KHUSUS: DIPANGGIL 

Allah selalu mengambil inisiatif dalam pemanggilan, pemilihan, dan penarikan orang-orang percaya 
kepada DiriNya (lih. Yoh 6:44, 65; 15:16; I Kor 1:12; Ef 1:4-5,11). Istilah "panggilan" dipakai dalam 
beberapa pengertian teologis: 

A. Orang-orang berdosa dipanggil kepada keselamatan oleh anugerah Allah melalui kepenuhan 
pekerjaan Kristus dan kesadaran oleh Roh Kudus (yaitu kletos, bandingkan Roma 1:6-7; 9:24, yang 
secara teologis serupa dengan I Kor 1:1-2 dan II Tim 1 :9; II Pet 1:10). 

B. Orang-orang berdosa memanggil nama Tuhan dan diselamatkan (yaitu epikaleo, lih. Kis 2:21; 
22:16; Rom 10:9-13). Pernyataan ini adalah istilah penyembahan Yahudi. 

C. Orang-orang percayadipanggil untuk hidup dalam kehidupan seperti Kristus (yaitu klesis, lih. I Kor 
1:26; 7:20; Ef4:l;Flp 3:14; II Tes 1:11; II Tim 1:9) 

D. Orang-orang percaya dipanggil untuk tugas-tugas pelayanan (lih. Kis 13:2; IKor 12:4-7; Ef4:l). 



NASKAH NASB (UPDATED) 1:7 

Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan 
dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, 
Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus. 

1:7 "yang dikasihi Allah" Frasa ini sering digunakan oleh Yesus (Mat 3:17; 17:5). Sekarang digunakan 
kepada gereja di Roma! Ini menunjukkan kedalaman kasih Allah bagi mereka yang percaya dalam 
AnakNya. Transfer seperti ini dapat juga dilihat dalam Ef 1:20 (Tindakan Allah atas nama Yesus) dan 
2:5-6 (Tindakan yesus atas nama orang-orang percaya). 

□ "di Roma" Paulus tidak memulai gereja ini. Tak satupun tahu siapa pendirinya. Buku Roma adalah 
surat perkenalan dirinya kepada sebuah gereja yang sudah berdiri. Buku Roma adalah penyajian yang 
paling tersusun lengkap dari injil yang dikhotbahkannya. Kitab ini sangat sedikit dipengaruhi situasi lokal 
walaupun ada ketegangan yang masih terjadi antara orang Yahudi yang percaya dan orang percaya yang 
bukan Yahudi, yang menjadi tujuan dari komentarnya di seluruh surat ini. 

□ 

NASB "dipanggil sebagai orang-orang kudus" 

NKJV, NRSV, JB "dipanggil menjadi orang-orang kudus" 
TEV "dipanggil menjadi umat kepunyaanNya" 

Istilah "orang-orang kudus" menunjuk kepada posisi orang percaya di dalam Kristus, bukan 
keadaan mereka yang tanpa dosa. Ini harus juga menjabarkan perkembangan mereka dalam keserupaan 
dengan Kristus. Istilah ini selalu JAMAK kecuali dalam Flp 4:21. Namun demikian, dalam konteks 



20 



inipun, kata ini menyatakan kebersamaan. Menjadi orang Kristen adalah menjadi bagian dari suatu 
komunitas, suatu keluarga, satu tubuh. 

Ayat 1 menunjukkan bahwa Paulus dipanggil menjadi rasul. Orang-orang percaya adalah "umat 
panggilan dari Yesus Kristus" dalam ayat 6. Orang percaya juga disebut "orang kudus" di ayat 7. 
"Panggilan" ini adalah cara PB untuk menyatakan kebenaran dari prioritas Allah untuk berinisiatif. Tak 
ada manusia yang sudah jatuh yang pernah memanggil dirinya sendiri (lih. 3:9-13; Yes 53:6; I Pet 2:25). 
Allah selalu mengambil inisiatif (lih. Yoh 6:44, 65; 15:16). Ia selalu membawa perjanjian kepada kita. 
Hal ini juga termasuk dalam hal keselamatan kita (pembenaran dan status hukum kita), juga dalam hal 
karunia kemampuan kita untuk suatu pelayanan yang efektif (lih. I Kor 12:7,11) dan kehidupan 
keKristenan kita. Lihat Topik khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: ORANG-ORANG KUDUS 

Ini adalah kata Yunani yang searti dengan kata Ibrani kadash, yang memiliki arti dasar 
memisahkan seseorang atau sesuatu atau suatu tempat untuk digunakan secara khusus hanya oleh 
YHWH. Ini searti dengan konsep bahasa Inggris "yang keramat/kudus". YHWH dipisahkan dengan 
kemanusiaan oleh kondisi alamiahNya (Roh Abadi yang tidak diciptakan) dan karakterNya 
(kesempurnaan moral). Ia adalah tolok ukur bagi pengukuran atau penilaian segala yang ada. Ia 
melebihi segala sesuatu, Pribadi Yang Kudus, dan Apapun Yang Kudus. 

Allah menciptakan manusia untuk persahabatan, namun kejatuhan (Kej 3) menyebabkan adanya 
batas hubungan dan moral antara Allah yang Kudus dan manusia berdosa, Allah memilih untuk 
memulihkan ciptaanNya yang sadar; Oleh karena itu Ia memanggil umatNya menjadi "kudus" (Im 
11:44; 19:2; 20:7,26; 21:8). Oleh hubungan iman dengan YHWH, umatNya menjadi kudus oleh 
karena posisi mereka yang sesuai perjanjian terhadap Dia, namun juga dipanggil untuk hidup suci. 
(Mat5:48). 

Kehidupan suci ini memungkinkan karena orang percaya diterima dan diampuni sepenuhnya 
melalui kehidupan dan karya Yesus dan hadirrat Roh Kudus dalam pikiran dan hati mereka. Hal ini 
menyebabkan terjadinya situasi-situasi paradoks berikut: 

a) menjadi kudus karena pembenaran oleh Kristus. 

b) dipanggil untuk hisup suci karena hadirat Roh. 

Orang-orang percaya adalah orang-orang kudus (hagioi) karna dalam hidup kitaterdapat (1) 
kehendak dari Yang Kudus (Allah Bapa); (2)pekerjaan dari Anakyang Kudus (Yesus); dan hadirat 
dari Roh Kudus. 

PB selalu menyebut orang-orang kudus sebagai JAMAK, (kecuali satu kali dalam Flp 4:12, 
namun meski demikian konteksnya membuatnya jamak). Diselamatkan adalah menjadi bagian dari 
suatu keluarga, suatu badan, suatu bangunan! Iman yang Alkitabiah dimulai dengan penerimaan 
secara pribadi, namun terbit kedalam suatu persahabatan bersama. Kita masing-masing dikaruniai (I 
Kor 12: 1 1) untuk menerima kesehatan, pertumbuhan, dan kesejahteraan tubuh Kristus - gereja (lih. I 
Kor 12:7). Kita diselamatkan untuk melayani! Kekudusan adalah merupakan karakteristik keluarga! 



□ "Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah" Ini adalah berkat pembuka 
khas Paulus. Ini adalah permainan kata-kata dari istilah "salam" (chareiti) yang dipakai dalam bahassa 
Yunani tradisional dan istilah khas kekristenan "anugerah" (charis). Paulus mungkin telah 
menggabngkan pembukaan bahasa Yunani ini dengan salam tradisional Ibrani Shalom atau "damai". 
Namun demikian ini hanyalah suatu spekulasi saja. Catat bahwa secara teologis anugerah selalu 
mendahului damai. 

21 



□ "dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus" Paulus secara reguler hanya 
menggunakan satu PREPOSISI untuk kedua nama tersebut, (lih. I Kor 1:3; Gal 1:3; Ef 1:2; Flp 1:2; II 
Tes 1:2; I Tim 1:1; II Tim 1:2; Tit 1:4). Ini adalah caranya untuk secara ketata-bahasaan menghubungkan 
kedua pribadi dalam Trinitas ini. Hal ini akan menekankan keTuhanan dan kesetaraan Yesus. 



TOPIK KHUSUS: BAPA 

PL meperkenalkan suatu penggambaan kekeluargaan yang intim dari Allah sebagai Bapa. 

1 . bangsa Israel sering digambarkan sebagai anak dari YHWH (lih. Hos 11:1, Mal 3:17) 

2. bahkan sebelumnya di dalam kitab Ulangan analogi Allah sebagai Bapa sudah dipakai (UI 1 :3 1) 

3. Dalam UI 32 Israel disebut "anakNya" dan Allah disebut "Bapamu" 

4. analogi ini dinyatakan dalam Maz 103:13 dan dibangun dalam Maz 68:5 (bapa dari anak yatim 
piatu) 

5. hal yang umum dalam kitab nabi-nabi (lih. Yes 1:2; 63:8; Israel sebagai anak, Allah sebagai 
Bapa, 63:16; 64:8; Yer 3:4, 19; 31:9). 

Yesus berbicara dalam bahasa Aram, yang berarti dalam banyak tempat dimana kata "Bapa" muncul 
sebagai kata Yunani Pater, mungkin mencerminkan kata Aram Abba (lih 14:36). Istilah kekeluargaan 
"Ayah" atau "Bapa" ini mencerminkan hubungan intim Yesus dengan Allah Bapa; PernyataanNya 
mengenai hal ini kepada para pengikutNya juga mendorong terbentuknya hubungan intim kita kepada 
Bapa. Istilah "Bapa" hanya digunakan dalam PL bagi YHWH, namun Yesus sering menggunakannya 
secara meluas. Ini adalah pengungkapan yang penting dari hubungan dengan Allah melalui Kristus. 



NASKAH NASB (UPDATED): 1:8-15 

8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Aliahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, 
sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia. 9 Karena Allah, yang kulayani dengan 
segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu 
mengingat kamu: 10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh 
kesempatan untuk mengunjungi kamu. 11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan 
karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, 12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan 
turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. 13 Saudara- 
saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang 
kepadamu — tetapi hingga kini selalu aku terhalang — agar di tengah-tengahmu aku menemukan 
buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik 
kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, 
maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil 



kepada kamu juga yang diam di Roma. 



1:8 "Pertama-tama" Dalam konteks ini kata "pertama-tama" berarti "dari awalnya" atau "Saya harus 
mengawali" (Terjemahan J. B. Phillips) 

□ "aku mengucap syukur kepada Aliahku oleh Yesus Kristus" Paulus umumnya menujukan 
doanya kepada Allah melalui Yesusu Kristus. Yesus adalah satu-satunya jalan bagi kita untuk 
menghampiri Allah! Lihat Topik Khusus: Doa Pujian dan Uncapan Syukur Paulus pada 7:25. 

□ "atas kamu sekalian" Penggunaan kata "sekalian" ini, seperti diam ay.7, kemungkinan 
mencerminkan adanya pertentangan dan kecemburuan antara para pemimpin orang percaya Yahudi yang 

22 



meninggalkan Roma atas titah Nero dan para pemimpin orang percaya non Yahudi yang telah 
menggantikan mereka untuk beberapa tahun. Roma 9-11 kemungkinan membahas hal yang sama. 

Mungkin juga pencakupan ini ditujukan kepada "yang lemah' dan "yang kuat" dari Rom 14:1-15:13. 
Allah mengasihi semua gereja di Roma dan Ia mengasihi mereka secara merata! 

□ "sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia" Kitab Roma 16:19 membuat 
bayangan akan kebenaran yang sama. Ini jelaslah merupakan suatu pernyataan ketimuran yang 
berlebihan (hiperbola) mengenai dunia Romawi (lih I Tes 1:8). 

1:9 "Allah adalah saksiku" Paulus mengambil sumpah dalam nama Allah (lih. 9:1; II Kor 1:23; 

11:10-11,31; 12:19; Gal 1:20; I Tes 2:5). Ini adalah cara Yahudi-nya untuk menyatakan kesungguhan 
hatinya. 

□ "dengan segenap hatiku (dalam rohku)" Ini adalah contoh bagus dari penggunaan kata pneuma 
untuk roh manusia (lih. 8:5,10,16; 12:11) yang digunakan dalam pengertian kehidupan manusia (yaitu 
nafas, Bahasa Ibrani ruach, lih Kej 2:7) 

1:10 "dalam doaku...selalu... Aku berdoa" Paulus tidak memulai gereja ini namun ia secara konsisten 
berdoa buat mereka, (lih. II Kor 11:28), sebagaimana ia berdoa bagi gereja-gereja rintisannya! Lihat 
Topik Khusus: Doa Syafaat pada 9:3. Namun demikian Paulus punya banyak teman dan teman sekerja 
dalam gereja Roma sebagaimana ditunjukkan secara jelas di pasal 16. 

□ "semoga G ik a)" Ini adalah suatu KALIMAT KONDISIONAL KELAS SATU yang diasumsikan 
benar dari sudut pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Paulus berencana untuk 
mengunjungi Roma dalam perjalanannya ke Spanyol (lih 15:22-24). Ia barangkali tidak berencana untuk 
tinggal lama. Paulus selalu menginginkan ladang baru yang belum pernah dikerjakan orang lain (lih. 
15:20; II Kor 10:15,16). Mungkin saja salah satu maksud dari surat Roma adalah untuk menggalalng 
dana bagi perjalanan penginjilannya ke Spanyol (lih. 15:24). 

□ "dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu" Ini 

sejalan dnegan ay 13 dan 15:32. Paulus tidak merasa bahwa hidup dan perjalanannya adalah miliknya 
sendiri, namun milik Allah. (lih. Kis 18:21; I Kor 4:19; 16:7). Lihat Topik Khusus pada 12:2. 

1:11 '^Sebab aku ingin (rindu) melihat kamu" Ini sejalan dengan 15:23. Sudah lama Paulus ingin 
berjumpa dengan orang-orang percaya di Roma. ( Kis 19:21). 

□ "untuk memberikan karunia rohani kepadamu" Frasa "karunia rohani" ini digunakan dalam 
pengertian berkat atau pengertian rohani (lih. 11:29; 15:27). Paulus melihat dirinya sebagai satu-satunya 
yang dipanggil menjadi rasul bagi orang non Yahudi (ay 15) 

□ "guna menguatkan kamu" Ini adalah bentuk AORIST PASIVE INFINITIVE dari kata histemi. 
Lihat Topik Khusus pada 5:2. 

1:12 Inilah maksud dari persekutuan Kekristenan. Karunia-karunia dimaksudkan untuk mempersatukan 
orang-orang percaya dalam suatu komunitas yang melayani. Orang-orang percaya dikaruniai untuk 
kebaikan bersama, (lih. I Kor 12:7). Semua karunia itu penting. Semua karunia diberikan oleh Roh pada 
saat keselamatan (lih I Kor 12:11). Semua orang percaya dipanggil, dikaruniai, menjadi pelayan sepenuh 



23 



waktu (Ef 4:11-12). Paulus secara jelas menyatakan pengertiannya akan otoritas Kerasulan, juga 
kebersamaan seluruh masyarakat. Orang-orang percaya salaing membutuhkan satu sama lain. 

1:13 "Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui" Ini adalah ungkapan yang sering 
digunakan Paulus untuk mengantar suatu pernyataan penting (lih. 11:25; I Kor 10:1; 12:1; II Kor 1:8; I 
Tes 4:13). Hal ini serupa maksud penulisannya dengan kata Yesus: "Amin, amin." 

□ "tetapi hingga kini selalu aku terhalang" Ini adalah sebuah KATA KERJA PASIF. Frasa yang 
sama juga muncul di I Tes 2:18 dimana Setan adalah pelakunya. Paulus percaya kehidupannya dibimbing 
oleh Allah dan diganggu oleh Setan. Keduanya adalah benar (Ayb 1-2; Dan 10). Penggunaan istilah ini 
dalam 15:22 menyatakan bahwa penghalangnya adalah pekerjaan pekabaran injil Paulus di daerah 
Mediterania timur yang belum juga selesai (tapi ditutup). 

□ "agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah" Dalam konteks ini "buah" barangkali 
menunjuk pada pertobatan, namun dalam Yoh 15:1-8 dan Gal 5:22 menunjuk pada kedewasaan 
Kekristenan. Matius 7 berkata "dari buahnya kamu mengenal mereka", namun ayat ini tidak 
mendefinisikan istilah buah. Paralel terbaik barangkali adalah Flp 1:22, di mana Paulus menggunakan 
penggambaran agrikultural yang sama. 

1:14 "Aku berhutang" Paulus menggunakan istilah ini beberapa kali di kitab Roma. 

1 . Paulus berhutang untuk memberitakan Injil pada semua orang non Yahudi 

2. Paulus tidak berhutang pada "kedagingan" (8:12) 

3. Gereja non Yahudi berkewajiban untuk membantu gereja induk di Yerusalem (15:27). 

□ "Kepada orang Yunani" Hal ini menunjuk pada orang-orang beradab dan berbudaya di sekitar Laut 
Tengah. Aleksander Agung dan para pengikutnya telah me-Yunani-kan dunia yang diketahui pada waktu 
itu. Orang-orang Romawi telah mengambil alih dan menyerap budaya Yunani. 

□ "kepada orang bukan Yunani (Bar bar)" Istilah onomatopoeia ini berarti kelompok orang yang 
tak berpendidikan dan tak berbudaya, biasanya dari arah utara. Ini juga dipakai untuk menyebut orang- 
orang yang tidak berbicara bahasa Yunani. Cara berbicara mereka kedengaran seperti suara "bar bar bar" 
di telinga orang Yunani dan Romawi. 

□ "kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar." Hal ini barakngkali paralel 
dalam bahasa Yunani dengan orang Bar-bar, walau tidak selalu demikian. Ini mungkin juga suatu cara 
lain untuk menyatakan semua kelompok orang dan individu. 

NASKAH NASB (UPDATED): 1:16-17 

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan 
Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga 
orang Yunani. 17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan 
memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN." 

1:16-17 Ayat 16-17 adalah tema dari keseluruhan buku. Tema ini diperdalam dan diringkas dalam 3:21- 
31. 

1:16 

NASB, NRSV "Aku tidak malu karena Injil" 

24 



NKJV "Aku tidak malu karena injil Kristus" 

TEV "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil" 

JB "Aku tidak malu karena Kabar Baik:" 

Paulus mungkin mengutip kata-kata Yesus dalam Mar 8:38 dan Luk 9:26. Ia tidak malu terhadap isi 
dari injil maupun penganiayaan yang diakibatkannya (II Tim 1 : 12, 16, 18). 

Dalam I Kor 1:23 Orang Yahudi malu terhadap Injil karena peneguhannya tentang Mesias yang 
menderita, juga terhadap orang Yunani karena Injil mengajarkan kebangkitan tubuh. 

□ "keselamatan" Dalam PL, Kata Ibrani (yasho) terutama berkenaan dengan pembebasan fisik (lih. 
Yak 5:15), namun dalam PB kata Yunani (sozo) lebih menunjuk kepada pembebasan rohani (lih. I Kor 
1:18,21). Lihat Robert B. Girdlestone, Sinonim-sinonim dari Perjanjian Lama, hal 124-126. 

□ 

NASB "kepada setiap orang yang percaya" 

NKJV "bagi setiap orang yang percaya" 

NRSV "kepada setiap orang yang memiliki iman" 

TEV "semua yang percaya" 

JB "semua yang punya iman" 

Injil adalah untuk semua manusia (Oh, betapa saya suka kata-kata "setiap orang", "barang siapa", 
"semua"), namun percaya adalah salah satu syarat untuk penerimaan (lih. Kis 16:30-31). Syarat lain 
adalah pertobatan (lih. Mar 1:15; Kis 3:16,19; 20:21). Allah menghadapi manusia dengan cara membuat 
perjanjian. Ia selalu mengambil inisiatif dan menetapkan agenda (lih. Yoh 6:44,65). Namun ada beberapa 
syarat-syarat balasannya, lihat catatan pada 1:5. 

Kata Yunani, yang disini diterjemahkan sebagai "percaya", dapat juga diterjemahkan menjadi 
"iman" dan "kepercayaan (trust)". Kata-kata Yunani memiliki konotasi yang lebih luas dibanding kata 
apapun dalam bahasa Inggris. Perhatikan, bentuk kata ini adalah PRESENT PARTICIPLE. Iman yang 
menyelamatkan adalah iman yang bersifat terus menerus (lih. I Kor 1:18; 15:2; II Kor 2:15; I Tes. 4:14)! 

Aslinya kata Ibrani yang berhubungan dibalik kata Yunani "iman" berarti suatu kuda-kuda yang 
stabil, seorang laki-laki dengan posisi kaki yang terbuka sehingga tak mudah digeser. Lawan kata dari 
penggambaran PL adalah "kakiku ada dalam lumpur rawa" (Maz 40:3), sedikit lagi kakiku terpeleset" 
(Maz 73:2). Akar kata Ibrani tersebut adalah emun, emunah, aman, dipakai untuk menggambarkan 
seseorang yang bisa dipercaya, loyal dan dapat diandalkan. Iman yang menyelamatkan tidak 
mencerminkan kemampuna manusia yang telah jatuh untuk berlaku setia, namun mencerminkan 
kesetiaan Allah! Pengharapan orang-orang percaya tidak terletak pada kemampuan mereka, namun dalam 
karakter dan janji-janji Allah. Ini adalah kebisa-dipercayaanNya, kesetianNya, dan janjiNya! 

□ "pertama-tama orang Yahudi" Alasan dari hal ini didiskusikan secara singkat dalam 2:9-10 dan 3 
dan akan dikembangkan sepenuhnya dalam pasal 9-11. Ini mengikuti pernyataan yesus dalam Mat 10:6; 
15:24; Mar 7:27. 

Ini mungkin berkaitan dengan kecemburuan antara Orang percaya Yahudi dan Non Yahudi di gereja 
Roma. 

1:17 "kebenaran Allah" Frasa ini dalam konteks menunjuk pada (1) karakter Allah, dan (2) bagaimana 
Ia memberikan karakter tersebut pada manusia berdosa. Terjemahan Jerusalem Bible menulis "ini adalah 
yang mengungkapkan keadilan Allah". Walau hal ini menunjuk pada gaya hidup moral dari orang-orang 
percaya, namun tekanan utamanya adalah status hokum mereka dihadapan Hakim yang Benar. 
Penganugerahan Kebenaran Allah kepada manusia yang sudah jatuh dan berdosa, sejak Reformasi, telah 

25 



dikarakteristikkan sebagai "pembenaran oleh iman" (lih. II Kor 5:21; Flp 3:9). Inilah ayat yang telah 
mengubahkan kehidupan dan teologi dari Martin Luther! Namun demikian, sasaran dari pembenaran 
adalah penyucian, keserupaan dengan Kristus, atau karakter kebenaran Allah (lih. Rom 8:28-29; Ef 1:4; 
2:10; Gal 4:19). Kebenaran bukan hanya suatu pernyataan hukum, hal ini adalah panggilan kepada 
kehidupan yang kudus; gambar Allah dama manusia harus secara fungsional dipulihkan (II Kor 5:21). 



TOPIK KHUSUS: KEBENARAN 

"Kebenaran" adalah suatu topic yang sangat penting yang membuat siswa-siswa sekolah Alkitab 
secara pribadi harus mempelajari konsepnya dengan panjang lebar. 

Dalam PL karakter Allah dijabarkan sebagai "adil" atau "benar" kata-kata Mesopotamia itu sendiri 
berasal dari buluh dalam air yang dipakai dalam konstruksi untuk mengukur kelurusan secara horizontal 
dari sebuah tembok atau pagar. Allah memilih istilah ini untuk digunakan sebagai penggambaran dari 
sifatNya sendiri. Ia adalah pengukur (penggaris) yang lurus yang dipakai mengevaluasi segala sesuatu. 
Konsep ini menyatakan kebenaran Allah berikut hakNya untuk mengadili. 

Manusia diciptakan dalam gambar Allah (Kej 1:26-27; 5:1,3; 9:6). Manusia diciptakan untuk 
bersekutu dengan Allah. Semua ciptaan adalah suatu panggung atau latar belakang bagi interaksi dari 
Allah dan manusia. Allah menginginkan ciptaan tertinggiNya, manusia, untuk mengenalNya, 
mengasihiNya, melayaniNya, dan menjadi seperti Dia! Loyalitas manusia diuji (Kej 3) dan pasangan 
manusia mula-mula gagal dalam ujian ini. Ini menghasilkan gangguan dalam hubungan antara Allah dan 
umat manusia (Kej 3; Rom 5:12-21). 

Allah berjanji untuk memperbaiki dan memulihkan persekutuan itu (Kej 3:15). Ia melakukan ini atas 
dasar kehendakNya dan melalui AnakNya sendiri. Manusia tidaklah berkemampuan untuk memulihkan 
keretakan ini (lih. Rom 1:18-3:20). 

Setalah Kejatuhan, langkah pertama Allah untuk pemulihan adalah konsep perjanjian berdasarkan 
atas undanganNya dan tanggapan pertobatan, kesetiaan dan ketaatan manusia. Karena kejatuhan itu, 
manusia tidak sanggup untuk bertindak secara tepat. (Rom 3:21-31; Gal 3). Allah sendiri harus 
mengambil inisiatif untuk memulihkan manusia pelanggar perjanjian itu. Ia melakukannya dengan: 

1 . menyatakan manusia berdosa benar melalui karya Kristus (kebenaran forensic) 

2. memberi kebenaran secara gratis pada manusia melalui karya Kristus (anugerah kebenaran) 

3. menyediakan Roh yang berdiam untuk menghasilkan kebenaran (kebenaran etis) dalam diri 
manusia. 

4. memulihkan persekutuan dari Taman Eden dengan Kristus memulihkan gambar Allah (Kej 1 :26- 
27) dalam orang-orang percaya (kebenaran hubungan). 

Bagaimanapun, Allah memerlukan tanggapan perjanjian. Allah memerintahkan (memberikan secara 
cuma-cuma) dan menyediakan, namun manusia harus menanggapi dan terus menerus menanggapi 
dalam: 

1 . pertobatan 

2. iman 

3. ketaatan gaya hidup 

4. ketahan-ujian 

Kebenaran, oleh karena itu, adalah bersifat perjanjian, tindakan timbal balik antara Allah dan ciptaan 
tertinggiNya. Ini didasarkan atas karakter Allah, karya Kristus, dan Roh Kudus yang memampukan, 
yang kesemuanya secara pribadi dan berkesinambungan harus ditanggapi dengan semestinya. Konsep 
ini disebut "pembenaran oleh iman". Konsep ini diungkapkan dalam Injil namun tidak dengan istilah 
ini. Konsep ini terutama didefinisikan oleh Paulus, yang menggunakan istilah Yunani "kebenaran" 
dalam berbagai bentuk lebih dari 100 kali. 



26 



Paulus, yang telah dilatih untuk menjadi seorang Rabi, menggunakan istilah dikaiosune dalam 
pengertian Ibrani dari istilah SDQ yang dipakai di Septuaginta, bukan dari literature Yunani. Dalam 
satra Yunani istilah tersebut dihubungkan dengan seseorang yang menuruti syarat-syarat keagamaan dan 
masyarakat. Dalam pengertian bahasa Ibrani hal ini selalu disusun dalam istilah perjanjian. YHWH 
adalah Allah yang bersifat adil, etis dan moral. Ia menghendaki umatNya mencerminkan karakterNya. 
Manusia yang ditebus menjadi ciptaan baru. Kebaruan ini menghasilkan gaya hidup baru yang bersifat 
kudus (fokus pembenaran dari Katolik Roma). Karena Israel adalah Teokratis, maka tidak ada suatu 
batas yang jelas antara hal-hal sekuler (norma masyarakat) dan hal-hal kudus (kehendak Allah). 
Pembedaan ini dinyatakan dalam kata-kata bahasa Ibrani dan Yunani yang diterjemahkan diam bahasa 
Inggris sebagai "keadilan" (berhubungan dengan masyarakat) dan "kebenaran" (berhubungan dengan 
agama). 

Injil (kabar baik) dari Yesus adalah bahwa manusia yang telah jatuh itu telah dipulihkan 
persekutuannya dengan Allah. Paradoks Paulus ialah bahwa Allah, melalui Kristus, membebaskan orang 
yang bersalah dari tuduhan. Hal ini telah terlaksana melalui kasih, kemurahan dan anugerah Bapa; 
kehidupan, kematian, dan kebangkitan Allah Anak; dan dorongan dan tarikan kearah Injil oleh Roh 
Kudus. Pembenaran adalah tindakan yang cuma-cuma dari Allah, namun hal ini harus menerbitkan 
kekudusan (posisi Agustinus, yang mencerminkan baik penekanan pihak Reformasi pada kecuma- 
cumaan dari Injil danpenekanan Katolik Roma pada kehidupan kasih dan kesetiaan yang diubahkan). 
Bagi kaum Reformis istilah "kebenaran Allah" adalah suatu OBJECTIVE GENITIVE (yaitu tindakan 
yang membuat manusia yang penuh dosa menjadi dapat diterima oleh Allah [penyucian posisional]), 
sementara untuk Katolik, ini adalah suatu SUBJECTIVE GENITIVE, yang adalah proses menjadi 
seperti Allah (penyucian eksperensial progresif). Dalam kenyataannya hal ini sesungguhnya kedua- 
duanya. ! ! 

Dalam pandangan saya keseluruhan Alkitab, dari Kejadian 4 - Wahyu 20, adalah catatan tentang 
tindakan pemulihan dari Allah terhadap persekutuan di Eden. Alkitab memulai dengan Allah dan 
manusia dalam persekutuan dalam kerangka keduniaan (Kej 1-2) dan Alkitab mengakhiri dengan 
kerangka yang sama (Wah 21-22). Gambar dan maksud Allah akan dipulihkan!. 

Untuk mendokumentasikan diskusi di atas berikut ini catat pilihan ayat-ayat PB yang 
menggambarkan kelompok kata Yunani: 

1 . Allah adalah benar (sering dihubungkan pada posisi Allah sebagai hakim) 

a. Roma 3:26 

b. II Tesalonika 1:5-6 

c. II Timotius 4:8 

d. Wahyu 16:5 

2. Yesus adalah benar 

a. Kisah 3:14; 7:52; 22:14 (judul Mesias) 

b. Matius 27:19 

c. IYohanes2:l,29;3:7 

3 . Kehendak Allah bagi ciptaanNya adalah kebenaran. 

a. Imamat 19:2 

b. Matius 5:48 (bandingkan. 5:17-20) 

4. Cara allah menyediakan dan menghasilkan kebenaran 

a. Roma 3:21-31 

b. Roma 4 

c. Roma 5:6-11 

d. Galatia 3:6-14 



27 



e. Diberikan oleh Allah 

(1) Roma 3:24; 6:23 

(2) IKorintusl:30 

(3) Efesus 2:8-9 

f. Diterima dengan Iman 

(1) Roma 1:17; 3:22,26; 4:3,5,13; 9:30; 10:4,6,10 

(2) IKorintus5:21 

g. Melalui karya AnakNya 

(1) Roma 5:21-31 

(2) IIKorintus5:21 

(3) Filipi 2:6-11 

h. Kehendak Allah agar para pegikutNya menjadi benar. 

a. Matius 5:3-48; 7:24-27 

b. Roma 2:13; 5:1-5; 6:1-23 

c. IIKorintus 6:14 

d. I Timotius 6:11 

e. II Timotius 2:22; 3:16 

f. I Yohanes 3:7 
g.IPetrus2:24 

i. Allah akan mengadili dunia dengan kebenaran. 

a. Kisah 17:31 

b. II Timotius 4:8 

Kebenaran adalah karakteristik Allah, diberikan secara cuma-cuma kepada manusia berdosa melalui 
Kristus. Ini adalah: 

1 . perintah Allah 

2. pemberian Allah 

3. karya Kristus 

Namun demikian ini adalah juga suatu proses menjadi benar yang harus dikejar dengan semangat 
dan tidak kendor; hal ini satu hari nanti akan disempurnakan pada Kedatangan Yesus Kedua kalinya. 
Persekutuan dengan Allah dipulihkan pada saat keselamatan, namun bertumbuh sepanjang kehidupan 
sampai pada perjumpaan muka dengan muka pada saat kematian atau kedatangan kedua (parousia)! 

Berikut adalah kutipan yang bagus dari Kamus Paulus dan Surat-suratnya dari IVP "Kalvin, lebih 
daripada Luther, menekankan aspek hubungan dari kebenaran Allah. Pandangan Luther tentang 
kebenaran Allah nampaknya mengandung aspek pembebasan dari tuduhan. Kalvin menekanakan bentuk 
mulia dari komunikasi atau impartasi dari kebenaran Allah pada kita" (hal. 834). 

Bagi saya hubungan orang percaya pada Allah memiliki tiga aspek: 

1. injil adalah suatu pribadi (tekanan dari Kalvin dan Gereja Timur) 

2. injil adalah kebenaran (penekanan dari Luther dan Agustinus) 

3. injil adalah hidup yang diubahkan (penekanan Katolik) 

Hal-hal ini adalah benar dan harus dipegang bersama untuk membentuk suatu Kekristenan yang 
alkitabiah, masuk akal, dan sehat. Jika salah satu terlalu ditekankan atau kurang ditekankan, akan 
menimbulkan permasalahan. 

Kita harus menyambut Yesus! 

Kita harus percaya pada Injil! 

Kita harus mengejar Keserupaan dengan Kristus! 

28 



□ 

NASB, NKJV "dari iman kepada iman" 

NRSV "melalui iman untuk iman" 

TEV "melalui iman dari awal sampai akhir" 

JB "menunjukkan bagaimana iman memimpin kepada iman" 

Frasa ini memiliki dua PREPOSISI, ek dan eis, yang menekankan pada transisi atau pembangunan. Ia 
menggunakan struktur yang sama dalam II Kor 2:16 dan apo dan eis dalam II Kor 3:18. Kekristenan 
adalah anugerah yang diharapkan akan menjadi karakteristik dan gaya hidup. 

Ada beberapa kemungkinan dalam penterjemahan frasa ini. PB dari Williams menterjemahkannya 
sebagai "Jalan dari iman yang memimpin kepada iman yang lebih besar". Titik teologis utama disini 
adalah: (1) iman datang dari Allah ("dinyatakan"); (2) manusia harus menanggapi dan terus menanggapi; 
dan (3) iman harus menghasilkan kehidupan kudus. 

Satu hal yang pasti, "iman" dalam Kristus adalah sangat penting (lih. 5:1, Flp 3:9). Penawaran Allah 
akan keselamatan tergantung daripada tanggapan iman (Mar 1:15; Yoh 1:12; 3:16; Kis 3:16, 19;20:21). 

a 

NASB "Namun orang benar akan hidup oleh iman" 

NKJV "Orang yang adil akan hidup oleh iman" 

NRSV "orang yang benar akan hidup oleh iman" 

TEV "Orang yang dibenarkan Allah melalui iman akan hidup" 

JB "Orang jujur menemukan hidup melalui iman" 

Ini adalah kutipan dari Hab 2:4, namun bukan dari Naskah Masoratis atau Septuaginta. Dalam PL 
"iman" memiliki arti penggambaran yang lebih luas yaitu "kebisa-dipercayaan", kesetiaan", atau "loyal 
kepada". Iman yang menyelamatkan didasari oleh kesetiaan Allah ( lih 3:5,21,22,25,26). Bagaimanapun 
kesetiaan manusia adalah suatu bukti bahwa seseorang telah mempercayai syarat-syarat Allah. Teks PL 
yang sama dikutip dalam gal 3:11 dan Ibr 10:38. Unit tulisan yang berikut, Roma 1:18-3:20, 
mengungkapkan lawan dari kesetiaan Allah. 

Barangkali akan sangat membantu, bila kita mendaftar bagaimana beberapa komentator modern 
memahami bagian akhir dari frasa ini: 

"mulai dalam iman dan berakhir dalam iman" 

"oleh iman saja" 

"hanya atas dasar saja" 

"iman pertama dan terakhir" 

"orang jujur dari iman akan hidup" 

NASKAH NASB (UPDATED): 1:18-23 

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang 
menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah 
nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak 
nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada 
pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab 
sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap 
syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh 
menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi 
bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip 
dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang- 
binatang yang menjalar. 

29 



1. 


Vaughan 


2. 


Hodge: 


3. 


Barrett: 


4. 


Knox: 


5. 


Stagg: 



1:18 "sebab" Catat berapa kali kata gar digunakan dalam pernyataan tema dari ayat 16-17 - tiga kali, 
dan sekarang kata ini mengantar point pertama Paulus tentang Injil (1:18-3:31), yang dikontraskan 
dengan kuasa Allah untuk keselamatan (1 : 16-17). 

□ "murka Allah" Ayat 18-23 menggambarkan dunia kekafiran zaman Paulus. Penggambaran Paulus 
mengenai dunia kekafiran ini juga ditemukan dalam literatur Yahudi (lih. Hikmat Salomo 13: la. dan 
Surat dari Arsteas, 134-38) dan bahkan dalam tilisan tulisan etika Romawi dan Yunani. Alkitab yang 
sama yang mengabarkan pada kita tentang kasih Allah, juga mengungkapkan kemarahanNya (lih. Ay. 23- 
32; 2:5,8; 3:5; 4:15; 5:9; 9:22; 12:19; 13:4-5). 

Baik kemarahan dan kasih adalah istilah manusia yang bisa diterapkan untuk Allah. Istilah-istilah ini 
menyatakan kebenaran bahwa Allah memiliki cara yang Ia kehendaki untuk orang percaya menanggapi 
dan hidup. Penolakan secara sengaja dari seseorang akan kehendak Tuhan (Injil Kristus) menghasilkan 
konsekuensi baik sementara sebagaimana ayat ini, dan eskatologis (lih. 2:5). Namun demikian Allah 
tidak seharusnya dipandang sebagai pendendam. Penghukuman adalah "pekerjaan asing" bagiNya (lih. 
Yes 28:21a). Kasih adalah sifatNya, bandingkan UI 5:9 sampai 5:10; 7:9. Dalam Dia dipenuhi oleh 
keadilan dan kemurahan. Nantinya, semua akan bertanggung-jawab dihadapan Allah (lih. Pkh 12:13-14; 
Gal 6:7), bahkan orang Kristen (lih. 14:10-12; II Kor 5:10). 

□ "nyata (dinyatakan)" Sebagaimana Injil adalah kebenaran yang dinyatakan (ay.17) demikian juga, 
murka Allah! Tak satupun dari keduanya merupakan tindakan penemuan atau logika manusia. 

□ "yang menindas kebenaran" Ini menunjuk kepada penolakan secara sengaja dari manusia, bukan 
kelalaian (lih. Ay 21,32; Yoh 3:17-21). Frasa ini dapat berarti (1) mereka tahu kebenaran namun 
menolaknya; (2) gaya hidup mereka menunjukkan bahwa mereka menolak kebenaran; atau (3) kehidupan 
dan/atau kata-kata mereka menyebabkan orang lain gagal mengenal dan menerima kebenaran. 



TOPIK KHUSUS: "KEBENARAN" DALAM TULISAN-TULISAN PAULUS 

Penggunaan istilah ini dan berbagai bentuknya oleh Paulus berasal dari persamaan kata di PL, emet, 
yang berarti dapat dipercaya atau setia. Dalam tulisan-tulisan interbiblikal Yahudi, istilah ini digunakan 
untuk menyatakan kebenaran sebagai lawan dari kepalsuan. Barangkali parallel terdekat adalah "Himne 
Pengucapan Syukur" dari Gulungan Kitab Laut Mati, yang difunakan untuk menyatakan doktrin 
tersebut. Angguta-anggota dari Masyarakat Essene menjadi "saksi dari kebenaran" 

Paulus menggunakan istilah ini sebagai cara untuk menunjuk pada Injil Yesus Kristus. 

1. Roma 1:18,25; 2:8,20; 3:7; 15:8 

2. IKorintus 13:6 

3. IIKorintus4:2; 6:7; 11:10; 13:8 

4. Galatia2:5,14;5:7 

5. Efesus 1:13; 6:14 

6. Kolose 1:5,6 

7. II Tesalonika 2:10,12,13 

8. ITimotius2:4;3:15;4:3;6:5 

9. II Timotius 2:15,18,25; 3:7,8; 4:4 

10. Titus 1:1,14 

Paulus juga menggunakan istilah ini sebagai cara menyatakan perkataannya secara akurat. 

1. Acts 26:25 

2. Romans9:l 

3. IICorinthians7:14; 12:6 



4. Ephesians 4:25 

5. Philippians 1:18 

6. ITimothy2:7 

Ia juga menggunakannya untuk menjabarkan motifnya dalam I Kor 5:8 dan gaya hidup (J u g a untuk 
semua orang Kristen) dalam Ef 4:24; 5:9; Flp 4:8. Ia kadang-kadang menggunakannya untuk orang- 
orang: 

1. Allah, Rom 3:4 (lih. Yoh 3:33; 17:17) 

2. Yesus, Ef 4:21 (similar to Yoh 14:6) 

3 . Saksi-saksi kerasulan, Titus 1:13 

4. Paulus, II Kor 6:8 

Hanya Paulus yang menggunakan bentuk kata kerja ini (yaitu: aletheuo) dalam Gal 4:16 dan Ef 
4:15, untuk menunjuk kepada Injil. Untuk mempelajari lebih lanjut pelajari Colin Brown (ed), Kamus 
Internasional Baru dari Teologia Perjanjian Baru, vol. 3, hal 784-902. 



1:19 "apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah 
menyatakannya kepada mereka." Semua menusia mengetahui sesuatu tentang Allah dari ciptaanNya 
(lih. Ay 20; Ayb 12:7-10 dan Maz 19:1-6 [melalui alam], 12-15 [melalui Kitab Suci], dan juga hikmat). 
Dalam teologia hal ini disebut "perwahyuan alamiah". Hal ini tidak lengkap, namun merupakan dasar 
dari pertanggung jawaban yang dituntut Allah terhadap orang yang belum pernah berhubungan dengan 
"perwahyuan khusus" Allah di dalam Kitab Suci atau, pada puncaknya, dalam Yesus (Kol 1:15; 2:9). 

Istilah "mengetahui" digunakan dalam dua pengertian dalam PB: (1) pengertiannya dalam PL tentang 
hubungan pribadi (Kej 4:1; Yer 1:5), dan (2) pengertian bahsa Yunani-nya yaitu kenyataan tentang suatu 
subyek (lih. Ay 21). Injil meliputi baik seseorang yang disambut dan berita tentang sesorang yang 
diterima dan dipercaya! Dalam ayat ini kata ini digunakan hanya dalam pengertian #2. 

1:20 Ayat ini menyebutkan tiga aspek Allah 

1 . sifatNya yang tidak kelihatan (karakterNya, lih. Kol 1 : 1 5; I Tim 1 : 17; Ibr 1 1 :27) 

2. KuasaNya yang abadi (Nampak dalam penciptaan alam semesta) 

3. Jati diri kelllahianNya (Nampak dalam motif penciptaan dan perbuatanNya) 

□ "sejak dunia diciptakan" PREPOSISI apo digunakan dalam suatu pengertian sementara. Frasa 
yang serupa dengan itu ditemukan dalam Mar 10:6; 13:19; II Pet 3:4. Allah yang tidak Nampak sekarang 
dapat dilihat dalam (1) ciptaan fisik (ayat ini); (2) Kitab Suci (Maz 19, 119); dan (3) akhirnya dalam 
Yesus (lih. Yoh 14:9). 

□ "divine nature" Dari literature Yunani theiotes dapat diterjemahkan sebagai " kemuliaan Ulahi". Hal 
ini sangat Nampak menonjol dalam Yesus. Ia secara unik membawa gambar Ulahi (lih. II Kor 4:4; Ibr 
1:3). Ia adalah pernyataan sepenuh dari Allah dalam bentuk menausia (Kol 1:19; 2:9). Kebenaran yang 
mengagumkan dari Injil adalah bahwa umat manusia yang telah jatuh, melalui iman dalam Kristus, akan 
ikut menikmati keadaan keserupaan dengan Kristus (lih. Ibr. 12:10; I Yoh 3:2). Gambar Allah dalam 
manusia (lih. Kej 1:26-27) telah dipulihkan (theios, lih. II Pet 1:3-4)! 

□ 

NASB "dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan" 

NKJV "Nampak jelas, bisa dimengerti melalui segala yang diciptakan" 

NRSV "telah dimengerti dan Nampak melalui apa yang telah diciptakan" 

31 



TEV "telah Nampak jelas; terlihat dalam hal-hal yang telah diciptakan Allah" 

NJB "telah jelas terlihat melalui pemahaman dari pikiran tentang segala yang diciptakan" 

Kombinasi dari noeo (lih. Mat 15:17) dan kathorad (keduanya PRESENT PASSIVE) menyatakan 
suatu persepsi yang benar. Allah telh menuliskan dua buku: (1) alam dan (2) Kitab Suci. Keduanya dapat 
dipahami oleh pengertian manusia dan menuntut suatu tanggapan (lih. Hikmat, 13:1-9). 

□ "sehingga mereka tidak dapat berdalih" Ini secara harafiah "tak terbantahkan secara hukum". 
Istilah bahasa Yunani ini {a ditambah apologeomai) hanya digunakan di sini dan di 2:1 da,am PB. Ingat 
maksud teologis dari pasal 1:18-3:20 adalah untuk menunjukkan keterhilangan rohani dari umat manusia. 
Manusia bertanggung-jawab untuk pengenalan yang dimilikinya. Tuhan menuntut pertanggung-jawaban 
manusia hanya untuk apa yang mereka telah ketahui atau bisa mengetahui. 

1:21 "Sebab sekalipun mereka mengenal Allah" Manusia tidak berkembang secara agamawi - 
mereka berkembang dalam keahatan. Sejak Kejadian 3 manusia telah merosot dan merosot. Kegelapan 
semakin meningkat! 

□ "mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya." Ini adalah 
tragedy dari penyembahan berhala kafir dalam ay. 23, 24 (lih. Yer 2:9-13). 

□ "Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap" 

Perjanjian Baru: Sebuah Terjemahan Baru oleh Olaf M. Morlie menulis "mereka lebih banyak 
disibukkan dnegan spekulasi-spekulasi konyol tentang Dia, dan pikiran bodoh mereka meraba-raba 
dalam gelap". Sistem agama manusia adalah monument kesombongan dan pemberontakan rohani (lih. 
Ay. 22; Kol 2:16-23). 

Kedua kata kerja tersebut adalah berbentuk AORIST PASSIVE INDICATIVES. Apakah SUARA 
PASIF disini menyatakan bahwa kelangkaan pengertian dan tanggapan yang tepat disebabkan oleh 
penyelubungan hati mereka oleh Allah atau penolakan mereka akan terang telah mengeraskan hati 
mereka (bandingkan 10:12-16; IIRaj 17:15; Yer 2:5; Ef 4: 17-19)? 

□ "hati" Kata ini digunakan sesuai pengertian PL yaitu suatu pribadi secara menyeluruh. Namun 
demikian kata ini sering merupakan cara untuk menunjuk pada proses berpikir dan merasa. Lihat Topik 
Khusus pada 1:24. 

1:22 

NASB, NKJV "Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi 

bodoh" 
NRSV "Mengaku berhikmat, mereka menjadi bodok" 

TEV "Mereka berkata bahwa mereka berhikmat, namun mereka bodoh." 

JB "Semakin mereka menyebut diri sebagai ahli filsafat, semakin menjadi bodohlah 

mereka." 
Dari kata-kata Yunani "bodoh" kita dapat istilah bahasa Inggris "moron" (sangat bodoh). Masalahnya 
ialah di dalam kesombongan manusia dan kepercayaan mereka kepada pengetahuan mereka sendiri (lih. I 
Kor 1:18-31; Kol 2:8-23). Ini kembali ke Kej 3. Pengetahuan membawa pemisahan dan penghakiman. 
Hal tidak menyatakan bahwa pengetahuan manusia itu selalu salah, namun pengetahuan itu bukan yang 
terutama! 

1:23 Mengabaikan secara sengaja, manusia yang diciptakan menurut gambar Allah (lih Kej 1:26-27; 
5:1,3; 9:6) mengubah Allah menjadi patung-patung duniawi seperti: 

32 



1 . binatang-binatang (Mesir) 

2. kekuatan alam (Persia) 

3. bentuk manusia (Yunani/Romawi) — berhala-berhala! Bahkan Umat Allah sendiri berbuat hal 
ini (lih. UI 4:15-24). 

Beberapa bentuk baru dari dosa lama ini adalah: 

1 . paham environmentalis (bola dunia) 

2. pemeikiran timur Zaman Baru (mistik, spiritualisme, dan okultisme) 

3. kemanusiaan estetis (Marasme, utopianisme, idealisme progresif, and iman sepenuh pada 
politik atau pendidikan) 

4. pengobatan holistic (kesehatan dan umur panjang) 

5. pendidikan. 

□ "kemuliaan" Lihat Topik Khusus pada 3 :23 

□ "manusia yang fana" Lihat Topik Khusus berikut ini. 



TOPIK KHUSUS: MENGHANCURKAN, MERUNTUHKAN, MERVSAK(PHTHEIRO) 

Arti dasar dari istilah phtheiro adalah menghancurkan, meruntuhkan, merusak, atau membusukkan. 
Kata ini dapat digunakan untuk: 

1 . keruntuhan finansial (kemungkinan II Kor 7:2) 

2. kehancuran badani (lih. I Kor 3 : 17a) 

3. kerusakan moral (lih. Rom 1:23; 8:21; I Kor 15:33,42,50; Gal 6:8; Wah 19:2) 

4. godaan seksual (lih. II Kor 1 1 :3) 

5. kehancuran abadi (lih. II Pet 2: 12,19) 

6. tradisi manusia yang memudar (lih. Kol 2:22; I Kor 3 : 17b) 

Sering istilah ini digunakan dalam konteks yang sama dengan bentuk negatif lawan katanya (lih. 
Rom 1:23; I Kor 9:25; 15:50,53). Catat kontras parallel antara tubuh-tubuh fisik duniawi dan tubuh- 
tubuh abadi surgawi kita. 

1 . Fana (dapat rusak) vs tidak dapat rusak, I Kor 1 5 :42,50 

2. tak terhormat vs mulia, I Kor 15:43 

3 . kelemahan vs kuasa, I Kor 15:43 

4. tubuh alamiah vs tubuh rohaniah, I Kor 1 5 :44 

5. Adam pertama vs. Adam terakhir, I Kor 15:45 

6. gambar dari keduniawian vs. gambaran surgawi, I Kor 15:49 



NASKAH NASB (UPDATED): 1:24-25 

24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, 
sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. ' Sebab mereka menggantikan kebenaran 
Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang 
harus dipuji selama-lamanya, amin. 

1:24, 26, 28 "Allah menyerahkan mereka" Ini adalah kemungkinan penghukuman yang terburuk. Ini 
seperti Allah berkata "biarkan umat manusia yang telah jatuh itu berjalan dalam jalannya sendiri" (lih. 
Maz 81:12; Hos 4:17; Kis 7:42). Ayat-ayat 23-32 menjabarkan penolakan Allah (murka sementara) 
terhadapa dunia kekafiran dan keagamaan mereka (dan kita)! Kekafiran adalah dikarakterisasikan oleh 
pemurtadan dan perlakuan seksual yang sewenang-wenang. 

33 



1:24 "hati" Lihat Topik Khusus berikut: 



TOPIK KHUSUS: HATI 

Istilah Yunani kardia ini digunakan dalam Septuagita dan PB untuk mencerminkan istilah Ibrani 
leb. Istilah ini digumakan dalam beberapa cara : (Lih. Bauer, Arndt, Gingrich and Danker, Kamus 
Yunani-Inggris, hal. 403-404). 

1. pusat kehidupan badaniah, suatu gambaran dari seseorang, (lih. Kis 14:17; II Kor 3:2-3; Yak 5:5) 

2. pusat kehidupan rohani (moral) 

a. Allah mengenal hati (lih. Luk 16:15; Rom 8:27; I Kor 14:25; I Tes 2:4; Wah 2:23) 

b. Penggunaan dari kehidupan rohani umat manusia (lih. Mat 15:18-19; 18:35; Rom 6:17; I Tim 
l:5;IITim2:22;IPetl:22) 

3. pusat kehidupan pemikiran (yaitu, intelek lih. Mat 13:15; 24:48; Kis 7:23; 16:14; 28:27; Rom 1:21; 
10:6; 16:18; II Kor 4:6; Ef. 1:18; 4:18; Yak 1:26; II Pet 1:19; Wah 18:7; hati adalah sinonim dari 
pemikiran dalam II Kor 3:14-15 dan Flp 4:7) 

4. pusat dari kehendak (yaitu., hasrat, lih. Kis 5:4; 11:23; I Kor 4:5; 7:37; II Kor 9:7) 

5. pusat dari perasaan (lih. Mat 5:28; Kis 2:26,37; 7:54; 21:13; Rom 1:24; II Kor 2:4; 7:3; Ef 6:22; Flp 
1:7) 

6. Tempat unik bagi aktivitas Roh (lih. Rom 5:5; II Kor 1:22; Gal 4:6 [yaitu, Kristus di dalam hati kita, 
Ef3:17]) 

7. Hati adalah cara menggambarkan yang menunjuk pada seseorang secara menyeluruh, (lih. Mat 
22:37, mengutip UI 6:5). Pemikiran, motif, dan tindakan-tindakan yang bersumber dari hati 
sepenuhnya mengungkapkan jenis dari suatu individu. PL memiliki suatu penggunaan yang luar 
biasa dari istilah ini: 

a. Kej 6:6; 8:21, "Allah berduka dalam hatiNya (menyesal)" (catat juga Hosea 1 1:8-9) 

b. UI 4:29; 6:5, "dengan segenap hatimu dan jiwamu" 

c. UI 10:16, "hati yang tak bersunat" and Rom 2:29 

d. Yeh 18:31-32, "suatu hati baru" 

e. Yeh 36:26, "suatu hati baru" vs. "suatu hati keras (membatu)" 



1:25 "menggantikan kebenaran Allah dengan dusta" Hal ini dapat dipahami dalam beberapa cara (1) 
pendewaan diri sendiri oleh manusia (lih. II Tes 2:4,11); (2) penyembahan umat manusia akan pebuatan 
tangannya - berhala (lih. Yes 44:20; Yer 13:25; 16:19) bukannya kepada YHWH yang menciptakan 
segala sesuatu (lih. ay. 18-23); atau (3) penolakan akhir manusia akan kebenaran Injil (lih. Yun 14:17; I 
Yoh 2:21,27). Dalam konteks #2 paling cocok. 

□ "memuja (melayani) dan menyembah" Manusia akan selalu memiliki illah. Semua manusia merasa 
bahaada sesorang, suatu kebenaran, atau sesuatu yang lebih dari dirinya. 

□ "yang harus dipuji selama-lamanya. Amin" Paulus segera memberikan pemberkatan secara 
Yahudi, yang sangat menjadi kekhasannya. (lih. Rom 9:5; II Kor 11:31). Doa-doa Paulus yang sering 
diucapkan pada saat menulis (lih. 9:5; 11:36; 15:33; 16:27). 

□ "selama-lamanya" Lihat Topik Khusus di bawah ini: 



34 



TOPIK KHUSUS: SELAMA-LAMANYA (ISTILAH YUNANI) 

Sebuah frasa idiomatic yunani adalah "ke segala jaman" (lih. Luk 1:33; Rom 1:25; 11:36; 16:27; 
Gal 1:5; I Tim 1:17), yang mungkin mencerminkan kata Ibrani 'olam. Lihat Robert B. Girdlestone, 
Sinonim dari Perjanjian Lama, hal. 319-321. Frasa lain yang berlkaitan adalah "kepada jaman" (lih. 
Mat 21:19 [Mar 11:14]; Luk 1:55; Yoh 6:58; 8:35; 12:34; 13:8; 14:16; II Kor 9:9) dan "dari jaman 
daripada jaman" (lih. Ef 3:21). Tampaknya tidak ada perbedaan yang jelas antara istilah-istilah untuk 
"selama-lamanya" ini. Kata "jaman" mungkin dalam bentuk jamak dalam suatu pengertian yang 
menggambarkan pembangunan ketatabahasaan rabinis yang disebut "jamak dari keagungan" atau ini 
mungkin menunjuk pada konsep dari beberapa "jaman" dalam pengertian Yahudi "jaman/usia 
kemurnian", "jaman kejahatan", "masa yang akan datang", "atau jaman kebenaran". 

□ "Amen" Lihat Topik Khusus di bawah ini: 

TOPIK KHUSUS: AMEN 

I. PERJANJIAN LAMA 

1. Istilah "Amin" berasal dari kata bahasa Ibrani kebenaran (emeth) atau kejujuran (emun, emunah) dan 
iman atau kesetiaan. 

2. Etimologinya adalah dari suatu kuda-kuda seseorang yang stabil. Lawan katanya adalah yang tidak 
stabil, atau bergeser (lih. UI 28:64-67; 38:16; Maz 40:2; 73:18; Yer 23:12) atau jatuh (lih. Maz 
73:2). Dari penggunaan literal ini terbentuk penggambaran luas dari kesetiaan, kebisa-dipercayaan, 
loyalitas, dan kedapat-diandalkan-an (lih. Kej 15:16; Hab 2:4). 

3 . Penggunaan-penggunaan khusus : 
suatu tiang (pilar), II Raj 1 8 : 1 6 (I Tim 3:15) 
jaminan, Kel 17:12 
ketetapan, Kel 17:12 
kestabilan, Yes 33:6; 34:5-7 
kebenaran, I Raj 10:6; 17:24; 22:16; Ams 12:22 
kekakuan, II Taw 20:20; Yes 7:9 
terpercaya (Torah), Maz 119:43,142,151,168 

Dalam PL dua istilah Ibrani lain digunakan untuk iman yang aktif 

bathach, kepercayaan 

yra, takut, hormat, menyembah (lih. Kej 22:12) 
Dari pengertian percaya atau kebisa-dipercayaan dibangun penggunaan liturgis yang dipakai untuk 
meneguhkan suatu kebenaran atau pernyataan kebisa dipercayaan dari oranglain (lih. UI 27:15-26; 
Neh 8:6; Maz 41:13; 72:19; 89:52; 106:48). 

Kunci teologis untuk istilah ini adalah bukan kesetiaan manusia namun kesetiaan YHWH (lih. Kel 
34:6; UI 32:4; Maz 108:4; 115:1; 117:2; 138:2). Pengharapan satu-satunya dari manusia yang telah 
jatuh adalah loyalitas YHWH pada perjanjian kesetiaan yang prenuh dengan kasih karunia dan janji- 
janjiNya. 

Mereka yang mengenal YHWH akan menjadi seperti Dia (lih. Hab 2:4). Alkitab adalah sejarah dan 
suatu catatan dari Allah yang sedang memulihkan gambarNya (lih. Kej 1:26-27) dalam manusia. 
Keselamatan memulihkan kemampuan manusia untuk memiliki persekutuan yang intim dengan 
Allah. Inilah alasan penciptaan kita. 



35 



II. PERJANJAN BARU 

A. Penggunaan kata "amin" sebagai peneguhan liturgis penutup terhadap kebisa-dipercayaan dari suatu 
pernyataan adalah lazim dalam PB (lih. I Kor 14:16; II Kor 1:20; Wah 1:7; 5:14; 7:12). 

B. Penggunaan istilah ini sebagai penutup dari doa lazim dalam PB (lih. Rom 1:25; 9:5; 11:36; 16:27; 
Gal l:5;6:18;Ef3:21;Flp4:20;IITes3:18;ITim 1:17; 6:16; II Tim 4:18). 

C. Yesus adalah satu-satunya orang yang menggunakan kata ini (seringkah berganda dalam Yohanes) 
uruk mengantar suatu pernyataan yang signifikan. (Luk 4:24; 12:37; 18:17, 29; 21:32; 23:43) 

D. Kata ini digunakan sebagai gelar bagi Yesus dalam Wahyu 3:14 (kemungkinan suatu gelar dari 
YHWH dari Yes 65:16). 

E. Konsep kesetiaan atau iman, kebisa-dipercayaan, atau percaya dikemukakan dalam istilah Yunani 
pistos atau pistis, yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai kepercayaan, iman, percaya. 



NASKAH NASB (UPDATED): 1:26-27 

26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri- 
isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27 Demikian juga 
suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala 
dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki- 
laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal 
untuk kesesatan mereka. 

1:26,27 Homoseksualitas adalah satu contoh dari kehidupan yang terpisah dari kehendak Allah yang 
sangat jelas dalam penciptaan (beranak-cuculah). Ini adalah dosa dan masalah kebudayaan yang utama 
(1) dalam PL (lih. Im 18:22; 20:13; UI 23:18); (2) dalam dunia Yunani-Romawi (lih. I Tim 1:10); dan (3) 
di zaman kita sekarang. 

Homoseksualitas mungkin didaftarkan sebagai salah satu contoh dari kehidupan yang jatuh karena 
keseluruhan orientasi konteks terhadap Kej 1-3. Manusia diciptakan menurut gambar Allah (lih. KEj 
1:26,27; 5:1,3; 9:6). Manusia diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan, (lih. Kej 1:27). Perintah Allah 
ialah untuk beranak cucu dan bertambah banyak (lih. Kej 1:28; 9:1,7). Kejatuhan manusia (lih. Kej 3) 
mematahkan rencana dan kehendak Allah. Homoseksualitas adalah suatu pelanggaran yang nyata! 
Namun demikian haruslah dicatat bahwa ini bukan satu-satunya dosa yang disebutkan dalam konteks (ay 
29-31). Semua dosa-dosa menunjukkan keterpisahan manusia dari Allah dan kepatutan bagi mereka 
untuk menerima hukuman. Semua dosa, khususnya dosa gaya hidup, adalah kejijikan bagi Allah. 



TOPIK KHUSUS: HOMOSEKSUALITAS 

Ada banyak tekanan kebudayaan modern untuk menerima homoseksualitas sebagai alternative gaya 
hidup yang patut. Alkitab mengutuk hal ini sebagai suatu gaya hidup yang menghancurkan, diluar 
kehendak Allah bagi ciptaanNya. 

• Hal ini melanggar perintah dalam Kej 1 untuk beranak-cucu dan bertambah banyak. 

• Hal ini mewarnai budaya dan penyembahan kafir (lih. Im 18:22; 20:13; Rom 1:26-27; dan Yud 7) 

• Hal ini mengungkapkan suatu independensi dari Allah, yang berpusat pada diri sendiri (I Kor 6:9- 
10) 

Bagaimanapun, sebelum meninggalkan topik ini, saya ingin menyatakan kasih dan pengampunan 
Allah bagi semua manusia-manusia pemberontak. Orang-orang Kristen tidak berhak untuk bertindak 
dengan kebencian dan kesombongan terhadap dosa ini, khususnya ketika kita menyadari bahwa kita 
semua berdosa. Doa, kepedulian, kesaksian, dan belas kasihan akan bekerja lebih baik di bidang ini 



36 



daripada suatu kutukan yang berapi-api. Firman Allah dan RohNya akan mengerjakan pengutukan 
tersebut jika kita serahkan kepadaNya. Semua dosa seksual, tidak hanya ini, adalah suatu kejijikan bagi 
Allah dan membawa pada penghukuman. Seksualitas adalah pemberian Allah bagi kesejahteraan, 
kesuka-citaan, dan kestabilan masyarakat manusia. Namun hasrat pemberian Allah yang kuat ini sering 
diubah menjadi kehidupan yang memberontak, berpusat pada diri sendiri, mencari kenikmatan semata, 
dan bersifat "lebih lagi untukku berapapun biayanya", (lih. Rom 8:1-8; Gal 6:7-8) 



NASKAH NASB (UPDATED): 1:28-32 

28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan 
mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak 
pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh 
dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. 30 Mereka adalah 
pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, 
tidak taat kepada orang tua, 31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas 
kasihan. 32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa 
setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja 
melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya. 



1:28-31 Dalam bahasa Yunani ayat-ayat ini adalah satu kalimat. Melukiskan sifat memberontak, 
kejatuhan, independensi manusia (lih. Rom 13:13; I Kor 5:11; 6:9; Gal 5:19-21; Ef 5:5; I Tim 1:10; Wah 
21:8). 

Dosa umat manusia adalah bahwa mereka memilih untuk berada terpisah dari Allah. Neraka adalah 
bentuk permanent dari keterpisahan ini. Independensi adalah suatu tragedi! Manusia perlu Allah, mereka 
tersesat, tidak memenuhi syarat dan tidak penuh bila terpisah denganNya. Bagian terburuk dari neraka 
abadi adalah tidak adanya hubungan dengan Allah! 



TOPIK KHUSUS: KEBURUKAN DAN KEBAIKAN DALAM PB 




Daftar dari keburukan dan kebaikan adalah lazim di PB 


Sering mereka mencerminkan dadftar baik 


kerabian dan budaya (Helenistik). Daftat karakteristik yang kontras dalam PB dapat dilihat dalam: 


Keburukan 




Kebaikan 


1. Paulus Rom 1:28-32 




... 


Rom 13:13 




Rom 2:9-21 


I Kor 5:9-11 




... 


6:10 




I Kor 6:6-9 


II Kor 12:20 




II Kor 6:4-10 


Gal 5:19-21 




Gal 5:22-23 


Ef 4:25-32 




... 


5:3-5 




... 


— 




Flp 4:8-9 


Col 3:5,8 




Kol 3:12-14 


I Tim 1:9-10 




... 


6:4-5 




... 


II Tim 2:22a, 23 




II Tim 2:22b,24 


Titus 1:7,3:3 




Titus 1:8-9; 3:1-2 



37 



2. 


Yakobus 


Yak 3:15-16 


Yak 3:17-18 


3. 


Petrus 


IPet4:3 


I Pet 4:7-11 






IIPetl:9 


II Pet 1:5-8 


4. 


Yohanes 


Wah 21:8 


... 






22:15 


— 



1:29 "pikiran terkutuk" Apa yang dilihat sebagai kebebasan oleh manusia yang telah jatuh ialah 
penyembahan diri: "Apapun dan semua adalah bagiku!" pelaku utama dari PASSIVE VOICE ini 
dinyatakan sebagai Allah dalam 1:24,26,28 namun dalam hubungan konteks dengan Kej 1-3 adalah 
pilihan pengetahuan dan diri manusialah penyebab masalahnya. Allah mengijinkan ciptaanNya untuk 
menanggung konsekuensi akibat pilihan mereka sendiri, kemerdekaan mereka sendiri. 

"dipenuhi dengan" Ini adalah bentuk PERFECT PASIVE PARTICIPLE. Manusia dipenuhi dan 
digambarkan dengan apa yang mereka diami. Para rabi mungkin berkata bahwa dalam tiap hati manusia 
terdapat seekor anjing hitam (yetzer yang jahat) dan seekor anjing putih (yetzer yang baik). Mana yang 
diberi makan lebih banyak akan menjadi yang lebih besar. 

1:29-31 Berikut ini adalah hasil-hasil dan gejala-gejala dari kehidupan tanpa Allah. Hal-hal ini mewarnai 
pribadi-pribadi dan masyarakat yang memilih untuk menolak Allah dari Alkitab. Ini adalah satu dari 
beberapa daftar dosa yang diberikan oleh Paulus (lih. I Kor 5:11; 6:9; II Kor 12:20; Gal 5:19-21; Ef 4:31; 
5:3-4; Kol 3:5-9). 

1:30 "congkak" Lihat Topik Khusus di bawah ini: 



TOPIK KHUSUS: PENGGUNAAN KATA MAJEMUK "HTJPER" OLEH PAULUS 

Paulus mempunyai kesukaan khusus untuk menciptakan kata-kata baru menggunakan PREPOSISI 
Yunani huper, yang arti dasarnya adalah "melampaui" atau "bagian atas". Ketika digunakan dengan suatu 
GENITIVE (ABLATIVE) artinya menjadi "atas nama". Kata ini dapa juga diartikan sebagai "tentang" 
atau "mengenai", seperti peri (lih II Kor 8:23; II Tes 2:1). Bila digunakan dengan ACCUSATIVE artinya 
menjadi "diatas", "melampaui", atau "lebih tinggi" (lih. A. T. Robertson, "Suatu Ketata-Bahasaan Yunani 
Perjanjian Baru Dalam Pandangan Penelitian Kesejarahan" hal. 625-633). Ketika Paulus ingin 
menekankan sebuah konsep ia menggunakan PREPOSISI ini dalam suatu kata majemuk. Berikut ini dalah 
daftar dari penggunaan khusus oleh Paulus dari PREPOSISI ini dalam kata majemuk. 
A. Hapax legomenon (hanya digunakan satu kali dalam PB) 

1 . Huperakmos, seseorang telah melewati masa mudanya, I Kor 7:36 

2. Huperauxano, bertambah berlimpah-limpah, II Tes 1 :3 

3. Huperbaino, melampaui batas, I Tes 4:6 

4. Huperkeina, lebih tinggi, II Kor 10:16 

5. Huperekteina, melewati batas wilayah, II Kor 10:14 

6. Huper entugchano, syafaat, Rom 8:26 

7. Hupernikao, kemenangan yang berlimpah, Rom 8:37 

8. Huperpleonazo, dalam kelimpahan yang berlebih., I Tim 1 : 14 

9. Huperupsoo, meninggikan dengan setinggi-tingginya, Flp 2:9 

10. Huperphroneo, berpikir lebih dari kemampuan, Rom 12:3 



38 



B. Kata-kata yang hanya digunakan dalam tulisan-tulisan Paulus. 

1. Huperairomai, meninggikan diri sendiri, II Kor. 12:7; II Tes. 2:4 

2. Huperballontos, tak terukur, sangat berlebih, II Kor 11:23; (disini hanya KATA DEPAN saja, 
namun bentuk KATA KERJANYA ada di II Kor 3 : 1 0; 9 : 1 4; Ef 1 : 1 9; 2 : 7; 3 : 1 9) 

3. Huperbole, melampaui target, perlindungan diri yang luar biasa, Rom 7:13; I Kor 12:31; II Kor 
1:8; 4:7,17; 22:7; Gal 1:13 

4. Huperekperissou, lebih dari segala ukuran, Ef 3 :20; I Tes 3:10; 5:13 

5. Huperlian, derajat tertinggi atau yang terbaik, II Kor 11:5; 12:11 

6. Huperoche, menonjol, berkualitas terbaik, I Kor 2: 1; I Tim 2:2 

7. Huperperisseno, to super asangat berlimpah, Rom 5:20 (middle voice, terpenuhi secara 
berlimpah, tumpah ruah, II Kor 7:4) 

C. Kata-kata yang digunakan oleh Paulus dan jarang dipakai oleh penulis PB lain. 

1. Huperano, jauh di atas, Ef 1:21; 4:10; dan Ibr. 9:5) 

2. Huperecho, kualitas tertinggi, terbaik, Rom 13:1; Flp 2:3; 3:8; 4:7; I Pet 2:13 

3. Huperephanos, berlagak /angkuh, Rom 1:30; II Tim 3:2 and Luk 1:51; Yak 4:6; I Pet 5:5. 
Paulus adalah orang yang memiliki hasrat yang besar; ketika segala sesuatu dan orang-orang dalam 

keadaan baik, mereka sangat baik danketika mereka menjadi buruk, mereka sangat buruk. PREPOSISI 
ini mengijinkannya untuk menyatakan perasaannya yang paling dalam tentang dosa, diri sendiri, dan 
Kristus dan Injil. 



1:32 "orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati" Pernyataan ini mencerminkan 
Hukum Musa. Yang di ringkas di Roma 6:16,21,23; 8:6,13. Kematian adalah lawan dari kehendak Allah 
dan kehidupan Allah (Yeh 18:32; I Tim 2:4; II Pet 3:9). 

□ "tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya" Penderitaan suka mencari 
kawan. Manusia yang jatuh menggunakan dosa orang lain sebagai suatu dalih, "semua orang berbuat 
demikian." Kebudayaan digambarkan dengan dosa-dosa khas mereka! 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitive. 

1 . Mengapa Paulus menulis kepada gerej a Roma? 

2. Mengapa Kitab Roma merupakan suatu pernyataan teologis yang penting bagi keKristenan? 

3 . Buatlah garis besar 1:18-3 :20 dengan kata-kata anda sendiri. 

4. Apakah mereka yang belum pernah mendengar Injil, ditolak karena tidak percaya Kristus? 

5. Jelaskan perbedaan antara "perwahyuan alamiah" dan "perwahyuan khusus". 

6. j abarkan kehidupan manusia tanpa Allah. 

7. Apakah ayat 24-27 berbicara tentang masalah homoseksualitas? 

39 



40 



ROMA 2 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Penghakiman Kebenaran 
dari Allah 


Penghakiman Kebenaran 
Allah 


Orang Yahudi Dibawah 
Penghakiman 


Penghakiman Allah 


Orang Yahudi Terhindar 
dari Murka 


2:1-16 


2:1-16 


2:1-11 


2:1-16 


2:1-11 


Orang Yahudi dan Hukum 
Taurat 


Orang Yahudi Bersalah 
seperti Orang Bukan Yahudi 


Dasar-dasar Penghakiman 


Orang Yahudi dan Hukum 
Taurat 


Hukum Taurat Tidak Akan 
Menyelamatkan Mereka 






2:12-16 




2:12-16 


2:17-3:8 


2:17-24 


2:17-24 


2:17-24 


2:17-24 




Tak Bermanfaatnya Sunat 






Sunat Tidak Akan 
Menyelamatkan Mereka 




2:25-29 


2:25-29 


2:25-29 


2:25-29 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL DARI ROMA 2:1-3:20 



A. Pasal 2 dan 3 menyelesaikan satuan tulisan yang dimulai dari 1:18. bagian ini membicarakan 
tentang: 
1 . ketersesatan semua manusia 

41 



2. Penghukuman Allah terhadap dosa 

3. kebutuhan manusia akan kebenaran Allah melalui Kristus dengan cara pertobatan dan iman 
pribadi. 

B. Dalam pasal 2 ada tujuh prinsip mengenai penghakiman Allah 

1 . ayat 2, berdasarkan kebenaran; 

2. ayat 5, akumulasi rasa bersalah; 

3 . ayat 6 & 7, menurut perbuatan; 

4. ayat 11, tak pandang bulu; 

5. ayat 13, gaya hidup; 

6. ayat 16, rahasia hati manusia; 

7. ayat 17-29, tidak ada kelompok bangsa yang diutamakan. 

C. Ada banyak diskusi diantara para komentator tentang siapa yang dibicarakan dalam pasal 2:1-17. 
Adalah jelas bahwa 2:12-29 berhubungan dengan orang Yahudi. Ayat 1-17 berfungsi ganda yakni 
berbicara kepada bangsa kafir moralis seperti Seneca (norma kemasyarakatan) dan kepada bangsa 
Yahudi (Hukum Musa). 

D. Dalam 1:18-21, Paulus menyatakan bahwa manusia bisa mengenal Allah melalui ciptaanNya. 
Dalam 2:14-15, Paulus juga menyatakan bahwa di dalam semua manusia ada suatu kesadaran 
moral yang diberikan oleh Allah. Dua saksi ini, ciptaan dan kesadaran, adalah dasar bagi Allah 
untuk mengutuk semua manusia, bahkan mereka yang belum pernah berhubungan dengan berita 
PL atau Injil. Manusia bertanggung jawab karena mereka tidak hidup berdasarkan pandangan 
terbaik yang mereka miliki. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 

NASKAH NASB (UPDATED): 2:1-11 

1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri 
tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, 
karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. 2 Tetapi kita tahu, 
bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. 3 Dan 
engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan 
engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari 
hukuman Allah? 4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya 
dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah 
menuntun engkau kepada pertobatan? 5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, 
engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah 
yang adil akan dinyatakan. 6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 7 ymtu hidup 
kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan 
ketidakbinasaan, 8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, 
yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. 9 Penderitaan dan kesesakan 
akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga 
orang Yunani, 10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang 
yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. 11 Sebab Allah tidak 
memandang bulu. 



42 



2:1 

NASB "siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari 

salah." 
NKJV "engkau tidak bebas dari salah, O manusia, siapapun engkau yang menghakimi" 

NRSV "engkau tidak bebas dari salah siapaun engkau, ketika engkau menghakimi orang 

lain" 
TEV "Engkau tidak bebas dari salah sama sekali, Siapapun engkau, Karena kemudian 

engkau menghakimi orang lain" 
JB "Jadi tak peduli siapa engkau, bila engkau menghakimi, engkau tidak bebas dari 

salah." 
Hal ini secara huruflah "tak ada pembelaan hukum" (lih. 1:20) Hal ini ditempatkan pertama-tama 
dalam kalimat bahasa Yunani untuk memperbesar nilai kepentingannya. Ayat 1-16 nampaknya untuk 
menghubungkan kedua pihak, baik kebenaran diri Orang-orang Yahudi legalistik dan Orang-orang 
moralis Yunani. Dengan menghakimi orang lain mereka mengutuki diri sendiri. 

2:2 "kita tahu" KATA GANTI ini kemungkinan menunjuk kepada rekan-rekan yahudi walaupun ini 
bisa juga menunjuk kepada orang Kristen. Dalam ay.2-4, paulus kembali pada teknik umumnya yaitu 
bentuk tanya jawab, yang disebut diatribe yang adalah menyajian suatu kebenaran dengan melalui 
pandangan penentangnya. Hal ini digunakan juga oleh Habakuk, maleakhi, dan para rabi dan juga para 
filosof Yunani (seperti Socrates dan Stoics). 

Frasa "kita ketahui bahwa" digunakan beberapa kali dalam kitab Roma (lih. 2:2; 3:19; 7:14; 8:22,28). 
Paulus menganggap bahwa pendengarnya memiliki suatu tingkatan pengetahuan tertentu, tidak seperti 
orang-orang kafir immoral di pasal 1 . 

□ "hukuman Allah" Alkitab sangat jelas mengenai kebenaran ini. Semua manusia akan 
mempertanggung-jawabkan kehidupannya dihadapan Allah (ay 5-9, Mat 25:31-46; Wah 20:11-15). 
Bahkan Orang Kristen akan berdiri dihadapan Kristus (lih. 14:10-12; II Kor 5:10). 

2:3 Bentuk tata bahasa dari pertanyaan retorik Paulus mengharapkan jawaban "tidak". 

□ "apakah engkau sangka" Ini adalah KATA KERJA Yunani logizomai. Paulus sering memakainya. 
(Rom 2:3,26; 3:28; 4:3,4,5,6,8,9,10,11,22,23,24; 6:11; 8:18,36; 9:8; 14:14; Gal 3:6 dan sepuluh kali di I 
and II Korintus dan dua kali di Filipi). Lihat catatan pada 4:3 dan 8:18. 

□ "Hai manusia" Ini cocok dengan istilah yang sama di ay. 1. Dalam 9:20 ini menunjuk pada orang 
Yahudi. 

2:4 Ini juga adalah suatu pertanyaan dalam bahasa Yunani. 

□ "kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya" Manusia sering salah 
mengerti tentang anugerah, kemurahan, dan kesabaran Allah dan telah mengubahnya menjadi suatu 
kesempatan untuk berdosa bukannya untuk bertobat (lih. II Pet 3:9). 

Paulus sering menjabarkan sifat Allah sebagai "kekayaan" (lih. 9:23; 11:33; Kol 1:27; Ef 1:7,18; 
2:4,7; 3:8,16; Flp 4:19). 

□ "menuntun engkau kepada pertobatan" Pertobatan adalah sangat menentukan bagi suatu 
hubungan perjanjian iman dengan Allah (lih. Mat 3:2; 4:17; Mar 1:15; 6:12; Luk 13:3,5; Kis 2:38; 
3:16,19; 20:21). Istilah ini dalam bahasa Ibrani berarti suatu perubahan tindakan, sementara dalam bahasa 

43 



Yunani berarti berubah pikiran. Pertobatan adalah kemauan untuk berubah dari keberadaan seseorang 
yang berpusat pada diri sendiri kepada suatu kehidupan yang diinformasikan dan diarahkan oleh Allah. 
Hal ini adalah panggilan untuk berbalik dari prioritas dan beban kehidupan. Pada dasarnya hal ini adalah 
suatu sikap yang baru, suatu pandangan dunia baru, tuan yang baru. Pertobatan adalah kehendak Allah 
bagi anak-anak Adam yang telah jatuh, yang diciptakan sesuai gambarNya. (Yeh 18:21, 23,32 dan II Pet 
3:9) 

Ayat-ayat PB yang mencerminkan dengan sangat baik istilah Yunani yang berbeda untuk pertobatan 
adalah II Kor 7:8-12: (1) lupeo, "berduka" atau "kesedihan" di ay 8 (dua kali), 9 (tiga kali), 10 (dua kali), 
11; (2)metamelomai, "menyesal" atau "penderitaan" di ay 8 (dua kali), 9; dan (3) metanoia, "pertobatan", 
atau "berubah pikiran" dalam ay.9, 10. Kontrasnya adalah pertobatan palsu (metamelomai) (lih. Yudas, 
Mat 27:3 dan Esau, Ibr 12:16-17) disbanding dengan pertobatan yang sungguh (metanoeo). 

Pertobatan yang sungguh secara teologis berkait dengan (1) khotbah Yesus mengenai syarat-syarat 
Perjanjian Baru (lih. Mat 4:17; Mar 1:15; Luk 13:3,5); (2) khotbah-khotbah kerasulan dalam Kisah Para 
Rasul (kerygma, lih. Kis 3:16,19; 20:21); (3) anugerah Allah yang tertinggi (lih.. Kis 5:31; 11:18 dan II 
Tim 2:25); dan (4) kebinasaan (II Pet 3:9). Pertobatan bukan lah hal pilihan! 



TOPIK KHUSUS: PERTOBATAN 

Pertobatan (sejalan dengan iman) adalah syarat perjanjian dari baik Perjanjian Lama (Nacham, I Raj 
8:47; Shuv, I Raj 8:48; Yeh 14:6; 18:30; Jo 2:12-13; Zak 1:3-4) dan Perjanjian Baru. 

1 . Yohanes Pembaptis (Mat 3 :2; Mar 1 :4; Luk 3:3,8) 

2. Yesus (Mat 4: 17; Mar 1:15; 2: 17; Luk 5:32; 13:3,5; 15:7; 17:3) 

3. Petrus (Kis 2:38; 3:19; 8:22; 11:18; UPet 3:9) 

4. Paulus (Kis 13:24; 17:30; 20:21; 26:20; Rom 2:4; II Kor 2:9-10) 

Namun apakah pertobatan itu? Apakah penderitaan? Apakah merupakan penghentian dosa? Pasal 
terbaik dalam PB untuk pemahaman konotasi-konotasi yang berbeda dari konsep ini adalah II Korintus 
7:8-11, dimana tiga istilah Yunani yang saling berhubungan dan berbeda artinya digunakan. 

1. "penderitaan" (lupe, lih. ay. 8 [dua kali], 9 [tiga kali], 10 [dua kali], 11). Ini artinya brdika atau 
tertekan dan memiliki konotasi teologis yang netral. 

2. "pertobatan" (metanoeo, lih. ay. 9,10). Ini adalah gabungan dari kata "setelah" dan "pikiran", yang 
menyatakan adanya suatu pemikiran baru, cara berpikir yang baru, sikap yang baru 
terhadapkehidupan dan Allah. Ini adalah pertobatan yang benar. 

3. "penyesalan" (metamelomai, cf. w. 8 [twice], 10). Ini adalah gabungan kata "setelah" dan 
"kepedulian". Kata ini digunakan mengenai Yudas di Mat 27:3 dan Esau di Ibr 12:16-17. Hal ini 
menyatakan penderitaan sebagai akibat dari konsekuensi bukan atas perbuatan. 

Pertobatan dan iman adalah tindakan perjanjian wajib (lih. Mar 1:15; Kis 2:38,41; 3:16,19; 20:21). 
Ada beberapa naskah yang menyatakan bahwa Allah memberikan pertobatan (lih. Kis 5:31; 11:18; II 
Tim 2:25). Namun kebanyakan naskah memandang hal ini sebagai sesuatu tanggapan perjanjian dari 
manusia yang merupakan keharusan terhadap penawaran Allah akan keselamatan yang cuma-cuma. 

Definisi istilah Ibrani dan Yunani sangat diperlukan untuk dapat mencakup arti pertobatan. Bahasa 
Ibrani mensyaratkan "suatu berubahan tindakan", sementara Yunani mensyaratkan "Perubahan Pikiran". 
Orang yang diselamatkan menerima pikiran dan hati yang baru. Ia akan berpikir dan hidup berbeda 
dengan sebelumnya. Bukannya "Mana yang untuk aku?", sekarang pertannyaannya, "Apa yang 
dikehendaki Allah?" Pertobatan bukansuatu emosi yang akanmemudar atau suatu ketidak berdosaan 
total, namun hubungan yang baru dengan Yang Kudus, yang akan mengubah seorang yang percaya 
secara progresif menjadi orang yang kudus. 



44 



2:5-9 Ayat-ayat ini menjabarkan (1) kekeras-kepaan hati manusia yang jatuh dan (2) murka dan 
penghakiman Allah. 

2:5. "kekerasan hati" Israel dijabarkan dengan cara yang sama ini dalam Kel 32:9; 33:3,5; 34:9; UI 
9:6,13,27. 

□ "hati" Lihat Topik Khusus pada 1 :24 

□ "pada hari ... murka ... Allah" Ini dinmkan "Hari Tuhan" dalam PL (lih. Yoel, Amos). Inilah 
konsep dari Hari Penghakiman, atau bagi orang percaya, Hari Kebangkitan. Manusia akan 
mempertanggungjawabkan kehidupan yang diberikan oleh Allah di hadapanNya. (lih. Mat 25:31-46; 
Wah 20:11-15). 

Catat bahwa adalah orang-orang berdosa itu sendiri ("engkau" dan "engkau sendiri") yang 
menumpuk kemurkaan. Allah hanya, pada suatu saat, mengijinkan murka yang tertimbun ini utuk 
menjadi nyata dan mengalir dengan derasnya. 

Murka, seperti semua perkataan manusia untuk menjabarkan Allah, adalah hanya suatu analogi, 
(secara antropomorfikal) yang berlaku bagi Tuhan! Allah adalah abadi, kudus dan Roh. Manusia terbatas, 
berdosa, dan badani. Allah tidak marah secara emosional seperti dalam suatu amukan. Alkitab 
menampilkan Dia sebagai yang mengasihi orang berdosa dan menginginkan mereka untuk bertobat 
namun juga memiliki penolakan yang tetap terhadap pemberontakan manusia. Allah adalah pribadi; Ia 
menghadapi dosa secara pribadi dan kita juga secara pribadi bertanggung jawab atas dosa kita. 

Satu lagi pemikiran tambahan tentang murka Allah. Dalam Alkitab kemurkaan ini pada saat ini 
(sementara, lih. 1:24, 26,28) dan pada akhir jaman (eskatologis, lih 2:5-8). Hari Tuhan (Hari 
Penghakiman) adalah satu cara dari para nabi PL memperingatkan Israel untuk bertobat pada saat ini 
sehingga hari depan mereka akan keberkatan, bukannya dihakimi (lih. UI 27-28). Para nabi PL sering 
mengambil krisis pada jamannya dan memproyeksikannya kepada hari terakhir mendatang. 

2:6 Ini adalah kutipan dari Maz 62: 12. Adalah suatu prinsip universal bahwa manusia bertanggung 
jawab atas perbuatannya dan akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah (lih. Ayb 34:11; Ams 
24:12; Pkh 12:14; Yer 17:10; 32:19; Mat 16:27; 25:31-46; Rom 2:6; 14:12; I Kor 3:8; Gal 6:7-10; II Tim 
4:14; I Pet 1:17; Wah 2:23; 20:12; 22:12). Bahkanorang-orang percaya akan mempertanggungjawabkan 
kehidupan dan pelayanannya kepada Kristus (lih. II Kor 5:10). Orang-orang percaya tidak diselamatkan 
oleh perbuatan namun diselamatkan untuk suatu tugas (lih. Ef 2:8-10 [khususnya 2:14-26]; Yakobus and 
I Yohanes). 

2:7 "kepada mereka yang" Ada suatu kontras antara orang yang dijelaskan dalam ay 7 dan mereka 
dalam ay 8 ("namun kepada mereka yang") 

□ 

NASB "hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, 

kehormatan dan ketidakbinasaan" 
NKJV "hidup kekal bagi mereka yang dengan sabar terus menerus berbuat baik mencari 

kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan" 
NRSV "kepada mereka yang dengan sabar berbuat baik mencari kemuliaan dan hormat dan 

ketidakbinasaanm Ia akan memberikan hidup yang kekal" 
TEV "Beberapa orang selalu berbuat baik, dan mencari kemuliaan, hormat, dan ketidak 

binasaan; kepada mereka Allah akan memberikan hidup yang kekal" 



45 



JB "Bagi mereka yang mencari ketenaran dan kehormatan dan ketidak binasaan dengan 

selalu berbuat baik aka nada hidup yang kekal" 

Hal ini menunjuk kepada orang seperti Kornelius (lih. Kis 10:34-35). Bagian ini mungkin 
kedengaran seperti kebenaran perbuatan (memperoleh kebenaran melalui upaya manusia), namun hal ini 
akan berlawanan dengan tema utama kitab Roma. Ingat bahwa baik ay 1-16 atau ay 1-11 adalah satu 
paragraph. Point teologis dari keseluruhan hal ini adalah bahwa Allah tidak memandang muka (ay 11) 
dan bahwa sekua telah berdosa (ay 12). Jika orang hidup sesuai dengan pandangan yang telah mereka 
miliki (perwahyuan alam untuk orang bukan Yahudi, perwahyuan khusus bagi orang Yahudi, (lih. 10:5) 
maka mereka akan menjadi benar dengan Allah. Bagaimanapun, ringkasan dari 3:9-18,23 menunjukkan 
bahwa tak satupun pernah memilikinya, mereka bahkan mustahil untuk memilikinya! Sebuah kehidupan 
kudus yang diubahkan dari seorang percaya dipandang sebagai mengkonfirmasikan dan mem-validasi 
tangapan iman awalnya. Keidupan yang diubahkan adalah bukti dari berdiamnya Roh Allah (lih. 
ayl0,13; Mat 7; Ef 2:8-10; Yak 2:14-26 and I Yohanes). Lihat Topik Khusus: Kebutuhan akan 
Ketekunan pada 8:25. 

□ "hidup kekal" Ini adalah frasa khas dari tulisan-tulisan Yohanes dan digunakan beberapa kali dalam 
Injil Sinoptik. Paulus nampaknya mengambil frasa ini dari dan 12:2 (lih. Titus 1:2; 3:7), dimana hal ini 
menyatakan kehidupan di jaman baru, hidup dalam persekutuan dengan Allah, hidup yang dibangkitkan. 
Ia menggunakannya pertama kali dalam Gal 6:8. Hal ini adalah tema umum dalam bagian doktrin dari 
kitab Roma (lih. 2:7; 5:21; 6:22,23). Ini juga muncul beberapa kali dalam surat-surat pastoral (lih. I Tim 
1:16; Titus 1:2; 3:7). 

2:8 

NASB "mereka yang berambisi mencari kepentingan sendiri" 

NKJV, NRSV "mereka yang mencari kepentingan sendiri" 

TEV "orang lain adalah mementingkan diri sendiri" 

NJB "mereka yang berdasar kecemburuan" 

Istilah ini aslinya berarti "bekerja untuk direkrut" (lih. Tob. 2: 1 1). 

Louw and Nida, Kamus Bahasa Yunani-Inggris, vol 2, hal. 104, mendaftar dua kegunaan dari istilah 
ini. 

1. "ambisi yang mementingkan diri sendiri". Menggunakan Rom 2:8 yang menyebutkan "ingin untuk 
lebih baik dari orang lain" yang cocok dengan konteks ini. 

2. "permusuhan", menggunakan Flp 1:17 yang menyebutkan "persaingan" sebagai salah satu pilihan 
terjemahan (Lihat juga II Kor 12:20; Gal 5:20; Flp 2:3; Yak 3:14,16) 

□ "yang tidak taat kepada kebenaran" Istilah "kebenaran" (aletheia) digunakan dalam pengertian 
Ibrani (emeth) dari kejujuran dan kebisa-dipercayaan. Dalam konteks ini, kata ini berfokus di moral 
bukan intelektual. Lihat Topik Khusus: Kebenaran danlam Tulisan-tulisan Paulus pada 1:18. 

2:9 "setiap orang yang hidup" Paulus meggunakan istilah Yunani pas yang diterjemahkan sebagai 
"semua" atau "setiap" sedemikian seringnya dalam pasal-pasal pembukaan dari kitab Roma ini untuk 
menunjukkan pengaruh dari baik "kabar buruk" (ketersesatan manusia dan penghakiman Allah yang 
tidak memihak) dan "kabar baik" (Penawaran Allah akan keselamatan yang cuma-Cuma dan 
pengampunan sepenuh dalam Kristus kepada siapa yang bertobat dan percaya). 

Konteks ini secara kuat menyatakan penghakiman universal dan konsekuensi-konsekuensi yang 
dihasilkannya. Kebenaran ini menuntut suatu kebangkitan baik orang benar dan orang jahat (lih. Dan 
12:2; Yoh 5:28-29; Kis 24:15). 



46 



Jika ayat-ayat 6-11 adalah suatu chiasma atau inverse, maka ay 8-9 adalah ayat kunci yang 
menyatakan penghukuman atau pembuat kejahatan. 

2:9-10 "pertama-tama orang Yahudi" Ini diulangkan kembali untuk memberi tekanan. Orang Yahudi 

adalah yang diberi kesempatan pertama karena mereka memiliki perwahyuan dari Allah. (lih. 1:16; Mat 

10:6; 15:24; Yoh 4:22; Kis 3:26; 13:46), namun mereka juga yang pertama dalam penghakiman (lih. 9- 

1 1) karena mereka adalah memiliki wahyu Allah (lih. 9:4-5). 

2:11 

NASB, NKJV "sebab Allah tidak memandang bulu" 

NRSV "Sebab Allah tidak menunjukkan adanya pemihakan" 

TEV "Karena Allah menghakimi setiap orang dengan tolok ukur yang sama" 

NJB "Tidak ada favoritisme dengan Allah" 

Secara huruflah ini adalah "mengangkat muka", yang adalah penggambaran dari system pengadilan 
PL (lih. Im 19:15; UI 10:17; II Taw 19:7; Kis 10:34; Gal 2:6; Ef 6:9; Kol 3:25; I Pet 1:17). Apabila 
seorang hakim melihat kepada siapa ia mengadili maka besar kemungkinan terjadinya kecondongan. 
Oleh karena itu, ia tidak akan mengangkat muka dari orang yang berdiri dihadapannya. 



TOPIK KHUSUS: RASIALISME 

I. Pendahuluan 

A. Ini adalah pernyataan universal dari manusia yang jatuh di tengah masyarakatnya. Ini adalah ego 
manusia, mendukung diri sendiri di belakang orang lain. Rasialisme adalah, dalam banyak hal, 
suatu gejala moderen, sementara nasionalisme (atau kesukuan) adalah lebih merupakan 
ungkapan yang kuno. 

B. Nasionalisme dimulai di Babel (Kej 11) dan yang pada mulanya berhubungan dengan tiga anak 
Nuh yang merupakan cikal bakal segala ras (Kej 10). Namun demikian, sangatlah jelas dalam 
Alkitab bahwa manusia berasal dari satu sumber, (lih. Gen 1-3; kis 17:24-26). 

C. Rasialisme adalah hanya salah satu dari banyak prasangkaan. Beberapa bentuk lainnya adalah 
(1) kegila-hormatan akibat pendidikan; (2) keangkuhan berdasar tingkatan sosial ekonomi; 
(3)legalisme agamawi yang membenarkan diri sendiri; dan (4) keanggotaan politis yang 
dogmatic. 

II. Bahan-bahan Alkitabiah 
A. Perjanjian Lama 

1 . Kej 1 :27 - Manusia, laki-laki dan perempuan, diciptakan dalam gambar dan rupa Allah, yang 
membuat mereka unik. Ini juga menunjukkan nilai dan harga diri individual mereka, (lih. 
Yoh 3:16) 

2. Kej 1:11-25 - Catat frasa ini, "... sejenisnya...." Sepuluh kali. Ini telah dipakai untuk 
mendukung adanya segregasi rasial dalam masyarakat. Bagaimanapun sangatlah jelas dalam 
konteks bahwa hal ini menunjuk kepada binatang dan tumbuhan dan bukan pada manusia. 

3. Kej 9: 18-27 - Ini banyak dipakai untuk mendukung adanya dominasi rasial. Haruslah diingat 
bahwa Allah tidak mengutuk Kanaan. Nuh, kakeknyalah, yang mengutuknya setelah bangun 
dari kemabukannya. Alkitab tidak pernah mencatat bahwa Allah mengkonfirmasikan 
sumpah/kutukan ini. Bahkan bila Ia mengiyakan, ini tidak akan berpengaruh pada ras kulit 
hitam. Kanaan adalah bapa dari mereka yang berdiam di wilayah Palestina dan lukisan 
dinding di Mesir menunjukkan bahwa mereka tidak berkulit hitam. 

4. Yosua 9:23 - Ini banyak dipakai untuk membuktikan bahwa satu ras akan melayani ras lain. 
Namun demikian, dalam konteks, suku Gibeon berasala dari ras yang sama dengan Yahudi. 



47 



5. Ezra 9-10 dan Nehemia 13 - Ayat-ayat ini sering digunakan dalam pengertian rasial, namun 
konteksnya menunjukkan bahwa perkawinan tersebut dikutuk, bukan karena ras (mereka 
semua berasal dari anak Nuh yang sama, Kejadian 10), namun karena alasan agama. 
B. Perjanjian Baru. 

1. Kitab-kitab Injil 

a. Yesus mempergunakan kebencian antara orang Yahudi dan Samaria dalam beberapa hal, 
untuk menunjukkan bahwa kebencian rasial bukan hal yang pantas. 

(1) perumpamaan orang Samaria yang baik hati (Luk 10:25-37) 

(2) perempuan di sumur (Yoh 4) 

(3) orang kusta yang berterima kasih (Luk 17:7-19) 

b. Injil adalah bagi semua orang 

(1) Yohanes3:16 

(2) Lukas 24:46-47 

(3) Ibrani 2:9 

(4) Wahyu 14:6 

c. KerajaanNya akan mencakup seluruh manusia 

(1) Lukas 13:29 

(2) Wahyu 5 

2. Kisah Para Rasul 

a. Kisah 10 adalah suatu kutipan yang definitif dari kasih Allah yang bersifat universal dan 
berita universal dari Injil. 

b. Petrus diserang karena tindakannya dalam Kisah 11 dan permasalahan ini tidak 
terselesaikan sampai Dewan Yerusalem di Kisah 15 bertemu dan menemukan suatu 
penyelesaian. Ketegangan antara Orang yahudi dan bukan Yahudi di abad pertama 
sangatlah tajam. 

3 . Paulus 

a. Tak ada batasan dalam Kristus 

(1) Gal 3:26-28 

(2) Ef 2: 11-22 

(3) Kol 3:11 

b. Allah tidak memandang bulu 
(l)Rom2:ll 

(2)Ef6:9 

4. Petrus dan Yakobus 

a. Allah tidak memandang muka, I Pet 1:17 

b. Karena Allah tidak menunjukkan pemihakan, demikian pula seharusnya umatNya, Yak 
2:1 

5. Yohanes 

Satu dari pernyataan yang keras mengenai tanggung jawab dari orang percaya dapat 
ditemukan di I Yoh 4:20 
III. Kesimpulan 

A. Rasialisme, atau sejalan dengan ini, prasangka jenis apapun, benar-benar tidak pantas untuk 
anak-anak Tuhan. Simak kutipan dari Henlee Barnette, yang berbicara dalam sebuah forum di 
Glorieta, New Mexico untuk Christian Life Commision tahun 1964. " Rasialisme adalah 
kemurtadan karena hal ini tidak alkitabiah dan bukan keKristenan, selain juga tidak ilmiah" 



48 



B. Masalah ini membuka kesempatan bagi orang Kristen untuk menunjukkan kasih, pengampunan 
dan pengertian terhadap dunia yang terhilang, seperti Kristus. Penolakan orang Kristen di bidang 
ini menunjukkan ketidak dewasaan dan suatu kesempatan bagi si jahat untuk menghambat iman, 
keyakinan, dan pertumbuhan orang percaya. Hal ini juga bisa menjadi suatu penghalang bagi 
orang yang terhilang untuk datang pada Kristus. 

C. Apa yang bisa saya perbuat? (Bagian ini diambil dari sebuah traktat dari Christian Life 
Commision yang berjudul "Hubungan-hubungan Rasial". 

"DI TINGKAT PRIBADI" 

□ Terima tanggung jawab anda sendiri dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan 
dengan ras 

□ Melalui doa, belajar Alkitab, dan bersekutu dengan mereka yang berbeda rasnya, 
perjuangkan untuk menghapus prasangka-prasangka rasial dalam hidup anda. 

□ Kemukakan kesadaran anda tentang ras, khususnya ditempat dimana mereka yang 
membangkitkan kebencian rasial tidak ada yang menghalangi. 

"DALAM KEHIDUPAN KELUARGA" 

□ Akuilah kepentingan dari pengaruh keluarga dalam pembentukan sikap terhadap ras. 

□ Berusahalah untuk membangun suatu sikap Kristiani dengan membicarakan apa yang 
didengar oleh orang tua dan anak-anak mengenai masalah ras di luar rumah. 

□ Orang tua harus berhati-hati dalam memberikan contoh ke Kristenan dalam kaitan dengan 
orang yang berlainan ras. 

□ Cari kesempatan untuk mencipatakan persahabatan keluarga keluar batas rasial. 
"DI DALAM GEREJA ANDA" 

□ Dengan berkhotbah dan mengajar kebenaran Alkitab yang berkaitan dengan ras, jemaat 
dapat dimotivasi untuk menjadi contoh bagi masyarakat luas. 

□ Penyembahan, persekutuan, dan pelayanan seluruh gereja harus terbuka bagi semua orang, 
sebagaimana gereja-gereja PB tidak mengenal halangan rasial. (Ef2:ll-22; Gal 3:26-29). 

"DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI" 

□ Membantu mengatasi semua diskriminasi rasial di dunia kerja. 

□ Bekerja melalui semua jenis organisasi-organisasi kemasyarakatan untuk menjunjung tinggi 
persamaan hak dan kesempatan, dengan mengingat bahwa yang harus diserang adalah 
masalah ras dan bukan orangnya. Tujuannya ialah untuk mempromosikan pengertian, bukan 
menciptakan kepahitan. 

□ Bila nampaknya bijak, organisir suatu panitia khusus yang terdiri dari warga yang peduli 
untuk tujuan membuka jalur-jalur komunikasi di masyarakat untuk pendidikan masyarakat 
umum dan untuk tindakan khusus dalam meningkatkan hubungan. 

□ Dukung undang-undang dan wakil rakyat dalam meloloskan undang-undang yang 
meninggikan keadilan rasial dan menentang undang-undang yang melakukan prasangka 
untuk keuntungan politik. 

□ Percayakan petugas-petugas penegak hukum untuk melaksanakan hokum tanpa diskriminasi. 

□ Hentikan kekerasan, dan dorong ketaatan pada hukum, melakukan apapun yang mungkin 
sebagai warga Kristen untuk meyakinkan bahwa struktur hokum tidak menjadi alat-alat 
ditangan mereka yang mendukung diskriminasi. 

□ Menjadi teladan dari roh dan pikiran Kristus dalam semua hubungan antar manusia. 



49 



NASKAH NASB (UPDATED): 2:12-16 

12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan 
semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. 13 Karena 
bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang 
melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak 
memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, 
maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri 
mereka sendiri. 15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di 
dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau 
saling membela. 16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang 
kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus 
Yesus. 

2:12 "sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat" Allah akan menuntut pertanggung 
jawaban semua manusia, bahkan jika mereka belum pernah diberi tahu tentang PL atau Injil. Semua 
orang memiliki suatu tingkat pengertian mengenai Allah melalui ciptaanNya (lih. 1:19-20; Maz 19:1-6), 
dan suatu pengertian moral bawaan, (lih. 2:14-15). Yang menjadi tragedi adalah bahwa semua telah atas 
kehendak mereka melanggar terang yang mereka miliki, (lih. 1:21-23; 3:9,19,23; 11:32; Gal 3:22). 

□ "Hukum Taurat (the Law)" Tidak ada ARTICLE dalam istilah "hokum". Struktur ketata-bahasaan 
ini biasanya menekankan dari kualitas KATA BENDAnya. Bagaimanapun, dalam kitab Roma Paulus 
menggunakan istilah "Hukum Taurat (the Law)" untuk menunjuk pada beberapa hal yang berbeda (1) 
Hukum Romawi; (2) Hukum Musa; atau (3) konsep kemasyarakatan manusia secara lebih umum. 
Konteks, bukan ARTICLE, harus menyatakan yang mana. Konteks ini menekankan bahwa semua 
manusia memiliki suatu tingkat pengetahuan akan perwahyuan Allah secara alamiah akan DiriNya 
sendiri dalam hati mereka (ay 15). 

2:13 "karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah" 

Istilah "pendengar" dalam penggunaan rabinik memiliki pengertian yang khusus yaitu siswa Taurat. Ingat 
para penulis PB adalah pemikir Ibrani yang menulis menggunakan bahasa Yunani Koine. Oleh karena 
itu, analisis kata-kata harus dimulai dengan Septuaginta, bukan kamus bahasa Yunani. 

Istilah "benar" atau "dibenarkan" (kike dalam segala bentuknya) adalah istilah yang sangat 
menentukan dalam teologia Paulus (lih. 3:4,20,24,26,28,30; 4:2,5; 5:1,9; 6:7; 8:30,33). Kata-kata "adil", 
"membenarkan", "pembenaran", " benar" dan "kebenaran" diturunkan dari kata dikaios. Lihat Topik 
Khusus: Kebenaran pada 1:17. Dalam bahasa Ibrani (tsadag) aslinya menunjuk kepada sebuah buluh 
yang panjang dan lurus (15 sampai 20 kaki) yang digunakan untuk mengukur barang-barang, seperti 
tembok atau pagar, untuk pemipaan. Kata ini digunakan sebagai gambaran dari Allah sebagai tolok ukur 
keadilan/kebenaran. 

Dalam tulisan-tulisan Paulus kata ini memiliki focus ganda. Pertama, kebenaran milik Allah sendiri 
diberikan kepada manusia berdosa sebagai anugerah cuma-Cuma melalui iman dalam Kristus. Ini sering 
disebut dengan kebenaran oleh anugerah atau anugerah forensic. Hal ini menunjuk kepada kedudukan 
hokum seseorang dihadapan Allah yang benar. Inilah asal dari tema terkenal Paulus "pembenaran oleh 
iman". Kedua, tindakan Allah untuk memulihkan manusia berdosa menjadi gambarNya (lih. Kej 1:26- 
27), atau dengan cara lain, untuk menghasilkan keserupaan dengan Kristus. Ayat ini - seperti Mat 7:24; 
Luk 8:21 dan 11:28; Yoh 13:17; Yak 1:22-23,25 - mendorong orang percaya untuk menjadi pelaku dan 
bukan hanya pendengar. Kebenaran oleh anugerah harus menghasilkan kehidupan yang benar. Allah 
mengampuni dan mengubah orang berdosa! Pemakaian kata ini oleh Paulus adalah secara legal dan etis. 

50 



Perjanjian baru memberikan kepada manusia kedudukan hukum namun juga menuntut gaya hidup kudus. 
Cuma-cuma, namun mahal. 

□ "tetapi yang melakukan hukum Taurat..." Mengenal Allah menuntut suatu gaya hidup ketaatan 
yang baru (lih. Im 18:5; Mat 7:24-27; Luk 8:21; 11:28; JohYoh 13:17; Yak 1:22-25; 2:14-28). Dalam 
banyak hal konsep ini meniru istilah Ibrani shema, yang berarti mendengar dan juga melakukan (lih. UI 
5:1; 6:4; 9:1; 20:3; 27:9-10). 

2:14 

NASB "Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri 

melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki 

hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri." 
NKJV "karena ketika orang bukan Yahudi, yang tidak memiliki Taurat, secara alamiah 

melakukan perbuatan sesuai yang tertulis dalam Taurat, mereka ini, walaupun tidak 

memiliki hukum Taurat, menjadi hukum bagi dirinya sendiri." 
NRSV "Ketika orang bukan Yahudi, yang tidak memiliki Taurat, secara intuitif melakukan 

perbuatan yang disyaratkan oleh Taurat, mereka ini, walaupun tidak memiliki hukum 

Taurat, menjadi hukum bagi dirinya sendiri. 
TEV "Orang bukan Yahudi tidak memiliki taurat, namun bilamana atas dasar kehendak bebas 

mereka berbuat apa yang diprtintahkan Taurat, mereka menjadi hukum bagi mereka 

sendiri, sekalipun mereka tidak memiliki taurat." 
JB "Misalnya, orang kafir ang tak pernah mendengar Taurat namun oleh suatu hal dipimpin 

untuk melakukan perintah Taurat, mungkin tidak memiliki Taurat itu, namun, mereka 

dapat dikatakan menjadi hukum Taurat itu sendiri." 
Semua budaya memiliki suatu hukum moral batiniah, norma social. Mereka bertanggung jawab atas 
terang ayng mereka miliki (lih. I Kor 9:21). Ayat ini tidak diartikan untuk menyatakan bahwa mereka 
bisa benar dengan Allah jika mereka hidup sesuai dengan terang dalam kebudayaan mereka, namun 
mereka bertanggung jawab atas pengenalan bawaan mereka akan Allah. 

2:15 "mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela". Ada suatu 
suara moral batiniah. Namun hanya Kitab Suci, yang diterangi oleh Rohlah, yang bisa dipercaya 
sepenuhnya. Kejatuhan telah mempengaruhi suara hati kita. Namun demikian, ciptaan (1:18-20) dan 
hukum moral batiniah ini (2:14-15) adalah seluruh pengenalan akan Allah yang dimiliki beberapa orang. 
Tidak ada istilah Ibrani yang searti dengan kata Yunani untuk "suara hati" (syneidesis). Konsep Yunani 
untuk suatu pengertian moral batiniah tentang baik dan buruk sering didiskusikan oleh para Filosof Stoic. 
Paulus tidak asing dengan para filosof Yunani (ia mengutip Cleanthes dalam Kis 17:28; Menander dalam 
I Kor 15:33, dan Epimenides dalam Titus 1:12) dari pendidikannya yang mula-mula di Tarsus. Kota 
kelahirannya iniu terkenal dengan sekolah-sekolah filsafat dan pidato dalam bahasa Yunani yang terbaik. 

2:16 "pada hari" Lihat catatan pada 2:5. 

□ "sesuai dengan Injil yang kuberitakan" Dalam konteks hal ini menunjuk pada khotbah Paulus 
mengenai perwahyuan dari Yesus Kristus. PRONOUN "ku" mencerminkan pemahaman Paulus akan 
tugas pelayanan Injil yang telah dipercayakan kepadanya (lih. 16:25; I Kor 15:1; Gal 1:11; I Tim 1:11; II 
Tim 2:8). Memang Injil tidak hanya miliknya, namun sebagai Rasul dari bangsa bukan Yahudi ia merasa 
suatu tanggung jawab yang luar biasa untuk menyebarkan kebenaran tentang Yesus di dunia Yunani - 
Romawi. 

51 



□ "Allah.... akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia" Allah tahu 
hati umatNya (lih. I Sam 2:7; 16:7; I Raj 8:39; I Taw 28:9; II Taw 6:30; Maz 7:9; 44:21; 139:1-6; Ams 
15:11; 21:2; Yer 11:20; 17:10; 20:12; Luk 15:16; Kis 1:24; 15:8; Rom 8:27; Wah 2:23). Allah bapa, 
dengan perantaraan AnakNya, akan membawa baik motif maupun perbuatan kepada pemeriksaan 
pengadilan (lih. Mat 25:31-46; Wah 20:11-15). 

□ "oleh Kristus Yesus" Yesus tidak datang untuk bertindak sebagai hakim (lih. Yoh 3:17-21). Ia 
dalatang untuk menyatakan Allah Bapa, mati sebagai suatu penebusan, dan untuk memberikan pada 
orang percaya suatu contoh untuk diikuti. Ketika orang menolak Yesus mereka menghakimi diri mereka 
sendiri. 

Namun demikian, PB juga mengajar bahwa Yesus akan bertindak sebagai wakil Bapa dalam 
penghakiman (lih. Yoh 5:22, 27; Kis 10:42; 17:31; II Tim 4:1). Ketegangan antara Yesus sebagai Hakim 
dan/atau Juru Selamat dapat dilihat di Injil Yohanes (bandingkan 3:17-21 dengan 9:39). 

NASKAH NASB (UPDATED): 2:17-24 

17 Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, 
bermegah dalam Allah, 18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum 
Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak, 19 dan yakin, bahwa engkau adalah 
penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan, 

pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat 
engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran. 21 Jadi, bagaimanakah engkau yang 
mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan 
mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri? 22 Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," 
mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau 
sendiri merampok rumah berhala? 23 Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau 
sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? 24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh 
karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain." 

2:17 "jika" Ini adalah suatu kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk tujuan penulisannya. Syarat ini berkembang ke ay. 20, hanya tidak 
memiliki kesimpulan, oleh karena itu, TEV menterjemahkannya sebagai anggapan mengenai peneguhan 
akan dibuat oleh Yesus. Orang Yahudi percaya pada nenek moyang, tradisi, dan perbuatan untuk 
mendapatkan keselamatan, (lih. Mat 3:9; Yoh 8:33,37,39). 

□ "Bermegah dalam Allah" Banyak orang Yahudi mendasarkan diri pada (l)garis keturunan rasial 
mereka dan (2)perbuatan mereka dalam melaksanakan hukum Musa sebagai cara untuk dapat diterima 
oleh Allah. Namun demikian, lealisme kebenaran diri mereka justru memisahkan mereka dari Allah (Mat 
5:20; Gal 3). Sungguh suatu ironi yang tragis. 

Paulus membangun gagasan mengenai bermegah dalam I Korintus. Paulus menghadapi 
intelektualisme yang angkuh dari Israel dan Yunani. Pada dasarnya tidak ada daging yang bisa berbangga 
dihadapan Allah. (lih. Ef 2:8-9, atau secara kasar bisa dikatakan bahwa, Allah tidak mendapatkan sesuatu 
keuntungan yang berharga ketika Ia menemukan anda!). 



52 



TOPIK KHUSUS: BERMEGAH 

Istilah Yunani kauchaomai, kauchema, dan kauchesis ini digunakan kira-kira sebanyak tiga puluh 
lima kali oleh Paulus dan hanya dua kali di luar surat Paulus di PB (keduanya di surat Yakobus). 
Penggunaannya yang terutama adalah di I dan II Korintus. 

Ada dua kebenaran pokok yang berhubungan dengan bermegah: 

□ Tak ada daging yang akan berbangga/bermegah dihadapan Allah (I Kor 1 :29; Ef 2:9) 

□ Orang percaya harus bermegah di dalam Tuhan (lih. I Kor 1:31; II Kor 10:17, yang merupakan 
bayangan dari Yer 9:23-24) 

Oleh karenanya, ada berbangga/bermegah yang pantas dan yang tidak (yaitu: kesombongan) 

2. Yang Pantas. 

a. dalam pengharapan kemuliaan (lih. Rom 4:2) 

b. dalam Allah melalui Tuhan Yesus (lih. Rom 5:11) 

c. dalam salib Tuhan Yesus Kristus (yaitu tema utama Paulus), lih I Kor 1 : 17-18; Gal 6: 14) 

d. Paulus bermegah dalam 

(1) pelayanannya yang tanpa imbalan (lih. I Kor 9:15,16; II Kor 10:12) 

(2) otoritas yang dari Kristus (lih. II Kor 10:8,12) 

(3) Tidak bermegahnya ia atas pekerjaan orang lain(sebagaimana dilakukan oleh beberapa 
orang di Korintus, lih. II Kor 10:15) 

(4) keturunan rasialnya (sebagaimana dilakukan oleh orang-orang lain di Korintus, lih. II 
Kor 11:17; 12:1,5,6) 

(5) Gereja-gerejanya 

(a) Korintus (II Kor 7:4,14; 8:24; 9:2; 11:10) 

(b) Tesalonika (II Tes 1:4) 

(6) Keyakinannya dalam pembebasan dan penghiburan Allah (II Kor 1:12) 

3 . Yang Tidak Pantas 

a. dalam hubungan dengan warisan Yahudi (lih. Rom 2: 17, 23; 3 :27; Gal 6:13) 

b. beberapa orang di Korintus bermegah: 

(1) dalam manusia (lih. I Kor 3:21) 

(2) dalam hikmat (lih. I Kor 4:7) 

(3) Dalam kebebasan (lih. I Kor 5:6) 

c. Guru-guru palsu mencoba bermegah dalam gereja di Korintus (lih. II Kor 11:12) 



2:18 "dapat tahu (mengesahkan)" Lihat Topik Khusus mengenai Pengujian berikut ini: 

TOPIK KHUSUS: ISTILAH YUNANI UNTUK "PENGUJIAN" BERIKUT KONOTASI- 
KONOTASINYA 

Ada dua istilah Yunani yang memiliki pengertian menguji seseorang untuk tujuan tertentu. 

1 . Dokimazo, dokimion, dokimasia 

Istilah ini adalah istilah metalurgi untuk menguji keaslian sesuatu (penggambaran dari 
seseorang) oleh api. Api ini menyatakan logam yang sesungguhnya dengan membakar habis 
(memurnikan dari) kotoran-kotorannya. Proses alamiah ini menjadi suatu ungkapan yang kuat 
bagi Allah atau manusia yang menguji orang lain. Istilah ini digunakan hanya dalam pengertian 
positif dari pengujian dengan suatu pandangan kepada penerimaan. 
Kata ini digunakan dalam PB untuk menguji: 

53 



a. lembu j antan, Lukas 14:19 

b. diri kita sendiri, I Kor 1 1 :28 

c. iman kita, Yak 1:3 

d. bahkan Allah, Ibr 3:9 

Hasil dari pengujian ini diasumsikan akan positif (lih. Rom 1:28; 14:22; 16:10; II Kor 10:18; 
13:3; Flp 2:27; I Pet 1:7). Oleh karena itu, istilah ini membawa pengertian mengenai seseorang yang 
telah diuji dan terbukti 

a. bernilai tinggi 

b. baik 

c. asli 

d. berharga 

e. terhormat 

2. Peirazo, peirasmos 

Istilah ini memiliki konotasi ujuan untuk maksud mencari kesalahan atau penolakan. Ini sering 
digunakan dalam kaitan dengan pencobaan Yesus di padang gurun. 

a. Kata ini membawa pengertian uantk menjebak Yesus (lih. Mat. 4:1; 16:1; 19:3; 22:18,35; 
Mar 1:13; Luk 4:2; 10:25; Ibr 2:18). 

b. Istilah ini (peirazo) digunakan sebagai gelar dari Setan dalam Mat 4:3; I Tes 3:5. 

c. Kata ini (dalam bentuk majemuk, ekpeirazo) digunakan oleh Yesus untuk tidak mencobai 
Allah. (lih. Mat 4:7; Luk 4:12; juga lihat I Kor 10:9) 

d. Kata ini digunakan dalam hubungan dengan godaan dan pencobaan bagi orang-orang 
percaya (lih. I Kor 7:5; 10:9,13; Gal 6:1; I Tes 3:5; Ibr 2:18; Yak 1:2,13,14; I Pet 4:12; II Pet 
2:9). 



□ "Hukum Taurat" Ayat 17a membahas tentang orang Yahudi, oleh karena itu istilah "Hukum" 
harus menunjuk kepada Hukum Taurat Musa. Hal ini ditegskan oleh ayat 25 yang membahas mengenai 
sunat. 

2:18-20 Para pemimpin Yahudi percaya bahwa cara mereka (sekte Yudaisme mereka) adalah cara yang 
paling benar, satu-satunya jalan menuju pada Allah. Mereka yakin bahwa mereka adalah guru yang benar 
mengenai hal-hal keagamaan. Hak istimewa membawa tanggung jawab (Luk 12:48) 
Catat frasa-frasa parallel dari keyakinan mereka: 

1. suatu panduan bagi orang buta, ay 19 

2. suatu terang bagi mereka yang dalam kegelapan, ay 19 

3. suatu pengkoreksi bagi orang-orang bodoh, ay 20 

4. seorang guru bagi yang belum dewasa, ay 20 

5. memiliki dalam hukum suatu kandungan pengetahuan akan kebenaran, ay 20 

2:21-24 Jika seseorang mempercayakan diri pada ketaatan pribadi, maka ketaatan tersebut haruslah 
lengkap (lih. Mat 5:20, 48; Gal 3:10 yang adalah kutipan dari UI 27:26 dan Yak 2:10). Ini adalah sebuah 
kemustahilan bagi manusia yang telah jatuh. Paulus menanyakan lima pertanyaan retorik dari orang 
Yahudi pembaca/pendengarnya dalam ay 21-23. 

2:22 Sukarlah untuk diketahui apakah Paulus menunjuk pada ay 22-23. Karena penjelasannya tidak 
cocok dengan pandangan kebanyakan orang Yahudi jaman Paulus, mungkin dosa-dosa ini digunakan 
dalam pengertian rohani serupa dengan bagaimana Yesus menafsirkan Hukum Taurat dalam Mat 5:20- 

54 



48. George Ladd dalam Sebuah Teologi Perjanjian Baru, mengatakan "Paulus pasti menunjuk pada 
merampok kemuliaan yang seharusnya bagi Allah, suatu perzinahan rohani, dan penajisan atas pemujaan 
bagi Allah sendiri, dengan meninggikan diri mereka sebagai hakim dan tuan atas rekan sesama ciptaan 
mereka." Hal. 505. 

2:22 "jijik akan segala berhala" Berbalik meninggalkan sesuatu karena suatu bau busuk adalah akar 
kata dari istilah ini. 

"engkau sendiri merampok rumah berhala?" Secara sejarah tidaklah jelas apa yang dituju oleh kata- 
kata ini, namun ini bagaimanapun berkaitan dengan penyembahan berhala. 

2:24 Ini adalah kutipan dari Yesaya 52:5 dalam Septuaginta. Berkat Allah atas Israel untuk pemeliharaan 
perjanjian (lih Ulangan 27-28), diartikan sebagai suatu kesaksian bagi dunia. Namun demikian, Israel 
tidak pernah memelihara perjanjian, oleh karena itu dunia hanya melihat penghukuman Allah (Yeh 
36:22-32). Israel harusnya menjadi kerajaan dari imam-imam (lih. Kel 19:5-6), untuk membawa seluruh 
dunia kepada YHWH (lih. Kej 12:3; Ef 2:11-3:13). Lihat Topik Khusus: Kecondongan Evangelical Saya 
pada 1:5. 

NASKAH NASB (UPDATED): 2:25-29 

25 Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau 
melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. 26 Jadi jika orang yang tak 
bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan 
orang yang telah disunat? 27 Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan 
hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang 
melanggar hukum Taurat. 28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, 

29 

dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang 
Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, 
secara rohani, bukan secara huruflah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, 
melainkan dari Allah. 

2:25 "sunat" Paulus masih menggunakan diatribe (serangan kata-kata). Seseorang akan mengangkat 
suatu pernyataan bahwa, paling tidak saya telah disunat (lih. Kej 17:10-11). Kita adalah keturunan 
Abraham. Paulus secara tegas dan penyakitkan menelanjangi pengharapan yang sangat disukai orang 
Yahudi. (Mat 3:7-10; Yoh 8:31-59). 

Seluruh tetangga Israel kecuali Filistin adalah orang-orang bersunat. Bukanlah tindakannya itu sendiri 
yang penting artinya; namun adalah iman yang terus-menerus dari penerimanya (ay 26-27). Hal ini 
berlaku bagi semua ritual agama. Orang beragama sering menginginkan berkat perjanjian Allah, namun 
tanpa adanya suatu tanggung jawab. 

2:25-26 "jika... jika... jika" Ini adalah tiga buah kalimat THIRD CLASS CONDITIONAL yang 
menunjuk kepada kemungkinan tindakan di masa depan. Ketaatan (lih. UI 27-30) adalah kunci dalam 
argument Paulus di pasal 2, namun bukan di 3:21-31 (lih. Gal 3) 

2:26-27 Ayat-ayat ini menawarkan pengharapan bahwa beberapa orang bukan Yahudi telah menanggapi 
terang yang mereka miliki. Satu-satunya contoh Alkitabiah dari hal ini adalah Kornelius dalam Kis 10. 
Meskipun ia tidak cocok betul dengan ayat ini karena ia adalah orang yang takut pada Allah dan 
menyembah di sinagog setempat. 



55 



Ayat-ayat ini dalam kenyataannya adalah suatu point yang saling melengkapi dengan argument 
Paulus tentang perlunya keselamatan bagi orang Yahudi. Roma 3:23 adalah ringkasan bahwa semua 
manusia akan terhilang secara rohani tanpa Kristus. Jika ada orang bukan Yahudi yang hidup sesuai 
dengan terang yang mereka miliki dari ciptaan dan suatu kesadaran moral batiniah, Allah akan 
menyediakan kesempatan bagi mereka untuk menanggapi Kristus - entah bagaimana, dengan cara 
tertentu, pada waktu tertentu. 

2:28-29 "bukan orang Yahudi. . .orang Yahudi" Ini adalah diskusi yang sangat penting sekali karena 
perkembangan teologi modern tentang dispensasionalisme dan upayanya untuk memisahkan dan 
mengkotak-kotakkan uamt Allah dalam PL dari umat Allah dalam PB. Hanya ada satu perjanjian dan 
satu umat (lih. Rom 9:6; Gal 3:7-9, 29; 6:16; I Pet 3:6). Perjanjian Baru adalah mengembangan dan 
penggenapan dari yang lama. Umat Allah telah selalu menjadi umat oleh iman dan bukan karena 
keturunan. Mereka adalah "manusia hati", bukan manusia ritual atau rasial. Iman, bukan orang tua, inilah 
kuncinya. Pikiran perjanjian dan bukannya tanda perjanjian, idilah tandanya. 

□ "lahiriah" Lihat Topik Khusus pada 1 :3 

2:29 Tanda perjanjian sunat (lih. Kej 17:14) adalah penggambaran dalam PL untuk keperbukaan 
seseorang kepada Allah. Penggambaran ini berkembang dalam beberapa cara (1) sunat hati (lih. UI 10:16; 
Yer 4:4); (2) sunat telinga (lih.Yer 6:10); dan (3) sunat bibir (lih. Kel 6:12,30). Hukum Taurat tidak 
pernah dimaksudkan sebagai aturan-aturan lahiriah, melainkan suatu prinsip yang mengubahkan 
kehidupan. Lihat Topik Khusus: Pandangan Paulus terhadap Hukum Taurat" pada 13:9. 

□ 

NASB "sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara huruflah" 

NKJV "sunat di dalam hati, dalam Roh, bukan dalam tulisan/surat" 

NRSV "adalah hal di dalam hati - rohani dan bukan huruflah" 

TEV "adalah pekerjaan Roh Allah, bukan Hukum tertulis" 

JB "dalam hati - sesuatu yang bukan dari yang tertulis, namun dari roh" 

Frasa ini mendua dalam bahasa Yunani. Beberapa terjemahan menunjuk pada pertentangan antara hal 
rohani dan hokum tertulis (bandingkan NRSV, The Twentieth Century New Testament, terjemahan 
Knox, terjemahan George A. Lamsa dari Peshitta, terjemahan Willam dan Versi New Berkeley). 
Terjemahan-terjemahan lain melihatnya sebagai kontras antara Roh Kudus (lih. 7:6; II Kor 3:6, di mana 
penyusunan yang serupa muncul) dan naskah tertulis (bandingkan NASB, NKJV, NEB, NIV, dan TEV). 

Paulus telah mendiskusikan kenyataan bahwa beberapa orang bukan Yahudi mungkin memiliki 
perbuatan yang menyukakan Allah, terlepas dari Hukum Taurat. Jika ini benar, maka anak-anak Allah 
akan mencakup lebih dari mereka yang telah disunat secara fisik (lih. Galatia). Keluarga Allah lebih 
lebae dari ras Yahudi (Kej 3:15; 12:3; Kel 19:5); Ayub, Melkisedek, Jetro, Kaleb, Rahab, dan Rut adalah 
bukan dari ras Yahudi. Bahkan suku Efraim dan Manase adalah setengah Mesir (lih. Kej 41:50-52). 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

56 



Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 

1 . Bagaimana ketidak-setiaan orang Yahudi mempengaruhi perjanjian (3 :3-4)? 

2. Apakah sebagai orang Yahudi ada kelebihannya di hadapan Allah (3 : 1-8)? 

3. Apakah diatribe itu? 

4. Apakah point dari yang semestinya adalah diatribe dalam ay 5-8? 

5. Bagaimana satu jiwa terhitung jika pembenaran itu diberikan oleh anugerah melalui iman, dan 
terlepas dari perbuatan (3:8)? 

6. Apakah konsep teologi mengenai perbuatan jahat itu (3:10-18) 

7. Apakah maksud diberikannya Hukum Musa, atau hukum pada umumnya (3 :20; Gal 3 :24-25) 

8. Mengapa setan tidak disebut dalam pasal 1-3 yang membahas ketersesatan manusia? 

9. Apakah perjanjian-perjanjian PL bersyarat atau tak bersyarat? 

10. Apa maksud tujuan Hukum Musa dalam kehidupan: (1) orang bukan Yahudi; dan (2)Orang 
Yahudi 

11. Buat garis besar dengan kata-kata sendiri argumen Paulus dalam 1:18-3:20 paragraf demi 
paragraf. 



57 



58 



ROMA 3 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Orang Yahudi dan 
Hukum Taurat (2:17-3:8) 


Penghakiman Allah 
Dipertahankan 


Keuntungan dari Orang 
Yahudi 


Orang Yahudi dan 
Hukum Taurat (2:17-3:8) 


Janji-janji Allah Tidak 
Akan Menyelamatkan 
Mereka 


3:1-8 


3:1-8 


3:1-8 


3:1-4 


3:1-8 








3:5-6 










3:7-8 




Tak Ada yang Benar 


Semua Telah Berdosa 


Semua Bersalah 


Tak Ada Manusia yang 
Benar 


Semua Bersalah 


3:9-20 


3:9-20 


3:9-18 


3:9-18 


3:9-18 






3:19-20 


3:19-20 


3:19-20 


Kebenaran Melalui Iman 


Kebenaran Allah melalui 
Iman 


Kebenaran yang Sejati 


Bagaimana Allah 
Menjadikan Manusia 
Benar 


Pernyataan Keadilan Allah 


3:21-26 


3:21-26 


3:21-26 


3:21-26 


3:21-26 




Bermegah Dilarang 


Bermegah Dilarang 




Apa Yang Dikerjakan oleh 
Iman 


3:27-31 


3:27-31 


3:27-31 


3:27-31 


3:27-31 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 



59 



WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Ayat 1-8 isinya berkaitan, namun sukar untuk mengikuti logika Paulus karena ia menggunakan teknik 
penulisan yag disebut diatribe (suatu penentang bayangan). 

B. Nampaknya Paulus mengantisipasikan bagaimana beberapa orang Yahudi akan menanggapi 2:2729, 
sehingga ia menjawab tentangan mereka (Corley, Vaughan, Surat Roma, hal. 37-39). 

1 . Pertanyaan Pertama. Apakah benar-benar tidak ada keuntungan bagi Orang Yahudi? (ay 1-2) 

2. Pertanyaan kedua. Apakah Firman Allah gagal karena beberapa Orang Yahudi tidak berlaku 
setia? (ay 3-4) 

3. Pertanyaan ketiga. Jika Allah memakai orang Yahudi untuk menyatakan karakterNya, apakah 
Orang Yahudi masih harus bertanggung jawab secara hukum? 

C. Kesimpulannya kembali pada 2:11. Tidak ada favoritisme dengan Allah. Semua manusia bertanggung 
jawab untuk kehidupannya yang terpisah dari terang yang mereka miliki (perwahyuan alamiah 
dan/atau perwahyuan khusus). 

D. Ayat 9-18 adalah suatu rentetan kutipan PL yang menggambarkan dosa orang Yahudi. 

E. Ayat 19-20 meringkas kondisi rohani Israel dan maksud dari PL (lih. Gal 3.) 

F. Ayat 21-31 adalah ringkasan dari 1:18-3:20. Kesemuanya adalah point teologis yang pertama dari 
Injil (lihat garis besar ringkas, hal. 2). 

KAJIAN KATA DAN FRASA 

NASKAH NASB (UPDATED): 3:1-8 

1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? 2 Banyak sekali, 
dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah. 
3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu 
membatalkan kesetiaan Allah? 4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua 
manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman- 
Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi." 'Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan 
kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah — aku berkata sebagai 
manusia — jika Ia menampakkan murka-Nya? 6 Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, 
bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia? 7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku 
semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? 
8 Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: "Marilah kita 
berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya 
mendapat hukuman. 

3:1 "apakah kelebihan orang Yahudi" Paulus terus menggunakan teknik penulissan diatribe, atau 
penentang yang diperkirakan, untuk mengkomunikasikan beritanya. Untuk daftar hak istimewa 
umatYahudi, lihat 3:2 dan 9:4-5. 



60 



3:2 "pertama-tama" Paulus menggunakan "pertama" dalam 1:8, namun tanpa menyebutkan hal yang 
kedua. Ia berbuat demikian lagi di sini. Tulisan Paulus begitu bersemangat, dan juga hanya didiktekan, 
sehingga sering pembangunan ketatabahasaannya tidak lengkap. 

□ "kepada merekalah dipercayakan firman Allah" Memiliki wahyu dari Allah adalah suatu 
tanggung jawab yang luar biasa yang sekaligus merupakan suatu hak istimewa (lih. 9:4-5). Mereka 
adalah mengelola pemberian Allah (AORIST PASSIVE, lih. I Tes 2:4) 

Kata logion (sabda) digunakan dalam Sepruaginta untuk firman dari Allah (lih. Bil 24:4,16; UI 33:9; 
Maz 119:67; Yes 5:24; 28:13). Kata ini digunakan secara konsisten dalam PB dengan pengertian yang 
sama (lih. Kis 7:38; Ibr 5: 12; I Pet 4:1 1). 

3:3 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Ayat 5 dan 7 adalah juga kalimat FIRST CLASS 
CONDITIONAL. 

□ 

NASB, NKJV "beberapa tidak percaya" 

NRSV, JB "beberapa tidak setia" 

TEV "bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia" 

Ini mungkin menunjuk kepada (1) ketidak setiaan atau (2) kekurangan iman secara pribadi dalam 
YHWH dari individu orang Israel. Adalah hal yang sukar untuk berhubungkan secara intelektual dengan 
janji Allah yang tak bersyarat (yaitu penebusan dari manusia yang telah jatuh) dan mandate bersyarat dari 
tanggapan manusia. Ini adalah paradoks Alkitabiah (lih 3:4-5). Allah setia bahkan ketika umatNya tidak 
setia (lih. Hosea 1,3). 

□ "membatalkan" Lihat Topik Khusus di bawah ini 



TOPIK KHUSUS: PEMBATALAN (KATARGEO) 

Kata ini {katargeo) adalah salah satu kata favorit Paulus. Ima menggunakannya paling tidak 
sebanyak dua puluh lima kali namun kata ini memiliki bentang semantic yang sangat lebar. 

A. Dasar akar etimologisnya adalah dari kata argos yang berarti 

1. Tidak Aktif 

2. Menganggur 

3 . Tak terpakai 

4. Tak berguna 

5. Tak dapat dijalankan 

B. Gabungan dengan kata kata digunakan untuk menyatakan 

1 . Ketidak-aktifan 

2. Ketidak bergunaan 

3 . Apa yang telah dibatalkan 

4. Apa yang telah diselesaikan dengan 

5 . Apa yang tak dapat dij alankan sepenuhnya 

C. kata ini digunakan satu kali dalam kitab Lukas untuk menjelaskan tentang pohon yang tidak 
menghasilkan buah, yang karenanya menjadi tak berguna. Lik 13:7 



61 



D. Paulus menggunakannya dalam pengertian figuratif dalam dua cara utama: 

1 . Pembatalan yang dibuat Allah atas hal-hal yang bermusuhan dengan manusia 

a. Keberdosaan manusia - Rom 6:6 

b. Taurat Musa dalam hubungan dengan janji-janji Allah mengenai "benih" - Rom 4:14; Gal 
3:17; 5:4,11; Ef 2:15 

c. Kuasa-kuasa roh - 1 Kor 1 5 :24 

d. "Manusia Pendurhaka" - II Tes 2:8 

e. Kematian badani -I Kor 15:26; II Tim 1:16 (Ibr2:14) 

2. Penggantian oleh Allah yang lama (perjanjian, jaman) dengan yang baru. 

a. Hal-hal yang berkaitan dengan Taurat Musa -Rom 3:3,31; 4:14; II Kor 3:7,11,13,14 

b. Penggunaan Hukum dengan analogi perkawinan - Rom 7:2,6 

c. Hal-hal dari j aman ini - 1 Kor 13:8,10,11 

d. Tubuh ini - 1 Kor 6:13 

e. Pemimpin-pemimpin jaman ini - 1 Kor 1:28; 2:6 

Kata ini bisa diterjemahkan dengan berbagai cara namun arti pokoknya adalah utuk membuat 
sesuatu tak berguna, batal, tak bisa dijalankan, tak berkuasa namun tidak berrti tidak ada, rusak atau 
dibinasakan. 



3:4 

NASB "Semoga tidak akan pernah terjadi!" 

NKJV, TEV "Sekali-kali tidak!" 

NRSV "Tak mungkin!" 

JB "Itu adalah suatu kekonyolan." 

Ini adalah penggunaan yang sangat jarang dari suatu OPTATIVE MOOD yang menyatakan suatu 
pengharapan atau suatu doa dan harus di terjemahkan,: "Semoga tidak akan pernah terjadi". Frasa ketidak 
percayaan yang mengherankan ini sering dipakai Paulus karena teknik penulisan diatribe. (lih. 3:4,6,31; 
6:2,15; 7:7,13; 9:14; 11:1; I Kor 6:15; Gal 2:17; 3:21; 6:14). Ini adalah caranya untuk secara tegas 
menolak suatu pernyataan yang diajukan. 

Catat cara penulisan Paulus untuk menolak pertanyaan-pertanyaan dan pernyataan-pernyataan dari 
para penentangnya. 

1 . "Semoga tidak pernah terjadi" ay 4,6 

2. "Kiranya Allah didapati benar, walau tiap manusia didapati sebagai pembohong" ay 4 

3. "(Aku berbicara sebagai manusia)" ay 5 

4. "(sebagai mana kami dilaporkan dengan fitnah dan sebagaimana beberapa orang menyatakan 
bahwa kami berkata-kata)" ay 8 

□ "Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong" Ini addalah bentuk PRESENT MIDDLE 
IMPERATIVE. Bentuk ini berfokus pada kelanjutan keadaan dari subyek; Allah adalah setia dan jujur, 
manusia adalah tidak setia dan pembohong! Ini adalah suatu gambaran dari Maz 116:11 dan serupa 
dengan apa yang Ayub harus pelajari dalam 32:2; 40:8. 

Catat elemen universal dari keberdosaan dalam pasal ini, dinyatakan Paulus dengan menggunakan 
katapas (semua, setiap) dalam ay 4,9,12,19,20,23,24, nmun puji Athan, juga ada penawaran universal 
akan keselamatan kepada semua (lih. 3:22). 



62 



□ "seperti ada tertulis" Secara huruflah "telah tertulis dan akan terus-menerus tertulis" Ini adalah 
suatu bentuk PERFECT PASSIVE INDICATIVE. Hal ini menjadi suatu istilah teknis yang digunakan 
untuk menyatakan pengilhaman Allah terhadap Kitab Suci (Mat 5:17-19). Ini adalah kutipan dari Maz 
51:4 dalam Septuaginta (LXX). 

3:5-6 Argumen yang sedang dibuat Paulus dalam ayat-ayat ini berhubungan dengan pemilihan khusus 
Allah akan Israel sebagai caraNya untuk menjangkau dunia (kej 12:3; Kel 19:5-6). Dalam PL 
"pemilihan" menunjuk kepada pelayanan, dan bukan pada hak istimewa. Allah membuat perjanjian 
dengan mereka. Ia setial mereka tidak setia (Nehemia 9). Kenyataan bahwa Allah mengadili bangsa Israel 
yang tidak setia adalah bukti dari kebenaranNya. 

Bangssa Israel dimaksudkan sebagai cara untuk menjangkau orang bukan Yahudi, Mereka gagal (lih. 
3:24)! Maksud Allah untuk keselamatan universal (Kej 3:15) tidak terpengaruh oleh kegagalan Israel. 
Pada kenyataannya, kesetiaan Allah pada perjanjian asliNya diteguhkan dalam Roma 9-11. Bangsa Israel 
yang tidak percaya ditolak, namun yang percaya akan meninggikan rencana penebusan Allah. 

Diatribe Paulus dalam ay 5-6 sejalan dengan ay 7-8. 

3:5 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Ayat 3 dan 7 adalah juga kalimat FIRST CLASS 
CONDITIONAL. 

□ "jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah" PRONOUN ini, kita, harus menunjuk 
pada suatu pengertian kebersamaan dan semua orang Yahudi. Lihat Topik Khusus pada 1:17 

□ "apakah yang akan kita katakan?" Paulus menggunakan diatribe (lih. 3:5; 7:7; 8:31; 9:14,39). 
Paulus sedang menjelaskan pidatonya deng menggunakan suatu perkiraan tantangan (cf. Mal 
1:2,6,7,12,13; 2:14,17 {dua kali}; 3:7,13,14). 

□ 

NASB "(Aku berbicara dengan kata-kata manusia)" 

NKJV "(Aku berbicara sebagai manusia)" 

NRSV "(Aku berbicara dengan cara manusia)" 

TEV "(Aku berbicara di sini seperti manusia berbicara)" 

JB " — menggunakan analogi manusia — " 

Paulus sering menggunakan logika manusia dalam argument teologisnya (lih. 6:19; I Kor 9:8; Gal 
3:15). Di sini logika tersebut dipakai untuk menolak pernyataan dari penentang bayangan. 

3:7-8 Ada paralel yang nyata antara ayat 5 dan 7. Paulus entahkan (1) meneruskan penggunaan teknik 
penulisan diatribe, suatu penentang bayangan (lih. 3:5,7; 7:7; 8:31; 9:14,30) atau (2) berreaksi terhadap 
kritik mengenai khotbahnya tentang pembenaran oleh iman (lih. ay 8). 

Paulus tidak menenrangkan atau menjawab tuduhan tersebut secara rinci namun dengan keras 
mengutuk penuduhan tersebut. Ada kemungkinan bahwa penolakan terhadap suatu pembenaran oelh 
anugerah yang cuma-cuma oleh iman adalah pandangan bahwa hal ini akan membawa pada keliaran atau 
hanya menambah ketidak-taatan akibat ketidak-setiaan. Paulus percaya bahwa anugerah yang cuma-cuma 
ini akan membawa kepada keserupaan dengan Kristus melalui suatu roh baru dan kehidupan yang penuh 
syukur! Orang Yahudi, moralis Yunani, dan Paulus semua menginginkan kehidupan etis dalam 



63 



pertobatan mereka! Namun hal ini dihasilkan, bukan melalui penyesuaian dengan suatu peraturan hukum 
badani, namun dari suatu hati yang baru. (lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:22-36). 

3:7 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL (juga ayat 3 dan 5) yang dianggap 
benar dari sudut pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. 

□ "melimpah" Lihat Topik Khusus pada 15:13 

□ "kemuliaanNya" Lihat Catatan pada 3:23 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:9-18 

9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. 
Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua 
ada di bawah kuasa dosa, 10 seperti ada tertulis: "TIDAK ADA YANG BENAR, SEORANGPUN 
TIDAK. n TIDAK ADA SEORANGPUN YANG BERAKAL BUDI, TIDAK ADA SEORANGPUN 
YANG MENCARI ALLAH. 12 SEMUA ORANG TELAH MENYELEWENG, MEREKA SEMUA 
TIDAK BERGUNA, TIDAK ADA YANG BERBUAT BAIK, SEORANGPUN TIDAK. 
"KERONGKONGAN MEREKA SEPERTI KUBUR YANG TERNGANGA, LIDAH MEREKA 
MERAYU-RAYU, BIBIR MEREKA MENGANDUNG BISA. 14 MULUT MEREKA PENUH 
DENGAN SUMPAH SERAPAH, 15 KAKI MEREKA CEPAT UNTUK MENUMPAHKAN 
DARAH. 16 KERUNTUHAN DAN KEBINASAAN MEREKA TINGGALKAN DI JALAN 
MEREKA, 17 DAN JALAN DAMAI TIDAK MEREKA KENAL; 18 RASA TAKUT KEPADA 
ALLAH TIDAK ADA PADA ORANG ITU." 

3:9 "Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain" Tata bahasa pada titik ini mendua. 
Jelas bahwa kebenaran pokok dari bagian ini adalah bahwa seluruh manusia ada dalam kebutuhan akan 
anugerah Allah (lih. 3:9, 19, 23; 11:32; Gal 3:22). Namun demikian, tidaklah bisa dipastikan apakah 
referensi ini ditujukan pada orang Yahudi (Paulus dan orang sebangsanya, lih TEV, RSV) atau orang- 
orang Kristen (Paulus dan rekan-rekan orang percaya yang jauh dari anugerah Allah). Orang Yahudi 
memiliki beberapa keunggulan (lih. Ay 1-2; 9:4-5), namun keunggulan ini membuat mereka harus lebih 
bertanggung jawab lagi! Semua manusia telah tersesat secara rohani dan perlu anugerah Allah. 

Kata "lebih" dimengerti oleh minoritas ahli sebagai PASSIVE VOICE bukannya MIDDLE (lebih 
baik), manghasilkan terjemahan "diungguli oleh". 

Surat Roma sering dikatakan sebagai surat Paulus yang paling netral terhadap kondisi lokasi 
setempat. Kebanyakan surat Paulus membahas kebutuhan atau krisis lokal (dokumen berkala). Namun 
demikian, kecemburuan antara para pemimpin orang percaya Yahudi dan pemimpin orang percaya bukan 
Yahudi mungkin melatar belakangi naskah seperti ini dan pasal 9-11. 

□ "di bawah kuasa dosa" Paulus mempersonifikasikan "dosa" sebagai seorang penguasa yang jahat 
atas manusia yang jatuh (lih. 6:16-23) 

3:10-18 "seperti ada tertulis" Frasa ini juga muncul di ay 4. Pernyataan-pernyataan berikut adalah 
serentetan kutipan dari PL yang menggunakan penggambaran tubuh manusia untuk menekankan 
kejatuhan umat manusia: (1) ay 10-12, Pkh 7:20 atau Maz 14:1-3; (2) ay 13, Maz 5:9 atau 140:3; (3) ay 
14, Maz 10:7; (4) ay 15-17, Yes 59:7-8 dan Ams 1:16, dan (5) ayl8, Maz 36:1. Cukup mengherankan 
bahwa Paulus tidak menggunakan Yes 53:6. 



64 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:19-20 

19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada 
mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia 
jatuh ke bawah hukuman Allah. 20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan 
Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal 
dosa. 

3:19 "kita tahu, bahwa" Lihat Catatan pada 2:2 

□ "Kitab Taurat" Dalam konteks ini hukum ini menunjuk pada keseluruhan PL karena bagian yang 
dikutip dalam ay 10-18. Paulus mempersonifikasikan "hukum" sebagaimana ia buat untuk kata "dosa" di 
ay 9 (lih. 6:16-23). 

□ "kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat" Ini menunjuk secara unik kepada Orang 
Yahudi dan Bukan Yahudi yang masuk agama Yahudi. Walaupun harus dikatakan bahwa beberapa 
kutipan PL menunjuk pada orang bukan Yahudi. 

□ 

NASB "supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia menjadi bertanggung jawab 

kepada Allah." 
NKJV "supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia akan menjadi bersalah 

dihadapan Allah." 
NRSV "supaya setiap mulut diam dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukharus 

dipertanggung-jawabkan dihadapan Allah." 
TEV "supaya menghentikan semua dalih manusia dan membawa seluruh dunia dibawah 

penghukuman Allah" 
JB "namun ini dimaksudkan untuk membuat setiap orang diam dan menaruh seluruh 

dunia terbuka kepada penghakiman Allah". 
Inilah tema utama dari pasal 1: 18-3:20 yang diringkas dalam 3 :23 . 

□ "setiap mulut" Ada beberapa frasa dalam ay 19-20 yang berarti semua manusia. 

1. "setiap mulut," ay 19 

2. "seluruh dunia," ay 19 

3. "tak seorangpun (no flesh)," ay 20 

3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan 
hukum Taurat" Ini adalah suatu pengibaratan dari Maz 143:2, namun dengan penambahan sebuah 
frasa. Ini adalah aspek utama dari injil Paulus (lih. Gal 2:16; 3:11). Sebagai orang Farisi yang sungguh- 
sungguh, Paulus secara unik mengetahui ketidak-mampuan dari antusiasme agamawi dan perbuatan yang 
cermat untuk menyediakan kedamaian dalam hati. 

□ 

NASB, NRSV "karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa" 
NKJV "karena melalui hukum for timbul pengetahuan akan dosa" 

TEV "apa yang dikerjakan oleh hokum adalah untuk membuat manusia tahu bahwa 

ia telah berdosa" 



65 



JB "semua yang dikerjakan hokum adalah untuk memberitahu kita apakah berdosa 

itu." 

Ini adalah salah satu maksud dari PL. Lihat Topik Khusus pada 13:9. Taurat tidak pernah 
dimaksudkan untuk membawa keselamatan pada manusia yang telah jatuh. Maksudnya ialah untuk 
menyatakan keberdosaan dan mendorong semua manusia kepada kemurahan Allah (lih. 4:15; 5:13,20; 
7:7; Gal 3:19-22,23-29). 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 

1 . Bagaimana ketidak-setiaan orang Yahudi mempengaruhi perjanjian (3 :3-4)? 

2. Apakah sebagai orang Yahudi ada kelebihannya di hadapan Allah (3 : 1-8)? 

3. Apakah point dari penentang bayangan (diatribe) dalam ay 5-8? 

4. Bagaimana satu jiwa terhitung jika pembenaran itu diberikan oleh anugerah melalui iman, dan 
terlepas dari perbuatan (3:8)? 

5. Definisikan konsep teologi (Kalvin) mengenai perbuatan jahat itu (3:10-18) 

6. Apakah maksud diberikannya Hukum Musa, atau hukum pada umumnya (3 :20; Gal 3 :24-25) 

7. Mengapa setan tidak disebut dalam pasal 1-3 yang membahas ketersesatan manusia? 



WAWASAN KONTEKSTUAL BAGI ROMA 3:21-31 

1. Surat Roma 3:21-31 

1 . ringkasan klimatik dari 1 : 1 8-3 :20 

2. suatu pengembangan dari 1:16-17 

3 . pengantar bagi pasal 4-8 (khususnya 3 :28) 

B. Ringkasan klimatik dari doktrin pembenaran oleh iman ini digambarkan oleh para Pembaharu: 

1 . Martin Luther sebagai "point kepala dan pusat dari surat-surat kerasulan dan seluruh Alkitab"; 

2. John Calvin sebagai "kemungkinan tidak ada satu bagian di Alkitab yang mengemukakan secara 
sanat dalam mengenai kebenran Allah dalam Kristus" 

C. Ini adalah hakikat teologi dari KeKristenan Evangelikal. Memahami konteks berarti memahami 
KeKristenan. Inilah injil dalam satu ringkasan dua paragraph sebagaimana Yoh 3:16 adalah injil 
dalam satu ayat. Ini adalah hati dan jiwa dari pengabaran Injil oleh Paulus. 

Tiga pertanyaan penafsiran adalah sebagai berikut: 

1 . Apa arti dari kata "hukum"? 

2. Apa arti dari frasa "kebenaran Allah"? 

3. Apa arti dari kata "iman" dan "percaya"? 



66 



D. Saya berterima kasih kepada Allah atas kata"semua" dalam ay 22 (bandingkan ay 29) dan kata 
"pemberian/anugerah" dalam ay 24 (lih. 5:15,17; 6:23). 

KAJIAN KATA DAN FRASA 

NASKAH NASB (UPDATED): 3:21-26 

21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang 
disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22 yaitu kebenaran Allah karena iman 
dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. 23 Karena semua 
orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah 
dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah 
ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya 
untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi 
dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada 
masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada 
Yesus. 

3:21 "Tetapi sekarang" Paulus sedang mengkontraskan PL dengan PB, jaman pemberontakan yang 
lama dengan jaman baru kebenaran. Hal ini akan menjadi paralel "pada saat ini" (lih. Ay 26; "tetapi 
sekarang" dari 6:22; 7:6). 

□ "sekarang, tanpa hukum Taurat" Kadang-kadang sukar untuk merasa pasti apakah Paulus sedang 
menunjuk kepada Hukum Musa (NASB) atau hukum (NRSV, TEV, NJB, NIV) secara umum dalam 
pembukaan pasal ini. Dalam konteks ini hukum Yahudilah yang paling cocok dengan argument Paulus. 
Semua manusia telah melanggar setiap kumpulan pedoman moral, kemasyarakatan apakah itu internal 
atau eksternal. Masalah kita sebagai manusia yang jatuh adalah bahwa kita tidak menghendaki adanya 
pedoman sama sekali kecuali hasrat-hasrat kita yang berpusat pada kita dan mementingkan diri kita 
sendiri (lih. Kej 3). 

□ 

NASB "kebenaran Allah" 

NKJV, NRSV "kebenaran Allah" 

TEV "cara Allah menjadikan manusia benar dengan diriNya." 

NJB "keadilan Allah yang menyelamatkan" 

Tidak ada ARTIKEL yang pasti untuk kata "kebenaran". Hal ini tidak menunjuk pada karakter Allah, 
namun cara Allah untuk mengalirkan pengampunan dan penerimaan kepada manusia berdosa. Frasa yang 
ini juga digunakan dalam tema teologis dari Rom 1:16-17. Hal ini jelas menyatakan mekanisme iman 
dalam Yesus Kristus yang disalibkan (lih. Ay 22,24-26). 

Kenyataan bahwa kata ini (dikaiosone) dan turunannya (lihat catatan pada 2:13) digunakan 
sedemikian seringnya dalam konteks ini untuk menunjukkan kepentingannya (lih. 1:17; 3:5, 21,22,25,26; 
4:3,5,6,9,11,13,22; 5:17,21; 6:13,16,18,19,20; 8:10; 9:28,30,31; 10:3,4,5,6,10,17). Istilah Yunani ini 
berasal dari pengembangan penggambaran (tsadak) kata PL "sebuah standar" atau suatu "buluh tolok 
ukur". Standarnya adalah Allah sendiri. Istilah ini mencerminkan karakter Allah yang diberikan secara 
bebas kepada manusia yang telah jatuh melalui Kristus (lih. II Kor 5:21). Pengakuan akan kebutuhan dan 
menerima pemberian Allah sejak dulu adalah, sangat merupakan pelecehan bagi manusia yang sombong 
dan mementingkan diri — khususnya manusia legalistic dan agamawi. Lihat Topik Khusus pada 1:17. 



67 



□ "telah dinyatakan" Frasa ini sangat mirip dengan 1:17. Namun demikian, kata kerjanya berbeda. 
Kata kerja di sini dapat diterjemahkan, "telah dan terus-menerus dinyatakan secara jelas" Ini adalah suatu 
PERFECT PASSIVE INDICATIVE, sementara kata senada dalam 1:17 adalah PRESENT PASSIVE 
INDICATIVE. Allah telah secara jelas menyatakan Injil baik di PL (lih pasal 4) dan dalam Yesus. 

□ "disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi" Ini menunjuk kepada dua dari tiga 
bagian dari kitab suci Ibrani (Taurat, Nabi-nabi, dan Surat-surat). Dua saksi pertama digunakan untuk 
menunjuk keseluruhan (lihat catatan pada 3:19). Ini jelas menunjukkan bahwa Injil telah terkandung 
dalam bentuk awalnya di PL (lih. Luk 24:27,44; Kis 10:43). Injil bukanlah suatu pertimbangan kembali, 
"Rencana Kedua" atau suatu program mendadak yang terburu-buru. (lih. 1 :2). 

3:22 "karena iman dalam Yesus Kristus" Ini secara huruflah berarti "melalui iman dari Yesus 
Kristus" Ini adalah pengembangan GENITIVE. Hal ini berulang di Gal 2:16 dan Flp 3:9 dan juga dalam 
bentuk yang mirip di Rom 3:26; gal 2:16,20; 3:22. Frasa ini bisa berarti (1) iman atau kesetiaan dari 
Yesus (SUBJECTIVE GENITIVE) atau (2) Yesus sebagai obyek dari iman kita (OBJECTIVE 
GENITIVE). Pembangunan ketata-bahasaan yang serupa dalam Gal 2:16 menjadikan #2 sebagai pilihan 
yang terbaik. 

Ini menunjukkan aspek pokok dari pembenaran Allah. Adalah kebenaran Kristus yang dijalankan 
dalam kehidupan seseorang oleh pemberian Allah melalui Kristus (lih 4:5; 6:23), yang harus diterima 
dengan iman/percaya/keyakinan (lih Ef 2:8-9) dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari (lih. Ef 2:10) 

□ "bagi semua" Injil adalah bagi semua manusia (lih ay 24;Yes 53:6; Yeh 18:23; Yoh 3:16-17; 4:42; I 
Tim 2:4; 4:10; Tirus 2:11; II Pet 3:9; I Yoh 4:14). Alangkah benarnya! Hal ini harus menyeimbangkan 
kebenaran Alkitabiah tentang pemilihan. Pemiliha Allah tidak boleh dipahami berdasarkan pengertian 
Islam mengenai determinisme juga tidak dengan pengertian ultra Kalvinis beberapa atau orang lain, 
namun dengan pengertian perjanjian. Pemilihan dalam PL adalah untuk melanyani bukan hak istimewa! 
Allah berjanji untuk menebus manusia yang jatuh (Kej 3:15). Allah memanggil dan memilih semua 
manusia melalui Israel (lih. Kej 12:3; Kel 19:5-6). Allah memilih melalui iman dalam Kristus. Allah 
selalu mengambil inisiatif dalam keselamatan (lih. Yoh 6:44,65). Efesus 1 dan Roma 9 adalah bagian 
Alkitab yang paling kuat pada doktrin pradestinasi yang secara teologis ditekankan oleh Agustinus dan 
Kalvin. 

Allah memilih orang percaya bukan hanya untuk keselamatan (pembenaran), namun juga untuk 
pengudusan (lih Ef 1:4; Kol 1:12). Hal ini dapat berhubungan dengan (1) posisi kita dalam Kristus (lih. II 
Kor 5:21) atau (2) hasrat Allah untuk menghasilkan kembali karakterNya dalam anak-anakNya (lih. Rom 
8:28-29); Gal 4:19; Ef 2:10). Kehendak Allah bagi anak-anakNya adalah mencakup surga di suatu hari 
nanti dan keserupaan dengan Kristus sekarang! 

Sasaran dari pradestinasi adalah kekudusan, bukan hak istimewa! Panggilan Allah bukan untuk 
memilih sebagian saja dari anak-anak Adam, namun bagi semua! Ini adalah panggilan kepada karakter 
Allah sendiri (lih I Tes 5L23; II Tes 2:13). Untuk mengubah pradestinasi menjadi suatu penghuni 
teologia dan bukannya untuk suatu kesucian hidup adalah suatu tragedi bagi system teologi manusia. 
Sering jala teologis kita bisa membelokkan naskah Alkitab! 

Lihat Topik Khusus: Pemilihan/Pradestinasi dan Kebutuhan akan Keseimbangan Teologis pada 8:33 

□ "yang percaya" Yesus mati bagi semua manusia. Secara potensial semua manusia dapat 
diselamatkan Adalah penerimaan pribadi manusia (PRESENT PARTICIPLE) yang membuat kebenaran 
Yesus berlaku dalam kehidupan mereka (lih. 1:16; Yoh 1:12; 3:16; 20:31; Rom 10:9-13; I Yoh 5:13). 

68 



Alkitab menyajikan dua criteria untuk anugerah pembenaran: iman dan pertobatan (lih. Mar 1:15; Kis 
3:16,19; 20:31 dan lihat catatan pada 1:15). Naskah ini secara jelas menyatakan cakupan universal dari 
keselamatan, namun tidak semua akan selamat. 

"sebab tidak ada perbedaan" Hanya ada satu jalan dan satu Orang yang olehnya manusia (Yahudi atau 
bukan Yahudi) dapat diselamatkan (lih. Yoh 10:1-2,7; 11:25; 14:6). Semua dan setiap orang dapat 
diselamatkan oleh iman dalam Kristus (lih. 1:16; 4:11,16; 10:4,12; Gal3:28; Col3:ll). 
3:23-26 Ayat-ayat ini dalam bahasa Yunani adalah satu kalimat. 

3:23 

NASB, NKJV, 

NRSV "semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan" 

TEV "semua orang telah berdosa dan berada jauh dari" 

JB "berdosa dan didenda" 

Ini adalah ringkasan dari 1:18-3:20. Setiap orang perlu diselamatkan oleh Kristus (lih. 3:9. 19. 11:32; 
Gal 3:22; Yes 53:6). "Berdosa" adalah suatu AORIST ACTIVE INDICATIVE, sementara "telah 
kehilangan" adalah suatu PRESENT MIDDLE INDICATIVE. Mungkin frasa ini menunjuk kepada baik 
kejatuhan manusia secara keseluruhan dalam Adam (lih. 5:12-21) dan kelanjutan perbuatan 
pemberontakan individualnya. Tak satupun dari terjemahan Bahasa Inggris moderen secara khusus 
mencerminkan perbedaan ini. 

Ayat ini berhubungan secara teologis dengan ay 21 dan tidak secara langsung dengan ay 24. 

□ "kemuliaan Allah" Dalam PL kata-kata Ibrani yang paling lazim untuk "kemuliaan" (kbd) pada 
mulanya adalah suatu istilah perdagangan (yang menunjuk kepada sepasang timbangan) yang berarti 
"menjadi berat". Sesuatu yang berat adalah berharga dan memiliki suatu nilai intrinsic. Sering konsep 
kecemerlangan ditambahkan kedalam kata tersebut untuk mengungkapkan Kemuliaan Allah (lih. Kel 
19:16-18; 24:17; Yes 60:1-2). Ia saja yang layak dan terhormat. Ia terlalu cemerlang untuk dipandang 
oleh manusia yang jatuh. (lih.. Kel 33:17-23; Yes 6:5). Allah hanya bisa sungguh-sungguh dikenali 
melalui Kristus (lih. Yer 1:14; Mat 17:2; Ibr 1:3; Yer 2:1). 

Istilah "kemuliaan" agak mendua: (1) mungkin paralel degan "kebenaran Allah" (ay 21); (2) ini 
mungkin menunjuk kepada persetujuan Allah (lih Yoh 12:43); (3) Ini bisa juga menunjuk kepada gambar 
Allah yang di dalamnya manusia diciptakan (lih. Kej 1:26-27; 5:1; 9:6), namun yang kemudian dikotori 
melalui pemberontakan (lih. Kej 3:1-22), dan yang melalui Kristus di pulihkan (II Kor 3:18). Istilah ini 
pertama kali digunakan dalam PL mengenai hadirat YHWH dengan umatNya (lih. Kel 16:7,10; Im 9:23; 
Bil 14:10), yang masih merupakan sasaran. 

TOPIK KHUSUS: KEMULIAAN 

Konsep alkitabiah dari "kemuliaan" sukar untuk didefinisikan. Kemuliaan orang percaya adalah 
banwa mereka memahami Injil dan kemuliaan dalam Allah, bukn dalam diri mereka sendiri (lih. 1:29-31; 
Yer 9:23-24). 

Dalam PL kata-kata Ibrani yang paling lazim untuk "kemuliaan" (kbd) pada mulanya adalah suatu 
istilah perdagangan yang berhubungan dengan sepasang timbangan ("menjadi berat"). Sesuatu yang berat 
adalah berharga dan memiliki suatu nilai intrinsik. Seringkah konsep kecemerlangan ditambahkan 
kedalam kata tersebut untuk mengungkapkan Kemuliaan Allah (lih. Kel 19:16-18; 24: 17; Yes 60: 1-2). Ia 
saja yang layak dan terhormat. Ia terlalu cemerlang untuk dipandang oleh manusia yang jatuh. (lih.. Kel 

69 



33:17-23; Yes 6:5). YHWH hanya bisa sungguh-sungguh dikenali melalui Kristus (lih. Yer 1:14; Mat 
17:2; Ibr 1:3; Yak 2:1). 

Istilah "kemuliaan" agak mendua: (1) mungkin paralel degan "kebenaran Allah"; (2) ini mungkin 
menunjuk kepada "kekudusan" atau "kesempurnaan" Allah; atau (3) Ini bisa juga menunjuk kepada 
gambar Allah yang di dalamnya manusia diciptakan (lih. Kej 1:26-27; 5:1; 9:6), namun yang kemudian 
dikotori melalui pemberontakan (lih. Kej 3:1-22), Istilah ini pertama kali digunakan berkenaan dengan 
hadirat YHWH dengan umatNya sementara periode perjalanan di padang belantara dalam Kel 16:7,10; 
Im 9:23; dan Bil 14:10. 

3:24 "oleh kasih karunia dibenarkan dengan cuma-cuma." Ini adalah suatu PRESENT PASSIVE 
PARTICIPLE. Di sinilah Injil berawal — anugerah Allah yang memberi pembenaran (lih. 5:15-17; 6:23). 
Istilah Yunani "membenarkan" (dikaioo) berasal dari akar kata yang sama dengan "kebenaran" 
(dikaiosune). Allah selalu mengambil inisiatif (lih. Yoh 6:44,65). 

Dalam ayat 24-25 ada tiga penggambaran yang digunakan untuk menjelaskan tentang keselamatan: 
(1) "dibenarkan" yang adalah suatu istilah hukum yang berarti "tidak ada penghukuman" atau untuk 
mengumumkan bahwa seseorang tidak bersalah; (2) "penebusan" yang berasal dari pasar budak yang 
berarti "membeli kembali" atau "membebaskan"; dan (3) "mengambil hati/perdamaian" yang adalah dari 
suatu system pengorbanan dan dimaksudkan sebagai tempat berlindung atau penebusan kesalahan. Hal 
ini menunjuk kepada tutup dari Tabut Perjanjian dimana korban darah ditempatkan pada Hari Penebusan 
(lih. Im 16; Ibr 9:5). 



TOPIK KHUSUS: BUKTI PERJANJIAN BARU BAGI KESELAMATAN SESEORANG 

Hal ini berdasar atas 

1. Karakter dari Allah Bapa (Yoh 3:16), karya Allah Anak (lih II Kor 5:21, dan pelayanan dari Roh 
Kudus (lih. Rom 8:14-16) bukan atas kebaikan manusia, bukan upah dari ketaatan, bukan hanya 
suatu pernyataan iman. 

2. Merupakan suatu Anugerah (Rom 3:24; 6:23; Ef 2:5, 8-9) 

3. Adalah Suatu kehidupan baru, pandangan baru terhadap dunia (Yakobus dan I Yohanes) 

4. Merupakan suatu pengetahuan (Injil), persekutuan (iman dalam dan dengan Yesus), dan suatu 
gaya hidup yang baru (Keserupaan dengan Kristus dengan pimpinan Roh) keseluruhan tiga hal 
ini, bukan hanya salah satu saja. 



□ "pemberian" Paulus menggunakan konsep ini beberapa kali dengan menggunakan istilah-istilah 
yang berbeda. 

1. dorean, ADVERB, "secara cuma-cuma" 

2. dorea, KATA BENDA, "pemberian cuma-cuma" 

3. doron, KATA BENDA, "pemberian" (lih. Ef 2:8) 

4. charisma, KATA BENDA, "Hutang bebas" or "kemurahan yang cuma-cuma" (lih. 1:11; 5:15,16; 
6:23; 11:29; 12:6) 

5. charisomai, KATA KERJA, "dianugerahkan sebagai kemurahan yang cuma-cuma" (lih. 8:32) 

6. charis, KATA BENDA, "kemurahan cuma-cuma" or "pemberian cuma-cuma" (lih. 4:4,16; 
11:5,6; Ef 2:5,8) 



70 



□ "karena penebusan dalam Kristus Yesus" Mekanisme untuk keselamatan kita dalah kematian 
Yesus sebagai pengganti kita dan kebangkitanNya. Fokus Alkitab bukan pada berapa harga yang 
dibayarkan atau kepada siapa harga itu dibayarkan (Agustinus), namun pada kenyataan bahwa manusia 
telah dilepaskan dari kesalahan dan penghukuman dosa melalui suatu pengganti yang tak berdosa, (lih 
Yoh 1:29,36; II Kor 5:21; I Pet 1:19). 

Ayat ini juga menunjukkan mahalnya Kej 3:15. Yesus menanggung kutukan (lih Gal 3:13) dan mati 
(II Kor 5:21) sebagai pengganti/penebus bagi manusia yang telah jatuh. Keselamatan memang cuma- 
Cuma, namun sama sekali bukan suatu hal yang murah. 



TOPIK KHUSUS: TEBUSAN/MENEBUS 

I. PERJANJIAN LAMA 

A. Ada dua istilah hokum Ibrani utama yang membawa konsep ini 

1 . Gaal, yang pada dasarnya berarti "memerdekakan" melalui pembayaran harga. Suatu bentuk 
dari istilah ini go'el menambahkan pada konsep ini, adanya seorang perantara pribadi, 
biasanya anggota keluarga (yaitu kaum yang wajib menebus). Aspek budaya untuk membeli 
kembali obyek-obyek, binatang, tanah (lih Im 25,27), atau saudara (lih. Rut 4:15; yes 29:22) 
ini ditransfer secara teologis kepada pembebasan Israel dari Mesir oleh YHWH (lih. Kel 6:6 
15:13; Maz 74:2; 77;15; Yer 31:11). Ia menjadi "penebus" (lih. Ayb 19:25; Maz 19:14 
78:35; Ams 23:1; Yes 41:14; 43:14; 44:6,24; 47:4; 48:17; 49:7,26; 54:5,8; 59:20; 60:16 
63:16; Yer 50:34). 

2. Padah, yang pada dasarnya berarti "melepaskan" atau "menyelamatkan" 

a. Penebusan anak sulung, Kel 13:13,14 danBil 18:15-17 

b. Penebusan badani dikontraskan dengan penebusan rohani, Maz 49:7,8,15 

c. YHWH akan menebus Israel dari dosa dan pemberontakan mereka, Maz 130:7-8 
B. Konsep Teologis ini mencakup tiga hal yang berkaitan. 

1 . Adanya kebutuhan, beban berat, denda, pemenjaraan. 

a. badani 

b. sosial 

b. rohani (lih. Maz 130:8) 

2. Suatu harga harus dibayar untuk kebebasan, kelepasan, dan pemulihan. 

a. dari suatu bangsa, Israel (lih. UI 7:8) 

b. dari suatu pribadi (lih. Ayb 19:25-27; 33:28) 

3. Seseorang harus bertindak sebagai penengah dan penyumbang. Dalam gaal yang ini 
biasanya adalah seorang anggota keluarga atau keluarga terdekat. (yaitu, go 'el). 

3 . YHWH sering menyatakan Himself dalam istilah-istilah kekeluargaan. 

a. Bapa 

b. Suami 

c. Keluarga Terdekat 

Penebusan dijmin melalui agen pribadi YHWH; harganya telah dibayar, dan penebusan telah 

dicapai ! 
II.PERJANJIAN BARU 
A. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk membawa konsep teologis ini. 



71 



1. Agorazo (lih. I Kor 6:20; 7:23; II Pet 2:1; Wah 5:9; 14:34). Ini adalah istilah perdagangan 
yang mencerminkan suatu harga yang dibayar untuk sesuatu barang. Kita adalah umat yang 
dibeli dengan darah, yang tidak mengendalikan kehidupan kita sendiri. Kita adalah milik 
Kristus.. 

2. Exagorazo (lih. Gal 3:13; 4:5; Ef 5:16; Ko 4:5). Ini juga sebuah istilah perdagangan. Ini 
mencermunkan kematian Yesus sebagai penebus bagi kita. Yesus menanggung "kutukan" 
dari sutu hukum yang berdasarkan perbuatan, (yaitu., Taurat Musa), yang tidak mungkin 
dupenuhi oleh manusia berdosa. Ia menanggung kutukan ini (lih. UI 21:23) untuk kita 
semua! Dalam Yesus, keadilan dan kasih Allah menyatu ke dalam pengampunan, 
penerimaan, dan hak masuk yang penuh! 

3. Lud, "membebaskan" 

a. Lutron, "harga yang telah dibayar" (lih. Mat 20:28; Mar 10:45). Ini aalah kata-kata yang 
berkuasa dari mulut Yesus sendiri mengenai makssud kedatanganNya, menjadi juru 
selamat dunia dengan membayar hutang-dosa yang tidak di"pinjam"Nya (lih. Yoh 1 :29). 

b. Lutroo, "melepaskan" 

(1) menebus Israel, Lukas 24:21 

(2) memberikan diriNya untuk menebus dan memurnikan seseorang, Titus 2:14 

(3) menjadi pengganti/penebus yang tak berdosa, I Petrus 1:18-19 

c. Lutrosis, "penebusan, pelepasan, atau pembebasan" 

(1) Nubuatan Zakaria tentang Yesus, Lukas 1:68 

(2) Pujian Hana pada Allah bagi Yesus, Luke 2:38 

(3) Pengorbanan Yesus yang leih baik, dan hanya sekali ditawarkan, Ibr 9:12 

4. Apolytrosis 

a. Penebusan pada Kedatangan Yesus yang Kedua (lih. Kis 3 : 19-21) 

(1) Lukas 21:28 

(2) Roma 8:23 
(3)Efesusl:14;4:30 

(4) Ibrani 9:15 

b. Penebusan dalam kematian Kristus 

(1) Roma 3:24 

(2) IKorintus 1:30 
(3)Efesusl:7 
(4)Kolosel:14 

5. Antilytron (lih. I Tim 2:6). Ini adalah naskah yang sangat penting, (sebagaimana Titus 2:14), 
yang berkaitan dengan kematian Yesus di salib sebagai penebus. Ia adalah satu-satunya 
korban yang dapat diterima; yang mati bagi "semua", (lih. Yoh 1:29; 3:16-17; 4:42; I Tim 
2:4;4:10;Titus2:ll;IIPet3:9;IYoh2:2;4:14). 

B. Konsep Teologis dalam PB menyatakan 

1. Manusia diperbudak oleh dosa (lih. Yoh 8:34; Rom 3:10-18; 6:23). 

2. Keterikatan manusia dengan dosa telah diungkapkan oleh Taurat Musa di PL (lih. Gal 3) dan 
khotbah Yesus di bukit (lih. Mat 5-7). Perbuatan manusia telah menjadi suatu hukuman mati 
(lih.. Kol 2:14). 



72 



Yesus, Anak Domba Allah yang tak berdosa, telah datang dan mati sebagai ganti kita (lih. 

Yoh 1:29; II Kor 5:21). Kita telah dibeli dari dosa hingga kita bisa melayani Allah. (lih. Rom 

6). 

Dengan pernyataan ini, baik YHWH dan Yesus adalah sebagai "kaum penebus" yang 

bertindak untuk kepentingan kita. By implication both YHWH and Jesus are "near kin" who 

act on our behalf. Hal ini melanjutkan penggambaran kekeluargaan (yaitu, Bapa, suami, 

anak, saudara, kaum penebus). 

Penebusan bukan harga yang dibayar kepada Setan (Teologia Abad Pertengahan), namun 

merupakan suatu rekonsiliasi dari Firman dan keadilah Allah dengan Kasih Allah dan 

pemberian sepenuh dalam Kristus. Di salib perdamaian dipulihkan, pemberontakan manusia 

diampuni, gambar Allah dalam manusia sekarang berfungsi kembali dalam suatu 

persekutuan yang intim! 

Masih ada suatu aspek masa depan dari penebusan (lih. Rom 8:23; Ef 1:14; 4:30), yang 

melibatkan kebangkitan dan keintiman badani kita dengan Allah Tritunggal.. 



3:25 

NASB 

NKJV 

NRSV 

TEV 

JB 



"yang ditunjukkan secara umum oleh Allah" 

"yang dikemukakan Allah" 

"yang diajukan oleh Allah" 

"ditawarkan oleh Allah" 

"ditentukan Allah" 

Ini adalah suatu AORIST MIDDLE rNDICATIVE yang berarti bahwa Allah sendiri menyatakan 
maksud dan hatiNya melalui kematian Kristus (Ef 1:9). Rencana penebusan abadi Allah melibatkan 
pengorbanan Yesus (lih. Yes 53:10; Wah 13:8). Lihat catatan pada 9:11. 



Istilah Yunani endeiknumai (endeixis, lih. 3:25,26) dipakai beberapa kali di kitab Roma (lih. 2:15; 
9:17,23; LXX Kel 9:16). Arti dasarnya ialah untuk menyatakan atau mempertunjukkan. Allah 
menginginkan manusia memahami secara jelas kebenaran, rencana, dan maksud dari penebusanNya. 
Konteks ini menyatakan suatu pandangan Alkitabiah yang mendunia 

1 . tentang karakter Allah 

2. tentang karya Kristus 

3. tentang kebutuhan manusia 

4. tentang maksud penebusan. 

Allah ingin kita mengerti! Konteks ini sangat penting untuk suatu pemahaman yang tepat mengenai 
keKristenan. Memang ada beberapa kata dan frasa yang bersifat mendua atau dapat dipahami dalam 
beberapa cara, namun tujuan dari keseluruhannya adalah sangat jelas dan lugas. Konteks ini adalah suatu 
bintang kutub teologis bagi PB. 



□ 

NASB 

NKJV 

NRSV 

TEV 

JB 



"sebagai jalan perdamaian dalam darahNya" 

"menjadi jalan pendamaian ... dalam darah-Nya" 

"sebagai suatu korban penebusan oleh darahNya" 

"sedemikian hingga oleh darahNya Ia akan menjadi jalan yang olehnya dosa 

manusia diampuni" 

"mengorbankan hidupNya sedemikian untuk mewujudkan rekonsiliasi" 



73 



Dalam dunia Yunani-Romawi kata ini membawa konsep pemulihan dari persekutuan dengan suatu 
illah asing dengan cara pembayaran suatu harga, namun bukan dalam pengertian seperti dalam 
Septuaginta. Pengertian ini digunakan dalam Septuaginta dan Ibr 9:5 untuk menterjemahkan "tahta 
anugerah", yang adalah tutup dari Tabut Perjanjian yang terletak di Ruang Maha Suci, tempat dimana 
penebusan didapatkan untuk kepentingan bangsa-bangsa pada Hari Raya Penebusan (lih. Im 16). 

Istilah ini harus dibahas sedemikian hingga tidak mengurangi pandangan Allah terhadap dosa, namun 
meneguhkan sikap penebusanNya yang positif teradp orang berdosa. Suatu iskusi yang baik didapati 
dalam buku karangan James Stewart Seorang Manusia dalam Kristus, hal. 214-224. Satu jalan untuk 
mencapai hal ini adalah menterjemahkan istilah ini sedemikan hingga mencerminkan pekerjaan Allah 
dalam Kristus; "suatu korban pendamaian"; atau "dengan kuasa pendamaian" 

"Dalam darahNya" adalah suatu cara Ibani untuk menunjuk kepada pengorbanan penebusan dari 
Anak Domba Allah yang tak berdosa (lih. Yoh 1:29). Untuk sepenuhnya memahami konsep ini Im 1-7 
adalah hal yang penting sebagaimana Hari Penebusan dalam pasal 16. Darah menunjuk kepada suatu 
kehidupan tanpa dosa yang dipersembahkan untuk kepentingan orang yang bersalah (Yes 52: 13-53 : 12). 

□ "melalui iman" Di sini lagi (lih. 1:17; 3:22,25,26,27,28,30) adalah mekanisme bagi keuntungan 
pribadi yang tersedia dalam kematian penebusan Yesus bagi tiap orang dan siapapun. 

Frasa ini dilalaikan dalam naskah-naskah kuno A dari abad ke 5 (juga naskah Yunani yang digunakan 
oleh Chrysostom) dan naskah abad 12 MS (2127). Hal ini dicakup dalam semua naskah-naskah Yunani 
lainnya. Beberapa diantaranya memiliki ARTIKEL yang definitif dengan "iman" dan beberapa tidak, 
namun demikian, hal ini tidak mempengaruhi artinya. UBS menilai pencakupan ini sebagai B (dengan 
sedikit keraguan). 

□ "menunjukkan keadilanNya" Allah harus jujur tentang karakter dan FirmanNya (lih. Mal 3:6). 
Dalam PL jiwa yang berdosa harus mati (lih. Yeh 18:4,20). Allah berkata Ia tidak akan membebaskan 
tuduha orang bersalah (lih. Kel 23:7). Kasih Allah bagi manusia yang jatuh sedemikian besarnya 
sehingga Ia bersedia menjadi manusia, menggenapi Taurat dan mati sebagai ganti manusia yang jatuh. 
Kasih dan keadilan bertemu dalam Yesus (ay 26) 

□ 

NASB, NKJV, 

NRSV "Ia membiarkan dosa-dosa yang telah diperbuat terdahulu" 

TEV "Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran- 

Nya." 
NJB "karena dimasa lalu, ketika dosa-dosa tidak dihukum" 

Kata "membiarkan" adalah paresis, yang dalam PB hanya digunakan di sini dan tak pernah 
digunakan dalam Septuaginta. Nenek moyang Yunani dan Jerome mengartikan hal ini seperti arti literal 
dari bahasa Yunani "pengampunan dari hutang" (lih. Moulton dan Milligan, hal 493). Namun demikian, 
pariemi, KATA KERJA asalnya berarti "mengesampingkan apa yang sudah berlalu" atau "bersantai" (lih 
Lukas 11:42). 

Sehingga pertanyaannya adalah apakah Allah mengampuni dosa di masa lalu dengan memandang 
kepada karya Kristus yang akan datang, atau apakah Ia membiarkannya karena mengetahui bahwa 
kematian Kristus akan menyelesaikan masalah dosa? Hasilnya adalah sama. Dosa manusia, dulu, 
sekarang, dan yang akan datang, diselesaikan oleh pengorbanan Kristus. 

Ini adalah tindakan anugerah Allah dimasa silam yang memandang kepada karya Kristus (lih. Kis 
17:30; Rom 4:15; 5:13) sebagaimana juga tindakan saat ini dan masa mendatang (lih. ay 26). Allah tidak 
pernah menganggap remeh dosa, namun Ia menerima pengorbanan Yesus sebagai obat bagi 
pemberontakan manusia yang adalah penghalang bagi persekutuan abadi denganNya. 

74 



3:26 Istilah "keadilan" dalam ay 25 secara etimologis berhubungan dengan kata "adil" dan "yang 
membenarkan" dalam ay 26. Allah berkerinduan agar karakterNya dinyatakan dalam kehidupan orang 
percaya melalui iman dalam Kristus. Yesus menjadi kebenaran kita (lih. II Kor 5:21) namun orang 
percaya harus juga menjadi sejalan dengan kebenaranNya, keserupaan denganNya (lih. Rom 8:29). Lihat 
Topik Khusus pada 1:17. 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:27-30 
Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan 



27 



28-, 



perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia 
dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29 Atau adakah Allah 
hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia 
juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan 
baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. 



3:27 "Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah" Kehadiran ARTICLE dengan "bermegah" 
mungkin mencerminkan kebanggaan orang Yahudi (lih 2:17,23). Injil adalah merendahkan diri. Manusia 
yang jatuh (Yahudi atau bukan) tak dapat menolong diri sendiri (lih. Ef 2:8-9). Lihat Topik Khusus: 
Bermegah pada 2:17. 

□ "tidak ada" Istilah ini (ek [di luar] ditambah kleid [menutup]) digunakan hanya di sini dan di Gal 
4:17. Secara huruflah berarti "mengunci pintu dari dalam." 

□ "berdasarkan iman" Perjanjian Baru Allah dari Yer 31:31-34 bukan berdasar atas perbuatan, 
namun atas kepercayaan/iman/percaya (pistis) dalam janji dan sifat kemurahanNya. Baik PL atau PB 
dimaksudkan untuk merubah manusia yang jatuh kedalam sifat Allah (benar). PL menggunakan hukum 
badani eksternal; PB menggunakan hati yang baru (lih. Yeh 36:26-27). Sasarannya adalah sama! 

3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia 
melakukan hukum Taurat" Ini adalah ringkasan dari 3:21-26 dan menjadi bayangan bagi pasal 4-8 (lih 
II Tim 1:9; Ti 3:5). Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma melalui iman dalam karya paripurna 
Kristus, (lih. 3:24; 5:15,17; 6:23; Ef 2:8-9). Namun demikian, kedewasaan adalah kehidupan ketaatan, 
pelayanan dan penyembahan yang "menuntut pengorbanan segalanya" (cf Gal 5:6; Ef 2:10; Flp 2:12; 
dan lihat catatan pada 1:5). 

3:29 Maksud Allah sejak semula adalah menebus semua manusia yang diciptakan sesuai dengan 
gambarNya (Kej 1:26; 5:1; 9:6). Janji penebusan di Kej 3:15 adalah bagi semua. Ia memulih Abraham 
untuk memilih dunia (lih Kej. 12:31; Kel 19:4-6; Yoh 3:16). 

Ayat ini, seperti 3:9, bisa mencerminkan ketegangan di gereja Roma antara kepemimpinan orang 
percaya Yahudi, yang telah meninggalkan Roma mengikuti titah Nero, dan yang menghasilkan 
kepemimpinan oleh bukan orang Yahudi sebagai pengganti mereka. Pasal 9-11 mungkin juga 
membicarakan ketegangan yang sama ini. 

3:30 

NASB "karena sesungguhnya Allah hanyalah satu" 

NKJV "kalau ada satu Allah" 

NRSV "karena Allah hanya satu" 

75 



TEV "Allah adalah esa" 

JB "karena hanya ada satu Allah" 

Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut pandang 
si penulis atau untuk maksud penulisannya. Jika monoteisme benar, dan ini adalah monoteis 
(bandingkan. Kel 8:10; 9:14; UI 4:35,39; 6:4; I Sam 2:2; II Sam 7:22; 22:32; I Raj 8:23; Maz 86:8,10; 
Yes 43:11; 44:6,8; 45:6-7,14,18,21-22; 46:5,9; Yer 2:11; 5:7; 10:6; 16:20), maka Ia pasti adalah Allah 
bagi semua orang. 

□ "(Ia)... akan membenarkan orang-orang bersunat karena iman" Kata "membenarkan" di sini 
berasal dari akar kata Yunani yang sama dengan"kebenaran". Lihat Topik Khusus pada 1:17. Hanya ada 
satu jalan untuk menjadi benar dengan Allah (lih. Rom 9:30-32). Dua kriteria keselamatan adalah iman 
dan pertobatan (lih. Mar 1:15; Kis 3:16,19; 20:21; Lihat catatan pada 1:5). Hal ini berlaku bagi orang 
Yahudi dan Yunani. 

□ "karena iman. ..karena iman" Di sini terlihat jelas adanya paralel antara dua anak kalimat ini. 
KATA DEPAN ek dan dia digunakan secara sinonim di sini. Tanpa perbedaan maksud. 



NASKAH NASB (UPDATED): 3:31 
31 Jika demikian, adakah kami meni 
Sebaliknya, kami meneguhkannya. 



31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! 



3:31 

NASB "Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman" 
NKJV "Apakah kami menjadikan Taurat tak berlaku melalui iman" 
NRSV "Apakah kami membuang Taurat oleh iman ini" 

TEV "Apakah ini berarti bahwa oleh iman ini kita menjauhkan diri dari Taurat" 

JB "Apakah kita bermaksud bahwa iman menjadikan Taurat tidak berarti" 

PB menyajikan PL dalam dua cara yang berbeda: 

1 . sebagai perwahyuan ilham Allah yang merupakan pemberian Allah yang tak akan pernah berlalu, 
(lih. Mat 5:17-19; Rom 7:12,14,16) 

2. sebagai hal yang usang dan telah berlalu (lih. Ibr 8:13). 

Paulus menggunakan istilah "membatalkan" paling tidak dua-puluh-lima kali. Hal ini diterjemahkan 
sebagai "menjadikan tak berarti", "tidak berkuasa", dan "tidak berlaku" Lihat Topik Khusus pada 3:3. 
Bagi Pauus, Taurat adalah suatu penjaga (lih. Gal 3:23) dan pengajar (lih. Gal 3:24), namun tidak dapat 
memberikan hidup yang kekal (lih. Gal. 2:16,19; 3:19). Ini adalah dasar dari penghukuman manusia (lih. 
Gal 3:13; Kol 2: 14). Taurat Musa berfungsi baik sebagai perwahyuan dan ujian moral sebagaimana 
"Pohon pengetahuan Baik dan Buruk" 

Ada ketidak pastian mengenai apa yang dimaksudkan Paulus dengan "Hukum": 

1 . suatu system kebenaran hasil kerja Yudaisme 

2. suatu tahapan yang harus dilampaui bagi orang Bukan Yahudi yang percaya untuk keselamatan 
dalam Kristus (Pe-Yahudi-an in buku Galatia) 

3. suatu standar ukuran yang tidak bisa dipenuhi manusia (lih. Rom 1:18-3:20; 7:7-25; Gal 3:1-29). 

□ "kami meneguhkannya (Hukum)" Berdasar pengertian dari frasa sebelumnya, apa arti frasa ini? 
Ini bisa menunjukkan bahwa 

1 . Taurat bukan jalan keselamatan, namun sebuah pedoman moral 

76 



2. menjadi saksi bagi doktrin "pembenaran olah iman" 3:21; 4:3 (Kej 15:6; Maz 32:1-2,10-11) 

3. kelemahan Taurat (pemberontakan manusia, lih. Rom 7; Gal 3) telah sepenuhnya dibayar oleh 
kematian Kristus, 8:3-4 

4. maksud perwahyuan adalah untuk memulihkan gambar Allah dalam manusia 

Taurat, setelah kebenaran forensic, menjadi sebuah pedoman kepada kebenaran dan keserupaan 
dengan Kristus. Lihat Topik Khusus: Pandangan Paulus terhadap Taurat Musa pada 13:9. 

Paradoks yang mengejutkan adalah bahwa Taurat telah gagal untuk menetapkan kebenaran Allah 
namun oleh pembatalannya, dengan cara anugerah Allah akan kemurahan melalui iman, orang Kristen 
hidup dalam kehidupan yang benar dan kudus. Saaran Taurat telah dicapai, bukan dengan perbuatan 
manusia, namun oleh pemberian cuma-cuma anugerah Allah dalam Kristus! Untuk "menetapkan" lihat 
Topik Khusus: Berdiri pada 5:2. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 

1 . Buat garis besar Roma 3:21-31 dengan kata-kata anda sendiri. 

2. Mengapa Allah membiarkan dosa manusia di masa lalu (ay 25)? 

3. Bagaimana orang percaya jaman PL diselamatkan dari dosa (3:25)? 

4. Bagaimana iman dalam Yesus meneguhkan Taurat (3:31)? 



77 



78 



ROMA 4 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Teladan Abraham 


Abraham Dibenarkan 
Oleh Iman 


Abraham Dibenarkan 
Oleh Iman 


Teladan Abraham 


Abraham Dibenarkan 
Oleh Iman 


4:1-12 


4:1-4 


4:1-8 


4:1-8 


4:1-8 




Daud Merayakan 
Kebenaran yang Sama 






Dibenarkan Sebelum 
Sunat 




4:5-8 










Abraham Dibenarkan 
Sebelum Sunat 










4:9-12 


4:9-12 


4:9-12 


4:9-12 


Janji Digenapi Melalui 
Iman 


Janji Dikabulkan Melalui 
Iman 


Keturunan Abraham yang 
Sejati 


Janji Allah Diterima 


Tidak Dibenarkan oleh 
Ketaatan pada Taurat 


4:13-25 


4:13-25 


4:13-15 


4:13-15 


4:13-17 






4:16-25 


4:16-25 


Iman Abraham Model dari 
Iman Kristen 










4:18-25 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 



79 



WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Teologia Paulus yang mengejutkan yang dinyatakan dalam 3:21-31 menyatakan bahwa manusia yang 
telah jatuh dinyatakan benar dengan Allah sebagai pemberian cuma-cuma, sepenuhnya jauh dari 
Taurat Musa. Paulus sekarang mencoba untuk membuktikan bahwa ini bukan sekedar suatu inovasi 
(lih. 3:21b) dengan memberikan contoh-contoh PL dari Abraham dan Daud (ay 6-8). 

B. Roma 4 menyajikan bukti-bukti dari doktrin pembenaran oleh iman yang ditarik dari Taurat Musa, 
Kej - UI. Ini diringkas dalam 3:21-31. Bagi orang Yahudi, suatu kutipan dari tulisan Musa memiliki 
bobot teologis yang tinggi, khususnya berhubungan dengan Abraham, yang dipandang sebagai bapa 
dari bangsa Yahudi. Daud dipandang sebagai jenis Mesias yang akan datang (lih II Sam 7). 
Ketegangan di Roma antara orang percaya Yahudi dan Bukan Yahudi lah mungkin yang 
memunculkan diskusi ini. Hal ini mungkin bahwa para pemimpin Yahudi Kristen merasa dipaksa 
oleh Nero (yang membatalkan ibadah Yahudi) untuk meninggalkan Roma. Sementara itu, mereka 
digantikan oleh pemimpin Kristen bukan Yahudi. Kepulangan kembali pemimpin yang lama 
menimbulkan kontroversi siapa ayng harus jadi pemimpin. 

C. Roma 4 menunjukkan bahwa manusia yang jatuh telah selalu diselamatkan oleh iman dan pertobatan 
kepada Allah dalam hubungan dengan penduan rohani yang mereka miliki (Kej 15:6; Rom 4:3). 
Dalah banyak hal Perjanjian Baru (Injil) tidak berbeda secara radikal dari Perjanjian Lama (lih. Yer 
31:31-34; Yeh 36:22-38). 

D. Jalan pembenaran oleh iman ini bagi semua, bukan hanya para Pelopor, atau bangsa Israel. Paulus di 
sini membangun dna mengembangkan argumen teologianya menggunakan Abraham, yang ia mulai 
di Galati a 3. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 

NASKAH NASB(UPDATED): 4:1-8 

1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? 2 Sebab jikalau 
Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak 
di hadapan Allah. 3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada 
Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." 4 Kalau ada orang 
yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. 'Tetapi kalau 
ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, 
imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. 6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang 
yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: '"Berbahagialah orang yang diampuni 
pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; 8 berbahagialah manusia yang 
kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya." 

4:1 "Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita" Nama Abraham 
berarti "bapa banyak bangsa" (lih. ay 16-18). Nama sahnya, Abram, berarti "bapa yang ditinggikan". 

Teknik penulisan yang digunakan di sini disebut diatribe (lih. 4:1; 6:1; 7:7; 8:31; 9:14,30). Alasan 
menggunakan Abraham (Kej 11:27-25:11) sebgai suatu contoh adalah baik (1) karena orang Yahudi 
sangat menghargai asal ras mereka (lih. Mat 3:9; Yoh 8:33,37,39); (2) karena iman pribadinya menjadi 



80 



teladan dari pola perjanjian (Kej 15:6); (3) imannya mendahului pemberian Taurat kepada Musa (lih. Kel 
19-20); atau (4) ia digunakan oleh guru-guru palsu (yakni kaum Yudais, lih. Galatia). 

□ "jasmani" Lihat Topik Khusus pada 1 :3 

4:2 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL (lih. A. T. Robertson, Gambaran- 
gambaran dari Kata, vol 4, hal. 350) yang dianggap benar dari sudut pandang si penulis atau untuk 
maksud penulisannya. Ini adalah contoh bagus untuk kalimat FIRST CLASS CONDITINAL yang secara 
realita adalah salah, namun digunakan untuk membuat point Teologis (lih. ay 14). 

Joseph A. Fitzmyer, Alkitab Jangkar, vol 33, hal 372, mengatakan bahwa hal ini bisa jadi merupakan 
suatu campuran KALIMAT CONDITIONAL dengan bagian pertamanya menjadi SECOND CLASS 
(berlawanan dengan fakta) dan bagian kedua menjadi FIRST CLASS. 

□ "dibenarkan oleh perbuatan" Ini adalah lawan dari pembenaran oleh iman dalam Kristus. Cara 
keselamatan ini melalui usaha manusia (4:4), jika memungkinkan, akan menjadikan pelayanan Kristus 
tidak harus ada. Namun, PL menunjukkan dengan jelas ketidak mampuan manusia yang jatuh untuk 
melaksanakan pekerjaan perjanjian Allah. Olah karena itu, PL menjadi suatu kutuk, hukuman mati (lih. 
Gal 3:13; Kol 2:14). 

Para ahli Yahudi mengetahui bahwa Abraham ada sebelum Taurat Musa, namun mereka percaya ia 
mengantisipasi Taurat dan memeliharanya, (lih. Ecclesiasticus 44:20 dan Jubilees 6:19; 15:1-2). 

□ "ia memiliki dasar untuk bermegah," Tema ini sering muncul dalam tulisan Paulus. Latar 
belakangnya sebagai Farisi membuatnya peka terhadapa masalah ini (lih. 3:27; I Kor 1:29; Ef 2:8-9). 
Lihat Topik Khusus: Bermegah pada 2:17. 

4:3 

NASB, NKJV, 

NRSV, TEV "percayalah Abraham kepada Tuhan" 

JB "Abraham menaruh imannya daalah Allah" 

Ini adalah kutipan dari Kej 15:6. Paulus menggunakannya tiga kali dalam pasal ini (lih. 4:3,9,22), 
yang menunjukkan arti pentingnya dalam pemahaman teologis Paulus akan keselamatan. Kata "iman" 
dalam PL berarti loyalitas, ketaatan, atau kebisa-dipercayaan, dan merupakan penjelasan akan jati diri 
Allah, bukan kita. Berasal dari kata Ibrani (emun, emunah) yang beraarti "yakin atau stabil". Iman yang 
menyelamatkan adalah persetujuan moral (kumpulan kebenaran), komitmen secara suka rela (suatu 
keputusan), kehidupan moral (gaya hidup), dan terutama merupakan suatu hubungan (penerimaan akan 
seseorang). 

Haruslah ditekankan bahwa iman Abraham bukan pada Juru Selamat yang akan datang, namun 
dalam janji Allah bahwa ia akan mendapatkan seorang anak dan keturunan (lih. Kej 12:2; 15:2-5; 17:4-8; 
18:14). Abraham menanggapi janji ini dengan mempercayakan diri pada Allah. Ia masih memiliki 
keraguan dan masalah dengan janji ini, sebagai kenyataan janji ini baru digenapi setelah tiga belas tahun 
lamanya. Namun demikian, imannya yang tak sempurna, tetap diterima oleh Allah. Allah mau bekerja 
dengan manusia yang banyak salahnya yang menanggapiNya dan janjiNya dalam iman, meski jika hanya 
sekecil biji sesawi, (lih. Mat. 17:20). 

4:3,4,5,6,8,9,10,22,23,24 

NASB, NRSV "itu diperhitungkan kepadanya" 

81 



NKJV "itu diperhitungkan kepadanya" 

TEV "karena Allah menerima dia" 

JB "iman ini dipertimbangkan" 

"Itu" menunjuk pada iman Abraham dalam janji Allah. 

"Diperhitungkan" (logizomia) adalah istilah akuntansi yang berarti "diberikan atau didepositokan 
kedalam rekening seseorang" (lih. LXX Kej 15:6; Im 7:18; 17:4). Kebenaran yang sama secara indah 
dinyatakan dalam II Kor 5:21 dan Gal 3:6. Mungkin saja Paulus menggabungkan Kej 15:6 dan Maz 32:2 
karena keduanya menggunakan istilah akuntansi "diperhitungkan". Penggabungan naskah ini suatu 
prinsip hermenetik yang digunakan para rabi. 

Penggunaan PL dari istilah ini dalam Septuaginta tidak merupakan istilah perbankan, namun hanya 
berkaitan dengan hal pembukuan, mungkin berhubungan dengan kata "kitab" dalam Dan 7:10; 12:1. 
Kedua buku penggambaran ini (ingatan Allah) adalah 

1. kitab perbuatan atau peringatan (lih. Maz 56:8; 139:16; Yes 65:6; Mal 3:16; Wah 20:12-13) 

2. buku kehidupan (lih. Kel. 32:32; Maz 69:28; Yes 4:3; Dan 12:1; Luk 10:20; Flp 4:3; Ibr 12:23; 
Wah 3:5; 13:8; 17:8; 20:15; 21:27). 

Buku tempat dicatatnya iman Abraham olah Allah sebagai suatu kebenaran ialah "buku kehidupan." 

4:3,5,6,9,10,1 1,13,22,25 "sebagai kebenaran" Ini mencerminkan istilah PL "buluh pengukur" 
{tsadak). Ini adalah penggambaran yang dibangun untuk karakter Allah. Allah adalah lurus, manusia 
bengkok. Dalam PB digunakan dalam penertian kedudukan, secara hukum (forensik) yang diharapkan 
bergerak menuju sifat gayahidup yang kudus. Sasaran Allah bagi tiap orang Kristen ialah sifatNya 
sendiri, atau dengan cara lain keserupaan dengan Kristus (lih. 8:28-29; Gal 4:19). Lihat Topik Khusus 
pada 1:17. 

4:5 Hakikat iman ialah menanggapi Allah yang menyatakan diriNya, tanpa ketergantungan mutlak pada 
usaha dan prestasi pribadi. Ini tidak menyatakan bahwa sekali kita diselamatkan dan memiliki Roh Kudus 
yang berdiam didalam kita, gaya hidup kita menjadi tidak penting. Sasaran keKristenan bukanlah hanya 
surga ketika kita mati, namun keserupaan dengan Kristus saat ini. Kita tidak diselamatkan, dibenarkan, 
atau diberikan posisi yang benar oleh perbuatan, namun kita ditebus untuk suatu pekerjaan yang baik 
(lih. Ef 2:8-9 & 10; Yakobu and I Yohanes). Kehidupan yang diubahkan dan berubah adalah bukti 
bahwa seseorang telah diselamatkan. Pembenaran harus menghasilkan kekudusan! 

□ "percaya" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: IMAN (PISTIS [KATA BENDA], PISTEUO, [KATA KERJA], PISTOS [KATA 
SIFAT]) 

A. Ini adalah suatu istilah yang penting dalam Alkitab (lih. Ibr 11:1,6). Ini adalah pokok dari khotbah 
awal Yesus (lih Mar 1:15). Setidaknya ada dua persyaratan perjanjian baru: pertobatan dan iman 
(lih. 1:15; Kis 3:16,19; 20:21). 

B. Etimologi -nya 

1. Istilah "iman" dalamPL berarti loyalitas, ketaatan, atau kedapat-dipercayaan dan merupakan 
penjelasan dari jati diri Allah, bukan kita. 

2. Berasal dari kata Ibrani (emun, emunah) yang beraarti "yakin atau stabil". Iman yang 
menyelamatkan adalah persetujuan moral (kumpulan kebenaran), kehidupan moral (gaya 
hidup), dan terutama suatu hubungan (penerimaan seseorang) dan komitmen secara suka rela 
(suatu keputusan) kepada orang tersebut. 

82 



C. Penggunaannya di PL. 

Haruslah ditekankan bahwa iman Abraham bukan pada Juru Selamat yang akan datang, namun 
dalam janji Allah bahwa ia akan mendapatkan seorang anak dan keturunan (lih. Kej 12:2; 15:2-5; 
17:4-8; 18:14). Abraham menanggapi janji ini dengan mempercayakan diri pada Allah. Ia masih 
memiliki keraguan dan masalah dengan janji ini, sebagai kenyataan janji ini baru digenapi setelah 
tiga belas tahun lamanya. Namun demikian, imannya yang tak sempurna, tetap diterima oleh Allah. 
Allah mau bekerja dengan manusia yang banyak salahnya yang menanggapiNya dan janjiNya dalam 
iman, meski jika hanya sekecil biji sesawi, (lih. Mat.l7:20). 

D. Penggunaannya di PB 

Istilah "percaya" berasal dari kata Yunani (pisteuo) yang dapat juga diterjemahkan sebagai 
"percaya", "iman", atau "mempercayakan diri". Sebagai contoh, kata benda ini tidak muncul dalam 
Injil Yohanes, namun kata kerjanya sering digunakan. Dalam Yoh 2:23-25 terdapat ketidak-pastian 
tentang keaslian dari komitmen orang banyak kepada Yesus orang Nazaret sebagai Mesias. Contoh 
yang lain dari penggunaan yang dangkal dari kata "percaya" adalah dalam Yoh 8:31-59 dan Kis 
8:13, 18-24. Iman Alkitabiah yang benar adalah jauh lebih dari sekedar tanggapan mula-mula. Hal 
ini harus diikuti oleh suatu proses pemuridan (lih. Mat 13:20-22,31-32). 

E. Digunakan dengan memakai KATA DEPAN 

1. eis artinya "ke dalam" Pengembangan yang unik ini menekankan bahwa orang percaya 
menaruh iman dan mempercayakan diri dalam Yesus. 

a. dalam NamaNya (Yoh 1:12; 2:23; 3:18; I Yoh 5:13) 

b. dalam Dia (Yoh 2:11; 3:15,18; 4:39; 6:40; 7:5,31,39,48; 8:30; 9:36; 10:42; 11:45,48; 
17:37,42; Mat 18:6; Kis 10:43; Flp 1:29; IPet 1:8) 

c. kedalamKu(Yoh6:35; 7:38; 11:25,26; 12:44,46; 14:1,12; 16:9; 17:20) 

d. kedalam ANAK (Yoh 3:36; 9:35; I Yoh 5:10) 

e. dalam Yesus (Yoh 12:11; Kis 19:4; Gal 2:16) 

f. kedalam Terang (Yoh 12:36) 

g. kedalam Allah (Yoh 14:1) 

2. en berarti "masuk" sebagaimana dalam Yoh 3:15; Mar 1:15; Kis 5:14 

3. epi berarti "masuk" or aatas, sebagaimana dalam Mat 27:42; Kis 9:42; 11:17; 16:31; 22:19; 
Rom 4:5,24; 9:33; 10:11; I Tim 1:16; IPet 2:6 

4. KASUS DATU dengan tanpa KATA DEPAN sebagaimana di Gal 3:6; Kis 18:8; 27:25; I 
Yoh 3:23; 5:10 

5. hoti, yang artinya "percaya bahwa," memberikan pengertian apa yang harus dipercayai 

a. Yesus adalah Yang Kudus dari Allah (Yoh 6:69) 

b. Yesus adalah Aku (Yoh 8:24) 

c. Yesus ada didalam Bapa dan Bapa ada didalam Dia (Yoh 10:38) 

d. Yesus adalah Mesias (Yoh 1 1 :27; 20:3 1) 

e. Yesus adalah Anak Allah (Yoh 1 1 :27; 20:3 1) 

f. Yesus diutus oleh Bapa (Yoh 11:42; 17:8,21) 

g. Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 14:10-11) 
h. Yesus datang dari Bapa (Yoh 16:27,30) 

i. Yesus mengidentifikasikan DiriNya dalam nama perjanjian Allah, "Aku" (Yoh 8:24; 

13:19) 
j. Kita akan hidup bersama Dia (Rom 6:8) 
k. Yesus mati dan bangkit kembali (I Tes 4:14) 

83 



□ 

NASB, NKJV "imannya" 

NRSV "iman yang sedemikian" 

TEV, NJB "adalah imannya" 

Iman Abraham diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Ini bukan karena perbuatan Abraham, 
namun karena sikapnya. 

Kata "diperhutingkan" digunakan juga dari Pinehas dalam LXX dari Maz 106:31, yang menunjuk 
kepada Bil 25:11-13. Dalam hal ini penghitungan tersebut didasarkan atas perbuatan Pinehas, namun 
tidak demikian dengan Abraham dalam Kej 15:6! 

□ "namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan 
menjadi kebenaran." Ini adalah suatu paralel yang sangat jelas dari Abraham di ay 3 (Kej 15:6). 
Kebenaran adalah pemberian Allah, bukan hasil perbuatan manusia, Lihat Topik Khusus pada 1:17. 

□ "Daud" Sebagaimana Abraham bukan seorang yang sempurna, namun benar dihadapan Allah oleh 
iman, demikian pula Daud yang berdosa (lih. Maz 32 and 51). Allah mengasihi dan bekerja dengan 
manusia yang jatuh (Kej 3) yang menunjukkan iman kepadaNya (PL dan dalam AnakNya (PB). 

4:6 "bukan berdasarkan perbuatan" Paulus menekankan frasa ini dengan menyelipkannya tepat 
sebelum kutipan PL nya (lih. Maz 32:1-2). Manusia benar dihadapan Allah karena anugerahNya melalui 
perantaraan Kristus dengan menggunakan iman pribadinya, dan bukan prestasi agamawi mereka. 

4:7-8 Ini adalah kutipan dari Maz 32:1-2. baik kata kerja di ay 7, "telah diampuni" dan "telah 
diselubungi" adalah AORIST PASSIVE. Allah adalah pelakunya di sini. Ayat 8 mengandung suatu 
DOUBLE NEGATIVE, yang kuat "dalam situasi apapun tidak akan" diberikan, dicatat dan 
diperhitungkan. Catat ketiga KATA KERJA dalam kutipan ini; semua menyatakan penghapusan dosa. 

4:7 "yang ditutupi dosa-dosanya" Ini adalah kutipan dari Maz 32:1. Konsep "penutupan" adalah pokok 
dari aspek pengorbanan dari penyembahan Israel. Dengan Allah menutupi dosa, Ia menjadikannya 
tersembunyi dari pemandanganNya (Brown, Driver, Briggs, hal. 491). Konsep yang sama in, walaupun 
berbeda kata Ibrani untuk "menutupi" (caphar), digunakan dalam ibadah Hari Raya Penebusan 
(penutupan), dimana darah ditempatkan pada "tahta kemurahan" menutupi dosa Israel. Penggambaran 
Alkitabiah yang berhubungan dengan ini adalah menghapus atau menghilangkan noda dosa seseorang. 

4:8 "berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya" Ini 

adalah kutipan dari Maz 32:2. Di sini kata "diperhitungkan", "menyalahkan" atau didepositkan ke 
rekening seseorang" di gunakan dalam pengertian negative. Allah tidak menyalahkan dosa (DOUBLE 
NEGATIVE) ke dalam rekening bank rohani orang percaya; Ia menanamkan kebenaran. Ini berdasarkan 
sifat, pemberian, dan keputusan kemurahan Allah, bukan prestasi, pencapaian, atau kelayakan manusia. 

NASKAH NASB (UPDATED): 4:9-12 

9 Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak 
bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai 
kebenaran. 10 Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? 



84 



Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya. 11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai 
kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat 
menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada 
mereka, 12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya 
bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum 
disunat. 

4:9-12 Kemungkinan Paulus mengikut sertakan diskusi soal sunat ini karena kaum Yudais menekankan 
perlunya sunat bagi keselamatan (lih.buku Galatia dan Dewan Yerusalem, Kis 15). 

Paulus yang terlatih dalam exegesis gaya rabi, mengetahui bahwa dalam Kej 15:6 dan maz 32:2 
KATA KERJA yang sama digunakan (baik dalam bahasa Ibrani maupun Yunani). Hal ini menyatukan 
dua ayat ini untuk maksud teologis. 

4:9 Pertanyaan dari ayat 9 tidak diharapkan untuk dijawab "tidak". Allah menerima semua orang, 
bahkan orang bukan Yahudi, oleh iman. Kejadian 15:6 dikutip kembali. Abraham, bapa dari bangsa 
Yahudi, diperhitungkan benar sebelum ia disunat. 

4:10-11 "tanda sunat itu ... sebagai meterai kebenaran (iman)" Setelah Abraham dipanggil dan 

dihitung sebagai benar, Allah memberikan sunat sebagai tanda perjanjian (Kej 17:9-14). Semua orang 

diwilayah Timur Dekat Kuno disunat kecuali orang Filistin yang adalah keturunan Yunani dari kepulauan 

Aegian. 

Sunat, bagi mereka, adalah ritual tanda akil balig. Dalam kehidupan orang Yahudi hal ini adalah lambang 

agamawi dari keanggotaan dari perjanjian, dilaksanakan pada anak laki-laki pada hari ke delapan setelah 

lahir. 

Dalam ayat ini "tanda" dan "meterai" bersifat paralel dan keduanya menunjuk kepada iman Abraham. 
Sunat adalah tanda yang Nampak dari seseorang yang melaksanakan iman pada Allah. Frasa GENITIVE 
"dari kebenaran iman" diulangi di ay 13. Kunci untuk dinyatakan benar dengan Allah yang kudus 
bukanlah sunat, namun iman. 

4:11 "Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat" Buku Roma 
ditulis setelah buku Galatia. Paulus berkepekaan terhadap tendensi orang Yahudi untuk mempercayai (1) 
garis keturunan mereka (lih. Mat 3:9; Yoh 8:33,37,39) dan (2) penampilah dari tafsiran-tafsiran Yahudi 
terbaru dari perjanjian Musa (Tradisi Tak Tertulis, atau tradisi dari para penatua yang kemudian 
dituliskan dan disebut Talmud). Oleh karena itu, ia menggunakan Abraham sebagai paradigma dari 
semua yang percaya oleh iman (bapa dari orang tak bersunat yang percaya, lih Gal 3:29). 

□ "meterai" Lihat Topik Khusus di bawah ini 



TOPIK KHUSUS: METERAI 

Meterai Allah menunjuk pada Wahyu 9:4 dan 14:1 dan mungkin 22:4. Meterai setan disebut dalam 
13:16; 14:9; dan 20:4. Sebuah meterai adalah cara kuno untuk menunjukan 

1. kebenaran (lih. Yoh 3:33) 

2. kepemilikan (lih. Yoh 6:27; II Tim 2:19; Wah 7:2-3) 

3. keamanan atau perlindungan (lih. Kej 4:15; Mat 27:66; Rom 15:28; II Kor 1:22; Ef 1:13; 4:30) 

4. ini mungkin juga tanda dari kenyataan dari janji Allah akan anugerah (lih Rom 4:11 dan I Kor 
9:2). 



85 



Maksud dari meterai ini adalah untuk menandai umat Allah sehingga murka Allah lalu dari mereka. 
Meterai setan menandai umatnya, yang adalah obyek dari murka Allah. Dalam Wahyu "penganiayaan" 
(yaitu thlipsis) selalu berupa orang tak percaya menganiaya orang percaya, sementara murka/kemarahan 
(yaitu, orge or thumos) selalu merupakan penghakiman Allah terhadap orang tak percaya sehingga 
mereka bisa bertobat dan mengalihkan imannya pada Kristus. Maksud positif dari penghukuman ini 
dapat dilihat di berkat/kutuk dari UI 27-28. 

Frasa "Allah yang hidup" adalah suatu permainan kata-kata dari gelar YHWH (cf. Kel 3:14; Maz 
42:2; 84:2; Mat 16:16). Permainan kata yang sama sering ditemukan didalam sumpah Alkitabiah, 
"demi Allah yang hidup." 



4:12 "mengikuti jejak" Ini adalah istilah militer (stoicheo) untuk prajurit yang berbaris dalam satu 
deret. (lih. Kis 21:24; Gal 5:25; 6:16; Flp 3:16). Paulus berbicara dalam ayat ini tentang orang Yahudi 
("bapa peminatan") yang percaya. Abraham ialah bapa dari semua yang melaksanakan iman dalam dalam 
Allah dan j anj i-j anj iNya. 

Karena adanya ARTICLE yang ganda (tois) mungkin aspek kedua dari hal ini ("mengikuti langkah 
dari") menambah konsep gaya hidup beriman (PRESENT MIDDLE [deponen] PARTICIPLE) dan juga 
iman yang hanya sekali. Keselamatan adalah suatu hubungan yang berjalan, bukan hanya merupakan 
sebuah keputusan atau saat timbulnya keinginan. 

NASKAH NASB (UPDATED): 4:13-15 

13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan 
keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. 
14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang 
dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu. 15 Karena hukum Taurat 
membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga 
pelanggaran. 

4:13 "janji kepada Abraham dan keturunannya" Allah membuat perjanjian "tanah dan benih pada 
Abraham (lih. Kej 12:1-3; 15:1-6; 17:1-8; 22:17-18). PL berfokus pada tanah (Palestina), namun PB 
berfokus pada "benih" (Yesus Juru Selamat, lih. Gal 3:16,19), namun di sini "benih" menunjuk kepada 
umat beriman (lih. Gal. 3:29). Janji Allah adalah dasar bagi iman semua orang percaya (lih. Gal 
3:14,17,18,19, 21, 22,29; 4:28; Ibr 5:13-18). 

□ "bahwa ia akan memiliki dunia" Pernyataan universal ini sangat penting dalam kaitan dengan Kej 
12:3; 18:18; 22:18 dan Kel 19:5-6. Allah memanggil Abraham untuk memanggil semua manusia (lih. Kej 
1:26-27; 3:15)! Abraham dan keturunannya adalah sebagai jalan perwahyuan ke seluruh dunia. Ini 
adalah cara lain untuk menunjukkan Kerajaan Allah di dunia. (lih. Mat 6:10). 

□ "bukan karena hukum Taurat" Taurat Musa belum dinyatakan. Frasa ini ditulis pertama-tama 
dalam bahasa Yunani untuk menyatakan kepentingannya. Ini adalah suatu point yang sangat penting 
yang menekankan perbedaan antara usaha manusia dengan anugerah illahi (lih. 3:21-3 1). Anugerah telah 
membuat hukum kadaluarsa sebagai sebuah jalan keselamatan (lih. Ibr 8:7, 13). Lihat Topik Khusus: 
Pandangan Paulus tentang Taurat Musa pada 13:9. 



86 



4:14 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Paulus menggunakan pernyataan yang mengejutkan 
untuk membuat argument logisnya. Ini adalah contoh bagus untuk kalimat FIRST CLASS 
CONDITINAL yang digunakan untuk penekanan retorik. Ia tidak percaya bahwa pernyataan ini benar, 
namun menyatakannya untuk menunjukkan kesalahannya yang nyata. (lih. ay 2). 

Yahudi rasial dengan tanda yang terlihat yaitu sunat adalah pewaris dunia, namun mereka yang 
melaksanakan iman dalam kehendak dan Firman Allah adalah pewaris-pewaris. Sunat jasmani bukan 
tanda sebenarnya, namun iman (ay 2:28-29). 

□ 

NASB, NKJV "sia-sialah iman" 

NRSV "iman adalah kosong" 

TEV "iman manusia tak berarti" 

JB "iman menjadi tak berguna" 

Ini adalah suatu PERFECT PASSIVE INDICATIVE dari kenoo, yang menekankan suatu kondisi 
tetap dari sebuah KATA KERJA Yunani yang berarti "mengosongkan", "untuk menunjukkan ketiadaan 
suatu fondasi" bahkan "memalsu" (lih. I Kor 1:17) Istilah ini juga digunakan Paulus dalam I Kor 1:17; 
9:15; II Kor 9:3 dan Flp 2:7. 

□ 

NASB "batallah janji itu" 

NKJV "janji itu dibuat tidak berlaku" 

NRSV "perjanjian di batalkan" 

TEV "janji-janji Allah tak berharga" 

JB "janji itu tidak ada nilainya" 

Ini juga suatu PERFECT PASSIVE rNDICATIVE, yang menekankan suatu kondisi tetap dari sebuah 
KATA KERJA Yunani yang berarti "mengosongkan", "mencabut," "menyudahi," dan bahkan "untuk 
merusak atau memusnahkan". Istilah ini juga digunakan Paulus di Rom 3:3,31; 6:6; 7:2,6; I Kor 2:6; 
13:8; 15:24,26; II Kor 3:7; Gal 5:4; II Tes 2:8. Ada paralelisme yang kentara dalam ayat ini. Tidak ada 
dua cara untuk keselamatan. Anugerah Perjanjian baru telah membuat pekerjaan berakhir dan batal! Lihat 
Topik Khusus: Pembatalan pada 3:3. 

4:15 "Hukum . . .hukum" Penggunaan pertama dari kata ini memiliki ARTICLE Yunani, sementara 
yang kedua tidak. Walaupun cukup berbahaya untuk terlalu memperhatikan keadaan atau ketiadaan 
ARTICLE Yunani, nampaknya dalam hal ini kondisi ini membantu menunjukkan bahwa Paulus 
menggunakan kata ini dengan dua pengertian: (1) Taurat Musa dengan Tradisi Tak Tertulisnya yang di 
dalamnya orang Yahudi mempercayakan keselamatan diri mereka dan (2) konsep hukum secara umum. 
Pengertian yang lebih luas ini mencakup Orang orang bukan Yahudi yang membenarkan diri sesuai 
dengan hukum ini atau kode etik budaya atau ibadah-ibadah agamawi dan merasa diterima oleh suatu 
illah berdasarkan perbuatan mereka. 

□ "hukum Taurat membangkitkan murka" Ini adalah pernyataan yang mengejutkan (lih. 3:20; Gal 
3:10-13; Col 2:14). Taurat Musa tidak pernah dimaksudkan sebagai jalan keselamatan (lih. Gal 3 :23-29). 
Ini menjadi kebenaran yang sangat keras bagi setiap orang Yahudi (atau kaum legalistic) untuk bisa 
dipahami atau diterima, namun ini adalah dasar dari argument Paulus. Lihat Topik Khusus pada 13:9. 

87 



□ "tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran" Allah menuntut 
pertanggung-jawaban manusia atas terang yang mereka miliki. Orang bukan Yahudi tak akan diadili 
berdasarkan Taurat Musa yang tak pernah mereka dengar. Mereka bertanggung-jawab terhadap 
perwahyuan alamiah, (lih. 1:19-20; 2:14-15). 

Kebenaran ini dilanjutkan selangkah lagi dalam argument Paulus di sini. Sebelum Taurat Musa 
dinyatakan secara jelas oleh Allah, Ia tidak mencatat pelanggaran-pelanggaran manusia, (lih. 3:20,25; 
4:15; 5:13,20; 7:5,7-8; Kis 17:30; I Kor 15:56). 

NASKAH NASB (UPDATED): 4:16-25 

16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji 
itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum 
Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa 
kita semua, — 17 (seperti ada tertulis: "ENGKAU TELAH KUTETAPKAN MENJADI BAPA 
BANYAK BANGSA") — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang 
menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi 
ada. 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan 
percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: 
"DEMIKIANLAH BANYAKNYA NANTI KETURUNANMU." 19 Imannya tidak menjadi lemah, 
walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira 
seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak 
bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, 
21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia 
janjikan. 22 Karena itu HAL INI DIPERHITUNGKAN KEPADANYA SEBAGAI KEBENARAN. 
23 Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, 
24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita 
percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, 25 yaitu 
Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. 

4:16 Ini adalah ringkasan yang indah dari argument Paulus dari ayat 14: (1) manusia harus menaggapi 
dengan iman; (2) akan janji anugerah Allah; (3) janji yang pasti bagi semua keturunan (Yahudi atau 
Bukan Yahudi) dari Abraham yang mengerjakan iman; dan (4) Abraham adalah paradigma bagi semua 
yang beriman. 

□ "berlaku (dijamin)" Lihat Topik Khusus berikut. 



TOPIK KHUSUS: JAMINAN 

Ini adalah kata bahasa Yunani bebaios, yang memiliki tiga konotasi. 

1. apa yang meyakinkan, pasti, atau bisa diandalkan (lih. Rom 4:16; II Kor 1:7; Ibr 2:20; 3:6,14; 
6:19; II Pet 1:10,19). 

2. proses yang menunjukkan atau menetapkan sesuatu yang dapat dipercayai (lih. Rom 15:8; Ibr 
2:2, lih. Louw andNida, Kamus Perjanjian Baru Yunani-Inggris, Vol. 1, hal. 340,377,670). 

3. dalam naskah papyrus ini menjadi istilah teknis untuk jaminan hukum. (lih. Moulton dan 
Milligan, KosaKata Yunani Perjanjian Baru, hal. 107-8). 

Hal ini menjadi antitesis dari ay 14. janji-janji Allah adalah pasti! 



□ "semua. . .semua" Ini menunjuk pada semua orang percaya (Yahudi dan Bukan Yahudi). 

4:17-23 Lagi-lagi Paulus menggunakan Abraham untuk menunjukkan prioritas dari (1) Janji (perjanjian) 
anugerah yang merupakan inisiatif dari Allah; dan (2) tanggapan (perjanjian) iman awal dan terus 
menerus dari manusia yang merupakan persyaratan. (Lihat catatan pada 1:5) . Perjanjian selalu 
melibatkan tindakan dari dua pihak. 

4:17 "ada tertulis: 'BAPA BANYAK BANGSA'" Ini adalah kutipan dari Kej 17:5. Septuaginta 
(LXX) memiliki "Orang Bukan Yahudi." Allah selalu menginginkan penebusan dari seluruh anak-anak 
Adam. (lih. Kej 3:15), bukan hanya anak-anak Abraham. Nama baru Abram, Abraham, berarti "bapa 
dari banyak bangsa." Sekarang kita ketahui hal ini tidak terbatas pada keturunan lahiriah, namun 
keturunan iman. 

□ "yang menghidupkan orang mati" Dalam konteks hal ini menunjuk kepada kemampuan regenerasi 
seksual dari Abraham and Sarah (lih. ay 19). 

□ "menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada" Dalam konteks ini menunjuk 
pada kehamilan Sarah akan Iskak, namun juga menyatakan aspek penting iman (lih. Ibrani 11:1). 

4:18 

NASB "dalam pengharapan akan adanya harapan ia percaya" 

NKJV "y an § bukannya berharap, namun dalam pengharapan percaya" 

NRSV "mengharapkan pengharapan, ia percaya" 

TEV "tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya" 

NJB "Walau nampaknya tak ada harapan, ia berharap dan percaya" 

Topik Khusus mengenai "pengharapan" dapat ditemukan pada 12:12. Kata ini memiliki bidang 
semantic yang luas. Harold K. Moulton, Revisi Kamus Analitik Yunani, hal. 133, mendaftarkan beberapa 
penggunaan. 

1. arti dasar, pengharapan (lih. Rom 5:4; Kis 24:15) 

2. tujuan pengharapan (lih. Rom 8:24; Gal 5:5) 

3. pencipta atau sumber (lih. Kol 1 :27; I Tim 1 : 1) 

4. kepercayaan, keyakinan (lih. I Pet 1 :21) 

5. dalam keamanan dengan jaminan (lih. Kis 2:26; Rom 8:20) 

Dalam konteks ini pengharapan digunakan dalam dua pengertian berbeda. Pengharapan dalam 
kemampuan dan kekuasaan manusia (lih. ay 19-21) atau pengharapan dalam Janji Allah (lih. ay 17). 

□ 

NASB, NKJV "Demikian jugalah nanti keturunanmu" 

NRSV "demikianlah banyaknya nanti keturunanmu" 

TEV "keturunanmu akan menajdi banyak" 

JB "keturunanmu akan sebanyak bintang-bintang" 

Ini adalah kutipan dari Kej 15:5 yang menekankan kepastian akan janji Allah pada Abraham tentang 
anak laki-laki. Ingat bahwa Iskak lahir 

1 . tiga belas tahun setelah janji ini 



89 



2. setelah Abraham mencoba memberikan Sarah pada orang lain (dua kali lih. Gen 12:10-19; 20:1- 

7) 

3. setelah Abraham mendapatkan anak dari Hagar, orang Mesir pembantu Sarah (lih. Kej 16:1-16) 

4. setelah baik (lih. Kej 18:12) dan Abraham (lih. Kej 17:17) mentertawai janji itu. 

Mereka tidak memiliki iman yang sempurna! Syukur pada Allah, keselamatan tidak memerlukan 
iman yang sempurna, namun obyek yang tepat (Allah di PL dan AnakNya di PB). 

4:20 Pada mulanya Abraham tidak terlalu memahami janji itu, bahwa anak laki-laki itu akan berasal dari 
Sarah. Bahkan iman Abraham tidaklah sempurna. Allah menerima dan menghadapi iman yang tak 
sempurna karena Ia mengasihi manusia yang tidak sempurna! 

□ "ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan" KATA KERJA yang sama, diakrino, digunakan oleh 
Yesus dalam Mat 21:21; Mar 11:23. Dengan segala alasan badani (lih. ay 19) untuk bisa 
mempertanyakan Firman Allah, Abraham malah bertumbuh menjadi kuat. 

Ke dua KATA KERJA dalam ay 20 adalah suatu PASSIVE VOICE yang menggambarkan pelakunya 
yaitu Allah, namun Abraham harus mengijinkan kuasa Allah untuk menguatkannya! 

□ "memuliakan Allah" Lihat Topik Khusus pada 3:23.See Special Topic at 3:23. 

4:21 

NASB "merasa pasti sepenuhnya" 

NKJV, NRSV "menjadi yakin sepenuhnya" 
TEV "merasa sungguh pasti" 

NJB "dengan penuh keyakinan" 

Ini adalah sebuah AORIST PASSIVE PARTICIPLE, yang menyatakan suatu kepastian dari sesuatu, 
(lih. Luk 1:1; Kol 4:12) atau seseorang (lih. 4:21; 14:5). KATA BENDA-nya digunakan menyatakan 
jaminan sepenuhnya dalam Kol 2:2 and I Tes 1:5. Keyakinan dalam kehendak, firman, dan kuasa Allah 
ini memampukan manusia untuk bertindak dalam iman! 

□ "Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan" Ini adalah bentuk kata 
PERFECT MIDDLE (deponen) INDICATIVE, yang berarti suatu tindakan di masa lalu telah sampai 
pada akhirnya dan menghasilkan suatu tingkat keberadaan tertentu. Hakikat iman adalah bahwa 
seseorang mempercayakan diri pada karakter dan janji Allah (lih. 16:25; Ef 3:20; Yud 24) dan bukan 
pada perbuatan manusia (lih. Yes 55:11). Iman mempercayakan diri dalam Allah dari segala janji (lih. 
Yes 55: 11), yang Ia genapi (Kej 12:1-3, 15:6, 12-21; Yeh 36:22-36). 

4:22 Ini adalah sebuah gambaran atas Gen. 15:6 (lih. ay 3), yang adalah point teologis kunci dari 
argument Paulus mengenai bagaimana Allah memberikan kebenaranNya sendiri kepada manusia 
berdosa. 

4:23-25 These verses are one sentence in Greek. Notice the progression. 

1. for Abraham' s sake, v. 23 

2. for all believers' sake, v. 24 

3. by God raising Jesus, v. 24 

4. Jesus was given for our sin (cf John 3:16), Jesus was raised for our sins to be forgiven 
(justification), v. 25 

90 



4:24 Abraham's faith became a pattern for all true descendants to follow. Abraham believed (see 
Special Topic at 4:5) God about a promised son and descendants. New Covenant believers believe that 
Jesus the Messiah is the fulfillment of all of God' s promises to fallen mankind. The term "seed" is both 
singular and plural (a son, a people). 

□ Untuk "dibangkitkan" lihat catatan pada 8:11. 

4:25 "yang telah diserahkan karena pelanggaran kita" Ini adalah istilah hukum yang berarti 
"menyerahkan seseorang untuk dihukum". Ayat 25 adalah suatu pernyataan Kristologis yang ajaib dari 
Septuaginta (LXX) kitab Yesaya 53 : 11-12. 

□ "dibangkitkan karena pembenaran kita" Kedua anak kalimat dari ay 25 ini paralel (mempunyai 
KATA DEPAN yang sama dan keduanya adalah AORIST PASSIVE INDICATIVE). Terjemahan dari 
Frank Stagg (Teologia Perjanjian Baru, hal. 97) "diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan 
dengan pandangan untuk menjadikan tingkat keberadaan kita benar" memiliki banyak alasan untuk 
menghargai hal ini. Penafsiran ini melibatkan ke dua aspek dari penggunaan Paulus akan kata 
"membenarkan" (1) suatu kedudukan forensik (secara hukum) dan (2) suatu kehidupan kudus, seperti 
Kristus! Lihat Topik Khusus pada 1:17. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 

1 . Mengapa bagian kitab Roma ini sangat penting? 

2. Mengapa Paulus menggunakan Abraham dan Daud sebagai contoh? 

3. Definisikan kata-kata kunci berikut, menurut penggunaan Paulus (bukan definisi anda) 

a. "kebenaran" 

b. "diperhitungkan" 

c. "iman" 

d. "janji" 

4. Mengapa sunat sangat penting artinya bagi orang Yahudi (ay 9-12)? 

5. Menunjuk kepada siapakan kata "benih" dalam ayat 13 dan 16? 



91 



92 



ROMA 5 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Hasil Pembenaran 


Kemenangan Iman atas 
Kesukaran 


Konsekuensi dari 
Pembenaran 


Benar dengan Allah 


Iman Menjamin 
Keselamatan 


5:1-11 


5:1-5 


5:1-5 


5:1-5 


5:1-11 




Kristus di Tempat Kita 










5:6-11 


5:6-11 


5:6-11 




Adam dan Kristus 


Kematian dalam Adam 
dan Hidup dalam Kristus 


Adam dan Kristus; 
Analogi dan Kontras 


Adam dan Kristus 


Adam dan Yesus Kristus 


5:12-14 


5:12-21 


5:12-14 


5:12-14b 


5:12-14 








5:14c-17 




5:15-21 




5:15-17 




5:15-21 






5:18-21 


5:18-19 










5:20-21 





SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

5. Paragraf pertama 

6. Paragraf kedua 

7. Paragraf ketiga 

8. Dst. 



93 



WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Dalam bahasa Yunani, ayat 1-11 adalah satu kalimat. Ayat-ayat ini membangun konsep inti Paulus 
mengenai "Pembenaran oleh Iman" (lih. 3:21-4:25). 

B. Kemungkinan garis besar dari ay 1-11: 



Ayat 1-5 


Ayat 6-8 


Ayat 9-11 


Manfaat Keselamatan 


Dasar Keselamatan 


Kepastian Masa Depan dari 
Keselamatan 


Pengalaman Subyektif dari 
Pembenaran 


Fakta-fakta obyektif dari 
Pembenaran 


Kepastian Masa Depan dari 
Pembenaran 


Pembenraran 


Pengkudusan secara Progresif 


Pemuliaan 


Antropologi 


Teologi 


Eskatologi 



C. Ayat 12-21 adalah suatu diskusi mengenai Yesus sebagai Adam kedua (I Kor 15:21-22, 45-49; Flp 
2:6-7). Ini memberikan penekanan pada konsep teologia baik tentang dosa individu dan kebersalahan 
bersama. Pengembangan Paulus tentang kejatuhan manusia (dan ciptaan) dalam Adam adalah 
sedemikian unik dan berbeda dengan para rabi, sementara pandangannya tentang hal jasmaniah 
sejalan dengan pengajaran para rabi. Hal ini menunjukkan kemampuan Paulus atas ilham Allah untuk 
menggunakan, atau menambahkan, kebenaran-kebenaran yang diajarkan kepadanya selama masa 
pelatihannya di Yerusalem di bawah Gamaliel (Kis 22:3). 

Doktrin Evangelikal Reform mengenai dosa asal dari Kej 3 dikembangkan oleh Agustinus dan 
Kalvin. Pada dasarnya ini menyatakan bahwa manusia lahir sebagai orang berdosa (kebejatan total). 
Sering Maz 51:5; 58:3; dan Ayub 15:14; 25:4 digunakan sebagai naskah anti-PL. Posisi teologis 
alternatifnya yang mengatakan bahwa manusia bertanggung jawab secara progresif, moral, dan rohani 
atas pilihan dan tujuan hidup mereka sendiri dikembangkan oleh Pelagius dan Arminius. Ada 
beberapa bukti bagi pandangan mereka dalam UI 1:39; Yes 7:15; dan Yun 4:11; Yoh 9:41; 15:22,24; 
Kis 17:30; Rom 4:15. Dukungan dari posisi teologis ini adalah bahwa anak-anak adalah tidak berdosa 
sampai mencapai usia pertanggung jawaban moral (untuk para rabi, ini adalah 13 tahun untuk anak 
laki-laki, dan 12 untuk anak perempuan.) 

Ada posisi yang menjadi jalan tengah, yang menyatakan bahwa baik kecenderungan jahat bawaan 
lahir, dan usia pertanggung-jawaban moral sama-sama benar! Kejahatan tidak hanya bersifat 
kebersamaan, namun suatu pengembangan kejahatan dari diri seorang individu untuk berdosa 
(kehidupan secara progresif semakin jauh dan menjauh dari Allah). Kejahatan manusia bukan pokok 
pembicaraan (lih Kej 6:5, 11-12,13; Rom 3:9-18,23), namun masalah kapan, pada saat lahir atau di 
kemudian hari dalam hidupnya? 

D. Ada beberapa teori mengenai implikasi dari ay 12 

1 . semua manusia mati karena semua manusia memilih untuk berdosa (Pelagius) 

2. dosa Adam mempengaruhi semua ciptaan dan, karenanya, semua mati (ay 18-19, Agustinus) 

3. dalam kenyataannya ini barangkali adalah kombinasi dari dosa asal dan dosa kehendak. 



94 



E. Perbandingan Paulus "yang baru saja" dimulai di ay 12 tidak selesai sampai ay 18. Ayat-ayat 13-17 
membentuk suatu tanda kurung yang sangat khas dari tulisan-tulisan Paulus. 

F. Ingat pemberitaan Injil Paulus, 1:18-8:39 adalah suatu argument yang tetap. Keseluruhannya harus 
dipihat agar kita dapat menafsirkan secara tepat dan mensyukuri bagian-bagiannya. 

G. Martin Luther mengatakan bahwa pasal 5, "Di dalam Alkitab hampir tak ada pasal lain yang dapat 
menyamai naskah kemenangan ini. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 

NASKAH NASB (UPDATED): 5:1-5 

1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah 
oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 2 01eh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada 
kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan 
akan menerima kemuliaan Allah. 3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam 
kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan 
ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan 
tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus 
yang telah dikaruniakan kepada kita. 

5:1 "sebab itu" Frasa ini sering menandai (1) ringkassan dari argument teologis sampai titik ini; (2) 
kesimpulan berdasarkan penyajian teologia ini; dan (3) penyajian suatu kebenaran baru (lih. 5:1; 8:1; 
12:1). 

□ "dibenarkan" Ini adalah suatu AORIST PASSIVE PARTICIPLE; Allah telah membenarkan orang 
percaya. Hal ini ditaruh dibagian pertama dalam kalimat Yunaninya (ay 1-2) sebagai penekanan. 
Nampaknya ada urutan waktu dalam ay 1-11: (1) ay 1-5, pengalaman kita akan anugerah saat ini; (2) ay 
6-8, pekerjaan Kristus yang telah selesai atas nama kita; dan (3) ay 9-11, pengharapan dan keyakinan 
tentang keselamatan di masa depan. Lihat garis besar B. dalam Wawasan Kontekstual. 

Latar belakang PL dari istilah "dibenarkan" (dikaioo) adalah suatu "garis tepi yang lurus" atau 
"tongkat pengukur". Digunakan sebagai gambaran dari Allah sendiri. Lihat Topik Khusus: Kebenaran 
pada 1:17. Sifat Allah, kekudusan, adalah satu-satunya standar penghakiman (lih. LXX dari Im. 24:22; 
dan secara teologis dalam Mat 5:48). Karena kematian pengorbanan dan penebusan Yesus, oeang percaya 
memiliki kedudukan status hokum (forensik) dihadapan Allah (lihat catatan 5:2). Ini tidak menyatakan 
kekurang-bersalahan rang percaya, namun sesuatu seperti amnesti. Seseorang lain telah membayar 
hukumannya (lih. II Kor 5:21). Orang-orang percaya telah dinyatakan diampuni (lih. ay 9,10). 

□ "karena iman" Iman adalah tangan yang menerima anugerah Allah, (lih ay 2; Rom 4: la). Iman 
tidak berfokus pada derajat atau intensitas dari komitmen atau keputusan orang percaya (lih. Mat 17:20), 
namun pada sifat dan janji Allah (lih. Ef 2:8-9). Kata PL untuk "iman" aslinya menunjuk pada orang 
yang berada dalam suatu kuda-kuda yang stabil. Kata ini digunakan untuk menggambarkan tentang 
seseorang yang loyal, dapat diandalkan dan dapat dipercayai. Iman tidak berfokus pada kesetiaan atau 
kebisa-dipercayaan kita, namun pada kesetiaan dan kebisa-dipercayaan Allah. Lihat Topik Khusus: Iman 
pada 4:5. 

95 



□ "kita hidup dalam damai" Ada suatu perbedaan naskah kuno Yunani di sini. KATA KERJAnya 
bisa sebuah PRESENT ACTIVE SUBJUNCTIVE {echomen) atau berbentuk PRESENT ACTIVE 
INDICATIVE (echomen). Ketatabahasaan mendua yang sama ditemukan di ay 1, 2 & 3. Naskah kuno 
Yunani nampaknya mendukung yang SUBJUNCTIVE (lih. MSS N*, A, B*, C, D). Jika ini 
SUBJUNCTIVE maka terjemahannya menjadi "mari kita terus menikmati damai" atau "teruslah 
menikmati damai" Jika hal ini adalah INDICATIVE, maka terjemahannya menjadi "kita memiliki 
damai" Konteks dari ay 1-11 bukanlah suatu peringatan, namun deklarasi dari apa telah dimiliki dan telah 
terjadi dalam diri orang percaya dalam Kristus. Oleh karena itu, KATA KERJA ini mungkin adalah 
PRESENT ACTIVE INDICATIVE, kita memiliki damai". Terjemahan USB 4 memberikan pilihan ini 
tingkatan "A" (pasti). 

Banyak naskah kuno Yunani kita dihasilkan oleh seseorang yang membaca suatu naskah dan 
beberapa orang lain membuat salinan. Kata-kata yang memiliki pengucapan yang mirip kadang membuat 
suatu kebingungan. Di sinilah dimana konteks dan kadang gaya tulisan dan kosa-kata yang lazim dari 
seorang penulis membantu dalam memudahkan pembuatan keputusan dalam penterjemahan. 

□ "damai" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: DAMAI 

Istilah Yunani ini aslinya berarti "mengikat kembali apa yang sudah patah" (lih. Yoh 14:27; 16:33; 
Flp. 4:7). Ada tiga cara PB berbicara tentang damai: 

1 . sebagai aspek obyektif dari perdamaian kita dengan Allah melalui Kristus (lih. Kol 1 :20) 

2. sebagai askek subyektif dari kebenaran kita dengan Allah (lih. Yoh 14:27; 16:33; Flp 4:7) 

3. bahwa Allah telah menyatukan dalam satu tubuh baru di dalam Kristus, orang-orang percaya 
baik Yahudi maupun bukan Yahudi (lih. Ef 2:14-17; Kol 3:15). Sekali kita mendapatkan 
perdamaian dengan Allah, ini harus menghasilkan perdamaian dengan sesame! Hal yang vertical 
harus jadi horizontal. 

Newman dan Nida, Sebuah Buku Pegangan Penterjemah untuk Surat Paulus kepada Jemaat Roma, 
hal. 92, memiliki komentar yang bagus tentang "damai." 

"Baikdalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru kata "damai" memiliki bentang arti 
yang lebar. Pada dasarnya kata in menjabarkan suatu kondisi kesejahteraan total dari kehidupan 
seseorang; Kata ini bahkan diadopsi oleh beberapa orang Yahudi sebagai rumusan suatu salam. 
Kata ini memiliki arti yang sangat mendasar yang dapat juga digunakan oleh orangYahudi 
sebagai penjelasan dari keselamatan oleh Mesias. Karena fakta ini, ada kalanya kata ini 
digunakan hamper sebagai sinonim dari kata dibawa 'kedalam suatu hubungan yang benar 
dengan Allah'. Di sini kata ini Nampak digunakan sebagai suatu penjelasan dari hubungan 
harmonis yang terjalin antara manusia dengan Allah atas dasar karya Allah yang menjadikan 
manusia benar dihadapanNya" (hal. 92). 



□ "dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus." Yesus adalah pelaksana yang membawa 
perdamaian dengan Allah. Yesus adalah satu-satunya jalan untuk berdamai dengan Allah (lih. Yoh 10:7- 
8; 14:6; Kis 4: 12; I Tim 2:5). Untuk kata ini dalam gelar Yesus Kristus lihat catatan pada 1 :4. 

5:2 "kita juga beroleh pengenalan (jalan masuk)" Ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE 
INDICATIVE; Ini berbicara mengenaitindakan di masa lalu yang telah diselesaikan dan sekarang 

96 



menghasilkan suatu kondisi tingkatan keeberadaan. Kata "pengenalan" secara huruflah berarti "jalan 
masuk" atau "ijin masuk" (prosagoge, lih. Ef 2:18; 3:12). Kata ini digunakan untuk menggambarkan (1) 
diperkenalkan secara pribadi kepada seorang raja atau (2) dibawa dengan selamat ke suatu pelabuhan. 

Frasa ini mengandung sebuah perbedaan naskah Yunani kuno. Beberapa naskah kuno menambahkan 
"oleh iman" (lih. K ' 2 , C juga dalam beberapa versi Coptic, Syriac, Vulgate, dan Latin kuno). Naskah 
kuno lainnya menambah sebuah KATA DEPAN pada "oleh iman (cf. K 1 , A, dan beberapap versi 
Vulgate). Namun demikian, naskah-naskah kuno B, D, F, dan G mengabaikannya. Nampaknya bahwa 
para ahli tulis Yahudilah yang mengisi saja paralelisme dari 5:1 and 4:16 (dua kali), 19, dan 20. "Oleh 
iman" adalah tema Paulus yang berulang! 

"kepada kasih karunia ini" Kata ini (charis) berarti kasih dari Allah yang tidak bersyarat, tidak 
berdasarkan kelayakan dan perbuatan (lih. Ef 2:4-9). Hal ini sangatlah jells terlihat dalam kematian 
Kristus atas nama manusia berdosa (lih. ay 8). 

"Di dalam kasih karunia ini kita berdiri" Ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE INDICATIVE 

lagi; secara huruflah berarti "kita berdiri dan terus berdiri" Ini mencerminkan posisi teologis orang 
percaya dalamKristus dan komitmen mereka untuk tetap dalam iman yang menggabungkan paradoks 
teologis dari kedulatan Allah (lih. I Kor 15:1) dan kebebasan manusia untuk berkehendak (lih. Ef 6:11, 
13,14). 



TOPIK KHUSUS: BERDIRI (HISTEMl) 

Istilah umum ini digunakan dalam beberapa pengertian teologis dalam Perjanjian Baru. 

1 . menegakkan 

a. hukum PL, Rom 3:31 

b. kebenaran diri seseorang, Rom 10:3 

c. Perjanjian Baru, Ibr 10:9 

d. suatu dakwaan, II Kor 13:1 

e. kebenaran Allah, II Tim 2:19 

2. menolak secara rohani 

a. iblis, Ef 6: 11 

b . Hari penghakiman, Wah 6:17 

3 . menahan dengan suatu kuda-kuda 

a. Penggambaran secara militer, Ef 6: 14 

b. Penggambaran secara sipil, Rom 14:4 

4. suatu posisi dalam kebenaran, Yoh 8:44 

5. suatu posisi dalam anugerah 

a. Rom 5:2 

b. IKorl5:l 

c. IPet5:12 

6. suatu posisi dalam iman 

a. Rom 11:20 

b. I Kor 7:37 

c. I Kor 15:1 

d. II Kor 1:24 

7. suatu posisi kecongkakan, I Kor 10:12 

97 



Istilah ini menyatakan baik kemurahan dan anugerah perjanjian dari suatu Allah yang berkedaulatan 
dan fakta bahwa orang percaya perlu untuk menanggapinya dan berpegang teguh padanya dengan iman! 
Keduanya adalah kebenaran Alkitabiah. Semua harus dipegang bersama! 



□ "kami bermegah" Bentuk ketata-bahasaan ini dadpat dimengerti sebagai (1) sebuah PRESENT 
MIDDLE (deponent) INDICATIVE, "kami bermegah" atau (2) suatu PRESENT MIDDLE (deponent) 
SUBJUNCTIVE, "mari kita bermegah". Para ahli terbagi dua mengenai hal ini. Jika seseorang 
menganggap "kami telah" dalam ayat 1 sebagai suatu INDICATIVE maka terjemahannya akan konsisten 
sampai dengan ayat 3 . 

Akar kata "bermegah" adalah "bicara dengan kebanggaan" (NRSV, JB). Lihat Topik Khusus pada 
2:17. Orang percaya tidak bermegah dalam diri mereka sendiri (lih. 3:27), namundalam apa yang tehak 
Tuhan kerjakan bag mereka (lih. Yer 9:23-24). Aka rata Yunani yang sama diulang dalam ay 3 dan 11. 

□ "dalam pengharapan" Paulus sering menggunakan istilah ini dalam pengertian yang berhubungan 
namun berbeda. Lihat catatan pada 4:18. Sering hal ini dihubungkan dengan pemenuhan dari iman orang 
percaya. Ini bisa dinyatakan sebagai kemuliaan, hidup kekal, keelamatan sejati, Kedatangan Kedua, dsb. 
Penggenapan ini adalah pasti, namun elemen waktunya adalah di masa depan dan tidak diketahui. Ini 
sering dikaitkan dengan "iman" dan "kasih" (lih. I Kor 13:13; Gal 5:5-6; Ef 4:2-5; I Tes 1:3; 5:8). 
Sebagian dari daftar penggunaan kata ini oleh Paulus adalah sebagai berikut. 

1. Kedatangan Kedua, Gal 5:5; Ef 1:18; Tirus 2: 13 

2. Yesus adalah pengharapanku, I Tim 1 : 1 

3. Orang percaya akan diperhadapkan dengan Allah, Kol 1 :22-23; I Tes 2:19 

4. Pengharapan ada di surga, Kol 1:5 

5. Keselamatan Sejati, I Tes 4:13 

6. Kemuliaan Allah, Rom 5:2; II Kor 3:12; Kol 1:27 

7. Jaminan Keselamatan, I Tes 5:8-9 

8. Hidup Kekal, Titus 1:2; 3:7 

9. Buah-buah kedewasaan Kristen, Rom 5:2-5 

10. Penebusan dari semua ciptaan, Rom 8:20-22 

11. Gelar Allah, Rom 15:13 

12. penyempurnaan Adopsi, Rom 8:23-25 

13. PL sebaagai panduan bagi orang percaya PB, Rom 15:4 

□ "kemuliaan Allah" Frasa ini adalah istilah PL untuk hadirat Allah secara pribadi. Ini menunjuk 
kepada status orang percaya dihadapan Allah dalam kebenaran iman yang disediakan oleh Yesus pada 
Hari Kebangkitan (Ih. II Kor 5:21). Hal ini sering disebut dengan istilah teologia "pemuliaan" (lih. ay 9- 
10; 8:30). Orang percaya akan berbagi keserupaan dengan Yesus (lih. I Yoh 3:2; II Pet 1:4). Lihat Topik 
Khusus: Kemuliaan pada 3:23. 

5:3 

NASB "dan bukan hanya ini saja, namun" 

NKJV "dan bukan hanya itu saja, namun" 

NRSV "dan bukan hanya itu saja, namun" 

TEV -diabaikan- 

NJB "bukan hanya itu saja" 

98 



Paulus menggunakan kombinasi kata ini beberapa (lih. 5:3,11; 8:23; 9:10, dan II Kor 8:19). 

□ 

NASB "kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita" 

NKJV "kita juga berkemuliaan dalam kesengsaraan" 

NRSV "kita juga bermegah dala penderitaan kita" 

TEV "kita juga bermegah dalam kesulitan-kesulitan kita" 

NJB "mari kita bermegah, juga, dalam kesukaran kita" 

Jika dunia membenci Yesus, maka dunia akan membenci pengikutNya juga. (lih. Mat 10:22; 24:9; 
Yoh 15:18-21). Yesus, secara manusia, menjadi dewasa oleh karena hal-hal yang dideritaNya. (lih. Ibr 
5:8). Penderitaan menghasilkan kebenaran, yang adalah rencana Allah bagi semua orang percaya (lih. 
8:17-19; Kis 14:22; Yak 1:2-4; I Pet 4:12-19). 

□ "karena kita tahu" Ini adalah suatu PERFECT PARTICIPLE dari "oida" PERFECT dalam 
bentuknya, namun berfungsi sebagai suatu PRESENT TENSE. Pemahaman orang-orang percaya akan 
kebenaran Injil dalam hubungannya dengan penderitaan mengijinkan mereka untuk menghadapi 
kehidupan dengan suatu suka cita dan keyakinan yang tidak bergantung pada keadaan sekitar, bahkan 
selama masa penganiayaan, (lih. Flp 4:4; I Tes 5:16,18). 

5:3 "kesengsaraan" Lihat Topik Khusus berikut. 



TOPIK KHUSUS: KESENGSARAAN (TRIBULASI) 

Perlu adanya perbedaan teologis antara penggunaan istilah ini (thlipsis) oleh Paulus dan Yohanes: 
I. Penggunaan Paulus (yang mencerminkan penggunaan oleh Yesus) 

A. persoalan, penderitaan, kejahatan yang terlibat dalam dunia yang jatuh ini 

1. Mat 13:21 

2. Rom5:3 

3. I Kor 7:28 

4. II Kor 7:4 

5. Ef3:13 

B. masalah, penderitaan, kejahatan yang disebabkan oleh orang yang tidak percaya 

1. Rom 5:3; 8:35; 12:12 

2. II Kor 1:4,8; 6:4; 7:4; 8:2,13 

3. Ef3:13 

4. Flp 4:14 

5. I Tes 1:6 

6. II Tes 1:4 

C. masalah, penderitaan, kejahatan hari terakhir 

1. Mat 24:21,29 

2. Mar 13:19,24 

3. II Tes. 1:6-9 

II. Penggunaan oleh Yohanes 

A. Yohanes membuat perbedaan yang spesifik antara thlipsis dan orge atau thumos (murka) 
dalam Kitab Wahyu. Thlipsis adalah apa yang dilakukan oleh orang tak percaya kepada 
orang percaya dan orge adalah apa yang Allah perbuat kepada orang yang tidak percaya 

99 



1 . thlipsis - Wah 1 : 9; 2 : 9- 1 0,22; 7 : 1 4 

2. orge- Wah 6:16-17; 11:18; 16:19; 19:15 

3. thumos- Wah 12:12; 14:8,10,19; 15:2,7; 16:1; 18:3 

B. Yohanes juga menggunakan istilah ini dalam Injilnya untuk mencerminkan permasalahan 
yang dihadapi orang percaya di setiap jaman - Yohanes 16:33. 



5:3,4 "ketekunan" Istilah ini berarti "sukarela", "aktif, "setia", "daya tahan". Ini adalah istilah yang 
berhubungan dengan baik kesabaran dan manusia, juga dengan situasi dan kondisi yang ada. Lihat Topik 
Khusus pada 8:25. 

5:4 

NASB "karakter yang terbukti" 

NKJV, NRSV "sifat" 

TEV "persetujuan Allah" 

NJB "(sifat yang) tahan uji" 

Dalam LXX dari Kej 23:16; I Raj 10:18; I Taw 28:18 kata ini dipakai untuk menguji kemurnian dan 
keaslian logam. (lih. II Kor 2:9; 8:2; 9:13; 13:3; Flp 2:22; II Tim 2:15; Yak 1:12). Ujian Allah adalah 
selalu untuk menguatkan God's tests are always for strengthening (lih. Ibr 12:10-11)! Lihat Topik 
Khusus Ujian pada 2:18. 

5:5 "karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita" Ini adalah bentuk PERFECT PASSIVE 
INDICATIVE; secara huruflah, "Kasih Allah telah dan terus menerus dicurahkan" KATA KERJA ini 
sering digunakan dalam hal Roh Kudus (lih. Kis 2:17,18,33; 10:45 dan Titus 3:6), yang bisa jadi 
mencerminkan Joel 2:28-29. 

Frasa GENITIVE, "kasih Allah" secara ketata-bahasaan dapat menunjuk pada (1) kasih kita akan 
Allah; atau (2) kasih Allah pada kita (lih. II Kor 5:14). Nomor dua adalah satu-satunya pilihan yang 
kontekstual. 

□ "Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" Ini adalah bentuk AORIST PASSIVE 
PARTICIPLE. Bentuk PASSIVE VOICE sering digunakan untuk menyatakan pelaksanaan oleh Allah. 
Ini menyatakan bahwa orang-orang percaya tidak membutuhkan tambahan Roh. Mereka memiliki Roh 
atau mereka bukan Kristen (lih. 8:9). Pengaruniaan Roh adalah tanda dari Jaman Baru (lih. Yoel 2:28- 
29), Perjanjian Baru (lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:22-32). 

□ Catat kehadiran tiga oknum Trinitas dalam paragraph ini. 

1. Allah (Bapa), ay 1,2,5,8,10 

2. Yesus, ay 1,6,8,9,10 

3 . Roh Kudus, ay 5 

Lihat Topik Khusus: Trinitas pada 8:11. 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:6-11 

6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada 
waktu yang ditentukan oleh Allah. 7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang 
benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati — . 8 Akan tetapi Allah 

100 



menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih 



9 



berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan 



10 £ 



diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan 
Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan 
diselamatkan oleh hidup-Nya! n Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh 
Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. 



5:6 

NASB "karena waktu kita masih tanpa pertolongan" 

NKJV "karena waktu kita masih tanpa kekuatan" 

NRSV "karena waktu kita masih lemah" 

TEV "karena waktu kita masih tanpa pertolongan" 

NJB "waktu kita masih tanpa pertolongan" 

KATA KERJA ini adalah suatu PRESENT PARTICIPLE. Ini menunjuk kepada kejatuhan manusia 
seperti Adam. Manusia tidak berkuasa atas dosa. Kata ganti "kita" menerangkan dan memparalelkan 
KATA BENDA diskriptif dalam ay 6b "murtad", ay 8 "orang berdosa", dan ay 10 "musuh". Ayat 6 dan 8 
secara teologis memiliki struktur yang paralel. 

□ 

NASB, NRSV "pada waktu yang tepat" 

NKJV "pada saat jatuh tempo" 

TEV "pada waktu yang ditentukan oleh Allah" 

JB "pada saat yang ditunjukNya" 

Ini bisa menunjuk secara historis kepada (1) kedamaian di Roma yang mengijinkan orang untuk 
bepergian secara bebas; (2) bahasa Yunani yang mengijinkan komunikasi antar budaya; dan (3) kematian 
dari dewa dewa Romawi dan Yunani yag menghasilkan suatu dunia yang penuh harap, lapar rohani (lih. 
Mar 1:15; Gal 4:4; Ef 1:10; Titus 1:3). Secara teologis inkarnasi adalah suatu event Ulahi yang telah 
direncanakan (lih. Luk 22:22; Kis 2:23; 3:18; 4:28; Ef 1:11). 

5:6,8,10 "mati untuk... orang-orang durhaka" Ini adalah suatu AORIST INDICATIVE ACTIVE 
Hal ini memandang kematian dan kehidupan Yesus sebagai suatu kesatuan event. "Yesus membayar 
hutang yang tidak dipinjamNya dan kita meminjam suatu hutang yang tak mampu kita bayar" (lih. Gal 
3:13; I Yoh 4:10). 

Kematian Kristus adalah tema berulang dalam tulisan-tulisan Paulus. Ia menggunakan beberapa 
istilah dan frasa yang berbeda untuk menunjuk kepada kematian penebusan Kristus.: 

1. "darah" (lih. 3:25; 5:9; I Kor 11:25,27; Ef 1:7; 2:13; Kol 1:20) 

2. "memberikan DiriNya" (lih. Ef 5 :2,25) 

3. "menyerahkan" (lih. Rom 4:25; 8:32) 

4. "mengorbankan" (lih. I Kor 5:7) 

5. "mati" (lih. Rom 5:6; 8:34; 14:9,15; I Kor 8:11; 15:3; II Kor 5:15; Gal 5:21; I Tes 4:14; 5:10) 

6. "salib" (lih. I Kor 1:17-18; Gal 5:11; 6:12-14; Ef 2:16; Flp 2:8; Kol 1:20; 2:14) 

7. "penyaliban" (lih. I Kor. 1:23; 2:2; II Kor 13:4; Gal 3:1) 
Apakah KATA DEPAN huper dalam konteks ini berarti 

1 . perwakilan, "atas nama kita" 

2. penggantian/penebusan, "di tempat kita" 



101 



Normalnya arti dasar dari kata huper dengan suatu GENITIVE adalah "atas nama" (Louw dan Nida). 
Hal ini menyatakan beberapa keuntungan yang bertumbuh pada orang-orang {Kamus Internasional Baru 
dari Teologia Perjanjian Baru, vol. 3, hal. 1196). Namun demikian, huper memiliki pengertian yang 
sama dengan anti, yang menyatakan "di tempat dari" yang secara teologis menunjuk pada suatu 
penebusan suatu tebusan oleh orang (lih. Mar 10:45; Yoh 11:50; 18:14; II Kor 5:14; I Tim 2:6). M. J. 
Harris (NIDOTTE, vol. 3, hal. 1197) mengatakan, "namun mengapa Paulus tidak pernah berkata bahwa 
Kristus mati anti hemon (I Tim 2:6 adalah yang terdekat ia datang-antilutron huper panton)? Barangkali 
karana kata depan huper, tidak seperti anti, bisa secara serentak menyatakan perwakilan dan 
penggantian." 

M. R. Vincent, Mempelajari Kata-kata, vol. 2, berkata 

"Banyaklah dipertentangkan apakah huper, atas nama, bisa memiliki arti yang sama dengan 
anti, sebagai ganti dari. Penulis-penulis klasik menyediakan contoh-contoh dimana artinya 
nampaknya bisa dipertukarkan. Namun demikian, arti dari bagian ini, sedemikian tidak pastinya 
sehingga terbukti tidak bisa disebutkan dengan demikian saja. Kata depannya mungkin memiliki 
arti lokal, yaitu atas kematian. Tak satupun dari bagian-bagian ini dapat dihargai sebagai hal yang 
menentukan. Apa yang paling bisa dikatakan adalah bahwa huper berbatasan arti dengan anti. 
Sebagai ganti dari didikung secara luas oleh bidang dogmatik. Dalam mayoritas besar dari 
bagian-bagian ini pengertiannya jelas-jelas adalah demi, atas nama dari. Penjelasan yang benar 
nampaknya adalah bahwa, dalam bagian yang dipertanyakan ini, bagian-bagian ini berhubungan 
degan kematian Kristus, seperti di sini, Gal 3:13; Rom 14:15; I Pet 3:18, huper menggambarkan 
usulan yang umum dan lebih tidak dibatasi-Kristus mati atas nama-yang meninggalkan 
pengertian istimewa yaitu atas nama pihak yang belum ditentukan, yang akan diterangkan oleh 
bagian lain. Arti "sebagai ganti" mungkin tercakup di dalamnya, namun hanya "dalam 
kesimpulannya" (hal. 692). 

5:7 Ayat ini menunjukkan kasih manusia sementara ay 8 menunjukkan kasih Allah! 

□ 

NASB, NKJV, 

TEV "untuk orang yang benar" 

NRSV "untuk seorang yang benar" 

JB "untuk orang baik" 

Kata ini digunakan dengan pengertian yang sama sebagaimana Nuh dan Ayub adalah orang yang 
benar dan tak bercela. Mereka mengikuti syarat-syarat keagamaan jaman itu. Ini tidak menyatakan bahwa 
mereka tidak berdosa. Lihat Topik Khusus pada 1:17. 

5:8 "Allah menunjukkan kasih-Nya" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE INDICATIVE (lih. 3:5). 
Bapa mengutus AnakNya (lih. 8:3,32; II Kor 5:19). Kasih Allah bukan sekedar rasa haru, namun 
berorientasi pada tindakan (cf. John 3 : 16; I John 4:10) dan tetap . 

5:9 "lebih-lebih" Ini adalah pernyataan favorit Paulus (lih. ay 10,15,17). Jika Allah mengasihi 
sedemikian rupa ketika mereka masih merupakan pendosa, betapa lebih besarlah kasihNya kepada 
mereka yang sekarang telah menjadi anakNya (lih. 5:10; 8:22). 

"sekarang telah dibenarkan" Ini adalah bentuk AORIST PASSIVE PARTICIPLE, yang menekankan 
pebenaran sebagai suatu tindakan lengkap yang telah dilakukan secara tuntas oleh Allah. Paulus sedang 

102 



mengulangi kebenaran dari ay 1. Juga catat paralelisme antara kata "dibenarkan" (ay 9) dan 
"diperdamaikan" (ay 10-11). 

□ "oleh darahNya" Ini adalah menunjuk kepada "kematian pengorbanan" Kristus (lih. 3:5; Mar 10:45; 
II Kor 5:21). Konsep pengorbanan ini, sebuah kehidupan tak berdosa diberikan untuk menggantikan 
kehidupan yang berdosa, kembali ke Im 1-7 dan kemungkinan Kel 12 (domba Paskah), dan secara 
teologis beraku pada Yesus dalam Yes 53:4-6. Hal ini dikembangkan dalam suatu pengertian Kristologis 
dalam buku Ibrani. Kitab Ibrani sesungguhnya membandingkan Perjanjian Lama dengan Baru dpada 
sejumlah titik bahasan. 

□ "kita pasti akan diselamatkan" Ini adalah bentuk FUTURE PASSIVE INDICATIVE (lih. ay 10). 
Hal ini menunjuk kepada keselamatan yang tertinggi yang disebut "pemuliaan (glorifikasi)" (lih. ay 2; 
8:30, IYoh3:2). 

PB menjelaskan keselamatan dalam semua bentuk KATA KERJA: 

1. suatu tindakan yang lengkap (AORIST), Kis 15:11; Rom 8:24; II Tim 1:9; Titus 3:5 

2. tindakan di masa lalu yang menghasilkan kondisi saat ini (PERFECT), Ef 2:5,8 

3. proses yang progresif (PRESENT), I Kor 1:18; 15:2; II Kor 2:15; I Tes 4:14; IPet. 3:21 

4. penyempurnaan di masa depan (FUTURE), Rom 5:9,10; 10:9. 

Lihat Topik Khusus pada 10:13. Keselamatan dimulai dengan suatu keputusan awal namun 
berkembang menjadi suatu hubungan yang satu hari nanti akan disempurnakan. Konsep ini sering 
dijelaskan dengan tiga istilah teologis: pembenaran, yang berarti "dilepaskan dari hukuman dosa"; 
pengkudusan, yang berarti "dilepaskan dari kuasa dosa"; dan glorifikasi (pemuliaan), yang artinya 
dilepaskan dari kehadiran dosa." 

Layaklah dicatat bahwa pembenaran dan pengkudusan, keduanya adalah tindakan anugerah Allah, 
diberikan kepada orang percaya melalui iman dalam Kristus. Namun demikian, PB juga berbiara soal 
pengkudusan sebagai suatu proses yang berjalan untuk mencapai keserupaan dengan Kristus. Untuk 
alasan ini par teolog berbicara mengenai "pengkudusan posisional" dan "pengkudusan progresif. Inilah 
misteri dari sebuah keselamatan yang cuma-cuma yang berhubungan dengan kehidupan yang kudus 

□ "dari murka Allah" Ini adalah suatu konteks eskatologis. Alkitab menceritakan tentang kasih Allah 
yang agung, tak bersyarat, tak berdasar kelayakan, namun juga secara jelas menceritakan tentang 
perlawanan tetap Allah atas dosa dan pemberontakan. Allah telah menyediakan suatu jalan keselamatan 
dan pengampunan melalui Kristus namun meeka yang menolak Dia akan berada dibawah kemurkaan (lih. 
1:18-3:20). Ini adalah suatu firasa yang bersifat antropomorfis, namun menyatakan suatu realitas. Adalah 
hal yang mengerikan untuk jatuh kedalam tangan dari Allah yang sedang marah (Ibr 10:31). 

5:10 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Manusia ciptaan Allah yang tertinggi, menjadi 
musuh! Manusia (lih. Kej 3:5) dan Setan (lih. Yes 14:14; Yeh 28:2,12-17) mempunyai masalah yang 
sama, suatu hasrat untuk berdiri sendiri, hasrat untuk mengendalikan, hasrat menjadi illah-illah. 

□ "kita,... diperdamaikan dengan Allah... kita, yang sekarang telah diperdamaikan" Ini ini 

adalah AORIST PASSIVE INDICATIVE dan AORIST PASSIVE PARTICIPLE. KATA KERJA 

"diperdamaikan" aslinya berarti "dipertukarkan". Allah telah mempertukarkan dosa kita dengan 
kebenaran Yesus (lih. Yes 53:4-6). Perdamaian dipulihkan (lih. ay 1)! 



103 



□ "oleh kematian Anak-Nya" Injil pengampunan didasarkan pada (1) kasih Allah; (2) karya Kristus; 
(3) perebutan oleh Roh Kudus, dan (4) tanggapan iman/pertobatan dari seseorang. Tak ada jalan lain 
untuk menjadi benar dengan Allah. (lih. Yoh 14:6). Jaminan keselamatan didasarkan atas karakter dari 
Allah TriTunggal, bukan prestasi perbuatan manusia! Paradoksnya adalah bahwa perbuatan manusia 
setelah keselamatan adalah bukti dari keselamatan yang cuma-cuma tersebut, (lih. Yakobus dan I 
Yohanes). 

□ "kita... akan diselamatkan" PB berkata tentang keselamatan sebagai yang lalu, sekarang, dan masa 
depan. Di sini masa depan menunjuk pada keselamatan tertinggi kita yang sepenuhnya pada saat 
Kedatangan Kedua. Lihat catatan pada ay 9 dan Topik Khusus pada 10:13. 

□ "oleh kehidupanNya" Kata Yunani untuk kehidupan adalah zoa. Kata ini dalam tulisan Yohanes 
selalu menunjuk kepada hidup kebangkitan, kehidupan kekal, atau kehidupan berkerajaan. Paulus juga 
menggunakan kata ini dalam pengertian yang sama. Dukungan bagi konsep ini adalah bahwa karena 
Allah telah membayar dengan harga yang sedemikian tinggi untuk pengampunan bagi orang percaya Ia 
pasti akan terus melakukan hal ini. 

"Kehidupan" dapat menunjuk pada baik (1) kebangkitan Yesus (lih. 8:34; I Kor 15); (2) pekerjaan 
syafaat Yesus (lih. 8:34; Ibr 7:25; I Yoh 2:1); atau (3) Roh Kudus membentuk Kristus dalam kita (lih. 
Rom 8:29; Gal 4:19). Paulus menjelaskan bahwa kehidupan dan kematian duniawi Yesus dan juga 
kehidupannya yang ditinggikan adalah dasar dari pendamaian kita. 

5:11 "Dan bukan hanya itu saja!" Lihat catatan pada ayat 3. 

□ "kita malah bermegah" Lihat catatan pada 5:2. Ini adalah penggunaan kata "berbangga" 
(bermegah) yang ketiga kalinya dalam konteks ini. 

1 . bermegah dalam pengharapan akan kemuliaan, ay 2 

2. bermegah dalam aniaya, ay 3 

3. bermegah dalam pendamaian, ay 1 1 

Bermegah secara negative dapat dilihat dalam 2:17 dan 23 ! 

□ "kita telah menerima pendamaian itu" Ini adalah suatu AORIST ACTIVE INDICATIVE, suatu 
tugas yang telah terlaksana. Pendamaian orang percaya juga didiskusikan dalam ay 10 dan II Kor 5:18- 
21; Ef 2:16-22; Kol 1:19-23. Dalam konteks ini "pendamaian" adalah sinonim teologis dari 
"pembenaran". 

NASKAH NASB (UPDATED): 5:12-14 

12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu 
juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah 
berbuat dosa. 13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak 
diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari 
zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara 
yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 

5:12 "Sebab itu" Kitab Roma memiliki beberapa kata "sebab itu" yang ditempatkan secara strategis, 
(lih. 5:1; 8:1; 12:1). Pertanyaanpenafsirannya ialah kata-kata ini berhubungan dengan apa. Hal ini bisa 

104 



jadi suatu cara untuk menunjuk pada keseluruhan argument dari Paulus. Dengan yakin yang ini 
berhubungan dengan Kejadian dan sebab itu barangkali kembali ke Rom 1:18-32. 

□ "sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang " Keseluruhan tiga kata kerja 
dalam ay 12 adalah bentuk AORIST. Kejatuhan Adam membawa kematian (lih. I Kor 15:22). Alkitab 
tidak berdiam atas asal dosa. Dosa juga muncul dalam dunia malaikat (lih. Kej 3 dan Wah 12:7-9). 
Bagaimana dan kapan tidaklah pasti (lih. Yes 14:12-27; Yeh 28:12-19; Ayb 4:18; Mat 25:41; Luk 10:18; 
Yoh 12:31; Wah 12:7-9). 

Dosa Adam melibatkan dua aspek (1) ketidak-taatan terhadap suatu perintah tertentu (lih. Kej 2:16- 
17), dan (2) kebanggaan yang berorientasi pada diri sendiri (lih. Kej 3:5-6). Ini melanjutkan gambaran 
dari Kej 3 yang dimulai dalam Rom 1:18-32. 

Adalah teologi tentang dosa yang sedemikian jelas memisahkan pemikiran Paulus dengan para rabi. 
Para rabi tidak berfokus pada Kej 3; mereka menyatakan sebaliknya, bahwa ada dua "maksud" (yetzers) 
dalam tiap orang. Kata-kata rabinis mereka yang terkenal "Dalam tiap hati manusia ada anjing hitam dan 
putih. Mana yang anda beri makan lebih banyak menjadi yang terbesar." Paulus melihat dosa sebagai 
suatu penghalang utama antara Allah yang kudus dan ciptaanNya. Paulus bukanlah seorang teolog yang 
sistematik (lih. Seorang Manusia dalam Kristus oleh James Steward). Ia memberikan beberapa asal dosa 
(1) kejatuhan Adam, (2) cobaan setan, dan (3) pemberontakan manusia yang berkelanjutan. 

Dalam paralel dan kontras teologis antara Adam dan Yesus ada dua kemungkinan implikasi. 

1 . Adam adalah benar-benar orang dalam sejarah. 

2. Yesus adalah manusia sejati. 

Kedua kebenaran ini meneguhkan Alkitab dihadapan pengajaran yang palsu. Catat penggunaan berulang 
dari "satu orang" atau "dia". Dua cara ini yang menunjuk kepada Adam dan Yesus ini digunakan sebelas 
kali dalam konteks ini. 

□ "oleh dosa itu juga maut" Alkitab mengungkapkan tiga tahapan dari kematian (1) kematian rohani 
(lih. Kej 2:17; 3:1-7; Ef 2:1); (2) kematian badaniah (lih. Kej 5); dan (3) kematian kekal (lih. Wah 2:11; 
20:6,14; 21:8). Yang dibicarakan di bagian ini adalah kematian rohani dari Adam (lih. Kej 3:14-19) yang 
menghasilkan kematian jasmaniah dari umat manusia (lih. Kejadian 5). 

□ "maut itu telah menjalar kepada semua orang" Pendukung utama dari paragraph ini adalah 
universalitas daari dosa (lih. ay 16-19; I Kor 15:22; Gal 1:10) dan kematian. 

□ "karena semua orang telah berbuat dosa" Semua manusia secara bersama-sama telah berdosa 
dalam Adam (yaitu, mewarisi keadaan berdosa dan kecenderungan untuk berdosa). Karena hal ini tiap 
manusia memilih untuk berdosa secara pribadi dan berulang-ulang. Alkitab secara tgas menyatakan 
bahwa semua manusia adalah pendosa baik secara bersama maupun secara individual, (lih. I Raj 8:46; II 
Taw 6:36; Maz 14:1-2; 130:3; 143:2; Ams 20:9; Pkh 7:20; Yes 9:17; 53:6; Rom 3:9-18,23; 5:18; 11:32; 
Gal 3:22; I Yoh 1:8-10). 

Masihlah harus dikatakan di sini bahwa penekanan kontekstualnya (lih. ay 15-19) adalah bahwa satu 
tindakanmenyebabkan kematian (Adam) dan satu tindakan membawa kehidupan (Yesus). Namun 
demikian, Allah telah sedemikian menyusun hubunganNya dengan manusia sehingga tanggapan manusia 
adalah aspek signifikan dari "keterhilangan" atau "pembenaran". Manusia secara sukarela terlibat dalam 
penentuan tujuan hidupnya di masa mendatang! Mereka terus memilih dosa atau mereka memilih 
Kristus. Mereka tidak bisa merubah kedua pilihan ini, namun harus atas keinginannya menunjukkan ke 
pilihan mana mereka akan bergabung! 

105 



Terjemahan "karena" adalah lazim, namun artinya kadang diperdebatkan. Paulus menggunakan eph' 
ho dalam II Kor 5:4; Flp 3:12; dan 4:10 dalam pengertian "karena". Jadi setiap dan masing-masing 
manusia memilih untuk secara pribadi berpartisipasi dalam dosa dan pemberontakan melawan Allah. 
Beberapa melakukannya dengan menolak perwahyuan khusus, namun semua melakukannya dengan 
menolak perwahyuan alamiah, (lih. 1:18-3:20). 

5:13-14 Kebenaran yang sama diajarkan dalam 4:15 and Acts 17:30. Allah itu adil. Manusia hanya 
bertanggung jawab untuk apa yang tersedia bagi mereka. Ayat ini berbicara secaa eksklusif mengenai 
perwahyuan khusus (PL, Yesus, PB), bukan perwahyuan alamiah (Maz 19; Rom 1:18-23; 2:11-16). 

Catat bahwa NKJV melihat perbandingan dari ay 12 sebagai dipisahkan oleh suatu tanda kurung 
yang panjang (lih. ay 13-17) dari kesimpulannya di ay 18-21. 

5:14 

NASB, NKJV, 

JB "maut bertahta" 

NRSV "maut telah menlaksanakan penguasaaan" 

TEV "maut telah berkuasa" 

Maut bertahta seperti seorang Raja (lih. ay 17 dan 21). Personifikasi dari maut dan dosa sebagai suatu 
tirani ini dipertahankan di seluruh pasal ini dan pasal 6. pengalaman kematian yang universal 
meneguhkan adanya dosa universal dari manusia. Dalam ayat 17 dan 21, anugrah juga 
dipersonifikasikan. Anugrah bertahta! Manusia memiliki sebuah pilihan (kedua cara PL): maut atau 
kehidupan. Siapa yang bertahta dalam hidup anda? 

□ "juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat 
oleh Adam" Adam melanggar suatu perintah yang dinyatakan Allah, bahkan Hawa tidak berdosa dengan 
cara yang sama. Haawa mendengar dari Adam mengenai pohon itu, bukan dari Allah secara langsung. 
Manusia dari Adam sampai Musa terkena dampak dari pemberontakan Adam! Mereka tidak melanggar 
perintah tertentu dari Allah, namun 1:18-32, yang tentu saja merupakan bagian dari konteks teologis ini, 
menyatakan kebenaran bahwa mereka sesungguhnya melanggar terang yang mereka miliki dari 
penciptaan dan karenanya menjadi bertanggung jawab di hadapan Allah atas dosa/pemberotakan. 
Kecenderungan Adam'untuk berdosa telah menyebar pada semua anak-anaknya. 



NASB, NKJV, 

NRSV "y an § adalah gambaran Dia yang akan datang " 

TEV "Adam adalah suatu gambar dari Dia yang akan datang" 

JB "Adam mengammbarkan Dia yang akan datang" 

Hal ini menyatakan dalam suatu cara yang kongkrit tipologi Adam-Kristus (lih. I Kor 15:21-22,45- 
49; Flp 2:6-8). Keduanya dilihat sebagai yang pertama dari suatu kelompok, asal dari suatu ras (lih. I 
Kor 15:45-49). Adam adalah satu-satunya manusia di PL yang disebut sebuah "type (jenisO" oleh PB. 
Lihat Topik Khusus: Bentuk (Tupos) pada 6:17. 

NASKAH NASB (UPDATED): 5:15-17 

15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena 
pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih 

106 



karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu 
Yesus Kristus. 16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab 
penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi 
penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 17 Sebab, jika 
oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang 
telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa 
oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 

5:15-19 Ini adalah argument yang dipertahankan yang menggunakan frasa paralel. NASB, NRSV, dan 
TEV membagi paragraph pada ayat 18. Namun demikian UBS 4 , NKJV, dan JB menterjemahkannya 
sebagai satu unit. Ingat kunci dari penafsiran maksud asli penulis adalah satu kebenaran utama per 
paragraf. Catat bahwa kata "banyak", ay 15 & 19, adalah sinonim dengan "semua" dalam ay 12 dan 18. 
Ini juga berlaku dalam Yes 53:11-12 dan ay 6. Tak ada pembedaan teologis (pilihan atau bukan-pilihan 
dari Kalvin) diperlukan atas dasar kata-kata ini ! 

5:15 "karunia" Ada dua kata Yunani yang berbeda untuk "pemberian" yang digunakan dalam konteks 
ini — charisma, ay 15,16 (6:23) dan dorea/dorama, ay 15, 16, 17 (lihat catatan pada 3:24) — namun kata- 
kata ini adalah sinonim. Hal ini sungguhmerupakan Kabar Baik tentang keselamatan. Keselamatan 
adalah anugerah Allah melalui Yesus Kristus (lih. 3:24; 6:23; Ef 2:8,9) kepada semua yang percaya pada 
Kristus. 

□ "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Dosa Adam membawakematian bagi semua 
manusia. Ini diparalelkan dalam ay 17. 

□ "melimpah" Lihat Topik Khusus pada 15:13. 

5:16 "penghakiman. . .pembenaran" Kedua hal ini adalah istilah hukum, forensik. Sering PL 
menampilkan berita dari nabi sebagai sebuah scenario pengadilan. Paulus menggunakan bentuk ini (lih. 
Rom 8:1, 31-34). 

5:17 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL lagi, yang dianggap benar dari 
sudut pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Pelanggaran Adam mengakibatkan kematian 
bagi seluruh manusia. 

□ "lebih ... lagi mereka, yang telah menerima" Ayat 18-19 secara teologis tidak terlalu seimbang. 
Frasa ini tak dapat dihilangkan dari konteks Roma 1-8 dan digunakan sebagai suatu naskah bukti dari 
universalisme (bahwa pada saatnya nanti semua akan diselamatkan). Manusia harus menerima (v. 17b) 
penawaran Allah dalam Kristus. Keselamatan tersedia bagi semua, namun harus diterima secara 
individual, (lih. Yoh 1:12; 3:16; Rom 10:9-13). 

Perbuatan tunggal pemberontakan Adam mengakibatkan pemberontakan total semua manusia. 
Perbuatan dosa yang satu itu menjadi berkembang! Namun dalam Kristus satu pengorbanan yang benar 
juga berkembang mencakup banyak dosa pribadi dan dosa bersama yang ditimbulkan dosa pribadi 
tersebut. Ke "lebih lagi" an dari tindakan Kristus ditekankan (lih. ay 9,10,15,17). Anugerah melimpah! 



107 



5:17,18 "anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa... pembenaran kehidupan" Yesus adalah 
anugerah Allah dan jawaban atas kebutuhan rohani seluruh manusia yang telah jatuh (lih. I Kor 1:30). 
Frasa paralel ini dapat berarti (1) manusia berdosa diberikan status benar dengan Allah melalui karya 
paripurna Kristus yang menghasilkan suatu "kehidupan yang kudus" atau" (2) frasa ini sinonim dengan 
"hidup kekal". Konteks ayat ini mendukung pilihan yang pertama. Untuk pelajaran kata mengenai 
kebenaran lihat topik khusus pada 1:17. 



TOPIK KHUSUS: MEMERINTAH DALAM KERAJAAN ALLAH 

Konsep memerintah bersama Kristus adalah bagian dari suatu kategori teologia yang lebih besar 
yang disebut "Kerajaan Allah". Ini adalah konsep Allah sebagai raja Israel sejati yang diteruskan dari 
PL (lih. I Sam 8:7). Ia memerintah secara simbolis (I Sam 8:7; 10:17-19) melalui seorang keturunan 
suku Yehuda (lih. Kej 49:10) dan keluarga dari Isai (lih. II Sam 7). 

Yesus adalah penggenapan yang dijanjikan dari nubuatan PL mengenai Mesias. Ia meresmikan 
Kerjaan Allah dengan inkarnasiNya di Bethlehem. Kerajaan Allah menjadi tiang sentral dari khotbah 
Yesus. Kerajaan itu telah sepenuhnya datang dalam Dia (lih. Mat 10:7; 11:12; 12:28; Mar 1:15; Luk 
10:9,11; 11:20; 16:16; 17:20-21). 

Namun demikian, Kerajaan itu juga di masa depan (eskatologis). Kerajaan itu ada sekearang, namun 
belum disempurnakan (lih. Mat 6:10; 8:11; 16:28; 22:1-14; 26:29; Luk 9:27; 11:2; 13:29; 14:10-24; 
22:16,18). Yesus datang pertama kali sebagai seorang hamba yang menderita (lih Yes 52:13-53:12); 
sebagai orang sederhana (lih. Zak 9:9) namun Ia akan datang kembali sebagai Raja atas Segala Raja (lih. 
Mat 2:2; 21:5; 27:11-14). Konsep "memerintah" ini secara pasti adalah bagian dari teologia "kerajaan" 
ini. Allah telah mengaruniakan kerajaan kepada para pengikut Yesus (lihat Luk 12:32). 

Konsep memerintah bersama Kristus memiliki beberapa aspek dan pertanyaan: 

1. Apakah bagian Alkiab yang menyatakan bahwa Allah telah memberikan pada orang-orang 
percaya "suatu kerajaan" melalui Kristus menunjuk kepada "memerintah" (lih. Mat 5:3,10; Luk 
12:32)? 

2. Apakah kata-kata Yesus kepada murid-murid aslinya di abad pertama dalam konteks Yahudi 
menunjuk pada semua orang percaya (lih Mat 19:28; Luk 22:28-30)? 

3. Apakah penekanan Paulus pada memerintah dalam kehidupan saat ini berlawanan atau saling 
mendukung naskah naskah diatas (lih. Rom 5:17; I Kor 4:8)? 

4. bagaimana hubungan antara penderitaan dan memerintah (lih. Rom 8:17; II Tim 2:11-12; I Pet 
4:13; Wah 1:9)? 

5. Tema berulang dari Wahyu adalah berbagi dalam pemerintahan kemuliaan Kristus 

a. Di dunia, 5:10 

b. Dalam kerajaan seribu tahun, 20:5,6 

c. Kekal, 2:26; 3:21; 22:5 dan Dan 7:14,18,27 



NASKAH NASB (UPDATED): 5:18-21 

18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian 
pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama 
seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula 
oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, 

108 



supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih 
karunia menjadi berlimpah-limpah, 21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, 
demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus 
Kristus, Tuhan kita. 

5:18 

NASB "satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup." 

NKJV "demikian melalui tindakan kebenaran satu Orang, anugerah datang bagi semua 

orang" 
NRSV "sehingga perbuatan kebenaran satu orang membawa pembenaran dan kehidupan bagi 

semua" 
TEV "dengan cara sama satu perbuatan benar membebaskan semua orang dan memberikan 

kehidupan pada mereka" 
JB "sehingga perbuatan baik satu orang membawa kehidupan bagi semua dan membuat 

mereka dibenarkan" 
Ini bukan berkata bahwa semua orang akan selamat (universalisme). Ayat ini tak bisa ditafsirkan 
terpisah dari berita dari kitab Roma dan konteks terdekatnya. Hal ini menunjuk kepada kesempatan 
keselamatan bagi semua manusia melalui kehidupan/kematian/kebangkitan Yesus. Manusia harus 
menanggapi tawaran injil dengan pertobatan dan (lih. Mar 1:15; Kis 3:16,19; 20:21). Allah selalu 
mengambil inisiatif (lih. Yoh 6:44,65), namun Ia telah memilih bahwa tiap individu harus menanggapi 
secara pribadi (lih. Mar 1:15; Yoh 1:12; dan Rom 10:9-13). PenawaranNya bersifat universal (lih. I Tim 
2:4,6; II Pet 3:9; I Yoh 2:2), namun misteri dari ketidak adilan adalah bahwa banyak orang menjawab 
"tidak". 

"Perbuatan Kebenaran" bisa merupakan (1) kehidupan ketaatan Yesus secara keseluruhan dan 
perwahyuan akan Bapa dalam Dia atau (2) secara khusus kematianNya untuk dan atas nama manusia 
berdosa. Sebagaimana kehidupan seseorang akan mempengaruhi semua (kebersamaan Yahudi, lih Yos 
7), demikian pula, satu kehidupan tak berdosa akan mempengaruhi semua. Dua perbuatan ini adalah 
paralel namun tidak setingkat. Semua terpengaruhi oleh dosa Adam, namun semua hanya memiliki 
kesempatan pengaruh yang sama dari kehidupan Yesus; hanya orang yang percaya yang menerima 
anugerah pembenaran. Perbuatan Yesus juga mempengaruhi semua dosa manusia, yaitu bagi mereka 
yang percaya dan menerima, di masa lalu, sekarang, dan di masa depan! 

5:18-19 "semua orang beroleh penghukuman... semua orang beroleh pembenaran untuk hidup... 
semua orang telah menjadi orang berdosa... semua orang menjadi orang benar." Ini adalah frasa 
paralel yang menunjukkan bahwa kata "semua (banyak)" bukan bersifat membatasi namun bersifat 
mencakup. Paralelisme yang sama dapat ditemukan dalam Yesaya 53:6 "semua" dan 53:11,12 "banyak." 
Istilah "banyak" tak dapat digunakan dalam pengertian pembatasan untuk membatasi penawaran Allah 
akan keselamatan pada seluruh manusia (pilihan dan bukan pilihan dari Kalvin). 

Catat bentuk PASSIVE VOICE dari kedua KATA KERJA. Ini menunjuk kepada perbuatan Allah. 
Manusia berdosa dalam hubungannya dengan sifat Allah dan mereka dibenarkan dalam hubungannya 
dengan sifatNya. 

5:19 "oleh ketidaktaatan satu orang... ketaatan satu Orang" Paulus sedang menggunakan konsep 
teologis kebersamaan dari PL. Perbuatan satu orang mempengaruhi seluruh masyarakat (lih. Akhan 
dalah Yos 7). Ketidak taatan Adam dan Hawa membawa penghakiman Allah atas seluruh ciptaan. (lih. 

109 



Kej 3). Semua ciptaan telah terpengaruhi oleh konsekuensi dari pemberontakan Adam (lih. 8:18-25). 
Dunia tidak sama lagi. Manusia tidak sama lagi. Kematian menjadi akhir dari seluruh kehidupan duniawi 
(cf. Gen. 5). Ini bukan dunia yang dimaksudkan oleh Allah! 

Dalam pengertian kebersamaan yang sama perbuaan tunggal ketaatan Yesus, Kalvari, menghasilkan 
(1) jaman baru, (2) manusia baru, dan (3) suatu perjanjian baru. Teologi perwakilan ini disebut "tipologi 
Adam-Kristus" (lih. Flp 2:6). Yesus adalah Adam kedua. Ia adalah permulaan baru bagi manusia yang 
telah jatuh. 

□ "dijadikan benar" Lihat Topik Khusus pada 1:17. 

5:20 

NASB "Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak" 
NKJV "Lebih lagi Taurat dimasukkan hingga pelanggaran menjadi berlimpah" 
NRSV "Namun Taurat ditambahkan, yang menghasilkan perkembangan pelanggaran" 
TEV "Hukum Taurat diperkenalkan supaya meningkatkan kesalahan" 

JB "Ketika Hukum Taurat datang, kedatangannya melipat gandakan kesempatan untuk 

jatuh" 
Tujuan dari Hukum Taurat tidak pernah untuk menyelamatkan manusia namun untuk menunjukkan 
kebutuhan dan ketidak berdayaan manusia berdosa, (lih. Ef 2:1-3) dan dari sana nanti membawa mereka 
kepada Kristus (lih. 3:20; 4:15; 7:5; Gal 3:19, 23-26). Hukum Taurat itu bagus, namun manusialah yang 
penuh dengan dosa. 

□ "kasih karunia menjadi berlimpah-limpah" Ini adalah pokok utama Paulus dalam bagian ini. Dosa 
adalah mengerikan dan merasuk, namun kasih karunia melimpah dan melebihi pengaruh dosa yang 
mematikan itu! Ini adalah satu cara untuk membesarkan hati dari gereja abad pertama yang masih sangat 
muda. Mereka adalah pemenang dalam Kristus (lih. 5:9-11; 8:31-39; I Yoh 5:4). Ini bukan suatu ijin 
untuk berdosa lebih banyak! Lihat Topik Khusus: Penggunaan Kata Majemuk Huper oleh Paulus pada 
1:30. 

5:21 Baik "dosa" dan "anugerah" dipersonifikasikan sebagai raja-raja. Dosa memerintah dengan kuasa 
kematian universal (ay 14, 17). Kasih Karunia memerintah melalui kuasa anugerah kebenaran melalui 
karya paripurnaYesus Kristus dan tanggapan iman serta pertobatan orang percaya terhadap Injil. 

Sebagai umat Allah yang baru, sebagai tubuh Kristus, Orang Kristen juga memerintah bersama 
Kristus (lih. 5:17; II Tim 2:12; Wah 22:5). Ini dapat dilihat sebagai suatu pemerintahan di dunia atau 
dalam kerajaan seribu tahun (lih. Wah 5:9-10; 20). Alkitab juga berbicara mengenai kebenaran yang 
sama dengan menyatakan bahwa Kerajaan telah dianugerahkan kepada orang-orang kudus (lih. Mat 
5:3,10; Luk 12:32; Ef 2:5-6). Lihat Topik Khusus: memerintah dalam Kerajaan Allah pada 5:17. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

110 



Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 

1. Definisikan "kebenaran" Allah 

2. Apakah perbedaan teologis antara "pengkudusan posisional" dan "What is the theological 
distinction between "positional sanctification" and "milik progresif? 

3. Apakah kita diselamatkan oleh anugerah atau iman (lih. Ef 2:8-9)? 

4. Mengapa Kristian menderita? 

5 . Apakah kita selamat atau sedang diselamatkan atau akan diselamatkan ? 

6. Apakah kita jadi orang berdosa karena kita berbuat dosa atau kita berbuat dosa karena kita adalah 
orang berdosa? 

7. bagaimana lata-kata "dibenarkan," "diselamatkan" dan "diperdamaikan" dalam pasal ini saling 
berhubungan? 

8. mengapa Allah menuntut pertanggung jawaban kita atas dosa yang dibuat orang lain yang hidup 
ribuan tahun yang lalu (ay 12-21)? 

9. Mengapa semua orang di atntara Adam dan Musa mati kalau dosa di kurun waktu ini tidak 
diperhitungkan (ay 13-14)? 

10. Apakah kata "semua" dan "banyak" sinonim (ay 18-19, Yes 53:6, 11-12)? 



111 



112 



ROMA 6 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Mati bagi Dosa namun 
Hidup dalam Kristus 


Mati bagi Dosa, Hidup 
bagi Allah 


Mati dan Bangkit Dengan 
Kristus 


Mati bagi Dosa namun 
Hidup dalam Kristus 


Baptisan 


6:1-11 


6:1-14 


6:1-4 


6:1-4 


6:1-7 






6:5-11 


6:5-11 












6:8-11 










Kekudusan, Bukan Dosa, 
yang Menjadi Tuan 


6:12-14 




6:12-14 


6:12-14 


6:12-14 


Budak Kebenaran 


Dari Budak Dosa kepada 
Budak Allah 


Dua Macam Perbudakan 


Budak Kebenaran 


Orang Kristen Dibebaskan 
dari Perbudakan Dosa 


6:15-23 


6:15-23 


6:15-19 


6:15-19 


6:15-19 










Upah Dosa dan Upah 
Kekudusan 






6:20-23 


6:20-23 


6:20-23 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 



113 



WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Pasal 6:1-8:39 membentuk sebuah unit pemikiran (unit tulisan)yang membahas mengenai hubungan 
orang Kristen dengan dosa. Ini adalah hal yang sangat penting karena Injil didasarkan atas anuerah 
Allah, yang cuma-cuma dan tak berdasarkan perbuatan, melaui Kristus (3:21-5:21) sehingga, 
bagaimana dosa bisa mempengaruhi orang percaya? Pasal 6 didasarkan atas dua pertanyaan 
pengandaian, ay 1. dan 15. Ayat 1 berhubungan dengan 5:20, sementara ay 15 berhubungan dengan 
6:14. Yang pertama berhubungan dengan dosa sebagai suatu gaya hidup (PRESENT TENSE), yang 
kedua kepada perbuatan dosa individual (AORIST TENSE). Jelaslah juga bahwa ay 1-14 berkaitan 
dengan kemerdekaan orang percaya dari dominasi dosa, sementara ay 15-23 berhubungan dengan 
kemerdekaan orang percaya untuk melayani Allah sebagaimana mereka dahulu melayani dosa — 
secara total, lengkap, dan sepenuh hati. 

B. Pengkudusan adalah: 

1. suatu posisi (diberikan seperti pembenraran pada keselamatan, 3:21-5:21) 

2. suatu Keserupaan dengan Kristus yang bertumbuh 

a. 6: 1-8:39 menyatakan kebenaran ini secara teologis 

b. 12:1-15:13 menyatakannya secara praktis (Lihat Topik Khusus pada 6:4) 

C. Terkadang kementator harus memisahkan secara teologis pokok mengenai pembenaran dan 
pengkudusan posisional untuk membantu menangkapan arti Alkitabiahnya. Dalam kenyataannya 
keduanya adalah perbuatan anugerah yang dilakukan secara serentak, (posisional, I Kor 1:30; 6:11). 
Mekanisme untuk keduanya adalah sama — Anugerah Allah ditunjukkan dalam kehidupan dan 
kematian Yesus yang diterima oleh iman (lih. Ef 2:8-9). 

D. Pasal ini mengajarkan potensi dari kedewasaan penuh (ketidak berdosaan, lih I Yoh 3:6,9; 5:18) dari 
anak-anak Allah dalam Kristus. Pasal 7 dan I Yoh 1:8-21 menunjukkan kenyataan dari terus 
berdosanya orang percaya. 

Kebanyakan konflik atas pandangan Paulus mengenai pengampunan adalah berhubungan dengan 
hal moralias. Orang Yahudi ingin memastikan kehidupan kudus dengan cara menuntut orang yang 
baru bertobat untuk menjalankan Taurat Musa. Haruslah diakui bahwa beberapa orang memang 
dahulu maupun sekarang menggunakan pandangan Paulus sebagai suatu ijin untuk berdosa, (lih. ay 
1,15; II Pet 3:15-16). Paulus percaya bahwa adalah Roh yang diam dalam hati, dan bukan aturan dari 
luar, yang akan menghasilkan pengikut-pengikut Serupa Kristus yang kudus. Dalam kenyataannya 
inilah perbedaan antara Perjanjian Lama (lih. UI 27-28) dan Perjanjian Baru (lih. Yer 31:31-34; Yeh 
36:26-27). 

E. Baptisan adalah hanya merupakan suatu penggambaran secara jasmani dari kenyataan rohani dari 
pembenran/pengkudusan. Dalam kitab Roma doktrin kembar pengkudusan posisional (pembenaran) 
dan pengkudusan eksperensial (Keserupaan dengan Kristus) sama-sama ditekankan. Dikuburkan 
bersama Dia (ay 4) adalah paralel dengan "disalibkan bersama Dia" (ay 6). 

F. Kunci-kunci unuk mengalahkan pencobaan dan dosa dalam kehidupan KeKristenan adalah: 

1. Mengetahui siapa anda di dalam Kristus. Ketahui apa yang Ia telah kerjakan bagi anda. Anda 
telah bebas dari dosa! Anda telah mati bagi dosa! 

2. Perhatikan/perhitungkan posisi anda dalam Kristus kedalam situasi-situasi kehidupan keseharian 
anda. 

3. Kita bkan milik kita sendiri! Kita harus melayani/taat pada Tuan kita. Kita melayani/taat atas 
dasar rasa syukur dan kasih kepada Dia yang mengasihi kita! 

114 



4. Kehidupan keKristenan adalah suatu kehidupan yang bersifat adi kodrati. Hal ini, sebagaimana 
keselamatan, adalah anugerah Allah dalam Kristus. Ia mengawalinya dan menyediakan kuasanya. 
Kita harus menanggapinya dalam pertobatan dan iman, baik pada mulanya maupun secara terus 
menerus. 

5. Jangan bermain-main dengan dosa. Tandailah dosa sebagaimna adanya. Berbaliklah dari padanya; 
jauhilah. Jangan menempatkan diri anda ditempat percobaan. 

6. Dosa adalah suatu kecanduan yang bisa dipatahkan, namun memerlukan waktu, usaha, dan 
kehendak yang kuat. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASB (UPDATED) TEXT: 6:1-7 

J Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, 
supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi 
dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita 
semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian 
kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama 
seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga 
kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang 
sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan 
kebangkitan-Nya. 6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya 
tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab 
siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 



6:1 

NASB "Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu" 

NKJV "Haruskah kita terus berdosa sehingga kasih karunia berkelimpahan" 

NRSV "Haruskah kita terus berdosa agar kasih karunia itu menjadi berlimpah." 

TEV "Bahwa kita harus terus berdosa sedemikian hingga kasih karunia Allah akan 

meningkat" 
JB "Apakah ini menganut bahwa kita harus tetap dalam dosa sehingga hal ini 

menyebabkan kasih karunia mempunyai cakupan yang lebih luas" 

Ini adalah sebuah PRESENT ACTWE SUBJUNCTIVE. Hal ini secara huruflah menyanyakan, 
apakah orang Kristen "tinggal dalam" atau "merangkul" dosa? Pertanyaan ini melihat ke belakang pada 
5:20. Paulus menggunakan suatu penentang hipotetis (diatribe) untuk menghadapi adanya potensi 
penyalah gunaan kasih karunia (lih. I Yoh 3:6,9; 5:18). Anugerah dan kasih karunia Allah tidaklah 
dimaksudkan sebagai memberikan ijin bagi kehidupan yang memberontak. 

Injil Paulus mengenai keselamatan cuma-cuma sebagai anugerah dari kasih karunia Allah melalui 
Kristus (lih. 3:24; 5:15,17; 6:23) menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kebenaran gaya hidup. 
Bagaimana suatu anugerah cuma-cuma menghasilkan ketegakan moral? Pembenaran dan pengkudusan 
tidak boleh dipisahkan sama sekali (lih. Mat 7:24-27; Luk 8:21; 11:28; Yoh 13:17; Rom 2:13; Yak 1:22- 
25; 2:14-26). 

Pada titik ini ijinkan saya mengutip F. F. Bruce dalam Paulus: Rasul dari Hati yang Dibebaskan, 
"baptisan orang Kristen menetapkan batas antara keberadaan lama mereka yang tidak bertumbuh lagi dan 
kehidupan baru mereka dalam Kristus: hal ini menandai kematian mereka terhadap orde lama mereka, 

115 



sehingga bagi seorang Kristen yang telah dibaptis berlanjut terus di dalam dosa adalah ketidak masuk 
akalan sama seperti seorang budak yang telah dipersamakan haknya untuk tetap berada dalam 
perbudakan di bawah tuan lamanya, (lih. Rom 6:1-4, 15-23) atau seorang janda untuk tetap tunduk pada 
"hukum dari suaminya" hal. 281-82 (lih. Rom 7:1-6). 

Dalam buku dari James S. Stewart, Seorang yang didalam Kristus, ia menulis: "locus classicus bagi 
semua sisi pemikiran para rasul ini dapat ditemukan dalam Roma 6. Di sana Paulus dengan daya dan 
upaya yang bagus sekali, membawa pulang ke hati dan kesadaran suatu pelajaran bahwa dipersatukan 
dengan Yesus dalam kematianNya bagi orang percaya berarti suatu pemutusan hubungan yang drastis 
dan menyeluruh dengan dosa," hal. 187-88. 

6:2 "sekali-kali tidak" Ini adalah suatu bentuk OPTATIVE yang langka yang adalah suatu suatu 
suasana hati atau suatu gaya ketata-bahasaan yang digunakan dalam hal doa dan pengharapan. Ini adalah 
cara gaya bahasa Paulus dalam menjawab suatu penyangkal hipotetis. Ini menyatakan keheranan 
sekaligus kengerian Paulus terhadap kesalah-mengertian dan pelecehan manusia yang tidak percaya 
terhadap pengertian anugerah, (lih. 3:4,6). 

□ "kita telah mati bagi dosa" Ini adalah suatu AORIST ACTIVE INDICATIVE, yang artinya "kita 
sudah mati". Bentuk TUNGGAL "dosa" digunakan sedemikian seringnya di seluruh pasal ini. 
Nampaknya hal ini untuk menunjuk kepada "sifat dasar keberdosaan" yang kita warisi dari Adam (lih. 
Rom 5:12-21; I Kor 15:21-22). Paulus sering menggunakan konsep kematian sebagai penggambaran 
untuk menunjukkan hubungan yang baru antara orang percaya dengan Yesus. Mereka tidak lagi di bawah 
kekuasaan dosa. 

□ "masih dapat hidup di dalamnya" Secara huruflah kalimat ini berarti "berjalan". Penggambaran 
ini digunakan untuk menekankan baik iman gaya hidup kita (lih. Ef 4:1; 5:2,15) atau dosa gaya hidup 
(lih. ay 4). Orang-orang percaya tak mungkin bisa berbahagia dalam dosa! 

6:3-4 "telah dibaptis... telah dikuburkan" Kedua hal ini adalah AORIST PASSIVE INDICATIVES. 

Bentuk ketata-bahasaan ini menekankan suatu tindakan yang telah selesai dilakukan oleh seorang pelaku 
dari luar, dalah hal ini Roh Kudus. Kedua hal ini paralel dalam konteks. 



TOPIK KHUSUS: BAPTISAN 

Curtis Vaughan, Kisah Para Rasul, mempunyai sebuah catatan kaki yang menarik di hal. 28. 

"Kata Yunani dari 'dibaptis' adalah suatu imperative orang ketiga; kata 'bertobat', 
imperative orang kedua. Perubahan dari suatu perintah yang lebih langsung, yakni orang kedua 
kepada yang lebih tidak langsung, orang ketiga 'dibaptis' menyatakan bahwa tuntutan dasar 
Petrus yang terutama adalah pertobatan." 

Hal ini mengikuti tekanan khotbah Yohanes Pembaptis (lih. Mat 3:2) dan Yesus (lih. Mat 4:17). 
Pertobatan nampaknya adalah sebuah kunci rohani dan baptisan adalah suatu pernyataan keluar dari 
perubahan kerohanian ini. Perjanjian Baru tidak tahu sama sekali tentang adanya orang percaya yang 
tidak dibaptis! Terhadap gereja mula-mula baptisan adalah cara pengakuan iman kepada masyarakat 
umum. Inilah kesempatan untuk pengakuan iman dalam Kristus kepada masyarakat, bukan suatu 
mekanisme untuk keselamatan! Perlu diingat bahwa baptisan tidak disebutkan dalam khotbah Petrus 
yang kedua, walau pertobatan disebutkan (lih. 3:19; Luk 24:17). Baptisan adalah teladan yang 
ditunjukkan oleh Yesus (lih. Mat 3:13-18). Baptisan diperintahkan oleh Yesus (lih. Mat 28:19). 



116 



Pertanyaan modern mengenai keharusan dari baptisan untuk keselamatan tidak disebutkan dalam 
Perjanjian Baru; semua orang percaya diharapkan untuk dibaptis. Namun demikian, seseorang harus 
juga menjaga diri terhadap suaru mekanikalisme sacramental! Keselamatan adalah masalah iman, bukan 
soal tempat yang tepat, kata-kata yang tepat, ataupun tindakan ritual yang tepat! 



□ "Dalam Kristus" Pengunaan dari eis (ke dalam) memparalelkan Amanat Agung di Mat 28:19, di 
mana orang yang baru percaya dibaptiskan eis (ke dalam) nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. KATA 
DEPAN ini digunakan juga untuk menjelaskan bahwa orang percaya dibaptiskan oleh Roh Kudus ke 
dalam tubuh Kristus dalam I Kor 12:13. Eis dalam konteks ini bersinonim dengan en (dalam Kristus) 
dalam ay 1 1, yang merupakan cara favorit Paulus untuk menunjuk pada orang percaya. Ini adalah sebuah 
LOCATIVE OF SPHERE. Orang-orang percaya hidup dan bergerak dan menempatkan keberadaannya di 
dalam Kristus. KATA DEPAN ini menyatakan persatuan yang intim, lingkungan persekutuan, hubungan 
antara pokok anggur dan carang. Orang-orang percaya akan menjadi serupa dan ikut serta dengan Kristus 
dan kematianNya (lih. ay 6; 8:17), dalam kebangkitanNya (lih. ay 5), dalam pelayanan ketaatanNya 
kepada Allah, dan dalam kerajaanNya! 

□ "dalam kematianNya... kita telah dikuburkan bersama Dia" Baptisan selam melukiskan 
kematian dan penguburan, (lih. ay 5 dan Kol 2:12). Yesus menggunakan baptisan sebagai penggambaran 
bagi kematianNya sendiri (lih. Mar 10:38-39; Luk 12:50). Tekanannya di sini bukan mengenai doktrin 
baptisan, namun mengenai hubungan intim yang baru dari Orang Kristen dengan kematian dan 
penguburan Kristus. Orang-orang percaya menjadi serupa dengan baptisan Kristus, dengan karakterNya, 
dengan pengorbananNya, dengan missiNya. Dosa tidak berkuasa atas orang-orang percaya! 

6:4 "kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian" Dalam pasal 
ini, sebagaimana merupakan ciri khas tulisan Paulus, ia menggunakan banyak kata majemuk 
menggunakan sun (dengan) (misal. Ef 2:5-6). 

1 . sun + thapto = dikuburkan bersama-sama, ay 4; Kol 2:12; juga catat ay 8 

2. sun + stauroo = ditanam bersama-sama, ay 5 

3. sun + azo = berada bersama-sama, ay 8; II Tim 2:11 (juga ada mati bersama-sama dan 
memerintah bersama-sama) 

□ "demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru" Ini adalah suatu AORIST ACTIVE 
SUBJUNCTIVE. Hasil yang diharapkan dari keselamatan adalah pengkudusan. Karena orang-orang 
percaya mengenal anugerah Allah melalui Kristus, kehidupan mereka harus berbeda. Kehidupan baru kita 
tidak membawa kita kepada keselamatan, namun ini adalah hasil dari keselamatan (lih. ay 16, 19; dan Ef 
2:8-9,10; Yak 2:14-26). Ini bukan pertanyaan yang memilih salah satu, iman atau perbuatan, namun di 
sini ada urutan tahapannya. 



TOPIK KHUSUS: PENGKUDUSAN 

PB menegaskan bahwa ketika orang-orang berdosa datang kepada Yesus dalam pertobatan dan iman, 
mereka secara instan dibenarkan dan disucikan. Ini adalah posisi baru mereka dalam Kristus. 
KebenaranNya telah diberikannya pada mereka (Rom 4). Mereka dinyatakan benar dan kudus (tindakan 
forensik Allah). 



117 



Namun PB juga mendorong orang-orang percaya kepada kesucian dan pengkudusan. Hal ini adalah 
suatu posisi teologis dalam karya paripurna Yesus Kristus dan suatu panggilan menjadi seperti Kristus 
dalam sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana keselamatan adalah suatu anugerah 
cuma-cuma dan gaya hidup yang mengorbankan segalanya, demikian pula pengkudusan. 
Tanggapan Mula-mula Keserupaan dengan Kristus yang Bertumbuh 

Kisah 20:23; 26:18 Roma 6:19 

Roma 15:16 II Korintus 7 : 1 

IKorintus 1:2-3; 6:11 I Tesalonika 3:13; 4:3-4,7; 5:23 

II Tesalonika 2:13 I Timotius 2:15 

Ibrani 2:11; 10:10,14; 13:12 II Timotius 2:21 

IPetrusl:l Ibrani 12:14 

IPetrus 1:15-16 



□ "Kristus telah dibangkitkan" Dalam konteks ini penerimaan dari Allah Bapa dan persetujuan dari 
Firman dan Perbuatan AnakNya dinyatakan dalam dua peristiwa yang besar. 

1 . kebangkitan Yesus dari maut 

2. kenaikan Yesus menuju ke tangan kanan Bapa 

□ "kemuliaan Bapa" Untuk "kemuliaan" lihat Topik Khusus pada 3 :23 . Untuk "Bapa" lihat Topik 
Khusus pada 1:7. 

6:5 "jika" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Paulus mengasumsikan pembacanya adalah orang- 
orang percaya. 

□ "Sebab jika kita telah menjadi satu dengan -Nya" Ini adalah suatu PERFECT ACTIVE 
INDICATIVE yang dapat diterjemahkan, "telah dan terus menjadi satu bersama," atau "telah dan terus 
ditanam/memulai bersama." Kebenaran ini secara teologis beranalogi dengan kata "tinggal" dalam 
Yohanes 15. Jika orang-orang percaya telah menjadi sama dengan kematian Yesus (lih. Gal 2:19-20; Col 
2:20; 3:3-5), secara teologis mereka seharusnya menjadi sama dengan hidup kebangkitanNya (lih. ay 10). 

Aspek penggambaran baptisan sebagai kematian dimaksudkan untuk menunjukkan (1) bahwa kita 
telah mati terhadap kehidupan lama, perjanjian lama, (2) kita hidup untuk Roh, perjanjian baru. Oleh 
karena itu, Baptisan Kristen tidaklah sama dengan baptisan Yohanes, yang adalah nabi PL terakhir. 
Baptisan adalah kesempatan bagi pengakuan iman kepada umum dari gereja mula-mula. Rumusan 
baptisan mula-mula, yang harus diulang oleh orang yang dibaptis, adalah "Saya percaya Yesus adalah 
Tuhan" (lih. Rom 10:9-13). Pengumuman ke masyarakat ini adalah tindakan formal dan ritual dari apa 
yang telah dialami dalam pengalaman terdahulu. Baptisan bukan suatu mekanisme pengampunan, 
keselamatan atau kedatangan Roh Kudus, namun kesempatan untuk pernyataan dan pengakuan kepada 
masyarakat (lih. Kis 2:38). Namun demikian, ini juga bukan merupakan pilihan. Yesus 
memerintahkannya (lih. Mat 28:19-20), dan memberikan teladan, (lih. Mat 3; Mar 1; Luk 3) dan hal ini 
menjadi bagian dari khotbah-khotbah dan prosedur-prosedur Kerasulan sebagaimana dalam Kisah Para 
Rasul. 

6:6 

NASB "mengetahui hal ini, bahwa diri kita yang lama disalibkan bersama Dia" 

118 



NKJV "mengetahui hal ini, manusia lama kita telah disalibkan bersama Dia" 

NRSV "kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan (bersama Dia)" 

TEV "Dan kita tahu hal ini: keberadaan kita yang lama telah dimatikan bersama Kristus 

di salibNya" 
JB "Harus kita sadari bahwa diri kita yang dahulu telah disalib bersama Dia" 

Ini adalah suatu AORIST PASSIVE INDICATIVE yang berarti "diri kita yang lama telah sekali 
untuk selamanya disalip oleh Roh Kudus." Kebenaran ini sangatlah penting bagi hidup keKristenan yang 
berkemenangan. Orang percaya harus menyadari hubungan barunya dengan dosa (lih. Gal 2:20; 6:14). 
Diri lama manusia yang telah jatuh (secara Adam) telah mati bersama Kristus (lih. ay 7; Ef 4:22 and Kol 
3:9). Sebagai orang percaya kita sekarang memiliki pilihan mengenai dosa sebagaimana dimiliki Adam 
pada mulanya. 

□ 

NASB, NKJV "hingga tubuh dosa kita bisa diberhentikan" 

NRSV "demikian sehingga tubuh dosa kita bisa dimusnahkan" 

TEV "supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya" 

JB "untuk memusnahkan tubuh yang penuh dosa ini" 

Paulus menggunakan kata "tubuh" (somd) dengan beberapa frasa GENITIVE. 

1 . tubuh dosa (ini), Rom 6:6 

2. tubuh yang fana ini, Rom 7:24 

3 . tubuh kedagingan ini, Kol 2:11 

Paulus sedang berbicara mengenai kehidupan fisik dari jaman dosa dan pemberontakan ini. Tubuh 
kebangkitan Yesus yang baru adalah tubuh dari jaman kebenaran yang baru (lih. II Kor 5:17). 
Masalahnya adalah bukan Kejasmaniahan ini (filsafat Yunani), namun dosa dan pemberontakan. Tubuh 
tidaklah jahat. KeKristenan meneguhkan kepercayaan akan tubuh jasmani dalam kekekalan (lih. I Kor 
15). Namun demikian, tubuh jasmaniah ini adalah medan peperangan dari pencobaan, dosa, dan diri 
sendiri. 

Ini adalah sebuah AORIST PASSIVE SUBJUNCTIVE. Kata "diberhentikan" berarti "dibuat tidak 
dapat bekerja," "dibuat tidak berkuasa", atau "dibuat tidak produktif, bukan "dirusak". Ini adalah kata 
kata favorit Paulus, digunakan lebih dari dua puluh lima kali. Lihat Topik Khusus pada 3:3. Tubuh 
jasmaniah kita secara moral adalah netral, namun tubuh ini sekaligus juga merupakan suatu medan 
pertempuran dari pertentangan rohani yang berkelanjutan, (lih. ay 12-13; 5:12-21; 12:1-2). 

6:7 "siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa" Ini adalah sebuah AORIST ACTIVE 
PARTICIPLE dan sebuah PERFECT PASSIVE INDICATIVE, yang artinya "ia yang telah mati, telah 
dan terus akan bebas dari dosa" Karena orang-orang percaya adalah ciptaan baru dalam Kristus mereka 
telah dan akan terus dibebaskan dari perbudakan dosa dan dari diri sendiri yang adalah warisan dari 
kejatuhan Adam. (lih. 7:1-6). 

Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai "dibebaskan" di sini adalah kata yang di semua bagian lain 
dalam pasal-pasal pembukaan diterjemahkan sebagai "dibenarkan" (AS V). Dalam konteks ini 
"dibebaskan" menjadi lebih masuk akal. (mirip dengan penggunaannya dalam Kis 13:39). Ingat, 
kontekslah yang menentukan arti suatu kata, bukan sebuah kamus atau sebuah definisi teknis yang ada. 
Kata-kata hanya memiliki arti bila ada dalam kalimat, dan kalimat hanya mempunyai arti bila ada dalam 
paragraf. 



119 



NASKAH NASB (UPDATED): 6:8-11 

8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan 
Dia. 9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: 
maut tidak berkuasa lagi atas Dia. 10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali 
dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. "Demikianlah 
hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi 
Allah dalam Kristus Yesus. 



6:8 "If" Ini adalah sebuah kalimat FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Baptisan orang-orang percaya secara visual 
melambangkan kematian seseorang bersama Kristus. 

□ "kita akan hidup juga dengan Dia" Konteks ini menuntut seuatu orientasi "di sini dan saat ini" 
(lih. I Yoh 1:7), bukan hanya suatu rancangan masa depan saja. Ayat 5 membicarakan mengenai keikut 
sertaan kita dalam kematian Kristus, sementara ayat 8 membicarakan mengenai keikut sertaan kita dalam 
kehidupanNya. Ini adalah tekanan yang sama yang melekat dalam konsep Alkitabiah dari Kerajaan 
Allah. Keduanya adalah di sini dan saat ini, juga masa depan. Anugerah yang cuma-cuma harus 
menghasilkan penguasaan diri, bukan suatu surat ijin. 

6:9 "sesudah Ia bangkit dari antara orang mati" Ini adalah suatu AORIST PASSIVE PARTICIPLE 
(lihat 6:4, AORIST PASSIVE INDICATIVE). 

PB menegaskan bahwa ketiga pribadi dalam Trinitas bertindak dalam kebangkitan Yesus: (1) Roh 
Kudud (lih. Rom 8:11); (2) Anak (lih. Yoh 2:19-22; 10:17-18); dan yang paling sering (3) Allah Bapa 
(lih. Kis 2:24,32; 3:15,26; 4:10; 5:30; 10:40; 13:30,33,34,37; 17:31; Rom 6:4,9). Tindakan Allah Bapa 
merupakan suatu konfirmasi dari penerimaanNya akan kehidupan, kematian, dan pengajaran Yesus. Ini 
adalah aspek utama dari khotbah-khotbah awal para Rasul. Lihat Topik Khusus: Kerigma pada 1 :2. 

a 

NASB "kematian tidak lagi menjadi tuan atas Dia" 

NKJV, NRSV "Kematian tidak lagi memiliki kuasa atas Dia" 
TEV "kematian tidak akan memerintah lagi atas Dia" 

NJB "maut tidak berkuasa lagi atas Dia" 

KATA KERJA kurieuo berasal dari kata kurios, yang berarti "pemilik", "tuan", "suami", atau 
"tuhan", Yesus sekarang adalah tuhan atas kematian (lih. Wah 1:18). Yesus adalah yang pertama yang 
mematahkan kuasa maut. (lih. I Kor 15)! 

6:10 "sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa" Yesus hidup di dalah dunia yang penuh 
dosa dan walaupun Ia tak pernah berdosa, dunia yang penuh dosa ini telah menyalibkan Dia (lih. Ibr. 
10:10). Kematian penebusan Yesus atas nama manusia membatalkan persyaratan dan konsekuensi 
Hukum Taurat atas mereka (lih. Gal 3:13; Kol 2:13-14). 

□ "sekali dan untuk selama-lamanya" Dalam konteks ini Paulus sedang menekankan penyaliban 
Yesus. KematianNya satu kali untuk dosa telah mempengaruhi kematian dari para pengikutNya terhadap 
dosa. 

Kitab Ibrani juga menekankan keutamaan dari kematian pengorbanan satu kali yang diberikan oleh 
Yesus. Keselamatan dan pengampunan yang sekali jadi ini telah dicapai selama-lamanya (lih. "satu kali" 

120 



[ephapax], 7:27; 9:12; 10:10 dan "satu kali dan selama-lamanya" [hapax], 6:4; 9:7,26,27,28; 10:2; 
12:26,27). Ini adalah suatu peneguhan berulang dari pengorbanan yang telah dicapai. 

□ "dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah" Kedua AORIST dari ay lOa dikontraskan 
dengan dua PRESENT ACTIVE INDICATIVES dalam ay lOb. Orang-orang percaya mati dengan 
Kristus; orang ercaya hidup bagi Allah, melalui Kristus. Sasaran dari injil bukanlah hanya pengampunan 
(pembenaran) namun pelayanan kepada Allah (pengkudusan). Orang percaya diselamatkan untuk 
melayani. 

6:11 "Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa" Ini 

adalah suatu PRESENT MIDDLE (deponent) IMPERATIVE. Ini adalah suatu perintah berjalan yang 
menjadi kebiasaan bagi orang-orang percaya. Pengenalan orang Kristen tentang karya Kristus bagi 
kepentingan mereka penting sekali artinya bagi kehidupan sehari-hari. Istilah "memandang" (lih. 4:4,9), 
adalah istilah akuntansi yang artinya "secara hati-hati menjumlahkan" dan kemudian bertindak sesuai 
dengan pengetahuan itu. Ayat 1-11 mengakui posisi seseorang dalam Kristus (pengkudusan posisional) 
sementara 12-13 menekankan berjalan di dalam Dia (pengkudusan progresif). Lihat Topik Khusus pada 
ay4. 

NASKAH NASB (UPDATED): 6:12-14 

12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu 
jangan lagi menuruti keinginannya. 13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota 
tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada 
Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah 
anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. 14 Sebab kamu 
tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di 
bawah kasih karunia. 

6:12 "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana" Ini adalah 
suatu PRESENT ACTIVE EVTPERATIVE degnan suatu NEGATIVE PARTICLE, yang biasanya berarti 
menhentikan tindakan yang sedang berlangsung. Istilah "berkuasa" berhubungan dengan 5:17-21 dan 
6:23. Paulus mempersonifikasikan beberapa konsep teologis: (1) kematian memerintah sebagai raja (lih. 
5:14,17; 6:23); (2) kasih karunia memerintah sebagai raja (lih. 5:21); dan (3) dosa memerintah sebagai 
raja (lih. 6:12,14). Pertanyaan yang sesungguhnya adalah siapa yang memerintah hidup anda? Orang 
percaya memiliki kuasa dalam Kristus untuk memilih! Tragedi bagi individu, gereja local, dab Kerajaan 
Allah adalah ketika orang percaya memilih diri sendiri dan dosa, bahkan ketika menuntut hak atas kasih 
karunia! 

6:13 "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa" Ini adalah 
sebuah PRESENT ACTIVE IMPERATIVE dengan suatu NEGATIVE PARTICLE yag biasanya berarti 
menghentikan suatu tindakan yang tengah berlagsung. Hal ini menunjukkan kemungkinan untuk berdosa 
yang ada dalam hidup orang percaya (lih. 7: la; I Yoh 1:8-2:1). Namun keperluan untuk berdosa telah 
dihilangkan dalam hubungan orang percaya dengan Kristus, ay 1-11. 



121 



□ "sebagai senjata" Istilah ini menunjuk kepada "senjata dari seorang prajurit". Tubuh jasmani kita 
adalah medan perang bagi pencobaan (lih. ay. 12-13; 12:1-2; I Kor 6:20; Flp 1:20). Kehidupan kita 
mempertunjukkan injil kepada masyarakat umum. 

□ "tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah" Ini adalah suatu AORIST ACTTVE IMPERATIVE 

yang merupakan sebuah panggilan untuk suatu tindakan pengambilan keputusan (lih. 12:1). Orang 
percaya melakukan hal ini pada saat keselamatan dengan iman namun mereka harus terus berbuat ini di 
sepanjang hidupnya. 

Catata paralelisme dari ayat ini. 

1 . KATA KERJA yang sama dan keduanya IMPERATIF 

2. penggambaran-penggambaran peperangan 

a. Senjata kelaliman 

b . S enj ata keb enaran 

3 . orang percaya dapat menyerahkan rubuhnya kepada dosa atau dirinya pada Allah. 
Ingat, ayat ini menunjuk pada orang-orang percaya — pilihan berlanjut; peperangan berlanjut! 

6:14 "Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa" Ini adalah sebuah FUTURE ACTIVE 
INDICATIVE (lih. Maz 19:13) yang berfungsi sebagai suatu IMPERATIVE, "dosa tidak boleh menjadi 
tuan atas mu!" Dosa bukanlah tuan atas orang percaya karena dosa bukan tuan atas Kristus, (lih. ay 9; 
Yoh 16:33). 



NASB (UPDATED) TEXT: 6:15-19 

15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum 
Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa 
apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu 
adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada 
kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah 
kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati 
telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari 
dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan 
kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba 
kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu 
sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang 
membawaamu kepada pengudusan. 



6:15 Pertanyaan pengandaian yang kedua ini (diatribe) sangat mirip dengan 6:1. Keduanya menjawab 
pertanyaan yang berbeda tentang hubungan antara orang Kristen dengan dosa. Ayat 1 membahas tentang 
kasih karunia yang bukanlah merupakan ijin untuk berdosa. Sementara ay 15 membahas tentang 
kebutuhan orang Kristen untuk berperang, atau menentang tindakan individual dosa. Juga, secara 
bersamaan orang percaya harus melayani Allah sekarang dengan antusiasme yang sama dengan pada 
waktu ia masih melayani dosa (cf. 6:14). 

□ 

NASB, NKJV, 

TEV "Apakah kita akan berbuat dosa" 

122 



NRSV "Haruskah kita berbuat dosa" 

JB "bahwa kita bebas untuk berbuat dosa" 

Terjemahan-terjemahan dari Williams dan Phillips keduanya menterjemahkan AORIST ACTIVE 
SUBJUNCTIVE ini sebagai suatu PRESENT ACTIVE SUBJUNCTIVE serupa dengan ay 1. Hal ini 
bukanlah suatu fokus yang tepat. Catat alternative terjemahan (1) KJV, AS V, NIV - "Apakah kita akan 
berbuat dosa?"; (2) Tejemahan HUT ke 100 - "Akankah kita melakkukan suatu perbuatan dosa?"; (3) 
RSV - "apakah kita ada untuk berdosa?" Pertanyaan ini bersifat empatis dalam bahasa Yunani, dan 
jawaban yang diharapkan adalah "ya". Ini adalah metode diatribe Paulusuntuk mengkomunikasikan 
kebenaran. Ayat ini menyatakan suatu teologia yang palsu! Paulus menjawabnya dengan kekhasannya 
"Sama-sekali tidak." Injil Paulus mengenai kasih karunia cuma-cuma yang radikal dari Allah telah 
disalah mengertikan dan diselewengkan oleh banyak guru-guru palsu. . 

6:16 Pertanyaan ini mengharapakan suatu tanggapan "ya". Manusia melayani sesuatu atau seseorang. 
Siapa yang memerintah hidup anda, dosa atau Allah? Kepada siapa manusia taat menunjukkan kepada 
siapa ia melayani, (lih. Gal 6:7-8). 

6:17 "tetapi syukurlah kepada Allah" Paulus sering kali tiba-tiba masuk dalam pujian kepada Allah. 
Tulisannya mengalir dari doanya, dan doanya dari pengetahuannya akan injil. Lihat Topik Khusus: Doa, 
Pujian dan Ucapan Syukur Paulus kepada Allah pada 7:25. 

□ "dulu kamu adalah . . .kamu menjadi" Ini adalah suatu IMPERFECT TENSE dari KATA KERJA 
"adalah", yang menyatakan status dirinya di masa lalu (budak dosa) yang diikuti dengan suatu AORIST 
TENSE yang menegaskan bahwa status pemberontakan mereka telah berhenti. 

□ "kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran" Dalam konteks, hal ini menunjuk pada 
pembenaran mereka oleh iman, yang harus membawa kepada keserupaan dengan Kristus setiap hari. 
Istilah "pengajaran" mennjuk pada pengajaran Kerasulan atau Injil 

□ "hati" Lihat Topik Khusus: Hati pada 1 :24. 

□ 

NASB "pengajaran yang telah diteruskan kepadamu" 

NKJV "bentuk doktrin yang telah dibawa kepadamu" 

NRSV, NIV "bentuk pengajaran yang dipercayakan kepadamu" 

TEV "kebenaran yang ditemukann dalam pengajaran yang engkau terima." 

NJB "kepada pola pengajaran yang telah diperkenalkan kepadamu" 



TOPIK KHUSUS: BENTUK (TUPOS) 

Masalahnya adalah kata tupos, yang memiliki banyak macam penggunaan.. 
1 . Moulton dan Milligan, Kosa Kata Bahasa Yunani Perjanjian Barut, hal. 645 

a. pola 

b. rencana 

c. bentuk atau tata cara penulisan 

d. dekrit atau perintah 



123 



e. hukuman atau keputusan 

f. model tubuh manusia sebagai persembahan pembayaran nazar kepada dewa kesembuhan. 

g. Kata kerja yang digunakan dalam pengertian memberlakukan aturan hukum 

2. Louw dan Nida, Kamus Yunani-Inggris, vol. 2, hal. 249 

a. bekas luka (lih. Yoh 20:25) 

b. gambar (lih. Kis 7:43) 

c. model (lih. Ibr 8:5) 

d. contoh (lih. IKor 10:6; Fil 3:17) 

e. Pola dasar (lih. Rom 5:14) 

f. rupa (lih. Kis 23:25) 

g. isi (lih. Kis 23:25) 

3. Harold K. Moulton, Kamus Analitik Bahasa Yunani yang telah Direvisi, hal. 411 

a. Suatu tamparan, suatu kesan, suatu tanda (cf. John 20:25) 

b. Sebuah gambaran 

c. Suatu gambar (lih. Kis 7:43) 

d. Suatu rumusan, skema (lih. Rom 6:17) 

e. bentuk, pengakuan (lih. Kiss 23:25) 

f. Suatu bentuk, imbangan (lih. I Kor 10:6) 

g. Suatu bentuk yang diantisipasi, jenis (lih. Rom 5: 14; I Kor 10: 1 1) 
h. Suatu pola percontohan (lih. Kis 7:44; Ibr 8:5) 

i. Suatu pola moral (lih. Flp. 3:17; I Tes 1:7; II Tes 3:9; I Tim 4:12; I Pet 5:3) 
Dalam konteks ini, # I di atas nampaknya adalah yang terbaik. Injil memiliki implikasi baik doktrin 
maupun gaya hidup. Anugerah keselamatan yang cuma-cuma dalam Kristus ini juga menuntut adanya 
suatu kehidupan seperti Kristus! 



6:18 "telah dimerdekakan dari dosa" Ini adalah suatu AORIST PASSIVE PARTICIPLE. Injil telah 
memerdekakan orang percaya dengan perantaraan Roh melalui karya Kristus. Orang percaya telah 
dimerdekakan baik ddari hukuman karena dosa (pembenaran) dan dari kekuasaan tirani dosa 
(pengkudusan, lih ay 7 dan 22). 

□ "(kamu) menjadi hamba kebenaran" Ini adalah sebuah AORIST PASSIVE INDICATIVE, "kamu 
menjadi memperbudakkan diri kepada kebenaran" Lihat Topik Khusus pada 1:17. Orang percaya 
dimerdekakan dari dosa untuk melayani Allah (lih. ay 14,19,22; 7:4; 8:2)! Sasaran dari kasih karunia 
yang cuma-cuma ini adalah kehidupan yang saleh. Pembenraran adalah merupakan baik suatu pernyataan 
hukum dan suatu daya pendorong bagi kebenaran pribadi. Alah ingin menyelamatkan kita dan mengubah 
kita sedimikan juga menjangkau orang lain! Kasih karunia tidak berhenti sampai pada kita saja! 

6:19 "Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan (kedagingan) kamu" Paulus 
sedanga berbicara kepada orang percaya di Roma. Apakah ia sedang membahas masalah local yang telah 
didengarnya (yaitu kecemburuan di antara orang percaya Yahudi dan Bukan Yahudi) atau apakah ia 
sedang menegaskan suatu kebenaran mengenai semua orang percaya? Paulus menggunakan frasa ini 
sebelumnya dalam Rom 3:5, sebagaiman juga dalam Gal 3:15. 

Ayat 19 adalah paralel dengan ay 16. Paulus mengulang pokok teologianya ini sebagai suatu 
penekanan. 



124 



Banyak orang mungkin akan berkata bahwa frasa ini berarti bahwa Paulus sedang memohon maaf 
karena menggunakan perbudakan sebagai gambaran. Namun demikian, frasa "karena kelemahan kamu" 
tidaklah cocok denga tafsiran ini. Perbudakan tidak dipandang sebagai suatu kejahatan bagi masyarakat 
di abad pertama, khususnya di Roma. Hal ini adalah bagian dari budaya saat itu. 

□ "daging" Lihat Topik Khusus pada 1:3. 

□ "membawa... pada pengkudusan" Ini adalah sasaran dari pembenaran (lih. ay 22). PB 
menggunakan istilah ini dalam du pengertian teologis yang berkaitan dengan keselamatan. (1) 
pengkudusan posisional, yang adalah anugerah Allah (aspek obyetif) yang diberikan pada saat 
keselamatan sejalan dnegan pembenaran melalui iman dalam Kristus (lih. Kis 26:18; I Kor 1:2; 6:11; Ef 
5:26-27; I Tes 5:23; II Tes 2:13; Ibr 10:10; 13:12; I Pet 1:2) dan (2) pengkudusan progresif yang juga 
merupakan pekerjan Allah melalui Roh Kudus dengan mana kehidupan orang percaya diubahkan menjadi 
gambar dan kedewasaan Kristus (aspek subyectif, lih. II Kor 7:1; I Tes 4:3,7; I Tim 2:15; II Tim 2:21; Ibr 
12:10,14). Lihat Topik Khusus: Pengkudusan pada 6:4. 

Hal ini merupakan suatu anugerah namun sekaligus juga suatu perintah! Suatu posisi (obyectif) dan 
suatu aktifitas (subyectif)! Suatu INDICATIVE (sebuah pernyataan) dan suatu IMPERATIVE (suatu 
perintah)! Datang di saat awal, namun tidak menjadi dewasa sampai pada akhirnya (lih. Flp. 1:6; 2:12- 
13). 



NASB (UPDATED) TEXT: 6:20-23 

20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu 
petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan 
semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah 
kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan 
sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah 
ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 

6:20-21 Secara sederhana hal ini menyatakan kebalikan dari ay 18 dan 19. Orang percaya hanya bisa 
melayani satu tuan. (lih. Luk 16:13). 

6:22-23 Ayat-ayat ini membentuk suatu perkembangan logis dari suatu upah yang dibayarkan oleh siapa 
yang dilayani oleh seseorang. Syukur kepada Allah diskusi tentang dosa dan orang percaya ini berakhir 
pada suatu focus kasih karunia! Pertama adalah anugerah keselamatan melalui kerjasama kita, kemudian 
anugerah kehidupan keKristenan, juga melalui kerjasama kita. Keduanya adalah pemberian yang diterima 
melalui iman dan pertobatan. 

6:22 "kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya 
ialah hidup yang kekal" Kata literal "buah" (dalam pengertian "manfaat"), digunakan dalam ay 21 
untuk berkata tentang konsekuensi dari dosa, namun di ay 22 kata ini berbicara tentang konsekuensi 
melayani Allah. Manfaat langsungnya bagi orang percaya adalah keserupaan dengan Kristus. 
Manfaatnya yang terbesar adalah bersama dengan Dia dan seperti Dia selama-lamanya (lih. I Yoh 3:2). 
Jika tidak ada hasil langsungnya (hidup yang diubahkan, lih. Yak 2), maka hasil akhirnya dapat 
dipertanyakan keabsahannya (hidup kekal, lih. Mat 7). "Tak ada buah, tak ada akar!" 



125 



6:23 Ini adalah ringkasan dari keseluruhan pasal. Paulus mewarnai pilihan yang ada hitan dan putih. 
Pilihan itu ada di tangan kita — dosa dan maut atau anugerah cuma-cuma melalui Kristus dan kehidupan 
kekal. Hal ini saangat serupa dengan "dua jalan" dari tuisan hikmat di PL (Maz 1; Ams. 4; 10-19; Mat 
7:13-14). 

□ "upah dosa" Dosa di personifikasikan sebagai (1) seorang pemilik budak, (2) seorang jenderal 
militer, atau (3) seorang raja yang membayarkan upah (lih. 3:9; 5:21; 6:9,14,17). 

□ "karunia Allah ialah hidup yang kekal" Kata ini, yang diterjemahkan sebagai "karunia" 
(charisma) berasal dari akar kata anugerah (charis, lih. 3:24; 5:15, 16, 17; Ef 2:8-9). Lihat catatan pada 

3:24. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 

1. Bagaimana pekerjaan yang baik berhubungan dengan keselamatan (lih Ef 2:8-9,10)? 

2. Bagaimana dosa yang berkelanjutan dalam kehidupan orang percaya berhubungan dengan 
keselamatan (lih. I Yoh 3:6,9) 

3. Apakah pasal ini mengajarkan "kesempurnaan tanpa dosa?" 

4. Bagaimana pasal 6 berhubungan dengan pasal 5 dan 7? 

5. Mengapa baptisan didiskusikan di sini? 

6. Apakah orang Kristen mempertahankan sifat dasar lamanya? Mengapa? 

7. Apakah implikasi dari kata kerja-kata kerja PRESENT TENSE yang mendominasi ay 1-14 dan 
kata kerja-kata kerja AORIST TENSE dalam 15-23? 



126 



ROMA 7 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Sebuah Analogi dari 
Perkawinan 


Merdeka dari Hukum 
Taurat 


Sebuah Analogi dari 
Perkawinan 


Suatu Gambaran dari 
Perkawinan 


Orang Kristen tidak 
Diikat oleh Taurat 


7:1-6 


7:1-6 


7:1-3 


7:1-6 


7:1-6 






7:4-6 






Masalah Dosa yang Masih 
Tinggal 


Keuntungan Dosa dalam 
Hukum Taurat 


Hukum Taurat dan Dosa 


Taurat dan Dosa 


Fungsi Hukum Taurat 


7:7-12 


7:7-12 


7:7-12 


7:7-11 


7:7-8 










7:9-11 




Hukum Taurat Tidak Bisa 
Menyelamatkan dari Dosa 




7:12-13 


7:12-13 


7:13-25 


7:13-25 


7:13 










Pertentangan di Dalam 


Pertentangan dalam 
Manusia 


Perjuangan Untuk 
mendapat Pahala 






7-14-20 


7-14-20 


7-14-20 






7:21-25a 


7:21-25a 


7:21-23 










7:24-25a 






7:25b 


7:25b 


7:25b 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 



127 



WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL AYAT 1-6 

A. Pasal 7 harus ditafsirkan (1) dengan sudut pandang pasal 6, khususnya ay 12-14 (juga 3:20,21-31; 
4:13-16; 5:20), namun demikian, (2) hal ini harus juga dihubungkan dengan ketegangan di dalam 
gereja di Roma antara orang percaya non Yahudi dan orang percaya Yahudi, yang dilihat dalam pasal 
9-1 1 . Pokok permasalahannya yang tepat tidak diketahui dengan pasti; mungkin saja adalah: 

1 . legalisme berdasarkan Taurat Musa, 

2. Kaum Yudais yang bertekanan pertama-tama pada Musa, dan kemudian Yesus. 

3. kesalah pahaman akan penerapan Injil bagi orang Yahudi, 

4. kesalah pahaman mengenai hubungan antara Perjanjian lama dan Baru. 

5. kecemburuan dari kepemimpinan orang percaya Yahudi yang telah digantikan oleh 
kepemimpinan orang percaya non Yahudi selama masa titah kaisar, yang menghentikan semua 
ritual Yahudi di Roma. Banyak orang percaya Yahudi yang mungkin juga ikut pergi. 

B. Roma 7:1-6 melanjutkan bahasa penggambaran dari pasal 6 mengenai hubungan orang Kristen 
dengan kehidupan lama mereka. Penggambaran yang digunakan adalah 

1 . kematian dan pembebasan dari perbudakan kepada tuan yang lain. (pasal 6) 

2. kematian dan pembebasan dari kewajiban perkawinan (pasal 7) 

C. Pasal 6 dan 7 merupakan suatu paralel secara literal; pasal 6 membahas tentang hubungan antara 
orang percaya dengan "dosa" dan pasal 7 tentang hubungan orang percaya dengan "hukum taurat." 
Analogi mengenai kematian yang membebaskan seorang budak (6:12-23) diparalelkan dengan 
kematian yang membebaskan ikatan perkawinan (7:1-6). 



Pasal 6 


Pasal 7 


6:1 "dosa" 


7 : 1 "hukum taurat" 


6:2 "mati bagi dosa" 


7:4 "mati bagi taurat" 


6:4 "hingga kita bisa berjalan dalam kehidupan yang 
baru" 


7:6 "hingga kita bisa melayani dalam roh yang baru" 


6:7 "siapa yang telah mati dibebaskan dari dosa" 


7:6 "kita telah dimerdekakan dari hukum taurat, setelah 
mati bagi tempat dimana kita ditawan" 


6:18 "telah dimerdekakan dari dosa" 


7 : 3 "merdeka dari hokum taurat" 



Diambil dari Komentari tentang Roma karangan Anders Nygren, yang diterjemahkan oleh Cari C. 
Rassmussen, hal 268) 

D. Hukum Taurat dengan segala perintah-perintahnya merupakan suatu pidana mati. Semua posisi 
manusia dihukum dibawah hukum taurat. (lih. Rom 6:14; 7:4; Gal 3:13; Ef 2:15; Kol 2:14). Hukum 
Taurat adalah suatu kutukan. 

E. Ada empat teori utama mengenai bagaimana menafsirkan pasal 7 

1 . Paulus sedang berbicara tentang dirinya (autobiografis) 

2. Paulus sedang berbicara sebagai wakil dari seluruh manusia (wakil, Chyssostom) 



128 



3. Paulus sedang berbicara tentang pengalaman Adam (Theodore of Mopsuetia) 

4. Paulus sedang berbicara tentang pengalaman Israel. 

Dalam banyak hal Roma 7 berfungsi seperti Kejadian 3. Menunjukkan tarikan kebawah dari 
pemberontakan bahkan bagi mereka yang secara pribadi mengenal Allah. Pengenalan tidak akan 
membebaskan kemanusiaan yang jatuh.; hanya anugerah Allah, hanya suatu hati yang baru yang 
dapat melakukannya (Perjanjian Baru, bandingkan Yer 3 1 :3 1-34; Yeh 36:26-27). Dan bahkan 
sesudah itu, tetap ada perjuangan yang terus menerus berlangsung! 



KAJIAN KATA DAN FRASA 

NASKAH NASB (UPDATED): 7:1-3 

1 Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, — sebab aku berbicara kepada mereka yang 
mengetahui hukum — bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? 2 Sebab 
seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi 
apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. 3 Jadi 
selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika 
suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri 
laki-laki lain. 

7:1 " — sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum — " Ini bisa menunjuk pada 
(1) orang percaya Yahudi saja; (2) pertentangan antara orang percaya Yahudi dan non Yahudi di gereja 
Roma; (3) hukum dalam pengertian yang umum dalam hubungannya dengan semua manusia (lih. 2:14- 
15); atau (4) kepada orang percaya non Yahudi yang terlibat dalam proses belajar mengenai iman mereka 
yang baru (katekisasi) dari Kitab Suci PL. 

□ "hukum" Ini adalah titik tolak pokok pasal ini (lih. ay 1,2,4,5,6, dll). Namun demikian, paulus 
menggunakan kata ini dalam beberapa pengertian yang berbeda. Nampaknya diskusi Paulus dipicu oleh 
6:14. Penyajiannya paralel dengan struktur dari pasal 6. Lihat Wawasan Kontekstual, C. Hukum dan 
hubungannya dengan Perjanjian Baru dalam Kristus juga didiskusikan dalam 3:21-31 dan 4:13-16. 

□ 

NASB "bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup" 

NKJV "bahwa hukum menguasai manusia selama ia hidup" 

NRSV "bahwa hukum mengikat seseorang hanya selama orang itu hidup" 

TEV "Hukum mengatur manusia hanya sepanjang ia hdup" 

JB "bahwa hokum berpengaruh pada seseorang hanya selama hidupnya" 

Secara huruflah ini berarti "menuankan atas" (kurieuo, lih. 6:9,14). Hukum Musa adalah suatu berkat 
yang besar (cf. Ps. 19; 119), namun juga merupakan suatu kutukan yang mengerikan (lih. Gal 3:13; Ef 
2:15; Kol 2:14). Dengan kematian jasmaniah, kewajiban terhadap Hukum berhenti. Ini adalah 
penggambaran yang sama denga yang digunakan dalam pasal 6 mengenai kematian orang percaya bagi 
dosa. With physical death, obligations to the Law cease. This is the same metaphor used in chapter 6 
concerning the believer's death to sin. 



129 



7:2 "seorang istri" Ini adalah contoh gambaran utama Paulus dalam ay 1-6. Dalam pasal 6 ia 
mengemukakan bahwa kematian mengakhiri kewajiban seseorang sebagai budak. Di sini, perkawinan 
dan kewajiban-kewajibannya adalah fokusnya. Penggambaran ini terbalik karena si suamilah yang mati 
sehingga jandanya bisa kawin lagi, sedang dalam analogi Paulus, orang percayalah yang mati dan, oleh 
karenanya hidup bagi Allah. 

"bebaslah ia" Ini adalah KATA KERJA yang serupa dengan yang ada dalam 6:6; artinya "dijadikan 
tidak bisa beroperasi" "membuat tidak berguna," atau "diakhiri kegunaannya." Dalam 6:6, bentuknya 
adalah AORIST PASSIVE, sedang di sini adalah PERFECT PASSIVE, yang artinya "telah dan terus 
dibebaskan". Lihat Topik Khusus pada 3:3. 

7:3 "ia dianggap penzinah" Komentar ini berhubungan dengan argumen orang Yahudi yakni antara 
para rabi golongan Shammai dan Hilel mengenai Ulangan 24:1-4; khususnya beberapa "ketidak 
pantasan". Kaum Hilel adalah kelompok liberal yang mengijinkan perceraian karena alasan apapun. 
Kaum Shammai adalah kelompok konservatif yang mengijinkan perceraian hanya dalam kasus 
perzinahan atau kasus penyimpangan seksual yang lain (lih. Mat 5:32; 19:9). 



NASKAH NASB (UPDATED): 7:4-6 

4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, 
supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang 
mati, agar kita berbuah bagi Allah. Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu 
dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita 
berbuah bagi maut. 6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah 
mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru 
menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. 



7:4 "kamu telah mati bagi hukum Taurat" Ini adalah pokok utama dari paragraph ini (dan pasal 6). 
Hal ini berkaitan dengan analogi dalam pasal 6 mengenai orang Kristen yang mati bagi dosa, 
sebagaimana Kristus mati bagi dosa. (lih. II Kor 5:14-15; Gal 2:20). Orang percaya adalah ciptaan baru 
dalam Kristus, dalam jaman Roh yang baru (lih. II Kor 5:17). 

□ "oleh tubuh Kristus" Hal ini tidak menunjuk pada konsep teologia gereja sebagai tubuh Kristus 
(lih. I Kor 12:12.27), namun kepada tubuh jasmani Kristus sebagaimana dalam 6:3-11 dimana, ketika 
Kristus mati, orang percaya, ditunjukkan dengan melalui baptisan, mati bersama Dia. KematianNya 
adalah kematian mereka (lih. II Kor 5:14-15; Gal 2:20). Hidup kebangkitanNya memerdekakan mereka 
untuk melayani Allah dan sesama. 

□ "agar kita berbuah bagi Allah" Ini juga merupakan paralel dari pasal 6, khususnya 6:22. Orang 
percaya yang sekarang telah merdeka melalui Kristus mengikatkan diri mereka kepada Kristus. Inilah 
analogi perkawinan yang berlanjut. Sebagaimana Kristus telah mati bagi orang percaya, mereka sekarang 
harus mati bagi dosa. (II Kor 5:13-14; Gal 2:20). Sebagaimana Kristus dibangkitkan, mereka juga , 
dibangkitkan kepada kehidupan rohani yang baru yang melayani Allah (lih. Rom 6:22; Ef 2:5-6). 

7:5 

NASB "Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging" 

130 



NKJV "Sebab ketika kita hidup di dalam daging"" 

NRSV "Sementara kita masih hidup di dalam daging" 

TEV "Sebab ketika kita masih hidup menurut alam kemanusiaan kita" 

JB "Sebelum pertobatan kita" 

Ayat ini adalah suatu kebalikan dari ayat 4. Ayat 4 berkaitan dengan pengalaman orang percaya, 
sebagaimana ayat 6. Ayat 5 menjelaskan mengenai "buah" dari kehidupan yang tanpa kuasa Allah. (Gal 
5:18-24.) Hukum Taurat menunjukkan kepada orang percaya dosa mereka (ay 7-9; Gal 3:23-25), namun 
tidak dapat memberikan pada mereka kuasa untuk mengalahkannya. 

Dalam konteks, hal ini menunjuk pada kejatuhan orang percaya dan sifat keberdosaan yang diwarisi 
dari Adam (lih. 6:19). Paulus menggunakan sitilah sarx dalam dua cara berbeda (1) sifat berdosa (orang 
tua), dan (2) tubuh jasmaniah (lih. 1:3; 4:1; 9:3,5). Di sini hal ini adalah negatif, namun perhatikan Rom 
1:3; 4:1; 9:3,5; Gal 2:20. Daging/rubuh (sarx/soma) tidaklah jahat dengan sendirinya, namun, 
sebagaimana pikiran kita, daging dan tubuh ini adalah suatu medan peperangan, suatu tempat 
pertentangan antara kuasa kejahatan jaman ini dan Roh Kudus. Paulus menggunakan istilah-istilah ini 
secara konsisten dengan Septuaginta, bukan dengan karya sastra Yunani. 

□ "yang dirangsang oleh Hukum Taurat" Aspek sifat pemberontakan manusia, yang berreaksi secara 
agresif terhadap adanya pembatasan-pembatasan ini , dapat dilihat secara jelas dalam Kej 3 dan dalam 
tiap manusia. Hukum Taurat menetapkan batasan-batasan (lih. ay 7-8). Batasan-batasan ini adalah untuk 
melindungi umat manusia, namun manusia memandangnya sebagai suatu rantai dan kekangan. Roh 
kemerdekaan yang penuh dosa justru timbul akibat rangsangan dari Hukum Allah. Masalahnya adalah 
bukan pada batasan-batasan tersebut (hukum, lih. ay 12-13), melainkan otonomi dan kehendak diri 
manusia itu sendiri. 

7:6 "Tetapi sekarang" Newman and Nida, dalam Sebuah Buku Pegangan Penterjemah untuk Surat 

Paulus kepada Jemaat Roma, mempunyai komentar yang menarik . 

"Pentinglah untuk disimak keparalelan antara ayat 5 dan 6, dan pada saat yang sama 
hubungan keduanya dengan hal selanjutnya. Ayat 5 yang menjelaskan pengalaman sebelum 
menjadi orang Kristen, memiliki paralel dalam 7:7-25; ayat 6 yang menjelaskan tentang 
kehidupan iman saat ini di bawah kepemimpinan Roh Allah, memiliki parallel dalam 8:1-11" (hal 
130) 

□ "kita telah dibebaskan" Ini adalah suatu AORIST PASSIVE INDICATIVE. Ini adalah suatu 
kebalikan dari IMPERFECT MIDDLE INDICATIVE dari ay 5. Orang percaya yang telah secara terus 
menerus ditawan oleh dosa sebagaimana dinyatakan dalam hukum, namun kini mereka telah 
dimerdekakan oleh Roh melalui kabar baik dari Injil. Kata yang sama ini juga digunakan dalam hal 
seorang wanita yang suaminya meninggal dalam ay 2. 

□ "telah mati bagi dia, yang mengurung kita" Ini adalah suatu AORIST ACTIVE PARTICIPLE 
yang diikuti dengan suatu IMPERFECT PASSIVE INDICATIVE. Allah, melalui kematian Kristus, 
membebaskan orang percaya dari (1) kutukan PL; dan (2) keberdosaan di dalam diri mereka. Mereka 
telah secara terus menerus ditawan oleh pemberontakan mereka melawan kehendak Allah yang telah 
dinyatakan, sifat kejatuhan, dosa pribadi, dan oleh godaan yang adi kodrati (lih. Ef 2:2-3)! 



131 



"keadaan baru. . . keadaan lama" Jalan rohani yang baru nampaknya menunjuk pada Perjanjian baru 
(lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:22-32). Kata Yunani "baru" (kainos - kainotes) digunakan oleh Paulus untuk 
menyatakan 

1. ke-baru-an kehidupan, Rom 6:4 

2. ke-baru-an Roh, Rom 7:6 

3. perjanjian baru, I Kor 11:2; II Kor 3:6 

4. ciptaan baru, II Kor 5:17; Gal 6:15 

5. manusia baru, Ef 2:15; 4:24 

Kata "lama" yang berlaku bagi Taurat Musa berarti "usang secara menyeluruh". Paulus sedang 
mengkontraskan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian BAru, sebagaimana dibuat juga oleh penulis kitab 
Ibrani (lih. 8:7 dan 13). 

□ 

NASB, NKJV "sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh" 

NRSV "sehingga kita tidak merupakan budak dari aturan tertulis yang lama, namun 

dalam kehidupan baru yang dari Roh" 
TEV "tetapi dalam jalan baru yang dari Roh" 

JB "merdeka untuk melayani dengan cara rohani yang baru" 

Secara hurufian ini berarti "dalam ke-baru-an roh". Tidaklah pasti apakah ini menunjuk pada roh 
manusia yang diperbaharui atau Roh Kudus. Kebanyakan terjemahan bahasa Inggris menggunakan huruf 
besar, yang berarti Roh Kudus, yang secara mendua disebutkan pertama kali dalam Roma 8 (15 kali). 
Kata "roh" dapat menunjuk pada roh manusia yang dibaharui dan diberi kekuatkan oleh injil dan Roh 
dalam Rom 1:4,9; 2:29; 7:6; 8:15; 11:8; 12:11; I Kor 2:11; 4:21; 5:3,4,5; 7:34; 14:15,16,32; 16:18. 

Dalam tulisan Paulus "daging" dan "roh" seringkah dikontraskan sebagai dua cara pikir dan hidup 
yang berbeda (lih. 7:14; 8:4; Gal 3:3; 5:16,17,25; 6:8). Kehidupan jasmaniah tanpa Allah ialah "daging", 
namun hidup bersama Allah ialah "roh" atau "Roh". Roh Kudus yang tinggal dalam manusia (lih. 8:9,1 1) 
mengubah orang percaya menjadi suatu ciptaan baru dalam Kristus (secara posisi maupun pengalaman). 



WAWASAN KONTEKSTUAL PADA ROMA 7:7-25 

A. Roma 7:7-25 menyatakan kenyataan manusia. Semua umat manusia, baik yang selamat maupun 
terhilang, memiliki pengalaman ketegangan antara kebaikan dan kejahatan dalam dunia mereka dan 
dalam hati serta pikiran mereka sendiri. Pertanyaan hermeneuticalnya adalah, "Bagaimana Paulus 
menghendaki bagian buku ini dimengerti?" Ini harus dihubungkan secara konteks dengan pasal-pasal 
1:18-6:23 dan 8:1-39. Beberapa orang memandang hal ini sebagai pemfokusan pada seluruh manusia, 
sehingga memandang pengalaman pribadi Paulus ini sebagai suatu paradigma. Penafsiran ini disebut 
"teori autobiografis" Paulus menggunakan "Saya" dalam suatu pengertian yang bukan pribadi dalam 
I Kor 13:1-3. Penggunaan kata "Saya" yang bukan pribadi ini dapat juga didokumentasikan dari para 
rabi Yahudi. Jika hal ini benar di sini, bagian kitab ini akan menunjuk pada transisi manusia dari 
ketidak-berdosaan melalui keyakinan menuju pada keselamatan (pasal 8) "teori representatif. 

Namun Demikian, orang lain telah memandang ayat-ayat ini sebagai berhubungan dengan 
perjuangan berat dari seorang yang percaya dengan sifat kemanusiaannya yang jatuh. Tangisan yang 
mengoyak hati di ayat 24 menyatakan ketegangan di dalam ini. AORIST dan IMPERFECT TENSE 
mendominasi ayat 7-13, sementara PRESENT dan KATA KERJA PERFECT TENSE mendominasi 
ayat 14-25. Hal ini nampaknya seperti mempercayai "teori autobiografis" ketika Paulus sedang 

132 



menjelaskan pengalamannya sendiri dari ketidak-berdosaan, kepada keyakinan, kepada pembenaran, 
dan jalan pertumbuhan pengkudusan yang penuh dengan ketegangan (lih. autos ego, "saya sendiri" 
lih. ay 25). 

Sangatlah mungkin bahwa kedua pandangan tersebut benar. Dalam ay 7-13 dan 25b Paulus 
sedang berbicara secara autobiografis sementara di ay 14-25a, ia sedang berbicara tentang 
pengalaman perjuangannya di dalam melawan dosa, sebagai perwakilan dari semua manusia yang 
telah ditebus. Namun demikian haruslah diingat bahwa keseluruhan bagian harus juga dipandang 
sebagai latar belakang Paulus sebagai seorang agamawan Yahudi yang taat, sebelum pembaharuan. 
Pengalaman Paulus ini adalah secra unik miliknya sendiri. 

B. Hukum Taurat adalah baik. Hukum ini berasal dari Allah. Hukum ini mengerjakan dan terus 
mengerjakan suatu maksud Ulahi. (lih. 7:7, 12, 14, 22, 25). Hukum tidak dapat membawa damai atau 
keselamatan. James Stewart dalam bukunya Seorang Manusia dalam Kristus menunjukkan pikiran 
dan tulisan Paulus yang bersifat paradoks: 

"anda secara almiah akan mengharapkan orang yang menata dirinya untuk 
membangun suatu system pemikiran atau doktrin, akan menetapkan sekokoh mungkin arti 
dari kata-kata yang digunakannya. Anda akan mengharapkan ia untuk mengarahkan pada 
ketelitian dalam penyusunan kata-kata dari ide-ide pentingnya. Anda akan menuntut bahwa 
satu kata, sekalu dipakai oleh penulis anda dalam sebuah pengertian tertentu, akan membawa 
pengertian tersebut di seluruh tulisan. Namun mencari hal ini dari Paulus akan 
mengecewakan. Banyak dari penyusunan katanya mengalir, tidak kokoh... 'hukum Taurat 
adalah kudus,' demikian dituliskannya, 'di dalam batinku aku suka akan hukum Allah' (lih 
Rom 7:12-13) namun hal ini jelaslah merupakan aspek lain dari nomos yang membuat dia 
berkata di seluruh bagian lain, 'Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat (lih. Gal 
3:13)'" (hal. 26). 

C. Bukti tekstual yang membahas pertanyaan, "Apakah Paulus membicarakan tentang orang yang sudah 
selamat atau yang belum selamat dalam ayat 14-25?" adalah sebagai berikut: 

1 . Orang yang belum diselamatkan 

a. Ini adalah penafsiran dari Pendiri-pendiri gereja yang berbahasa Yunani. 

b. Frasa-frasa berikut mendukung pandangan ini: 

(1) "Aku bersifat daging," ay 14 

(2) "terjual di bawah kuasa dosa," ay 14 

(3) "di dalamku tidak ada sesuatu yang baik," ay 18 

(4) "membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota 
tubuhku," ay 23 

(5) "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" ay 
24 

c. Konteks terdekat pasal 6 ialah bahwa kita merdeka dari penguasaan dosa. Konteks pasal 8 
dimulai dengan "jadi kemudian." 

d. Ketiadaan referensi mengenai Roh dan Kristus sampai pada penutupan konteks ini. (ay 25). 

2. Orang yang Telah diselamatkan 

a. Ini adalah penafsiran dari Augustinus, Kalvin, dan tradisi Reformasi. 

b. Frasa-frasa berikut mendukung pandangan ini 

(1) "kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani," ay 14 

(2) "aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.," ay 16 

(3) "bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat," ay 19 

133 



(4) "Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah," ay 22 

c. Konteks kitab Roma yang lebih luas menempatkan pasal 7 dalam bagian yang membahas 
pengkudusan. 

d. Pembahan bentuk kata kerja yang nyata dari IMPERFECT dan AORIST dalam ay 7-13 
kepada penggunaan secara konsisten bentuk PRESENT dalam ay 14-24 menyatakan bagian 
baru dari kehidupan paulus yang berbeda (yaitu pertobatan). 

D. Semakin orang percaya berjuang menuju pada keserupaan dengan Kristus, semakin ia mengalami 
rasa keberdosaannya sendiri. Paradoks ini menepatkan dengan baik konteks ini dengan kepribadian 
Paulus (dan dalam hal ini, sebagian besar orang percaya). 
Sebuah baris dari hymne Lutheran yang dinyanyikan oleh Henry Twells: 

"Tak seorangpun, O Tuhan, memiliki sandaran yang sempurna, 

Karena tak seorangpun bebas dari dosa sepenuhnya; 

Dan yang melayani Mu terbaik adalah mereka yang lemah 

Karena sadar akan banyaknya kesalahan dalam diri mereka." (Nama pengarang dan judul 
lagu tidak diketahui) 



NASKAH NASB (UPDATED): 7:7-12 

7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali- 
kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak 
tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!" 8 Tetapi 
dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa 
keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati. 9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan 
tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, 10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang 
seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. 11 Sebab 
dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia 
membunuh aku. 12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar 
dan baik. 



7:7 "Apakah yang hendak kita katakan" Paulus sedang kembali menggunakan diatribe (lih. 6:1,15; 
7:1,13). 

□ "Apakah hukum Taurat itu dosa" Satu paradoks dari kitab wahyu ialah bahwa Allah 
menggunakan kesucian dan kebaikan dari Hukum Taurat sebagai suatu cermin untuk menyatakan dosa, 
sehingga bisa membawa manusia yang jatuh kepada tempat pertobatan dan iman (ay 12-13; Gal 3) Juga 
secara mengejutkan Taurat terus berfungsi dalam pengkudusan namun tidak dalam pembenaran! 

□ "Sekali-kali tidak" Penolakan khas Paulus terhadap suatu pernyataan yang salah (lih. ay 13; 
3:4,6,31; 6:2,15; 9:14; 11:1,11; Gal. 2:17; 3:21). 

□ "Sebaliknya" Gaya tulisan Paulus dalam surat Roma menggunakan kontras yang tajam untuk 
menyatakan pendapatnya, (cf. 3:4,6,31; 6:2,15; 7:13; 9:14; 11:1,11). 

□ "Aku" Tandai Alkitab anda berapa kali kataganti orang pertama "aku", "-ku" (milik), atau "-ku" 
(obyek) muncul dalam konteks ay 7-25. Ini akan mencengangkan anda. Ada sedikit lebih dari empat 
puluh kali. 

134 



□ "justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa" Ini adalah satu dari bagian kunci yang 
menyatakan konsep dari Hukum Musa yang berfungsi sebagai cermin untuk menyatakan dosa pribadi 
(lih. 3:20; 4:65; 5:20; Gal 3:14-29, khususnya ay 24). Melanggar hukum Taurat sekali saja berarti 
melanggar perjanjian dan karenanya menanggung konsekuensinya (lih. ay 10 can Yakobus 2:10)! 

□ "justru oleh hukum Taurat" Ini adalah KALIMAT SECOND CLASS CONDITIONAL yang 
disebut "berlawanan dengan fakta", Paulus dinyatakan berdosa. Ini adalah satu-satunya contoh dari ciri- 
ciri ketata-bahasaan yang ditonjolkan dalam kitab Roma. Paulus menggunakannya juga di Gal 1:10; 3:21, 
jugadiIKor2:8;5:10; 11:31; dan II Kor 12:11. 

□ "JANGAN MENGINGINI" Ini adalah kutipan dari perintah terakhir Sepuluh Perintah Allah. (lih. 
Kel 20:17; UI 5:21). Perintah terakhir ini berfokus pada sikap yang pantas, yang sesungguhnya 
merupakan hakikat dari keseluruhan perintah (lih Mat 5-7). Hukum Taurat sering dinyatakan sebagai 
"perintah" (lih. ay 8,9,11,12,13). Istilah "mengingini" berarti "menaruh hati pada" atau "mengingini 
dengan kuat". Allah telah memberikan kepada manusia (terhilang maupun selamat) banyak hal yang 
baik melalui penciptaan, namun manusia cenderung menerima pemberian Allah tersebut God has given 
humans diluar batasan pemberian Allah. "Lebih-dan -lebih lagi untuk ku berapapun biayanya" menjadi 
semboyan mereka! Diri sendiri adalah penguasa yang lalim! Lihat Topik Khusus: Catatan bagi Keluaran 
20:17 pada 13:8-9. 

7:8 

NASB, NKJV "mendapatkan kesempatan" 

NRSV "menggunakan suatu kesempatan" 

TEV "menemukan peluangnya" 

JB "memanfaatkan" 

Ini adalah istilah militer untuk menyebut suatu posisi militer di pantai atau markas pusat operasi (lih. 
ay 8 dan 11), yang dipersonalisasikan dalam konteks ini (lih. ay 9,11). Dosa digambarkan sebagai suatu 
operasi militer (cf v. 11) dipimpin oleh seorang komandan (lih. ay 11 dan 17; 6:12, 14, 16). 

□ "sebab tanpa hukum Taurat dosa mati" Dosa adalah pemberontakan melawan kehendak Allah 
(lih. Rom 4:15; 5:13; I Kor 15:56). Frasa ini tidak memiliki kata kerja; seseorang harus memberikannya. 
Jika seseorang memberikan suatu PRESENT TENSE, maka kalimat ini akan menjadi suatu prinsip 
universal. Jika seseorang menaruh sebuah AORIST TENSE, maka ini akan secara khusus menunjuk 
kepada kehidupan Paulus. 

7:9 "Dhulu aku hidup" Ini dapat menunjuk pada Paulus sebagai (1) seorang anak semasa belum akil 
balig; atau (2) sebagai seorang Farisi yang taat sebelum kebenaran injil menembus hatinya (lih. Kis 23:1; 
Fil 3:6; II Tim 1:3). Kemungkinan pertama mewakili penafsiran pasal 7 berdasarkan "teori 
autobiografis", sementara kemungkinan yang kedua adalah penafsiran pasal 7 berdasarkan "teori 
representatif. 

□ "Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati" Roh 

pemberontakan manusia di dorong oleh adanya larangan-larangan. Kata "jangan" dalam Hukum Allah 
memicu munculnya keangkuhan dari manusia yang jatuh untuk mengatur dirinya sendiri (lih. Kej 2:16- 
17; 3:1-6). Perhatikan bagaimana dosa terus dipersonalisasikan, seperti dalam 5:21 dan 7:8,11,17,20. 

135 



7:10 "perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa 
kepada kematian". Ini kemungkinan adalah suatu referensi kepada janji dalam Im 18:5 atau bisa juga 
Rom 2:13. Hukum menjanjikan sesuatu yang tak dapat digenapinya, bukan karena hal itu berdosa, 
namun karena manusia lemah dan bersifat memberontak. Hukum menjadi suatu hukuman mati (lih. Gal 
3:13; Ef2:15; Kol 2:14). 

7:11 "menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku" Kedua hal ini adalah KATA KERJA 
AORIST ACTIVE INDICATIVE. Kata ini, menipu (ditipu), digunakan terhadap Hawa dalam 
Septuaginta (LXX) di dalam Kej 3:13. Paulus menggunakan kata ini beberapa kali (lih. Rom 16:18; I 
Kor 3:18; II Kor 11:3; II Tes 2:3; I Tim 2:14). Masalah dari Adam dan Hawa adalah mengingini (lih. II 
Kor 11:3; I Tim 2:14). Adam dan Hawa mati secara rohani karena ketidak taatan pada perintah Allah, 
demikian pula Paulus dan juga semua manusia. (1:18-3 :20). 

7:12 Ini adalah penegasan Paulus akan kebaikan Hukum Taurat. Ini tidak menjadi persoalan. Namun 
demikian struktur paralel Paulus, manggunakan "dosa" di pasal 6 dan "hukum" di pasal 7, pasti 
mengecewakan orang-orang percaya Yahudi yang legalistik (orang yang lemah dalam 14:1-15:13) dalam 
gereja Roma. 



NASKAH NASB (UPDATED): 7:13 

13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi 
supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan 
kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. 



7:13 

NASB "Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa,... dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai 

dosa" 
NKJV "dosa, agar tampak sebagai dosa. . .bisa menjadi bergelimang dosa" 
NRSV "bahwa dosa bisa terlihat sebagai dosa... .penuh dosa sampai tak terukur." 
TEV "supaya jati dirinya sebagai dosa bisa diungkapkan" 

JB "dosa, untuk mempertunjukkan warna aslinya.... telah mampu melaksanakan segala 

kuasa dosanya" 
Sifat jahat dosa sangat jelas terlihat dalam fakta bahwa ia mempergunakan sesuatu yang sebaik, 
sebermanfaat, dan sesaleh Hukum Taurat (lih. Maz 19, 119) dan memutar balikkannya menjadi alat 
penghukuman dan kematian (lih. Ef 2:15; Kol 2:14). Manusia yang jatuh telah membawa setiap 
pemberian yang baik yang telah diberikan Allah keluar dari batasan anugerah Allah! 

Perhatikan kedua anak kalimat hina (maksud). 

□ "lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa" Lihat Topik Khusus: Penggunaan Paulus akan Kata 
Majemuk Huper pada 1:30. 

NASKAH NASB (UPDATED): 7:14-20 

14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di 
bawah kuasa dosa. 15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku 

136 



kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. 16 Jadi jika aku 
perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. 17 Kalau 
demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. 18 Sebab aku 
tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. 
Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. 19 Sebab 
bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku 

20 

kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku 
kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. 

7:14 "hukum Taurat adalah rohani" Hukum Allah adalah baik. Ini bukanlah masalahnya (lih. ay 12 & 
16b). 

□ "aku bersifat daging" Istilah ini dipakai oleh Paulus dalam (1) pengertian netral yang berarti tubuh 
jasmaniah (lih. 1:3; 2:28; 4:1; 9:3,5); dan (2) suatu pengertian negatif yang bertarti sifat kejatuhan 
manusia dalam Adam (lih. v. 5). Tidak jelas mana yang dimaksudkan di sini. 

□ "terjual di bawah kuasa dosa" Ini adalah suatu PERFECT PASSIVE PARTICIPLE yang artinya 
"aku telah dan terus terjual ke dalam perbudakan dosa". Dosa dipersonalisasikan sekali lagi, di sini 
sebagai pemilik budak. Pelaku dari PASSIVE VOICE tidak pasti. Ini bisa menunjuk pada Setan, dosa, 
Paulus, atau Allah. 

Dalam PL istilah utama bagi Allah untuk menarik manusia kembali kepada DiriNya adalah "tebusan" 
atau "menebus" (dan semua sinonimnya). Kata ini aslinya berarti "membeli kembali" (dan semua 
sinonimnya. Lihat Topik Khusus pada 3:24). Konsep kebalikannya adalah firasa yang digunakan di sini, 
"dijual ke tangan. . . ." (lih. Hak 4:2; 10:7; I Sam 12:9). 

7:15-24 Anak Allah memiliki "sifat kelllahian" (lih. II Pet 1:4), namun juga sifat kejatuhan (lih. Gal 
5:17). Secaraa potensial, dosa sudah dibuat tidak bekerja (lih. Rom 6:6), namun pengalaman manusia 
mengikuti pasal 7. Orang Yahudi mengatakan bahwa dalam tiap hati manusia ada seekor anjing hitam 
dan seekor anjing putih. Mana yang diberi makan lebih banyak akan menjadi yang paling besar. 

Membaca bagian ini saya bisa ikut merasakan kepedihan Paulus sebagaimana ia menjelaskan 
pertentangan harian antara kedua sifat ini. Orang percaya telah dimerdekakan dari sifat kejatuhan mereka, 
namun, kiranya Allah menolong kita, kita terus tunduk pada pikatannya. Seringkah ini merupakan suatu 
yang mengherankan, bahwa peperangan rohani yang intens justru dimulai setelah keselamatan. 
Kedewasaan adalah persekutuan yang penuh ketegangan dengan Allah Tritunggal dan pertentangan 
harian dengan kejahatan. 

7:16,20 "jika" Keduanya adalah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL, yang dipandang sebagai 
kebenaran dari sudut pandang penulisnya atau untuk tujuan penulisannya. 

7:18 "aku tahu, bahwa di dalam aku, sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik." Paulus tidak 
menyatakan bahwa tubuh jasmaniah adalah jahat, namun bahwa ia adalah medan pertempuran antara sifat 
kejatuhan dan Roh Allah. Orang-orang Yunani berpandangan bahwa tubuh, seiring dengan semua materi, 
adalah jahat. Pemikiran ini dikembangkan kedalam heresy dualistik dari Gnostisisme (lih. Efesus, Kolose 
dan I Yohanes). Orang-orang Yunani cenderung menyalahkan hal jasmani untuk masalah rohani. Paulus 
tidak melihat adanya pertentangan rohani dalam istilah-istilah ini. Ia mempersonifikasikan dosa dan 

137 



menggunakan pemberontakan manusia melawan Hukum Allah sebagai suatu kesempatan bagi 
penyusupan kejahatan ke dalam sifat manusia. Istilah "daging" dalam tulisan-tulisan Paulus dapat berarti 
(1) tubuh jasmaniah yang secara moral bersifat netral (lih. 1:3; 2:28; 4:1; 9:3,5); dan (2) sifat kejatuhan 
dosa yang diwarisi dari Adam (lih. ay 5). 

7:20 "dosa yang diam di dalam aku" Adalah hal yang menarik bahwa kitab Roma secara jelas 
menunjukkan dosa manusia, namun tidak menyebut tentag setan sama-sekali sampai 16:20. Manusia 
tidak bisa menyalahkan setan karena masalah dosa mereka. Kita punya hak pilih. Dosa dipersonifikasikan 
sebagai seorang raja, tirani, pemilik budak. Ia selalu mencoba untuk memikat kita kepada kemerdekaan 
yang dari Allah, kepada penonjolan diri berapapun biayanya. Personifikasi Paulus tentang dosa berkaitan 
dengan hak pilih dari manusia yang dicerminkan dalam Kej 4:7. 

Paulus menggunakan istilah "tinggal" beberapa kali di pasal ini (lih. ay 17,18,20). Sifat dosa tidak 
musnah atau hilang pada saat keselamatan, namun secara potensial dijadikan tidak bekerja. Kelanjutan 
dari ketidak berdayaan dosa tergantung dari kerjasama kita dengan Roh yang diam dalam diri kita (cf 
8:9,11). Allah telah menyediakan bagi orang percaya semua yang diperlukan untuk berperang melawan 
kejahatan secara personifikasi (huruflah) dan pribadi (setan dan iblis). Yaitu dengan hadirat dan kuasa 
dari Roh Kudus. Sebagaimana kita menerima keselamatan sebagai anugerah cuma-cuma dari Allah, 
demikian juga kita harus menerima anugerah Allah akan alat penangkis yang efektif yaitu Roh Kudus. 
Keselamatan dan kehidupan keKristenan adalah suatu proses harian yang mulai dan berakhir atas 
keputusan harian orang percaya. Allah telah menyediakan segala yang kita perlukan: Roh (Rom 8), 
senjata rohani (Ef 6:11), perwahyuan (Ef 6:17), dan doa (Ef 6:18). 

Peperangan ini sengit (Romans 7), namun peperangan ini sudah dimenangkan (Romans 8). 



NASB (UPDATED) TEXT: 7:21-25 

21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat 
itu ada padaku. 22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, "tetapi di dalam anggota- 
anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan 
membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 24 Aku, 
manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? 25 Syukur kepada 
Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, 
tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. 



7:22 "hukum Allah" Bagi orang Yahudi ini menunjuk pada Hukum Musa. Bagi orang non- Yahudi ini 
menunjuk pada (1) kesaksian alam (lih. Rom 1:19-20; Maz 19:1-6); (2) kesadaran moral batiniah (lih. 
Rom 2:14-15); dan (3) norma-norma dan tata susila kemasyarakatan. 

□ 

NASB "dalam batinku" 

NKJV "menurut manusia batiniah" 

NRSV, NJB "dalam diriku yang terdalam" 

TEV "batinku" 

Paulus mengkontraskan manusia luar (jasmaniah) dengan manusia batiniah (rohani) dalam II Kor 
4:16. Dalam konteks ini frasa ini menunjuk pada bagian dari Paulus atau manusia yang telah 
diselamatkan yang meneguhkan kehendak dan hukum Allah. 
1 . "hukum Taurat adalah rohani," 7:14 

138 



2. "apa yang ingin kuperbuat," 7:15 

3. "aku menyetujui bahwa hukum Taurat itu baik," 7:16 

4. "kehendak memang ada di dalam aku," 7:18 

5. "apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik," 7:19 

6. "yang jahat, yang aku perbuat," 7:19 

7. "aku berbuat apa yang aku tidak kehendaki," 7:20 

8. "aku menghendaki berbuat apa yang baik," 7:21 

9. "aku suka akan hukum Allah," 7:22 

10. "hukum akal budiku," 7:23 

11. "dengan akal budiku aku melayani hukum Allah," 7:25-26 

Pasal 7 menunjukkan bahwa pengenalan akan Allah dan FirmanNya tidaklah cukup. Orang percaya perlu 
Roh (pasal 8)! 

7:23 Ada suatu kebalikan yang nyata antara 6:2; 8:2 dan 7:23. Ayat ini secara jelas menunjukkan 
penggunaan Paulus akan kata hukum (nomos) untuk menunjuk pada (1) hukum dosa (lih. ay 21,25) dan 
(2) hukum Allah (lih. ay 22, 25). Di bagian awal dalam ay 4,5,6,7,9 dan 12 Paulus menggunakan kata ini 
untuk PL. Paulus bukan seorang teolog yang sistematis. Ia kesulitan dengan konsep "hukum". Dalam satu 
pengertian hukum berarti wahyu Allah, anugerah ajaib bagi umat manusia, namun dalam pengertian lain 
hukum adalah yang mendefinisikan dosa dan secara jelas menetapkan suatu batasan yang tak mungkin 
dapat dipatuhi oleh manusia yang jatuh. Batasan-batasan ini bukan hanya merupakan wahyu dari PL, 
namun segala pedoman moral: perwahyuan alamiah (lih. Maz 19; Rom 1:18-3:31) atau norma dan tata 
susila kemasyarakatan. Manusia adalah pemberontak yang ingin berkuasa penuh atas kehidupannya 
sendiri ! 

7:24 Bisakah ini merupakan pernyataan dari orang yang telah diselamatkan? Beberapa orang akan 
berkata, tidak dan, oleh karena itu, pasal ini menunjuk pada orang-orang agamawi yang bermoral namun 
belum ditebus. Beberapa orang akan berkata, ya, ini menunjuk pada ketegangan injil, "apa yang sudah 
dan belum" dalam kehidupan orang percaya. Penggenapan secara eskatologisnya belum dinyatakan. 
Orang percaya yang dewasa akan sungguh-sungguh merasakan kesenjangan ini. 

□ 

NASB "tubuh (dari) maut ini" 

NKJV, NRSV "tubuh kematian ini" 

TEV "tubuh yang membawaku pada kematian" 

NJB "tubuh yang dihukum mati" 

Tubuh dan akal jasmaniah tidak berisi atau merupakan kejahatan sama sekali. Semua itu diciptakan 
Allah untuk kehidupan di planet ini dan persekutuan denganNya. Mereka diciptakan "sangat baik" (lih. 
Kej 1:31). Namun, Kejadian 3 merubah manusia dan menggantikan maksud Allah. Ini bukanlah dunia 
yang Allah maksudkan dan kita bukan orang yang dimaksudkan Allah. Dosa secara radikal telah 
mencemari ciptaan. Dosa telah mengambil apa yang baik dan memutar balikkannya menjadi kejahatan 
yang berpusat pada diri sendiri. Tubuh dan akal yelah menjadi medan peperangan dari pencobaan dan 
dosa. Paulus sungguh-sungguh merasakan peperangan ini! Ia merindukan jaman baru, tubuh baru, 
persekutuan yang baru dengan Allah (lih. 8:23). 

7:25 Ini adalah ringkasan dan suatu transisi kepada bidang yang lebih tinggi dari Roma 8. Namun 
demikian, bahkan di pasal 8 ketegangan yang sama dilihat dalam ay 5-1 1. 

139 



Pertanyaan bagi penafsir berkisar tentang kepada siapa Paulus sedang berbicara? 

1 . dirinya dan pengalamannya dalam Yudaisme 

2. semua orang Kristen 

3. Adam sebagai contoh dari manusia 

4. Israel dan pengetahuannya tentang Hukum, namun gagal untuk mentaatinya 

Secara pribadi, saya menggabungkan #1 (ay 7-13,25b) dan #2 (ay 14-25a). Lihat Wawasan 
Kontekstual untuk Rom. 7:7-25. 
Kesakitan dan penderitaan dari pasal 7 disamai dan bahkan dilampaui oleh kemuliaan pasal 8! 

□ "Syukur kepada Allah" Lihat Topik Khusus berikut. 



TOPIK KHUSUS: PUJIAN, DOA, DAN SYUKUR DARI PAULUS PADA ALLAH 

Paulus adalah seorang pemuji. Ia tahu Perjanjian Lama. Setiap empat divisi pertama (buku) dari 
Pemazmur diakhiri dengan pemujaan, (lih. Maz 41:13; 72:19; 89:52; 106:48). Ia memuji dan 
meninggikan Allah dalam beberapa cara yang berbeda. 

1 . paragraf embukaan dalam surat-suratnya 

a. syukur dan salam pembuka (lih. Rom 1 :7; I Kor 1:3; II Kor 1 :2) 

b. Berkat pembuka (eulogetos, lih. II Kor 1 :3-4; Ef 1 :3-14) 

2. luapan pujian singkat 

a. Rom 1:25; 9:5 

b. E Kor 11:31 

3. pemujaan (bercirikan dengan penggunaan (1) doxa (i. e., mulia) dan (2) "selama-lamanya" 

a. Rom 11:36; 16:25-27 

b. Ef. 3:20-21 

b. Flp4:20 

c. I Tim 1:17 

d. II Tim 4:18 

4. ucapan syukur (i. e., eucharisteo) 

a. pembukaan surat (lih. Rom 1:8; IKor 1:4; n Kor 1:11; Ef 1:16; Flp 1:3; Kol 1:3,12; I Tes 1:2; II 
Tes l:3;Filemonay4;ITim 1:12; II Tim 1:3) 

b. Seruan untuk bersyukur (lih. Ef 5:4,20; Flp 4:6; Kol 3:15,17; 4:2; I Tes 5:18) 

5. luapan ucapan syukur singkat 
a. Rom 6:17; 7:25 

9:15 



b. 


IKor 15:57 


c. 


II Kor 2: 14; 8:16 


d. 


I Tes 2:13 


e. 


II Tes 2:13 


pu 


jaan penutupan 


a. 


Rom 16:20,24(7) 


b. 


IKor 16:23-24 


c. 


II Kor 13:14 


d. 


Gal6:18 


e. 


Ef6:24 



140 



Paulus mengetahui tentang Allah Tritunggal secara teologis dan pengalaman. Dalam tulisan- 
tulisannya ia memulai dengan doa dan pujian. Di bagian tengah dari penyajiannya ia meluapkan pujian 
dan ucapan syukur. Pada penutupan surat-suratnya ia selalu ingat untuk berdoa, memuji dan bersyukur 
pada Allah. Tulisan Paulus bernafaskan doa, pujian dan ucapan syukur. Ia mengenal Allah, ia mengenal 
dirinya sendiri dan mengenal injil. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 

1 . Bagaimana hubungan antara pasal 6 dengan pasal 7? 

2. Apakah hubungan dari hukum Perjanjian Lama terhadap orang percaya Perjanjian Baru? (lih. II Kor 
3:1-11; Ibr 8:7,13) 

3. Apakah dua penggambaran yang Paulus gunakan dalam pasal 6 dan 7 untuk menjelaskan mengenai 
hubungan kita dengan kehidupan lama kita? 

4. Bagaimana hubungan Orang Kristen dengan Hukum Musa? 

5. Jelaskan dalam kata-kata anda sendiri perbedaan antara teori autobiografis dan representatif dalam 
menafsirkan Roma 7:7-25 

6. Apakah Roma 7 merupakan suatu penjabaran tentang orang yang terhilang, orang percaya yang 
belum dewasa, atau semua orang percaya? 



141 



142 



ROMA 8 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Kehidupan dalam Roh 


Merdeka Dari Dosa 
yang Tertinggal 


Tindakan 
Penyelamatan Allah 


Kehidupan dalam Roh 


Kehidupan dari Roh 


8:1-11 


8:1-11 


8:1-4 


8:1-8 


8:1-4 






Hidup dalam Daging 
dan dalam Roh 










8:5-8 




8:5-11 






8:9-11 


8:9-11 








Roh dan Adopsi 






8:12-17 


8:12-17 


8:12-17 


8:12-17 


8:12-13 










Anak-anak Allah 










8:14-17 


Kemuliaan yang akan 
datang 


Dari Penderitaan 
kepada Kemuliaan 


Pengharapan akan 
Penggenapan 


Kemuliaan di masa 
depan 


Kemuliaan sebagai 
tujuan hidup kita 


8:18-25 


8:18-30 


8:18-25 


8:18-25 


8:18-25 






Kelemahan Manusia 
berlanjut 






8:26-30 




8:26-27 


8:26-27 


8:26-27 










Allah telah 
Memanggil kita utk 
bersama-sama dlm 
kemuliaanNya 






8:28-30 


8:28-30 


8:28-30 


Kasih Allah 


Kasih Allah yang kekal 


Keyakinan kita dalam 
Kasih Allah 


Kasih Allah dalam 
Kristus Yesus 


Lagu pujian bagi 
Kasih Allah 


8:31-39 


8:31-39 


8:31-39 


8:31-39 


8:31-34 










8:35-37 










8:38-39 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, Alkitab, 
dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada seorang 
komentator. 



143 



Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami Allah, 
namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti dari 
penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

5. Paragraf pertama 

6. Paragraf kedua 

7. Paragraf ketiga 

8. Dst. 



WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Pasal ini adalah klimaks dari argumen Paulus yang dimulai dari 1:18. Diawali dengan "tak ada 
penghukuman" (status hukum) dan diakhiri dengan "tak ada pemisahan" (persekutuan pribadi). 
Secara teologis, ini berarti bergerak dari pembenaran melalui pengkudusan kepada pemuliaan (lih. ay 
29-30) 

B. Ini adalah pengembangan teologia Paulus mengenai Penganugerahan Roh Kudus oleh Allah kepada 
orang percaya (lih. presentasi Yohanes dalam Yoh 14:12-31; 16:7-16). Roh adalah pelaksana dari 
KATA KERJA PASSIVE dalam ay 14 yang berhubungan dengan injil yang menjadi aktif dalam 
kehidupan manusia yang jatuh. Roh akan tinggal bersama mereka dan di dalam mereka dan akan 
memulai mementuk Kristus di dalam mereka. Pasal 8 menggunakan istilah roh, pneuma, lebih dari 21 
kali, sementara kata ini tidak ada sama sekali di pasal 7 (sebagaimana juga pasal 3-6 dan muncul 
hanya 3 kali di pasal 1-2) 

C. Dalam kehidupan ada dua sudut pandan (pandangan pribai tentang dunia), dua gaya hidup, dua 
prioritas, dua jalur (jalan lebar dan jalan sempit) yang dijalani manusia, dan di sini daging atau Roh. 
Yang satu membawa pada maut; yang lain pada kehidupan. Hal ini secara tradisional disebut "dua 
jalan" dari tulisan-tulisan hikmat di PL (lih. Maz 1 dan Ams 4:10-19). Kehidupan kekal, kehidupan 
Roh, memiliki cirri-ciri yang dapat dilihat (yaitu, menurut daging vs menurut Roh). 

Perhatikan ketidak-adaan setan secara jelas dalam keseluruhan konteks teologis ini (lih. Rom 
1-8) Ia tidak disebut di kitab Roma sampai 16:20. Sifat kejatuhan Adam dalam manusialah yang 
menjadi fokus. Ini adalah cara Paulus untuk meniadakan alasan godaan super natural dari manusia 
yang jatuh (yaitu, "Iblis membuatku berbuat hal ini") untuk menutupi pemberontakan mereka 
melawan Allah. Manusialah yang bertanggung jawab! 

D. Pasal ini sangat sukar ditentukan garis besarnya karena pemikiran yang ada dikembangkan dengan 
cara merangkaikan beberapa benang-benang kebenaran bersama-sama dalam pola yang berulang, 
namun tanpa suatu satuan kontekstual. 

E. Ayat-ayat 12-17 menginformasikan pada orang percaya akan jaminan iman yang pasti 

1. Yang pertama adalah suatu perubahan pandangan terhadap dunia dan gaya hidup yang dicapai 
melalui Roh 



144 



2. Kedua ialah ketakutan kita akan Allah telah digantikan dengan suatu rasa kasih kekeluargaan oleh 
Roh. 

3. Ketiga adalah suatu konfirmasi dari dalam tentang status sebagai anak oleh Roh Kudus yang 
berdiam dalam kita. 

4. Keempat ialah bahwa konfirmasi ini pasti walau di tengah permasalahan dan perjuangan dunia 
yang jatuh ini. 

Ayat-ayat 31-39 adalah suatu adegan pengadilan, yang merupakan teknik penulisan yang khas dari 
nabi-nabi PL. Allah adalah Hakim; setan adalah jaksa penuntut umum; Yesus adalah pembela 
(parakletos), para malaikat adalah pendukung-pendukung, dan manusia yang percaya adalah tertuduh 
dibawah tuduhan setan. 

1. istilah-istilah hukum 

a. melawan kita (ay 3 1) 

b. suatu tuduhan (ay 33) 

c. membenarkan (ay 33) 

d. menghukum (ay 34) 

e. mengetengahi (ay 34) 

2. tuntutan, "siapa" (ay 3 l,33,34[tiga kali], 35) 

3. ketetapan Allah dalam Kristus (ay 32, 34b) 

4. tak ada pemisahan dari Allah 

a. keadaan situasi dunia (ay 35) 

b . kutipan PL dari Maz 44 : 22 (ay 3 6) 

c. kemenangan (ay 37,39) 

d. keadaan adi kodrati atau pelaksana (ay 37-39) 



KAJIAN KATA DAN FRASA 

NASKAH NASB (UPDATED): 8:1-8 

1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus 
Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan 
hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh 
daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang 
serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa 
di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup 
menurut daging, tetapi menurut Roh. 5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan 
hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 
6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 
7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada 
hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak 
mungkin berkenan kepada Allah. 

8:1 

NASB "Demikianlah sekarang" 

NKJV, NRSV "Oleh karena itu sekarang" 

145 



TEV "Adalah" 

JB "alasannya, oleh karena itu" 

Ini berhubungan kebelakang dengan konteks sebelumnya. Beberapa orang melihatnya berhubungan 
dengan 7:24-25 namun nampaknya yang terbaik adalah membawanya lebih kebelakang lagi yaitu kepada 

3:21-7:25. 

□ "tidak (ada)" "Tidak" adalah yang pertama dalam kalimat Yunani. Bersifat empatis, "tak ada 
penghukuman" bagi mereka yang di dalam Kristus (lih. ay 1-3), dan mereka yang berjalan menurut Roh 
(lih. ay 4-11). Disinilah nampak kedua sisi dari perjanjian baru: (1) adalah suatu anugerah cuma-cuma 
dalam Kristus; dan (2) harus ada suatu tanggapan gaya hidup, yang bersifat perjanjian. Pembenaran 
meliputi baik obyektif (INDICATIVE) dan subyektif (IMPERATIVE). Hal ini mencakup status dan 
suatu gaya hidup. 

□ "penghukuman" Istilah ini katakrima tidak sering digunakan dalam Septuaginta, namun hal ini 
mencerminkan kutukan akibat ketidak taatan dalam UI 27:26. Ini berarti "penghukuman yang mengikuti 
suatu keputusan hukum pidana". Ini adalah kebalikan forensik yang sah dari pembenaran. Ini adalah 
sebuah kata yang sangat jarang ditemui dalam tulisan Paulus (lih. 5:16,18) dan tidak ditemui dimanapun 
dalam PB. 

Alkitab The King James Version menambahkan pada ayat 1, "yang berjalan tidak menurut daging 
tetapi menurut Roh." Frasa ini tidak terdapat dalam banyak naskah-naskah kuno Yunani dalam pasal 1. 
Alkitab UBS 4 memberikan pengabaian ini suatu tingkat "A" (pasti). Hal ini memang muncul di ay 4. 
Secara teologis frasa ini secara keseluruhan tidak tepat dalam ay 1, walau cocok dengan sempurna dalam 
ay 4. Ayat 1-3 berhubungan dengan pengkudusan posisional (INDICATIVE), sementara ayat 4-11 
membahas pengkudusan secara pengalaman atau keserupaan dengan Kristus (IMPERATIVE). Perhatikan 
catatan kaki pada hal 289 dalam buku William R. Newell, Kitab Roma Ayat demi Ayat. (Moody, 1938). 
"Alkitab Revised Version secara tepat meniadakan kalimat "yang berjalan tidak menurut 
daging tetapi menurut Roh". Sejak terjemahan King James, lebih dari 300 tahun yang lalu, telah 
ditemukan banyak naskah kuno Yunani yang paling baik dan teliti yang sekarang kita miliki; dan 
orang-orang yang saleh dan bersungguh-sungguh telah secara tetap melakukan suatu pekerjaan 
yang sangat membosankan, walau sangat bermanfaat, yaitu mengkoreksi kesalahan-kesalahan 
yang telah menjalar dalam penggandaan. Karena, sebagaimana kita semua tahu, kita tidak 
memiliki naskah kuno asli dari Kitab Suci: Allah memilih untuk menahannya dari makhluk yang 
sedemikian mudahnya jatuh dalam penyembahan berhala seperti anak-anak manusia. 

Kita harus menutup ayat 1 dengan kata-kata "dalam Kristus Yesus", untuk empat alasan: (1) 
Bukti dari naskah-naskah kuno Yunani secara sangat telak menunjuk pada penghilangan anak 
kalimat "yang berjalan tidak menurut daging tetapi menurut Roh" dari ayat 1, —sebagaimana 
adanya bukti-bukti yang bersifat universal bagi pencantuman anak kalimat ini di ayat 4, (2) 
ketajaman rohani juga menyetujui, bahwa pengenalan kata-kata ini dalam ayat 1 membuat 
keamanan kita tergantung dari bagaimana kita berjalan, dan bukannya tergantung pada Roh Allah. 
Namun semua yang di dalam Kristus diselamatkan dari penghukuman, sebagaimana hal ini secara 
lugas diajarkan diseluruh tulisan para rasul. Jika tidak demikian, berarti keamanan kita tergantung 
pada jalan kita, dan bukan pada posisi kita dalam Kristus. (3) Anak kalimat tersebut secara lugas 
sangat tepat untuk berada di bagian akhir ayat 4,— dimana cara orang percaya berjalan, dan 
bukannya keselamatannya dari penghukuman, dijelaskan. (4) Bahwa anak kalimat pada akhir 
ayat 1 dalam King James adalah sebuah gloss (suatu catatan kecil dari beberapa pengganda) yang 

146 



nampak, bukan hanya dari pengabaiannya oleh naskah-naskah kuno berhuruf besar yang 
terkemuka, Aleph, A, B, C, D, F, G; A, D (corr.); dengan tulisan tangan yang baik dan versi-versi 
kuno (lihat diskusi yang sangat bagus dari Olshausen, Meyer, Alford, J. F. dan B., dan Darby's 
dalam bukunya Synopsis, in loc); namun hal ini juga nampak dari kemiripan gloss ini dengan 
tambahan-tambahan yang serupa yang dibuat untuk menghindari tuntutan hukum, yang 
ditemukan di bagian-bagian lain. 

Bahwa Allah memilih agar FirmanNya diterjemahkan dan masih tetap berkuasa nampak dari 
penggunaan dalam Perjanjian Baru suatu terjemahan Yunani dari Perjanjian Lama yang dalam 
bahasa Ibrani, yaitu Septuaginta. 

Kita harus bersyukur pada Allah bagi para orang yang dengan ketekunannya memberikan 
segenap waktu kehidupannya untuk mempelajari secara mendalam kitab-kitab suci yang 
ditinggalkan oleh Allah bagi kita, dan menyediakan bagi kita dengan kesempurnaan yang 
mengagumkan, sebuah terjemahan sebagaimana yang kita miliki saat ini. Kita harus 
mengunggulkan ahli-ahli yang demikian secara absolut dan selama-lamanya dari kaum 
"Moderenis" yang angkuh (atau, dai waktu lampau, "Kritik Tingkat Tinggi"), yang berjanji untuk 
memberitahukan pada kita apa yang seharusnya dikatakan Allah di dalam Alkitab, daripada 
dengan kerendahan hati yang mendaam mencari untuk menyelidiki apa yang Allah telah katakan" 
(hal. 289). 

□ "bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus" Frasa dari Paulus yang khas ini (yaitu, sebuah 
LOCATIVE OFSPHERE) adalah sama dan sebangun dengan pernyataan moderen "hubungan pribadi". 
Paulus mengenal, mengasihi, dan bersuka dalam Yesus. Injil adalah suatu berita untuk dipercayai, dan 
Seseorang untuk disambut. Kekuatan untuk hidup yang ditimbulkan dari hubungannya dengan Kristus 
yang telah Bangkit, yant ditemuinya di Jalan Damaskus. Pengalamannya dengan Yesus mendahului 
teologianya tentang Yesus. Pengalamannya dilahirkan bukan di dalam suatu ilmu kebatinan yang 
terkurung, namun dalam peleyanan penginjilan yang agresif. Mengenal Dia adalah melayani Dia. Orang 
Kristen dewasa adalah suatu berita, Seseorang, dan sebuah gaya hidup! (Lihat Catatan pada 1:5) 

8:2 "(hukum) Roh,... hukum dosa dan hukum maut" Ini bisa menunjuk kepada (1) kontras 
antarahukum dosa (lih. Rom 7:10,23,25) dan hukum baru dari Allah (lih. Rom 7:6,22,25); (2) "hukum 
kasih" (lih. Yak 1:25; 2:8,12) melawan "Hukum Musa" (lih. 7:6-12); (3) jaman lama dengan jaman baru; 
atau (4) perjanjian lama dengan perjanjian baru (lih. Yer 3 1 :3 1-34; Kitab Ibrani PB). 
Gaya pengkontrasan ini bertahan. 

1 . hukum Roh kehidupan dalam Kristus vs hukum dosa dan maut, ay 2 

2. menurut daging vs menurut Roh, ay 4 & 5 

3. hal kedagingan vs hal Rohani, ay 5 

4. pola pikir kedagingan vs pola piker Rohani, ay 5 

5. pola piker pada daging, vs pola piker pada Roh, ay 6 

6. dalam daging vs dalam Roh, ay 9 

7. tubuh ini adalah maut vs roha adalah kehidupan, ay 10 

8. kamu harus mati vs kamu akan hidup, ay 13 

9. bukan roh perbudakan vs roh pengangkatan anak, ay 15 

□ 

NASB, NRSV, JB "telah memerdekakan kamu" 

NKJV, TEV "telah membuatku merdeka" 

147 



Ayat 2-3 adalah berita teologis dari pasal 6. Ada beberapa kataganti yang berbeda yang Nampak 
dalam naskah Yunani kuno; "-ku" Nampak dalam naskah kuno A, D, K & P sementara "kamu" Nampak 
di dalam X, B, F & G. Kata ganti orang "kita" Nampak kemudian dalam naskah tua berhuruf besar, x ¥. 
Penyusun Alkitab UBS 4 memberi "kamu" sebuah tingkatan "B" (hampir pasti). UBS 3 memberikan 
sebuah tingkatan "D" (berkesukaran besar). 

Newman dan Nida, Sebuah Buku Pegangan Penterjemah bagi Surat Paulus kepada Gereja Roma, 
mengatakan "naskah Yunani UBS menyarankan "-ku", walau memberi tingkatan keputusan "C", yang 
menunjukkan adanya kemungkinan yang besar keraguan mengenai bacaan aslinya" (hal. 145-146). 

Persoalan KATA GANTI "kita", "kamu", atau "-ku/kita" adalah hal yang berulang dalam naskah 
Yunani dari tulisan-tulisan Paulus. 

8:3 "apa yang tidak mungkin dikerjakan oleh Hukum Taurat" Hukum Musa adalah baik dan kudus, 
namun manusia lemah dan penuh dosa (lih. 7:12,16). KATA KERJAnya di sini sesungguhnya 
merupakan suatu ADJECTIVE adunaton, yang biasanya berarti "mustahil" (lih. Ibr 6:4,18; 10:4; 11:6), 
namun ini dapat pula berarti "tanpa kekuatan" (lih. Kis 14:8; Rom 15:1). Hukum tidak berkemampuan 
menyediakan pembebasan. Sebaliknya, hukum hanya menyediakan penghukuman, maut, dan kutuk! 

□ "tidak berdaya oleh daging" Inilah argument dasar Paulus dari pasal 7. Hukum Allah adalah baik 
dan kudus, namun manusia pemberontak, yang jatuh dan penuh dengan dosa tidak mampu memenuhi 
persyaratannya. Paulus, tidak seperti para rabi, menekankan konsekuensi dari Kej 3. 

□ "Allah: mengutus AnakNya sendiri" Ap yang tak dapat dicapai oleh manusia yang jatuh di bawah 
Perjanjian Lama, dicapai oleh Allah di bawah perjanjian Baru (lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:22-36) melalui 
Yesus (lih. Yes 53; Yoh 3:16). Sebagai ganti persyaratan eksternal, Allah menyediakan Roh secara 
internal dan suatu hati baru. Perjanjian Baru didasarkan atas pertobatan dan iman dalam karya paripurna 
Kristus, bukan atas prestasi manusia. Namun demikian, kedua perjanjian tersebut mengharapkan adanya 
suatu gaya hidup kekudusan yang baru. 

□ "serupa dengan daging yang dikuasai dosa" Kebenaran yang sama ini dinyatakan dalam Flp 2:7- 
8. Yesus sungguh-sungguh memiliki tubuh manusia (hanya tanpa dosa, lih. Flp 2:7-8; Ibr 7:26). Ia 
sungguh-sungguh menjadi satu dnegan kita. Ia dicobai dengan cara yang sama dengan kita, hanya tidak 
pernah berdosa, (lih. Ibr 4:15). Ia memahami kita. 

□ "(sebagai suatu persembahan) karena dosa" Konsep yang sama dinyatakan di dalam II Kor 5:21 
dan I Pet 2:24. Yesus datang untuk mati (lih. Yes 53:4-6,10-12; Mar 10:45). Ketidak berdosaan 
kehidupan Yesus (tak bercacat cela) menjadi suatu persembahan dosa (lih. Yoh 1:29). 

"Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging" kematian Yesus menitik beratkan dan 
menghadapi permasalahan dari sifat berdosa manusia, bukan saja perbuatan dosa masing-masing pribadi 
(sebagaimana Hukum Musa). Ini adalah kehidupan, kematian, dan kebangkitanNya yang telah mencapai 
maksud penebusan abadi Allah (lih. Kis 2:23; 3:18; 4:28; 13:29). Ia juga menunjukkan bisa dan 
seharusnya menjadi apakah manusia itu (lih. Yoh 13:15; I Pet 2:21). 

8:4 Ayat ini kemungkinan menunjuk pada Perjanjian Baru (lih. Yer 31:33 & Yeh 36:26-27). Hal ini 
membahas dua aspek dari keselamatan kita. Pertama, Yesus menggenapi persyaratan Perjanjian Lama 
dan melalui iman di dalam Dia kebenaran ini dialihkan kepada orang percaya sebagai pemberian yang 

148 



cuma-cuma di luar prestasi pribadi mereka. Kita sebut ini pembenaran atau "pengkudusan posisional". 
Allah memberikan suati hati baru dan roh baru bagi orang percaya. Kita sekarang berjalan dalam Roh, 
bukan dalam daging. Ini disebut "pengkudusan progresif. Kekristenan adalah suatu perjanjian yang baru 
yang memiliki baik hak (anugerah keselamatan) dan tanggung jawab (keserupaan dengan Kristus, lih 
6:13) Tragisnya beberapa orang percaya hidup secara daging, kehidupan yang tidak sepantasnya (lihf. I 
Kor 3:1-3). 

□ "yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh" Kontras yang sama ditemukan di Gal 
5:16-25. Suatu kebenaran secara hukum harus disertai oleh kebenaran gaya hidup. Hatidan pikiran yang 
baru dari Perjanjian Baru bukanlah dasar keselamatan kita, nmaun adalah hasilnya. Kehidupan kekal 
memiliki ciri-ciri sifat yang dapat diselidiki. 

8:5 Paulus mengkontraskan kehidupan di dalam "daging" dan di dalam "Roh" dalam ayat 5-8 
("perbuatan daging," lih. Gal 5:19-21 dengan "buah-buah Roh," lih. 5:22-25). 

8:6 "keinginan (pikiran yang dikuasai)" Orang-orang Yahudi menyadari bahwa mata dan telinga 
adalah jendela dari jiwa. Dosa dimulai dalam kehidupan pemikiran. Kita akan menjadi seperti apa yang 
kita diami/duduki, (lih. Rom 12:1-2; Flp 4:8)! 

Paulus tidak secara tepat mengikuti pangangan-pandangan kerabian tradisional mengenai dua 
"maksud" (yetzers) dalam manusia. Bagi Paulus, maksud yang baik tidak terdapat dalam ciptaan yang 
telah jatuh, namun dari suatu perubahan. Bagi Paulus, Roh Kudus yang ada dalam kita lah yang memulai 
pertentangan rohani internal, (lih. Yoh 16:7-14). 

□ "hidup" Ini menunjuk pada kehidupan kekal, kehidupan di jaman baru. 

□ "damai sejahtera" Istilah ini aslinya berarti "mengikat kembali apa yang telah patah" (lih. Yoh 
14:27; 16:33; Flp 4:7). Lihat Topik Khusus: Damai pada 5:1. Ada tiga cara PB berbicara tentang damai 
sejahtera: 

1 . kebenaran obyektif dari perdamaian kita dengan Allah melalui Kristus (lih. Kol 1 :20) 

2. perasaan subyektif kita tentang menjadi benar dengan Allah (lih. Yoh 14:27; 16:33; Flp 4:7) 

3. Allah mempersatukan dalam satu tubuh yang baru, melalui Kristus, baik Orang Yahudi dan bukan 
Yahudi (lih. Ef 2:14-17; Kol 3:15). 

8:7-11 Paulus menjelaskan keterpisahan manusia dari Allah dalam beberapa cara: (1) perseteruan 
terhadap Allah, ay 7; (2) tidak takluk pada hukum Allah, ay 7; (3) tidak mungkin berkenan kepada Allah, 
ay 8; dan (4) mati rohani yang akan menyebabkan kematian kekal, ay 10-11. Lihat paralelnya dalam Rom 
5:6, 8, dan 10. 

8:7 

NASB, NRSV "keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah" 

NKJV "pikiran kedagingan adalah kebencian terhadap Allah" 

TEV "manusia menjadi musuh dari Allah" 

NJB "pandangan dari sifat manusia yang tidak teratur menentang Allah" 

Perhatikan bahwa frasa ini paralel dengan "keinginan (pikiran) daging adalah maut" dari ay 6 dan 
"mereka yang hidup menurut daging" dari ay 5. Perhatikan, juga, sifat dari manusia yang telah jatuh 
meliputi pemikiran (pandangan duniawi) dan suatu gaya hidup (lih 7:5) 

149 



"hal ini memang tidak mungkin baginya" Manusia yang jatuh bukan hanya tidak memilih untuk 
mengikut Allah, mereka tidak sanggup untuk mengikuti Allah. Manusia yang telah j atid, tanpa dibantu 
oleh Roh Kudus, tak akan dapat menanggapi hal-hal rohani (lih. Yes 53:6; I Pet 2:24-25). Allah selalu 
mengambil inisiatif (lih. Yoh 6:44,65). 

8:8 "mereka yang hidup di dalam daging" Paulus menggunakan frasa ini dalam dua cara (1) tubuh 
jasmanisah (lih. Rom 1:3; 2:28; 4:1; 9:3,5); dan (2) upaya-upaya manusia terpisah dari Allah (lih. Rom 
7:5; 8:4-5). Di sini yang dimaksud adalah #2. Ini menunjuk pada manusia yang tidak mau percaya dan 
memberontak. 



NASKAH NASB (UPDATED): 8:9-11 

9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam 
di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika 
Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan 
oleh karena kebenaran. H Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang 
mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang 
mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. 



8:9 "Jika" Ada serentetan KALIMAT CONDITIONAL dalam ay 9,10,11,13 (dua kali), 17 (dua kali). 
Yang keesemuanya adalah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL, yang dianggap enar dari sudut 
pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Paulus menganggap pembacanya di gereja Roma 
adalah orang-orang Kristen, (lih. ay 9a). 

□ "Roh Kristus" Setiap orang bisa merupakan orang yang memiliki Roh dan dengan demikian adalah 
orang percaya, atau mereka yang tdak memiliki Roh dan terhilang rohani. Kita menerima keseluruhan 
Roh Kudus pada saat keselamatan. Kita tidak memerlukan lebih lagi dari Dia; Dialah yang memerlukan 
lebih lagi dari kita! 

Frasa "Roh" dari 9a; "Roh Allah" dari 9b, dan "Roh Kristus" dari 9c semua adalah sinonim. 



TOPIK KHUSUS: YESUS DAN ROH 

Ada kemengaliran antara pekerjaan Roh dan Anak. G. Campbell Morgan berkata bahwa nma terbaik 
bagi Roh ialah "Yesus yang satunya (yang lain). Berikut Ini adalah garis besar perbandingan dari 
pekerjaan dan gelar Anak dan Roh. 

1. Roh disebut "Roh Yesus" atau pernyataan yang senada, (lih. Rom 8:9; II Kor 3:17; Gal 4:6; I Pet 

1:11). 

2. Keduanya disebut dengan nama yang sama 

a. "kebenaran" 

(1) Yesus (Yoh 14:6) 

(2) Roh (Yoh 14:17; 16:13) 

b. "penasihat" 

(1) Yesus (1 Yoh 2:1) 

(2) Roh (Yoh 14:16,26; 15:26; 16:7) 

c. "Kudus" 

(1) Yesus (Luk 1:35; 4:34) 

150 



(2)Roh(Lukl:35) 
Keduanya tinggal di dalam orang percaya 

a. Yesus (Mat 28:20; Yoh 14:20,23; 15:4-5; Rom 8:10; II Kor 13:5; Gal 2:20; Ef 3:17: Col 1:27) 

b. Roh (Yoh 14:16-17; Rom 8:9,11; IKor3:16; 6:19; II Tim 1:14) 

c. dan bahkan Allah Bapa (Yoh 14:23; II Kor 6:16) 



8:10 "Kristus ada di dalam kamu" kata kamu di sini adalah JAMAK.. Kata "Kristus" menunjuk pada 
Anak/Roh yang tinggal dalam manusia (lih. Yoh 14:16-17; Kol 1:27). Orang memiliki Anak/Roh atau 
mereka bukan orang Kristen (lih. I Yoh 5:12). Bagi Paulus, "di dalam Kristus" secara teologis sama 
dengan "di dalam Roh". 

□ "tubuh memang mati karena dosa" Biarpun seorang Kristen suatu kali akan mati secara jasmani 
karena dosa Adam, dunia yang jatuh, dan pemberontakan pribadi (lih. 5:12-21). Dosa selalu menjalankan 
gilirannya. Kematian rohani (lih. Kej 3; Ef 2:1) mengakibatkan kematian jasmani (lih. Kej 5; Ibr 9:27). 
Orang percaya hidup baik dalam jaman baru Roh (lih. Yoel 2:28-29; Kis 2:16) dan jaman lama dosa dan 
pemberontakan (lih. ay 21, 35). 

□ "tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran" Ada beberapa ketidak setujuan antara 
terjemahan-terjemahan dan para komentator mengenai apakah "roh" menunjuk pada roh manusia (lih. 
NASB, ASV, NIV, Williams, Jerusalem Bible), atau Roh Kudus (lih. KJV, TEV, REB, Kari Barth, C. K. 
Barrett, John Murray, dan Everett Harrison). 

Konteks yang lebih luas mengembangkan pengertian kita mengenai frasa singkat ini. Bahkan mereka 
yang telah mempercayakan diri pada Kristus tetap akan mati karena mereka hidup dan tinggal di dunia 
yang jatuh. Namun demikian, karena kebenaran yang datang melalui iman di dalam Yesus mereka sudah 
memiliki kehidupan yang kekal (lih. Ef 2:4-6). Ini adalah pertentangan "sudah tetapi belum" dari 
Kerajaan Allah. Jaman lama dan jaman baru dari segi waktu saling bertumpang tindih. 

□ "Kebenaran" Lihat Topik Khusus pada 1:17. 
8:11 "jika" Lihat catatan pada ayat 9. 

□ "Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu" 

Pribadi Trinitas yang mana yang tinggal di dalam orang percaya? Kebanyakan Orang Kristen akan 
menjawab Roh Kudus. Ini memang benar, namun dalam kenyataannya, semua tiga Pribadi Trinitas 
tinggal di dalam orang percaya. 

1. Roh, Yoh 14:16-17; Rom 8:11; IKor3:16; 6:19; II Tim 1:14 

2. Anak, Mat 28:20; Yoh 14:20,23; 15:4-5; Rom 8:10; IIKor 13:5; Gal 2:20; Ef 3:17; Kol 1:27 

3. Bapa, Yohanes 14:23; IIKor 6:16 

Frasa ini adalah kesempatan yang paling bagus untuk menunjukkan bahwa PB sering 
menghubungkan pekerjaan penebusan dengan kesemua tiga pribadi Trinitas. 

1. Allah bapa membangkitkan Yesus (lih. Kis 2:24; 3:15; 4:10; 5:30; 10:40; 13:30,33,34,37; 17:31; Rom 

6:4,9; 8:11; 10:9; I Kor 6:14; IIKor 4:14; Gal 1:1; Ef 1:20; Kol 2:12; I Tes 1:10) 

2. Allah Anak membangkitkan diriNya sendiri (lih. Yoh 2: 19-22; 10:17-18) 

3. Allah Roh Kudus membangkitkan Yesus (lih. Rom 8:11) 
Penekanan yang sama pada Trinitas ini dapat juga dilihat dalam ay 9-1 1. 

151 



TOPIK KHUSUS: TRINITAS 

Perhatikan aktifitas dari kesemua tiga pribadi Trinitas. Istilah "Trinitas", yang pertama-tama 
diciptakan oleh Tertullian, bukanlah suatu kata Alkitabiah, namun konsepnya bersifat menjalar. 

1. Injil 

a. Matius 3:16-17; 28:19 (and parallels) 

b. John 14:26 

2. Kisah para Rasul - Kis 2:32-33, 38-39 

3 . Paulus 

a. Romans 1:4-5; 5:1,5; 8:1-4,8-10 

b. I Corinthians 2:8-10; 12:4-6 

c. II Corinthians 1:21; 13:14 

d. Galatians 4:4-6 

e. Ephesians 1:3-14,17; 2:18; 3:14-17; 4:4-6 

f. I Thessalonians 1:2-5 
g II Thessalonians 2:13 
h. Titus 3:4-6 

4. Petrus-IPet 1:2 

5. Yudas-ay 20-21 

Hal ini diisyaratkan dalam PL 

1 . Penggunaan kata JAMAK untuk Allah. 

a. Nama Elohim adalah JAMAK, namun ketika digunakan uenuk menyebut Allah selalu diikuti oleh 
KATA KERJA TUNGGAL. 

b. "Kita" dalam Kejadian 1:26-27; 3:22; 11:7 

2. Malaikat Allah sebagai perwakilan keTuhanan yang kasat mata. 

a. Kejadian 16:7-13; 22:11-15; 31:11,13; 48:15-16 

b. Keluaran 3:2,4; 13:21; 14:19 

c. Hakim-hakim 2:1; 6:22-23; 13:3-22 

d. Zakharia 3:1-2 

3. Allah dan Roh adalah terpisah, kejadian 1:1-2; Mazmur 104:30; Yesaya 63:9-11; Yehezkiel 37:13-14. 

4. Allah (YHWH) danMesias (Adon) adalah terpisah, Mazmur 45:6-7; 110:1; Zakharia 2:8-11; 10:9-12 

5. Mesias dan Roh adalah terpisah, Zakharia 12:10 

6. Ketiga-tiganya secara bersama disebutkan dalam Yes 48: 16; 61 : 1 

KeTuhanan Yesus dan kepribadiaan dari Roh menyebabkan permasalahan bagi orang-orang percaya 
mula-mula yang ssangat keras bersifat monoteis: 

1 . Tertullian - menurunkan kedudukan Anak di bawah Bapa 

2. Origen - menurunkan hakikat kelllahian Anak dan Roh. 

3 . Arius - menolak ke-Allah-an Anak dan Roh 

4. Monarkhianis - percaya akan suatu perwujudan Allah yang turun-temurun. 

Trinitas adalah suatu rumusan yang dikembangkan secara historis berdasarkan informasi dari bahan- 
bahan yang alkitabiah. 

1. Ke-Allah-an penuh dari Yesus, setara dengan Bapa, diteguhkan di tahun 325 AD oleh Konsili Nicea. 

2. Kepribadian dan ke-Allah-an Roh secara penuh, setara dengan Bapa dan Anak diteguhkan oleh 
Konsili Konstantinopel (381 AD) 

3. Doktrin Trinitas dinyatakan secara penuh dalam karya Augustinus De Trinitate 

152 



Memang sungguh merupakan misteri di sini. Namun PB nampaknya meneguhkan keberadaan suatu 
hakikat Ulahi dengan tiga manifestasi kepribadian yang kekal. 



□ "akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu" Kebangkitan dari Yesus dan para 
pengikutNya adalah suatu doktrin yang sangat menentukan (lih. I Kor 1 5 : 1 f f ; II Kor 4:14). KeKristenan 
menyatakan bahwa orang-orang percaya akan memiliki keberadaan jasmaniah dalam kekekalan (lih. I 
Yoh 3:2). Jika Kristus dibangkitkan oleh roh, demikian pula seharusnya para pengikutNya (lih. ay 23). 

NASKAH NASB (UPDATED): 8:12-17 

12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya 
hidup menurut daging. 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika 
oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, 
yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang 
membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak 
Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan 
roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah 
ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan 
menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, 
supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 

8:12 "Jadi" Paulus berlanjut memanjangkan implikasi dari presentasinya tentang ay 1-1 1 

□ "kita adalah orang berhutuang" Ini adalah sisi lain dari kemerdekaan Kristen (lih. 14:1-15:13). Ini 
adaalah kesimpulan yang ditarik dari diskusi mengenai pengkudusan dalam ay 1-11, yang mencakup baik 
posisional (INDICATIVE) maupun progresif (IMPERATIVE). Jelas pula ditunjukkan bahwa orang 
percaya harus masih berjuang melawan sifat-sifat kejatuhan yang lama (lih. Roma 7). Ada pilihan yang 
harus dibuat (iman mula-mula) dan kelanjutan pilihan yang harus dibuat (iman gaya hidup)! 

8:13 "jika" Ada serentetan KALIMAT CONDITIONAL dalam ay 9,10,11,13 (dua kali), dan 17 (dua 
kali). Kesemuanya adalah KALIMAT FIRST CL AS S CONDITIONAL, yang dianggap benar dari sudut 
pandang penulisnya atau untuk tujuan penulisannya. Paulus menganggap bahwa pembacanya di gereja 
Roma adalah Orang Kristen yang hidup oleh Roh. 

□ "kamu hidup menurut daging, kamu akan mati" kedua KATA KERJA dai ay 13 berbentuk 
PRESENT TENSE, yang berbicara mengenai tindakan yang berkelanjutan. Alkitab mengungkapkan tiga 
tahapan kematian (1) kematian rohani (lih. Kej 2:17; 3:1-7; Ef 2:1); (2) kematian jasmani (lih. Kej 5); dan 
(3) kematian kekal (lih. Wah 2:11; 20:6,14; 21:8). Kematian yang dibicarakan dalam bagian ini adalah 
kematian rohani dari Adam (lih. Kej 3:14-19) yang menghasilkan kematian jasmani dari umat manusia 
(lih. Kej 5). 

Dosa Adam membawa kematian pada pengalaman manusia (lih. 5:12-21). Setiap kita atas dasar 
kehendak kita sendiri telah memilih untuk mengambil bagian dalam dosa. Jika kita memilih untuk tinggal 
di dalamnya, dosa akan membinasakan kita "secara kekal" (lih. Wah 20:6, 14, "kematian kedua"). 
Sebagai orang Kristen kita harus mati bagi dosa dan diri kita sendiri dan hidup bagi Allah (lih. Rom 6). 



153 



□ "jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup" Jaminan 
keselamatan orang percaya disahkan atau didemonstrasikan oleh gaya hidup keKristenan mereka (lih. 
Kitab PB Yakobus dan I Yohanes). Orang percaya tidak hidup dalah kehidupan barunya dengan usaha 
mereka sendiri, namun oleh pimpinan dari Roh (lih. ayl4). Namun demikian, sehari-hari, mereka harus 
menyerahkan diri mereka pada pengendalianNya (lih. Ef 5:17-18). 

Dalam konteks ini "perbuatan tubuh" dipandang sebagai kehidupan dalam jaman lama yang menuh 
dosa. Ini bukanlah penolakan terhadap kekekalan terhadan keberadaan jasmaniah (lih. 8:23) namun 
merupakan kontras antara Roh yang berdiam dalam kita (jaman baru) dan pergumulan dengan dosa 
(jaman lama). 

8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah" Ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE PARTICIPLE, 

yang menyatakan panduan yang berkelanjutan dari Roh. Ro menarik kita kepada Kristus dan kemudian 
membentuk Kristus dalam kita (lih. ay 29). KeKristenan lebih daripada sebuah keputusan. Melainkan 
adalah suatu pemuridan yang terus berlangsung, yang diawali dengan sebuah keputusan. Ini tidak 
menunjuk pada peristiwa, waktu, atau pelayanan yang khusus, namun kegiatan harian. 

□ "anak-anak Allah" Frasa JAMAK ini digunakan dalam PL untuk malaikat dan jarang untuk 
manusia. Bentuk kata TUNGGAL digunakan untuk Adam, Israel, Rajanya, dan Mesias. Di sini kata ini 
menunjuk pada orang-orag percaya. Dalam ay 14 kata Yunani huioi (anak-anak laki-laki) digunakan, 
dalam ayat 16, tekna (anak-anak). Kedua kata tersebut sinonim dalam konteks ini. 

8:15 "roh" Ayat ini, seperti ay 10, bersifat mendua. Yaitu dapat menunjuk pada roh yang baru dalam 
Kristus dari manusia yang telah ditebus atau Roh Kudus. Keduanya ditemukan di ayat 16. 

Ada beberapa tempat dalam tulisan Paulus yang menggunakan pengembangan ketata-bahasaan ini 
untuk menjelaskan apa yang dihasilkan Roh Kudus dalam orang percaya secara pribadi. 

1. di sini "bukan suatu oh perbudakan," "suatu roh pengangkatan anak," ay 15 

2. "suatu roh kelemah-lembutan," I Kor 4:21 

3. "suatu roh iman (kesetiaan), II Kor 4:13 

4. "suatu roh hikmat dan tentang perwahyuan," Ef 1 : 17 

Ada beberapa tempat, khususnya di I Korinrus, di mana Paulus menggunakan pneuma untuk 
menunjuk pada dirinya sendiri (lih. I Kor 2:11; 5:3,14; 7:34; 16:8; dan Kol 2:5). Dalam konteks ini 
secara meyakinkan ay 10 dan 15 sangat cocok dengan kategori ini. 

□ "(dari) perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi" Ciri-ciri dari sifat lama adalah rasa 
takut. Ciri-ciri dari sifat baru dijelaskan di ay 14-17. 

□ "menjadikan... anak" Mengangkat anak sangatlah sulit menurut Hukum Roma, namun sekali 
berhasil, sifatnya permanen, (lih. Gal 4:4-6). Penggambaran ini mendukung kebenaran teologis tentang 
jaminan bagi orang percaya. Seorang anak lahiriah dapat dicabut hak warisnya, anak angkat tidak. Ini 
adalah penggambaran kekeluargaan favorit dari Paulus untuk menjelaskan tentang keselamatan (lih. ay 
15, 23). Yohanes dan Petrus menggunakan penggambaran kekeluargaan yang berhubungan, yaitu "lahir 
baru" (lih. Yoh 3:3; IPet 1:3,23). 

□ "Abba" Istilah bahasa Aram ini adalah panggilan seorang ayah oleh anaknya di rumah, ("bapa" or 
"ayah"). Yesus dan murid-murid berbicara dalam bahasa Aram. Orang percaya sekarang dapat datang 

154 



kepada Allah yang Maha Kudus dengan menggunakan darah Kristus, melalui Roh yang diam dalam kita 
dengan iman yang teguh dan keyakinan keluarga (lih. Markus 14:36; Gal. 4:6). Apakah tidak 
mengagumkan bahwa manusia yang jatuh dapat memanggil Allah, Bapa, dan bahwa Roh Kudus yang 
abadi akan menghendaki hal ini! Lihat Topik Khusus: Bapa pada 1:7. 

8:16 "Roh itu (sendiri)" kata bahasa Yunani dari Roh ialah neuter, oleh karena itu, KJV 
menterjemahkannya sebagai "Roh, sendiri," namun Roh adalah suatu pribadi; Ia dapat berduka (cf. Eph. 
4:30;IThess. 5:19), so "Himself ' is a better translation. 

"bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah." Sebagaimana 
dicatat dalam ay 13, satu aspek dari jaminan iman adalah kehidupan orang percaya yang diubahkan dan 
terus berubah, (lih. kitab PB Yakobus dan I Yohanes). Aspek lain dari jaminan adalah bahwa Roh yang 
berdiam dalam kita telah menggantikan rasa takut pada Allah dengan kasih kekeluargaan. Catat 
terjemahan dan pungtuasi dari RSV dan NRSV, "ketika kita berseru, ya Abba! Ya Bapa! Roh Kudus 
sendirilah yang menjadi saksi bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah" (lih. Gal 4:6). Ini 
menyatakan bahwa jaminan ini datang ketika orang percaya dapat memanggil Allah Bapa, oleh Roh 
Kudus. 

Roh yang menjadi saksi di dalam memang tak dapat didengar, namun nyata kerjaNya. 

1 . rasa bersalah akibat dosa 

2. kerinduan untuk menjadi seperti Kristus 

3 . kerinduan untuk bersama dengan keluarga Allah 

4. lapar akan firman Allah 

5 . rasa perlu untuk melakukan penginj ilan 

6. rasa perlu untuk memberikan pengorbanan Kristen 

Ini adalah jenis kerinduan dari dalam yang menyediakan suatu bukti iman dari pertobatan. 
Jaminan keselamatan telah dibelokkan menjadi hal-hal yang bersifat denominasional: 

1. Teologia Katholik Romawi menolak kemungkinan jaminan dalam kehidupan ini namun 
mendasarkan keyakinan dalam keanggotaan seseorang pada suatu gereja yang "benar". 

2. John Calvin (tradisi Reformasi) mendasarkan jaminan pada pemilihan (pradestinasi), namun tak 
seorangpun dapat mengetahuinya dengan yakin sampai setelah masa kehidupan ini, yaitu pada 
Hari Penghakiman. 

3. John Wesley (tradisi Methodist) medasarkan jaminan pada suatu kasih yang sempurna (hidup di 
atas dosa yang diketahui) 

4. sebagian besar Baptist telah cenderung mendasarkan jaminan pada janji-janji Alkitabiah tentang 
anugerah yang cuma-cuma (namun mengabaikan semua peringatan dan teguran). 

Ada dua bahaya yang berkaitan dengan penyajian PB yang bersifat paradoks mengenai jaminan orang 
Kristen: 

5. penekanan yang berlebihan pada "sekali selamat, selalu selamat" 

6. penekanan yang berlebihan pada prestasi manusia dalam pemeliharaan keselamatan. 

Ibrani 6 dengan jelas mengajarkan "sekali keluar, selalu di luar," Usaha manusia (pekerjaan yang 
baik) tidak memelihara keselamatan orang percaya (lih. Gal 3:1-14). Namun pekerjaan yang baik adalah 
tujuan dari kehidupan keKristenan (lih. Ef 2:10). Ini adalah hasil alamiah dari pertemuan dengan Allah 
dan memiliki Roh yang berdiam di dalam. Itu semua adalah bukti dari kesungguhan pertobatan 
seseorang. 

Jaminan tidak dimaksudkan sebagai pelembutan dari seruan Alkitab akan kekudusan! Secara teologis, 
jaminan didasarkan pada sifat dan tindakan dari Allah Tritunggal: 

155 



1 . Kasih dan kemurahan Bapa 

2. Karya pengorbanan paripurna dari Anak 

3. Penarikan kepada Kristus oleh Roh yang kemudian membentuk Kristus dalam orang percaya 
yang bertobat. 

Bukti dari keselamatan ini adalah pandangan terhadap dunia yang diubahkan, hati yang diubahkan, 
gaya hidup yang diubahkan, dan pengharapan yang diubahkan! Baukti ini tidak dapat didasarkan atas 
keputusan emosional di masa lalu yang tanpa disertai oleh bukti gaya hidup (yaitu, buah-buah, lih. Mat 
7:15-23; 13:20-22; Yoh 15). Jamina, seperti keselamatan, seperti kehidupan keKristenan dimulai dengan 
suatu tanggapan terhadap kemurahan Allah dan melanjutkan tanggapan tersebut disepanjang kehidupan 
ini. Suatu kehidupan iman yang diubahkan dan terus berubah! 

□ "bersaksi" Ini adalah satu lagi kata majemuk syn. Roh menjadi saksi bersama dengan roh orang 
percaya. Paulus menggunakan istilah kata majemuk ini dalam 2:15; 8:16 dan 9:1. 

8:17 "jika" Ada serentetan KALIMAT CONDITIONAL dalam ay 9,10,11,13 (dua kali), dan 17 (dua 
kali). Kesemuanya adalah KALIMAT FIRST CL AS S CONDITIONAL, yang dianggap benar dari sudut 
pandang penulisnya atau untuk tujuan penulisannya. Paulus menganggap bahwa pembacanya di gereja 
Roma adalah Orang Kristen. 

□ Dalam ayat ini ada tiga kata majemuk yang menggunakan syn, yang artinya "berpartisipasi secara 
bersama dengan". Orang-orang percaya berbagi hak waris bersama Kristus; orang percaya berbagi 
penderitaan bersama Kristus; dan orang percaya akan berbagi kemuliaan bersama Kristus. Ada lagi kata 
majemuk syn dalam ay 22 (dua kali), 26 & 28. Ef 2:5-6 juga memiliki tiga kata majemuk syn yang 
menjelaskan kehidupan orang percaya dalam Kristus. 

□ "ahli waris" Ini adalah satu lagi penggambaran kekeluargaan untuk menjelaskan mengenai orang 
percaya (lih. 4:13-14; 9:8; Gal 3:29). Lihat Topik Khusus beriut ini. 



TOPIK KHUSUS: WARISAN ORANG-ORANG PERCAYA 

Kitab suci membicarakan tentang orang-orang percaya yang mewarisi banyak hal karena hubungan 
mereka dengan Yesus yang adalah pewaris dari segala hal. (lih. Ibr 1:2), dan mereka sebagai yang ikut 
mewarisi (lih. Rom 8:17; Gal 4:7) dari 

1. kerajaan Allah (lih. Mat 25:34, 1 Kor 6:9-10; 15:50) 

2. kehidupan kekal (lih. Mat 19:29) 

3. janji-janji Allah (lih. Ibr 6:12) 

4. perlindungan Allah atas janji-janjiNya (lih. I Pet 1:4; 5:10). 



a 

NASB, NKJV "jika kita menerita bersama-sama dengan Dia" 

NRSV "jika, dalam kenyataannya, kita menderita bersama Dia" 

TEV "karena jika kita berbagi penderitaan-penderitaan Kristus" 

JB "berbagi penderitaan-penderitaanNya" 

Penderitaan adalah norma bagi orang ercaya di dalam suatu dunia yang jatuh (lih. Mat 5:10-12; Yoh 
15:18-21; 16:1-2; 17:14; Kis 14:22; Rom 5:3-4; 8:17; II Kor 4:16-18; Flp. 1:29; I Tes 3:3; II Tim 3:12; 



156 



Yak 1:2-4; I Pet 4:12-19). Yesus telah menetapkan polanya (lih. Ibr 5:8). Bagian selanjutnya dari pasal 
ini mengembangkan tema ini. 

"dipermuliakan bersama-sama dengan Dia" Dalam tulisan-tulisan Yohanes kapanpun Yesus 
membicarakan tentang kematianNya, Ia menyebutnya "dipermuliakan". Yesus dipermuliakan oleh 
penderitaanNya. Orang-orang percaya, secara posisional dan seringkah pengalaman, berbagi peristiwa 
kehidupan (lih. Rom 6). Lihat Topik Khusus: Memerintah dalam Kerajaan Allah pada 5:17-18. 

NASKAH NASB (UPDATED): 8:18-25 

18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan 
kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk 
menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan 
kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah 
menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan 
dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak- 
anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan 
sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah 
menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan 
pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam 
pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang 
masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita 
lihat, kita menantikannya dengan tekun. 

8:18 "yakin" Secara huruflah ini adalah "menambahkan". Ini adalah suatu PRESENT MTDDLE 
INDICATIVE. Paulus melanjutkan pemikiran mengenai implikasi dari pnderitaan Kristen. Ini adalah 
istilah akuntansi yang artinya ialah sampai pada keseimpulan yag telah diteliti dengan seksama. Ini 
adalah suatu tema yang berulang dalam kitab Roma (lihat catatan pada 2:3). Orang percaya harus hidup 
dalam terang kebenaran rohani yang mereka pahami. 

□ "penderitaan" Kita mendapatkan suatu gambaran mengenai penderitaan yang menyertai pelayanan 
pada Kristus di dalam I Kor 4:9-12; II Kor 4:7-12; 6:4-10; 11:24-27; Ibr 11:35-38. 

□ "(dari) zaman sekarang ini" Orang -orang Yahudi percaya bahwa sejarah dunia ini terbagi dalam 
dua jaman, jaman sekarang yang jahat dan jaman kebenaran yang akan datang, (lih. Mat 12:32; Mar 
10:30). PL berhaap kedatangan Mesias untuk menyusun jaman kebenran ini. Namun demikian, kedua 
kedatang Kristus, pertama sebagai Juru Selamat (inkarnasi) dan kedua sebagai Tuhan (Kedatangan 
Kedua), menyebabkan ketumpang tindihna dari kedua jaman ini. Orang-orang percaya hidup dalam 
ketegangan antara "yang telah" dan "yang belum" dari Kerajaan Allah. Lihat Topik Khusus: Jaman ini 
dan Jaman Mendatang pada 12:2. 

□ "dapat (layak). . .kemuliaan" Kedua istilah ini berhubungan dengan konsep PL tentang bobot — 
berat berarti berharga. "Layak" berasal dari istilah perdagangan yang berarti "berbobot seberat". Istilah 
Ibrani untuk "kemuliaan" juga berasal dari akar kata "menjadi berbobot", dalam pengertian menjadi 
berharga, seperti emas. Lihat catatan seklengkapnya pada 3:23. 



157 



Istilah "kemuliaan" dalam tulisan-tulisan Paulus mempunyai suatu orientasi eskatologis. Istilah ini 
menunjuk pada kuasa dan kemegahan dari Kristus yang ditinggikan dan dimuliakan dan yang sedang 
datang kembali (lih. Kol 3:4). Lihat Topik Khusus: Kemuliaan pada 3:23. 

□ "yang akan dinyatakan pada kita" PASSIVE (deponent) VOICE ini menunjuk pada Allah atau 
Roh sebagai pelaku (lih. ay 20). Orang percaya hidup dalam kehidupan ini oleh iman bukan penglihatan 
(lih. ay 24 & I Kor 2:9; 13:12; II Kor 5:7 & Ibr 1 1 :1). 

8:19 "dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan" Ciptaan badani dipersonifikasikan sebagai 
seseorang dengan leher yang terulur mencari suatu cakrawala. Ciptaan telah dipengaruhi secara negatif 
oleh pemberontakan Adam dan Hawa (lih. Kej 3:17-19). Segenap ciptaan pada akhirnya akan ditebus 
(kecuali bagi malaikat pemberontak, manusia yang tidak percaya, dan tempat yang dipersiapkan untuk 
mengasingkan mereka, lih. Bruce Corley dan Curtis Vaughan, Kitab Roma . hal. 95, catatan kaki 46). 



TOPIK KHUSUS: SUMBERDAYA ALAM 

I. Pendahuluan 

A. Semua ciptaan adalah suatu latar belakang atau panggung bagi kisah kasih Allah terhadap umat 
manusia. 

B. Berbagi dalam kejatuhan (lih. Kej 3:17; 6:lff; Rom 8:18-20). Juga, akan berbagi dalam penebusan 
eskatologis (lih. Yes 11:6-9; Rom 8:20-22; Wah 21-22). 

C. Penuh dosa, umat manusia yang jatuh telah memperkosa lingkungan alam dengan kebebasan yang 

mementingkan diri sendiri. Berikut adalah kutipan dari Kanon Westminster oleh Edward 
Carpenter. 

". . .penyerangan yang tak berbelas kasihan oleh manusia, dalam suatu konteks yang global, 
terhadap alam sekitar mereka — yaitu terhadap ciptaan Allah — serangan terhadap udara yang 
dikotorinya dengan polusi; batang-batang air alamiah yang dipenuhinya dengan limbah, 
tanah yang diracuninya; hutan-hutan yang ditebanginya, tanpa mempedulikan pengaruh 
jangka panjang dari tindakan perusakan yang ceroboh ini. Serangan-serangan ini adalah satu 
demi satu dan tidak terkoordinir. Sangatlah langka perhatian dan rasa hormat yang diberikan 
pada keseimbangan alam, dan konsekuensinya masih sangat kecillah rasa tanggung jawab 
mengenai hutang atau kewajiban dari satu generasi terhadap generasi berikutnya." 

D. Bukan hanya kita menuai hasil polusi dan eksploitasi planet kita, namun anak-cucu kita akan menuai 
konsekuensi yang jauh lebih parah, dan tak bisa di perbaiki kembali. 

II. Bahan Alkitabiah 
A. Perjanjian Lama 

1. Kejadian 1-3 

a. Ciptaan adalah suatu tempat khusus yag diciptakan oleh Allah untuk persekutuan dengan 
umat manusia (lih. Kej 1 : 1-25). 

b. Ciptaan adalah baik (lih. Kej 1:4,10,12,18,21,25), sungguh sangat baik (lih. Kej 1:31). Ini 
dimaksudkan untuk menjadi saksi Allah (lih. Maz 19:1-16). 

c. Manusia ialah maksud yang terutama (mahkota) dari ciptaan (lih. Kej 1 :26-27). 



158 



d. Manusia dimaksudkan untuk melaksanakan penguasaan (Ibrani, "menapak") sebagai 
seorang pengurus rumah tangga bagi Allah (lih. Kej 1:28-30; Maz 8:3-8; Ibr 2:6-8). Allah 
adalahdan tetap sebagai Pencipta/Pememlihara/Penebus/Tuhan atas segala ciptaan (lih. Kel 
19:5; Ayb 37-41; Maz 24:1-2; 95:3-5; 102:25; 115:15; 121:2; 124:8; 134:3; 146:6; Yes 
37:16). 

e. Pengelolaan umat manusia atas ciptaan dapat di lihat dalam Kej 2:15, "mengolahnya dan 
memelihara dan melindunginya" (lih. Im 25:23; I Taw 29:14). 

2. Allah menyayangi ciptaan, khususnya binatang-binatang. 

a. Hukum Musa bagi perlakuan yang pantas terhadap binatang. 

b. YHWH bermain denganp Lewiatan (lih. Maz 104:26) 

c. Allah mempedulikan binatang-binatang (lih. Yunus 4:11) 

d. Kehadiran alam secara eskatologis (lih. Yes 1 1 :6-9; Wah 21-22) 

3. Alam, sampai batas tertentu, memuliakan Allah. 

a. Mazmur 19:1-6 

b. Mazmur 29:1-9 

c. Ayub 37-41 

4. Alam adalah salah satu cara yang Allah gunakan untuk menunjukkan kasih dan loyalitas pada 
perjanjianNya. 

a. Ulangan 27-28; I Raja-raja 17 

b. Keseluruhan kitab nabi-nabi 
B. New Testament 

1. Allah dipandang sebagai pencipta. Hanya ada satu Pencipta, Allah Tritunggal (Elohim, Kej 1:1; 
Roh, Kej 1:2; dan Yesus, PB). Segala hal yang lain adalah diciptakan. 

a. Kisah 17:24 

b. Ibrani 11:3 

c. Wahyu 4: 11 

2. Yesus adalah pelaksana penciptaan dari Allah 

a. Yohanes 1:3,10 

b. IKorintus8:6 

c. Kolose 1:16 

d. Ibrani 1:2 

3. Yesus berbicara mengenai kepedulian Allah akan alam secara tidak langsung dalam khotbah- 
khotbahNya. 

a. Matius 6:26,28-30, burung-burung diudara dan bunga bakung di padang 

b. Matius 10:29, burung pipit 

4. Paulus menyatakan bahwa semua manusia bertanggung jawab atas pengenalannya akan Allah 
dalam penciptaan (yaitu perwahyuan alamiah, lih. Rom 1:19-20; Wah 21-22). 

III. Kesimpulan 

A. Kita terikat pada hukum-hukum alam! 

B. Manusia yang penuh dosa telah menyelewengkan pemberian Allah yaitu alam sebagaimana juga 
pemberian-pemberian indah yang lain yang dari Allah. 

C. Hukum alam adalah bersifat sementara. Semuanya akan berlalu (II Pet 3:7). Allah menggerakkan 
dunia kita kepada suatu keterkaitan yang histories. Dosa akan merajalela, namun Allah telah 
menetapkan batasannya. Ciptaan akan ditebus (lih. Rom 8:18-25). 

159 



□ "dinyatakan" Kata ini berarti "membuka layar kembali" sedemikian seperti menyingkap atau 
menginformasikan. Ini juga merupakan judul dari buku terakhir dari Perjanjian baru "Wahyu". 
Kedatangan Kedua sering dihubungkan dengan suatu wahyu atau kedatangan (lih.. I Kor 1:7-8; I Pet 
17,13). 

□ "anak-anak Allah" Ini adalah penggambaran kekeluargaan yang umum yang digunakan untuk 
menjelaskan tentang orang Kristen (lih. 8:14,16). Ini berbicara tentang Allah sebagai Bapa dan Yesus 
sebagai anak tunggalNya (lih. Yoh 1:18; 3:16,18; Ibr 1:2; 3:6; 5:8; 7:28; I Yoh 4:9). 

Dalam PL Israel adalah anak Allah (lih. Hos 11:1), namun Raja juga adalah anak Allah (lih. II Sam 
7). Konsep ini pertama-tama disebutkan dalam PB di kitab Mat 5:9 (juga lih. Yoh 1:12; II Kor 6:18; Gal 
3:26; I Yoh 3: 1,10; Wah 21:7). 

8:20 

NASB, NKJV, 

NRSV "Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan" 

TEV "Karena ciptaan telah dihukum untuk menjadi tak berguna" 

JB "Sama sekali bukanlah karena kesalahannya hingga ciptaan tidak mampu 

mencapai tujuan penciptaannya" 

Ini dapat diterjemahkan sebagai "kesia-siaan". Kata ini digunakan beberapa kali dalam Septuaginta — 
tak berarti, tak layak, tak berguna, illah palsu (berhala), dan kekosongan. Semua ciptaan menjadi tak 
berguna bagi maksud yang dikehendaki Allah (lih. Kej 3:17-19), namun satu kali Allah akan 
menghilangkan kutukan dari Kejatuhan tersebut (lih. Wah 22:3). Ini bukan dunia seperti yang 
dimaksudkan oleh Allah! 

□ "oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan" KATA 
KERJAnya di sini berbentuk AORIST PASSIVE dan nampaknya menunjuk pada Allah (lih. NASB, 
NKJV, TEV). Ialah yang telah menaklukkan ciptaan fisik pada kesia-siaan 

1 . karena pemberontakan manusia 

2. sebagai upaya untuk membalikkan manusia kepada DiriNya (lih. Ulangan 27-29) 

Kesuasaan yang disengaja ini hanya akan ada untuk sementara waktu saja. Manusia yang telah ditebus 
memiliki suatu janji masadepan secara fisik (tubuh dab dunia). 

Allah telah mengetahui pemberontakan Adam sebelum terjadi. Ia mengijinkannya terjadi dan 
memilih untuk bekerjasama dengan manusia yang jatuh di dunia yang jatuh. Ini bukanlah dunia seperti 
yang dimaksudkan Allah. Ini bukanlah dunia seperti yang akan ada satu hari nanti. (lih. II Pet 3:10; Wah 
21:1-3). Lihat catatan tentang "pengharapan" pada 5:2. 

8:21 "karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan" Alam 
akan menjadi bagian dari kekekalan (lih. Yes 11:6-10). Surga akan datang kembali di bumi yang telah 
diciptakan kembali (lih. Mat 5:18; 24:35; II Pet 3:10; Wah 21:1). Masa depan kemungkinan besar akan 
kembali kepada sukacita Eden; persekutuan antara Allah dan manusia, pribadi dengan pribadi, manusia 
pada binatang-binatang, dan manusia dengan bumi! Alkitab dimulai dengan Allah, manusia, dan 
binatang-binatang dalam suatu persekutuan yang serasi dalam kondisi latar belakang suatu taman (lih. 
Kej 1-2) dan Alkitab diakhiri dengan cara yang serupa (lih. Wahyu 21-22). 

□ "kebinasaan" See Special Topic at 1:23. 

160 



□ "masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah" Dalam ay 14 orang-orang percaya 
disebut "anak-anak (laki-laki) Allah"; di ay 16 "anak-anak Allah"; dan dalam ay 17 "ahli waris Allah". 
Dalam ay 18 kemuliaan eskatologis Allah dinyatakan pada orang percaya. Sekarang di ay 19 ciptaan 
menantikan pengungkapan tentang anak-anak Allah karena mereka akan berbagi kemuliaan eskatologis, 
(lih ay 21). Pemulihan ciptaan ini, dan khususnya manusia, akan mengijinkan terjadinya penggenapan 
maksud mula-mula dari penciptaan — Allah dan umat manusia yang diciptakan menurut gambarNya 
dalam suatu persekutuan yang intim. 

8:22 "segala makhluk sama-sama mengeluh" Ini satu lagi dari kata majemuk syn dari Paulus, "sama- 
sama mengeluh." Ia pasti telah menciptakan bayak hal ini. Kemungkinan ia sedang mengarah pada Yer 
12:4,11 (lih. UI 27-29), dimana tanah Israel meratap karena kehancuran yang disebabkan oleh dosa 
manusia. 

□ "merasa sakit bersalin" Dalam lingkungan Yahudi konsep ini sering disebut "sakit bersalin dari 
jaman baru" (lih. Mar 13:8). Terbitnya hari barukebenaran tidak akan tanpa masalah. Kondisi moral dan 
rohani dari planet yang jatuh ini akan semakin memburuk (lih. II Tes 2:1-12; dan juga tujuh meterai, 
sangkakala, dan cawan dari Wahyu 5-18) 

Ada tiga macam "keluhan" dalam konteks ini: (1) penciptaan (ay 22); (2) orang percaya (ay 23); dan 
(3) Roh sebagai pengantara (ay 26), ketiganya ini adalah disebabkan oleh Kejadian 3 (penggambarannya 
berasal dari ay 16). 

8:23 "kita. . .kita. . .kita" KATA GANTI ini tegas dan diulang. 

□ "karunia sulung Roh" Istilah ini dalam bahasa Yunani moderen digunakan untuk "sebuah cincin 
pertunangan". Ini analog dengan "meterai Roh" dalam II Kor 1:22; dan "jaminan Roh" dalam II Kor 5:5; 
dan Ef 1:14. 

Buah sulung dalam PL adalah janji akan panen yang akan datang. Buah ini melambangkan 
kepemilikan Allah atas seluruh hasil panen. Roh adalah buah sulung dari jaman yang baru sebagaimana 
Yesus adalah buah sulung dari kebangkitan (lih. I Kor 15:20). Orang percaya, sebagai anak Allah, bahkan 
sekarang mengalami sesuatu dari sukacita surga dengan melalui Roh Kudus yang diam bersama dan di 
dalam mereka. Inilah ketegangan antara "yang telah ada" namun "belum ada" dari ketumpang tindihan 
dari dua jaman Yahudi tersebut. Orang percaya adalah warga negara Surga dan penduduk bumi! 

□ "kita juga mengeluh dalam hati kita" Nampaknya ini menunjuk pada ketegangan dialektik antara 
"yang telah" dan "yang belum" dari jaman Yahudi yang bertumpang tindih. Kerajaan Allah hadir namun 
belum disempurnakan. Orang percaya memliki hidup kebangkitan, namun mereka msih harus mati secara 
jasmani, (lih. II Kor 5:2-4). Kita telah diselamatkan, namun masih berdosa (Roma 7). 

□ "sambil menantikan pengangkatan sebagai anak" Adopsi adalah penggambaran kekeluargaan dari 
keselamatan yang paling disukai Paulus (lih. ay 15). Keselamatan orang percaya adalah suatu proses yang 
dimulai dengan suatu keputusan awal pertobatan dan iman dan berkembang menjadi keserupaan dengan 
Kristus yang bertumbuh. Orang percaya tidak akan sepenuhnya selamat sampai pada Hari Kebangkitan 
(lih. ay30&IYoh3:2). 



161 



Istilah "adopsi" diabaikan dalam beberapa naskah Yunani kuno (lih. MSS P 46 , D, F, G, dan beberapa 
versi Latin kuno. Namun demikian, kata ini dicakup dalam versi-versi N, A, B, C, beberapa Latin kuno, 
the Vulgate, Syriac, Coptic, dan Armenian. UBS 4 menilai pencakupan ini sebagai "A" (pasti). 

□ "pembebasan tubuh kita" Istilah ini berarti "membeli kembali" Konsep ini digunakan dalam PL 
untuk menjelaskan tentang seseorang yang dibebaskan dari pembebasan oleh seorang saudaranya (go 'el). 
Kata ini digunakan sebagai penggambaran akan pembebasan dari Allah terhadap manusia yang jatuh dari 
perbudakan dosa. Harga yang dibayarkan adalah hidup dari jelmaan Anak yang tak berdosa. Lihat Topik 
Khusus pada 3:24. 

KeKristenan, sebagaimana Yudaisme (lih. Ayb 14:14-15; 19:25-26; Dan 12:2), menyatakan bahwa 
orang percaya akan mempunyai suatu tubuh jasmani (walau tidak berarti bersifat kemanusiaan, lih. I Kor 
15:35-49) dalam kekekalan. Tubuh rohani orang percaya akan dipersiapkan secara sempurna untuk 
kehidupan di jaman baru, hidup dalam persekutuan yang intim dengan Allah. 

8:24 "kita diselamatkan dalam pengharapan" Ini adalah sebuah AORIST PASSIVE INDICATIVE. 

Sebagaimana ay 23 menunjuk pada keselamatan kta di masa depan, ay 24 menunjuk pada keselamatan 
kita di masa lalu melalui pekerjaan Roh. PB menggunakan beberapa BENTUK KATA KERJA untuk 
menjelaskan tentang keselamatan. 

1. AORIST, Kis 15:11 (Rom 8:24; II Tim 1:9; Titus 3:5; dan Rom 13:11 digabung dengan AORIST 
yang berorientasi MASA DEPAN) 

2. PERFECT, Ef 2:5,8 

3. PRESENT, I Kor 1:18; 15:2; II Kor 2:15; I Pet 3:21; 4:18 

4. MASA DEPAN (dalam BENTUK KATA KERJA atau kesimpulan kontekstual), Rom 5:9,10; 
10:9; I Kor 3:15; Flp 1:28; I Tes 5:8-9; Ibr 1:14; 9:28. 

Oleh karena itu, keselamatan dimulai dengan suatu keputusan iman awal dan menerbitkan suatu 
proses iman gaya hidup yang satu hari nanti akan disempurnakan penampakannya (lih. I Yohanes 3:2). 

8:25 "pengharapan" Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



TOPIK KHUSUS: PENGHARAPAN 

Paulus menggunakan kata ini dalam beberapa pengertian yang berkaitan namun berbeda. Sering kata 
ini dihubungkan dengan penyempurnaan iman orang percaya (mis. I Tim. 1:1). Hal ini dapat dinyatakan 
sebagai kemuliaan, hidup kekal, keselamatan tertinggi, Kedatangan Kedua, dll. Penyempurnaan adalah 
hal yang pasti, namun elemen waktunya adalah di masa depan dan tidak diketahui. Ini juga sering 
dihubungkan dengan "iman" dan "kasih" (lih. I Kor 13:13; I Tes 1:3; II Tes 2:16). Sebagian dari daftar 
penggunaan Paulus adalah: 

1. Kedatangan Kedua, Gal 5:5; Ef 1:18; 4:4; Titus 2:13 

2. Yesus ialah pengharapan kita, I Tim 1 : 1 

3. Orang percaya akan dipersembahkan pada Allah, Kol 1 :22-23; I Tes 2:19 

4. Pengharapan ada di dalam Surga, Kol 1:5 

5. Mempercayakan diri dalam injil, Kol 1 :23; I Tes 2:19 

6. Keselamatan Tertinggi, Kol 1:5; I Tes 4:13; 5:8 

7. Kemuliaan Allah, Rom 5:2, II Kor 3:12; Kol 1:27 

8. Keselamatan bagi orang bukan Yahudi oleh Kristus, Kol 1 :27 

9. laminan Keselamatan, I Tes 5:8 

162 



10. Kehidupan kekal, Titus 1:2; 3:7 


11. Hasil dari kedewasaan Kristen, Rom 5:2-5 


12. Penebusan dari segalka ciptaan, Rom 8:20-22 


13. Penyempurnaan Adopsi, Rom 8:23-25 


14. Gelar Allah, Rom 15:13 


15. Kerinduan Paulus bagi orang percaya, II Kor 1 :7 


16. PL sebagai panduan bagi orang percaya PB, Rom 15:4 



□ "dengan tekun" Istilah ini hupomone juga digunakan dalam 5:3 dan 15:4-5. Keselamatan orang 
percaya adalah dalam proses pendewasaan dan satu hari nanti akan disempurnakan. Ketekunan (lih. Wah 
2:8,11,17,26; 3:5,12,21; 21:7) ialah keseimbangan alkitabiah yang diperlukan bagi kelebihan penekanan 
dari aliran Baptis pada "sekali selamat, selalu selamat". Kebanyakan kebenaran alkitabiah dinyatakan 
dalam psangan-pasangan dialektis yang penuh ketegangan. 



TOPIK KHUSUS: PERLUNYA KETEKUNAN 

Doktrin Alkitabiah yang berhubungan dnegan kehidupan keKristenan ini sukar untuk diterangkan 
karena umumnya disajikan dalan bentuk pasangan-pasangan dialektis timur. Pasangan-pasangan ini 
nampak kontrdiktif, namun keduanya adalah alkitabiah. Orang Kristen dunia barat telah 
berkecenderungan untuk memilih salah satu kebenaran dan mengabaikan atau mengurangi arti penting 
dari kebenaran lawannya. Baiklah saya berikan gambarannya: 

1. Apakah keselamatan merupakan keputusan awal untuk mempercayakan diri pada Kristus atau 
suatu komitmen seumur hidup untuk pemuridan? 

2. Apakah keselamatan merupakan suatu pemilihan melalui anugerah dari Allah yang maha tinggi 
atau tanggapan percaya dan pertobatan dari manusia terhadap tawaran illahi? 

3. Apakah keselamatan, sekali diterima, tidak mungkin bisa hilang, atau perlukah ada suatu 
ketekunan yang berkelanjutan? 

Hal ketekunan ini telah menjadi bahan perdebatan di sepanjang sejarah gereja. Masalahnya dimulai 
dengan bagian-bagian dari PB yang nampak bertentangan satu sama lain: 
1 . naskah-naskah mengenai j aminan 

a. pernyataan Yesus (Yoh 6:37; 10:28-29) 

b. pernyataan Paulus (Rom 8:35-39; Ef 1:13; 2:5,8-9; Flp 1:6; 2:13; II Tes 3:3; II Tim 1:12; 
4:18) 

c. pernyataan Petrus ( I Pet 1 :4-5) 

2. naskah-naskah tentang perlunya ketekunan 

a. pernyataan Yesus (Mat 10:22; 13:1-9,24-30; 24:13; Mar 13:13; Yoh 8:31; 15:4-10; Wah 
2:7,17,20; 3:5,12,21) 

b. pernyataan Paulus (Rom 11:22; I Kor 15:2; II Kor 13:5; Gal 1:6; 3:4; 5:4; 6:9; Flp 2:12; 
3:18-20; Kol 1:23) 

c. pernyataan dari penulis kitab Ibrani (2:1; 3:6,14; 4:14; 6:11) 

d. pernyataan Yohanes (I Yoh 2:6; II Yoh 9) 

e. Pernyataan Bapa (Wah 21:7) 



163 



Keselamatan alkitablah menghasilkan mulai dari kasih, kemurahan, dan anugerah dari Allah 
Tritunggal Yang Tertinggi. Tak seorangpun dapat diselamatkan tanpa diawali oleh Roh (lih. Yoh 
6:44,65). Tuhan datang lebih dulu dan menetapkan agenda, namun menuntut manusia untuk 
menanggapinya dengan iman dan pertobatan, baik sebagai langkah awal maupun secara terus menerus. 
Allah bekerja dengan manusia dalam suatu hubungan perjanjian. Di dalamnya ada baik hak-hak dan 
kewaj iban-kewaj iban ! 

Keselamatan ditawarkan kepada seluruh manusia. Kematian Yesus telah menyelesaikan masalah 
dosa dari makhluk ciptaan yang jatuh. Allah telah menyediakan jalan, dan menghendaki mereka semua 
yang diciptakan menurut gambarNya untuk menanggapi kasih dan ketetapanNya daalam Yesus. 

Jika anda ingin membaca lebih banyak mengenai pokok bahasan ini dari sudut pandang non- 
Kalvinis, lihat 

1. Dale Moody, Firman Kebenaran, Eerdmans, 1981 (hal. 348-365) 

2. Howard Marshall, Dipelihara oleh Kuasa Allah, Bethany Fellowship, 1969 

3. Robert Shank, Kehidupan dalam Anak Allah, Westcott, 1961 

Alkitab menanggapi dua permasalahan yang berbeda di bidang ini: (1) penerimaan jaminan sebagai 
suatu ijin untuk hidup yang tak berbuah, mementingkan diri sendiri dan (2) mendorong mereka yang 
bergumul dengan pelayanan dan dosa pribadi. Masalahnya adalah bahwa kelompok yang salah 
mengambil berita yang salah dan membangun suatu system teologis atas dasar bagian-bagian alkitab 
yang sangat terbatas. Beberapa orang Kristen sangat memerlukan berita tentang penjaminan, sementara 
yang lainnya memerlukan suatu peringatan yang keras! Di kelompok mana anda berada? 



NASKAH NASB (UPDATED): 8:26-27 

26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana 
sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan- 
keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud 
Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 

8:26 "demikian juga" Ini menghubungkan pelayanan pengantaraan dari Roh dengan "mengeluh dan 
mengharap" yang disebutkan dalam ay 23-25. 

□ "Roh membantu" Ini adalah sebuah PRESENT MIDDLE (deponent) INDICATIVE. Ini merupakan 
sebuah kata majemuk ganda dengan syn (lih. ay 28) dan anti. Terjemahan terbaiknya adalah "berpegang 
kuat pada." Kata ini hanya dapat ditemukan di sini dan di Lukas 10:40. Keseluruhan Allah Tritunggal 
ialah bagi orang percaya. Allah Bapa, mengutus AnakNya untuk mati bagi manusia, dan Ia sekarang juga 
menjadi perantara bagi kita (lih. ay 34; I Yoh 2:1). Roh membawa umat manusia yang jatuh pada Kristus 
dan membentuk Kristus di dalam mereka (lih. Yoh 16:8-15). Namun demikian, kata "membantu", yang 
berarti "berpegang kuat pada seseorang", mengisyaratkan bahwa orang percaya juga memiliki bagian 
dalam suatu hak untuk menerima bantuan Roh (perantaraan/syafaat). 

□ "Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak 
terucapkan." Orang percaya mengeluh dalam kejatuhannya dan Roh mengeluh dalam doa syafaat untuk 
mereka. Roh di dalam umat tebusan berdoa bagi mereka, dan Yesus di sebelah kanan Allah juga berdoa 
bagi mereka, (lih. ay 27,34; Ibr 9:24; I Yoh 2:1). Pengantaraan ini menguatkan orang percaya untuk 



164 



berdoa, (lih. ay 15; Gal 4:6). Bagian ini dalam konteks tidak menunjuk pada anugrah rohani berbicara 
dengan bahasa lidah, namun doa syafaat Rof kepada Allah bapa atas nama orang-orang percaya. 

□ "doa syafaat" Lihat Topik Khusus: Penggunan Paulus akan Kata Majemuk Huper pada 1:30. 

8:27 "Allah yang menyelidiki hati nurani" Ini adalah sebuah tema yang berulang dalam PL (lih. I Sam 
2:7; 16:7; I Raj 8:39; I Taw 28:9; II Taw 6:30; Maz 7:9; 44:21; Ams 15:11; 20:27; 21:2; Yer 11:20; 17:9- 
10; 20:12; Luk 16:15; Kis 1:24; 15:8). Allah sungguh mengenal kita dan masih mengasihi kita (lih. 
Mazmur 139). 

□ "(Ia) berdoa (syafaat) untuk orang-orang kudus" Tugas Roh secara jelas disebut dalam Yoh 16:2- 
15. Salah satu di antaranya adalah menjadi perantara. 

Istilah "orang-orang kudus" selalu JAMAK kecuali dalam Flp 4:21 yang juga menunjuk pada orang- 
orang percaya. Orang-orang Kristen adalah anggota keluarga Allah, tubuh Kristus, gereja baru yang 
dibangun dari orang-orang percaya secara pribadi. Ini adalah keseimbangan teologis yang diperlukan 
bagi individualisme barat (gaya Amerika). Lihat Topik Khusus: Orang-orang Kudus pada 1:7. 



TOPIK KHUSUS: KEPRIBADIAN DARI ROH 

Ini adalah penyebutan pertama dari suatu pribadi "Roh Kudus" dalam kitab Roma (bukan 
penggunaan nama ini yang pertama kali, lih 5:5; 9:1; 14:17; 15:13,16). Dalam PL "Roh Allah" (yaitu, 
ruach) adalah suatu kekuatan yang menggenapkan maksud YHWH, namun tidak ada suatu petunjuk 
bahwa ia adalah suatu pribadi, (yaitu, monoteisme PL). Namun demikian, dalam PB kepribadian dan 
keoknuman Roh secara penuh didokumentasikan. 

1. Ia dapat dihujat (lih. Matl2:31; Mar 3:29) 

2. Ia mengajar (lih. Luk 12:12; Yoh 14:26) 

3. Ia menjadi saksi (lih. Yoh 15:26) 

4. Ia menyatakan kesalahan, membimbing (lih. Yoh 16:7-15) 

5. Ia disebut "siapa' (yaitu., hos) (lih. Ef 1 : 14) 

6. Ia bisa berduka (lih. Ef 4:30) 

7. Ia bisa dipuaskan (lih. I Tes 5:19) 

Naskah Trinitarian juga berbicara mengenai tiga oknum/pribadi 

1. Mat 28:19 

2. II Kor 13:14 

3. IPetl:2 

Roh berhubungan dengan kegiatan manusia. 

1. Kis 15:28 

2. Rom8:26 

3. IKor 12:11 

4. Ef4:30 

5. ITes5:15 

Di bagian paling awal dari Kisah Para Rasul peranan Roh ditekankan. Pentakosta bukanlah 
permulaan dari pekerjaan Roh, namun adalah suatu bab baru. Yesus selalu memiliki Roh Kudus. 
BaptisanNya bukan juga permulaan dari pekerjaan Roh, namun suatu bab baru. Lukas mempersiapkan 
gereja untuk suatu bab baru dari pelayanan yang efektif. Yesus tetap menjadi pusat pandangan, Roh 
Kudus tetap menjadi alat yang efektif, dan kasih, pengampunan dan pemulihan dari Bapa bagi seluruh 
manusia yang diciptakan menurut gambarNya adalah sasarannya! 

165 



NASB (UPDATED) TEXT: 8:28-30 

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan 
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan 
rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya 
dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi 

30 

yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka 
itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan 
mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. 

8:28 "segala sesuatu" Naskah kuno Yunani yang berhuruf besar A dan B memiliki "Allah menyebabkan 
segalanya" Naskah kuno Papirus P 46 memiliki "Allah" sebagai subyek dari "turut bekerja" Secara ketata- 
bahasaan bahkan sangat mungkin bahwa subyek dari ay 28 adalah "Roh" (lih. ay 27 dan NEB dan REB). 
Ayat ini juga berhubungan dengan "penderitaan" dari ay 17-18; dan "keluhan-keluhan" dari ay 23. Tak 
ada hal-hal semacam keberuntungan, nasib, atau ketidak sengajaan dalam hubungan dengan orang 
percaya. 

□ "turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan" Ini adalah PRESENT 
ACTIVE INDICATIVE. Ini juga adalah sebuah kata mejemuk dengan "syn" (lih. ay 26). Oleh karena 
itu, hal ini secara huruflah berarti "segala sesuatu terus bekerja dalam suatu kerjasama satu sama lain 
untuk suatu kebaikan." Ini adalah konsep yang sukar dalam dunia kejahatan dan penderitaan (dua buku 
yang sangat membantu dalam pemahaman pokok bahasan ini adalah Kebaikan Allah oleh Wenham dan 
Hannah Whithall Smith, Rahasia KeKristenan tentang Kehidupan yang Berbahagia). "Baik" di sini 
didefinisikan dalam ay 29 sebagai "sesuai dengan gambar AnakNya." 

Keserupaan dengan Kristus, bukan kemakmuran, ketenaran atau kesehatan, adalah rencana Allah bagi 
setiap orang percaya, yang tak dapat digantikan dengan apapun. 

□ "bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana 
Allah' 1 '' Ini adalah dua PRESENT ACTIVE PARTICIPLE. Ini adalah dua syarat yang terus mengijinkan 
orang percaya untuk memandang kehidupan tak peduli kondisi sekitar, dalam pengertian yang positif, 
(lih. ay 15). Lagi perhatikan adanya aspek perjanjian kembar dari kemerdekaan manusia ("kasih") dan 
kedaulatan Allah ("dipanggil"). 

8:29-30 Semua kata kerja yang digunakan di sini berbentuk AORIST ACTIVE INDICATIVE. Kata-kata 
ini membentuk suatu rantai dari sebelum waktu ada sampai waktu tidak ada lagi. Allah mengenal kita dan 
teteap bagi kita dan menginginkan kita untuk bersama denganNya. Ini adalah suatu konteks kebersamaan, 
bukan individual. Tindakan akhir dari pemuliaan masih ada di masa depan, namun dalam konteks ini hal 
tersebut dinyatakan sebagai suatu kejadian yang telah dicapai. 

8:29 "dipilih dari semula" Paulus menggunakan kata ini dua kali, di sini dan 11:2. Dalam 11:2 ini 
menunjuk pada perjanjian kasih Allah untuk Israel sebelum waktu ada. Ingat bahwa kata "mengenal" 
dalam bahasa Ibrani berhubungan dengan hubungan pribadi dan keintiman, bukan pada kenyataan dari 
seseorang (lih. Kej 4:1; Yer 1:5). Di sini kata ini diikut sertakan dalam suatu rantai peristiwa (lih. ay 29- 
30). Kata ini dihubungkan dengan pradestinasi. Namun demikian, harus dinyatakan bahwa pengenalan 
oleh Allah bukanlah dasar dari penunjukan karena jika demikian, maka berarti penunjukan akan 



166 



didasarkan pada tanggapan di masa depan dari manusia yang jatuh, yang berarti prestasi manusia. Kata 
ini juga didapati di Kis 26:5; I Pet 1:2,20 and UPet 3:17. 

□ "ditentukan dari semula (pradestinasi)" Kata "dikenal sejak semula" (proginosko) atau 
"pradestinasi" (proorizo) keduanya adalah kata majemuk dengan kata depan "sebelum" (pro) dan oleh 
karenanya, harus diterjemahkan sebagai "mengenal sebelumnya," "menetapkan batasan sebelumnya," 
atau "menandai sebelumnya." 

Bagian-bagian yang menetukan mengenai pradestinasi dalam PB adalah Rom 8:28-30; Ef 1:3-14 dan 
Rom 9. Naskah-naskah ini secara nyata menekankan bahwa Allah adalah berdaulat. Ia mengendalikan 
segala sesuatu sepenuhnya, termasuk sejarah manusia. Ada rencana penebusan yang telah ditetapkan 
sebelumnya yang dilaksanakan pada waktunya. Namun demikian, rencana ini bukan bersifat tergantung 
situasi atau hukum atau pilih-pilih. Ini bukan saja berdasarkan pada kedaulatan dan pengenalan 
sebelumnya dari Allah, namun pada karakterNya yang tak berubah yaitu kasih, kemurahan, dan anugerah 
yang tanpa syarat. 

Kita harus berhati-hati tentang individualisme barat (gaya Amerika) atau semangat evangelikal kita 
yang mewarnai kebenaran yang mengagumkan ini. Kita harus juga menjaga aagar tidak terpolarisasi 
kedalam pertentangan histories dan teologis antara Agustinus melawan Pelegius atau Kalvinis melawan 
Armenianisme. 

Pradestinasi bukanlah doktrin untuk membatasi kasih, kemurahan dan anugerah Allah, dan bukan 
pula menyisihkan beberapa hal tersebut dari injil. Ini dimaksudkan untuk menguatkan orang percaya 
dengan cara membentuk pandangan mereka terhadapa dunia. Allah adalah bagi semua manusia (lih. Yoh 
3:16; I Tim 2:4; II Pet 3:9). Allah menguasai segala perkara. Siapa atau apa yang dapat memisahkan kita 
dari Dia (lih. Rom 8:31-39)? Pradestinasi membentuk satu dari dua cara memandang kehidupan. Allah 
memandang semua sejarah sebagai saat ini. Manusia terikat dengan waktu. Sudut pandang dan 
kemampuan mental kita terbatas. Tidak ada kontradiksi antara kedaulatan Allah dengan kehendak bebas 
manusia. Ini adalah suatu struktur perjanjian. Ini adalah satu lagi contoh dari kebenaran alkitabiah yang 
diberikan dalam suatu ketegangan dialektis. Doktrin alkitabiah biasanya disajikan dari sudut-sudut 
pandang yang berbeda. Bahkan kadang-kadang nampak saling bertentangan. Kebenaran ialah suatu 
keseimbangan antara pasangan-pasangan yang sepertinya saling berlawanan. Kita tidak boleh 
menhilangkan ketegangan dengan memilih salah satu dari kebenaran-kebenaran tersebut. Kita tidak boleh 
menyisihkan salah satu kebenaran alkitabiah kedalam suatu kotak secara tersendiri. 

Penting untuk ditambahkan, bahwa sasaran dari pemilihan atau penunjukan bukan hanya surga ketika 
kita mati, namun keserupaan dengan Kristus sekarang (lih. Ef 1:4; 2:10)! Kita telah dipilih untuk 
menjadi "kudus dan tak bercela". Allah memilih untuk mengubah kita sehingga orang lain bisa melihat 
perubahan tersebut dan menaggapiNya dalam Kristus oleh iman. Pradestinasi bukanlah suatu hak 
istimewa secara pribadi namun tanggung jawab perjanjian! 

□ "menjadi serupa dengan gambaran AnakNya" Ini adalah kebenaran utama dari bagian ini. Ini 
adalah sasaran dari keKristenan (lih. Gal 4:19; Ef 4:13). Kekudusan adalah kehendak Allah bagi setiap 
orang percaya. Pemilihan oleh Allah adalah untuk keserupaan dengan Kristus (lih. Ef 1:4), bukan suatu 
status kusus. Gambar Allah yang telah diberikan kepada manusia pada saat penciptaan (lih. Kej 1:26; 
5:1,3; 9:6) akan dipulihkan (lih. Kol 3:10). Lihat catatan pada 8:21 dan Topik Khusus: Dipanggil pada 
1:6. 

□ "supaya Ia... menjadi yang sulung di antara banyak saudara" Dalam Mazmur 89:27 "anak 
sulung" adalah gelar dari Mesias. Dalam PL anak sulung laki-laki memiliki keunggulan dan hak 
istimewa. Isitilah ini digunakan dalam Kol 1:15 untuk menunjukkan keunggulan Yesus dalam ciptaan 



167 



dan dalam Kol 1:18 dan Wah 1:5 untuk menunjukkan keunggulan Yesus dalam kebangkitan. Ddalam 
naskah ini orang percaya melalui Dia, dibawa kedalam keunggulanNya! 

Istilah ini tidak menunjuk pada inkarnasi Yesus, namun pada Dia sebagai kepala dari bangsa yang 
baru (lih. 5:12-21), yang bertama dari suatu urutan, pelopor pembuka jalan bagi iman kita, jalur dari 
berkat Allah Bapa bagi keluarga iman! Lihat Topik Khusus di bawah. 



TOPIK KHUSUS: ANAK SULUNG 

Kata "anak sulung" (prototokos) dignakan dalam Alkitab dalam beberapa pengertian yang berbeda- 
beda. 

1. Latar belakang PL nya menunjuk pada keunggulan dari anak sulung laki-laki dari suatu keluarga 
(lih. Maz 89:27; Luk 2:7; Rom 8:29; Ibr 11:28) 

2. Penggunaannya dalam Kol 1:15 berbicara tentang Yesus sebagai yang sulung dari ciptaan yang 
kemungkinan adalah kiasan PL terhadap Ams 8:22-31, atau Pelaksana dari penciptaan Allah (lih. 
Yoh 1:3; I Kor 8:6; Kol 1:15-16; Ibr 1:2) 

3. Penggunaannya dalam Kol 1:18; I Kor 15:20 (dan di sini) menunjuk pada Yesus sebagai yang 
sulung dari yang mati. 

4. Merupakan gelar PL bagi Mesias (lih. Maz 89:27; Ibr 1:6; 12:23). Ini adalah gelar yang 
kenggabungkan beberapa aspek dari keutamaan dan sentralitas Yesus. Dalam konteks ini #3 
atau #4 adalah yang paling cocok. 



8:30 "dipermuliakan" Allah sering disebutkan dalam Alkitab dengan kata "kemuliaan". Kata ini berasal 
dari suatu akar kata perdagangan yang berarti "berat/berbobot" yang artinya, berharga, seperti emas. 
Lihat Topik Khusus pada 3:23. Secara Teologis Allah menebus umat manusia yang jatuh melalui urut- 
urutan langkah yang disebutkan dalam ay 29-30. Langkah terakhirnya adalah "pemuliaan". Ini adalah 
keseleamatan orang percaya yang sepenuhnya. Ini akan terjadi pada Hari Kebangkitan ketika mereka 
dikaruniakan tubuh-tubuh rohani yang baru (lih. I Kor 15:50-58) dan dipersatukan sepenuhnya dengan 
Allah Tritunggal dan satu sama lain (lih. I Tes 4:13-18; I Yoh 3:2). 

NASKAH NASB (UPDATED): 8:31-39 

31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, 
siapakah yang akan melawan kita? 32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang 
menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala 
sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang 
pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 
34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di 
sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 35 Siapakah yang akan memisahkan 
kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau 
ketelanj angan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada 
dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 
37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah 
mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, 
maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau 
kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan 
dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 



168 



8:31 "apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu" Ini adalah frasa kesukaan Paulus yang 
mencerminkan bentuk penyajian gaya diatribe-nya. (lih. 3:5; 4:1; 6:1; 7:7; 9:14,30). Pertanyaan ini 
berhubungan dengan kebenaran yang diberikan sebelunya. Tidaklah pasti seberapa jauh kebelakang 
kebenaran yang ditunjuk oleh ayat ini. Bisa saja ini menunjuk pada 3:21-31 atau 8:1 atau 8:18. Karena 
penggunaan kata "oleh karena itu" dalam 8:1 dan dalam konteks ini, 8:18 adalah dugaan yang terbaik. 

□ "Jika" Ini adalah sebuah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari 
sudut pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Luar biasa, ditengah-tengah pergumulan kita 
dengan dosa, Allah di pihak kita! 

□ "siapakah yang akan melawan kita" kata ganti "siapa" dilulang dalam ay 33,34 & 35. Ini menunjuk 
pada setan (yang namanya tidak disebutkan sampai 16:20). Paragraf ini, dari 31-39, menggunakan teknik 
penulisan dari para nabi PL, suatu kasus pengadilan (lih. Mikha 1 & 6). YHWH membawa umatNya ke 
pengadilan karena perzinahan rohani. Ini adalah kiassan terhadap Yes 50:8-9. 

Perhatikan istilah-istilah hukum: "melawan" ay 31; "menggugat" ay 33; "membenarkan" ay 33; 
"menghukum" ay 34; dan "membela" ay 34. Allah adalah Hakimnya. Yesus adalah Pembelanya. Setan 
adalah jaksa penuntut umum (hanya ia tidak berbicara). Malaikat-malaikat memenuhi ruangan siding 
sebagai peninjau-peninjau (lih. I Kor 4:9; Ef 2:7; 3:10). 

8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri" Allah Bapa telah mmberikan kepada manusia 
yang jatuh apa yang terbaik dariNya. Ia tidak akan meninggalkan orang percaya sekarang tidak juga 
memberikan pada mereka kurang dari itu (lih. Yoh 3:16; Rom 5:8). Bagaimana melencengnya konsep 
Allah PL yang ingin membalas dendam dan Yesus yang penuh kasih! Anugerah yang terutama ini 
dicerminkan dalam pernyataan Allah pada Abraham dalam Kej. 22:12, 16. para rabi menggunakan bagian 
PL ini untuk mendukung doktrin penebusan pengganti bagi benih Abraham. 

□ "tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua," Kata "semua" dalam naskah ini sangat 
menentukan. Yesus mati bagi dosa dunia (lih. Luk 2:10-11; Yoh 3:16; 4:42; 11:51; I Tim 4:10; I Yoh 
2:2; 4:14). Ini mencerminka tipologi Adam-Kristus dari 5:12-21. kematian Yesus menyelesaikan masalah 
dosa. Sekarang yang ada tinggallah masalah "percaya dan menerima". 

□ "mengaruniakan segala sesuatu kepada kita" KATA KERJA ini berasal dari akar kata Yunani dari 
anugerah. "Segala sesuatu" menunjuk pada ay 17. Lihat catatan pada 3:24. 

8:33-34 "menggugat. . .membenarkan. . .menghukum. . .membela" Kesemuanya ini adalah istilah- 
istilah hukum. Ayat 31-39 adalah sebuah adegan pengadilan di surga. Ini mungkin merupakan kiasan 
terhadap Yesaya 50:8-9. 

8:33 "pilihan Allah" Yesus adalah orang pilihan Allah bagi segenap manusia (Barth). Bagian alkitab 
yang paling jelas dan penuh menjelaskan mengenai kebenaran ini dalam PB adalah Ef 1:3-4 dan Rom 
9:14-26. Allah Bapa memilih Yesus untuk memilih semua manusia. Yesus adalah "Ya" dari Allah bagi 
jawaban "Tidak" nya manusia yang jatuh! 



169 



TOPIK KHUSUS: PEMILIHAN/PRADESTINASI DAN KEBUTUHAN AKAN SEBUAH 
KESEIMBANGAN TEOLOGIS 

Pemilihan adalah doktrin yang sangat bagus. Namun demikian, ini bukan seruan bagi favoritisme, 
namun seruan untuk menjadi suatu jalur, suatu alat atau cara bagi penebusan dari orang lain! Dalam 
Perjanjian Lama kata ini digunakan terutama untuk pelayanan; dalam Perjanjian Baru, kata ini 
digunakan untuk keselamatan yang dihasilkan dalam pelayanan. Alkitab tidak pernah menyesuaikan 
pendapat yang nampak saling bertentangan yaitu antara kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia, 
namun meneguhkan keduanya! Suatu contoh yang bagus dari ketegangan Alkitabiah adalah Roma 9 
mengenai pilihan berdasar kedaulatan Allah dan Roma 10 mengenai tanggapan yang diperlukan dari 
manusia (lih. 10:11,13). 

Kunci dari ketegangan teologis ini bisa didapati dalam Efesus 1:4. Yesus adalah orang pilihan Allah 
dan semua dapat terpilih di dalam Dia (Kari Barth). Yesus adalah jawaban "ya" dari Allah terhadap 
kebutuhan manusia yang jatuh (Kari Barth). Efesus 1 :4 juga membantu menjernihkan permasalahan ini 
dengan menyatakan bahwa sasaran dari pradestinasi bukanlah surga, namun kekudusan (keserupaan 
dengan Kristus). Kita sering tertarik oleh manfaat injil namun mengabaikan tanggung-jawabnya! 
Panggilan Allah (pemilihan) adalah untuk saat ini sebagaimana untuk kekalan! 

Doktrin-doktrin datang dalam hubungan dengan kebenaran yang lain, bukan sebagai kebenaran yang 
tunggal dan tersendiri. Sebuah analogi yang bagus adalah suatu konstelasi (rasi bintang) dengan sebuah 
bintang. Allah menyajikan kebenaran dalam gaya aliran budaya timur, bukan barat. Kita tidak boleh 
menghilangkan ketegangan yang disebabkan oleh pasangan-pasangan kebenaran doktrin yang bersifat 
dialektis (saling berlawanan): 

1 . Pradestinasi vs. kehendak bebas manusia 

2. Keamanan orang percaya vs. kebutuhan akan ketekunan 

3. Dosa asal vs. dosa secara sengaja 

4. Ketidak berdosaan (perfeksionisme) vs. semakin kurang berbuat dosa 

5. pembenaran dan pengkudusan awal yang seketika vs. pengkudusan progresif 

6. Kemerdekaan orang Kristen vs. tanggung jawab orang Kriten 

7. Transendensi Allah vs. ketetap-adaan Allah 

8. Allah yang secara mutlak tak terpahami vs. Allah yang bisa dipahami melalui Kitab Suci 

9. Kerajaan Allah saat ini vs. penyempurnaan di masa depan 

10. Pertobatan sebagai anugerah Allah vs. pertobatan sebagai tanggapan perjanjian yang diperlukan 
dari manusia 

1 1 . Yesus sebagai makhluk illahi vs. Yesus sebagai manusia 

12. Yesus setara dengan Bapa vs. Yesus sebagai sangat merendahkan diri/menghormati Bapa 
Konsep teologis dari "perjanjian" mempersatukan kedaulatan Allah (yang selalu mengambil inisiatif 

dan menetapkan agenda) dengan tanggapan pertobatan awal dan berkelanjutan, iman dari manusia yang 
bersifat keharusan. Hati-hatilah jangan sampai asal mengambil satu sisi dari paradoks dan mengecilkan 
sisi lainnya! Hati-hatilah jangan sampai anda menyakini hanya doktrin atau system teologia yang anda 
sukai saja! 



8:34 Ayat ini menaftarkan beberapa aspek dari pelayanan Yesus (1) Ia mati, (2) Ia bangkit, (3) Ia ada 
disebelah kanan Allah, dan (4) Ia membela orang-orang percaya. 

Kematian Yesus membayar denda bagi dosa kita (lih. Yesaya 53; Mar 10:45; II Kor 5:21). 
Kebangkitan Yesus menunjukkan penerimaan Bapa akan pelayanan Anak dan memberikan pengharapan 
dihadapan penganiayaan dan maut. Pemuliaan Yesus di sebelah kanan Allah Bapa dan pembelaan bagi 
orang-orang percaya memberikan mereka semangat untuk berjuang dalam pergumulan iman yang gigih. 

170 



□ "sebelah kanan Allah" Ini adalah sebuah penggambaran antropomorfis. Allah tidak memiliki tubuh 
jasmani. Ia adalah "Roh". Penggambaran iniberbicara mengenai posisi kekuasaan, otoritas, dan 
superioritas. Paulus tidak sering menggunakan pernyataan ini (lih. Ef 1:20; Kol 3:1). Paulus mungkin 
telah mengutip sebuah pernyataan iman Kristen mula-mula dalam ayat 34 (lih. Flp. 2:6ff.; I Tim 3:16). 

□ "membela" Pelayanan Yesus berlanjut. Yesus membela kita (lih. Ibr 4:4-16; 7:25) sebagaimana juga 
Roh (ay 26-27). Ini berasalah dari kata "paraclete" yang digunakan untuk menyebut Roh Kudus dalam 
Yoh 14:16 dan Anak dalam I Yoh 2:1. Ini adalah satu lagi kiasan terhadap lagu hamba yang menderita 
(lih. Yes 53:12). 

8:35 "kasih Kristus" Ini bisa merupakan SUBJECTIVE atau OBJECTIVE GENITIVE. Ini bisa 
merupakan (1) kasih Kristus pada orang percaya atau (2) kasih orang percaya pada Kristus. Nomor 1 
lebih cocok dengan konteksnya, (dan II Kor 5:14) karena kasih orang percaya pada Kristus datang dan 
pergi, sedangkan kasih Kristus kepada kita tetap dan pasti. 

Ada variasi naskah kuno Yunani yang berhubungan dengan frasa ini. Salah satu naskah kuno Yunani 
menulis "kasih dari Allah" (lih. MS N). Salah satu naskah kuno menggabungkan keduanya, "kasih Allah 
dalam Kristus" (lih. MS B). Penyusun UBS 4 memberikan "kasih Kristus" tingkatan "A" (pasti). Ini 
muncul dalam MSS C, D, F, G, dan kebanyakan versi Latin kuno dan versi Vulgate dan Peshitta. 

□ "Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan" Orang Kristen akan mendapatkan masalah di 
dunia ini, namun tak satu dari masalah ini bahkan juga kuasa jahat akan dapat memisahkan mereka dari 
Allah. Lihat Topik Khusus: Penganiayaan pada 5:3. 

8:36 Ini adalah sebuah kutipan dari Maz 44:22. Dalam Mazmur ini Allah terpanggil untuk memberikan 
pembebasan kepada umatNya yang terluka. 

8:37 

NASB "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang" 

NKJV "Namun dalam semuanya itu kita lebih dari pemenang" 

NRSV "Bukan, dalam semuanya ini kita lebih dari pemenang" 

TEV "Bukan, dalam semuanya ini kita mendapat kemenangan penuh melalui Dia" 

JB "inilah pencobaan yang didalamnya kita menang" 

Ini adalah bentuk yang lebih diintensifkan dari kata "menaklukkan". Pasti Paulus yang menciptakan 
istilah ini (huper + nikao). Ini adalah penggambaran campuran yang sangat bagus, "domba-domba yag 
menang". Orang-orang percaya menang melalui Kristus (lih. Yoh 16:33; I Yoh 2:13-14; 4:4; 5:4). Lihat 
Topik Khusus: Penggunaan Paulus akan kata majemuk Huper pada 1:30. 

□ "oleh Dia yang telah mengasihi kita" KATA GANTI ini dapat menunjuk pada Allah Bapa atau 
Anak. 

8:38 "Aku yakin" Ini adalah sebuah PERFECT PASSIVE INDICATIVE, yang berarti "Saya telah dan 
terus menjadi yakin". 

□ "malaikat-malaikat" para rabi berpikir bahwa malaikat merasa cemburu pada kasih dan perhatian 
Allah pada manusia, dan oleh karenanya memusuhi mereka. Guru-guru gnostik yang salah meyakini 
bahwa keselamatan hanya tersedia dengan menggunakan kata kunci rahasia untuk melalui wilayah 
kemalaikatan yang sangat bermusuhan (lih. Kol dan Ef). 

171 



George Eldon Ladd mempuyai ringkasan yang bagus mengenai istilah yang dgunakan Paulus untuk 
malaikat dalam bukunya Sebuah Teologia Perjanjian baru: 

"Paulus menunjuk tidak hanya pada malaikat-malaikat yang baik dan buruk, kepada setan dan 
iblis; ia menggunakan kelompok kata-kata yang lain untuk menunnjukkan tingkatan dari roh-roh 
kemalaikatan. Istilah-istilah tersebut adalah sebagaimana berikut ini: 

'Pemerintah' [arche], I Kor 15:24; Ef 1:21; Kol 2:10 

'Pemerintahan' [archai; RSV, "penghulu'], Ef 3:10; 6:12; Kol 1:16; 2:15; Rom 8:38 

'Otoritas' [exousia], I Kor 15:24; Ef 1:21; Kol 2:10 

'Para Penguasa' [exousiai; RSV, "para penguasa"], Ef 3:10; 6:12; Kol 1:16; 2:15 

'Kekuatan' [dynamis], I Kor 15:24; Ef 1:21 

'Pmerintah' [dynameis], Rom 8:38 

'Tahta' [thronoi], Kol 1:16 

'penguasa tertinggi' [kyriotes; RSV, "kerajaan"], Ef 1:21 

'Para Penguasa Tinggi' [kyriotetes], Kol 1:16 

'Penghulu dunia yang gelap,' Ef 6: 12 

'Roh-roh jahat di udara,' Ef 6:12 

'Kuasa kegelapan,' Kol 1:13 

'Tiap-tiap nama yang bisa disebut,' Ef 1 :21 

'Segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,' Flp 

2:10" (hal. 401). 
Tidak informasi alkitabiah yang secara langsung menjelaskan tentang bagaimana hubungan antara 
malaikat yang jatuh di PL dengan iblis di PB. Banyak orang menganggap mereka adalah identik. Namun 
demikian, dalam tulisan-tulisan apokaliptik Yahudi, iblis adalah roh Nephilim dalam Kejadian 6 yang 
setengah malaikat dan setengah manusia. Tubuh-tubuh mereka binasa dalam air bah, oleh karena itu 
mereka mencari penjelmaan! Ini hanyalah suatu spekulasi. Alkitab tidak menjawab sema pertanyaan kita 
tentang asal-usul segala sesuatu; maksud dari alkitab adalah untuk penebusan manusia; bukan rasa 
keingin tahuan mereka! 

□ "penghulu. . .kuasa-kuasa" Ini menunjuk pada (1) kekuatan iblis atau malaikat jahat jaman ini (lih. 
Ef 2:2; 6: 12; I Kor 1 5 :24; Kol 1:16), atau (2) kemungkinan strukjtur-struktur bukan manusiawi dari dunia 
yang jatuh ini (agama, pemerintahan, pendidikan, pengobatan, dll) yang menyebabkan manusia yang 
telah jatuh untuk tidak tergantung pada Allah (lih. Hendrickus Berkhoff, Penghulu dan Kuasa-kuasa). 
Lihat catatan pada 13:1. 



TOPIK KHUSUS: ARCHE 

Istilah "wilayah" berasal dari kata bahasa Yunani arche, yang artinya "permulaan" atau "asal" dari 
segala sesuatu. 

1 . awal dari urutan dari yang diciptakan (lih. Yoh 1 : 1 ; I Yoh 1:1) 

2. awal dari injil (lih. Mar 1:1; Flp 4:15) 

3 . saksi mata yang pertama (lih. Luk 1 :2) 

4. tanda-tanda awal (mujizat, lih. Yoh 2: 1 1) 

5. prinsip-prinsip yang mula-mula (lih. Ibr 5: 12) 

6. keyakinan/jaminan mula-mula (lih. Ibr 3 : 14) 

Kata ini digunakan untukmenyebut "penguasa" atau "pemerintah" 



172 



1 . mengenai pejabat-pejabat pemerintahan manusia 

a. Lukas 12:11 

b. Lukas 20:20 

c. Roma 13:3; Titus 3:1 

2. menganai penghulu malaikat 

a. Roma 8:38 

b. IKorintus 15:24 

c. Efesus 1:21; 3:10; 6:10 

d. Kolose 1:16; 2:10,15 

Guru-guru palsu melecehkan semua penguasa, di dunia maupun di surga. Mereka adalah orang 
kelompok antinomian libertine. Mereka menempatkan diri mereka dan hasrat mereka sendiri lebih dahulu 
daripada Allah, malaikat, pemerintah umum, dam pemimpin gereja. 

8:39 "yang di atas maupun yang di bawah" Istilah ini dipakai untuk menunjuk titik terjauh dan titik 
terdekat dari orbit suatu bintang dengan pusat bumi, yang dipercayai sebagai dewa yang mengendalikan 
hidup manusia (astrologi). Di kemudian hari istilah ini menjadi istilah teknis dalam suatu ajaran sesat 
yang disebut Gnostisisme bagi eons atau tngkatan kemalaikatan di antara dewa yang kudus dan makhluk 
setengah dewa yang membentuk hl-hal yang berdosa. 

□ "sesuatu makhluk lain" Ini secara huruflah "makhluk jenis lain" (heteros). Konteks ini menuntut 
bahwa ini adalah referensi lebih lanjut dari kuasa-kuasa kemalaikatan. Perbedaan yang tajam antara kata 
ganti Yunani heteros, jenis berbeda yang lain, dan allos, yang lain namun sesame jenis, menjajdi 
kadaluwarsa dalam Bahasa Yunani Koine, namun konteks ini masih menunjukkan beberapa perbedaan. 

□ "baik..., maupun..., tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah" Suatu pernyataan yang 
begitu luar biasa mengenai jaminan. Pasal ini dimulai dengan tidak ada penghukuman dan diakhiri 
dengan tidak ada pemisahan. Tak seorangpun dapat mengambil keselamatan orang percaya. Namun 
demikian, seseorang harus menanggapinya pada awalnya (lih. 3:21-31) dan secara terus menerus, (lih. 
pasalh 4-8). Roh adalah kuncinya, namun ada suatu syarat tanggapan perjanjian yang diharuskaan. 
Pertobatan dan iman disyaratkan (lih. Mar 1:15; Kis 3:16,19; 20:21), sebagaimana juga ketaatan dan 
ketekunan! 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang kita 
miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh menyerahkan 
hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat tantangan 
berpikir, bukan definitif. 



173 



1 . Bagaimana pasal 8 berhubungan dengan pasal 7? 

2. Jika tidak ada penghukuman, apa pengaruh yang ditimbulkan dosa dalam hidup orang percaya? 

3. Apakah Roh atau Yesys yang tinggal dalam orang percaya (ay 9)? 

4. Bagaimana alam dipengaruhi oleh dosa manusia (ay 19-22)? Apakah alam akan menjadi bagian 
dari surga (lih. Yes 11:6-10)? 

5. Bagaimana Roh berdoa untuk kita (ay 26-27)? Apakah ini menunjuk pada "Berbahasa Lidah?" 

6. Bagaimana Alkitab bisa berkata bahwa segal sesuatu bekerja untuk kebaikan dalam dunia yang 
begitu jahat (ay 28)? Definisikan "kebaikan" (ay 29). 

7. Mengapa pengkudusan tidak diikut sertakan dalam rantai peristiwa teologis di dalam ay 30? 

8. Mengapa ay 3 1-39 dikatakan sebagai sebuah adegan sidang pengadilan? 

9. Sebutkan empat hal dalam ayat 34 yang menegaskan tentang Yesus. 



174 



ROMA 9 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Pemilihan Allah 


Penolakan Israel akan 
Kristus 


Masalah Ketidak- 
percayaan Israel 


Allah dan umatNya 


Hak Istimewa Israel 


9:1-5 


9:1-5 


9:1-5 


9:1-5 


9:1-5 




Penolakan Israel dan 
Maksud Allah 


Janji Allah kepada Israel 
Tidak Gagal 




Allah Memegang 
JanjiNya 


9:6-13 


9:6-13 


9:6-13 


9:6-9 


9:6-13 








9:10-13 






Penolakan Israel dan 
Pengadilan Allah 


Hk Allah untuk Memilih 




Allah Bukan Tidak Adil 


9:14-18 


9:14-29 


9:14-18 


9:14-18 


9:14-18 


Murka dan Kemurahan 
Allah 






Kemarahan dan 
Kemurahan Allah 




9:19-29 




9:19-26 


9:19-21 


9:19-21 








9:22-29 


9:22-24 










Semua telah dinubuatkan 
diPL 










9:25-29 






9:27-29 






Israel dan Injil 


Keadaan Israel Saat ini 


Kebenaran yang 
sesungguhnya ialah oleh 
Iman 


Israel dan Injil 




9:30-10:4 


9:30-33 


9:30-10:4 


9:30-10:4 


9:30-33 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab 
untuk penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 



175 



3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 

HUBUNGAN PASAL 9-11 DENGAN PASAL 1-8 

A. Terdapat dua jalan untuk memahami hubungan unit tulisan ini dengan pasal 1-8. 

1. Ini adalah topik yang sama sekali terpisah, suatu sisipan teologis. 

a. Ada suatu kontras yang drastic dan kelangkaan hubungan logis antara 8:39 dan 9: 1 . 

b. Hal ini berhubungan langsung dengan ketegangan historis antara orang percaya Yahudi 
dan Non Yahudi. Ini barangkali sehubungan dengan berkembangnya kepemimpinan Non 
Yahudi dari Gereja tersebut. 

c. Terdapat kesalah pahaman mengenai kotbah Paulus tentang Israel (dan Taurat) dan 
kerasulannya bagi orang bukan Yahudi (penawaran anugerah yang cuma-cuma), oleh 
karena itu, ia membahas topic tersebut di bagian ini. 

2. Ini adalah puncak dan kesimpulan logis dari penyajian Injil oleh Paulus. 

a. Paulus menyimpulkan pasal 8 dengan janji "tak ada pemisahan dari kasih Allah" 
Bagaimana dengan umat perjanjian yang tidak percaya? 

b. Roma 9-11 menjawab paradoks Injil mengenai ketidak percayaan Israel! 

c. Paulus telah menyampaikan masalah yang satu ini semua melalui surat-suratnya (lih. 
1:3,16; 3:21,31 dan 4: lff). 

d. Paul menyatakan bahwa Allah jujur dan konsisten pada FirmanNya. Bagaimana dengan 
Firman PL Nya pada Israel? Apakah semua janji tersebut tidak berlaku lagi? 

B. Ada beberapa kemungkinan cara untuk menggaris besarkan unit tulisan ini 

1 . berdasarkan penggunaan penenang maya (diatribe) 

a. 9:6 

b. 9:14 

c. 9:19 

d. 9:30 

e. 11:1 

f. 11:11 

2. Roma 9-1 1 membentuk sebuah unit tulisan (pembagian pasal dan ayat bukanlah suatu ilham 
namun ditambahkan kemudian). Bagian ini harus ditafsirkan secara bersama sebagai suatu 
kesatuan. Namun demikian, ada setidaknya tiga pembagian pokok bahasan yang utama. 

a. 9: 1-29 (berfokus pada kedaulatan Allah) 

b. 9:30-10:21 (berfokus pada tanggung jawab manusia) 

c. 11 : 1-32 (maksud penebusan Allah yang abadi dan mencakup semua) 

3. berdasarkan topik utama: suatu garis besar yang baik dari bagian buku Roma ini bisa didapati 
dalam pembagian paragraf dari Alkitab NKJV oleh Thomas Nelson Publishers 

a. Penolakan Israel akan Kristus, 9:1-5 

b. Penolakan Israel akan maksud Allah, 9:6-13 

c. Penolakan Israel akan keadilan Allah, 9:14-29 

d. Kondisi Israel saat ini, 9:30-33 

e. Israel dan Injil, 10:1-13 



176 



f. Israel menolak Injil, 10:14-21 

g. Penolakan Israel tidak bersifat menyeluruh, 11:1-10 
h. Penolakan Israel bukanlah yang terakhir, 11:11-36 

C. Bagian ini merupakan campuran yang seimbang dari suatu seruan hati dan penyajian akal (garis 
besar yang logis). Hasratnya yang besar mengigatkan kita akan salah satu dari kepatah hatian 
Allah atas pemberontakan Israel dalam Hosea 1 1 : 1-4,8-9 

Dalam banyak hal kesukaran dan kebaikan dari Hukum Taurat dalam pasal 7 diparalelkan 
dalam pasal 9-10. Dalah dua kasus hati Paulus berduka atas keironisan hukum dari Allah yang 
bukannya membawa kepada kehidupan, malah membawa pada kematian! 

D. Penggunaan Paulus akan lebih dari 25 kutipan dari PL dalam pasal 9-11 menunjukkan keinginan 
kuatnya untuk menggambarkan paradoks Israel tersebut dari sumber-sumber PL, sebagaimana 
telah dilakukannya dalam pasal 4, bukan hanya pengalaman saat ini. Mayoritas dari keturunan 
jasmani Abraham telah menolak Allah, bahkan sejak di masa lampau, (lih. Kis 7; Nehemia 9). 

E. Naskah ini, seperti Ef 1:3-14, membahas tentang maksud abadi Allah akan penebusan seluruh 
umat manusia. Pada mulanya nampak sepertinya Allah memilih beberapa orang dan menolak 
yang lainnya (Kalvinisme supralapsarian), namun demikian, Saya piker focusnya bukanlah pada 
pribadi demi pribadi, melainkan pada rencana penebusan Allah yang abadi (cf. Kej 3:15; Kis 
2:23; 3:18; 4:28; dan 13:29). 

The Jerome Biblical Commentary, vol. 2, "Perjanjian Baru" suntingan dari Joseph A. 
Fitzmyer dan Raymond E. Brown, mengatakan: 

"Pentinglah untuk menyadari sejak semula bahwa sudut pandang Paulus adalah 
kelompok; ia tidak mendiskusikan tanggung-jawab dari pribadi-pribadi. Bila nampaknya 
ia mengemukakan pertanyaan mengenai pradestinasi Ulahi, ini tidak ada hubungannya 
dengan pradestinasi dari seseorang kepada kemuliaan" (hal. 318). 

WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP PASAL 9 

A. Betapa meny oloknya perubahan sikap yang terjadi antara pasal 8 dan pasal 9. 

B. Unit tulisan ini (9-11) secara teologi membahas mengenai (1) dasar keselamatan, (2) tujuan 
pemilihan Alah, (3) ke tak berimanan orang Israel yang tidak percaya melawan kesetiaan 
YHWH, dan (4) pencakupan seluruh manusia dalam penebusan Yesus. 

C. Pasal 9 adalah salah satu bagian PB yang paling kuat mengenai kedaulatan Allah (yaitu, 
makhluk lain, Ef 1:3-14) semnetara pasal 10 menyatakan kehendak bebas manusia secara jelas 
dan berulang (lih. "setiap orang" ay 4; "barang siapa" ay 11,13; "semua" ay 12 {dua kali}). 
Paulus tidak pernah mencoba untuk menyatukan ketegangan teologis ini. Keduanya adalah 
benar! Banyak doktrin Alkitab disajikan dalam bentuk pasangan yang bersifat dialektis atau 
paradoks. Kebanyakan system teologia bersifat logis, namun hanya mengambil salah satu aspek 
kebenaran alkitabiah. Baik Augustinianisme and Kalvinisme maupun semi-Pelagianisme dan 
Arminianisme memiliki elemen kebenaran dan kesalahan. Ketegangan Alkitabiah antar doktrin 
lebih baik daripada suatu system teologia yang bersifat rasional dan dogmatic, yang hanya 
mencomot sebagian kebenaran, yang memaksakan Alkitab kepada suatu kerangka penafsiran 
yang penuh prasangka! 

C. 9:30-33 adalah ringkasan dari pasal 9 dan tema dari pasal 10. 



177 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 9:1-5 

*Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut 
bersaksi dalam Roh Kudus, 2 bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. 3 Bahkan, 
aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku 
secara jasmani. 4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan 
mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan 
ibadah, dan janji-janji. 'Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan 
Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah 
yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! 

9:1-2 Ayat 1 dan 2 membentuk satu kalimat dalam bahasa Yunani. Paulus sedang memberikan 
beberapa alasan bagaimana mereka (gereja Roma) dapat mengetahui bahwa ia mengatakan 
kebenaran: (1) penyatuannya dengan Kristus, ay 1 (2) hati nuraninya yang dipimpin Roh, ay 1; dan 
(3) perasaannya yang mendalam bagi Israel, ay 2. 

9:1 "Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta" Paulus sering membuat 
pernyataan seperti ini (lih. II Kor 11:10; Gal 1:20; I Tim 2:7) atau suatu pernyataan yang senada 
tentang Allah sebagai saksinya, (lih. Rom 1:9; II Kor 1:23; 11:31; Flp 1:8; I Tes 2:5,10). Ini adalah 
caranya meyakinkan kebenaran dari pengajaran dan khotbahnya. 

□ "suara hatiku" ini menunjuk pada perasaan moral yang dipimpin Roh, yang diberikan Allah 
pada orang percaya. Dalam satu pengertian ini adalah suatu sumber kunci dari otoritas bagi orang 
percaya. Ini adalah Firman Allah, dimengerti dan diterapkan oleh Roh Allah dalam pikiran kita (lih. 
I Tim 1:5,19). Masalahnya timbul ketika orang percaya — dan untuk hal ini, orang tidak percaya — 
terus menolak Firman dan Roh; kondisi ini menyebabkan lebih mudahnya untuk merasionalisasikan 
dosa seseorang (lih. I Tim. 4:2). Suara hati kita dapat dipengaruhi budaya dan pengalaman. 

□ 

NASB, NKJV "turut bersaksi dalam Roh Kudus" 

NRSV "meneguhkannya melalui Roh Kudus" 

TEV "diatur oleh Roh Kudus" 

JB "dalam kesatuan dengan Roh Kudus yang memegangku" 

Paulus percaya ia memiliki panggilan dan mandat khusus dari Kristus (lih. Kis 9:1-22; Gal 1:1). 
Ia adalah seorang Rasul dan berbicara dengan otoritas Ulahi. (lih. I Kor 7:25,40). Ia berbagi 
kedukaan Allah atas warga Israel yang tidak percaya dan melawan (lih. ay 2). Mereka memiliki 
banyak keunggulan (lih. ay 4-5). 

9:3 

NASB, NKJV, 

NRSV "Bahkan aku mau ..." 

TEV "Demi mereka aku mau" 

JB "Aku akan bersedia ..." 



178 



Paulus berperasaan yang mendalam bagi bangsanya, Israel, sehingga jika pemisahannya dapat 
mempengaruhi pencakupan mereka, Ia bersedia, ay 3. Ayat ini mempunyai pengembangan 
ketatabahasaan yang sedemikian tegas dan kuatnya (IMPERFECT MIDDLE INDICATIVE dengan 
baik autos dan ego, dan suatu PRESENT INFINITIVE). Intensitas dan beban dari doanya sangat 
mirip dengan hasrat dari doa syafaat Musa bagi orang Israel yang berdosa dalam Kel 32:30-35. Ini 
harus dimengerti sebagai pernyataan keinginan, bukan fakta. Ini senada dengan penggunaan dari 
BENTUK KALIMAT IMPERFECT dalam Gal 4:20. 
Lihat Topik Khusus berikut. 

TOPIK KHUSUS: DOA SYAFAAT 

I. Pendahuluan 

A. Doa adalah penting karena teladan Yesus 

1. doa pribadi, Mar 1:35; Luk 3:21; 6:12; 9:29; 22:29-46 

2. penyucian Bait Allah, Mat 21:13; Mar 11:17; Luk 19:46 

3. ContohDoa, Mat 6:5-13; Luk 11:2-4 

B. Doa adalah menaruh iman kita dalam suatu tindakan nyata ke dalam pemeliharaan pribadi Allah 
yang ada, bersedia, dan sanggup bertindak atas nama kita dan orang lain 

C. Allah secara pribadi telah membatasi DiriNya sendiri untuk bertindak atas doa dari anak- 
anakNya di berbagai bidang (lih. Yakobus 4:2) 

D. Maksud utama doa ialah persekutuan dan waktu bersama Allah Tritunggal. 

E. Lingkup dari doa ialah apapun dan siapapun yang menjadi kepedulian orang percaya. Kita bisa 
berdoa sekali, percaya, atau berulang-ulang sewaktu-waktu pemikiran atau kepedulian tersebut 
kembali. 

F. Doa dapat melibatkan beberapa elemen. 

1 . pujian dan pemujaan Allah Tritunggal 

2. ucapan syukur pada Allah untuk hadirat, persekutuan, dan ketetapanNya 

3. pengakuan atas keberdosaan kita, baik yang di masa lalu maupun masa kini 

4. permohonan akan kebutuhan dan keinginan yang kita rasakan 

5. syafaat/perantaraan dimana kita membawa kebutuhan orang lain kehadapan Bapa 

G. Doa syafaat adalah sebuah misteri. Allah mengasihi mereka yang kita doakan jauh lebih dari 
kasih kita pada mereka, namun doa kita sering mengakibatkan suatu perubahan, tanggapan, atau 
keperluan, bukan hanya dalam diri kita sendiri, namun dalam mereka. 

II. Bahan-bahan Alkitabiah 
A. Perjanjian Lama 

1 . Beberapa contoh doa syafaat 

a. Abraham memohon bagi Sodom, Kej 18:22ff 

b. Doa Musa bagi Israel 

(1) Keluaran 5:22-23 

(2) Keluaran 32:3 lff 

(3) Ulangan 5:5 
(4)Ulangan9:18,25ff 

c. Samuel berdoa bagi Israel 

(1) I Samuel 7:5-6,8-9 

(2) I Samuel 12:16-23 

(3) I Samuel 15:11 

d. Daud bedoa bagi anaknya, II Samuel 12:16-18 

179 



2. Allah mencari pendoa-pendoa syafaat, Yesaya 59:16 

3. Dosa-dosa yang belum diakui namun diketahui atau sifat-sifat yang belum bertobat 
mempengaruhi doa-doa kita 

a. Mazmur 66:18 

b. Amsal 28:9 

c. Yesaya 59:1-2; 64:7 
B. Perjanjian Baru 

1 . Pelayanan syafaat dari Anak dan Roh Kudus 

a. Yesus 

(1) Roma 8:34 

(2) Ibrani 7:25 
(3)IYoh2:l 

b. Roh Kudus, Roma 8:26-27 

2. pelayanan syafaat Paulus 

a. Doa bagi orang Yahudi 
(l)Roma9:lff 

(2) Roma 10:1 

b. Dosa-doa bagi gereja-gereja 
(l)Roma 1:9 
(2)Efesusl:16 

(3) Filipi 1:3-4,9 
(4)Kolosel:3,9 

(5) I Tesalonika 1:2-3 

(6) II Tesalonika 1:11 

(7) II Timotius 1:3 

(8) Filemon, v. 4 

c. Paulus meminta gerej a-gerej a untuk berdoa baginya 

(1) Roma 15:30 
(2)IIKorintusl:ll 
(3)Efesus6:19 

(4) Kolose 4:3 

(5) I Tesalonika 5:25 

(6) II Tesalonika 3 : 1 

3. pelayanan syafaat dari gereja 

a. Saling mendoakan satu sama lain 
(l)Efesus6:18 

(2) I Timotius 2:1 

(3) Yakobus5:16 

b. Doa yang diminta bagi kelompok-kelompok khusus 

(1) musuh-musuh kita, Mat 5:44 

(2) pelayan/pekerja-pekerja Kristen, Ibrani 13:18 

(3) pemerintah-pemerintah, I Timotius 2:2 

(3) orang sakit, Yakobus 5:13-16 

(4) orang murtad, I Yohanes 5:16 

c. Semua orang, I Timotius 2: 1 



180 



III. Syarat-syarat bagi doa yang dijawab 

A. Hubungan kita dengan Kristus dan Roh Kudus 

1. Tinggal di dalamNya, Yohanes 15:7 

2. Dalam NamaNya, Yohanes 14:13,14; 15:16; 16:23-24 

3 . Dalam Roh, Efesus 6:18; Yudas 20 

4. Sesuai kehendak Allah, Matius 6:10; I Yohanes 3:22; 5:14-15 

B. Motif 

1 . Tidak bimbang, Matius 21 :22; Yakobus 1 :6-7 

2. Kerendahan hati dan pertobatan, Lukas 18:9-14 

3. Meminta yang salah, Yakobus 4:3 

4. Kepentingan diri sendiri, Yakobus 4:2-3 

C. Aspek-aspek Lain 

1 . Ketekunan 

a. Lukas 18:1-8 

b. Kolose4:2 

c. Yakobus 5:16 

2. Terus meminta/Tak berkeputusan 

a. Matius 7:7-8 

b. Lukas 11:5-13 

c. Yakobus 1:5 

3. Perselisihan di rumah, I Petrus 3:7 

4. Bebas dari dosa yang diketahui 

a. Mazmur 66:18 

b. Amsal 28:9 

c. Yesaya 59:1-2 

d. Yesaya 64:7 

IV. Kesuimpulan Teologis 

A. Betapa merupakan hak istimewa! Kesempatan yang besar! Tugas dan tanggung jawab yang 
luar biasa! 

B. Yesus adalah teladan kita. Roh Kudus pandu kita. Allah Bapa menanti dengan tidak sabar. 

C. Doa syafaat dapat mengubahkan anda, keluarga anda, teman-teman anda, dan dunia. 



□ 

NASB "terkutuk dan terpisah dari Kristus" 

NKJV "terkutuk dari Kristus" 

NRSV "terkutuk dan diputuskan dari Kristus" 

TEV "di bawah kutukan Allah dan dipisahkan dari Kristus" 

JB "rela dihukum dan diputuskan dari Kristus" 

Dasar etimologi dari "kudus" adalah dipisahkan bagi Allah untuk dipakaiNya. Konsep yang 
sama berhubungan dengan kata ini namun bagi " kutukan". Sesuatu atau seseorang dipisahkan bagi 
Allah. Ini bisa merupakan suatu pengalaman positif, (lih. Im 27:28; Luk 21:5) atau suatu 
pengalaman negatif (lih. Yos 6-7; Rom 9:3), tergantung dari konteksnya.. 



181 



TOPIK KHUSUS: KUTUK (ANATHEMA) 

Adabebrapa kata dalam bahasa Ibrani bagi "kutuk". Herem digunakan untuk sesuatu yang 
dipersembahkan pada Allah (lih. LXX sebagai anathema, Im 27:28), biasanya untuk memusnahan 
(lih. UI 7:26; Yos 6:17-18; 17:12). Ini adalah kata yang digunakan dalam konsep "perang suci". 
Allah berFirman bahwa memusnahkan orang Kananan dan Yeriko dalah kesempatan yang pertama, 
"buah sulung" 

Dalam PB anathema dan bentuk-bentuk terlaitnya digunakan dalam beberapa pengertian yang 
berbeda. 

1 . sebagai suatu persembahan bagi Allah (lih. Lukas 21:5) 

2. sebagai suatu sumpah mati (lih. Kis 23 : 14) 

3. untuk mengutuk atau mengumpat (lih. Mark 14:71) 

4. suatu rumusan kutukan yang berhubungan dengan Yesus (lih. I Kor 12:3) 

5. pempersembahkan seseorang atau sesuatu untuk penghukuman atau pemusnahan dari Allah 
(lih. Rom 9:3; I Kor 16:22; Gal 1:8-9). 

9:4-5 Rententan dari FRASA KATA BENDA ini menyatakan dalam penggambaran yang rinci 
mengenai hak istimewa Israel. Ketidak percayaan mereka adalah yang paling tercela dari semua bila 
dilihat dari sudut pandang dengan hak istimewa ini. Siapa yang diberi banyak, dituntut banyak pula 
(lih. Lukas 12:48)! 

9:4 "Orang Israel" Ini adalah nama perjanjian dari PL bagi benih Abrahan. Nama Yakub setelah 
suatu pergumulan yang sanat menentukan dengan Allah digantikan dengan Israel (lih. Kej 32:28). 
Ini menjadi gelar bersama bagi bangsa Yahudi. Secara etimologi bisa jadi "kiranya El (Allah) 
bertekun" dan artinya, bukan kelicikan Yakub. 

□ "mereka telah diangkat sebagai anak" Dalam PL bentuk JAMAK dari "anak" biasanya 
berhubungan dengan para malaikat (lih. Ayub 1:6; 2:1; 38:7; Dan 3:25; Maz 29:1; 89:6-7), 
sementara bentuk TUNGGALnya menunjuk pada 

1. Raja Israel (lih. II Sam 7:14) 

2. bangsa (lih. Kel 4:22,23; UI 14:1; Hos 11:1) 

3. Mesias (lih. Maz 2:7) 

4. dapat menunjuk pada manusia (lih. UI 32:5; Maz 73:15; Yeh 2:1; Hos 1:10. Kej 6:2 mendua; 
bisa manusia atau bukan). Dalam PB kata ini menunjuk pada seseorang yang menjadi 
anggota keluarga Allah. 

Penggambaran utama Paulus bagi keselamatan adalah "adopsi", semenetara dari Petrus dan 
Yohanes adalah "lahir baru". Kedua hal ini adalah penggambaan kekeluargaan. Ini bukan 
penggambaran gaya Yahudi, namun penggambaran cara Romawi. Adopsi sangatlah mahal dan di 
bawah undang-undang Roma merupakan prosedur hukum yang sangat memakan waktu. Sekali 
diadopsi seseorang akan dianggap seorang manusia baru yang tidak bisa diceraikan atau dibunuh 
secara hukum oleh bapa yang mengadopsi tersebut. 

□ "kemuliaan" Akar kata Ibraninya berarti "berbobot" yang adalah suatu penggambaran bagi 
sesuatu yang berharga. Di sini hal ini menunjuk pada (1) Penunjukan Diri Allah di gunung Sinai 
(lih. Kel 19:18-19); atau (2) tiang awan kemuliaan Shekinah yang memimpin bangsa Israel selama 
periode perjalanan di padang belantara (lih. Kel 40:34-38). YHWH secara unik mengungkapkan 



182 



DiriNya pada Israel. Hadirat YHWH dinyatakan sebagai kemuliaanNya (lih. I Raj 8:10-11; Yeh 
1 :28). Lihat Topik Khusus pada 3 :23 . 

□ "perjanjian" Dalam naskah kuno Yunani P 46 , B, dan D bentuk TUNGGAL "perjanjian" 
digunakan. Namun demikian, bentuk JAMAK ada di dalam MSS N, C, dan beberapa versi Latin 
kuno, Vulgate, dan Coptic. Alkitab UBS 4 memberikan bentuk JAMAK suatu tingkatan "B" (hamper 
pasti). Namun demikian, bentuk JAMAK tak pernah digunakan di PL. Ada beberapa perjanjian yang 
khusus dalam PL: Adam, Nuh, Abraham, Musa, dan Daud. Berhubung pemberian Hukum Taurat 
akan disebutkan kemudian, ini barngkali menunjuk pada Perjanjian Abraham yaitu yang dilihat 
Paulus sebagai hal yang mendasar (lih. 4:1-25; Gal 3:16-17) dan berulang beberapa kali (lih. Kej. 12, 
15, 17) dan kepada setiap Kepala Keluarga. 



TOPIK KHUSUS: PERJANJIAN 

Kata dalam PL berith, perjanjian, tidak mudah didefinisikan. Tidak ada KATA KERJA yang 
saling cocok dalam bahasa Ibrani. Semua yang mencoba untuk menarik suatu definisi etimologis 
telah membuktikan bahwa tidak ada yang meyakinkan. Namun demikian, sentralitas konsepnya 
yang nampak jelas telah memaksa para ahli untuk memeriksa penggunaan kata ini untuk mencoba 
menentukan arti fungsionalnya. 

Perjanjian adalah suatu cara yang digunakan oleh Allah yang benar dalam menghadapi manusia 
ciptaanNya. Konsep dari perjanjian, persetujuan, atau kesepakatan sangatlah menentukan dalam 
pemahaman perwahyuan alkitabiah. Ketegangan antara kedaulatan Allah dan kehendak bebas 
manusia nampak sangat jelas dalam konsep perjanjian. Beberapa perjanjian didasarkan atas sifat- 
sifat, tindakan-tindakan, dan maksud-maksud Allah. 

1. penciptaan itu sendiri (lih. Kejadian 1-2) 

2. panggilan Abraham (lih. Kejadian 12) 

3. perjanjian dengan Abraham (lih. Genesis 15) 

4. pemeliharaan dan perjanjian kepada Nuh (lih. Kejadian 6-9) 

Namun demikian, sifat mendasar dari perjanjian menuntut adanya suatu tanggapan. 

1 . oleh iman Adam harus mentaati Allah dan tidak memakan buah dari pohon ditengah-tengah 
taman Eden (lih. Kejadian 2) 

2. oleh iman Abraham harus meninggalkan keluarganya, mengikuti Allah, dan percaya akan 
keturunan yang akan datang, (lih. Kejadian 12,15) 

3. oleh iman, Nuh harus membangun bahtera jauh dari air dan mengumpulkan binatang- 
binatang, (cf Genesis 6-9) 

4. oleh iman Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan menerima petunjuk khusus 
bagi kehidupan social dan keagamaan dengan janji berkat dan kutuk (lih. Ulangan 27-28) 

Ketegangan yang sama yang melibatkan hubungan Allah dengan manusia dikemukakan dalam 
"perjanjian baru" Ketegangan ini dapat dilihat dengan jelas dalam membandingkan Yehezkiel 18 
dengan Yehezkiel 36:27-37. Apakah perjanjian berdasarkan tindakan kemurahan Allah atau 
tanggapan manusia yang dimandatkan? Ini adalah pokok bahasan yang hangat dai Perjanjian Lama 
dan Baru. Sasaran keduanya sama: (1) pemulihan persekutuan yang hilang dalam Kej dan (2) 
penetapan orang-orang benar yang mencerminkan sifat-sifat Allah. 



183 



Perjanjian yang baru dari Yer 31:31-34 menyelesaikan ketegangan dengan menghilangkan 
prestasi menusia sebagai cara mencapai penerimaan. Hukum Allah menjadi suatu hasrat dari dalam 
bukannya prestasi di luar. Sasaran dari orang-orang yang benar dan saleh tetap sama, namun 
metodologinya berubah. Manusia yang jatuh telah membuktikan ke tidak layakan mereka untuk 
menjadi gambar yang mencerminkan Allah (lih. Rom 3:9-18). Masalahnya bukanlah perjanjiannya, 
tetapi keberdosaan dan kelemahan manusia (lih. Roma 7; Galatia 3). 

Ketegangan yang sama antara perjanjian yang bersyarat dab tak bersyarat dari PL tetap ada di 
PB. Keselamatan adalah sama-sekali cuma-cuma dalam karya paripurna dari Yesus Kristus, namun 
tetap memerlukan pertobatan dan iman (baik di awalnya maupun secara terus menerus). Kedua hal 
ini, keputusan hukum dan seruan untuk menjadi serupa dengan Kristus, merupakan pernyataan yang 
menujukkan penerimaan dan perintah kepada kekudusan! Orang percaya tidak diselamatkan oleh 
prestasi mereka, namun kepada (lih. Ef 2:8-10). Hidup saleh menjadi bukti dari keselamatan, bukan 
sarana mencapai keselamatan. 



"(pemberian) Hukum Taurat dan Ibadah" Hal ini akan menunjuk pada (1) penerimaan Musa 
akan Hukum di gunung Sinai (lih. Keluaran 19-20) dan pembangunan ibadah Bait Allah oleh Daud, 
atau (2) kemungkinan Kemah Musa di masa Perjalanan di Padang Belantara (lih. Keluaran 25-40 
dan Imamat). 

□ "janji-janji" Allah telah menyatakan rencanaNya untuk masa depan (lih. 1:2; Kis 13:32; Ti 1:2; 
Ibr 1:1) melalui PL. 

Sejak "perjanjian" disebutkan terdahulu, "janji" mungkin menunjuk pada Mesias (lih. ay 5, mis. 
Kej 3:15; 49:10; UI 18:15,18-19; II Sam 7; Maz 16:10; 118:22; Yes 7:14; 9:6; 11:1-5; Dan 7:13,27; 
Mik5:2-5a;Zak 2:6-13; 6:12-13; 9:9; 11:12. 

Janji-janji ini (perjanjian) mencakup baik bersyarat dan tidak bersyarat. Tidak bersyarat sejauh 
prestasi Allah (lih. Kej 15:12-21), namun bersyarat pada iman dan ketaatan manusia (lih. Kej 15:6 
dan Rom 4). Hanya Israellah yang mempunyai perwahyuan dari DiriNya pribadi sebelum 
kedatangan Kristus. 

9:5 "bapa-bapa" Ini berhubungan dengan Abraham, Ishak, dan Yakub, kepala-kepala keluarga 
dalam Kejadian 12-50 (lih. Rom 11:28; UI 7:8; 10:15). 

□ "yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia" ini dihubungkan dengan 
silsilah jasmani Mesias (lih. 1:3), Yang Diurapi, hamba pilihan khusus Allah yang akan menggenapi 
janji-janji dan rencana Allah, (lih. 10:6). 

Istilah "Kristus" adalah terjemahan bahasa Yunani dari kata Ibrani "Yang Diurapi". Dalam PL 
tiga kelompok pemimpin diurapi dengan minyak kudus (1) raja-raja Israel, (2) imam besar Israel, 
dan (3) nabi-nabi Israel. Ini adalah lambing dari Allah memilih dan melengkapi mereka bagi 
pelayananNya. Yesus menggenapi keseluruhan dari tiga jabatan urapan tersebut (lih. Ibr 1:2-3). 
Ia adalah perwahyuan penuh dari Allah karena Ia adalah inkarnasi Allah (lih. Yes 7:14; 9:6; Mik 
5:2-5a;Kol 1:13-20). 



184 



□ 

NASB "yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas 

segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya!" 
NKJV "Kristus datang, yang di atas segalanya, Allah yang terpuji dan kekal" 
NRSV "datanglah Mesias, yag di atas segalanya, terpujilah Allah selama-lamanya." 
TEV "dan Kristus sebagai manusia, milik bangsanya. Kiranya Allah, yang memerintah 

segalanya, dipuji selamanya" 
JB "datanglah Kristus yang di atas segalanya, Allah selamanya dipuji" 

Secara ketataahasaan ini bisa menjadi pujian bagi Allah Bapa (TEV), tetapi konteksnya 
mendukung peneguhan Paulus akan keTuhanan Yesus. Paulus tidak sering menggunakan kata 
Theos untuk Yesus, namun ia memakainya (lih. Kis 20:28; Ti 2:13; Flp 2:6). Seluruh Bapa-bapa 
gereja mula-mula menafsirkan naskah ini sebagai berkenaan dengan Yesus. 

□ "yang di atas segalanya" Ini juga bisa merupakan frasa yang manjelaskan Allah Bapa atau 
Yesus, Allah Anak. Ini mencerminkan pernyataan Yesus dalam Mat 28:19 dan pernyataan Paulus 
dalam Kol 1:15-20. Frasa yang indah ini menunjukkan ketinggian dari kebodohan Israel dalam 
penolakannya terhadap Yesus dari Nazareth. 

□ "selama-lamanya" Hal ini secara huruflah merupakan frasa istilah Yunani "kepada segala 
jaman" (lih. Luk 1:33; Rom 1:25; 11:36; Gal 1:5; I Tim 1:17). Ini adalah satu dari beberapa frasa 
yang berkaitan (1) "keakhirjaman" (lih. Mat 21:19 {Mar 11:14}; Luk 1:55; Yoh 6:5,58; 8:35; 12:34; 
13:8; 14:16; II Kor 9:9) atau (2) "dari jaman dari jaman" (lih. Ef 3:21). Tampaknya tidak ada 
perbedaan yang menyolok antara istilah-istilah "selamanya" ini. Kata "jaman" bisa saja JAMAK 
dalam suatu pengertian penggambaran dari pengembangan ketatabahasaan para rabi yang disebut 
"Jamak dari keagungan" atau ini bisa menunjuk pada konsep beberapa "jaman" dalam pengertian 
Yahudi "umur kekanak-kanakan", "masa kejahatan", "masa mendatang", atau "jaman kebenaran". 

□ "Amin" Lihat Topik Khusus pada 1 :25. 

NASB (UPDATED) TEXT: 9:6-13 

6 Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal 
dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham 
adalah anak Abraham, tetapi: "YANG BERASAL DARI ISHAK YANG AKAN DISEBUT 
KETURUNANMU." Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, 
tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar. 9 Sebab firman ini 
mengandung janji: "PADA WAKTU SEPERTI INILAH AKU AKAN DATANG DAN SARA 
AKAN MEMPUNYAI SEORANG ANAK LAKI-LAKI." 10 Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih 
terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. 
11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang 
jahat, — supaya rencana Allah tentang pemilihan-A^va diteguhkan, bukan berdasarkan 
perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya — 12 dikatakan kepada Ribka: "ANAK YANG 
TUA AKAN MENJADI HAMBA ANAK YANG MUDA," "seperti ada tertulis: "AKU 
MENGASIHI YAKUB, TETAPI MEMBENCI ESAU." 

9:6 "Firman Alah" Dalam konteks ini, frasa ini menunjuk pada janji-janji perjanjian dari PL. Janji 
Allah adalah pasti (lih. Bil 23:19; Yes 40:8; 55:11; 59:21). 



185 



□ 

NASB, NRSV, 

TEV, JB "(telah) gagal" 
NKJV "tidak ada pengaruhnya" 

Kata ini (ekpipto) digunakan dalam Septuaginta beberapa kali untuk sesuatu (lih. Yes 6:13) atau 
seseorang (lih. Yes 14:12) yang jatuh. Di sini bentuknya adalah PERFECT ACTIVE INDICATIVE, 
yang menjelaskan suatu kondisi suatu keberadaan dengan hasil yang abadi (hanya dinegatifkan) 
Lihat catatan di atas untuk kepastian dari Firman Allah. 

□ 

NASB "Sebab tidak semua orang keturunan dari Israel adalah orang Israel" 

NKJV "Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel" 

NRSV "Sebab tidak semua orang di Israel sungguh-sungguh orang Israel" 

TEV "Sebaba tidak semua orang Israel adalah umat Allah" 

JB "Tidak semua yang keturunan Israel adalah Israel." 

Arti dari pernyataan yang bersifat paradoks ini berkisar antara beberapa arti alkitabiah dari kata 
"Israel": (1) Israel, yang berarti keturunan Yakub (lih. Kej 32:22-32); (2) Israel, yang berarti umat 
pilihan Allah (lih. TEV); atau (3) Israel rohani, Israel yang artinya gereja, (lih. Gal 6:16; I Pet 2:8,9; 
Wah 1:6) lawan dari Israel Jasmani (lih. ay 3-6). Hanya beberapa dari anak-anak Abraham adalah 
anak-anak perjanjian (lih. ay 7). Bahkan orang Yahudi tidak pernah benar dengan Allah hanya 
berdasarkan garis keturunan mereka semata (lih. ay 7), namun harus berdasarkan iman mereka (lih. 
2:28-29; 4 : 1 f f . ; Yoh 8:31-59; Gal 3:7-9; 4:23). Hanyalah sisa-sisa Israel yang percayalah yang 
menerima perjanjian Allah dan berjalan di dalamnya oleh iman (lih. 9:27; 1 1 :5). 

Ayat 6 memulai suatu rentetan prakiraan tantangan (lih 9:14,19,30; 11:1). Ini melanjutkan 
bentuk diatribe Paulus. Bentuk ini menyampaikan kebenaran dengan menggunakan prakiraan 
tantangan, (lih. Mal 1:2,6,7 [duakali],12,13; 2:14,17 [dua kali]; 3:7,13,14). 

9:7 Bagian kedua dari ayat ini adalah sebuah kutipan dari Kejadian 21:12d. Tidak semua anak-anak 
Abraham adalah anak-anak ikatan perjanjian Allah (lih. Kej 12:1-3; 15:1-11; 17:1-21; 18:1-15; Gal 
4:23). Ini menunjukkan perbedaan antara Ismael dan Ishak dalam ay 8-9, dan Yakub dan Esau dalam 
ay 10-11. 

9:8 Di sini Paulus sedang menggunakan istilah "daging" ynruk menunjuk kepada nenek moyang 
bangsa (lih. 1:3; 4:1; 9:3,5). Ia sedang mengkontraskan keturunan jasmani Abraham (Orang Yahudi 
di 9:3) dengan anak-anak rohani (anak-anak perjanjian) dari Abraham (mereka yang akan 
mempercayakan diri pada Mesias yang dijanjikan Allah oleh iman). Ini bukan kontras yang sama 
dengan 8:4-1 1, manusia yang jatuh sebagai lawan dari manusia tebusan. 

9:9 Ini adalah kutipan dari Kejadian 18:10,14. Anak perjanjian ("benih") akan berasal dari Sarah 
atas inisiatif Allah. Hal ini pada waktunya beruncak pada kelahiran Mesias. Ishak adalah 
penggenapan khusus dari janji Allah kepada Abraham dalam Kej 12:1-3 tiga belas tahun 
sebelumnya. 



186 



9:10 Istri-istri dari Abraham, Ishak, dan Yakub adalah mandul; mereka tidak bisa mengandung. 
Ketidak-mampuan mereka untuk mendapat anak ialah satu dari cara Allah untuk menunjukkan 
bahwa Ia berkuasa atas perjanjian-perjanjianNya, yaitu garis turunan Mesias. 

Cara yang lain adalah bahwa garis keturunan Mesias yang benar tidak pernah dihasilkan mealui 
anak sulung dari Kepala-Kepala Keluarga (yang secara budaya seharusnya demikian) Kuncinya 
ialah Pilihan Allah (lih. ay 1 1-12). 

9:11-12 Ayat 11-12 adalah satu kalimat dalam bahasa Yunani. Keterangan ini diambil dari Kej 
25:19-34. Contoh ini digunakan untuk membuktikan Pilihan Allah (lih ay 16), bukan (1) keturunan 
manusia atau (2) kemampuan atau prestasi manusia (lih. ay 16). Ini adalah inti dari Injil, perjanjian 
baru (lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:22-36). Namun demikian, haruslah diingat bahwa pilihan Allah 
tidak dimaksudkan untuk menyingkirkan, namun untuk mencakup! Mesias akan datang dari benih 
yang terpilih, namun Ia akan datang bagi semua (yang melakukan iman, lih. 2:28-29; 4:3,22-25; 
pasal 10). 

9:11 "rencana" ini adalah kata majemuk pro ditambah tithemi, yang mengandung beberapa 
pengertian. 

1. dalam Rom 3:25 

a. ditetapkan secara terbuka di masyarakat 

b. anugerah perdamaian 

2. merencanakan lebih dahulu 

a. Paulus, Rom 1:13 

b. Allah, Ef 1:9 

Bentuk KATA BENDAnya (prothesis), yang digunakan dalam naskah ini berarti menetapkan 
sebelumnya" 

1. penggunaan dari roti tak beragi dalam Bait Allah, Mat 12:4; Mar 2:26; Luk 6:4 

2. penggunaan dari maksud penebusan Allah yang telah ditetapkan sebelumnya, Rom 8:28; 
9:11; Ef 1:5,11; 3:10; II Tim 1:9; 3:10 

Paulus memakai beberapa kata majemuk dengan KATA DEPAN pro (sebelum) dalam pasal- 
pasal 8 dan 9 dari Roma dan Efesus 1 

1. proginosko (mengetahui sebelumnya), Rom 8:29 

2. proorizo (dirancang sebelumnya), Rom 8:29 (Ef 1:5,1 1), 30 (Ef 1 :9) 

3 . prothesis (maksud yang telah ditetapkan sebelumnya), Rom 9:11 

4. proetoimazo (ditunjukkan sebelumnya), Rom 9:23 

5. prolego (dikatakan sebelumnya), Rom 9:29 

6. proelpizo (diharapkan sebelumnya), Ef 1 : 12 

9:12 Ini adalah suatu kutipan dari nubuatan dari Kej 25:23 berkenaan dnegan Esau dan Yakub. Ini 
menunjukkan bahwa Ribkah dan Yakub melaksanakan nubuatan, bukan untuk kepentingan pribadi, 
dalam mengelabui Ishak dalam kaitannya dengan berkat! 

9:13 "tapi (Aku) membenci Esau" Ini adalah kutipan dari Mal 1:2-3. "Benci" adalah sebuah 
istilah Ibrani untuk perbandingan. Dalam bahasa Inggris kedengaran sangat kasar, namun 
bandingkan dengan Kej 29:31-33; UI 21:15; Mat 10:37-38; Luk 14:26; dan John 12:25. Istilah-istilah 
kemanusiaan seperti "cinta" dan "benci" tidak berhubungan dengan perasaan Allah kepada orang- 



187 



orang tersebut, namun komitmenNya pada garis Mesias dan perjanjianNya. Yakub adalah anak 
perjanjian berdasarkan nuuatan dari Kej 25:23. Esau, di dalam Mal 1:2-3, dikaitkan pada bangsa 
Edom (yaitu keturunan Esau). 



NASKAH NASB (UPDATED): 9:14-18 



14 



15, 



Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! 
Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku 
mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah 
hati." 16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada 
kemurahan hati Allah. 17 Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku 
membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan 
supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi." 18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada 
siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. 



9:14 " 14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan" Paulus sering menggunakan bentuk 
diatribe ini (lih. 3:5; 4:1; 6:1; 7:7; 8:31; 9:14,19,30). 

□ "Apakah Allah tidak adil?" Bagaimana Allah menyuruh manusia bertanggung jawab bila 
faktor dasar keputusannya adalah kedaulatan Allah (lih. ay 19)? Inilah misteri dari pemilihan. 
Tekanan kunci dari konteks ini adalah bahwa Allah bisa berbuat apa saja kepada manusia (manusia 
pemberontak), namun demikian, kedaulatan Allah dinyatakan dalam kemurahan (lihat catatan pada 
ay 15), bukan kekuasaan semata-mata. 

Harus juga dinyatakan bahwa pilihan kedaulatan Allah tidak didasarkan atas pengetahuan dini 
akan pilihan-pilihan dan tindakan yang akan diambil oleh manusia di masa yang akan datang. Jika 
seandainya pemilihan itu didasarkan ata pengetahuan dini tersebut, maka ini berarti bahwa akhirnya 
pilihan dan tindakan manusialah yang menjadi dasar pemilihan Allah (lih. ay 16; I Pet 1:2). Dibalik 
ini semua terletak pandangan Yahudi tradisional mengenai kemakmuran orang benar (lih. UI 27-28; 
Ayub dan Maz 73). Namun, Allah memilih untuk memberkati orang yang tidak layak melalui 
imanny (bukan atas dasar prestasinya, (lih. 5:8). Allah mengetahui segala perkara namun Ia memilih 
untuk membatasi pilihanNya (1) dalam kemurahan dan (2) dalam janji. Tanggapan manusia harus 
ada, namun ini mengikuti dan akhirnya meneguhkan pilihan Allah yang mengubahkan kehidupan. 

□ "Mustahil" Ini adalah suatu BENTUK OPTATIVE yang langka namun sering digunakan Paulus 
untuk sebuah penegatifan ketegasan yang biasanya terhadap pertanyaan penentang diatribenya (lih. 
3:4,6,31; 6:2,15; 7:7,13; 11:1,11 juga IKor 6:15; Gal2:17; 3:21; 6:14). 

9:15 Ini adalah sebuah kutipan dari Kel 33:19. Allah bebas bertindak menurut rencana-rencana 
penebusanNya sendiri. Bahkan Musa tidak berlayak untuk berkat Allah (lih. Kel 33:20). Ia adalah 
seorang pembunuh (lih. Kel 2:11-15). Kuncinya ialah bahwa pilihanNya adalah di dalam kemurahan 
(lih. ay 16,18-23; 11:30,31,32). 

9:15-16 "kemurahan hati" Kata Yunani ini (eleos, lih. ay 15,16,18,23; 11:30,31,32) digunakan 
dalam Septuaginta (LXX) untuk menterjemahkan istilah Ibrani yang khusus hesed (ingat penulis PB 



188 



adalah pemikir Ibrani yang menuls dalam bahasa Yunani jalanan), yang artinya "setia loyal pada 
perjanjian." Kasih kemurahan dan pilihan Allah adalah jamak, berkelompok, (Yahudi [Ishak], 
bukan Arab [Ismael]; Israel [Yakub], bukan Edom [Esau], namun orang Yahudi yang percaya dan 
orang bukan Yahudi yang percaya) sebagaimana juga semua orang. Kebenaran ini adalah salah satu 
kunci untuk membuka misteri dari doktrin pradestinasi (penebusan universal). Kunci lain dalam 
konteks pasal 9-11 adalah sifat Allah yang tak pernah berubah — kemurahan (lih. 9:15,16,18,23; 
11:30,31,32), dan bukan prestasi manusia. Kemurahan melalui pemilihan pada waktunya akan 
mencapai semua yang percaya kepada Kristus. Satu orang membuka pintu iman kepada semua (lih. 
5:18-19). 

9:17-18 Ayat 17 adalah kutipan universal yang kuat dari Kel 9:16; ayat 18 adalah kesimpulan yang 
ditarik dari kutipan tersebut. Firaun dikatakan telah mengeraskan hatinya dalam Kel 8:15,32; 9:34. 
Allah dikatakan telah mengeraskan hatinya dalam Kel 4:21; 7:3; 9:12; 10:20,27; 11:10. Contoh ini 
digunakan untuk menunjukkan kedaulatan Allah (lih. ay 18). Firaun harus bertanggung jawab atas 
pilihannya. Allah menggunakan keangkuhan, kekeras kepalaan pribadi Firaun untuk mencapai 
kehendakNya bagi Israel (lih. ay 18). 

Juga perhatikan maksud tindakan Allah dengan Firaun adalah penebusan dan lingkupnya 
mencakup semua. Semua ini dimaksudkan: 

1. untuk menunjukkan kuasa Allah (sebagai lawan dari dewa-dewa alam dan binatang dari 
Mesir, sebagaimana yang diperbuat Kejadian 1 terhadap dewa perbintangan Babilonia) 

2. untuk menunjukkan Allah kepada Mesir dan dengan cara sama, seluruh dunia (lih. ay 17). 
Pemikiran barat (Amerika) membesarkan individu, sedang pemikiran timur berfokus pada 

kebutuhan akan kebersamaan yang menyeluruh. Allah menggunakan Firaun untuk menyatakan 
DiriNya kepada dunia yang dahaga. Ia akan berbuat hal yang sama kepada orang-orang Israel yang 
tidak percaya (lih. pasal 11). Dalam konteks ini hak dari satu orang berkurang demi kebutuhan 
keseluruhan. Ingat, juga contoh kelompok PL mengenai: 

1 . Anak-anak Ayub yang pertama yang mati akibat diskusi Allah dengan setan (lih Ayb 1-2) 

2. tentara Israel yang mati akibat dosa Akhan (lih. Yosua 7) 

3. anak sulung Daud dengan Betsyeba yang mati karena dosa Daud (lih. II Sam 12:15). 

Kita semua dipengaruhi oleh pilihan dari orang lain. Kebersamaan ini dapat dilihat di PB dalam 
Rom 5:12-21. 



NASB (UPDATED) TEXT: 9:19-26 

19 Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih 
disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?" 20 Siapakah kamu, hai 
manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang 
membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" 21 Apakah tukang periuk 
tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda 
untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang 
biasa? 22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah 
menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan 

23. 



untuk kebinasaan — justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda 
belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, 24 yaitu kita, yang telah 
dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa 



189 



lain, 25 seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "YANG BUKAN UMAT- 
KU AKAN KUSEBUT: UMAT-KU DAN YANG BUKAN KEKASIH: KEKASIH." 26 DAN DI 
TEMPAT, DI MANA AKAN DIKATAKAN KEPADA MEREKA: "KAMU INI BUKANLAH 
UMAT-KU," DI SANA AKAN DIKATAKAN KEPADA MEREKA: "ANAK-ANAK ALLAH 
YANG HIDUP." 



9:19 "yang menentang kehendakNya" Ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE INDICATIVE, 

yang menekankan suatu fakta yang ada dengan hasil yang berkelanjutan (lih. II Taw 20:6; Ayb 9:12; 
Maz 135:6; Dan 4:35). Diatribenya berlanjut. Secara logika, mengikuti diatribe Paulus adalah cara 
terbaik untuk bisa menggaris besarkan dan memahami pemikiran Paulus. Lihat pasal pendahuluan, 
B, 1 . Kehendak Allah perlu dilihat pada dua tingkatan. Pertama adalah rencana penebusanNya bagi 
seluruh umat manusia yang telah jatuh (lih. Kej 3:15). Rencana ini tidak dipengaruhi oleh pilihan 
manusia. Namun pada tingkatan kedua, Allah memilih untuk menggunakan perantaraan manusia 
(lih. Kel 3:7-9 dan 10). Manusia dipilih untuk menggenapi rencanaNya (baik secara positif, Musa, 
dan negatif, Firaun). 

9:20-21 gambaran ini diambil dari Yes 29:16; 45:9-13; 64:8 dan Yer 18:1-12. Penggambaran dari 
YHWH sebagai tukang periuk sering digunakan untuk Allah sebagai pencipta, sementara manusia 
berasal dari tanah liat (lih. Kej 2:7). Paulus membawa pulang pokok pikirannya mengenai 
kedaulatan dari sang pencipta dengan menggunakan tiga pertanyaan lagi — dua yang pertama ada di 
ay 20 dan yang ketiga di ay 21. Pertanyaan terakhirnya mengembalikan pada analogi mengenai 
pilihan positif Allah dalam Musa dan pilihan negative dalam Firaun. Kontras yang sama terlihat 
dalam (1) Ishak - Ismael, ay 8-9; (2) Yakub - Esau dalam ay 10-12; dan (3) bangsa Israel dan bangsa 
Edom dalam ay 13. Analogi yang sama ini dikembangkan untuk mencerminkan situasi di jaman 
Paulus mengenai orang Yahudi yang percaya dan tidak percaya. Pilihan positif Allah akhirnya 
dinyatakan dalam pencakupan akan orang bukan Yahudi yang percaya (ay 24-29 & 30-33)! 

9:22 "jika" Ini adalah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL sebagian. Yang dianggap benar 
dari sudut pandang si penulis, namun tanpa adanya kesimpulan ketatabahasaan. Ayat 22-24 adalah 
satu kalimat dalam bahasa Yunani. Ayat 22 menyatakan sifat penebusan Allah. Allah ialah Allah 
dari keadilan. Ia akan menuntut pertanggung j awabab manusia atas perbuatan mereka. Tetapi Ia juga 
adalah Allah yang berkemurahan. Semua manusia layak untuk mati (lih. 1:18-3:21). Pengadilan 
bukanlah kabar yang baik! Sifat Allah yang terutama adalah kemurahan dan bukan kemurkaan, (lih. 
UI. 5:9-10; 7:9; Hos 11:8-9). PilihanNya adalah untuk penebusan (lih. Yeh 36:22-33). Ia bersabar 
tehadap manusia berdosa (lih. Yeh 18). Ia bahkan menggunakan kejahatan bagi rencana 
penebusanNya! (contoh: Setan, Firaun, Penenung dari En-Dor, Asyur, Nebukadnezar, Koresh, dan 
dalam pasal 11, orang Israel yang tidak percaya)! 

□ 

NASB "untuk menunjukkan murkaNya" 

NKJV "ingin menunjukkan murkaNya" 

NRSV "berhasrat untuk menunjukkan murkaNya" 

TEV "ingin menunjukkan kemarahanNya" 

JB "siap menunjukkan kemarahanNya" 



190 



Allah mempertunjukkan murkaNya untuk memberitakan kuasaNya (cf. v. 22) dan kekayaan 
kemuliaanNya (lih. ay 23). Tindakan Allah selalu memiliki maksud penebusan (kecuali Gehenna, 
yang adalah penyingkiran terakhir dari para pembangkang yang tidak percaya dan dosa). 

□ "benda-benda kemurkaan" istilah ini melanjutkan penggambaran Paulus mengenai tanah liat 
dari ay 20 dan 21. Secara jelas hal ini menunjuk pada manusia yang tidak percaya yang digunakan 
Allah untuk melaksanakan rencana penebusanNya. 

□ 

NASB, NKJV "disiapkan" 
NRSV "dibuat" 

TEV "dihukum" 

NJB "dirancang" 

Ini adalah sebuah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE. Kata ini digunakan dalam naskah papyrus 
untuk menyebut sesuatu yang dipersiapkan untuk penggenapan tujuan akhirnya. Pemberontak yang 
tidak percaya akan mendapatkan hari penghakiman dan konsekuensi mereka. Namun demikian, 
Allah memilih untuk menggunakan orang-orang yang tidak percaya untuk menggenapi rencana 
penebusannya yang lebih luas dan mencakup semua. 

M. R. Vincent, Pelajaran Kata-kata, vol. 2, mengatakan "Bukannya ditetapkan oleh Allah untuk 
pembinasaan, namun dalam pengertian kesifatan, siap, matang untuk pembinasaan, bentuk 
participle-nya di sini mejelaskan tentang suatu status yang telah dibentuk sebelumnya, namun tanpa 
keterangan bagaimana cara pembentukannya" (hal. 716). 

□ "kebinasaan" Lihat Topik Khusus pada 3:3. 

9:23 "yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan" Kebenaran yang sama ini dinyatakan 
dalam Rom 8:29-30 dan Ef 1:4,11. Pasal ini adalah pernyataan terkuat mengenai kedaulatan Allah 
dalam PB. Tidak mungkin disangkal bahwa Allah berkuasa penuh terhadap penciptaan dan 
penebusan! Kebenaran yang agung ini tidak boleh dihaluskan atau di lunakkan. Namun demikian ini 
harus diseimbangkan dengan pilihan Allah akan perjanjian sebagai cara menghubungkan diri dengan 
manusia ciptaanNya, yang diciptakan sesuai dengan gambarNya. Pastilah benar bahwa beberapa 
perjanjian dalam PL, seperti Kej 9:8-17 dan 15:12-21, adalah tidak bersyarat dan tidak berhubungan 
dengan semua tanggapan manusia, namun perjanjian-perjanjian lain mensyaratkan tanggapan 
manusia (yakni, Eden, Nuh, Musa, Daud). Allah punya rencana penebusan bagi ciptaanNya, tak 
seorang pun dapat mempengaruhi rencana ini. Allah telah memilih untuk mengijinkan pribadi- 
pribadi untuk berpartisipasi dalam rencanaNya. Kesempatan berpartisipasi ini adalah ketegangan 
teologis antara kedaulatan (Roma 9) dan kehendak bebas manusia (Roma 10). 

Tidaklah tepat untuk memilih satu tekanan alkitabiah dan mengabaikan yang lain. Ada 
ketegangan antar doktrin karena orang timur menyajikan kebenaran dalam suatu pasangan dialektis 
atau pasangan yang dipenuhi ketegangan. Doktrin harus dipegang dalam hubungannya dengan 
doktrin lain. Kebenaran adalah sebuah mosaik dari kebenaran-kebenaran. 

Memang ada misteri di sni! Paulus tidak menarik kesimpulan logis terhadap orang yang tidak 
percaya yang dipersiapkan (kataptizo) untuk kemurkaan (ay 22) dan orang-orang percaya yang 
dipersiapkan (proetoimazo) untuk kemuliaan (ay 23). Apakah pilihan Allah satu-satunya faktor atau 
apakah pilihan Allah didasarkan atas kemurahan bagi semua, namun beberapa orang menolak 
penewaranNya? Apakah manusia mempunyai bagian dalam penentuan masa depannya sendiri (lih. 



191 



9:30-10:21)? Ada pernyataan yang berlebihan dari kedua sisi tersebut (Augustinus - Pelagius). Bagi 
saya konsep perjanjian mempersatukan keduanya dengan penekanan pada Allah. Manusia hanya bisa 
menanggapi inisiatif Allah. (mis. Yohanes 6:44,65). Namun bagi saya, sifat Allah tidaklah plin-plan, 
namun berkemurahan. Ia menjangkau semua manusia ciptaan yang sadar yang diciptakan menurut 
gambarNya (lih. Kej 1:26,27). Saya bergumul dengan konteks ini. Sangat kuat, namun berwarna 
hitam dan putih. Berfokus pada orang Yahudi yang tidak percaya, yang menghasilkan cakupan 
terhadap orang bukan Yahudi (pasal 11)! Namun ini bukanlah satu-satunya naskah tentang sifat 
Allah! 

□ "kemuliaan" Lihat catatan pada 3 :23 . 

9:24 Ayat ini menunjukkan bahwa obyek janji Allah lebih lebar dari hanya bangsa Israel. Allah 
telah menunjukkan kemurahan bagi manusia berdasarkan pilihanNya. Janji dari Kej 3:15 
berhubungan dengan semua manusia (karena belum ada orang Yahudi sampai pasal 12). 
Pemanggilan Abraham berhubungan dengan semua manusia, Kej 12:3. Panggilan Israel sebagai 
kerajaan imamat berhubungan dengan semua manusia (lih. Kel 19:5-6)! Inilah misteri dari Allah, 
yang tersembunyi, namun sekarang telah dinyatakan sepenuhnya (lih. Ef 2:11-3:13; Gal 3:28; Kol 
3:11). 

Penegasan Paulus dalam ay 24 akan digambarkan dengan kutipan-kutipan PL (ay 25-29). 

1. ayat 25, Hosea 2:23 

2. ayat 26, Hosea l:10b 

3. ayat 27, Yesaya 10:22 dan/atau Hosea 1 : lOa 

4. ayat 28, Yesaya 10:23 

5. ayat 29, Yesaya 1:9 

9:25-26 Dalam konteks bagian ini berasal dari Septuaginta (LXX) dari Hosea 2:23 (dengan sedikit 
penyesuaian) dan 1:10, dimana ini dihubungkan dengan Sepulu Suku di Utara, namun di sini Paulus 
menunjuk pada orang bukan Yahudi. Hal ini pemakaian PL yang lazim oleh para penulis PB. 
Mereka melihat gereja sebagai penggenapan janji-janji kepada Israel (lih. II Kor 6:16; Ti 2:14; I Pet 
2:5-9). Dalam kasus ini bagian dalam Hosea menunjuk padalsrael yang tidak setia. Jika Allah dapat 
memulihkan Sepuluh Suku Utara yang menyembah berhala, Paulus melihat ini sebagai bukti kasih 
dan pengampunan Allah yang satu hari nanti bahkan mencakup orang-orang kafir penyembah 
berhala. (Orang bukan Yahudi). 



NASB (UPDATED) TEXT: 9:27-29 

27 Dan Yesaya berseru tentang Israel: "SEKALIPUN JUMLAH ANAK ISRAEL SEPERTI 
PASIR DI LAUT, NAMUN HANYA SISANYA AKAN DISELAMATKAN. 28 SEBAB APA 
YANG TELAH DIFIRMANKAN-NYA, AKAN DILAKUKAN TUHAN DI ATAS BUMI, 
SEMPURNA DAN SEGERA." 29 Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: 
"SEANDAINYA TUHAN SEMESTA ALAM TIDAK MENINGGALKAN PADA KITA 
KETURUNAN, KITA SUDAH MENJADI SEPERTI SODOM DAN SAMA SEPERTI 
GOMORA." 



9:27 

NASB, NKJV, 

NRSV, NJB "sekalipun' 



192 



TEV "bahkan jika" 

Ini adalah sebuah KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL (ean ditambah dengan 
SUBJUNCTIVE MOOD), yang menjelaskan tindakan yang bisa diambil. 

9:27-28 Ini adalah kutipan lepas dari Septuaginta (LXX) dari Yesaya 10:22-23. Texrus Receptus 
menambahkan frasa penutup dari Septuaginta Yesaya 10:23. Namun hal ini tidak terdapat dalam 
naskah-naskah kuno Yunani P , K, A, dan B, yang menunjukkan bahwa ini adalah tambahan 
kemudian oleh pengganda naskah. Alkitab UBS 4 memberi pengabaian ini tingkatan "pasti." 

□ "SEPERTI PASIR DI LAUT" Ini adalah bagian dari bahasa penggambaran mengenai 
banyaknya hasil dari janji Allah kepada Abraham (lih. Kej 15:5; 22:17; 26:4). 

□ "SISANYA YANG AKAN DISELAMATKAN" Kata "sisa" sering digunakan dalam kitab 
nabi-nabi PL untuk menunjuk pada orang-orang Israel yang ditawan, yang akan dibawa kembali oleh 
Allah ke tanah perjanjian. Dalam penggunaan Paulus, istilah ini menunjuk pada orang Yahudi yang 
memiliki hubungan iman dengan Allah dan/atau mereka yang telah mendengar injil dan 
menanggapinya dengan iman pada Kristus. 

Bahkan dalam Israel Perjanjian, terdapat suatu pemisahan rohani, hanya sebagian yang benar 
dengan Allah. Pemilihan Israel tidak menyingkirkan kebutuhan akan tanggapan iman pribadi (lih. 
Yes 1:16-20). 

Paulus sedang menggunakan frasa PL yang semula berhubungan dengan tawanan Yahudi, yang 
hanya sedikit dari mereka kembali ke Palestina,untuk menunjuk pada mereka yang telah mendengar 
injil, namun sebagian besar dari mereka tidak percaya dan menerima Kristus. Hanya sebagian 
persentasi yang kecil dari pendengar (Yahudi dan Non Yahudi) di abad pertama menanggapi berita 
injil. Paulus menyebut mereka yang menanggapi sebagai sisa-sisa. 

TOPIK KHUSUS: SISA-SISA, TIGA PENGERTIAN 

Konsep PL tentang "sisa-sisa yang setia" adalah tema berulang dari para nabi (kebanyakan nabi- 
nabi dari abad ke delapan dan Yeremia). Ini digunakan dalam tiga pengertian: 

1. mereka yang selamat dari penawanan (contoh, Yes 10:20-23; 17:4-6; 37:31-32; Yer 
42:15,19; 44:12,14,28; Amos 1:8) 

2. mereka yang tetap setia pada YHWH (contoh, Yes 4:1-5; 11:11,16; 28:5; Yoel 2:32; Amos 
5:14-15; Mikha 2:12-13; 4:6-7; 5:7-9; 7:18-20) 

3. mereka yang adalah bagian dari pembaruan dan penciptaan kembali eskatologis (contoh, 
Amos 9:11-15) 

Dalam konteks ini Allah memilih hanya beberapa (mereka dengan semangat kesetiaan) dari sisa- 
sisa (yang selamat dari penawanan) untuk kembali ke Yudea. Sebagaimana telah kita saksikan 
sebelumnya dalam pasal ini, tema dari masa lalu Israel muncul kembali (ay 6). Allah mengurangi 
jumlahnya sehingga Ia bisa menunjukkan kuasa, ketetapan, dan perhatianNya (contoh, Gideon, Hak 
6-7). 

9:29 Ini adalah kutipan dari LXX mengenai Yesaya 1:9, yang menjelaskan keberdosaan bangsa 
Israel. 



193 



□ "TUHAN SEMESTA ALAM" Ini adalah sebuah gelar PL bagi YHWH, biasanya 
diterjemahkan sebagai "Tuhan semesta" (lih Yakobus 5:4). Bergantung pada konteks, ini menyebut 
Allah dalam pengertian militer, "komandan dari tentara surga" (lih. Yos 5:13-15), atau dalam 
pengertian administratif, biasanya suatu konteks dewa-dea perbintangan Babilonia yang 
berhubungan dengan lembaga-lembaga surgawi, "Tuhan atas lembaga-lembaga surgawi". Bintang- 
bintang adalah ciptaan, bukan illah; mereka tidak mengendalikan atau membentuk peristiwa- 
peristiwa (lih. Kej 1:16; Maz 8:3; 147:4; Yes 40:26). 

□ 

NASB "Seandainya... tidak meninggalkan pada kita keturunan" 

NKJV "Seandainya... tidak meninggalkan pada kita benih" 

NRSV "tak meninggalkan penerus" 

TEV "tidak meninggalkan pada kita beberapa keturunan" 

NJB "tidak meninggalkan pada kita sedikit penerus" 

Naskah Ibrani Yes 1:9 mengandung kata "sisa-sisa", namun Septuaginta menterjemahkannya 
"benih" (NKJV). Penghakiman Allah atas Israel selalu menyisakan (1) sisa-sisa orang yang percaya 
atau (2) garis keturunan Mesias. Allah menyisakan beberapa untuk menjangkau yang banyak. 

□ "Sodom. . .Gomora" Ayat 28 berhubungan dengan penghakiman Allah. Ayat ini khususnya 
menyebutkan dua kota kafir yang dimusnahkan Allah dalam Kej 19:24-26, namun ini menjadi suatu 
istilah bagi penghakiman Allah (lih. UI 29:34; Yes 13:19; Yer 20:16; 49:18; 50:40; Amos 4:11). 

NASKAH NASB (UPDATED): 9:30-33 

30 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang 
tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. 31 Tetapi: 
bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah 
sampai kepada hukum itu. 32 Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, 
tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, 33 seperti ada tertulis: 
"SESUNGGUHNYA, AKU MELETAKKAN DI SION SEBUAH BATU SENTUHAN DAN 
SEBUAH BATU SANDUNGAN, DAN SIAPA YANG PERCAYA KEPADA-NYA, TIDAK 
AKAN DIPERMALUKAN." 

9:30-31 Ini adalah suatu kesimpulan yang mengejutkan dari maksud pemilihan Allah. Ayat 30-33 
adalah suatu ringkasan dari pasal 9 dan suatu pengantar untuk pasal 10. Orang bukan Yahudi yang 
percaya dibenarkan dengan Allah, dan tidak semua orang Yahudi! 

Allah menghadapi seluruh maniusia dalam suatu cara perjanjian. Allah selalu mengambil inisiatif 
dan menetapkan persyaratannya. Individu-individu harus menanggapi dengan pertobatan dan iman, 
ketaatan, dan ketekunan. Apakah manusia diselamatkan oleh (1) kedaulatan Allah; (2) oleh 
kemurahan Allah melalui iman dalam karya paripurna Mesias; atau (3) atau oleh suatu tindakan 
iman pribadi? Ya! 

Untuk "mengejar" lihat catatan pada 14:19. 

□ "Kebenaran" Lihat topic khusus pada 1:17. 

9:32 "karena perbuatan" Textus Receptus menambahkan "dari hukum." Ini adalah suatu 
tambahan oleh pengganda di kemudian hari. Paulus sering menggunakan frasa ini "perbuatan 



194 



hukum" (lih 3:20,28; Gal 2:16; 3:2,5,10). Namun demikian, naskah kuno Yunani P 46 , N*, A, B, F, 
dan G mengabaikan kata tersebut daalam ayat ini. UBS 4 memberi tingkatan pada naskah yang lebih 
pendek "B" (hamper pasti). 

Kunci kepada kebenaran Allah bukanlah prestasi manusia, namun sifat dan anugerah Allah 
melalui Kristus. Kebenaran adalah suatu pencapaian yang tidak mungkin terjadi oleh manusia yang 
telah jatuh. Namun hal ini adalah suatu anugerah yang ditawarkan secara cuma-cuma melalui iman 
dalam Kristus (lih. 3:21-31). Namun demikian, anugerah ini harus diterima (lih. ay 33; Yoh 1:12; 
3:16; Rom 4:lff; 10:9-13; Ef 2:8-9). Ini adalah kebenaran yang terlewatkan oleh orang-orang Yahudi 
yang bermoral, agamawi, tulus hati. (juga semua golongan legalistik)! 

George Eldon Ladd dalam bukunya Suatau Teologia dari Perjanjian Baru, membuat pokok 
pandangan yang baik: 

"Pengajaran Paulus tentang Hukum Taurat sering didekati dari sudut pandang 
pengalaman kesejarahan baik dari Paulus sendiri sebagai seorang rabi Yahudi, atau dari 
Orang Yahudi kebanyakan abad pertama dibawah Hukum. Namun demikian, pemikiran 
Paulus harus dilihat bukan sebagai pengakuan dari otobiografi rohaninya, atau sebagai 
penjabaran atas sifat legalistis dari Farisi abad pertama, namun sebagai suatu penafsiran 
teologis oleh seorang pemikir Kristen mengenai dua cara kebenaran: legalisme dan iman." 
(hal. 495). 

9:33 Ini diambil dari Yes 28:16 digabungkan dengan 8:14. 

"Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu," 28:16a 

"batu sentuhan dan batu sandungan," 8:14b 

"Siapa yang percaya (kepadaNya), tidak akan gelisah," 28: 16b 
Dengan menggabungkan ayat-ayat tersebut seperti ini (teknik rabi-rabi) ia mengubah arti dari Yes 
28:16 dari positif ke negatif. Paulus mengolah PL untuk tujuannya sendiri. 

1 . Ia memilih terjemahan yang mana (LXX, MT, atau terjemahannya sendiri) 

2. Ia mengganti referensinya (dari pengungsi kepada Orang Non Yahudi) 

3 . Ia menggabungkan naskah 

4. Ia mengganti gelar dan KATA GANTI, yang mengaplikasikan YHWH pada Yesus 

□ "siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan" Ini berasal dari Yes 28: 16b. Ini 
juga dikutip dalam Rom 10:11 dan mirip dengan Yoel 2:32, yang dikutip dalam Rom 10:13. Kunci 
keselamatan mencakup (1) obyeknya (batu penjuru) dan (2) penerimaan pribadi tiap individu (iman 
dalam Dia). Lihat Topik Khusus: Percaya pada 4:5. 

□ "SEBUAH BATU" Ini aslinya adalah gelar bagi Allah (lih. Maz 18: 1-2,3 1,46; UI 32: 18; I Sam 

2:2; Maz 28:1; 31:3; 42:9; 71:3; 78:35), namun ini diambil menjadi gelar Mesias (lih. Kej 49:24; 
Maz 118:22; Yes 8:14; 28:16; Dan 2:34-35, 44-45; Mat 21:42-44). Elemen kunci dari janji 
perjanjian Allah (Mesias) disalah mengertikan dan ditolak (lih. I Kor 1:23). Orang Yahudi salah 
mengerti bukan hanya terhadap tujuan Mesias, namun syarat dasar dari perjanjian Allah. Kristus 
bagi orang Yahudi menjadi suatu sandungan, (lih. Isa. 8:14; Luke 2:34), namun bagi orang percaya, 
baik Yahudi dan bukan Yahudi, Ia menjadi batu fondasi (lih. Yes 28:16; I Pet 2:6-10). 



TOPIK KHUSUS: BATU PENJURU 
I. Penggunaan dalam PL 



195 



A. Konsep sebuah batu sebagai benda yang keras dan tahan lama yang merupakan bahan fondasi 
yang baik digunakan untuk menjelaskan tentang YHWH (lih. Maz 18:1). 

B. Ini kemudian berkembang menjadi gelar Mesias (lih. Kej 49:24; Maz 1 18:22; Yes 28: 16). 

C. Digunakan untuk mewakili penghakiman dari YHWH oleh Mesias (lih. Yes 8:14; Dan 2:34- 
35,44-45). 

D. Berkembang menjadi suatu penggambaran bangunan 

1. sebuah batu fondasi, yang ditempatkan pertama kali, diletakkan untuk dijadikan patokan 
pengukur sudut bagi keseluruhan bangunan tersebut, disebut "batu penjuru" 

2. ini dapat pula menunjuk pada batu terakhir yang diletakkan, yang mengikat dan menyatukan 
tembok-tembok (lih. Zak 4:7; Ef 2:20,21), disebut "batu utama" dari bahasa Ibrani rush 
(yaitu, kepala) 

3. ini dapat pula menunjuk pada "batu pengunci", yang terletak di tengah-tengah lengkungan 
lubang pintu gerbang dan menahan berat seluruh tembok di atasnya. 

II. NTUsages 

A. Yesus mengutip Maz 118 beberapa kali dalam kaitannya dengan DiriNya sendiri (lih. Mat 21 :41- 
46; Mar 12:10-11; Luk 20: 17) 

B. Paulus menggunakan Maz 118 dalam hubungannya dengan penolakan terhadap YHWH oleh 
Israel yang memberontak dan tak beriman (lih. Rom 9:33) 

C. Paulus menggunakan konsep "batu utama" dalam Ef 2:20-22 untuk menunjuk pada Christ 

D. Petrus menggunakan konsep ini untuk Yesus dalam I Pet 2:1-10. Yesus adalah batu penjuru dan 
orang percaya adalah bau hidup (yaitu, orang percaya sebagai Bait Allah, lih. I Kor 6:19), 
dibangun di atas Dia (Yesus adalah Bait Allah yang baru, lih. Mar 14:58; Mat 12:6; Yoh 2:19- 
20). 

Orang Yahudi menolak dasar yang paling mendasar dari pengharapan mereka ketika mereka 
menolak Yesus sebagai Mesias 
II. Pernyataan-pernyataan Teologis 

A. YHWH mengijinkan Daud/Salomo untuk membangun Bait Allah. Ia berkata pada mereka bahwa 
jika mereka memelihara perjanjian Ia akan memberkati mereka dan beserta dengan mereka, 
namun jika mereka tidak memelihara perjanjian, Bait Allah akan menjadi reruntuhan (lih. I Raj 
9:1-9)! 

B. Yudaisme Ke-Rabi-an berfokus pada bentuk dan tata ibadah dan mengabaikan aspek pribadi dari 
iman (ini bukan pernyataan yang menyamaratakan, ada juga rabi-rabi yang saleh). Allah mencari 
hubungan pribadi sehari-hari yang kudus dengan mereka yang diciptakanNya sesuai dengan 
gambarNya (lih. Kej 1:26-27). Lukas 20:17-18 mengandung kata-kata penghakiman yang 
menakutkan. 

C. Yesus menggunakan konsep sebuah Bait Allah untuk mewakili tubuh jasmaniNya. Hal ini 
melanjutkan dan mengembangkan konsep tentang pribadi. Iman dalam Yesus sebagai Mesias 
adalah kunci hubungan dengan YHWH. 

D. Keselamatan dimaksudkan untuk memulihkan gambar Allah dalam manusia sehingga 
persekutuan dengan Allah memungkinkan. Sasaran keKristenan adalah keserupaan dengan 
Kristus sekarang. Orang percaya menjadi batu hidup dibangun atas/berpolakan Kristus (Bait 
Allah baru). 

E. Yesus adalah fondasi dari iman kita dan batu utama dari iman kita (yaitu, Alfa dan Omega). 
Namun juga batu sandungan dan batu sentuhan. Kehilangan Dia berarti kehilangan segalanya. 
Tidak bisa ada jalan tengah di sini! 



196 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang 
bertanggung jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam 
pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda 
tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1 . Bagaimana pasal 9 (pradestinasi) berhubungan dengan pasal 10 (kehendak bebas manusia)? 

2 . Apakah tema utama dari pasal 9 : 1 -29? 

3 . Apakah Allah telah mengingkari j anj iNya pada Israel? 

4. Sebutkan hak-hak istimewa apa yang dimiliki bangsa Israel (9:4-5) 

5. Apakah semua orang Yahudi benar dengan Allah? Mengapa atau mengapa tidak (9:6)? 

6. Jika manusia dipaksa mengerjakan kehendak Allah apakah secara moral ia bertanggung 
jawab? 

7. Bagaimana "kemurahan" adalah kunci dari pradestinasi (lih. 15,16,18,23; 11:30-32)? 



197 



198 



ROMA 10 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Israel dan Injil 


Israel Perlu Injil 


Kebenaran Sejati adalah 
oleh Iman 


Israel dan Injil 


Israel Gagal untuk 
Melihat Bahwa Tuhanlah 
Yang Kudus 


9:30-10:4 




9:30-10:4 


9:30-10:4 






10:1-13 






10:1-4 


Keselamatan bagi Semua 






Keselamatan adalah bagi 
Semua 




10:5-13 




10:5-13 


10:5-13 


10:5-13 




Israel Menolak Injil 


Israel Bertanggung Jawab 
atas Kegagalannya 




Kesaksian Musa 


10:14-21 


10:14-21 


10:14-17 


10:14-17 


10:14-17 






10:18-21 


10:18-21 


10:18-21 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab 
untuk penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Pasal 10 berfokus pada kesempatan Israel untuk menanggapi penawaran keselamatan yang 
sangat berkemurahan dari YHWH. Pasal 9 mendiskusikan pilihan Allah pada orang Yahudi 



199 



dengan maksud memilih dunia namun orang Yahudi menolak untuk memegang pilihanNya 
(yaitu, ketaatan perjanjian) 

B. Paulus sedang melanjutkan penggunaan PL untuk mengemukakan pendapatnya bagi Injil. Ini 
adalah ciri-ciri khotbah para rasul dalam Kisah Para Rasul. Yang dikenal sebagai kerygma (yaitu, 
apa yang diproklamirkan). Lihat Topik Khusus: Kerygma pada 1 :2 

C. Kebenaran Inti dari 9:30-10:4 adalah: 

1 . Orang bukan Yahudi mendapatkan kebenaran Allah melalui iman dalam Kristus. 

2. Orang Yahudi tidak memiliki kebenaran Allah karena ketiadaan iman dalam Kristus. 

3. Hukum Taurat tidak bisa memberikan kebenaran. Kebenaran adalah anugerah Allah melalui 
iman dalam Kristus dan tidak bisa diperoleh berdasarkan prestasi manusia (lih. 3:21-31) 

D. Bruce Corley dan Curtis Vaughan dalam Suatu Komentari Panduan Belajar, Kitab Roma, 
terbitan Zondervan, hal. 115-116, mempunyai garis besar yang sangat membantu mengenai dosa 
orang Yahudi 

1. kesombongan agamawi, 10 :2a 

2. kebutaan rohani, 10 :2b, 3 a 

3. kebenaran diri sendiri, 10:3b 

4. kekeras kepalaan yang tak mau tunduk, 10:4a 

Saya juga menyukai kalimat kesimpulan pada akhir pasal 9 mengenai pasal 10, 
"Pemilihan terjadi dalam khotbah mengenai salib (lih. I Tes 1:4-10), yang menerangkan 
bagaimana pembelaan yang klasik terhadap kedaulatan Ulahi (9:6-29) dapat diikuti dengan 
bagian penginjilan yang terbesar dari surat-surat Paulus (10:1-21). Mandat tertinggi untuk 
memberitakan Injil adalah pengetahuan bahwa, dengan mengerjakan hal itu, Allah adalah setia 
melaksanakan tujuan pemilihanNya dalam Kristus" (hal. 1 14). 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 10:1-4 

Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka 
diselamatkan. 2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh- 
sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. 3 Sebab, oleh karena mereka 
tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan 
kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. 4 Sebab 
Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang 
percaya. 



10:1 "Saudara-saudara" Kata ini sering dipakai paulus untuk mengantar suatu pokok bahasan baru 
(lih. 1:13; 7:1,4; 8:12). 

□ "keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan" Paulus 
percaya orang Yahudi bisa diselamatkan dan bahwa doanya bagi mereka bermanfaat. Ini adalah 
pernyataan yang mengejutkan kebalikan dari pradestinasi ! Lihat Topik Khusus: Doa Syafaat pada 
9:3. 



200 



Ada variasi naskah Yunani untuk "supaya mereka". Textus Receptus menggantinya dengan 
"bagi Israel". Namun demikian, bukti-bukti naskah kuno lebih condong pada "supaya mereka" (MSS 
P 46 'N *, B, C, D*, F, G). UBS 4 memberinya tingkatan "A" (pasti). 

10:2 "mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah" Kesungguhan dan antusiasme tidaklah cukup 
(lih. ay 3-4). Paulus mengetahui dengan baik hal ini (lih. Kis 9:1; Gal 1:14; Flp 3:6)! 

10:2-3 "tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal 
kebenaran Allah" kata "mengenal" (ay 2, epiginosko) dapat berfungsi dalam dua cara: (1) orang 
Yahudi tidak bisa memahami injil yang cuma-cuma (pengertian Yunani dari "mengenal"); atau (2) 
orang Yahudi tidak memiliki hubungan iman dengan Allah (pengertian Ibrani dari "mengenal", lih. 
Kej 4:1; Yer 1:5). Orang Yahudi tidak mengabaikan kebutuhan akan tanggapan pada Allah (ay 
16,18,19), namun mereka menggantikan iman dengan prestatsi manusia, yang membawa pada 
kesombongan, keangkuhan, dan eksklusifisme (ay 3a)! 

10:3 "kebenaran Allah" Dalam konteks pasal 9-11 frasa ini dihubungkan dengan status benar yang 
dianugerahkan Allah (Roma 4) di hadapanNya berdasarkan semata-mata atas kemurahanNya, karya 
paripurna Kristus, dan dorongan Roh Kudus dan pertobatan manusia berdosa, tanggapan iman dan 
ketaatan yang berkelanjutan serta ketekunan. 

Seseorang dapat dengan pasti memahami bagaimana orang Yahudi salah paham akan kebenaran 
Allah. PL menekankan ketaatan akan Hukum Taurat, (lih. UI 4:28-6:3,17,24-25). Apa yang gagal 
untuk mereka akui adalah diperlukannya keseimbangan antara iman dan pertobatan (lih. UI 5:29-30; 
6:5). Ulangan secara jelas menegaskan bahwa Allah bertindak atas nama Israel bukan karena 
kebenaran mereka, namun karena sifatNya (lih. 9:6,7,13,24,27; 10:12-22; Yeh 36:22-38). Bahkan 
orang kanaan tidak disingkirkan karena kebenaran Israel, namun karena dosa mereka (lih. 9:4-6; Kej 
15:16). Lihat Topik Khusus pada 1:17. 

□ "mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah" KATA KERJAnya adalah suatu AORIST 
PASSIVE INDICATIVE, namun diterjemahkan sebagai suatu MIDDLE VOICE (lih TEV). Fungsi 
MIDDLE VOICE diambil alih oleh PASSIVE VOICE dalam bahasa Yunani Koine. Konteks 
menjadi faktor penentu. 

Secara huruflah ini berarti "menyerahkan diri" yang merupakan suatu istilah kemiliteran untuk 
rantai komando. Orang Yahudi mencoba untuk mengupayakan kebenaran Allah, namun kebenaran 
itu adalah suatu anugerah (lih. 3:24; 5:15; 6:23; Ef 2:8-9). Paulus melihat kebenaran ini dengan jelas 
di perjalanan ke Damaskus. 



TOPIK KHUSUS: PENYERAHAN (HUPOTASSO) 

Septuaginta menggunakan istilah ini untuk menterjemahkan sepuluh kata Ibrani yang berbeda. 
Dasar arti dalam PL nya adalah "memerintah" atau "hak komando". Ini diambil dalam LXX. 

1. perintah Allah (lih. Im 10:1; Yun 2:1; 4:6-8) 

2. perintah Musa (lih. Kel 36:6; UI 27: 1) 

3 . perintah raj a-raj a (lih. II Taw 31:13) 

Dalam PB pengertian ini berlanjut sebagaimana dalam Kis 10:48, di mana seorang Rasul 
memberikan perintah-perintah. Namun demikian, konotasi baru dikembangkan dalam PB. 

1 . suatu aspek kesukarelaan berkembang (seringkah merupakan middle voice) 



201 



2. tindakan pembatasan diri ini dapat dilihat dalam Yesus yang menyerahkan diri pada Bapa 
(lih. Lukas2:51) 

3 . orang percaya menyerah pada aspek-aspek budaya sehingga injil tidak tercemar. 

a. all believers (cf. Eph. 5:21) 

b. believing wives (cf. Col. 3:18; Eph. 5:22-24; Titus 2:5; IPet. 3:1) 

c. believers to pagan governments (cf. Rom. 13:1-7; I Pet. 2:13) 

Orang percaya bertindak dengan dorongan motif kasih, bagi Allah, bagi Kristus, bagi Kerajaan, 
bagi kebaikan orang lain. 

Seperti agapao gereja mengisi istilah ini dengan arti yang baru berdasarkan kebutuhan dari 
Kerajaan dan kebutuhan sesama. Istilah ini mengandung arti keluhuran budi yang tidak 
mementingkan diri sendiri, tidak berdasar atas suatu perintah, tetapi atas hubungan yang baru dengan 
Allah yang rela mengorbankan diriNya dan Mesias. Orang percaya mentaati dan menyerahkan diri 
untuk kebaikan semua dan berkat bagi keluarga Allah. 



10:4 

NASB, NKJV, 

NRSV "Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat" 
TEV "Sebab Kristus telah mengakhiri Hukum Turat" 

JB "tetapi sekarang hukum telah berakhir dengan Kristus" 

Pernyataan ini sejalan dengan Mat 5:17-48. Maksud, sasaran atau akhir dari Hukum Taurat 
bukanlah keselamatan, namun perasaan bersalah, dan maksud tersebut berlanjut (lih. Gal 3:24-25). 
Naskah klasik PB pada pokok ini adalah Gal 3 : 1-29. 

Ketika mendiskusikan pokok ini. Konteks sangatlah menentukan. Paulus menggunakan PL 
dalam beberapa cara berbeda. Ketika mendiskusikan kehidupan keKristenan, PL adalah perwahyuan 
Allah (lih. Rom 15:4; I Kor 10:6,11), tetapi waktu mendiskusikan keselamatan PL tidak berlaku dan 
telah berlalu (lih. Ibr 8:13). Hal ini karena hukum merupakan penggambaran bagi jaman lama. Injil 
iman dalam Yesus adalah jaman baru Roh. Jaman Hukum Taurat telah lalu. Lihat Topik Khusus: 
Pandangan Paulus tentang Hukum Taurat Musa padal3:9. 

□ 

NASB, NKJV "sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya" 
NRSV "sehingga ada kebenaran bagi setiap orang yang percaya" 

TEV "sehingga setiap orang yang percaya dibenarkan dengan Allah" 

NJB "sehingga siapa yang beriman akan dibenarkan" 

Pasal 9-11 harus ditafsirkan bersama-sama. Tekanan pada kedaulatan Allah yang dinyatakan 
dengan kuat dalam pasal 9 harus dipegang dalam ketegangan dengan seruan bagi semua untuk 
percaya dalam pasal 10 (lih. ay 4,9,11,13; 3:22; 4:11,16). 

Universalitas kasih dan rencana penebusan Allah dinyatakan dalam Kej 3:15 dan disarankan 
dengan kuat dalam Kej 12:3 dan Kel 19:5-6. Para nabi sering berkata tentang kasih Allah yang 
universal dan rencana untuk mempersatukan seluruh manusia. Kenyataan bahwa hanya ada satu 
Allah dan Ia menciptakan semua manusia dalam gambarNya menyediakan undangan universal 
kepada semua untuk diselamatkan. Namun demikian, misterinya adalah bahwa tak seorang pun 
dapat menanggapi tawaran ini tanpa dorongan Roh Kudus. (lih. Yoh 6:44,65). Pertanyaan lalu 
menjadi, "Apakah Allah menarik semua orang kepada keselamatan?" Jawabannya pasti "Ya"! (lih. 
Yoh 3:16; 4:42; I Yoh 2:2; 4:14; I Tim 2:4; II Pet 3:9). Paradoks yang menghantui dari dosa, 
kejatuhan, dan setan adalah bahwa beberapa akan berkata "Tidak". Ketika paulus berkhotbah, 

202 



beberapa orang Yahudi menanggapi, beberapa tidak; beberapa orang non yahudi menanggapi, 
beberapa tidak! 

Kata "percaya" (pisteuo) diterjemahkan dengan tiga kata bahasa Inggris, "believe (percaya)," 
"faith (iman)," and "trust (mempercayai)." Ini adalah PRESENT TENSE, yang berbicara mengenai 
percaya yang berkelanjutan. Ini bukan pengetahuan suatu fakta (teologia, rinian sejarah, informasi 
injil) yang menerima anugerah kemurahan Allah melalui Kristus. PB adalah suatu perjanjian; Allah 
menyusun agenda dan memancing tanggapan yang diperlukan, namun individu harus 
menanggapinya dalam iman dan pertobatan mula-mula dan iman dan pertobatan yang 
berkelanjutan. Ketaatan dan ketekunan saangat menentukan. Keserupaan dengan Kristus dan 
pelayanan adalah sasarannya! 

TOPIK KHUSUS: BENTUK KATA KERJA YUNANI YANG DIGUNAKAN UNTUK 
KESELAMATAN 

Keselamatan bukanlah suatu hasil, namun suatu hubungan. Keselamatan tidak selesai ketika 
seseorang mempercayakan diri pada Kristus; namun ini justru baru awalnya! Keselamatan bukan 
polis asuransi kebakaran, atau tiket ke surga tetapi hidup bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. 

KESELAMATAN SEBAGAI TLNDAKAN YANG TELAH SELESAI (AORIST) 

Kisah 15:11 

Roma 8:24 

II Timotius 1:9 

Titus 3:5 

Roma 13:11 (menggabungkan AORIST dengan orientasi FUTURE) 

KESELAMATAN SEBAGAI STATUS KEBERADAAN (PERFECT) 

■ Efesus 2:5,8 

KESELAMATAN SEBAGAI PROSES YANG BERKELANJUTAN (PRESENT) 

■ IKorintus 1:18; 15:2 

■ IIKorintus2:15 

KESELAMATAN SEBAGAI SUATU PENYEMPURNAAN DI MASA DEPAN (FUTURE dalam 

BENTUK KATA KERJA atau konteks) 

Roma 5:9,10; 10:9,13 

IKorintus 3:15; 5:5 

Filipi 1:28; I Tesalonika 5:8-9 

Ibrani 1:14; 9:28 

(Disarankan dalam Matius 10:22, 24:13; Markus 13:13) 

NASKAH NASB (UPDATED): 10:5-13 

'Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang 
melakukannya, akan hidup karenanya." 6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: 



203 



"JANGAN KATAKAN DI DALAM HATIMU: SIAPAKAH AKAN NAIK KE SORGA?," 
yaitu: untuk membawa Yesus turun, 7 atau: "SIAPAKAH AKAN TURUN KE JURANG 
MAUT?," yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. 8 Tetapi apakah 
katanya? Ini: "FIRMAN ITU DEKAT KEPADAMU, yakni di dalam mulutmu dan di dalam 
hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 9 Sebab jika kamu mengaku dengan 
mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah 
membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan 
hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 
"Karena Kitab Suci berkata: "BARANGSIAPA YANG PERCAYA KEPADA DIA, TIDAK 
AKAN DIPERMALUKAN." 12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang 
Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang 
yang berseru kepada-Nya. 13 Sebab, BARANGSIAPA YANG BERSERU KEPADA NAMA 
TUHAN, AKAN DISELAMATKAN. 

10:5 Ayat ini adalah referensi tidak langsung dari Im 18:5. Janjinya adalah pasti. Bila seseorang 
dapat memelihara Hukum, ia akan diterima oleh Allah (lih. Luk 10:28; Gal 3:12). Masalahnya ialah 
bahwa Rom 3:9,10-18,19,23; 5:18; 11:32 menyatakan kenyataannya. Semua telah berdosa. Jiwa 
yang berdosa akan mati (lih. Kej 2:17; UI 30:18; Yeh 18:4,20). Jalur perjanjian lama ini tertutup. 
Jalur ini menjadi suatu hukuman mati, suatu kutukan (lih. 7:10; Gal 3:13; Kol 2:14). 

10:6-8 Ini diilhami oleh UI 30:11-14 dalam Septuaginta (LXX), yang dimodifikasi oleh Paulus 
sesuai dengan maksudnya. Naskah ini aslinya dikatakan oleh Musa yang menunjukpada Hukum 
Taurat, namun di sini iniditerapkan untuk inkarnasi, kematian, dan kebangkitan Yesus (lih. ay 9; 
Eph. 4:9-10). Maksud Paulus adalah bahwa keselamatan telah siap sedia dalam Kristus melalui 
iman (lih. UI 30:15-20). Mudah, dan tersedia bagi semua, inilah yang sangat berbeda dengan 
Hukum Taurat Musa. 

□ "Tetapi kebenaran karena iman berkata" Paulus sebelumnya telah mempersonifikasikan 
"dosa" dan "anugerah", sekarang ia mempersonifikasikan "kebenaran karena iman". Yang berkata 
dalam kutipan PL di ay 6,7, dan 8. 

□ "naik. . . turun" Manusia tidak harus mencari Kristus; Allah telah mengirimkan Dia secara 
terbuka bagi semua. Pencarian oleh manusia tidak diperlukan. 

□ "hati" Hati merupakan bayangan dari diri. Lihat Topik Khusus pada 1 :24 

10:9 "jika" Ini adalah sebuah THIRD CLASS CONDITIONAL yang berarti potensi tindakan di 
masa depan. Ayat 9 adalah isi (hoti) dari berita tentang iman. 

□ "mengaku" Kata majemuk ini, homologeo, secara huruflah adalah "berkata" dan "yang sama," 
dan berarti "menyetujui secara terbuka" (berkata dengan suara keras sehingga orang lain bisa 
mendengarnya). Suatu pengakuan iman yang terbuka dalam Kristus sangatlah penting (lih. Mat 
10:32; Luk 12:8; Yoh 9:22; 12:42; I Tim 6:12; I Yoh 2:23; 4:15). Pengakuan terbuka dari gereja 
mula-mula ialah baptisan. Orang yang dibaptis akan mengakui imannya dalam Kristus dengan 
susunan "Aku percaya Yesus adalah Tuhan" Lihat Topik Khusus berikut ini. 



204 



TOPIK KHUSUS: PENGAKUAN 

A. Ada dua bentuk dari akar kata Yunani yang sama yang digunakan bagi pengakuan atau 
pernyataan, homolegeo dan exomologeo. Kata majemuk yang digunakan Yakobus adalah dari 
homo, sama; lego, berbicara; dan ex, atas dasar. Arti dasarnya ialah mengatakan hal yang sama, 
setuju. Kata ex ditambahkan untuk menjadikannya pernyataan umum (terbuka) 

B. Terjemahan bahasa Inggris dari kelompok kata ini adalah 

1. memuji 

2. menyetujui 

3 . mengumumkan 

4. menyatakan 

5. mengakui 

C. kelompok kata ini mempunyai penggunaan yang tampaknya berlawanan 

1. memuji (Allah) 

2. mengakui dosa 

Ini mungkin ttelah berkembang dari pengertian manusia akan kekudusan Allah dan keberdosaan 
mereka. Mengakui kebenaran yang satu berarti mengakui keduanya. 

D. Penggunaan PB dari kelompok kata ini adalah: 

1. berjanji (lih. Mat 14:7; Kis 7:17) 

2. setuju atau mengijinkan sesuatu (lih. Yoh 1 :20; Luk 22:6; Kis 24: 14; Ibr 1 1 : 13) 

3. memuji (lih. Mat 11:25; Luk 10:21; Rom 14:11; 15:9) 

4. memberi persetujuan kepada 

a. seseorang (lih. Mat 10:32; Luk 12:8; Yoh 9:22; 12:42; Rom 10:9; Flp 2:11; I Yoh 2:23; 
Wah 3:5) 

b. suatu kebenaran (lih. Kis 23:8; II Kor 11:13; I Yoh 4:2) 

5. membuat pengumuman terbuka (pengertian hukum yang dikembangkan menjadi peneguhan 
agamawi, lih. Kis 24:14; I Tim 6:13) 

a. tanpa pengakuan bersalah (lih. I Tim 6: 12; Ibr 10:23) 

b. dengan pengakuan bersalah (lih. Mat 3:6; Kis 19:18; Ibr 4:14; Yak 5:16; I Yoh 1:9) 

□ 

NASB "Yesus sebagai Tuhan" 

NKJV "Tuhan Yesus" 

NRSV, TEV, JB "Yesus ialah Tuhan" 

Ini adalah isi teologis dari liturgy baptisan dan pengakuan iman gereja mula-mula. Penggunaan 
kata "Tuhan" meneguhkan ke-allah-an Yesus (lih. Yoel 2:32; Kis 2:32-33,36; Flp 2:6-11) sementara 
nama "Yesus" itu sendiri meneguhkan sejarah kemanusiaanNya (lih. I Yoh 4:1-6). 

TOPIK KHUSUS: NAMA TUHAN 

Ini adalah frasa PB yang umum bagi hadirat pribadi dan kuasa aktif dari Allah Tritunggal dalam 
gereja. Ini bukan rumusan yang gaib, namun suatu panggilan pada sifat Allah. 
Frasa ini sering menunjuk pada Yesus sebagai Tuhan (lih. Flp 2: 1 1) 

1. pada pengakuan iman seseorang dalam Yesus pada saat baptisan (lih. Rom 10:9-13; Kis 
2:38; 8:12,16; 10:48; 19:5; 22:16; IKor 1:13,15; Yak2:7) 

2. pada saat pengusiran setan (lih. Mat 7:22; Mar 9:38; Luk 9:49; 10:17; Kis 19:13) 

3. pada suatu penyembuhan (lih. Kis 3:6,16; 4:10; 9:34; Yak 5:14) 



205 



4. tindakan pelayanan (lih. Mat 10:42; 18:5; Luk 9:48) 

5. pada saat pendisiplinan gereja (lih. Mat 18:15-20) 

6. selama berkhotbah kepada orang bukan Yahudi (lih. Luk 24:47; Kis 9:15; 15:17; Rom 1:5) 

7. dalam doa (lih. Yoh 14:13-14; 15:2,16; 16:23; I Kor 1:2) 

8. sebuah cara mereferensikan keKristenan (lih. Kis 26:9; I Kor 1:10; II Tim 2:19; Yak 2:7; I 
Pet4:14) 

Apapun yang kita kerjakan sebagai pemberita, pelayan, penolong, penyembuh, pengusir setan, 
dll, kita kerjakan dalam sifatNya, kuasaNya, ketetapanNya — dalam namaNya! 



"percaya dalam hatimu" Frasa ini paralel dengan mengaku, yaitu memberikan aspek kembar iman. 
Kata alkitab "percaya" (pistis) mencakup (1) kepercayaan pribadi (Ibrani), (2) sifat intelektual 
(Yunani), dan (3) komitmen sukarela yang berkelanjutan (lih. UI 30:20). 

Kata "hati" digunakan dalam pengertian PLnya yaitu keseluruhan manusia. Paulus menyebut 
"mulut" dan "hati" dalam konteks ini karena kutipannya dari UI 30:14 yang dikutip di ay 8. Ini tidak 
berarti untuk menetapkan suatu peraturan yang singkat jelas yaitu orang harus berdoa denga suara 
keras untuk bisa diselamatkan. 

10:10 "dibenarkan" Sasaran Allah bagi setiap orang percaya bukan hanya surga satu hari nanti, 
namun keserupaan dengan Kristus sekarang! Suatu bagian lain yang kuat mengenai pradestinasi, Ef 
1:3-14, secara kuat meneguhkan kebenaran ini dalah ay 4. Orang percaya dipilih untuk menjadi 
kudus dan tak bercela! Pemilihan tidak hanya suatu doktrin, melainkan suatu gaya hidup (lih. UI 
30:15-20). 

Ayat 10 mencerminkan dua kali lipat penekanan dari Amanat Agung (lih. Mat 28:19-20), 
keselamatan (mendapatkan murid) dan kebenaran (ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang 
telah Kuperintahkan kepadamu). Kesimbangan yang sama didapati dalam Ef 2:8-9 (Keselamatan 
yang cuma-cuma oleh anugerah Allah melalui Kristus) dan suatu seruan kepada "perbuatan baik" 
dalam Ef 2:10. Suatu umat dalam gambarNya sendiri selalu merupakan kerinduan Allah. 

10:11 Ini adalah kutipan dari Yes 28:16 yang kepadanya Paulus menambahkan kata "siapapun". 
Dalam Yesaya ini menunjuk pada iman dalam Mesias, batu penjuru Allah (lih. 9:32-33). 
Sebagaimana Roma 9 mengagungkan kedaulatan Allah, pasal 10 mengagungkan kebutuhan bagi tiap 
individu, siapaun dan semuanya, untuk menanggapi Kristus. Penawaran universal ini nampak jelas 
dalam "setiap orang" dari ay 4 dan "barang siapa" dari ay 11,13 dan "semua" dari ay 12 (dua kali)! 
Inilah keseimbangan teologis dari tekanan pemilihan (pradestinasi) di pasal 9. 

□ "percaya kepadaNya" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE dengan KATA 
DEPAN epi (lih. 4:24; 9:33; I Tim 1:16). Percaya tidak hanya merupakan tanggapan mula-mula, 
tetapi suatu persyaratan yang terus-menerus bagi keselamatan! Bukanlah hanya suatu teologia yang 
benar (kebenaran injil) yang menyelamatkan, namun hubungan pribadi (pribadi injil) yang 
menghasilkan suatu gaya hidup yang saleh (kehidpan injil). Hati-hati dengan faham mudah percaya 
yang memisahkan kebenaran dan kehidupan. Suatu iman yang menyelamatkan adalah iman yang 
gigih dan berubah! Kehidupan kekal mempunyai sifat-sifat yang bisa dilihat! Lihat Topik Khusus: 
Orang-orang percaya pada 4:5. 



206 



□ 

NASB, TEV "tak akan kecewa" 

NKJV, NRSV "tidak akan dipermalukan" 

JB "tak akan memiliki alasan untuk malu" 

Mereka yang mempercayakan diri ("percaya") dalam Kristus tidak akan ditolak. Ini adalah 
kutipan dari Yes 28:16, yang adalah ayat kunci dala penyajian Paulus dalam 9:33. 

10:12 "sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani" ini adalah tulang 
punggung dari Perjanjian Baru (lih. Rom 3:22,29; Gal 3:28; Eph 2:11-3:13; Col 3:11). Allah yang 
Esa itu telah menebus ciptaanNya yang terhilang melalui tindakanNya sendiri. Ia merindukan semua 
manusia yang diciptakan menurut gambarNya untuk datang kepadaNya dan menjadi seperti Dia! 
Semua boleh datang kepadaNya! 

Sifat universal injil ("semua" digunakan dua kali dalam ay 12) dibagi dalam dua cara: (1) tak ada 
perbedaan antara Yahudi dan bukan Yahudi; semua terhilang (lih. 3:9,19,22-23; 11:32) dan (2) tak 
ada perbedaan antara Yahudi dan bukan Yahudi; semua bisa diselamatkan. Injil menghilangkan 
semua batasan manusia (lih. Yoel 2:28-29; I Kor 12:13; Gal 3:28; Kol 3:11), setidaknya dalam 
bidang keselamatan. 

□ "kaya" ketika Paulus memikirkan anugerah Allah dalam Kristus, ia sering menggunakan kata 
"kaya" (lih. 2:4; 9:23; ll:12[dua kali],33; I Kor 1:5; II Kor 8:9; Ef 1:7,18; 2:7; 3:8,16; Flp 4:19; Kol 
1:27; 2:2). 

10:13 Kutipan dari Yoel 2:32 yang terkenal ini memiliki dua penekanan dalam penggunaannya oleh 
Paulus (1) dalam Yoel nama YHWH digunakan, Paulus dalam Roma dan Petrus dalam Kis 2:21 
menggantikannya dengan nama Yesus (juga perhatikan Yoh 12:41 dan Yes 6:9-10; Flp 2:9 dan Yes 
45:22-25; Rom 9:33 dan Yes 8:13-14); dan (2) dalam Yoel "selamat" diterapkan pada pembebasan 
jasmaniah, dalam Roma ini menunjuk pada pengampunan rohani dan keselamatan kekal. 

Konsep PL dari "memanggil nama" menunjuk pada pengakuan iman terbuka dalam suatu 
kerangka penyembahan. Konsep yang sama ini telihat dalam Kis 7:59; 9:14,21; 22:16; I Kor 1:2; II 
Tim 2:22. Lihat Topik Khusus: Dipanggil pada 1:6. 

TOPIK KHUSUS: YESUS ORANG NAZARET 

Ada beberapa istilah Yunani yang berbeda yang digunakan dalam PB untuk secara tepat 
menunjuk pada Yesus. 
A. Istilah-istilah PB 

1. Nazaret - kota di Galilea (lih. Luk 1:26; 2:4,39,51; 4:16; Kis 10:38). Kota ini tidak 
disebutkan dalam sumber-sumber di jamannya, namun ditemukan dalam prasasti-prasasti 
dikemudian hari. 

Bagi Yesus lahir di Nazaret bukanlah suatu kelebihan (cf. John 1:46). Tanda di atas salib 
Yesus yang mengikut sertakan nama tempat ini adalah tanda kejijikan Yahudi. 

2. Nazarenos - nampaknya juga menunjuk pada suatu lokasi geografis (lih. Luk 4:34; 24:19). 

3. Nazoraios - mungkin menunjuk pada suatu kota, tetapi bisa juga suatu permainan dari istilah 
ke-Mesias-an Ibrani "Carang" {netzer, lih. Yes 4:2; 11:1; 53:2; Yer 23:5; 33:15; Zak 3:8; 
6:12). Lukas menggunakan hal ini tentang Yesus dalam 18:37 dan Kis 2:22; 3:6; 4:10; 6:14; 
22:8; 24:5; 26:9. 



207 



B. Penggunaan kesejarahan di luar PB. Penunjukan ini mempunyai penggunaan-penggunaan 
histories lainnya. 

1. menjelaskan suatu kelompok heretis Yahudi (pra-Kristen). 

2. digunakan dalam lingkungan Yahudi untuk menjelaskan orang yang percaya pada Kristus 
(lih.Kis 24:5,14; 28:22). 

3. menjadi istilah yang lazim untuk menjelaskan tentang orang percaya dalam gereja-gereja 
Syria (Aram). "Kristen" digunakan dalam gereja Yunani untuk menunjuk pada orang-orang 
percaya. 

4. Kadang-kadang setelah kejatuhan Yerusalem, orang Farisi mengorganisir diri kembali di 
Jamnia dan menghasut terjadinya pemisahan resmi antara sinagoga dan gereja. Sebuah 
contoh dari jenis rumusan kutukan melawan orang Kristen ditemukan dalam "Ke Delapan 
Belas Berkat" dari Berakoth 28b-29a, yang menyebut orang percaya sebagai "Nasrani." 

"Kiranya kaum Nasrani and heretik lenyap sekejap mata; mereka harus 
dihapuskan dari kitab kehidupan dan tidak dituliskan bersama dengan orang yang 
setia." 

C. Pendapat Penulis 

Saya terkejut dengan banyaknya ejaan dari kata tersebut, walaupun saya tahu ini bukan 
barang baru di PL sebagaimana "Yosua" memeiliki beberapa ejaan dalam bahasa Ibrani. 
Namun, karena (1) kedekatan hubungan dengan istilah ke-Mesias-an "Carang"; (2) 
digabungkan dengan konotasi negatif; (3) sedikit atau tidak adanya keterangan pada 
jamannya mengenai kota Nazaret di Galilea menyebabkan saya untuk tetap merasa tidak 
pasti arti tepatnya kata tersebutr; dan (4) kata ini datang dari mulut iblis dalam suatu 
pengertian eskatologis (yaitu, "Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami?"). 
Untuk kepustakaan yang penuh dari pelajaran kelompok kata ini berdasarkan keahlian lihat Colin 
Brown (penyunting), Kamus International Baru dari Teologia Perjanjian Baru, vol. 2, hal. 346. 



NASKAH NASB (UPDATED): 10:14-15 

14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada 
Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang 
Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 
15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada 
tertulis: "BETAPA INDAHNYA KEDATANGAN MEREKA YANG MEMBAWA KABAR 
BAIK!" 

10:14-15 Ada serentetan pertanyaan yang diikuti kutipan PL yang berpendapat bahwa Israel tidak 
pernah menanggapi berita atau utusan-utusan YHWH (lih. Nehemia 9; Kis 7). Allah mengirimkan 
utusanNya (nabi-nabi, rasl-rasul, pendeta-pendeta, guru-guru, dan para penginjil). Utusan-utusan ini 
adalah berkat Allah bagi dunia yang membutuhkan. Sebagaimana Allah dengan penuh anugerah 
mengirimkan utusan injil, pendenganrnya harus menanggapi dengan sepantasnya berita yang mereka 
bawa. Paulus menutup pemikiran ini dengan kutipan dari Yes 52:7. Paulus memperluas ayat PLnya 
untuk menunjuk pada pemberita-pemberita injil. 

Iman yang menyelamatkan memiliki beberapa elemen (1) suatu berita untu dipercayai; (2) 
seseorang untuk diterima; (3) tanggapan iman dan pertobatan mula-mula dan terus berkelanjutan; 
(4) hidup yang taat; dan (5) ketekunan (lihat catatan pada 1:5). 



208 



10:15 Ini adalah amanat agung dari Roma. Keselamatan datang oleh mendenganr injil dan menerima 
injil. Pemberita-pemberita diutus sehingga "semua" bisa diselamatkan! 

NASKAH NASB (UPDATED): 10:16-17 

16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: 
"TUHAN, SIAPAKAH YANG PERCAYA KEPADA PEMBERITAAN KAMI?" 17 Jadi, iman 
timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

10:16 Lagi Paulus menggunakan pernyataan profetik PL yang aslinya menunjuk pada berita YHWH 
kepada Israel untuk menunjuk pada injil Yesus Sang Mesias. Sebagaimana orang Yahudi PL 
menolak berita Allah, demikian orang Yahudi di jaman Paulus menolaknya juga. Ini adalah sebuah 
kutipan dari Yes 53:1 namun juga secara teologis berkaitan dengan penolakan Israel terhadap berita 
Allah dalam Yes 6:9-13. 

10:17 Injil adalah pertama sebuah berita (lih. Gal 3:2). Namun berita tersebut menjadi firman pribadi 
"firman Kristus" (lih. Kol 3:15-16). 

□ "firman Kristus" Karena konteksnya ini harus menunjuk pada berita tentang Kristus yang 
dikhotbahkan. Pemberitaan Injil adalah cara Allah untuk menyampaikan penawaranNya dalam 
Kristus kepada dunia. 

Ada variasi naskah kuno Yunani di titik ini: (1) MSS P 46 , X , B, C, D memiliki "firman Kristus" 
sementara (2) MSS N c , A, D c , K, P memiliki "firman Allah". Yang pertama adalah yang paling tidak 
lazim (lih. Kol 3:16) dan, oleh karena itu, kemungkinan adalah aslinya (Ini adalah salah satu isi 
dasar dari kritik kenaskahan) UBS 4 memberikan kepadanya tingkatan "A" (pasti). Inilah satu 
satunya tempat lain dari kemunculanya di PB. Yang kedua, "firman Allah", muncul beberapa kali 
(lih. Luk 3:2; Yoh 3:34; Ef 6:17; Ibr 6:5 dan 11:3). 

NASKAH NASB (UPDATED): 10:18-21 

18 Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah 
mendengarnya: "SUARA MEREKA SAMPAI KE SELURUH DUNIA, DAN PERKATAAN 
MEREKA SAMPAI KE UJUNG BUMI." 19 Tetapi aku bertanya: Adakah Israel 
menanggapnya? Pertama-tama Musa berkata: "AKU MENJADIKAN KAMU CEMBURU 
TERHADAP ORANG-ORANG YANG BUKAN UMAT DAN MEMBANGKITKAN 
AMARAHMU TERHADAP BANGSA YANG BEBAL." 20 Dan dengan berani Yesaya 
mengatakan: "AKU TELAH BERKENAN DITEMUKAN MEREKA YANG TIDAK 
MENCARI AKU, AKU TELAH MENAMPAKKAN DIRI KEPADA MEREKA YANG 
TIDAK MENANYAKAN AKU." 21 Tetapi tentang Israel ia berkata: "SEPANJANG HARI 
AKU TELAH MENGULURKAN TANGAN-KU KEPADA BANGSA YANG TIDAK TAAT 
DAN YANG MEMBANTAH." 

10:18 Ayat ini menegaskan bahwa kebanyakan orang Yahudi telah mendengar berita dan mereka 
bertanggung jawab atas penolakan mereka atasnya, (sebiah firasa Yunani DOUBLE NEGATIVE 
yang tegas). Masalahnya bukan kelalaian, tapi ketidak-percayaan! 

Paulus mengutip Maz 19:4. Dalam Mazmur ini ayat 1-6 menunjuk pada perwahyuan alam, yang 
adalah Allah yang berbicara melalui ciptaanNya (lih. Roma 1-2). Paulus merubah (1) saksi universal 

209 



("kedalam seluruh dunia") dan (2) cara menyalurkan berrita dari kebisuan ciptaan kepada pemberita- 
pemberita injil, (rasul, nabi, penginjil, gembala, dan guru, lih. Ef 4:11), yang menunjuk pada 
perwahyuan khusus (lih. Maz 19:8-14). Pemikiran utamanya ialah bahwa berita injil telah 
dinyatakan pada dunia yang dikenal pada jaman Paulus. (dunia Yunani Romawi). Paulus sedang 
menggunakan hermeneutik kerabian; ia menggantikan konteks PL yang asli untuk tujuan polemik 
dan teologianya. Haruslah dinyatakan secara jelas, bahwa penggunaan Paulus akanPL, seperti rasul 
yang lain, adalah dipimpin secara khusus oleh Roh Kudus. (lih. II Pet 1:20-21). Orang percaya 
sekarang, dibawah terang dari Roh Kudus, tidak bisa meniru metode interpretatif dari para penulis 
PB. 

10:19-20 Orang Yahudi telah mendengar berita, bahkan dari Musa. Orang Yahudi mendengar dan 
mampu mengerti berita iman yang mencakup semua tentang menjadi benar dengan Allah. 

Dalam ayat-ayat ini, Allah berbicara kepada umat perjanjianNya mengenai pencakupan orang 
bukan Yahudi. Ini dilakukan dengan cara mengambil kutipan dari UI 32:21 dalam ay 19 dan Yes 
65:1-2 dalam ay 20-21. Pencakupan orang bukan Yahudi yang mengejutkan ini dimaksudkan untuk 
mendorong orang Yahudi kepada iman (lih. 1 1 : 11,14). 

10:21 Pernyataan ini adalah kutipan dari Septuaginta dari Yes 65:2 mengenai penolakan umat 
perjanjian terhadap YHWH (lih. Yes 65:1-7). Allah setia; Israel tidak setia. Ketidak setiaan mereka 
membawa kepada penghakiman sementara pada bangsa tersebut termasuk juga pribadi-pribadi di 
masa lalu, sedangkan penolakan mereka akan kebenaran Allah melalui Kristus akan membawa 
mereka pada penghukuman kekal ! 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang 
bertanggung jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam 
pandangan yang kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda 
tidak boleh menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1. Jika pilihan Allah sangat menentukan mengapa Paulus berdoa bagi Israel dalam 10:1? 
Mengapa 10:9-13 sedemikian tegas dalam hal keperluan dar tanggapan manusia? 

2. Apa arti ay 4? "Apakah Kristus mengakhiri Hukum? 

3. Sebutkan elemen-elem yang terlibat dalam kepercayaan dalam 10:9-10. 

4. Mengapa Paulus sedemikian sering mengutip PL? Bagaimana hubungan hal ini terutama 
dengan gereja orang bukan Yahudi di Roma? 

5. Bagaimana ayat 11-13 berhubungan dengan pasal 9 

6. Bagaimana ayat 14-15 berhubungan dengan pengabaran injil ke dunia. 

7. Bagaimana kehendak bebas manusia ditunjukkan sebagai bagian dari keselamatan manusia 
dalam pasal 10? 



210 



ROMA 11 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Sisa-sisa Israel 


Penolakan Israel tidaklah 
Menyeluruh 


Penolakan Israel Bukan 
yang Terakhir 


Kemurahan Allah atas 
Israel 


Sisa-sisa Israel 


11:1-10 


11:1-10 


11:1-10 


11:1-6 


11:1-10 








11:7-10 




Keselamatan Orang 
Bukan Yahudi 


Penolakan Israel Bukan 
yang Terakhir 






Orang Yahudi akan 
Dipulihkan di Kemudian 
Hari 


11:11-12 


11:11-36 


11:11-12 


11:11-12 


11:11-15 








Keselamatan Orang 
Bukan Yahudi 




11:13-16 




11:13-16 


11:13-15 


Orang Yahudi masih 
merupakan Bangsa 
Pilihan 






Penggambaran Pohon 
Zaitun 


11:16-18 


11:16-24 


11:17-24 




11:17-24 












11:19-24 




Pemulihan Israel 




Seluruh Israel akan 
Diselamatkan 


Kemurahan Allah 
terhadap Semua 


Pertobatan Orang Yahudi 


11:25-32 




11:25-32 


11:25-32 


11:25-27 










11:28-29 










11:30-32 








Puji bagi Allah 


Pujian pada Kemurahan 
dan Hikmat Allah 


11:33-36 




11:33-36 


11:33-36 


11:33-36 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab 
untuk penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 



211 



1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Pasal 11 melanjutkan hubungan yang bersifat paradoks antara pemilihan dan injil. Pemilihan di 
PL adalah untuk pelayanan, sementara pemilihan dalam PB adalah untuk keselamatan (periksa 
konkordansi anda!). Dalam satu pengertian, orang percaya dipanggil untuk menjadi keluarga 
Allah (PB) dan hamba-hambaNya (PL). Pemilihan mencakup secara bersama dan secara pribadi, 
positif dan negatif (Yakub/Israel-Esau/Edom; Musa/Firaun). Pada akhirnya ketegangan ini 
bukanhanya antara kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia, namun dalam sifat-sifat Allah 
sendiri. Pasal 9-11 menekankan lagi dan lagi kemurahan Allah dan pemberontakan dari manisia 
yang telah jatuh. Allah setia, manusia tidak setia. 

Pemilihan bukankah sebuah doktrin untuk menyingkirkan beberapa orang, namun adalah 
landasan pengharapan, keamanan dan keyakinan bagi mereka yang telah menanggapi janji-janji 
dan Anak dari Allah Sang pembuat perjanjian. 

B. Dalam pasal 9 Paulus menegaskan kedaulatan dan kebebasan Allah. Bahkan dalam hubungan 
perjanjian, Allah tetap merdeka. Dalam pasal 10 Paulus menegaskan bahwa orang Yahudi 
merdeka untuk menerima atau menolak janji-janji dan perjanjian Allah. Karena terbukti tidak 
setia dan menolak janji-janji dan perjanjian Allah, mereka, dalam suatu pengertian, ditolak oleh 
Allah. Namun demikian dalam pasal 11 Paulus akan menegaskan kesetiaan Allah, bahkan 
dihadapan ketidak setiaan Israel (lih. Ulangan 8) 

C. Di masa lalu, sebagaimana saat ini, sisa-sisa orang Yahudi percaya dan menjalankan iman dalam 
Mesias yang dari Allah. Paulus sendiri adalah contoh untuk hal ini. Penolakan dari beberapa 
orang-orang Yahudi yang tidak percaya mengijinkan pencakupan dari orang-orang bukan Yahudi 
yang percaya. Pencakupan orang-orang bukan Yahudi ini akan menghasilkan (1) umat Allah 
yang lengkap, atau (2) penuhnya jumlah umat pilihan Allah, baik Yahudi maupun bukan Yahudi. 
Pencakupan orang bukan Yahudi akan mendorong Israel untuk mempercayakan diri pada Mesias 
yang dari Allah, yaitu Yesus. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 11:1-6 

Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! 
Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. 2 Allah 
tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan 
Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah: 3 "Tuhan, nabi-nabi-Mu 



212 



telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah 
yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 4 Tetapi bagaimanakah firman 
Allah kepadanya? "Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah 
sujud menyembah Baal." 5 Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut 
pilihan kasih karunia. 6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi 
karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih 
karunia. 7 Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang 
yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya, 



11:1 "Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya" Pertanyaan ini mengharapkan jawaban 
"tidak". Paulus menjawab pertanyaan ini dalam ay lb-10. Bagian ini harus berkaitan dengan 
argument Paulus terdahulu. Pasal 9-11 membentuk sebuah unit tulisan, argument yang 
berkelanjutan. 

Menarik untuk dicatat bahwa naskah papirus Yunani awal P 46 dan naskah berhuruf besar F dan G 
menuliskan "warisan" bukannya "umat," yang mungkin berasal dari LXX dari Maz 94:14. 

□ "Sekali-kali tidak" Ini adalah cara Paulus yang khas dalam menolak pertanyaan-pertanyaan 
dari si penyanggah hipotetis (diatribe, lih. 3:4,6,31; 6:2,15; 7:7,13; 9:14; 11:1,11). 

□ "aku sendiripun orang Israel" Paulus menggunakan dirinya sendiri untuk membuktikan 
keberadaan sisa-sisa orang Yahudi yang percaya. Untuk menguatkan lebih lanjut latar belakang 
Yahudi dari Paulus lihat Flp 3:5. 

□ 11:2 "Allah tidak menolak umatNya" Ini mungkin dijiwai oleh Maz 94:14 (lih. UI 31:6; I Sam 
12:22; I Raj 6:13; Rat 3:31-32). Ini adalah jawaban yang khusus bagi pertanyaan dari ay 1 . 

□ "yang dipilihNya" Ini adalah referensi yang nyata dari pemilihan Allah akan Israel. Lihat 
catatan pada 8:29. Ini membawa kembali argument kepada pasal 9, sebagaimana juga ay 4-6. 
Kuncinya bukanlah prestasi Israel, namun pilihan Allah. Allah setia pada janjiNya karena sifatNya, 
bukan karena prestasi Israel (lih. Yeh 36:22-32). 

□ "dikatakan Kitab Suci" Ini adalah referensi yang menerangkan tentang larinya Elia dari Izebel 
dalam I Raj 19:10, yang dikutip dalam ay 3. 

11:4 "Aku MASIH MENINGGALKAN TUJUH RIBU ORANG bagi-Ku." "Bagiku" tidak 
terdapat dalam I Raj 19:18 dari naskah Ibrani Masoretik (NM). (Paulus tidak mengutip NM atau 
LXX), namun ini ditambahkan Paulus untuk menekankan pilihan Allah. Sisa-sisa Yahudi yang setia 
dari I Raj 19:18 dipandang dari sudut pilihan Allah, bukan karena penolakan mereka akan 
penyembahan Baal. 

Pendapat Paulus di sini adalah bahwa bahkan di antara orang Israel di jaman Elia yang tidak 
percaya dan menyembah berhala pun, tetap masih ada sekelompok kecil orang percaya. Dalam 
jaman Paulus ada juga sisa-sia orang Yahudi yang percaya. Di setiap jaman beberapa orang Yahudi 
telah menanggapi dengan iman dan bukan dengan upaya sendiri. Paulus menegaskan bahwa orang- 
orang Yahudi yang percaya ini dikuatkan oleh kemurahan dan anugerah Allah (w. 5-6). 



213 



□ "(kepada) Baal" Ini adalah sebuah FEMININE ARTICLE dengan sebuah KATA BENDA 
MASCULINE. In adalah karena orang Yahudi secara reguler menyisipkan huruf hidup dari kata 
Ibrani FEMININE "malu" (bosheth) kedalam konsonan dari nama-nama dewa kafir untuk 
mengolok-olok mereka. 

11:5-6 Ini adalah ayat-ayat kunci. Ayat-ayat ini menghubungkan tindakan Allah di masa lalu dalam 
PL dengan situasi saat ini. Penghubungnya adalah pemilihan oleh Allah atas dasar kemurahan (lih. 
9:15,16,18; 11:30,31,32). Anugerah Allah adalah prioritas, namun iman manusia adalah keharusan 
(lih. Mar 1:15; Kis 3:16,19; 20:21), namun demikian, sama sekali tidak berdasar pada prestasi 
manusia (lih. Ef 2:8-9; II Tim 1:9; Ti 3:5). Kebenaran-kebenaran ini sangat menentukan dalam 
argumentasi Paulus diseluruh pasal 9-11. 

11:6 "jika" Ini addalah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari 
sudut pandang penulisnya atau untuk tujuan penulisannya. Keselamatan ialah oleh anugerah Allah 
(lihaat catatan pada 3:24, lih. 6:23; Ef 2:8-9). 

□ Alkitab KJV menambahkan frasa penutup pada ay 6, "Karena jika hal itu karena perbuatan, 
maka bukan lagi karena kasih karunia: karena jika tidak demikian, maka perbuatan ukan lagi 
perbuatan." Frasa ini tidak terdapat dalam kebanyakan naskah kuno Yunani P 46 , X , A, C, D, G, 
atau P, dan versi Latin kuno, namun dua bentuk frasa yang berbeda tersebut muncul di dalam naskah 
kuno N c dan B. UBS 4 memberikan pengabaian ini suatu tingkatan "A" (pasti). 



NASB (UPDATED) TEXT: 11:7-10 

7 Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang 
terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya, 8 seperti ada 
tertulis: "Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan 
telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini." 9 Dan Daud berkata: 
"Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi 
mereka. 10 Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan 
buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk." 



11:7 "Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya" Ini ditempatkan pertama kali dalam kalimat 
bahasa Yunani untuk menekankan pemikiran Paulus. Nbanyak orang Yahudi mencari untuk 
menjadi benar dengan Allah dan mereka mengejarnya dengan prestasi dalam ritual agamawi, hak 
istimewa kebangsaan, dan upaya diri sendiri. Mereka tidak memperoleh tujuan mereka! Tak satu 
daging akan mempermuliakan diri dihadapan Allah. (lih. I Kor 1 :29; Ef 2:9). 

□ 

NASB "tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya" 

NKJV "tetapi yang terpilih telah memperolehnya" 

NRSV "Yang terpilih memperolehnya" 

TEV "Hanyalah sekelompok kecil yang Allah pilih yang menemukannya" 

JB "tetapi hanya segelintir orang pilihan" 

Inilah konsep PL tentang "sisa-sisa", di sini ia menghubungkan dengan 7000 orang dari I Raj 
19:18. Kuncinya adalah bukan upaya, ras, atau keagamaan manusia (ay 6), namun anugerah Allah 
di dalam pilihan (lih. Ef 1:3-14). 



214 



□ "orang-orang yang lain telah tegar hatinya" Ini adalah sebuah AORIST PASSIVE 
INDICATIVE (lih. II Kor 3:14). Implikasinya adalah bahwa Allah menegarkan hati mereka (lih. ay 
8-10). Pelaku dari penegaran hati ini adalah si jahat (lih. II Kor 4:4). "Tegar" (poroo) adalah suatu 
istilah medis bagi sifat tak berperasaan (kulit yang menebal) atau kebutaan (lih. Rom 11:25; II Kor 
3:14; Ef 4:18). Istilah yang sama ini digunakan para Rasul dalam Mark 6:52. Iniadalah istilah 
Yunani yang berbeda dengan 9:18 (skleruno) yang adalah lawan dari kemurahan (lih. Ibr 3:8,15; 
4:7). 

Ayat ini sangat jelas dan merupakan ringkasan dari 11:1-6. Beberapa yang dipilih percaya, 
beberpa yang tidak dipilih ditegarkan. Namun demikian ayat ini tidak ditulis dalam pengasingan, 
sebagai slogan teologis. Ini adalah bagian dari suatu argumentasi teologis yang berkelanjutan. 
Terdapat ketegangan antara kebenaran yang dinyatakan sedemikian jelas dalam ayat ini dan 
undangan universal dari pasal 10. Ada misteri di sini. Namun penyelesaiannya bukanlah untuk 
menegatifkan atau meminimumkan tanduk dilemma, kutub paradoks yang manapun. 

11:8-10 Ayat-ayat ini adalah kutipan yang diambil dari Yes 29:10 (ay 8a), UI 29:4 (ay 8b, namun 
bukan dari NM atau LXX) dan Maz 69:22-23 (ay 9-10). Kesemuanya ini sungguh mencerminkan 
panggilan dan misi Yesaya kepada Israel yang memberontak dalam 6:9-13. Yesaya akan 
menyampaikan Firman Allah, namun umat Allah tidak dapat, tidak akan menanggapi. Paulus sedang 
memberikan keterangan PL kepada penegaran Allah terhadap beberapa orang sebagaimana 
dibuatNya dalam 9:13,15,17. 

11:8 

NASB, NKJV "Allah membuat mereka tidur nyenyak (roh keterlelapan)" 

NRSV, JB "Allam memberi mereka suatu roh yang lamban" 

TEV "Allah membuat pikiran dan hati mereka tumpul" 

Kata Yunani ini {katanuxis), yang hanya digunakan di sini dalam PB, digunakan untuk 
menjelaskan mengenai gigitan serangga yang menumpulkan syaraf dengan menimbulkan terlalu 
banyak perasaan. 

11:10 "memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai 
kepada hari sekarang ini" Ini adalah suatu AORIST PASSIVE IMPERATIVE yang diikuti oleh 
sebuah AORIST ACTIVE IMPERATIVE. Inilah misteri dari kedaulatan Allah dan tanggapan 
manusia yang diperlukan. Allah ialah sumber dari segalanya, yang memulai segalanya, namun dalam 
kedaulatan kehendakNya ia telah memerintahkan bahwa manusia, ciptaan utamaNya, secara bebas 
menganggapiNya. Mereka yang tidak menanggapi dalam iman ditgarkan dalam kepercayaan 
mereka. 

Dalam konteks ini Paulus menegaskan rencana abadi Allah untuk penebusan seluruh anak-anak 
Adam. Ketidak percayaan orang Yahudi akan membuka pintu iman kepada orang bukan Yahudi dan 
melalui kecemburuan memulihkan bangsa Israel! Ini adalah rencana yang (lih. Ef 2:11-3:13), bukan 
menyisihan! Penegaran membawa panen yang lebih besar! 



NASB (UPDATED) TEXT: 11:11-16 

11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! 
Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, 
supaya membuat mereka cemburu. 12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi 



215 



dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi 
kesempurnaan mereka. 13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. 
Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu 
kemuliaan pelayananku, 14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam 
hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari 
mereka. 15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan 
mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati? 16 Jikalau roti sulung 
adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka 
cabang-cabang juga kudus. 



11:11 "Maka aku bertanya," Ini adalah frasa retorik yang serupa dengan 11:1. Ini melanjutkan 
argumentasi teoligis Paulus dalam suatu cara lain. Dalam ay 1-10 tidak semua Israel ditolahk oleh 
Allah; dalam ay 11-24 penolakan Israel tidak permanen; ini adalah kesengajaan. Melalui hal ini 
orang bukan Yahudi telah di ikut sertakan. 

□ 

NASB "Adakah mereka tersandung dan harus jatuh" 

NKJV, NRSV "apakah mereka telah tersandung sehingga akan jatuh" 

TEV "Ketika orang Yahudi tersandung, apakah mereka jatuh sampai hancur" 

JB "Apakah orang Yahudi telah jatuh selamanya, atau hanya tersandung" 

Pertanyaan ini mengharapkan jawaban "tidak". Ketidak percayaan Israel bukan keadaan yang 
bersifat tetap. 

□ 

NASB "oleh pelanggaran mereka" 

NKJV "melalui kejatuhan mereka" 

NRSV "melalui ketersandungan mereka" 

TEV "karena mereka berdosa" 

JB "kejatuhan mereka" 

Dalam konteks, ini menunjuk pada penolakan orang Yahudi terhadap Yesus sebagai Mesias (lih. 
ayl2). 

□ "keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain" Sungguh suatu pernyataan yang 
mengejutkan kepada orang Yahudi abad pertama (lih. ay 12; Kis 13:46; 18:6; 22:21; 28:28). 

□ "supaya membuat mereka cemburu" Rencana Allah melibatkan bangsa bukan Yahudi 
memiliki dua maksud (1) penebusan Allah untuk seluruh manusia; dan (2) pemulihan Allah terhadap 
sisa-sisa orang Israel yang bertobat kepada iman pribadi. Secara pribadi saya berpikir jika #2 
melibatkan suatu kebangunan rohani Yahudi di akhir jaman. (lih. Zak 12:10) atau jika sinagoga- 
sinagoga Mesianik moderen bisa jadi merupakan penggenapan yang dijanjikan. 

11:12-24 Dalam ayat-ayat ini terdapat rentetan 10 KALIMAT CONDITIONAL yang berkenaan 
dengan ketidak percayaan orang Yahudi dalam hubungannya dengan kepercayaan dari orang bukan 
Yahudi. Ayat 12,14,15,16,17,18,21,24 merupakan KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL 
yang dianggap benar dari sudut pandang penulisnya atau untuk tujuan penulisannya, sementara at 22 



216 



dan 23 adalah KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL yang mengisyaratkan potensi tindakan 
di masa depan. 

11:12 

NASB "akan terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka" 

NKJV "terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka" 

NRSV "terlebih-lebih lagi arti pencakupan secara penuh mereka" 

TEV "Kemudian, akan terlebih-besar berkatnya, ketika jumlah lengkap orang 

Yahudi tercakup" 
JB "lalu pikirkan berapa banyak lagi manfaat dari pertobatan mereka semua" 

Pokok penting dari penafsiran adalah arti dari kata "kesempurnaan mereka". Apakah ini 
berkenaan dengan (1) Orang Yahudi yang diselamatkan, ay 14b, 26a, atau (2) jumlah akhir dari 
orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi yang terpilih? 

11:13 "Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi" Pasal 9-11 membentuk 
suatu unit tulisan yang menjawab pertanyaan, "Mengapa Mesias orang Yahudi telah ditolak oleh 
orang Yahudi?" Namun demikian, pertanyaannya tetap mengapa Paulus merasa perlu dalam surat 
ini, pada titik ini dalam penyajiannya, untuk membahas mengenai pertanyaan ini. 

Ayat 13-24, 25c tampaknya mencerminkan suatu masalah dalam gereja Roma antara orang 
Yahudi rasial dan orang bukan Yahudi. Apakah ini antara orang Yahudi percaya dan ornag percaya 
bukan Yahudi, atau orang percaya bukan Yahudi dengan orang Yahudi yang tidak percaya 
(kelompok sinagoga) tidaklah jelas. 

□ "aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi" Paulus merasa secara khusus 
dipanggil untuk melayani dunia bukan Yahudi, (lih. Kis 9:15; 22:21; 26:17; Rom 1:5; 15:16; Gal 
1:16; 2:7,9; I Tim 2:7; II Tim 4:17). 

□ 

NASB, NKJV "aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku" 

NRSV "aku memuliakan pelayananku" 

TEV "aku bangga akan pekerjaanku" 

JB "dan aku bangga telah diutus" 

Istilah "menganggap kemuliaan" dapat berarti (1) rasa syukur; (2) kebanggaan; atau mungkin 
juga (3) melakukan dengan sebaik-baiknya. Ini bisa juga mencerminkan suatu masalah dalam gereja 
di Roma! Paulus (1) puas untuk melayani orang bukan Yahudi atau (2) melihat pelayanannya 
sebagai membuat orang Yahudi cemburu, yang akan menghasilkan keselamatan mereka (lih. ay 
11,14 dan 9:1-3). 

11:14 "menyelamatkan beberapa orang dari mereka" Inilah panggilan evangelistik Paulus. Ia 
tahu beberapa orang akan menanggapi berita injil (lih. I Kor 1:21) sementara yang lain akan tidak 
(lih. I Kor 9:22). Inilah misteri dari pemilihan (PL dan PB)! 

11:15 Penolakan dari umat pilihan Israel PL adalah bagian dari rencana Allah untuk penebussan 
semua manusia {kosmos). Kebenaran diri, keangkuhan rasial, dan legalisme orang Yahudi secara 
jelas menonjolkan keperluan akan iman (lih. 9:30-33). Iman dalam YHWH dan MesiasNya adalah 
kunci kepada status benar dengan Allah, bukan prestasi agamawi manusia. Namun ingat, penolakan 



217 



Israel adalah untukmaksud menebus seluruh umat manusia. Tak ada tempat bagi kesombongan 
manusia, baik Yahudi maupun bukan Yahudi. Nampaknya ini adalah berita yang perlu didengar oleh 
gereja Roma! 

"perdamaian bagi dunia" Secara teologis hal ini paralel dengan "kebenaran Allah" Istilah ini 
berasal dari kata plus alasso (merubah, mengganti, atau mengubah). Ini menunjuk pada menukarkan 
permusuhan dengan perdamaian, dengan cara demikian pemulihan kebaikan hati (lih. Rom 5:11; 
11:15; II Kor. 5:18,19). Allah mencari pemulihan dari persekutuan Eden. Dosa mematahkan 
hubungan tersebut, namun Kristus telah memulihkan gambar Allah dalam manusia yang jatuh bagi 
semua yang melakukan iman. Mereka diperdamaikan dan diterima (paralelisme dari ay 15). 
Manusia tidak bisa memulihkan keintiman ini, namun Allah bisa dan sudah melakukannya! 

11:16 "Jikalau roti sulung adalah kudus" Ini adalah sebuah KALIMAT FIRST CLASS 
CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut pandang penulisnya atau untuk tujuan 
penulisannya. Ini dijiwai oleh Bil 15:17-21. Ini adalah suatu penggambaran yang serupa dengan 
konsep PL tentang Buah sulung, yang dipersembahkan pada Allah untuk menunjukkan bahwa 
keseluruhan panen adalah milikNya. 

Sisa-sisa Yahudi kuno yang percaya masih berpengaruh pada seluruh bangsa (lih. Kej 18:27-33; 
II Taw 7:14). Penggambaran "sulung" adalah parallel dengan "akar" (lih. Yer 11:16-17), yang 
keduanya menunjuk pada orang Israel yang setia, hususnya Kepala-kepala keluarga dari PL (lih. ay 
28). 



NASB (UPDATED) TEXT: 11:17-24 

17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah 
dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh 
getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, 
ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang 
kamu. 19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku 
dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. 20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena 
ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, 
tetapi takutlah! Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak 
akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan- 
Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, 
yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. 
23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam 
ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 
24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan 
dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi 
mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri. 



11:17 "Jika" Lihat catatan pada 1 1 : 12-24. 

□ "beberapa cabang telah dipatahkan" Ini menunjuk pada orang Israel yang tidak percaya (lih. 
ay 18,19, "cabang-cabang alamiah," ay 21). 



218 



□ "tunas (zaitun) liar" Ini menunjuk pada orang percaya non Yahudi yang menanggapi 
pemberitaan injil. 

□ "dicangkokkan" Paulus melanjutkan penggambaran agricultural yang dimulai dalam ay 16. 
Pencangkokan tunas zaitun liar ke dalam suatu pohon yang telah tumbuh menyebabkan peningkatan 
hasil-hasilnya (lih. ay 24). 

□ "pohon zaitun" Ini adalah lambang bangsa Israel (lih. ay 24; Maz 52:8; 128:3; Yer 11:16; Hos 
14:6). Ini adalah penggambarann Pl yang kedua dari Paulus untuk menjelaskan hubungan antaa 
orang Yahudi dan bukan Yahudi. 

11:18 "janganlah engkau bermegah atas cabang-cabang itu" Ini adalah sebuah PRESENT 
IMPERATIVE dengan NEGATIV PARTICIPLE yang biasanya berarti menghentikan suatu 
tindakan yang telah dalam proses. Ayat ini, ditambah ayat 13, 20, 25, mengisyaratkan bahwa ada 
suatu masalah dalam gereja Roma antara orang Yahudi dan bukan Yahudi. 

11:19-20 Ayat 19 adalah satu lagi diatribe (prakiraan penyanggah). Paulus menerangkan mengapa 
orang Yahudi ditolak. Yaitu karena ketidak percayaan mereka, bukan karena orang bukan Yahudi 
lebih dikasihi! Orang bukan Yahudi hanya dicakup karena kasih Allah (lih. Kej 3:15) dan iman 
mereka! Mereka juga dapat menyebabkan orang Yahudi kembali pada Allah karena kecemburuan 
mereka (lih. ay 11,14). 

11:20 

NASB "kamu tegak tercacak karena iman" 

NKJV "dan kamu berdiri oleh iman" 

NRSV "tetapi kamu berdiri hanya melalui iman" 

TEV "sementara kamu tetap di tempat karena kamu percaya" 

JB "Jika kamu masih berpegang teguh, itu adalah karena imanmu" 

Ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE INDICATIVE. Namun demikian, ini di dalam konteks 
dari sepuluh KALIMAT CONDITIONAL. Status kedudukan kita dihadapan Allah adalah dan terus 
oleh iman. Jika iman berhenti, status kedudukan kita juga berhenti. Keselamatan ialah (1) suatu 
tanggapan iman mula-mula; (2) status keberadaan dalam iman; (3) suatu proses iman yang 
berkelanjutan; dan (4) suatu puncak akhir iman. Berhati-hatilah terhadap system teologia yang hanya 
berfokus pada salah satu dari kebenaran alkitabiah ini. Lihat Topik Khusus pada 10:4. 

Allah adalah yang menciptakan, yang mengawali, yang mempertahankan, dan puncak dari 
keselamatan, namun di dalam pola perjanjian. Ia telah memilih bahwa orang berdosa harus 
menanggapi dan terus menanggapi dengan pertobatan dan iman pada setiap langkah dari proses 
tersebut. 

□ 

NASB "Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah" 

NKJV "Jangan congkak, namun takutlah" 

NRSV "Jadi jangan menjadi sombong, tapi kagumilah" 

TEV "Tetapi jangan bermegah atasnya; melainkan takutlah" 

JB "Daripada membuat kamu sombong, hal itu harusnya membuatmu takut" 



219 



Kedua pernyataan ini adalah PRESENT IMPERATIVE. Yang pertama memiliki NEGATIVE 
PARTICIPLE, yang biasanya berarti menghentikan suatu tindakan yang telah dalam proses. Hal ini 
menyatakan suatu masalah dalam gereja Roma. Alasan untuk takut dinyatakan dalam ay 21. 

11:21 "Ia juga tidak akan menyayangkan kamu" Sebagaimana Israel murtad dan lari menjauh 
dari YHWH dalam ketidak percayaan yang penuh kesombongan dan telah dipatahkan , demikian 
pula gereja akan dipatahkan jika meninggalkan iman dalam Kristus karena kebenaran pribadi ang 
penuh kesombongan. Iman mula-mula harus diikuti oleh iman gaya hidup. (lih. Mat 13:1-23; Mar 
4:1-12; Luk 8:4-10). Kesombngan harus terus menerus dilawan. Kita ada sebagaimana kita ada oleh 
anugerah Allah dan kita bersaudara dengan semua yang juga mempercayakan diri pada Kristus! 

11:22 "Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya" Jalan Allah selalu 
nampak saling berlawanan bagi manusia yang jatuh (lih. Yes 55:8-11). Ada konsekuensi terhadap 
pilihan kita. Pemilihan Allah tidak menegatifkan tanggung jawab umat manusia. Pemilihan bangsa 
Israel tidak menjamin keselamatan setiap individu. 

□ "jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya" ini adalah sebuah KALIMAT TfflRD CLASS 
CONDITIONAL dengan suatu PRESENT SUBJUNCTIVE. Pengembangan ini berarti bahwa 
kelanjutan dari orang percaya bukan Yahudi sifatnya bersyarat, (ini adalah kebalikan dari kedaulatan 
Allah dari Rom 9); kita harus rajin untuk memelihara iman kita.(lih. Flp. 2:12-13). Ini menunjuk 
pada ketekunan dari kedua kelompok dan individu, (lih. Gal 6:9; Wah 2:7,17; 3:6,13,22). Inilah 
misteri dan ketegangan antara kebersamaan atau sendiri dalam Alkitab. Ada baik janji-janji 
(berdasarkan sifat Allah) dan perjanjian bersyarat (berdasarkan tanggapan manusia). Lihat Topik 
Khusus: Kebutuhan akan ketekunan pada 8:25. 

11:23 Ayat ini mengikuti pola teologis dan ketata bahasaan dari ay 22. Jika orang Yahudi bertobat 
dan percaya, mereka akan diikut sertakan. Jika orang bukan Yahudi berhenti percaya, mereka akan 
ditolak (lih. ay 20). Iman mula-mula dalam Krisus dan iman yang berkelanjutan dalam Dia 
sangatlah menentukan bagi keduanya . 



NASB (UPDATED) TEXT: 11:25-32 

25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar 
kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang 
penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. 26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan 
diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan 
segala kefasikan dari pada Yakub. 27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku 
menghapuskan dosa mereka." 28 Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, 
tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. 29 Sebab 
Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. 30 Sebab sama seperti kamu dahulu 
tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, 

31 



demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu 
peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. 32 Sebab Allah telah mengurung semua orang 
dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. 



11:25 "aku mau agar kamu mengetahui" Ini adalah istilah khas Paulus (lih. 1:13; I Kor 10:1; 
12:1; II Kor 1:8; I Tes 4:13). Ini biasanya mengantar suatu diskusi yang penting. Ini berfungsi seperti 



220 



"Amen, Amen" yang mula-mula dari Yesus. Paulus sering menggunakannya untuk menandai suatu 
topik bani. 

□ 

NASB, NKJV, 

NRSV "rahasia" 

TEV "suatu kebenaran yang bersifat rahasia" 

JB "suatu alasan tersembunyi bagi semua ini" 



TOPIK KHUSUS: MISTERI (RAHASIA) 

Allah mempunyai satu tujuan bai penebusan umat manusia yang bahkan sudah ada sebelum 
kejatuhan manusia, (lih. Kej 3). Isyarat dari rencana ini diungkakan dalam PL (lih. Kej 3:15; 12:3; 
Kel 19:5-6; dan bagian-bagian universal dari kitab para nabi). Namn demikian, agenda selengkapnya 
belumlah jelas (lih. I Kor 2:6-8). Dengan kedatangan Yesus dan Roh Kudus ini mulai semakin jelas. 
Paulus mengunakan kata "misteri" untuk menjelaskan keseluruhan dari rencana penebusan ini (lih. I 
Kor 4:1; Ef 6:19; Kol 4:3; I Tim 1:9). Namun demikian, ia menggunakannya dalam beberapa 
pengertian yang berbeda: 

1. Penegaran sebagian Israel untuk mengijinkan orang bukan Israel untuk diikut sertakan. 
Pencakupan orang bukan Yahudi ini akan bekerja sebagai mekanisme bagi orang Yahudi 
untuk menerima Yesus sebagai Kristus yang ada dalam nubuatan (lih. Rom 1 1 :25-32). 

2. Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa, yang mencakup semua di dalam dan melalui Kristus 
(lih. Rom 16:25-27; Kol 2:2). 

3. Tubuh baru orang percaya pada Kedatangan Kedua (lih. I Kor 15:5-57; I Tes 4:13-18). 

4. Penjumlahan semua didalam Kristus (lih. Ef 1:8-11). 

5. Orang bukan Yahudi dan Yahudi sama-sama merupakan pewaris (lih. Ef 2:11-3:13). 

6. Keintiman hubungan antara Kristus dengan Gereja dijelaskan dengan istilah perkawinan (lih. 
Ef 5:22-33). 

7. Orang bukan Yahudi dimasukkan kedalam umat perjanjian dan didiami oleh Roh Kudus 
sedemikian untuk menghasilkan kedewasaaan yang seperti Kristus, yaitu, memulihkan 
gambar Allah yang rusak di dalam manusia yang jatuh (lih. Kej 6:5,11-13; 8:21) dari Allah 
dalm manusia (lih. Kej 1:26-27; 5:1; 9:6; Kol 1:26-28). 

8. Anti-Kristus di akhir jaman (lih. II Tes 2:1-11). 

9. Seuatu ringkasan dari gereja mula-mula tentang misteri ditemukan dalam I Tim 3:16. 



□ "jangan menganggap dirimu pandai" Ini adalah satu lagi isyarat dari ketegangan dalam gereja 
Roma (lih. ay 1 8). 

□ 

NASB "Sebagian dari Israel telah menjadi tegar" 

NKJV "Penegaran sebagian telah terjadi pada Israel" 

NRSV "Suatu penegaran telah datang pada sebagian Israel" 

TEV "bahwa kekeras-kepalaan dari bangsa Israel tidak bersifat tetap" 

JB "Satu bagian dari Israel telah menjadi buta" 

Pernyataan pasti berhubungan dengan keseluruhan pasal 1 1 . Sudah ada dan terus akan ada lagi 
orang Yahudi yang percaya. Kebutaan sebagian ini dibuat oleh Allah (w. 8-10) karena penolakan 
orang Yahudi akan Yesus, cocok dengan rencana Allah untuk menebus semua manusia. Allah 

221 



menjanjikan keselamatan bagi semua (lih. Kej 3:15). Ia memilih Abraham untuk menjangkau semua 
(lih. Kej 12:3). Ia memilih Israel untuk menjangkau semua (lih. Kel 19:5-6). Israel gagal dalam 
menjalankan misi tersebut karena kesombongan, ketidak-setiaan, ketidak-percayaannya. Allah ingin 
menjangkau dunia bukan Yahudi melalui berkatNya pada Israel (lih. Ulangan 27-29). Israel tidak 
bisa memelihara Perjanjian, oleh karena itu penghukuman sementara dari Allah jatuh keatasnya. 
Sekarang Allah telah mengambil penghukuman ini dan menggunakannya untuk menggenapi maksud 
asliNya yaitu penebusan manusia melalui iman (lih. ay 30-31; Yeh 36:22-38). 

□ "sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk" Istilah yang sama ini 
(pleroma) digunakan dalam ayat 12 bagi orang Yahudi. Kedua ayat tersebut membicarakan 
pengetahan terdahulu dan pemilihan dari Allah. Kata "sampai" berbicara tantang batas waktu bagi 
kurun waktu bagi bangsa bukan Yahudi ini (lih. Luk 21 :24). 

11:26 "seluruh Israel akan diselamatkan" Ada dua kemungkinan penafsiran (1) hal ini menunjuk 
pada bangsa Israel — bukan setiap individu tunggal orang Yahudi namun mayoritas pada suatu titik 
dalam sejarah. (2) Ini menunjuk pada suatu pengertian Israel rohani, yaitu Gereja. Paulus 
menggunakan konsep ini di dalam Rom 2:28-29; Gal 6:16; I Pet 2:5,9; Wah 1:6. "Quota penuh 
orang Yahudi" dalam ayat 12 dan "quota penuh dari orang bukan Yahudi" dalam ayat 25 
berhubungan secara paralel. Hal ini adalah "semua" dalam pengertian pilihan Allah bukannya 
semua dalam pengertian setiap individu. Pohon zaitun perjanjian satu hari nanti akan menjadi 
lengkap. 

Beberapa komentator mengatakan bahwa hall ini pasti menunjuk pada bagsa Irael saja karena (1) 
konteks pasal 9-11; (2) kutipan PL dalam ay 26-27; dan (3) pernyataan yang jelas dalam ay 28. Allah 
masih memiliki kasih dan hasrat bagi benih jasmani Abraham untuk diselamatkan! Mereka harus 
datang melalui iman dalam Kristus. (Zak 12:10). 

Pertanyaan apakah para orang Yahudi yang ditegarkan tersebutr akan memiliki kesempatan di 
akhir jaman untuk menanggapi tidak bisa dijawab dari naskah ini maupun naskah lainnya. Sebagai 
seorang Amerika, kita terpatok dalam budaya untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan individu 
namun Alkitab berfokus pada keseluruhan secara bersama-sama. Seluruh pertanyaan seperti ini 
harus diserahkan pada Allah. Ia kan bersikap adil terhadap ciptaanNya yang dikasihiNya! 

□ "seperti ada tertulis" ini menunjuk pada dua kutipan dari Septuaginta dari Yes 59:20-21 (ay 26) 
dan 27:9 (ay 27). Mekanisme keselamatan adalah iman dalam Yesus Sang Mesias. Tidak ada 
rencana B (cadangan), hanya ada rencana A. Hanya ada satu jalan untuk bisa selamat (lih. Yoh 10:7- 
18; 11:25-29;14:6). 

11:27 Yesaya 27:9, yang dikutip dalam ay 27, menggabungkan pemulihan Israel ke Tanah 
Perjanjian (ay 1-11) dengan undangan kepada musuh tradisionalnya (bangsa-bangsa bukan Yahudi) 
untuk diikut sertakan (lih. ay 12-13). Jika pemulihan ini bersifat huruflah, maka kerajaan seribu 
tahun akan menggenapi nubuatan ini. Jika ini hanya suatu gambaran, maka perjanjian baru, misteri 
injil, yang di dalamnya orang Yahudi maupun bukan Yahudi bersatu dalam iman dalam Mesias yang 
dari Allah akan menjadi sasarannya, (lih. Ef 2:11-3:13). Sangatlah sukar untuk memutuskan hal ini. 
Beberapa nubuatan PL berlaku bagi gereja Perjanjian Baru. Namun Allah setia pada janjiNya, 
bahkan ketika manusia tidak setia sekalipun (lih. Yeh 36:22-36). 



222 



11:28 Ayat ini mencerminkan aspek kembar dari pemilihan (1) dalam PL pemilihan adalah untuk 
pelayanan. Allah memilih manusia sebagai alat untuk maksud menebus umat manusia; (2) dalam PB 
pemilihan dikaitkan dengan injil dan keselamatan kekal. Keselamatan bagi seluruh manusia yang 
diciptakan menurut gambar Allah ini selalu menjadi sasarannya (lih. Kej 3:15). 

Allah setia pada janjiNya. Hal ini sungguh benar bagi orang percaya PL dan orang kudus PB. 
Kuncinya ialah kesetian dari Allah, bukan manusia, kemurahan Allah, bukan prestasi manusia. 
Pemilihan adalah untuk tujuan memberkati, bukannya menyisihkan! 

□ "mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang" Ini adalah janji dari Kel 20:5-6 
dan UI 5:9-10 dan 7:9. Keluarga-keluarga diberkati karena iman dari generasi sebelumnya. Israel 
diberkati karena kesetiaan nenek moyang mereka (lih. UI 4:37; 7:8; 10:15). Akan hal Mesias datang 
dari Yudea juga merupakan janji kepada Daud (lih. II Sam 7). Namun demikian, harus dinyatakan 
bahwa bahkan "orang yang setia" tidak mampu untuk melakukan hukum Taurat sepenuhnya (lih. 
Yeh 36:22-36). Iman — iman pribadi, iman keluarga, namun bukan iman yang sempurna — bisa 
diterima oleh Allah dan mungkin diteruskan melalui keluarga-keluarga (lih. I Kor 7:8-16). 

11:29 

NASB, NKJV, 

NRSV "Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya" 

TEV "Sebab Allah tidak pernah berubah pikiran tentang siapa yang dipilih dan 

diberkatiNya" 
JB "Allah tidak pernah menarik kembali pemberianNya atau membatalkan 

pilihanNya" 

Ini tidak menunjuk pada karunia rohani kepada individu-individu his (lih. I Korintus 12), tetapi 
kepada janji Allah akan keselamatan, PL dan PB. Pemilihan bersifat efektif. Kesetiaan Allah adalah 
pengharapan bagi bagsa Israel (cf Mal. 3:6)! 

11:30-32 Ayat-ayat ini adalah ringkasan dari rencan-rencana dan maksud Allah: (1) selalu 
didasarkan ata kemurahanNya (lihat catatan pada 9:15-16), bukan suatu sebab akibat yang 
tergantung situasi. Istilah "kemurahan" digunakan empat kali dalam konteks yang lebih besar ini 
(lih. 9:15,16,18,23). (2) Allah telah menghakimi semua manusia. Yahudi maupun bukan Yahudi 
telah penuh dengan dosa (lih. 3:9,19,23; 5:11). (3) Allah telah menggunakan kebutuhan dan ketidak 
mampuan manusia sebagai suatu kesempatan untuk menunjukkan kemurahan pada seluruh umat 
manusia (cf. v. 22). Lagi dalam konteks "seluruh" harus dilihat dari dalam sudut pandang ay 12 dan 
25-26. Tidak semua orang akan menanggapi penawaran Allah, namun semua dicakup dalam 
lingkupan penebusan (lih. 5:12-21; Yoh 3:16). Ya Allah semoga demikian! 

11:30 dan 31 "tetapi sekarang" Hal ini secara kuat menyarankan pertobatan bangsa Israel oleh 
iman dalam Yesus. Sebagaimana "orang tidak percaya" yang bukan Yahudi telah dimenangkan oleh 
kemurahan Allah, demikian juga "orang tidak percaya" Yahudi. 

NASKAH NASB (UPDATED): 11:33-36 

33 0, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak 
terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 34 Sebab, 
siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat- 
Nya? 35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus 



223 



menggantikannya? 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: 
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Amin!) 

11:33-36 Ini adalah satu dari pujian spontan tanpa persiapan yang mengagumkan dari Paulus. 
Paulus tak mampu menyelami jalan-jalan Allah: kesetiaan dalam perjanjian, pencakupan perjanjian, 
penyempurnaan perjanjian. 

11:33 "kekayaan" Ini adalah istilah kesukaan Paulus (lih. 2:4; 9:23; 10:12; 11:12,33; Ef 1:7,8; 2:7; 
3:8,16; Flp 4:19; Kol 1:27). Tulang punggung injil dan pengharapan manusia ialah kelimpahan 
kemurahan dari sifat dan rencana Allah (lih. Yes 55:1-7). 

□ "Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan- 

Nya" Ini adalah sebuah pujian yang sangat pantas bagi kebenaran yang bersifat paradoks dalam 
pasal 9-11 (lih. Yes 55:8-11). 

11:34 ini adalah kutipan Septuaginta dari Yes 40:13-14, ketika Allah membebaskan umatNya 
dengan membawa mereka kembali dari pengasingan. Dalam I Kor 2:16 Paulus mengutip bagian 
yang sama ini namun menambahkan gelar "Tuhan" bagi Yesus. 

11:35 Ini adaah kutipan lepas dari Ayub 35:7 atau 41:11. 

11:36 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia" Dalam konteks 
firasa ini menunjuk pada Allah Bapa (lih. I Kor 11:12), namun sangat serupa dengan bagian PB lain 
yang menunjuk pada Allah Anak (lih. I Kor 8:6; Kol 1:16; Ibr 2:10). Paulus menegaskan bahwa 
segala sesuatu berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. 

□ "Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya" Ini adalah suatu pujian khas PB pada 
Allah. Ini berhubungan dengan (1) kaang-kadang kepada Bapa (lih. 16:27; Ef 3:21; Flp 4:20; I Pet 
4:11; 5:11; Yud 25; Wah 5:13; 7:12) dan (2) kadang-kadang pada Anak (lih. I Tim 1:17; II Tim 
4:18; II Pet 3:18; Wah 1:16). Lihat catatan lengkap pada 3:23. 

□ "Amin" Lihat topic khusus pada 1 :25. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 
kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1 . Bagaimana Israel tidak melihat j alan keselamatan Allah? 

224 



2. Dua alasan apakah yang diberikan Paulus untuk membuktikan bahwa Allah tidak menolak 
Israel? 

3. Mengapa Allah menegarkan hati orang Yahudi? Bagaimana? 

4. Apakah yang dimaksudkan dengan konsep tentang "sisa-sisa" orang Yahudi (ay 2-5)? 

5. Definisikan istilah "misteri (rahasia)" dalam PB. 

6. Apakah arti 1 1 :26? Mengapa? Bagaimana hal ini berhubungan dengan 9:6? 

7. Perngatan apakah yang diberikan Paulus kepadaorang-orang percaya bukan Yahudi (ay 17- 
24)? 



225 



226 



ROMA 12 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Kehidupan Baru dalam 
Kristus 


Korban yang Hidup bagi 
Allah 


Hidup Kudus 


Hidup dalam Pelayanan 
Allah 


Penyembahan Rohani 


12:1-2 


12:1-8 


12:1-2 


12:1-2 


12:1-2 










Kerendahan Hati dan 
Kasih 


12:3-8 




12:3-8 


12:3-8 


12:3-8 


Aturan-aturan dari hidup 
keKristenan 


Berperilaku sebagai 
seorang Kristen 


Nasehat-nasehat 




Kasih pada Setiap Orang 
termasuk Musuh 


12:9-21 


12:9-21 


12:9-13 


12:9-13 


12:9-13 






12:14-21 


12:14-16 


12:14-21 








12:17-21 





SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 



227 



WAWASAN KONTEKSTUAL UNTUK AYAT 1-8 

A. Ini memulai bagian praktikal dari kitab Roma (12:1-15:13). Kebanyakan surat-surat Paulus 
adalah dokumen-dokumen yang berkala; oleh karena itu, dokumen-dokumen ini memiliki 
bagian-bagian doktrin dan praktek. Paulus menulis untuk membahas permasalahan atau krisis 
lokal. Karena Roma 1-8 adalah ringkasan doktrin yang sangat bagus, bagian etis dan prakteknya 
sama-sama hebatnya. 

B. Teologia yang tanpa penerapan gaya hidup bukanlah dari Allah (lih Mat 7:24-27; Yoh 13:17; 
Rom 2:13; Yak 1:22.25; 2:14-26). Paulus secara jelas mengajarkan keselamatan yang cuma- 
cuma oleh anugerah Allah melalui iman dalam Yesus, namun anugerah cuma-cuma ini 
dimaksudkan untuk mengubah hidup kita secara radikal! Keselamatan adalah Cuma-Cuma, 
namun harus diikuti oleh suatu keserupaan dengan Kristus yang radikal. 

C. Ayat 1-2 membentuk suatu pengantar kedalam keseluruhan bagian praktek. Ini adalah dasar bagi 
kehidupan yang dipimpin oleh Roh (yaitu, pasal 8). 

D. Ayat 3-8 membahas tentang karunia Rohani. Keberserahan secara total pada Kristus harus 
menerbitkan pelayanan pada Allah (lih. UI 6:4-5; Mat 22:37) dan bagi orang lain (lih. Im 19:18; 
Mat 19:19). Karunia-karunia ini menekankan kesatuan kita dalam Kristus dan keberagaman 
karunia kita (lih. Ef 4:1-10). Orang percaya harus memperjuangkan kesatuan, bukan 
keseragaman. Kita diperlengkapi oleh Allah untuk saling melayani (lih. I Kor 12:7, 11; Ef 4:11- 
13)! 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 12:1-2 

*Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya 
kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang 
berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa 
dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat 
membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan 
yang sempurna. 



□ "karena itu" Paulus menggunakan istilah ini pada titik perpindahan yang sangat menetukan 

dalam penyajian kebenaran injilnya di kitab Roma. Dalam 5: lff disimpulkan "pembenaran oleh 

iman"; dalam 8: lff disimpulkan hubungan orang percaya dengan dosa, yang disebut pengkudusan; 

dan dalam 12: lff ini berhubungan dengan praktek perbuatan dari pembenaran dan pengudusan 

dalam kehidupan orang percaya sehari-hari. 

12:1 

NASB "aku mendesak kamu" 

NKJV "I menasehatkan kamu" 

NRSV, TEV 'T menyarankanmu" 

JB "I memohonmu" 



228 



Frasa ini lembut namun keras. Ini adalah sebuah seman kepada kehidupan yang pantas. Paulus 
sering menggunakan istilah ini (lih. 12:1;15:30; 16:17; I Kor 1:10; 4:16; 16:15; II Kor 2:8; 5:20; 6:1; 
10:1; 12:8; Ef 4:1; Flp 4:2; I Tes 4:10; I Tim 1:3; Fil ay 9-10). 

□ "saudara-saudara" Paulus sering menggunakan kata ini untuk memperkenalkan suatu pokok 
bahasan baru. 

□ "demi kemurahan Allah" Dalam LXX hal ini menjelaskan sifat belas kasihan Allah (lih. Kel 
34:6). Di sini hal ini menunjuk pada perkembangan doktrin dari pasal 1-11. Ada penekanan yang 
nyata dalam kitab Roma pada "kemurahan" (baik oikieiro dan eleeo) dari Allah dalam menghadapi 
manusia yang jatuh (lih. 9:15,16,18,23; 11:30,31,32; 12:8; 15:9). Karena anugerah dan kemurahan 
Allah ditawarkan secara cuma-cuma, orag-orang percaya harus hidup kudus (lih. Ef 1:4; 2:10) 
sebagai tanda syukur, bukan untuk suatu prestasi (lih. Ef 2:8-9). 

□ "mempersembahkan" Ini adalah sebuah AORIST INFINITIVE. Ini adalah satu dari beberapa 
istilah pengorbanan yang digunakan dalam konteks ini: berkorban, ay 1; kudus, ay 1; dapat diterima, 
ay 1. Konsep yang sama dinyatakan dalam 6:13,16,19. Manusia akan meyerahkan diri mereka kalau 
bukan kepada Allah, kepada setan. Sebagaimana Kristus telah menyerahkan diriNya hanya untuk 
melakukan kehendak Bapa, bahkan sampai mati di kayu salib, para pengikutNya harus juga 
melakukan kehidupan yang tidak mementingkan diri sendiri sama seperti Dia (lih. II Kor 5:14-15; 
Gal2:20;IYoh3:16). 

□ "tubuhmu" KeKristenan sangat jauh berbeda dengan filsafat Yunani, yang mengajarkan ahwa 
tubuh jasmani adalah kejahatan. Tubuh adalah arena pencobaan, namun secara moral bersifat netral. 
Istilah "tubuh" nampaknya paralel dengan kata "budi" dalam ay 2. Orang percaya perlu untuk 
menyerahkan seluruh keberadaan atau dirinya kepada Allah (lih. UI 6:5; I Kor 6:20) sebagaimana 
mereka dahulu menyerahkan diri kepada dosa (lih. Roma 6). 

□ "yang hidup" Ini secara radikal berbeda dengan persembahan yang mati dari orang Yahudi atau 
kuil-kuil kafir (lih. 6:13; Gal 2:20). 

Ini harus juga dibedakan dengan bertapa (perlakuan yang menyiksa tubuh jasmani untuk 
masksud agamawi). Bukanlah menyingkiran, penghukuman, atau pengebirian tubuh yang 
dinasehatkan, melainkan suatu kehidupan yang giat dalam pelayanan dan kasih seperti Kristus. 

□ "persembahan... yang kudus" Istilah "kudus" ini berarti "dikhususkan untuk pelayanan 
Allah". Fokus dari kata ini dalam konteks ialah pada pengudusan dan kesediaan diri orang percaya 
untuk digunakan oeh Allah sesuai tujuanNya. 



TOPIK KHUSUS: KUDUS 

I. Penggunaan Perjanjian Lama 

A. Etimologi dari kata ini (kadosh) tidak jelas, barangkali bahasa Kanani. Ada kemungkinan bagian 
dari akar katanya (yaitu, kd) berarti "membagi." Ini adalah sumber dari definisi yang populer 
"dipisahkan" (dari budaya Kanani, lih UI 7:6; 14:2,21; 26:19) bagi penggunaan Allah." 

B. Ini berhubungan dengan hal-hal, tempat, waktu, dan pelaku-pelaku dari penyembahan 
/kepercayaan. Kata ini tidak digunakan dalam Kejadian, namun menjadi umum di Keluaran, 
Imamat, dan Bilangan. 



229 



C. Dalam tulisan-tulisan Nubuatan (khususnya Yesaya dan Hosea) elemen kepribadiannya yang 
sebelumnya ada, namun tidak ditekankan, mauncul di bagian depan. Ini menjadi satu cara untuk 
menunjuk hakikat dari Allah (lih. Yes 6:3). Allah adalah kudus. NamaNya yang mewakili 
sifatNya kudus. UmatNya yang akan menyatakan sifatNya kepada dunia yang membutuhkan 
adalah kudus (jika mereka mentaati perjanjian dalam iman). 

D. Kemurahan dan kasih Allah tidak terpisahkan dari konsep teologis menganai perjanjian, 
keadilan, dan hakikat sifatnya.. Dalam hal inilah ketegangan dalam Allah terhadap umat manusia 
yang tidak kudus, jatuh dan bersifat memberontak. Ada artikel yang sangat menarik mengenai 
hubungan antara Allah sebagai "penuh kemurahan" dan Allah sebagi "yang Kudus" dalam 
Robert B. Girdlestone, Sinonim dari Perjanjian Lama, hal. 112-113. 

I. Perjanjian Baru 

A. Para penulis PB adalah pemikir-pemikir Ibrani (kecuali Lukas), namun dipengaruhi oleh Bahasa 
Yunani Koine (yaitu, Septuaginta). Adalah terjemahan Yunani dari PL yang merupakan sumber 
kosa kata mereka, bukan tulisan-tulisan, pemikiran atau agama Yunani Klasik. 

B. Yesus adalah kudus karena Ia berasal dari Allah dan seperti Allah (lih. Luk 1:35; 4:34; Kis 3:14; 
4:27,30). Ia adalah Yang Kudus dan Benar (lih. Kis 3:14; 22:14). Yesus adalah kudus karena Ia 
tak berdosa (lih. Yoh8:46; II Kor 5:21; Ibr4:15; 7:26; I Pet 1:19; 2:22; I Yoh 3:5). 

C. Karena Allah ialah kudus, anak-anakNya harus kudus (lih. Im 1 1 :44-45; 19:2; 20:7,26; Mat 5:48; 
I Pet 1:16). Karena Yesus ialah kudus, para pengikutNya harus juga kudus (lih. Rom 8:28-29; II Kor 
3:18; Gal 4:19; Ef 1:4; I Tes 3:13; 4:3; I Pet 1:15). Orang Kristen diselamatkan untuk melayani 
dalam keserupaan dengan Kristus. 



□ "berkenan kepada Allah" ini menunjuk pada suatu perembahan yang pantas dalam PL (lih. ay 
2). Hal ini serupa dengan konsep "tidak bercela", ketika digunakan untuk menunjuk pada 
orang/bangsa, (lih. Gen. 6:9; 17:1; UI 18:13; Ayb 1:1). 

□ 

NASB "itu adalah ibadah penyembahanmu yang rohani" 

NKJV "itu adalah ibadahmu yang sejati" 

NRSV "itu adalah penyembahan rohanimu" 

TEV "Ini adalah penyembahan sejati yang harus kamu persembahkan" 

JB "berada dalam suatu jalan yang layak dipikirkan" 

Istilah ini [logikos] diturunkan dari logizomai, yang berarti "berdebat" (lih. Mar 11:31; I Kor 
13:11; Flp 4:8). Dalam konteks ini bisa berarti masuk akal atau cukup beralasan. Namun istilah ini 
juga digunakan dalam pengertian "bersifat rohani", sebagaimana dalam I Pet 2:2. Hakikatnya 
nampaknya suatu persembahan dengan kesadaran akan diri seseorang yang sesungguhnya sebagai 
lawan dari kematian atau persembahan ritual dengan korban binatang yang mati. Allah 
menginginkan kehidupan kita dalam kasih dan pelayanan kepadaNya, bukan prosedur resmi yang 
tidak berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. 

12:2 "jangan menjadi serupa" Ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE IMPERATIVE (atau 
PERFECT MIDDLE) dengan NEGATIVE PARTICLE yang biasanya berarti menghentikan suatu 
tindakan yang telah dalam proses (tengah berlangsung). Ada kontras pada ay 2 yang serupa dengan 
yang ada di Flp 6-8, antara hal-hal lahiriah yang berubah (schema, 2:8) dan hakikat batiniah yang tak 
berubah (morphe, 2:6-7). Orang percaya didorong untuk tidak terus menjadi seperti sistem dunia 
yang jatuh, yang terus berubah (jaman pemberontakan lama) yang secara jasmaniah mereka masih 

230 



merupakan bagian darinya, namun berubah secara radikal kepada keserupaan dengan Kristus (jaman 
baru Roh). 

"dengan dunia ini" Ini secar huruflah kata "jaman". Orang Yahudi melihat dua jaman (lih. Mat 
12:32; Mar 10:30; Luk 20:34-35), jaman kejahatann sekarang (lih. Gal 1:4; II Kor 4:4; Ef 2:2) dan 
jaman yang akan datang (lih. Mat 28:20; Ibr 1:3; I Yoh 2:15-17). Oran percaya hidup dalam waktu 
yang penuh ketegangan yang di dalamnya kedua jaman tersebut secara mengejutkan saling 
bertumpang tindih. Karena kedua kedatangan Kristus, orang percaya hdup dalam ketegangan "sudah 
tetapi belum" dari Kerajaan Allah sebagaimana saat ini dan masa depan yang belum terjadi. 

TOPIK KHUSUS: JAMAN INI DAN JAMAN YANG AKAN DATANG 

Para nabi PL melihat masa depan melalui perpanjangan dari saat ini. Bagi mereka masa 
mendatang adalah pemulihan Israel secara geografis. Bagimanapun, bahkan mereka telah melihat 
hari yang baru. (lih. Yes 65:17; 66:22). Dengan berlanjutnya penolakan terhadap YHWH secara 
sengaja oleh keturunan Abraham (bahkan sekembali dari pengasingan) suatu paradigma baru 
berkembang dalam tulisan-tulisan apokaliptik antar perjanjian (yaitu, I Enoch, IV Ezra, II Baruch). 
Tulisna-tulisan ini mulai membedakan dua jaman: suatu jaman kejahatan sekarang yang dikuasai 
oleh setan dan suatu jaman kebenaran yang akan datang yang dikuasai oleh Roh dan diresmikan 
oleh Mesias (seringkah seorang ksatria yang dinamis). 

Dalam bidang teologi ini (eskatologi) ada suatu perkembangan yang nyata. Paraq teolog 
menyebut hal ini " perwahyuan progresif. PB menegaskan realita kosmik dua jaman yang baru ini. 
(yaitu, dualisme temporal): 

Jesus Paul Hebrews 

Matius 12:32 Rom 12:2 1:2 

Matius 13:22 & 29 I Kor 1:20; 2:6,8; 3:18 6:5 

Markus 10:30 II Kor 4:4 11:3 

Lukasl6:8 Gal 1:4 

Lukas 18:30 Ef 1:21; 2:1,7; 6:12 

Lukas 20:34-35 I Tim 6:17 

II Tim 4:10 
Titus2:12 
Dalam teologia PB kedua jaman Yahudi ini saling bertumpang tindih karena prediksi dua 
kedatangan Mesias yang tidak diharapkan dan teabaikan. Inkarnasi Yesus menggenapi nubuatan PL 
mengenai peresmian jaman baru. Namun demikian, PL juga melihat kedatanganNya sebagai Hakim 
dan Penakluk, namun Ia datang pertama kali sebagai Hamba yang menderita (lih. Yes 53), rendah 
hati dan lembut (lih. Zak 9:9). Ia akan datang dalam kuasa tepat seperti diprakirakan oleh PL (lih. 
Wah 19). Penggenapan dua langkah ini menybabkan Kerajaan menjadi ada saat ini (telah 
diresmikan), namun di masa depan (belum sempurna seluruhnya). Inilah ketegangan PB mengenai 
yang sudah namun belum! 



□ "berubahlah" Orang percaya harus beruah, bukan hanya tahu! Bentuk ketata-bahasaan dari kata 
ini bisa jadi PRESENT MIDDLE IMPERATIVE, "terus mengubah dirimu sendiri" atau PRESENT 
PASSIVE IMPERATIVE, "terus berubah". Hal ini berlaku juga bagi "menjadi serupa" dalam ay 2a. 



231 



Untuk kontras yang serupa bandingkan Yeh 18:31 (komiten dan tindakan manusia) dengan Yeh 
36:26-27 (anugerah Ulahi). Keduanya diperlukan! 

Satu bentuk dari kata yang sama untuk "dibentuk" digunakan oleh Yesus pada waktu dimuliakan 
di gunung (lih. Mat 17:2), di mana hakikat diriNya yang sesungguhnya dinyatakan. Hakikat Ulahi 
sesungguhnya ini (lih. II Pet 1:3-4) harus dibentuk dalam tiap orang percaya (lih. II Kor 3:18; Ef 
4:13). 

□ "oleh pembaruan budimu" Ini berasal dari akar kata Yunani untuk baru dalam kualitas, 
(kainos), bukan baru dalam segi waktu (chronos). Bagi orang Yahudi indra pendengar dan pelihat 
adalah jendela jiwa. Seseorang akan jadi sesuai dengan apa yang ia dipikirkan. Setelah keselamatan, 
karena Roh yang diam di dalam, orang percaya mempunyai sudut pandang yang baru (lih. Ef 
4:13,23; Titus 3:5). Pandangan terhadap dunia secara alkitabiah yang baru, seiring dengan Roh yang 
tinggal di dalam inilah yang mengubahkan pikiran dan gaya hidup dari orang percaya baru. Orang 
percaya melihat kenyataan dalam cara yang berbeda secara menyeluruh karena pikiran mereka telah 
dimotori oleh Roh, Pikiran yang ditebus, dipimpin oleh Roh menghasilkan suatu gaya hidup yang 
baru! 

TOPIK KHUSUS: MEMPERBARUI (ANAKAINOSIS) 

Istilah Yunani ini dalam berbagai bentuknya (anakainoo, anakainizo) mempunyai dua arti dasar: 

1 . "menyebabkan sesuatu menjadi baru dan berbeda (yaitu, lebih baik)"-Rom 12:2; Kol 3:10 

2. "menyebabkan perubahan terhadap status yang disukai terdahulu" -II Kor 4:16; Ibr 6:4-6 
(diambil dari karya Louw dan Nida, Kamus Yunani-Inggris, vol. 1, hal. 157, 594) 

Moulton dan Milligan, Kosakata dari Testamen Yunani, mengatakan bahwa istilah ini (yaitu, 
anakkainosis) tidak dapat ditemukan dalam tulisan Yunani sebelum Paulus. Paulus sendirilah 
mungkin yang menciptakan istilah ini (hal. 34). 

Frank Stagg, Teologia Perjanjian Baru, mempunyai komentar yang menarik. 

"Regenerasi dan pembaruan adalah milik Allah sendiri. Anakkainosis, kata untuk 
"pembaruan," adalah suatu kata benda tindakan, dan ini digunakan dalam Perjanjian Baru, 
seiring dengan bentuk-bentuk kata kerjanya, untuk menjelaskan suatu pembaruan yang terus 
menerus, sebagaimana dalam Roma 12:2, 'berubahlah oleh pembaharuan budimu' dan 2 
Korintus 4:16, 'manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari' Kolose 3:10 
menjelaskan 'manusia baru' sebagai 'yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh 
pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya' Jadi 'manusia baru', 'kebaruan 
kehidupan', 'regenerasi', atau 'pembaruan' ini, bagaimanapun ditujukan, jejaknya berasal 
dari tindakan mula-mula dan terus menerus dari Allah sebagai pemberi anugerah dan 
pemelihara kehidupan yang kekal" (hal. 118). 



□ "sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah" Ini adalah suatu PRESENT 
INFINITIVE. Kata (dokimazo) digunakan dengan konotasi "menguji dengan sebuah pandangan 
menuju ke arah persetujuan." Lihat Topik Khusus pada 2:18. 

Kehendak Allah adalah bahwa kita diselamatkan melalui Kristus (lih. Yoh 6:39-40), dan 
kemudian hidup seperti Kristus (lih. Rom 8:28-29; Gal 4:19, Ef 1:4; 4:13,15; 5:17-18). Jaminan 
Orang Kristen didasarkan atas 

232 



1. janji-janji mengenai kebisa-dipercayaan Allah 

2. Roh Kudus yang tinggal di dalam (lih. Rom 8:14-16) 

3. pembahan orang percaya dan hidup yang berubah (lih. Yakobus & I Yohanes) "tak ada buah, 
tak ada akar" (lih. Mat 13:1-9, 19-23). 

□ "manakah kehendak Allah" Lihat Topik Khusus berikut ini. 



TOPIK KHUSUS: KEHENDAK (thelema) ALLAH 
INJIL YOHANES 

- Yesus datang untuk mengerjakan kehendak Bapa (lih. 4:34; 5:30; 6:38) 

- untuk membangkitkan di hari terakhir semua yang dikaruniai Bapa AnakNya (lih. 6:39) 
semua percaya dalam AnakNya (cf. 6:29,40) 

- menjawab doa berkaitan dengan melakukan kehendak Allah (lih. 9:31 dan I Yoh 5:14) 
INJIL-INJIL SINOPTIK 

melakukan kehendak Allah sangat menentukan (lih. Mat 7:21) 

melakukan kehandak Allah menjadikan seseorang bersaudara dengan Yesus (lih. Mat 12:50; 

Mar3:35) 

- bukanlah kehendak Allah, aga orang binasa (lih. Mat 18:14; I Tim 2:4; II Pet 3:9) 

- Kalvari adalah kehendak Bapa bagi Yesus (lih. Mat 26:42; Luk 22:42) 
SURAT-SURAT PAULUS 

- kedewasaan dan pelayanan semua orang percaya (lih. Rom 12:1-2) 
orang percaya dimerdekakan dari jaman kejahatan ini (lih. Gal 1 :4) 

- kehendak Allah adalah rencana penebusanNya (lih. Ef 1 :5,9, 11) 

orang percaya mengalami dan hidup dalam kepenuhan dengan Roh (lih. Ef 5: 17-18) 

orang percaya dipenuhi dengan pengenalan akan Allah (lih. Kol 1 :9) 

orang percaya akan disempurnakan dan dipenuhkan (lih. Kol 4: 12) 

orang percaya dikuduskan (lih. I Tes 4:3) 

orang percaya mengucap syukur dalam segala perkara (lih. I Tes 5:18) 
SURAT -SURAT PETRUS 

orang percaya berbuat benar (yaitu, tunduk pada pemerintah) dan dengan demikian 

membungkam mulut orang bodoh (lih. I Pet 2:15) 

orang percaya menderita (lih. I Pet 3 : 17; 4: 19) 

orang percaya tidak hidup berpusat pada diri sendiri (lih. I Pet 4:2) 
SURAT-SURAT YOHANES 

orang percaya tinggal selamanya (lih. I Yoh 2:17) 

- kunci orang percaya atas doa yang dijawab (lih. I Yoh 5:14) 



□ "apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" Ini mewakili kehendak 
Allah bagi orang percaya setelah keselamatan (lih. Flp 4:4-9). Sasaran Allah bagi setiap orang 
percaya ialah kedewasaan seperti Kristus sekarang. (lih. Mat 5:48). 

□ "sempurna" Istilah ini berarti "dewasa, diperlengkapi dengan lengkap untuk menunaikan tugas 
yang ditugaskan, matang, lengkap". Kata ini bukan berarti "tanpa dosa". Digunakan untuk (1) lengan 
atau kaki yang patah namun sembuh dan dipulihkan kegunaannya; (2) jala yang robek namun dirajut 
kembali hingga bisa dipakai menangkap ikan lagi; (3) anak ayam pedaging yang sekarang telah 
menjadi dewasa dan siap dipasarkan; dan (4) kapal yang siap untuk berlayar. 

233 



NASKAH NASB (UPDATED): 12:3-8 

3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap 
orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang 
patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai 
diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 4 Sebab 
sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu 
mempunyai tugas yang sama, 5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di 
dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 
^Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang 
dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita 
melakukannya sesuai dengan iman kita. 7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; 
jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; 8 jika karunia untuk menasihati, baiklah 
kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan 
hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; 
siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. 

12:3 Ayat 1-2 menandakan kebutuhan akan "pemikiran bani". Dalam ay 3 ada empa kali lipat 
permainan kata "berpikir". Dalam Komentari Panduan Belajar Zondervan, Roma, Bruce Corley dan 
Curtis Vaughan mengadakan pengamatan sebagai berikut: 

"Pemikiran yang berlebihan pemikiran yang pantas pemikiran dengan maksud tertentu 

pemikiran yang sadar" (hal. 138). Karakterisasi ini sangat membantu. 

Ayat ini, sebagaimana 11:13-24, bisa mencerminkan (1) ketegangan dalam gereja Roma antara 
orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi atau (2) kenyataan bahwa Paulus menulis surat Roma dari 
Korintus (pada akhir dari perjalanan penginjilannya yang ke tiga), di mana ia menghadapi orang- 
orang percaya yang brlagak dan angkuh. 

□ "Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku" Ini adalah sebuah AORIST 
PASSIVE PARTICIPLE. Kasih karunia tersebut datang dari Allah dalam suatu peristiwa yang telah 
selesai di masa lalu (yaitu pertemuan di jalan Damaskus). Dalam konteksnya "kasih karunia" ini 
berkaitan dengan karunia-karunia rohani (lih. 15:15; I Kor 3:10; 15:10; Gal 2:9; Ef 3:7-8), bukan 
karunia kebenaran (lih. Rom 4). Ini menunjuk pada pertobatan Paulus dan panggilan untuk menjadi 
rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi (lih. Kis 9:15; Rom 1:1,5; Gal 1:15-16; 2:7-8; Ef 3:1-2,8; I 
Tim 2:7; II Tim 4:17). 

□ "aku berkata kepada setiap orang di antara kamu" Peringatan dari ay 3 ini adalah bagi 
semua orang Kristen, bukan hanya para pemimpin. 

□ "Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu 
pikirkan" Lihat Topik Khusus: Penggunaan Kata Majemuk Huper pada 1:30. 

□ "yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing" Ini adalah sebuah AORIST 
ACTIVE INDICATIVE. Orang percaya tidak memilih karunia rohani mereka (lih. I Kor 12:11; Ef 
4:7). Karunia-karunia ini diberikan oleh Roh pada saat keselamatan untuk kebaikan bersama, (lih. I 
Kor 12:7). Karunia-karunia Roh ini bukan suatu lencana prestasi yang meninggikan individu 



234 



tertentu, tetapi adalah lap seorang pelayan hingga setiap orang percaya bisa melayani tubuh Kristus, 
yaitu gereja. 

□ "ukuran iman" Ini berkenan dengan kemampuan seseorang untuk menjalankan suatu fungsi 
secara efektif dalam karunia rohani mereka (lih. ay 6). Agar sehat, karunia Rohani harus 
dipekerjakan dengan cara menghasilkan buah-buah Roh (lih. ay 9-12; Gal 5:22-23). Karunia- 
karunia ini adalah pelayanan Yesus yang dibagi-bagikan diantara para pengikutnya, sementara buah- 
buahnya ialah pikiran Kristus. Keduanya adalah keharusan bagi suatu pelayanan yang efektif. 

12:4 Ini adalah penggambaran yang lazim dalam tulisan-tulisan Paulus. Kesaling-ketergantungan 
tubuh manusia menjelaskan karunia dalam gereja (lih. I Kor 12:12-27; Ef 1:23; 4:4,12,16; 5:30; Kol 
1:18,24; 2:19). KeKristenan adalah kebersamaan dan pribadi! 

12:5 "kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus" Ayat ini menekankan 
kesatuan dan keberagaman orang percaya. Ini adalah ketegangan dari karunia rohani di dalam gereja. 
Pasal kasih I Kor 13 mendiskusikan ketegangan dari keberagaman karunia (lih. I Kor 12 dan 14). 
Orang Kristen tidak berada dalam persaingan, namun kerjasama! 

12:6-8 Ayat-ayat ini berasal dari satu kalimat Yunani dengan dua PARTICIPLE namun tanpa 
KATA KERJA pokok. Biasanua ini diterjemahkan sebagai suatu IMPERATIVE ORANG KETIGA, 
"marilah kita menggunakan". 

12:6 "karunia-karunia. . .kasih karunia" Istilah "karunia" (charisma) dan "kasih karunia" (charis) 
memiliki akar kata Yunani yang sama, yangartinya "diberikan secara cuma-cuma". Lihat catatan 
pada 3:24. Karunia Roh disebutkan dalam I Korintus 12; Roma 12; Efesus 4 dan I Petrus 4. Daftar 
dan urutannya tidak sama, oleh karena itu, daftar ini lebih bersifat contoh dan bukan daftar 
selengkapnya. Alkitab tidak pernah menginformasikan pada orang percaya bagaimana mengenali 
karunia-karunia rohani mereka. Hikmat Kristen tidak Alkitabiah yang terbaik mengenai hal ini 
ditemukan dalam prinsip-prinsip yang terkandung dalam buku kecil dari InterVarsity Press karangan 
Paul Little yang disebut Menegaskan Kehendak Allah. Pedoman yang sama untuk mengenali 
kehendak Allah bergunadalam mengenali bdang pelayanan efektif seseorang. Nampaknya mengenali 
bahwa orang percaya memiliki karunia lebih penting daripada mengenali bagaimana mereka 
dikaruniai atau karunia khusus yang mana yang telah diberikan kepada mereka. 

□ "Jika" Ini adalah eite (lih. ay 6,7[dua kali], 8), yang diterjemahkan "jika. . jika" atau "apakah. . 
.apakah" dalam artinya. Ini tanpa diikuti KATA KERJA di ayat ini (lih. I Kor 3:22; 8:5; II Kor 
5:10), namun sering diikuti oleh suatu PRESENT INDICATIVE (lih. I Kor 12:26; II Kor 1:6) dan 
oleh karena itu, merupakan suatu KALIMAT FIRST CL AS S CONDITIONAL, yang menganggap 
keberadaan dari karunia-karunia rohani tersebut. 

□ "bernubuat" Ini tidak berhubungan dengan nubuatan PL sebagai berita yang diilhamkan Allah. 
Dalam PL para nabi menulis Kitab Suci (inspirasi/ilham). Dalam PB ini adalah tindakan 
memproklamirkan kebenaran Allah. Ini dapt pula melibatkan suatu prediksi, (lih. Kis 11:27-28; 
21:10-11). Fokusnya adalah bukan pada isi ayng baru namun menerangkan berita injil dan 
bagaimana penerapannya sekarang. Ada ketidak-stabilan dalam istilah ini. Ini dapat menunjuk pada 
suatu fungsi yang dikerjalan oleh orang percaya, (lih. I Kor 14:1,39) dan suatu karunia rohani 



235 



tertentu (lih. I Kor 12:28; 14:29; Ef 4:11). Ketidak-stabilan yang sama dapat dilihat dalam surat- 
surat Paulus kepada Korinrus yang ditulis dalam kurun waktu yang sama (lih. I Kor 12:10,12; 13:8; 
14:1,5,29,39). 

TOPIK KHUSUS: NUBUATAN PERJANJIAN BARU 

I. Tidak sama dengan nubuatan PL, yang memiliki konotasi kerabian mengenai wahyu yang 
diilhami dari YHWH (lih. Kis 3:18,21; Rom 16:26). Hanya para nabi bisa menuliskan Kitab Suci 

A. Musa disebut sebagai seorang nabi (lih. UI 18:15-21). 

B. Kitab-kita sejarah (Yosua - Raja-raja [kecuali Rut]) disebut "nabi-nabi terdahulu" (lih. Kis 
3:24). 

C. Para nabi menggantikan tempat dari Imam Besar sebagai sumber informasi dari Allah (lih. 
Yesaya - Maleakhi). 

D. Pembagian kedua dari kanonika Ibrani adalah "para Nabi" (lih. Mat 5:17; 22:40; Luk 16:16; 
24:25,27; Rom 3:21). 

II. Dalam PB konsep ini digunakan dalam beberapa cara yang berbeda. 

A. Mengarah pada para nabi PL dan berita-berita ilham mereka (lih. Mat 2:23; 5:12; 11:13; 
13:14; Rom 1:2) 

B. Mengarah pada suatu berita bagi seseorang dan bukannya suatu kelompok (nabi PL bericara 
terutama kepada Israel) 

C. Mengarah pada baik Yohanes Pembaptis (lih. Mat 11:9; 14:5; 21:26; Luk 1:76) dan Yesus 
sebagai proklamator dari Kerajaan Allah. (lih. Mat 13:57; 21:11,46; Luk 4:24; 7:16; 13:33; 
24:19). Yesus juga diakui lebih besar daripada para nabi (lih. Mat 11:9; 12:41; Luk 7:26). 

D. Nabi-nabi lain dalam PB 

1 . awal kehidupan Yesus sebagaimana dicatat dalam Injil Lukas (yaitu, kenangan Maria) 

a. Elisabet (lih. Lukas 1 :41-42) 

b. Zakharia (lih. Lukas 1:67-79) 

c. Simeon (lih. Lukas 2:25-35) 

d. Hanna (lih. Lukas 2:36) 

2. prediksi yang ironis (lih. Kayafas, Yohanes 11:51) 

E. Mengarah pada orang yang memberitakan injil (daftar karunia para pemberita dalam I Kor 
12:28-29; Ef 4: 11) 

F. Mengarah pada karunia yang terus berjalan dalam gereja (lih. Mat 23:34; Kis 13:1; 15:32; 
Rom 12:6; I Kor 12:10,28-29; 13:2; Ef 4:11). Kadang-kadang ini dapt menunjuk pada para 
wanita (lih. Luk 2:36; Kis 2:17; 21:9; I Kor 11:4-5). 

G. Mengarah pada kitab apokaliptik Wahyu (lih. Wah. 1:3; 22:7,10,18,19) 

III. NT prophets 

A. Mereka tidak memberikan wayhu berilham dalam engertian yang sama dengan nabi-nabi PL 
(yaitu dalam bentuk Kitab Suci). Pernyataan ini mungkin karena penggunaan frasa "iman" 
(yaitu, suatu pengertian dari injil yang telah penuh) yand digunakan dalam Kis 6:7; 13:8; 
14:22; Gal 1:23; 3:23; 6:10; Flp 1:27; Yud 3,20. 



236 



B. Apakah seseorang melihat sejarah gereja untuk menjawab pertanyaan tersebut atau pada PB 
itu sendiri? Tidak ada indikasi dalam PB bahwa karunia rohani hanya untuk sementara. 
Mereka yang mencoba menggunakan I Kor 13:8-13 untuk mengemukakan hal ini menyalah 
gunakan maksud penulisan dari bagian tersebut, yang menegaskan bahwa apapun selain 
kasih akan berlalu. 

C. Saya tergelitik untuk mengatakan bahwa karena PB lah, bukan sejarah gereja, yang berkuasa, 
orang percaya harus menegaskan bahwa karunia-karunia tersebut berlanjut. Namun 
demikian, saya percaya bahwa budaya mempengaruhi penafsiran. Beberapa naskah yang 
sangat jelas tidak lagi bisa diterapkan dalam beberapa kebudayaan (yaitu, ciuman kudus, 
wanita dengan cadar, gereja yang bersekutu di rumah-rumah, dsb). Jika budaya 
mempengaruhi naskah, lalu mengapa bukan sejarah gereja? 

D. Ini secara sederhana adalah suatu pertanyaan yang tak dapat dijawab secara definitif. 
Beberapa orang percaya akan menyarankan "penghentian" dan yang lain "bukan- 
penghentian". Dalam bidang ini, sebagaimana dalam banyak hal penafsiran, kuncinya adalah 
hati dari orang percaya. PB mendua dan terkait dengan budaya. Kesukaran untuk dapat 
memutuskan naskah mana yang terpengaruh budaya/sejarah dan mana yang kekal (lih. karya 
Fee dan Stuart Bagaimana Membaca Alkitab untuk Mendapat Segala ManfaatNya, hal. 14- 
19 dan 69-77). Di sinilah letak kepentingan dari diskusi mengenai kemerdekaan dan 
tanggung-jawab, yang didapati dalam Rom 14:1-15:13 dan I Korintus 8-10. Bagaimana kita 
menjawab pertanyaan tersebut penting dalam dua jalan. 

1. Setiap orang percaya harus berjalan dalam iman mereka dalam terang yang mereka 
miliki. Allah melihat hati dan motif kita. 

2. Setiap orang percaya harus mengijinkan orang percaya lain berjalan dalam pemahaman 
iman mereka. Harus ada toleransi dalam batasan alkitabiah. Allah menginginkan kita 
untuk mengasihi sesame sebagaimana dilakukanNya. 

E. Untuk merangkum hal-hal ini, KeKristenan adalah suatu kehidupan iman dan kasih, bukan 
suatu teologia yang sempurna. Suatu hubungan denganNya yang mempengaruhi hubungan 
kita dengan sesama lebih penting daripada informasi definitive atau kesempurnaan 
pengakuan iman. 



□ "sesuai dengan iman kita" Ini berkaitan secara langsung dengan ay 3, "menurut ukuran iman, 
yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing" (lih. Ef 4:7). Ini pasti juga berhubungan 
dengan konteks yang lebih luas yang berkenaan dengan bagaimana orang percaya menggunakan 
karunia-karunia mereka. Ini berhubungan dengan sikap, motif, dan kekuatan orang percaya dalam 
berfungsi dalam pelayanan-pelayanan pribadi sesuai dengan pemberian Allah bagi mereka, yang 
pada dasarnya adalah buah-buah Roha yang disebut dalam Gal 5:22-23. 

12:7 

NASB "jika pelayanan" 

NKJV, NRSV "atau pelayanan, marilah kita menggunakannya dalam pelayanan kita" 

TEV "jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani." 

JB "jika ketata-usahaan, maka gunakan ini untuk tata usaha." 

Terjemahan moderen berbeda karena tidak adanya kata bahasa Inggris yang memiliki arti tepat 

sama terhadap kata Yunani ini (diakonia). Kata ini dapat berarti (1) pelayanan praktikal atau (2) 

237 



ketata-usahaan administration (lih. Kis 6:1; I Kor 12:5,28). Kamus Yunani Analitis yang telah 
diRevisi oleh Harold K Moulton, mendefinisikannya sebagai "suatu fungsi, pelayanan, atau jabatan" 
dalam Rom 12:7; I Kor 12:5; Kol 4:17; II Tim 4:5" (hal. 92). Fokus secara kontekstualnya ialah 
pada membantu sesama orang-orang percaya. 

□ "guru-guru. . .mengajar" karunia ini (didasko) di sebut dalam I Kor 12:28 dan 14:26. Ini 
dikaitkan dengan nabi-nabi dalam Kis 13:1 dan dengan pendeta-pendeta dalam Ef 4:11. Gereja 
mula-mula melihat ini sebagai orang-orang berkarunia berfungsi dalam cara yang saling bertumpang 
tindih. Berkhotbah, bernubuat, menginjil, dan mengajar semuanya memberitakan Injil, namun 
dengan tekanan dan metodologi yang berbeda-beda. 

12:8 "menasihati. . .menasehati" istilah ini (parakaleo) berhubungan dengan mengajar (lih. I Tim 
4:13). Kemungkinan ini adalah kemampuan yang melaluinya kebenaran diterapkan dalam 
kehidupan. Dengan demikian hal ini akan berhubungan dengan Ef 4:15,16 "dengan teguh berpegang 
kepada kebenaran di dalam kasih. . . . membangun dirinya dalam kasih." 

□ "Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, dengan hati yang ikhlas" Lihat Topik Khusus 
berikut. 

TOPIK KHUSUS: MURAH HATI/TULUS HATI (HAPLOTES) 

Istilah ini (haplotes) memiliki dua konotasi, "murah hati" or "tulus hari." Ini adalah suatu 
penggambaran yang berhubungan dengan penglihatan. Dalam PL mata digunakan sebagai 
penggambaran bagi motif dalam dua cara (1) mata jahat (kikr, lih. UI 15:9 dan Ams 23:6; 28:22), 
dan (2) mata yang baik (murah hati, lih. Ams 22:9). Yesus mengikuti penggunaan ini (lih. Mat 6:22- 
23; 20:15). Paulus menggunakannya dalam dua pengertian (1) "kesederhanaan, ketulus hatian, 
kemurnian" (lih. II Kor 1:12; 11:3; Ef 6:5; Kol 3:22) dan (2) "keikhlasan" (lih. Rom 12:8; II Kor 
8:2; 9:11,13). 

□ "siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin" Ini menunjuk 
pada kepemimpinan Kristen, baik yang berkeliling ataupun kepimpinan setempat. 

□ "siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita" Ini 

menunjuk pada menolong orang sakit dan orang miskin. Seharusnya tidak boleh ada perbedaan 
antara khotbah kedoktrinan dan kepedulian sosial dari masyarakat orang percaya. Kedua hal ini 
seperti dua sisi dari satu koin. Tidak ada istilah "injil sosial", cukup Injil saja! 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 
kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 



238 



Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1 . Apa yang terlibat dalam mempersembahkan tubuh anda sebagai korban yang hidup (ay 1)? 

2. Apakah setiap orang percaya memiliki karunia rohani (ay 3-8; I Kor 12:7)? Jika demikian 
apakah mereka memilih karunia mana yang mereka maui? 

3. Apakah maksud dari karunia-karunia rohani? 

4. Apakah di dalam Alkitab ada daftar lengkap dari karunia-karunia? 

5. Bagaimana seseorang bisa mengenali karunia yang ada padanya? 



WAWASAN-WAWASAN KONTEKSTUAL AYAT 9-21 

A. Kemungkinan judul terbaik untuk bagian adalah "Panduan KeKristenan bagi Hubungan Antar 
Manusia." Ini merupakan diskusi praktis dari Kasih (lih. Mat 5-7; I Kor 13 dan I Yoh 3:18; 4:7- 
21). 

B. Isi dan struktur Pasal 12 dari Roma sangat mirip dengan I Kor 12-13. Segera setelah diskusi 
mengenai karunia rohani datang peringatan tentang kesombongan dan suatu penekanan pada 
praktek kasih sebagai gaya hidup. 

C. Konteksnya membahas tentang 

1. hubungan kita dengan sesama orang Kristen (lih. 12:9-13). Hal ini juga didiskusikan secara 
rinci dalam 14: 1-15: 13 dan dalam I Kor 8:1 lff; 10:23-33. 

2. hubungan kita dengan orang tidak percaya atau kemungkinan bahkan lebih lagi, dengan 
sesama orang Kristen yang berselisih paham dengan kita (lih. 12: 14-21). Bagian ini 
nampaknya mencerminkan Khotbah Yesus di bukit (lih. Mat 5-7). 

3. pemisahan dari bagian ini tidak terlalu kentara karena bidang ini (hubungan) saling 
bertumpang tindih. 

D. Bagian ini dipenuhi oleh perintah-perintah yang terus menerus mengenai gaya hidup (PRESENT 
ACTIVE IMPERATIVES, lih. ay 4 [tiga kali], 16, 20 [dua kali], 21 [dua kali] dan oleh 
PRESENT ACTIVE PARTICIPLES yang digunakan dalam pengertian IMPERATIVE tujuh 
belas kali). Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma dari Allah melalui karya paripurna 
Kristus dan dorongan Roh Kudus, namun sekali diterima, menjadi suatu komitmen dan gaya 
hidup yang mengorbankan segalanya! Memanggil Yesus "Tuhan" bukan suatu penggambaran! 
(lih. Lukas 6:46). 

E. Bagian ini juga memiliki beberapa PRESENT PARTICIPLES yang digunakan dalam pengertian 
IMPERATIVES dengan NEGATIVE PARTICLE yang biasanya berarti menghentikan suatu 
tindakan yang telah dalam proses, ay 14, 16 (dua kali), 17, 19 dan 21. Orang-orang Kristen telah 
hidup di luar batas! Dalam satu pengertian dosa dapat didefinisikan sebagai mengambil karunia 
Allah lebih dari batas yang telah ditetapkanNya. 



239 



F. KeKristenan harus "terbuka" — berpikiran terbuka, tangan terbuka, hati terbuka dan pintu 
terbuka (lih. Yakobus 2). 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 12:9-13 

9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 
10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi 
hormat. 11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan 

\2, 



layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan 
bertekunlah dalam doa! 13 Bantulah dalam k< 
dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 



bertekunlah dalam doa! 13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah 



12:9 "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura" Dalam naskah Yunani tidak ada kata-kata yang 
berkaitan {asyndeton) seperti dalam konteks ini yang sangat tidak lazim dalam Bahasa Yunani 
Koine. Hal ini kemungkinan merupakan bentuk ketata-bahasaan Ibrani dibalik kata-kata 
Berbahagialah dari Mat 5. Bentuk ketata-bahasaan ini menekankan tiap frasa sebagai suatu 
kebenaran yang berdiri sendiri. 

"Kepura-puraan (kemunafikan)" adalah istilah teatrikal untuk "berbicara di balik sebuah 
topeng." Kasih tidak boleh bersandiwara atau palsu (lih. II Kor 6:6). Kasih adalah sifat khas orang 
percaya (lih. Yoh 13:34-35; 15:12,17; I Yoh 3:11,18; 4:7-21) karena ini adalah sifat Allah. 

□ "Jauhilah yang jahat" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan 
dalam pengertian IMPERATIVE. Orang percaya perlu dikejutkan dan dimuakkan oleh kejahatan 
(lih. I Tes 5:21-22). Sering kita hanya dikejutkan oleh konsekuensi yang secara langsung 
mempengaruhi kehidupan kita . 

□ 

NASB, NKJV "lakukanlah yang baik" 

NRSV "berpegang erat pada yang baik" 

TEV "berpegang pada yang baik" 

NJB "melekat pada yang baik" 

Ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE (namun digunakan dalam pengertian MTDDLE) 
PARTICIPLE yang digunakan dalam pengertian IMPERATIVE— "dilekatkan pada" (lih. LXX dari 
Kej 2:24; Kis 8:29 dan juga Flp 4:8; I Tes 5:21-22). 

12:10 

NASB "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara" 

NKJV "Saling berkasih sayanglah satu sama lain dengan kasih persaudaraan" 

NRSV "Saling mengasihi dengan penuh kasih sayang satu sama lain" 

TEV "Saling mengasihi satu sama lain dengan kehangatan sebagai orang Kristen" 

JB "Saling mengasihi satu sama lain sebagaimana mestinya saudara 

bersaudara" 
Ini adalah sebuah kata majemuk Yunani (phileo + storge) yang menggabungkan "kasih 
persaudaraan" dengan "kasih kekeluargaan" dan dalam PB hanya digunakan di sini. Orang-orang 
Kristen adalah sebuah keluarga. Kita diperintahkan untuk saling mengasihi (lih. I Tes 4:9). 



240 



Ini adalah yang pertama dari serentetan DATIVE yang ditempatkan dibagian awal kalimat 
bahasa Yunani sebagai suatu penekanan. 

□ 

NASB "saling mendahului dalam memberi hormat " 

NKJV "dalam memilih memberi hormat satu kepada yang lain" 

NRSV "mengungguli yang lain dalam menghormati" 

TEV "dan berhasrat besar untuk saling menghormati satu sama lain" 

JB "memiliki rasa hormat mendalam satu sama lain" 

Ini adalah suatu PRESENT MIDDLE (deponent) PARTICIPLE yang digunakan dalam 
pengertian sebuah IMPERATIVE. Orang percaya harus memperlakukan sesama rekan perjanjian 
lebih penting dari diri sendiri, (lih. Ef 4:2; Flp 2:3). 

12:11 

NASB "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor" 

NKJV "tidak kendor dalam kerajinan" 

NRSV "tidak kendor semangatnya" 

TEV "bekerja keras dan jangan malas" 

JB "bekerja bagi Tuhan dengan upaya yang tidak memudar" 
Kasih sejati menghasilkan tenaga yang besar (lih. Gal 6:9). 

□ 

NASB, NKJV "biarlah rohmu menyala-nyala" 

NRSV "berkobar dalam roh" 

TEV "dengan suatu hati yang penuh ketaatan" 

JB "dengan kesungguhan roh yang besar" 

Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan dalam pengertian 
IMPERATIVE. Secara huruflah berarti "mendidihkan". Ini bisa menunjuk pada roh manusia yang 
dilahirkan kembali atau Roh Kudus yang tinggal di dalam (RSV, lih. Kis 18:25; Wah 3:15-16). 

□ "layanilah Tuhan" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan dalam 
pengertian IMPERATIVE. Ada variasi naskah kuno di sini. Beberapa dari naskah kuno Yunani 
yang termasuk dalam keluarga Barat (MSS D ' 3 , F, dan G) menuliskan "pada waktunya" (kairos) 
bukannya "di dalam Tuhan" (kurios). Variasi ini menekankan melayani Tuhan dan gerejanya seiring 
dengan munculnya kesempatan (lih. Yoh 9:4; Ef 5:16). 

Dalam keseluruhan kemungkinan kerancuan ini timbul karena kurios disalah mengertikan atau 
salah dibaca. Naskah kuno Yunani yang tertua dan terbaik P 46 , N, A, dan B menulis "melayani 
Tuhan." UBS 4 memberi tingkatan "pasti" (A) pada kata "Tuhan". 

12:12 "bersukacitalah dalam pengharapan" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE 

yang digunakan dalam pengertian IMPERATIVE. Kata "pengharapan" sering digunakan dalam 
hubungan dengan Kedatangn Kedua (lih. 5:2). Ini bukan pengharapan dalam pengertian Bahasa 
Inggris suatu keinginan, namun dalam pengertian PB tentang peristiwa yang pasti, hanya dengan 
elemen waktu yang mendua. Lihat catatan pada 4:18 dan 5:2. 



241 



□ "sabarlah" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan dalam 
pengertian IMPERATIVE. Kata ini berarti "ketahanan yang aktif, sukarela, dan tetap." 

□ "dalam kesesakan" Sebagaimana dalam 5:3,5 "pengharapan" dikaitkan dengan kesesakan 
(thlipsis). Inilah norma dari para pengikut Kristus dalam suatu dunia yang jatuh. (lih. Mat 5:10-16; 
Kis 14:22; Rom 8:17ff; II Tim 3:12; I Pet 4:12ff). Kita tidak harus mencarinya atau menghindarinya! 
Lihat Topik Khusus: Penganiayaan pada 5:3. 

□ "bertekunlah dalam doa" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang 
digunakan dalam pengertian IMPERATIVE. Doa adalah suatu anugerah dan disiplin rohani yang 
mengakui tangan aktif Allah dalam sejarah. Orang-orang percaya dapat mempengaruhi perasaan 
Bapa Surgawi. Allah telah memilih God has chosen untuk membatasi diriNya sendiri pada doa-doa 
anak-anakNya (lih. Kis 1:14; 2:42; 6:4; Ef 6:18-19; Kol 4:2). Ini membuat doa menjadi suatu 
tanggung jawab yang luar biasa Lihat Tiga Pertanyaan Krusial Mengenai Peperangan Rohani 
karangan Clinton Arnold, hal. 43-44, 187-188. 

12:13 

NASB, NRSV "Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus" 

NKJV "mengedarkan pada kebutuhan orang-orang kudus" 

TEV "berbagi milik dengan sesama rekan Kristen yang membutuhkan" 

JB "berbagi dengan orang-orang kudus Allah yang sedang berkekurangan" 

KATA KERJA Yunani ini koinoneo berarti "bersekutu dengan." Kata ini memiliki arti yang 
luas bagi Paulus. Yaitu mencakup baik persekutuan dalam injil maupun kebutuhan jasmani (lih. Gal 
6:6). Ini bahkan digunakan dalam hal berbagi penderitaan Kristus (lih. Flp 3:8-10; I Pet 4:13) dan 
Paulus (lih. Flp 4:14). Dipersatukan dengan Kristus berarti dipersatukan dengan umatNya di setiap 
tingkatan! Lihat Topik Khusus: Orang-orang Kudus pada 1:7. 

Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan dalam pengertian 
IMPERATIVE (lih. Ams 3:27; Gal 6:10). Orang-orang percaya bekerja keras sedemikian hingga 
memiliki lebih banyak bagi orang lain, dalam nama Yesus (lih. II Kor 8:1 1-12; Ef 4:28). 



TOPIK KHUSUS: KOINONIA 

Istilah "persekutuan" (koinonia) berarti 

1 . perkumpulan yang akrab dengan seseorang 

a. dengan Anak (lih. I Yoh 1 :6; I Kor 1 :9) 

b. dengan Roh (lih. II Kor 13:13; Flp 2:1) 

c. dengan Bapa dan Anak (lih. I Yoh 1 :3) 

d. dengan sesama saudara seperjanjian (lih. I Yoh 1:7; Kis 2:42; Gal 2:9; Fil 17) 

2. perkumpulan yang dekat dengan sesuatu atau kelompok tertentu 

a. dengan injil (lih. Flp 1:5; Fil 6) 

b. dengan darah Kristus (lih. I Kor 10:16) 

c. tidak dengan kegelapan (lih. II Kor 6:14) 

d. dengan penderitaan (lih. Flp 3:10; 4:14; I Pet 4: 13) 

3. pemberian atau kontribusi yang dikerjakan dengan kemurahan hati (lih. Rom 12:13; 15:26; II 
Kor 8:4; 9:13; Flp 4:15; Ibr 13:16) 



242 



4. Karunia Anugerah Allah melalui Kristus, yang memulihkan persekutuan umat manusia 
dengan Nya dan sesama saudara 

Ini menegaskan hubungan horizontal (manusia dengan manusia) yang disebabkan oleh hubungan 
vertikal (manusia dengan Sang Khalik). Ini juga menekankan keperluan akan sukacita dari 
masyarakat Kristen. Kata kerjanya menekankan dimulainya dan kelanjutan dari pengalaman 
masyarakat ini (lih. 1:3 [dua kali], 6,7). KeKristenan adalah kebersamaan! 



□ "usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan" Ini adalah suatu PRESENT 
ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan dalam pengertian IMPERATIVE. Secara huruflah berarti 
"mengejar keramah-tamahan" (lihat catatan pada 14:19, lih. I Tim 3:2; Ti 1:8; Ibr 13:2; I Pet 4:9). 
Pelayanan ini sangatlah penting dalam gereja mula-mula karena reputasi jahat dari "tempat-tempat 
penginapan". Ini terutama merujuk kepada perumahan dan pelayanan makanan bagi pelayan-pelayan 
Kristen yang berkeliling. 

NASKAH NASB (UPDATED): 12:14-21 

14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 
15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang 
menangis! 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu 
memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara 
yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! 17 Janganlah membalas kejahatan 
dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 18 Sedapat-dapatnya, kalau 
hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 19 Saudara- 
saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat 
kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan 
menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika 
ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas 
kepalanya. 21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan 
kebaikan! 

12:14 "berkatilah siapa yang menganiaya kamu" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE 
IMPERATIVE yang digunakan dua kali dalam ayat ini. Kita mendapatkan kata bahasa Inggris 
"eulogy" dari kata ini, "memberkati" (lih. Mat 5:44; Luk 6:28; I Kor 4:12; Yak 3:9-12; I Pet 3:9). 
Dalam P 46 (Papirus Chester Beatty) dan naskah kuno B (Vaticanus), "kamu" di tiadakan, yang 
membuat pernyataan ini menjadi lebih mencakup semua atau dengan kata lain, lebih bersifat 
pernyataan umum. Untuk "menganiaya" lihat catatan pada 14:9. 

□ "jangan mengutuk" Ini adalah sebuah PRESENT MIDDLE (deponent) IMPERATIVE dengan 
NEGATIVE PARTICLE yang biasanya berarti menghentikan suatu tindakan yang telah dalam 
proses (tengah berlangsung). Ini menunjuk pada pemanggilan nama Allah dalam dua untuk 
pembalasan (serupa dengan kutukan dari I Kor 12:3). Ini tidak menunjuk pada umpatan (lih. Ef 
4:29; I Pet 3:9). 

12:15 "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang 
menangis" Dua PRESENT INFINITIVE ini digunakan dalam pengertian IMPERATIVE. Orang 
Kristen adalah sebuah keluarga. Orang-orang percaya tidak berada dalam persaingan, namun harus 
memperlakukan satu sama lain dalam kasih kekeluargaan. Karena konteks dari ay 14-21 bahkan 

243 



mungkin bahwa hal ini mencerminkan tanggapan orang percaya terhadap masyarakat orang tidak 
percaya dengan menggunakan kesempatan-kesempatan dan keadaan-keadaan budaya sebagai 
kesempatan untuk menginjil. 

12:16 

NASB, NKJV "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama" 

NRSV "Hiduplah bersama dalam keserasian" 

TEV "Milikilah kepedulian yang sama pada setiap orang" 

JB "Perlakukan tiap orang dengan kebaikan yang sama" 

Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan dalam pengertian 
IMPERATIVE (lih. 15:5; II Kor 13:11; Flp 2:2). Ayat 16 bisa dilihat dalam hubungan dengan 
konflik antara (1) orang percaya Yahudi dan orang percaya Bukan Yahudi dalam gereja Roma (lih. 
11:13-24); (2) konflik sejak dulu kala antar kelas ekonomi; (3) perbedaan karunia-karunia rohani; 
atau (4) preferensi-preferensi pribadi, dan tradisi generasional. 

□ "janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu 
kepada perkara-perkara yang sederhana" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE IMPERATIVE 
dengan NEGATIVE PARTICLE yang biasanya berarti menghentikan suatu tindakan yang telah 
dalam proses (tengah berlangsung). 

Istilah "sederhana" dapat berupa MASKULIN atau NETRAL. Jika ini NETRAL maka 
terjemahannya menjadi "menerima tugas yang sederhana"; jika MASKULIN, "berhubungan dengan 
orang miskin atau orang-orang sederhana." 

□ "Janganlah menganggap dirimu pandai" Ini adalah sebuah PRESENT MIDDLE (deponent) 
IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE yang biasanya berarti menghentikan suatu tindakan 
yang telah dalam proses (tengah berlangsung) (lih. Ams 3:7; Yes 5:21; I Kor 10:12; Gal 6:3). Orang- 
orang percaya tidak boleh berlagak lebih dari orang lain atau bersikap angkuh terhadap masyarakat 
yang belum percaya. 

12:17 "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE 
PARTICIPLE yang digunakan dalam pengertian IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE 
yang berarti menghentikan suatu tindakan yang telah dalam proses. Terserah kepada Allah untuk 
meluruskan segala sesuatu, bukan orang percaya (lih. Ams 20:22; 24:29; Mat 5:38-48; Luk 6:27; I 
Tes 5:15; I Pet 3:9). 

□ "lakukanlah apa yang baik bagi semua orang" Ini adalah suatu PRESENT MIDDLE 
PARTICIPLE yang digunakan dalam pengertian IMPERATIVE (lih. II Kor 8:21; I Tes 5:22; dan I 
Tim 3:7). Ini mungkin adalah kutipan dari Ams 3:4 dalam Septuaginta (LXX). Orang percaya hidup 
dengan mata tertuju pada penginjilan orang tidak percaya. Kita tidak boleh berbuat hal-hal yang bisa 
menyinggung atau mengasingkan seorang yang belum percaya (lih. I Kor 9:19-23). Bahkan 
keyakinan kita yang terdalam harus dinyatakan dengan cara yang penuh kasih. 

12:18 "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian 
dengan semua orang" Ini adalah sebuah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL yang 
dianggap benar dari sudut pandang si penulis atau untuk tujuan penulisannya. Kalimat ini dalam 
klausa berikutnya diikuti oleh sebuah PRESENT ACTIVE PARTICIPLE yang digunakan dalam 



244 



pengertian IMPERATIVE. Hal ini tidak selalu merupakan pilihan orang percaya, namun tata bahasa 
ini mengisyaratkan bahwa ini sering merupakan kemungkinan (lih. Mar 9:50; II Kor 13:11; I Tes 
5:13). 

12:19 "janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE 
PARTICIPLE dengan NEGATIVE PARTICLE yang dipakai dalam pengertian IMPERATIVE yang 
berarti menghentikan suatu tindakan yang telah dalam proses. Allah akan meluruskannya satu hari 
nanti. 

□ "sebab ada tertulis" Ini adalah sebuah PERFECT PASSIVE INDICATIVE, yang adalah suatu 
cara pengungkapan dari suatu bangsa untuk merujuk pada suatu Kitab Suci. Ungkapan ilham 
berparalel dengan "sebagaimana dikatakan Tuhan" (lih. I Kor 14:21 dan II Kor 6:17). Ini adalah 
kutipan dari UI 32:35. 

12:20 "Tetapi jika seterumu" Ini adalah suatu KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL yang 
artinya kemungkinan tindakan di masa yang akan datang. Musuh akan datang! 

□ "menumpukkan bara api di atas kepalanya" Ini adalah diilhami oleh Ams 25:21-22. Teori 
penafsirannya adalah: his 

1. ini adalah suatu ungkapan budaya meungkin dari Mesir yang berarti bahwa kebaikan adalah cara 

terbaik untuk mengubah seorang musuh menjadi seorang kawan. Hal ini masih merupakan 
tanggapan orang Kristen terhadap musuh yang mengepung (lih. Mat 5:44) 

2. "bara api" nampaknya mewakili rasa malu terhadap tindakan seseorang yang tidak pantas yang 

nyata terlihat dalam terang kasih dan pengampunan orang lain (lih. Ambrosiaster, Augustinus 
dan Jerome) 

3. Origen dan Chrysostom mengatakan bahwa ini menunjuk pada kebaikan Kristen yang 

menyebabkan Allah menghakimi secara lebih keras orang yang tidak bertobat, (lih. 
Komentari Alkitab Jerome, vol. 2, hal. 326. 
Kesemua teori di atas hanyalah demikian saja. Kuncinya ialah pernyataan ringkasan Paulus 
dalam ay 21. 

12:21 "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan 
kebaikan" Ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE IMPERATIVE dan PRESENT ACTIVE 
IMPERATIVE. Tanggapan kita terhadap perlakuan yang tidak adil akan menentukan dan 
mencerminkan tingkat dari kedamaian dan sukacita batiniah kita. Kepahitan adalah suatu penyakit 
kanker rohani. Oran percaya harus menyerahkannya kepada Allah. 

□ "kejahatan" Ini bisa berupa MASKULIN dan, oleh karenanya, merupakan rujukan pada si 
jahat, atau bisa saja berbentuk NETRAL dan menunjuk pada kejahatan secara umum. Ini adalah 
kemenduaan yang lazim dalam PB (lih. Mat 5:37; 6:13; 13:19,28; Yoh 17:15; II Tes 3:3; I Yoh 2:13- 
14; 3:12; 5:18-19). 



245 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI AYAT 9-21 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 
kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1. Mengapa ada begitu banyak PRESENT IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE 
dalam ay 9-21? 

2. Sebutkan semua perintah dalam ayat-ayat ini secara terpisah dalam kolom-kolom. Daftar 
yang luar biasa dari perintah-perintah ini menunjukkan praktek-praktek sehari-hari apa saja yang 
terlibat dalam menjadi seperti Kristus. 

3. Mengapa sangat sukar untuk menentukan ayat-ayat mana yang menunjuk pada perlakuan 
orang Kristen terhadap sesama orang percaya dan mana yang menunjuk pada perlakuan mereka 
terhadap orang yang tidak percaya? 



246 



ROMA 13 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Ketaatan pada Peraturan- 
peraturan 


Tunduk pada Pemerintah 


Orang Kristen dan Negara 


Tugas Terhadap Penguasa 
Negara 


Tunduk pada Penguasa 


13:1-7 


13:1-7 


13:1-7 


13:1-5 


13:1-7 








13:6-7 




Kasih Persaudaraan 


Kasihilah Sesamamu 


Kasih Menggenapi 
Hukum 


Tugas Terhadap Sesama 


Kasih dan Hukum 


13:8-10 


13:8-10 


13:8-10 


13:8-10 


13:8-10 


Hari Kristus yang 
Semakin Dekat 


Memakai Kristus 


Kedatangan Kedua 
Kristus Sewaktu-waktu 




Anak-anak Terang 


13:11-14 


13:11-14 


13:11-14 


13:11-13 


13:11-14 








13:14 





SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

5 . Paragraf pertama 

6. Paragraf kedua 

7. Paragraf ketiga 

8. Dst. 



247 



WAWASAN KONTEKSTUAL UNTUK AYAT 1-7 

A. Bila pasal 12 terutama berurusan dengan Orang Kristen dan rekan-rekan orang percaya (ay 9-13) 
dan sesamanya dalam masyarakat (ay 14:21), pasal 13:1-7 terutama berurusan dengan orang 
Kristen dan Pemerintah Sipil. Namun demikian, tidak terdapat pembagian konteks di antara 
kedua pokok ini. Paulus memandangnya sebagai suatu kesatuan. Tidak ada pembagian menjadi 
sekuler dan kudus. Semua kehidupan adalah milik Allah. Orang percaya adalah pemelihara 
dalam sebagal bidang! Kaitan antara ke dua pasal ini bisa dilihat dalam 12:18. 

B. Pemahaman orang-orang percaya tentang tempat dari pemerintah sipil beragam. Dalam PL 
pemerintahan terbentuk dalam keturunan Kain (lih. Kej 4:16-22). Menara Babel (lih. Kej 11) 
berhubungan dengan upaya manusia untuk memerintah diri sendiri terpisah dari Allah. Maksud 
dari jabatan raja dalam Israel ialah Allah memerintah dengan Hukum Ulahi dan melalui gembala 
yang ditunjuk (yaitu Raja), namun hal ini gagal karena dosa umat manusia. Diskusi Yesus 
mengenai tempat yang pantas bagi pemerintah dalam Mat 22:21 dan Mar 12:17 sangatlah 
penting. Cukup mengejutkan Paulus tidak menyebut kata-kata Yesus sama sekali dalam konteks 
ini (walau ayat 1-7 dan 11 nampaknya berparalel dengan Mat 22:15-22 dan 39). Ada suatu 
peranan yang tepat yang di percayakan Allah bagi pemerintah dalam dunia yang jatuh ini. Sering 
para rasul dipaksa masuk ke dalam pergumulan mengenai bagaimana berhubungan dengan 
penguasa, baik sipil maupun keagamaan. Ini terbukti bisa positif dan negative tergantung pada 
tindakan dari penguasa manusia. Paulus dlindungi dan juga dianiaya oleh pemerintah. Namun 
demikian, Yohanes, dalam Wahyu, berbicara mengenai pemerintah sebagai pelacur besar (lih 
Wah 17)! 

Kita harus mendukung pemerintah kecuali jika mereka melanggar hati nurani kita yang 
dipimpin Roh dan menuntut kesetiaan mutlak. Aturan sipil lebih baik daripada kekacauan (lih. II 
Tes 2:6-7) 

C. Pokok bahasan yang sama ini dibahas juga dalam Titus 3:1 dan I Petrus 2:13-17 

D. Yudaisme adalah agama yang sah di bawah pemerintahan Romawi di abad pertama. KeKristenan 
dianggap sebagai suatu sekte dalam Yudaisme selama bertahun-tahun. (lih. Kis 18:12-16). Hal 
ini menyebabkan diperolehnya perlindungan hukum bagi gerakan penginjilan dalam tahun-tahun 
awal ini. Salah satu tujuan dari Kisah Para Rasul ialah untuk menunjukkan bahwa KeKristenan 
bukan merupakan suatu ancaman politik kepada pemerintah Roma. Namun demikian, 
Pemerintah Roma menyediakan kedamaian dan stabilitas Internasional (pax Romana) yand di 
dalamnya injil menyebar (lih. I Tim 2:1-2). 

E. Bagian kitab ni semakin intensif dalam sudut pandang pengalaman pribadi Paulus dengan para 
penguasa. Mungkin jugabagian ini dilibatkan karena (1) ketegangan di dalam gereja Roma 
sehubungan dengan keputusn pemerintah (mis. Pembatasan ibadah Yahudi). Ini bisa jadi telah 
menyebabkan beberapa orang percaya Yahudi untuk meninggalkan ibukota (mis. Akwila dan 
Priskila, lih Kis 18:2). Dalam ketidak beradaan mereka kepemimpinan orang-orang percaya 
bukan Yahudi terbentuk. (2) ketegangan di Roma yang disebabkan oleh pemberitaan injil kepada 
masyarakat Yahudi yang besar jumlahnya di Roma. Sejarahwan Suetonius, Kehidupan Klaudius 
25.2, mencatat bahwa Kaisar menyingkirkan orang Yahudi dari ibukota di tahun 49 AD karena 



248 



kerusuhan-kerusuhan yang berulang yang disebabkan oleh seorang "Krestus". Ini barangkali 
variasi ejaan bahasa Latin dari Kristus (Kristos). 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 13:1-7 

1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada 
pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan 
oleh Allah. 2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan 
siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. 3 Sebab jika seorang 
berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah 
kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan 
beroleh pujian dari padanya. 4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. 
Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah 
menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas 
mereka yang berbuat jahat. 5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena 
kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. 6 Itulah juga sebabnya maka kamu 
membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 
7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak 
menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang 
yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. 



13:1 "Tiap-tiap orang harus takluk" Ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE EVIPERATIVE yang 
berarti "terus dibuat tunduk" (lih. Titus 3:1; I Pet 2:13). "Tunduk" adalah istilah militer yang 
digunakan untuk menjelaskan rantai komando. Paulus, dalam konteks, sedang menympaikan pesan 
kepada semua orang peraya (lih. Ef 5:21), di mana Paulus menegaskan bahwa orang percaya harus 
tunduk atau berserah satu sama lain. 

Di jaman kita, tunduk tampak seperti istilah yang negatif. In our day submission seems like a 
negative term. Suatu kata yang menggambarkan baik kerendahan hati dan pengertian yang 
mendalam alan dunia ciptaan Allah dan tempat kita di dalamnya. Yesus dikatakan tunduk pada (1) 
orang tua duniawiNya (lih. Luk 2:51) dan (2) Bapa SurgawiNya (lih. I Kor 15:28). Ia adalah pandu 
kita dalam bidang ini! 

□ "kepada pemerintah" Walaupun Paulus mnggunakan kata ini (exousia) dalam konteks lain 
untuk menunjuk pada kekuatan kemalaikatan, terutama kuasa iblis (lih. 8:38; Kol 1:16; 2:10,15; Ef 
1:21; 3:10; 6:12), di sini konteksnya menuntut "penguasa sipil" (lih. I Kor 2:6,8; Ti 3:1; I Pet 2:13). 
Alkitab nampaknya mengisyaratkan bahwa ada kekuasaan kemalaikatan dibalik pemerintahan 
manusia (Daniel 10 dan LXX dari UI 32:8 "Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka 
kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah 
bangsa-bangsa menurut bilangan malaikat-malaikat Allah") Namun tetap saja penguasa 
pemerintahan berfungsi di bawah Allah (lih. ay lb,4a, dan 6). Lihat Topik Khusus berikut. 



249 



TOPIK KHUSUS: PEMERINTAHAN MANUSIA 

I. PENGANTAR 

A. Definisi - Pemerintah ialah manusia yang mengorganisir diri mereka sendiri untuk menyediakan 
dan mengamankan kebutuhan-kebutuhan jasmani yang dirasakan. 

B. Maksud - Allah telah mewasiatkan bahwa keteraturan lebih disukai daripada tak beraturan. 

1. Undang-undah Musa, khususnya Dekalog, adalah kehendak Allah bagi umat manusia dalam 
masyarakat. Hal ini menyeimbangkan antara penyembahan dan kehidupan. 

2. Tak ada bentuk atau struktur pemerintahan yang disarankan dalam Kitab Suci, walaupun 
pemerintahan Teokrasi dari Israel kuno adalah antisipasi dari bentuk pemerintahan Surga. 
Demokrasi maupun Kapitalisme tak satupun aalah kebenaran Alkitabiah. Orang-orang 
Kristen harus bertindak sepantasnya dalam system pemerintahan apapun dimana mereka 
berada. Tujuan dari Orang Kristen adalah penginjilan dan pelayanan, bukan revolusi. 

C. Asal dari Pemerintahan Manusia 

1 . Katolik Romawi menegaskan bahwa pemerintahan manusia adalah suat kebutuhan bawaan, 
bahkan sebelum kejatuhan manusia. Aristoteles nampaknya setuju dengan pernyataan ini. Ia 
berkata, "manusia ialah binatang politik" yang maksudnya bahwa pemerintahan "ada untuk 
ikut menyelenggarakan kehidupan yang baik" 

2. Protestanisme, khususnya Martin Luther, menegaskan bahwa pemerintahan manusia melekat 
dalam kejatuhan manusia. Ia menyebutnya "tangan kiri Kerajaan Allah". Ia berkata bahwa 
"Cara Allah mengendalikan orang yang tidak baik adalah dengan menempatkannya dalam 
kekuasaan". 

3. Kari Marx menegaskan bahwa pemerintahan adalah cara bagi segelintir kelompok elite 
mengendalikan massa. Bagi dia, pemerintah dan agama sama saja perannya. 

II. BAHAN ALKITABIAH 

A. Perjanjian Lama 

1. Israel adalah pola yang akan diterapkan dalam surga. Dalam Israel kuno, YHWH adalah Raja. 
Teokrasi adalah sitilah yang digunakan untuk menjelaskan pemerintahan langsung Allah. (lih. 
ISam8:4-9). 

2. Kedaulatan Allah dalam pemerintahan manusia dapat dilihat dengan jelas dalam: 

a. Yeremia 27:6; Ezra 1 : 1 

b. II Tawarikh 36:22 

c. Yesaya 44:28 

d. Daniel2:21 

e. Daniel 2:44 

f. Daniel 4:17,25 

g. Daniel 5:28 

3. Umat Allah harus tunduk dan hormat bahkan kepada pemerintahan penyerang dan penjajah: 

a. Daniel 1-4, Nebukadnezar 

b. Daniel 5, Belsyazar 

c. Daniel 6, Darius 

d. Ezra dan Nehemia 

4. Umat Allah harus mendoakan penguasa sipil: 

a. Yeremia 28:7 

b. Mishnah, Avot. 3:2 



250 



B. Perjanjian Bani 

1 . Yesus menunjukkan rasa hormat terhadap pemerintahan manusia 

a. Matius 17:24-27; membayar pajak Bait Allah 

b. Matius 22:15-22, menyarankan suatu tempat bagi pajak Romawi dan dengan itu 
penguasa sipil Romawi 

c. Yohanes 19:11, Allan memberikan pemerintahan sipil 

2. Kata-kata Paulus yang berhubungan dengan pemerintahan-pemerintahan manusia 

a. Roma 13:1-7, orang percaya harus tunduk dan berdoa bagi para penguasa sipil 

b. I Timotius 2:1-3, orang percaya harus berdoa bagi penguasa-penguasa sipil. 

c. Titus 3:1, orang percaya harus tunduk pada para penguasa sipil. 

3 . Kata-kata Petrus yang berhubungan dengan pemerintahan manusia 

a. Kis 4:1-31; 5:29, Petrus dan Yohanes di hadapan Sanhedrin (ini menunjukkan 
pembangkangan sipil) 

b . I Petrus 2:13-17, orang percaya harus tunduk pada penguasa-penguasa sipil . 

4. Kata-kata Yohanes yang berhubungan dengan pemerintahan manusia 

a. Wahyu 17, pelacur babel melambangkan pemerintahan manusia yang melawan Allah 

III. KESIMPULAN 

A. Pemerintahan manusia ditahbiskan oleh Allah. Ini bukan "hak Ulahi Raja-raja", namun tempat 
Ulahi dari pemerintahan. Taka ada satu bentuk yang disarankan lebih dari yang lain. 

B. Ini adalah tugas agamawi bagi orang percaya untuk mentaati penguasa sipil dengan sikap yang 
hormat yang sepantasnya. 

C. Adalah sepantasnya bagi orang percaya untuk mendukung pemerintahan manusia melalui pajak 
dan doa. 

D. Pemerintahan manusia dimaksudkan untuk mengatur. Mereka adalah hamba Allah untuk tugas 
ini. 

E. Pemerintahan manusia bukanlah yang tertinggi. Kekuasaanya terbatas. Orang percaya harus 
bertindak demi hati nurani untuk menolak penguasa sipil ketika pemerintahan itu berjalan diluar 
batas yang telah ditunjuk secara Ulahi. Sebagaimana ditegaskan oleh Augustinus dalam Kota 
Allah, kita adalah warga Negara dari dua alam, satu sementara, dan satu lagi kekal. Kita 
memiliki tanggung jawab di keduanya, namun kerajaan Allah ialah yang tertinggi! Ada fokus 
individu dan kebersamaan dalam tanggung jawab kita kepada Allah. 

F. Kita harus mendorong orang percaya yang berada di dalam sistem demokrasi untuk 
berpartisipasi secara aktif dalam proses pemerintahan dan untuk menerapkan, dimana mungkin, 
ajaran Kitab Suci. 

G. Perubahan Sosial harus didahului oleh perubahan individu. Tidak ada pengharapan eskatologis 
yang benar-benar abadi dalam pemerintahan. Semua pemerintahan manusia, walau dikehendaki 
dan digunakan oleh Allah, tetap merupakan pernyataan keberdosaan dari organisasi manusia 
terpisah dari Allah. Konsep ini dinyatakan dalam penggunaan istilah "dunia" dalam buku-buku 
Yohanes. 



□ 

NASB "pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah' 

NKJV "y an § a da adalah ditunjuk oleh Allah" 

NRSV "y an § telah dilembagakan oleh Allah" 



251 



TEV "telah ditempatkan di sana oleh Allah" 

NJB "telah ditunjuk oleh Allah" 

Ini adalah sebuah PERIPHRASTIC PERFECT PASSIVE PARTICIPLE. Ini menegaskan bahwa 
Allah ada di belakang semua penguasa manusia (lih. Yoh 19:11). Ini tidak menunjuk pada "hak 
Ulahi Raja-raja", namun kepada kehendak atau perintah Ulahi. Ini bukan menegaskan suatu bentuk 
pemerintahan tertentu, namun pemerintah itu sendiri. Keteraturan Sipil lebih baik daripada 
kekacauan (cf. v. 6). 

13:2 "Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah" Ini adalah suatu PRESENT MIDDLE 
PARTICIPLE. Ini menunjuk pada kebiasaan memberotak secara pribadi melawan suatu aturan yang 
telah ditetapkan, secara huruflah, "menempatkan diri seseorang sebagai lawan" (lih. Kis 18:6; Yak 
5:6). Dalam Mar 12:17, Yesus dengan jelas menyatakan alam dari baik pemerintah maupun gereja. 
Dalam Kis 5:25-32 kita melihat apa yang terjadi ketika penguasa melewati batasan mereka. 

□ "melawan. . .melawan" Ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE INDICATIVE dan sebuah 
PERFECT ACTIVE PARTICIPLE. Ini berbicara mengenai pemberotakan yang telah ditetapkan 
atau disengaja. Allah telah menyediakan aturan dalam dunia yang jatuh ini (lih. ay 4,6). Melawan 
aturan berarti melawan Allah, kecuali penguasa sipil melanggar keluar dari batasan yang telah 
diberikan Allah. Hal-lah rohani yang sebenarnya adalah penyerahan atau tunduk pada penguasa. 
Manusia ayng jatuh menghendaki otonomi! 

□ "akan mendatangkan hukuman atas dirinya" KJV meenggunakan kata "kehancuran." Kata 
ini telah menjadi semakin intensif artinya dalam bahasa Inggris sejak 1611 AD. NKJV 
menterjemahkannya sebagai "penghakiman". Dalam konteks ini bisa menunjuk pada (1) 
penghakiman Allah atau (2) hukuman sipil (lih. ay 4). Bangsa ini mendatangkan penghakiman atas 
mereka sendiri oleh karena sikap dan tindakan mereka melawan penguasa (lih. Yoh 3:17-21). 

13:3 Lihat komentar yang paralel dalam I Pet 2: 14. 

□ "pemerintah" Lihat Topik Khusus : Arche pada 8:38. 

13:4 "karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu" Kekuasaan pemerintahan 
bertindak melawan masyarakat pembuat kejahatan di mana orang percaya dibatasi dalam 
pembalasan pribadinya (lih. 12:17-19). Luther menyatakan "Cara Allah untuk mengendalikan orang 
yang tidak baik adalah dengan menempatkannya dalam kekuasaan." 

□ "if" Ini adalah sebuah KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL yang artinya adalah 
kemungkinan tindakan di masa depan. 

□ 

NASB "karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang" 

NKJV "karena ia tidak menyandang pedang dengan sia-sia" 

NRSV "karena pemerintah tidak menyandang pedang dengan sia-sia" 

TEV "kuasa mereka untuk menghukum adalah nyata" 

NJB "tidak percuma bila lambang pemerintahan ialah pedang" 



252 



Kata "pedang" (machaira) menunjuk pada pedang Romawi yang kecil yang digunakan dalam 
hukuman mati. (lih. Kis 12:2; Rom 8:35). Bagian ini dan Kis 25:11 memberikan Perjanjian Baru 
dasar bagi hukuman mati, sementara Kej 9:6 menyatakan dengan jelas sudut pandang dari Perjanjian 
Lama. Ketakutan ialah salah satu pencegahan kekacauan yang efektif! 

□ "Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan" Istilah bagi pembalas (ekdikos) 
digunakan beberapa kali di PL. Bahkan digunakan di bagian pertama kitab Im 19:18. Dalam PL jika 
seseorang membunuh orang lain, sekalipun secara tidak sengaja, keluarga korban mempunyai hak 
untuk melaksanakan pembalasan "mata ganti mata" (penuntut balasan darah). Paulus nampaknya 
menghubungkan adapt istiadat PL dengan kekuasaan pemerintah sipil. 

13:5 "perlu kita menaklukkan diri" Ada dua alasan yang dinyatakan (1) untuk menghindari 
hukuman, dari Allah atau dari penguasa pemerintah sipil dan (2) untuk hati nurani orang percaya. 

□ "karena suara hati kita" Tidak ada pasangan dari PL terhadap kata Yunani "suara hati" kecuali 
bila istilah Ibrani "mengakui" mengisyaratkan suatu pengenalan diri dan motifnya. Aslinya istilah 
Yunani ini merujuk pada kesadaran dalam hubungannya dengan pancaindra. Namun ini digunakan 
dalam pengertian batiniah (lih. Rom 2:15). Paulus menggunakan istilah ini dua kali dalam 
pengadilannya di Kisah Para Rasul (yaitu, 23 : 1 dan 24: 16). Ini menunjuk pada pengertiannya bahwa 
ia belum pernah merasa melanggar tugas-tugas agamawi yang diketahuinya terhadap Allah (cf I Kor 
4:4). 

Hati nurani adalah pengertian yang berkembang akan kotif dan tindakan orang percaya 
berdasarkan atas (1) suatu pandangan dunia ayang Alkitabiah; (2) Roh yang berdiam di dalam batin; 
dan (3) suatu pengetahuan gaya hidup berdasarkan atas Firman Allah. Yang dimungkinkan dengan 
penerimaan injil secara pribadi. 

13:6 "tulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE 
INDICATIVE, walaupun dalam bentuknya ini bisa juga sebuah PRESENT ACTIVE IMPERATIVE 
(lih. JB). Ini adalah satu contoh dari tanggung jawab Orang Kristen terhadap penguasa sipil secara 
tepat karena penguasa pemerintahan adalah hamba-hamba Allah. 

13:7 

NASB "Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak..., cukai...., 

rasa takut...., hormat" 
NKJV "Bayarlah oelh karena itu kepada siapa harus dibayar: pajak..., cukai...., rasa 

takut...., hormat" 
NRSV "bayar kepada semua apa yang harus dibayar; pajak..., penghasilan..., rasa 

hormat..., penghargaan" 
TEV "Bayar, apa yang harus dibayar; bayar pajak pribadi dan bangunan, dan 

tunjukkan rasa hormat dan penghargaan pada mereka semua" 
JB "Bayar kepada semua pegawai pemerintah apa yang mereka berhak meminta - 

apakah itu pajak langsung atau tidak langsung, takuti atau hormatilah" 
Ini bisa menunjuk pada dua kelompok terpisah dari penguasa sipil (lih. RSV), namun 
kemungkinan apa yang dimaksudkan adalah bahwa Orang Kristen harus membayar pajak dan 
hormat pada para pemerintah sipil karena mereka berfungsi sebagai hamba-hamba Allah. (lih. ay 
1,4 [dua kali],6; Mat 22:15-22). 



253 



□ Ke dua istilah, "pajak" dan "cukai" digunakan secara sinonim di sini (walau TEV 
membedakannya). Jika di analisisi secara etimologis (arti asalnya), yang pertama merujuk pada 
pajak yang dibayarkan oleh bangsa yang dijajah (lih. Luk 20:22) dan yang kedua merujuk pada pajak 
pribadi (lih.Mat 17:25; 22:17,19). 



WAWASAN KONTEKSTUAL UNTUK ROMA 13:8-14 

A. Memang bisa memahami ay 1-7 sebagai suatu konteks tulisan yang bisa berdiri sendiri. Namun 
demikian subyek dari "berhutang" dalam ay 7 nampaknya berlanjut dalam pengertian berbeda 
dalam ay 8. Orang percaya berhutang suau kewajiban kepada Negara, orang percaya juga 
berhutang tanggung jawab kepada sesama manusia. 

B. Ayat 8-10 adalah suatu kesatuan pemikiran, seperti juga ay 11-14. Ayat-ayat ini melanjutkan 
diskusi dari pasal 12 mengenai tanggung jawab orang Kristen untuk mengasihi sesama. 

C. Penggunaan Paulus akan Dekalog PL sebagai panduan moral pada orang percaya Perjanjian Baru 
menunjukkan keberlanjutan relevansi dari PL dalam bidang kehidupan yang kudus 
(pengkudusan), bukan keselamatan (pembenaran, lih. Galatia 3). Nampaknya Paulus telang 
menggabungkan beberapa sumber untuk membangun panduan etikanya: 

1 . kata-kata dari Yesus 

2. panduan dari Roh 

3. Perjanjian Lama 

4. pelatihan kerabiannya 

5. pengetahuannya akan pemikir-pemikir Yunani (khususnya kaum Stoik) 

Hal ini menandai "hukum kasih" — kasih bagi Allah, kasih bagi umat manusia, pelayanan pada 
Allah, pelayanan pada sesama manusia! 

D. Ayat 11-14 memiliki suatu orienasi eskatologis (akhir jaman). Kontras dari kegelapan dengan 
terang adalah kekhasan dari tulisan-tulisan Yahudi, termasuk Glungan kitab Laut Mati. Hal ini 
juga umum dalam tulisan-tulisan Yohanes dan Paulus. Ketegangan "yang sudah" melawan "yang 
belum" dari kehidupan keKristenan adalah pendorong bagi sehidupan yang kudus. "Jaman Baru" 
(Kerajaan Allah) telah diresmikan dan akan segera disempurnakan. BAgian ini sangat mirip 
dengan I Tes 5:1-11. 

E. Ayat 13-14 memiliki suatu pengaruh yang mengubah kehidupan terhadap Augustinus dalam 
musim panas tahun 386 AD. Ia berkata, dalam Pengakuan-nya 8:29, "Tak ada yang akan ku baca 
lagi ataupun yang ku perlukan; Secara seketika pada akhir kalimat ini, suatu cahaya yang sangat 
jernih membanjiri hatiku dan semua kegelapan keragu-raguan telah sirna". 



254 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 13:8-10 

8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling 
mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum 
Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan 
mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah 
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak 
manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat 



sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama 



13:8 "Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga" Ini adalah sebuah PRESENT 
ACTIVE IMPERATIVE dengan suatu NEGATIVE PARTICLE yang biasanya berarti menghentikan 
suatu tindakan yang telah dalam proses. Frasa yang tegas ini memiliki dua NEGATIVE. Ini mungkin 
berhubungan dengan hal perpajakan (ay 6-7). Hutang keuangan selalu merupakan suatu pengurasan 
emosi atau bahkan mungkin rohani. Berhati-hatilah terhadap keduniawian. Keduniawian merampok 
kemampuan orang percaya untuk mendukung amal pribadi dan Kekrisenan. Namun demikian, ayat 
ini tidak dapat digunakan sebagai naskah berdiri sendiri bagi "tak ada kredit konsumen" Alitab 
harus ditafsirkan dalam sudut pandang jamannya. Alkitab bukanlah Koran pagi Amerika! Ayat 8-10 
menekankan prioritas dari mengasihi satu sama lain (1) sebagai saudara-saudara perjanjian (Mat 
22:39-40; Yoh 13:34-35); dan (2) sebagai rekan sesama manusia (lih. Mat 5:42; Gal 6:10). 

"tetapi hendaklah kamu saling mengasihi" Inilah pemikiran kunci dari ay 8-10 (lih. Yoh 13:34; 
15:12; Rom 12:10; IKor 13; Flp 2:3-4; I Tes 4:9; Ibr 13:1; UPet 1:7; I Yoh 3:11; 4:7, 11-12). 

"barangsiapa mengasihi sesamanya manusia" KATA KERJA ini adalah suatu PRESENT 
ACTIVE PARTICIPLE. Ini tidak menunjuk pada tindakan kasih yang terisolasi atau musiman, 
namun suatu gaya hidup kasih seperti Kristus. 

Istilah "sesama" secara huruflah adalah, "jenis berbeda yang lain lagi" {heteros), walaupun 
perbedaan antara heteros dan allos (jenis yang sama yang lain lagi) tidak jelas dalam Bahasa Yunani 
Koine. Dalam konteks ini mungkin menunjuk pada sesama dari seseorang, dalam pengertian terluas 
yang memungkinkan, orang percaya atau bukan (lih. Luk 12:14-21; 10:25-37). Namun demikian, 
kutipan dari Im 19:18 dalam konteks menunjuk pada sesama pasangan perjanjian (rekan sesama 
orang Israel) 

Orang Kristen harus mengasihi sesama orang Kristen sebagai saudara dan orang terhilang 
sebagai calon saudara KeKristenan adalah sebuah keluarga. Setiap anggota hidup dan melayani bagi 
kesehatan dan pertumbuhan keseluruhan (lih. I Kor 12:7). 

□ 

NASB, NKJV, 

NRSV "sudah memenuhi hukum Taurat" 
TEV "sudah mentaati hukum Taurat" 

JB "sudah menunaikan kewajibannmu" 

Kata kerja Yunani yang umum ini (pleroo) dapat diterjemahkan dalam beberapa cara. Kata ini 
adalah sebuah PERFECT ACTIVE INDICATIVE, yang dapat diterjemahkan sebagai "telah dan 
terus digenapi". Robert Hanna, Suatu Bantuan Ketata-bahasaan terhadap Perjanjian Baru Yunani, 
mengutip A. T. Robertson dan menyebutnya "suatu kesempurnaan kerdil atau gnomic perfect 



255 



(merujuk pada suatu kebenaran biasa, yang telah diketahui dengan baik oleh penerima- 
penerimanya)" (hal. 28). Ini diulangi lagi dala ay 10 (lih. Gal 5:14; 6:2). 

13:9 Bukanlah hal yang tidak biasa bagi Paulus untuk menggunakan Hukum Taurat Musa (Kel 
20:13-17 atau UI 5:17-21 dan Im 19:18) untuk memotivasi orang-orang percaya Perjanjian Baru. 
Dalam Ef 6:2-3, Paulus juga menggunakan satu dari Sepuluh Perintah sebagai suatu motivasi bag 
orang Kristen (lih. I Tim 1:9-10). Naskah PL ini bukanlah suatu jalan keselamatan namun tetap 
masih merupakan pernyataan kehendak Allah bagi bagaimana manusia harus memperlakukan Allah 
dan sesamanya (lih. Rom 15:4; I Kor 10:6,11). Kemungkinan mengutip dari PL adalah cara Paulus 
menghubungkan antara orang percaya Yahudi dan Bukan Yahudi di gereja Roma. Penggunaan kata 
"digenapi" ini juga berhubungan dengan diskusi Yesus mengenai Hukum Taurat dalam Mat 5:17. 

Ada kemungkinan hal ini meujuk pada hukum secara umum, hukum sebagai norma social, dan 
bukan secara khusus Taurat Musa (lih. JB). Namun demikian, fakta bahwa Paulus mengutip dari PL 
dalam ay 9 mengisyaratkan suatu rujukan pada Hukum Taurat Musa. Perhatikan bahwa hanya kasih, 
bukan pemeliharaan aturan oleh manusia, yang dapat sungguh-sungguh menggenapi Hukum Taurat! 
Lihat Topik Khusus di bawah ini. 

TOPIK KHUSUS: PANDANGAN PAULUS TERHADAP HUKUM TAURAT MUSA 

A. Baik dan beasal dari Allah (lih. Rom 7:12,16) 

B. Bukan jalan menuju kebenaran dan penerimaan oleh Allah (bahkan bisa menjadi suatu kutuk, lih 
Gal 3) 

C. Masih merupakan kehendak Allah bagi orang percaya karena ini masih tetap merupakan 
pernyataan diri Allah (Paulus sering mengutip PL untuk meyakinkan dan/atau membesarkan hati 
orang percaya) 

D. Orang percaya mendapat informasi dari PL (lih. Rom 4:23-24; 15:4; I Kor 10:6,1 1), namun tidak 
diselamatkan oleh PL (lih. Kis 15; Rom 4; Gal 3; Ibrani) 

E. berfungsi dalam Perjanjian Baru untuk 

1 . menunjukkan keberdosaan (lih. Gal 3 : 1 5-29) 

2. memandu umat tebusan dalam masyarakat 

3. sumber informasi bagi keputusan-keputusan etika Kristen. 

Spektrum Teologis dari pengutukan dan kematian menuju pada berkat dan kekekalan inilah yang 
menyebabkan masalah dalam upaya memahami pandangan Paulus aakan Hukum Taurat Musa. 
Dalam Seorang Manusia di dalam Kristus, James Stewart menunjukkan pemikiran dan tulisan 
Paulus yang bersifat paradoks: 

"Umumnya anda akan mengharapkan bahwa seseorang yang menyiapkan dirinya untuk 
membangun suatu system pemikiran dan doktrin akan menetapkan setegas mungkin pengertian dari 
istilah-istilah yang ia gunakan. Anda akan berharap bahwa ia mengarah dengan tepat dalam 
penyusunan kata-kata dari pendapat-pendapat utamanya. Anda akan menuntut bahwa suatu kata, 
sekali digunakan oleh si penulis tersebut dengan suatu pengertian tertentu, akan memiliki pengertian 
yang sama di keseluruhan tulisan. Namun mencari hal seperti ini dari Paulus akan mengecewakan. 
Kebanyakan dari susunan kata-katanya berubah-ubah, tidak tegas.... 'Hukum Taurat adalah kudus' 
tulisnya, 'di dalam batinku aku suka akan hukum Allah' (lih. Rom 7:12,22) namun jelaslah ada 
aspek lain dari nomos yang menbuatnya berkata di tempat-tempat lain, bahwa 'Kristus telah 
menebus kita dari kutuk hukum Taurat (lih. Gal 3:13)" (hal. 26). 



256 



TOPIK KHUSUS: CATATAN-CATATAN PADA KELUARAN 20 

KELUARAN 20: 13, MEMBUNUH 

I. KONTEKS 

A. Perlu untuk diingat bahwa bahkan perintah yang nampaknya berifat sosial sesungguhnya bersifat 
agamawi. Kedaulatan Allah atas ciptaan dan penebusan terbayang dalam perintah ini. Perintah 
jangan membunuh adalah, dalam focus yang tepat, suatu firman mengenai gambar Allah dalam 
setiap manusia dan perhatian serta kepedulian Allah akan kehidupan manusia. 

B. Perlu untuk diingat bahwa setiap perintah mencerminkan masyarakat iman. Pelarangan 
pencabutan nyawa dalam cara yang tidak sah pada mulanya dan terutama berfokus pada 
masyarakat orang percaya. Pengertiannya seluas seluruh umat manusia! 

II. KAJIAN KATA DARI ISTILAH-ISTILAH PENTING 

A. "Membunuh" 

1. Ini adalah istilah langka (rasah) bagi pencabutan suatu nyawa, hanya digunakan 46 kali di 
dalam PL. Ada dua istilah lagi yang lebih umum. 

a. Harag, digunakan 165 kali 

b. Hemit, digunakan 201 kali 

2. Istilah ini (Rasah) nampaknya memiliki arti asli yang terbatas dan juga pengembangan arti. 

a. Aslinya kata ini berhubungan dengan pencabutan nyawa dari seorang pasangan 
perjanjian secara sadar dan sah, yang sering dikaitkan dengan "penebus sanak saudara" 
atau or "go'el" Penggunaan ini melibatkan prameditasi namun dalam pengertian 
pembalasan dendam secara sah (lih. Num 35:30-34; Im 24:13-23). Kenyataannya Lex 
Talionis , "mata ganti mata," (lih. Kej 9:5-6) adalah cara untuk membatasi pembalasan 
dendam. Kemudian, kota perlindungan (UI 4:41; Yos 20:3) di dirikan sehingga seorang 
anggota perjanjian yang secara tidak sengaja atau dengan penuh nafsu membunuh sesama 
anggota masyarakat dapat melarikan diri dari kehangatan murka dari keluarga korban. 

b. Dikemudian hari, istilah ini menunjuk pada motif atau sikap yang melatar belakangi 
pencabutan nyawa tersebut. Konsep "kesengajaan" menjadi yang paling di atas! (lih. Kel 
21:12-14; Bil 35:11,22; UI 28:24). 

c. Perbedaan ini menjadi sangat menentukan dalam perintah ini. Nampaknya dalam konteks 
hal ini hanya menunjuk pada sesama dalam masyarakat perjanjian saja. Berhubungan 
dengan penebus sanak saudara, atau pembalasan dendam darah. Namun demikian, istilah 
ini digunakan dalam bagian-bagian selanjutnya yang mencerminkan Dekalog, Hosea 4:2 
dan Yeremia 7:9, untuk menunjuk pada seorang pembunuh. Kata ini tidak hanya 
berhubungan dengan hukum namun dengan motif. Kata ini meluas artinya dari tetangga 
(sesama sekelompok) kepada sesama rekan manusia. 

3. Istilah ini dengan jelas tidak berhubungan dengan hal etika moderen kita yaitu hukuman mati 
atau perang. Orang Yahudi tidak pernah mempunyai masalah dengan eksekusi umum atau 
perang suci (atau, bahkan, perang yang bukan perang suci!) 

4. Terjemahan terbaik bagi budaya moderen kita adalah "pembunuhan terencana". 



257 



III. WAWASAN KONTEKSTUAL 

A. Perintah ke enam, ke tujuh, dan ke delapan ditulis hanya dengan dua kata Ibrani. Sangat pendek 
dan lugas. 

B. Kehidupan, sebagaimana seluruh kehidupan, berhubungan dengan Allah. Bagaimana kita 
memperlakukan orang lain mencerminkan pemikiran kita tentang Allah. 

IV. PARALEL-PARALEL DALAM PERJANJIAN BARU 

A. Yesus 

1. Pengembangannya akan perintah ini (lih. Mat 5:21-26) memberikan orientasi yang tepat 
untuk diskusi modern kita mengenai bagaimana menerapkan naskah ini pada jaman kita. 

2. Yesus dengan jelas memindahkan Dekalog dari alam tindakan kedalam alam motif. Kita 
adalah apa yang kita pikirkan! "Sebagaimana manusia berpikir dalam hatinya, demikian 
pulalah Ia." Pemikiran akan kehidupan jauh lebih relevan dan signifikan daripada 
penghargaan kita atasnya. 

B. Yohanes 

1. I Yohanes 3:15, konsep yang sama tentang kebencian yang diperhitungkan sebagai 
membunuh dinyatakan. 

2. Istilah Yunani yang digunakan dalam Matius 5:21ff dan I Yohanes 3:15 berbeda namun pada 
hakikatnya memiliki arti yang sama. 

3. Catat aspek positif dalam I Yohanes 4:19-21. 

V. KEBENARAN-KEBENARAN DALAM PENERAPAN 

A. Meskipun pembunuhan yang tidak sengaja dapat melarikan diri dari pembalasan darah dengan 
lari ke kota perlindungan (lih. Bil 35; Yos 20), ia harus membayar dengan hukuman penjara di 
dalam kota tersebut sampai kematian dari Imam Besar. Konsekuensi dari tindakannya tetap ada! 

B. Meskipun ayat ini tidak secara langsung berhubungan dengan bunuh diri, sebagaimana orang- 
orang dahulu mungkin tidak pernah berpikir untuk melakukannya, naskah ini masih memberikan 
suatu prinsip rohani berkenaan dengan kesucian dari hidup manusia dan kedaulatan serta maksud 
Allah bagi kehidupan manusia yang diciptakanNya sesuai dengan gambarNya. Naskah ini 
berbicara suatu firman yang tegas bagi jaman kita dalam bidang ini! 

C. Namun demikian naskah ini tidak berbicara secara tegas terhadap pertanyaan moderen 
mengenai: (1) hukuman mati atau (2) perang. Bagi Israel, hal ini tidak terbilang sebagai suatu 
kejahatan. Orang-orang Israel terlibat dalam kedua tindakan ini. Tetap saja, prinsip arti penting 
dari kehidupan yang diciptakan dalam gambar Allah dan di bawah kendaliNya merupakan suatu 
kebenaran penting dalam bidang ini. 

D. Naskah ini berbicara mengenai suatu firman yang dibutuhkan, yaitu tentang martabat dan 
kesucian hidup manusia! Kita dalam masyarakat orang percaya adalah pemelihara, bukan saja 
dari tindakan-tindakan kita sendiri, tetapi tindakan dari masyarakat kita. Anugerah kehidupan 
bersifat perorangan dan kebersamaan. 

Kia bertanggung jawab atas penyalah-gunaan secara badani, sosial, dan kejiwaan terhadap tubuh 
kita sendiri sebagaimana juga atas penyalah-gunaan secara badani, sosial, dan kejiwaan terhadap 
sesama kita dalam masyarakat. Ini khususnya benar dalam suatu budaya seperti yang kita miliki, 
yang mengijinkan kita untuk berbicara, dan dengan demikian merubah sistemnya. Kita adalah 
pemelihara saudara-saudara kita! 



258 



KELUARAN 20:14, PERZINAHAN 

I. KONTEKS 

A. Sangatlah jelas bahwa perintahini berhubungan dengan rasa hormat seseorang pada Allah yang 
terlihat dalam rasa hormat terhadap kehidupan, istri, dan hak milik sesama kita (lih. Yer 5:8). Hal 
ini di teguhkan oleh urutan perintah yang berbeda dalam Septuaginta. 

B. Paralelnya dalam Ulangan menunjukkan kepantasan dari pengadopsian kebenaran kuno ke 
dalam budaya kita. 

C. Sebagaimana rasa hormat pada orang tua dipandang sebagai kunci bagi masyarakat yang stabil, 
demikian pula, perintah ini. 

D. Perintah ini juga mengisyaratkan kepemilikan dan pengendalian Allah atas kehidupan seksual 
dan keluarga kita. 

E. Perintah ini nampaknya didasarkan atas Kejadian 2:24 sebagaimana perintah ke 4 yang 
didasarkan atas Kejadian 2:1-3. 

II. KAJIAN KATA 

A. Istilah pokok dalam naskah ini adalah "perzinahan." Penting bagi seseorang untuk memahami 
istilah ini sesuai dengan sudut pandang budaya Ibrani kuno. 

1. Istilah ini dalam konteks PL terpisah dengan "percabulan". Perzinahan berhubungan dengan 
setidaknya satu pihak dalam hubungan seksual tersebut berstatus menikah. Istilah 
"percabulan" mengisyaratkan kedua pihak tidak menikah (lih. Ams 29:3; 31:3). Perbedaan 
ini hilang dalam istilah bahasa Yunani. 

2. Kemungkinan ini menjelaskan alasan penekanan pada status perkawinan karena hal ini 
berhubungan dengan arti penting dari hak waris yang terlibat dalam janji Allah akan "suatu 
tanah". Setiap 50 tahun (Yobel) semua tanah dikembalikan kepada suku pemilik aslinya. 

3. Perzinahan secara budaya terkutuk dihadapan undang-undang Musa. (lih. Kej 12:10ff; 
26:7ff; 39:9). 

4. Perzinahan dipandang sebagai dosa melawan/terhadap: 

a. Sesama/tetangga - Keluaran 20: 14; Ulangan 5:18 

b. Perkawinan -Imamat 18:20 

c. Allah -Kejadian 20: 1-13; 26:7-11 

5. Dapat dipidana mati bagi keduabelah pihak: 

a. Imamat 20: 10 

b. Ulangan 22:22-24 

c. Yehezkiel 16:40 (metaphor) 

d. Peringatan Keras didapati dalam Amsal 1-9 

III. HUBUNGAN DENGAN PB 

A. Yesus menggunakan Imamat 19:18 sebagai suatu ringkasan dari Perwahyuan Lama (lih. Luk 
10:27). Ini meneguhkan bahwa Kesepuluh Perintah berhubungan dengan perlakuan kita pada 
sesama. 

B. Yesus mengintensifikasikan perintah tersebut dalam Matius 5:28. Ia menempatkan penekanan 
pada motif daripada tindakan. Orang Yahudi melihat pikiran sebagai persemaian dari jiwa. Apa 
yang dipikirkan seseorang adalah jati diri orang tersebut (Ams 23:7). Ini membuat kesepuluh 
Firman hampir mustahil untuk dilakukan - itulah masksudnya! (lih. Gal 2:15-3 :29). 



259 



IV. PENERAPAN MODEREN 

A. Perkawinan bisa jadi ialah analogi moderen terbaik mengenai suatu komitmen iman seumur 
hidup dalam Nama Allah. Ini adalah suatu kesempatan terbaik kita untuk memahami kenyataan 
dari konsep perjanjian PL (Mal 2:14). Penghormatan kita bagi pasangan kita dalam segala aspek, 
temasuk seksualitas manusia, membantu kita untuk memahami pokok pikiran dari ayat ini. 

B. Stabilitas dan loyalitas perkawinan, seperti hormat kepada orang tua, adalah pilar utama dari 
ketahanan dan kekuatan kemasyarakatan. 

C. Perlu untuk ditekankan bahwa seksualitas manusia adalah anugerah Allah. Adalah buah pikiran 
dan kehendakNya bagi manusia. Pedoman ini tidak dimaksudkan untuk mengekang kebebasan 
atau sukacita manusia namun untuk memberikan beberapa pedoman kesalehan bagi manusia 
yang jatuh. Ikatannya dinyatakan bagi kebahagiaan dan manfaat jangka panjang. Walaupun 
manusia telah menyalah-gunakan seksualitas, sebagaimana juga terhadap semua anugerah Allah, 
hal ini masih merupakan dorongan kuat di dalam manusia yang harus tetap di bawah kendali dan 
panduan Allah. 

D. Seks harus di jaga sedemikian hingga kesucian dari pribadi manusia (laki-laki atau perempuan) 
tetap dihormati karena mereka diciptakan dalam gambar Allah. Fokus kita yang juga tekah jatuh, 
yaitu pada "aku" sangatlah nyata nampak dalam bidang ini.. 

KELUARAN 20: 15, MENCURI 

I. INFORMASI UMUM 

A. Seperti peraturan lain dalam Dekalog, iman, kasih, dan hormat kita pada Allah harus tampak 
dalam aspek sekuler maupun kekudusan dari kehidupan kita sehari-hari. Adalah suatu kebencian 
Allah untuk mengaku mengenal Dia dan kemudian mengeksploitasi sesama umat perjanjian kita 
(lih. I Yoh 4:20-21; 2:7-11). 

B. Perintah ini dimaksudkan untuk menolong memelihara persekutuan dari masyarakat perjanjian. 
Kualitas dari persekutuan rohani ini akan menarik dunia yang bingung dan dalam pencarian, 
kepada Allah kita, yang adalah maksud dari Kitab Suci. 

C. Sebagaimana perintah-perintah yang lain telah berfokus pada kepemilikan Allah atas seluruh 
kehidupan, demikian pula perintah ini! Kita adalah pemelihara, bukan pemilik. Dorongan- 
dorongan dalam kita yang telah jatuh kepada kepemilikan, tanpa biaya, ada di balik pelarangan 
ini (lih. Maz 50:10-12). 

II. KAJIAN KATA DAN FRAS A 

A. Ini adalah perintah ketiga dalam bagian kedua dari Dekalog yang disusun hanya dengan dua kata 
dalam bahasa Ibrani. 

B. Obyek dari pelarangan ini tidak dituliskan. Hal ini biasanya didukung oleh: 

1 . Konteks dari dua perintah sebelumnya yang menyangkut pelanggaran yang utama. 

2. Kehadiran bagian-bagian paralel yang cocok baik yang dekat (Kel 21:16) maupun jauh (UI 
24:7). Juga lihat Kejadian 37 

C. Namun demikian, bentuk pendek ini juga dapat dipertahankan 

1 . Di catat bagi kita atas dasar Ilham. 

2. Melebarkan cakupan dari perintah tersebut 

3. Ada juga suatu bagian paralel dalam konteks yang dekat yang berhubungan dengan 
mencuri — Keluaran 22:lff 

4. Yesus tampaknya mengutip bagian ini dalam kaitannya dengan mencuri (cf Matt. 19:18). 

260 



D. Mencuri juga dibicarakan dalam Aturan-aturan Hukum kuno namun biasanya hukumannya 
adalah mati, pemenggalan, atau ganti rugi 30 kali lipat. 

E. Ada beberapa bagian parallel penting yang mendefinisikan dan menerangkan kebenaran ini: 

1 . Imamat 19:1-1 8—" Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Aliahmu, kudus " 

a. Gaya hidup kita harus mencerminkan sifat-sifat keluarga dari Bapa kita dan Allah kita 
(lih. ay 18). 

b. Iman kita harus mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari, baik dalam tindakan yang 
positif dan pelarangan yang negatif, yang keduanya mendapat informasi dari motif yang 
tepat (lih. ay 17). 

c. Belas kasihan bagi yang terbuang dan membutuhkan, ay 9-10, 13, adalah sama 
pentingnya dengan penolakan untuk mencuri dari tetangga kita, ay 1 1 . 

2. Amos 8:4-7 — Allah membenci eksploitasi! 

3. Mikha 6:6-8 — Allah ingin motif yang tepat dalam semua tindakan kita. Mengapa kita tidak 
mencuri itulah masalahnya! 

4. Keluaran 22:lff — Serngkali kebenran yang hilang dalam diskusi moderen kita mengenai 
perampokan ialah pengganti-rugian. Dosa selalu memakan biaya! 

III. KEBENARAN-KEBENARAN DALAM PENERAPAN 

A. Joy Davidman, istri dari C. S. Lewis, telahmenulis sebuah buku yang bagus mengenai Dekalog. 
Ia menterjemahkan perintah ini "Janganlah engkau mencoba untuk mendapatkan sesuatu tanpa 
membayarnya" Hal ini secara pasti melebarkan cakupan di luar kepemilikan. Ia juga berkata 
bahwa "milik bukanlah dosa ataupun hak yang tak bisa dicabut, namun suatu pinjaman, suatu 
kepercayaan dari Allah." 

B. Pencurian, sebegaimana dosa-dosa kejatuhan hati yang lain, diselesaikan oleh suatu hati yang 
baru, Ef 4:28. Sangatlah mengagumkan bagaimana sifat lama "mengambil" berbalik menjadi 
sifat baru "berbagi!" 

C. Rasa hormat kita pada Allah secara jelas terlihat dalam rasa hormat kita pada kawan-kawan 
seperjanjian lain! Kebenaran ini mengalihkan Dekalog. 

D. Manusia moderen mencuri dalam berbagai cara! 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

1 . Bagaimana manusia moderen melakukan pencurian? 

2. Bagaimana ganti rugi berhubungan dengan pertobatan? 

3. Bagaimana ayat ini berhubungan dengan pandangan kapitalisme terhadap milik? 

KELUARAN 20:17, MENGINGINI 

I. PENGANTAR 

A. Hubungan antara lima perintah terakhir dapat dilihat sebagai berikut: 

1. Nomor 6, 7, dan 8 mencegah terlukanya rekan seperjanjian dalam suatu perbuatan nyata. 

2. Nomor 9 mencegah terlukanya rekan seperjanjian dalam kata-kata. 

3. Nomor 10 mencegah terlukanya rekan seperjanjian dalam pemikiran. 

B. Benarlah bahwa tindakan mengingini mengganggu orang yang mengingini, bukan obyeknya, 
yaitu sesama. Namun demikian, kemungkinan perintah ini percaya bahwa pemikiran tersebut 
akan membuahkan suatu tindakan. 



261 



C. Banyak orang melihat perintah ini sebagai konsep unik yang hanya ditemui dalam aturan Hukum 
kuno Israel dan tidak terdapat dalam aturan-aturan Hukum lain di Timur Dekat kuno. Konsep 
baru ini adalah pelarangan terhadap pemikiran. Memang benar bahwa Israel melihat kehidupan 
pemikiran sebagai asal dari perbuatan jahat (lih. Ams 23:7; Yak 1:14-15). Namun, ayat ini 
nampaknya berhubungan dengan pemikiran yang menimbulkan perbuatan. Beberapa bagian 
menggunakan istilah "mengingini" ini dalam kaitan dengan perbuatan yang dihasilkan, (lih. UI 
7:25; Yos 7:21; Mik 2:2). 

D. Jika benar bahwa penekanan ditempatkan pada mana yang disebutkan terdahulu dan terakhir, arti 
penting yang sesungguhnya dari perintah ini terlihat. Penyembahan Hanya kepada Allah adalah 
yang pertama, namun sikap dan motif kita tehadap hal-hal dari dunia ini mempengaruhi 
kesungguhan ketaatan kita kepada Allah. Penekanan kembar ini juga terlihat dalam Khotbah 
Yesus di Bukit, Mat 6:33— "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka 
semuanya itu (lih. ay 19-32) akan ditambahkan kepadamu." 

II. KAJIAN KATA DAN FRAS A 

A. Keluaran 20:17 dan Ulangan 5:21, walaupun pada dasarnya sama, memiliki perbedaan yang 
menentukan: 

1. Istri dilibatkan dalam konsep yang lebih luas mengenai "rumah" atau milik dari laki-laki 
dalam Keluaran 20 sementara ia ditempatkan dalam kategori dan tampaknya prioritas yang 
terpisah, dalam Ulangan 5. 

2. Bagian dalam Keluaran 20 meiliki istilah Ibrani "mengingini" yang berarti "hasrat untuk 
memiliki", namun Ulangan 5 memiliki istilah kedua, "hasrat" selain "mengingini". 
"Mengingini adalah hasrat yang berhubungan dengan suatu tindakan mengambil alih obyek 
dari hasrat tersebut sementara "hasrat" nampaknya berfokus pada sikap saja. 

3. Juga, Keluaran 20, yang dituliskan bagi umat Israel selama periode perjalanan di padang 
gurun, tidak menyebutkan "ladang" dalam daftar milik sementara Ulangan 5 meuai kembali 
perintah yang sama ini bagi masyarakat yang telah menetap di Tanah Perjanjian. 

B. Istilah "mengingini" adalah istilah netral. Istilah ini dapat menunjuk pada hasrat akan hal-hal 
yang baik. (lih. Maz 19:10; I Kor 12:31). 

C. Hasrat yang tak sepantasnya adalah akar penyebab dari kejatuhan setan, Adam dan Hawa, dan 
kita semua. Paul menekankan pergumuln pribadinya dengan mengingini ini dalam Roma 7:7-8. 
Mengingini pada dasarnya merupakan ketidak puasan dan kekurang-percayaan dalam 
pemeliharaan dan penyediaan Allah. 

D. Beberapa bagian PB yang berhubungan dengan mengingini: 

1. Masalah manusia ialah ketidak-puasan dan ketamakan (lih. Luk 12:15; I Tim 6:8-10). 

2. Mengingini termasuk dalam daftar dari Yesus tentang dosa-dosa yang mencemarkan (lih. 
Mar 7:17-23; IKor 5:10; Ef 5:5; Kol 3:5). 

III. KEBENARAN-KEBENARAN DALAM PENERAPAN 

A. Jawaban atas ketamakan dan ketidak puasan yang penuh nafsu ialah: 

1. Kasih -Rom 13:8-10 

2. Kepuasan - Ibr 13:5; Flp 4: 11-13 (dan berbagi, Flp 4: 14) 

B. Perintah ini berkata "berhenti" namun hanya Kristus yang memberikan pada kita cara untuk 
berhenti! Dalam Dia kita bisa mengendalikan kehidupan pemikiran kita sampai pada titik 
tertentu. 

C. Allah mengetahui hati dan pikiran kita 

262 



1. ITawarikh28:9 

2. Amsal 20:27 

3. Mazmur 139:1,23 

4. Yeremia 17:10 

5. Roma 8:27 

6. Wahyu 2:23 

D. Benda-benda tidaklah jahat, namun ketika menjadi priortias, hal-hal ini menjadi dosa. Harta 
benda bukanlah yang terutama ataupun kekal; umat yang diciptakan dalam gambar Allah adalah 
yang utama dan kekal! Mengingini mempengaruhi Masyarakat Perjanjian dengan cara 
terselubung dan merusak! 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

1 . Apakah mengingini itu? 

2. Bagaimana manusia moderen mengingini? 

3. Apakah pemikiran kita adalah dosa? 

4. Mengapa pemikiran berperan sangat penting dalam kehidupan KeKristenan? 

5. Mengapa perintah dalam Keluaran 20: 17 sedikit berbeda dengan yang ada di dalam Ulangan 
5:21? 



□ "Karena firman" Ini adalah suatu rujukan pada Sepuluh Perintah atau Dekalog. Urutan dari 
daftar bagian kedua dari Sepuluh Perintah ini mengikuti naskah kuno Yunani B, yang disebut 
Vaticanus. Urutan ini sedikit berbeda dengan Naskah Ibrani Masoretik Keluaran 20 dan Ulangan 5. 
Bagian kedua dari Dekalog berurusan dengan hubungan Israel satu sama lain berdasarkan hubungan 
mereka dengan YHWH. 

□ "dan firman lain manapun juga" Ini adalah sebuah KALIMAT FIRST CLASS 
CONDITIONAL yang dianggap benar dari sudut pandang su penulis atau untuk tujuan 
penulisannya. Ada perintah yang lain. Frasa ini berarti "jika ada perintah lain di luar Dekalog." 
Dengan kata lain, ini menyimpulkan keseluruhan Hukum tauran Musa atau mungkin "hukum" 
secara umum. 

Ada variasi dalam tradisi naskah kuno dalam hal berapa banyak dan dalam urutan bagaimana ke 
Sepuluh Perintah tersebut ditulis. Yudaisme memiliki satu penomoran; Katholik dan Protestan juga 
memiliki penomoran yang berbeda. Arti dari bagian ini tidak dipengaruhi oleh variasi ini, 
sebagaimana berlaku bagi mayoritas mutlak dari variasi-variasi naskah kuno. 

□ "sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu" ini adalah kutipan dari Im 19:18. Ayat ini dikutip 
beberapa kali dalam Injil (lih. Mat 5:43; 19:19; 22:39; Mar 12:31 dan Luk 10:27). Yesus 
menyebutnya perintah terutama yang kedua. Ayat ini juga dikutip dalam Gal 5:14 dan Yakobus 2:8. 
Ketika seseorang mengasihi Allah maka orang tersebut akan mengasihi apa yang dikasihi Allah — 
manusia yang diciptakan dalam gambarNya. 

□ "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" Orang percaya harus mengasihi diri 
mereka sendiri seperti Allah mengasihi mereka sebelum mereka bisa mengasihi dan menerima 
sesamanya. Kasih yang sepantasnya pada diri sendiri bukanlah kejahatan. Kebenaran pokok 
daribagian ini dinyatakan secara jelas — mengasihi sesama (lih. ay 10). Mereka yang telah dijamah 

263 



oleh kasih yang mau berkorban dan memberikan diri dari Allah akan mengasihi sesama dengan cara 
serupa. Inilah pokok terpenting dari keserupaan dengan Kristus (gambar Allah yang telah 
dipulihkan). Dalam hadirat kasih yang sejenis ini "hukum" sama sekali tidak diperlukan. 

NASKAH NASB (UPDATED): 13:11-14 

11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu 
bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan 
sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 12 Hari sudah jauh malam, 
telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan 
dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti 
pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan 
hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus 
sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan 
keinginannya. 

13:11 

NASB "lakukanlah ini" 

NKJV "dan lakukanlah ini" 

NRSV "Di samping hal ini" 

TEV "Hal ini harus kamu lakukan'''' 

NJB "Di samping itu" 

Ini adalah cara mengkaitkan apa yang mengikuti (ay 11-14) dengan apa yang mendahuluinya 
(w. 9-10). Jadilah pelaku firman, bukan hanya pendengar! Kasih harus diwujudkan dalam 
perbuatan. 

□ "mengetahui keadaan waktu" Ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE PARTICIPLE. Istilah 
untuk waktu (kairos) digunakan dalam pengertian suatu periode waktu tertentu, buak waktu 
kronologis yang reguler (chronos). Orang percaya harus hidup dalam kesadaran akan kedatangan 
setiap saat dari Kristus. 

□ "saatnya telah tiba" Penggambaran ini, "saatnya" (sering digunakan dalam Injil Yohanes), 
menunjuk pada suatu saat khusus (mirip dengan kairos) dalam rencana penebusan Allah (lih. 3:26; I 
Kor 7:29; 10:11; Yak 5:8; I Pet 4:7; II Pet 3:9-13; I Yoh 2:18; Wah 1:3; 22:10). Kata ini digunakan 
baik untuk menyebut waktu penyaliban maupun kedatangan Yesus. 

□ "tidur" istilah ini digunakan di sini sebagai penggambaran akan kelalaian moral dan kerohanian 
(lih. Ef 5:8-14; I Tes 5:6). Kata-kata hanya memiliki makna jika ada di dalam konteks tertentu. 
Berhati-hatilah dengan difinisi yang kaku. Semua kata memiliki beberapa kemungkinan arti (bidang 
semantikal). 

□ "Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat" Keselamatan adalah suatu keputudsan awal 
dan suatu proses. Lihat Topik Khsuus pada 10:14. Keselamatan tidak akan lengkap sampau orang 
percaya memiliki tubuh baru mereka (lih. I Yoh 3:2; I Tes 4:13-18; Ibr 9:28; I Pet 1:5). Secara 
teologis hal ini disebut "pemuliaan" (Rom 8:30). Inilah pengharapan dari setiap generasi orang 
Kristen untuk berharap Tuhan kembali dalam waktu kehidupan mereka, (lih. Luk 21:28). Tak 
terkecuali dengan Paulus (lih. I Tes 4:15). 



264 



□ "dari pada waktu kita menjadi percaya" KeKristenan dimulai dengan suatu keputusan 
(pembenaran dan penyucian seketika), namun harus menghasilkan suatu gaya hidup yang saleh 
(pengkudusan progresif) dan diakhiri dengan keserupaan dengan Kristus (pemuliaan). Seseorang 
harus menerima penawaran Allah dalam Kristus (lih. Yoh 1:12; 3:16; Rom 10:9-13). Keputusan 
mula-mula ini bukan akhir namun baru merupakan awalnya! 

13:12 "Hari sudah jauh malam" ini menunjuk pada jaman kejahatan saat ini yang sedang mulai 
rusak dan sedang akan diganti (lih. I Kor 7:29-31; 10:11; Yak 5:8; Ef 5:8,14; I Yoh 4:7; II Yoh 2:17- 
18; Wah 1 :3; 22: 10). Lihat Topik Khusus pada 12:2. 

□ "telah hampir siang" ini adalah suatu PERFECT ACTIVE INDICATIVE. Inilah hari-hari 
terkhir (lih. Flp 4:5; Yak 5:9). Kita telah berada di hari-hari terakhir sejak inkarnasi Yesus. Hari-hari 
ini akan berakhir pada kedatanganNya dalam kemuliaan. Semua orang percaya sejak abad pertama 
heran dengan lamanya senjang waktu bagi kedatangan Kritus kembali. Namun demikian, jaman baru 
telah terbit dalam Kristus. 

□ "menanggalkan. . .mengenakan" Ini adalah AORIST MIDDLE SUBJIMCTIVES, yang 
memberkan catatan ketergantungan. Implikasinya ialah "kamu sendiri menanggalkan.... 
Mengenakan sekali untuk selamanya atau secara meyakinkan." Baik Allah maupun umat manusia 
adalah aktif dalam baik pembenaran (pertobatan dan iman) dan pengkudusan (hidup saleh). 
Penggambaran dengan pakaian ini sangat lazim dalam tulisan-tulisan Paulus. Orang percaya harus 
menanggalkan pakaian tidur mereka dan mengenakan pakaian/perlengkapan perang mereka (lih. Ef 
4:22-25; Kol 3:10,12,14). Kita adalah tentara Kristen yang sedang mempersiapkan diri untuk 
peperangan rohani harian (lih. Ef 6:10-18). 

□ "perlengkapan senjata terang" Ini mungkin adalah kutipan dari Yes 59:17. Orang percaya 
harus secara meyakinkan mengenakan perlengkapan dan senjata (lih. II Kor 6:7; 10:4; Ef 6: 11,13; I 
Tes 5:8). Senjata Allah tersedia bagi orang percaya namun mereka harus (1) mengenali kebutuhan 
mereka; (2) mengenali penyediaan Allah; dan (3) mengimplementasikannya secara pribadi dan 
sengaja ke dalam pemikiran dan kehidupan sehari-hari mereka. Apa peperangan rohani setiap hari! 

13:13 "Marilah kita hidup dengan sopan" Ini adalah AORIST ACTIVE SUBJUNCTIVE, yang 
secara huruflah, artinya "berjalan." Ini adalah ungkapan Ibrani untuk gaya hidup. Paulus 
menggunakannya lebih dari 33 kali. 

Daftar dosa dalam ayat ini tersusun dalam tiga pasangan dari dua istilah. Istilah-istilah ini 
memiliki ketumpang-tindihan semantik. Mungkin ini dimaksudkan sebagai sinonim. Lihat Topik 
Khusus: Keburukan Dan Kebaikan pada 1:28-32. 

Stilah-istilah ini mungkin berhubungan dengan ketegangan antara orang percaya Yahudi dan 
Bukan Yahudi dalam gereja Roma. Orang-orang percaya Bukan Yahudi yang baru mungkin telah 
melanjutkan (1) beberapa praktek-praktek penyembahan kafir asusila mereka atau (2) bertidak 
angkuh terhadap para pemimpin orang percaya Yahudi yang kembali yang sempat mengungsi 
sementara akibat perintah Nero melarang semua ibadah Yahudi di Roma. 



265 



□ "jangan dalam pesta pora dan kemabukan" Ini merujuk pada keasusilaan seksual yang 
dikaitkan dalam ibadah agama kafir dengan kemabukan. Dalam daftar dosa daging dalam Gal 5:21, 
kedua istilah ini juga disebutkan bersebelahan. 

□ "jangan dalam percabulan dan hawa nafsu" Pasangan ini nampaknya bertumpang tindih 
dengan pasangan pertama. Istilah yang kedua banyak sekali digunakan dalam PB (lih. Mar 7:22; II 
Kor 12:21; Gal 5:19; Ef 4:19; I Pet 4:3; II Pet 2:7). Jika pasangan yang pertama berfokus pada 
kemabukan, pasangan ini befokus pada keasusilaan seksual, bahkan suatu kebebasan hawa nafsu 
yang secara sosial tak terkendali. 

□ "jangan dalam perselisihan dan iri hati" Istilah ini membicarakan tentang perselisihan antar 
umat (lih. Gal 5:20). Ini barangkali merupakan akibat dari kelakuan yang tidak pantas dari dua 
pasangan pertama. Jika ini di tujukan pada orang Kristen (lih. I Kor 3:3; Kol 3:8), ini mencerminkan 
beberapa praktek agama kafir yang harus dihentikan dalam kehidupan orang percaya. Namun 
demikian, dalam konteks ayat ini berlawanan dengan orang-orang percaya, sehingga dalam 
pengertian ini, merupakan suatu peringatan. 

13:14 "Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus" Penggambaran ini berhuubungan dengan 
pakaian kerajaan dari Yesus yang sekarang ditempatkan di pundak para orang percaya (pengkudusan 
posisional). Beberapa ahli melihatnya sebagai bayangan dari pakaian baptisan. Penggambaran 
dengan pakaian ini pertama-tama disebutkan dalam ay 12. Ini adalah cara untuk menunjukkan posisi 
baru orang percaya di dalam Kristus. Hl ini juga menekankan fakta bahwa orang percaya harus 
mengimplementasikan gaya hidup baru pilihan mereka (pengkudusan progresif) karena posisi baru 
mereka di dalam Kristus (lih. Ef 4:22,24; Kol 3:8). Dalam Gal 3:27 kebenaran ini dinyatakan sebagai 
pernyataan dari fakta, INDICATIVE; di sini hal ini dinyatakan sebagai suatu IMPERATIVE 
(AORIST MIDDLE), suatu perintah. 

Ketegangan antara pernyataan INDICATIVE dan IMPERATIVE ini adalah ketegangan antara 
posisi kita di dalam Kristus dan pergumulan kita untuk memiliki posisi tersebut. Kita adalah 
"orangorang suci" (yang kudus) pada saat keselamatan, namun kita dinasehatkan untuk menjadi 
"kudus". Ini adalah suatu paradoks alkitabiah dari suatu keselamatan yang penuh dan cuma-cuma 
dalam Kristus dan seruan yang nyaring untuk menjadi serupa dengan Kristus! 

□ "janganlah merawat" Ini adalah sebuah PRESENT MIDDLE IMPERATIVE dengan suatu 
NEGATIVE PARTICLE. Bentuk ketata-bahasaan ini biasanya berarti menghentikan suatu tindakan 
yang telah dalam proses. Ini manpaknya mengisyaratkan bahwa beberapa orang Kristen di Roma 
masih hidup dalam kehidupan moral yang kurang pantas. Hal ini mungkin ikut terbawa dari praktek- 
praktek penyembahan kafir mereka. 

Sukarlah untuk diterangkan pengajaran PB mengenai KeKristenan yang bersifat kedagingan. 
Para penulis PB menyajikan kondisi manusia dalam istilah hitam atas putih. Seorang Kristen yang 
masih bersifat kedagingan adalah istilah yang berlawanan. Namun ini adalah kenyataan dari 
kehidupan "yang sudah" namun "belum" kita. Paulus memisahkan manusia kedalam tiga kelompok 
(I Kor 2: 14-3:1): 

1 . manusia jasmani (umat manusia yang terhilang), 2:14 

2. manusia rohani (umat manusia yang selamat), 3 : 1 

3 . manusia daging (Orang Kristen kedagingan atau Orang Kristen bayi), 3:1. 



266 



□ "tubuhmu untuk memuaskan keinginannya" Paulus mengetahui semuanya denan sangat baik 
kelanjutan bahaya dari sifat kejatuhan keAdaman kita (lih. Rom 7; Ef 2:3), namun Yesus 
memberikan pada kita kuasa dan hasrat untuk hidup bagi Allah (lih. Rom 6). Ini adalah pergumulan 
yang terus berjalan, (lih. 8:5-7; I Yoh 3:6-9). 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 
kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1. Mengapa pernyataan Paulus pada orang Kristen mula-mula tentang Pemerintah begitu 
radikal? 

2. Haruskah orang Kristen tunduk pada setiap bentuk pemerintah? 

3. Haruskan orang Kristen tunduk pada setiap persyaratan hukum dari pemerintah? 

4. Apakah ayat 1 mengajarkan hak Ulahi dari raja-raja? 

5. Apakah Paulus secara teologis menciptakan pengajaran baru atau adakah patokannya dalam 
firman Yesus dalam Mat 22:21? 

6. Apakah pembangkangan sipil bisa dibenarkan bagi Kristen 

7. Bagaimana ayat 5 berhubungan dengan hal hukuman mati? 

8. Apakah hati nurani Kristen selalu benar? 

9. Berdasarkan ayat 8, haruskan orang percaya tidak memiliki Kartu Kredit? 

10. Apakah ayat 8 berbicara tentang kasih kita pada sesama Kristen atau pada semua orang? 

1 1 . Mengapa Paulus menggunakan Dekalog sebagai pendorong bagi orang-orang percaya 
Perjanjian Baru? 

12. Mengapa Paulus menyebutkan dosa-dosa yang seburuk itu dalam hubungan dengan orang- 
orang percaya? 

13. Bagaimana seseorang "mengenakan Tuhan Yesus Kristus"? 



267 



268 



ROMA 14 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Jangan Menghakimi 
Saudaramu 


Hukum Kemerdekaan 


Kasih Menghormati 
Keberatan Orang Lain 


Jangan Menghakimi 
Orang Lain 


Kemurahan Terhadap 
Orang -orang yang 
Cermat. 


14:1-12 


14:1-13 


14:1-4 


14:1-4 


14:1-12 






14:5-6 


14:5-12 








14:7-9 










14:10-12 






Jangan Membuat 
Saudaramu Terantuk 


Hukum Kasih 




Jangan Membuat Orang 
Lain Jatuh 




14:13-23 




14:13-23 


14:13-18 


14:13-15 




14:14-23 
















14:16-21 








14:19-23 












(14:22-15:6) 










14:22-23 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. ) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 



269 



WAWASAN KONTEKSTUAL UNTUK AYAT 1-12 

A. Pasal ini mencoba untuk menyeimbangkan paradoks Kemerdekaan dan Tenggung Jawab 
Kristen. Unit tulisannya berjalan sampai 15:13. 

B. Masalah yang mengendapkan pasal ini barangkali adalah ketegangan antara orang-orang percaya 
Yahudi dan Bukan Yahudi dalam gereja Roma (atau kemungkinan pengalaman Paulus di 
Korintus saat itu). Sebelum menjadi percaya, orang Yahudi bertendensi untuk bersikap legalistic, 
sementara orang kafir cenderung bersifat asusila. Ingat, pasal ini ditujukan pada para pengikut 
Yesus yang sungguh-sungguh. Pasal ini tidak ditujukan bagi orang percaya yang masih 
berkedagingan. (lih. I Kor 3:1). Motif tertinggi dianggap bersumber dari kedua kelompok ini. 
Ada bahaya dalam bentuk ekstrim dari kedua belah pihak. Diskusi ini bukan merupakan suatu 
ijin untuk bersikap kritis terhadap legalisme atau liberalitas yang terbuka. 

Ingat Paulus menulis surat Roma dari Korintus. Di sana masalahnya ialah roh pengkotak- 
kotakan, namun di sini ada jenis orang percaya yang berbeda. 

C. Orang percaya harus berhati-hati untuk tidak membuat teologia mereka atau etika sebagai 
standar bagi porang percaya yang lain. (lih. II Kor 10:12). Semua orang percaya harus berjalan 
dalam sudut pandang yang mereka miliki namun mengerti bahwa teologia mereka tidak secara 
otomatis merupakan teologia Allah. Orang percaya masih terpengaruh dengan dosa. Kita harus 
mendorong, menasehati, dan mengajar satu sama lain dari Kitab Suci, alasan, dan pengalaman, 
namun selalu di dalam kasih. Semakin seseorang mengerti, semakin orang tersebut mengerti 
bahwa ia tidak mengerti, (lih. I Kor 13:12)! 

D. Sikap dan motif seseorang dihadapan Allah adalah kunci yang sesungguhnya dalam 
mengevaluasi tindakan-tindakan dari sesama orang percaya. Orang Kristen akan berdiri 
dihadapan Kristus untuk dihakimi dalam hal bagaimana mereka saling memperlakukan satu 
sama lain. (lih. ay 10,12 dan II Kor 5:10). 

E. Martin Luther berkata, "Seorang Kristen seorang Tuan yang paling merdeka dari semua, tidak 
tunduk pada siapapun; Orang Kristen ialah juga hamba yang paling banyak tugasnya dari semua, 
tunduk pada semua." Kebenaran Alkitabiah seringkah disajikan dalam suatu paradoks yang 
penuh ketegangan. 

F. Pokok bahasan yang sukar namun sangat menentukan ini dibahas dalam keseluruhan unit tulisan 
dari Roma 14:1-15:13 dan juga dalam I Korintus 8-10 danKolose 2:8-23. 

G. Namun demikian, perlulah dinyatakan bahwa kejamakan di antara orang-orang percaya yang 
sungguh-sungguh bukanlah hal yang buruk. Setiap orang percaya memiliki kekuatan dan 
kelemahan. Setiap mereka harus berjalan dalam pandangan yang mereka miliki, selalu terbuka 
terhadap Roh dan Alkitab sebagai tambahan terang. Dalam periode melihat dalam cermin 
gambar yang samar-samar ini (I Kor 13:8-13) seseorang harus berjalan dalam kasih (ay 15), dan 
kedamaian (ay 17,19) untuk suatu manfaat rohani bagi semua. 



270 



H. Judul "lebih kuat" dan "lebih lemah" yang diberikan Paulus bagi kelompok ini bagi kita 
memprasangkai mereka. Ini tentu saja bukan bukan maksud Paulus. Kedua kelompok adalah 
orang-orang percaya yang sungguh-sungguh. Kita tidak mencoba untuk mencetak sesama orang 
Kristen menjadi seperti diri kita! Kita saling menerima satu sama lain dalam Kristus! 

I. Keseluruhan argumentasi dapat di garis besarkan sebagai 

1. saling menerima satu sama lain karena Allah menerima kita dalam Kristus (lih. 14:1,3; 15:7); 

2. jangan saling menghakimi satu sama lain karena Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan 
Hakim kita (lih. 14:3-12); 

3 . kasih lebih penting daripada kemerdekaan pribadi (lih. 14: 13-23); 

4. mengikut teladan Kristus dan menanggalkan hak kita untuk manfaat rohani dan kebaikan 
sesama (lih. 15:1-13). 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 14:1-4 

1 Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. 2 Yang 
seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya 
hanya makan sayur-sayuran saja. 3 Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak 
makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah 
telah menerima orang itu. 4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? 
Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan 
tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. 



14:1 

NASB "Sekarang terimalah" 

NKJV "Terimalah" 

NRSV, TEV "Sambutlah" 

NJB "Berikan sambutan" 

In adalah sebuah PRESENT MIDDLE FMPERATIVE (lih. 15:1). Ini adalah suatu perintah yang 
terus berjalan dengan penekanan pada subyek tersebut. KATA GANTInya "kamu" ada di dalam 
KATA KERJA Yunani, namun diisyaratkan dalam bahasa Inggris dan menunjuk pada orang Kristen 
yang "kuat" (lih. 15:1). Ini mencakup dua kelompok dalam gereja di Roma. Hal ini bisa jadi 
berhubungan dengan (1) ketegangan antara orang orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi (lih. 
15:7-21) atau (2) jenis-jenis kepribadianyang berbeda. Keseluruhan konteks ini berurusan dengan 
orang-orang percaya yang benar dan sungguh-sungguh; beberapa diantaranya kuat, beberapa lemah 
dalam iman mereka. Iman digunakan di sini dalam pengertian pemahaman akan injil dan 
implikasinya yang radikal dan memerdekakan. 

□ 

NASB, NKJV "orang yang lemah imannya" 

NRSV, TEV "mereka yang lemah imannya" 

JB "jika iman seseorang tidak cukup kuat" 

Frasa ibi ditekankan dengan ditempatkan di muka atau ditempatkan pertama-tama, dalam naskah 
Yunani. Secara huruflah ini adalah "lemah dalam iman". PRESENT TENSE ini berfokus pada fakta 



271 



bahwa hal ini adalah sifat gaya hidup. Ini menunjuk pada pola pikir yang legalistis. Saudara sesama 
Kristen yang terlalu kritis ini dijelaskan dalam pasal ini dalam tiga cara (1) larangan terhadap 
makanan (lih. 14:2,6,21); (2) penekanan pada hari-hari yang khusus (lih. 14:5-6); dan (3) pelarangan 
minum anggur (lih. 14:17,21). Jenis orang yang sama ini disebutkan dalam Rom 15:1 dan I Kor 8:9- 
13; 9:22. Berhati-hatilah untuk tidak terlalu cepat mengelompokkan diri sebagai orang Kristen yang 
kuat atau lemah. Seringkah orang percaya lemah di satu bidang namun kuat di bidang lain. 

Sikap Paulus terhadap hal ini sangat berbeda dalam Gal 4:9-10 dan Kol 2:16-23. Naskah-naskah 
ini mencerminkan sikap dan pengajaran dari guru-guru palsu. Dalam kitab Roma mereka adalah 
orang-orang percaya yang sungguh-sungguh yang memiliki hati nurani yang terlalu cermat. 



TOPIK KHUSUS: KELEMAHAN 






Di 


sinilah kontrasnya. Guru-guru palsu membang£ 


?akan surat kepercayaan dan gaya retorik 


mereka, namun Paulus mengerti nilai dari "kelemahan" (astheneo). Perhatikan seberapa sering 


istilah 


ini (atau bentuk variasinya) digunakan dalam I dan II Korintus. 




Berbangsa 




Lemah 




I Korintus 1:29,31 




I Korintus 1:25,27 




3:21 




2:3 




4:7 




4:10 




5:6 




8:7,9,10,11,12 




9:15,16 




9:22 




II Korintus 1:12,14 




11:30 




5:12 (dua kali) 




12:22 




7:4,14 (dua kali) 




15:43 




8:24 




II Korintus 10:10 




9:2,3 




11:21,29,30 




10:8,13,15,16,17 




12:5,9,10 (dua kali) 




11:12,16,17,18,30 




13:3,4(duakali), 9 




12:1,5,6,9 






Paulus menggunakan konsep kelemahan dalam 


beberapa cara berbeda. 


1. 


lemah dari Allah, I Kor 1 :25 






2. 


lemah dalam dunia, I Kor. 1:27 






3. 


kelemahan dan ketakutan Paulus, I Kor 2:3 


; 9:22; 


II Kor 11:29,30; 12:5 


4. 


Paulus dan tim penginjilannya, I Kor 4:10; 


II Kor 11:21 


5. 


orang percaya yang lemah (lih. Rom 14:1-15:13), 


IKor 8:7,9,10,11,12; 9:22 


6. 


kesakitan jasmani, I Kor 11:30 






7. 


bagian-bagian tubuh manusia, I Kor 12:22 






8. 


tubuh jasmani, I Kor 15:43 






9. 


kehadiran fisik Paulus dan ketrampilan retoriknya 


,11 Kor 10:10 


10 


kelemahan Paulus membesarkan kekuatan Allah, II Kor 12:9,10; 13:4,9 


11 


berita Kristus melalui Paulus, II Kor 13:3 






12. tubuh jasmani Kristus, II Kor 13:4 







□ 

NASB "namun bukan untuk maksud menyampaikan pengadilan atas pendapatnya" 

NKJV "namun tidak untuk mempertanyakan hala-hal yang meragukan" 

272 



NRSV "namun bukan untuk maksud berselisih paham atas perbedaan pendapat" 

TEV "namun jangan berdebat dengan mereka tentang pendapat pribadi mereka" 

JB "tanpa mempercakapkan pendapatnya" 

Orang percaya harus menerima secara penuh sesama orang percaya yang tidak saling bersetuju 
tanpa mencoba untuk mengubah mereka! Ini menuntut kemerdekaan hati nurani sebagai dasar 
persekutuan, bukan suatu keseragaman yang ditentukan. Orang percaya semua sedang ada dalam 
proses. Mereka harus memberikan waktu pada Roh untuk bekerja dan mencetak tiap orang ke dalam 
kedewasaan, namun bahkan dalam kedewasaan, mereka tidak akan bersetuju semua. 

14:2 Diet yang dirujuk dalam ayat ini adalah untuk maksud keagamaan, bukan kesehatan. Masalah 
makanan ini timbul dari dua kemungkinan sumber (1) hukum makanan Yahudi (lih. Imamat 11) atau 
(2) daging yang dikorbankan pada dewa kafir (lih. I Korintus 8-10). Yesus dengan jelas 
mengajarkan bahwa makanan bukanlah yang menajiskan seseorang (lih. Mat 15:10-20; Mark 7:14- 
23). Kebenaran ini dilukiskan oleh penglihatan Petrus yang berkenaan dengan Kornelius dalam Kis 
10. 

14:3 "Siapa yang makan, janganlah menghina" "Janganlah menghina" adalah sebuah PRESENT 
ACTIVE IMPERATIVE dari ezoutheneo dengan NEGATIVE PARTICLE yang biasanya berarti 
menghentikan suatu tindakan yang telah dalam proses. "Menghina" secara huruflah "meringankan," 
"menganggap nol," or "memperhitungkan sebagai hal yang tak berguna" (lih. 14:10; Luk 18:9; I Kor 
6:4; 16:11; II Kor 10:10; Gal 4:14; I Tes 5:20). Orang percaya harus menjaga terhadap suatu 
kebenaran diri yang bersedia merendahkan diri. Orang yang kuat dalam iman tidak boleh mengutuk 
yang lemah dalam iman. 

□ "menghakimi" ini adalah suatu PRESENT ACTIVE IMPERATIVE dengan NEGATIVE 
PARTICLE yang biasanya berarti menghentikan suatu tindakan yang telah dalam proses. Orang 
yang lemah dalam iman harus berhenti mengadili tindakan dari saudara-saudaranya yang tidak 
bersetuju dengan dengan mereka. 

□ "karena Allah telah menerima orang itu" Ini adalah AORIST MIDDLE INDICATIVE 

Istilah yang sama ini diterjemahkan "menerima" dalam ay 1. Dasar bagi orang percaya untuk saling 
menerima satu sama lain adalah bahwa Allah melalui Kristus (15:7) telah menerima mereka. Dalam 
konteks ay 3 berbicara secara langsung kepada orang Kristen yang terlalu kritis, yang lemah dalam 
iman. 

14:4 "Siapakah kamu" ini sangat tegas dalam bahasa Yunani, menunjuk pada saudara-saudari yang 
lemah. 

□ "hamba" Ini adalah istilah oiketes, yang dibentuk dari kata oikos, yang berarti "rumah", oleh 
karena itu, ini adalah budak atau hamba di rumah (lih. Luk 16:13; Kis 10:7; Rom 14:4; I Pet 2:18). 
Ini digunakan dalam pengertian ini dalam Septuaginta (lih. Kej 9:25; 27:37; 44:16,33; 50:18). 
Bukannya digunakan sebagai suatu istilah yang menonjol bagi budak atau hamba dalam PB, yang 
adalah doulos. Ini bisa juga menyatakan hamba atau budak rumahan. 

Argumentasi paulus di sini ialah bahwa setiap orangpercaya adalah budak/hamba Kristuss. Ia 
adalah "Tuan" mereka dan Ia dan Ia sendirilah yang akan mengarahkan mereka dan menuntut 
tanggung jawab dari mereka atas tindakan dan motif mereka (lih. II Kor 5:10). 



273 



□ "Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri" Dalam konteks 
Paulus sedang menyampaikan pesan kepada kelompok yang terlalu kritis, namun pernyataannya 
secara nyata menunjuk pada kedua kelompok. Orang percaya akan menjadi lebih baik bila 
mengambil selumbar keluar dari mata mereka sendiri (lih. Matt.:l-15). 

□ "Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri" Ini adalah 
janji yang begitu indah (lih. 5:1-2; Yud 24-25). Ini juga melibatkan kerjasama setiap orang percaya 
(lih. I Kor 15:1-2). Lihat Topik Khusus: Berdiri pada 5:2. 

Ada variasi naskah kuno Yunani pada titik ini. NKJV, menikuti naskah kuno berhuruf besar D, 
F, G, 048 dan 0150, dan juga Vulgate, memiliki kata "Allah" (Theos), namun demikian, MSS P 46 , N, 
A, B, C, P memiliki kata "Tuhan" (kurios). UBS 4 memberikan tingkatan kata "Tuhan" pasti (A). 

NASKAH NASB (UPDATED): 14:5-9 

^Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi 
yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin 
dalam hatinya sendiri. 6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya 
untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur 
kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap 
syukur kepada Allah. 7 Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya 
sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, 
kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau 
mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, 
supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. 

14:5 "seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain" Banyak 
orang masih sangat menjaga kalender yang menyangkut agama. (lih. Gal 4:10; Kol 2:16-17). Semua 
hari bagi Allah setara. Tidak ada hari yang khusus. Tidak ada hari "sekuler" atau "keramat/kudus". 
Semuanya kudus! 

□ "Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri" Ini adalah sebuah 
PRESENT PASSIVE IMPERATIVE. Inilah kunci perdamaian dalam bidang ini. Keyakinan pribadi 
orang-orang percaya adalah prioritasbagi tindakan mereka (lih. ay 23), namun tidak bagi semua 
orang percaya yang lain. Allah tidak hidup dalam kotak teologia saya. Teologia saya tidak otomatis 
Teologia Allah! 

14:6 "untuk Tuhan" Frasa DATIVE ini digunakan tiga kali dalam ay 6 dan dua kali dalam ay 8. 
Semua pilihan gaya hidup oleh orang percaya yang sungguh-sungguh perlu dilakukan seperti "untuk 
Tuhan" (lih. Ef 6:7 dan Kol 3:23), bukan hanya kesukaan pribadi. 

14:7 " 7 Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri" Tak satu 
orang Kristenpun adalah sebuah pulau. Orang Kristen hidup pertama-tama dan terutama bagi Kristus 
(lih. ay 8). Tindakan orang percaya mempengaruhi orang lain. Mereka adalah bagian dari suatu 
keluarga besar rohani. Oleh karena itu, mereka harus membatasi kemerdekaan pribadi mereka dalam 
kasih (lih. I Kor 10:24,27-33). Mereka harus mengijinkan orang lain untuk bertumbuh dalam 
kemerdekaan pribadi. Legalisme membawa kepada keseragaman kebenaran-diri yang bukan dari 



274 



Allah. Kata-kata dan kutukan Yesus yang paling keras ditujukan pada orang Farisi yang merasa 
benar-diri. 

14:8 "jika. . .jika" Ini adalah dua KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL yang artinya 
kemungkinan tindakan di masa depan. Orang percaya melayani Tuhan dalam semua dan setiap 
kemungkinan yang memungkinkan (lih. Ef 6:7; Kol 3:23)! 

14:9 "Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup" Ini adalah suatu 
pengurutan istilah yang tidak umum. Urutan ini bisa jadi mencerminkan kematian dan kebangkitan 
Yesus. Ia kini berKedaulatan atas dua alam tersebut. 

Hal ini membentuk alasan teologis mengapa orang Kristen harus hidup tidak bagi diri mereka 
sendiri, namun juga untuk sesama orang percaya. Mereka bukan milik mereka sendiri; mereka telah 
dibeli dengan harga mahal. Mereka adalah hamba-hamba Yesus, yang telah mati bagi dosa-dosa 
mereka sehingga mereka bisa tidak lagi menjadi budak dari dosa, namu kepada Allah (lih. Roma 6). 
Orang-orang percaya harus berusaha setidaknya menyamai pelayanan Yesus yang mengasihi 
kehidupan dengan mati bagi nafsu-nafsu mereka yang memusatkan pada diri pada diri sendiri (lih. II 
Kor 5:14-15; Gal 2:20; I Yoh 3:16). 

NASKAH NASB (UPDATED): 14:10-12 

10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau 
menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. "Karena 
ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut 
di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." 12 Demikianlah setiap orang di 
antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. 

14:10 "Tetapi engkau" Ini dituliskan di depan untuk penekanan. 

□ Ke dua pertanyaan dari ay 10 adalah fokus dari ay 1-12. Ke dua kelompok yang merujuk pada ay 
3 ini lagi-lagi dikontraskan. Satu kelompok "menghakimi", kelompok lainnya "menghina." Kedua 
sikap ini tidak pantas bagi "budak-budak!" Tuan mereka, Yesus Kristus, adalah satu-satunya Yang 
memiliki hak untuk "mengkritik" atau "memandang rendah". Bagi orang percaya, berlaku seperti 
hakim (1) merampas kekuasaan dari posisi Allah dan (2) merupakan tahapan awal dan belum 
lengkap. 

□ "kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah" Kebenaran yang sama ini 
dinyatakan dalam II Kor 5:10. Orang percaya akan menerangkan pada Tuhan bagaimana mereka 
saling memperlakukan satu sama lain. Yesus akan bertindak sebagai Hakim Ulahi (lih. Mat 25:31- 
46). 

NKJV menuliskan "tahta penghakiman Kristus." Naskah kuno Yunani yang mendukung KJV 
adalah pembetulan mula-mula dari naskah kuno Yunani berhuruf besar N 2 , dan C 2 . Theos ada di 
dalam MSS N, B, C, D, F dan G. Para ahli menulis barangkali merubah naskah Yunani tersebut 
untuk mencocokkan dengan II Kor 5:10. Mungkin juga para ahli tulis tersebut merubah ayat ini 
untuk melawan pandangan awal tentang Kristus yang disebut "adopsi-isme". Terdapat beberapa 
variasi naskah yang nampaknya dibuat untuk membuat naskah tersbut menjadi lebih ortodoks (lih. 
buku dari Bait D. Ehrman, Ke tidak murnian Kitab Suci Ortodoks, terbitan Oxford University Press, 
1993), hal. 90-91. 



275 



14:11 "Karena ada tertulis" Ini adalah suatu PERFECT PASSIVE INDICATIVE. Ini adalah 
ungkapan yang dikhususkan untuk dipakai menjelaskan kutipan PL yang terilhami. Ini adalah ibarat 
dari Yes 45:23, yang juga dikutip dalam Flp. 2:10-11. 

□ "Demi Aku hidup" Ini adalah suatu rumusan sumpah yang merupakan permainan kata pada 
nama perjanjian Allah, YHWH. YHWH berasal dari BENTUK CAUSATIVE dari kata kerja Ibrani 
"ada atau menjadi" (lih. Kel 3:14). Ia adalah yang selalu hidup, dan satu-satunya Allah yang hidup. 
Oleh karena itu, Ia bersumpah demi keberadaanNya sendiri. 

14:12 " 12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang 
dirinya sendiri kepada Allah" Orang Kristen akan dihakimi (lih. II Kor 5:10), dan mengkritik 
sesama saudara-saudara akan menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Beberapa naskah kuno 
Yunani mengabaikan kata "kepada Allah". Hal ini secara nyata diisyaratkan oleh konteksnya. 
Variasi ini mungkin dipengaruhi oleh variasi dalam ay 10. 



WAWASAN KONTEKSTUAL TERHADAP ROMA 14:13-23 

A. Pokok bahasan mengenai bagaimana orang Kristen harus saling memperlakukan satu sama lain 
dimulai dalam ay 1-12. Hal ini didasarkan atas kebenaran bahwa mereka harus menerima secara 
penuh semua macam orang Kristen karena Kristus, yang merupakan tuan dan hakim mereka, 
menerima sepnuhnya kedua kelompok tersebut. Seringkah hal-hal rohani yang penting bagi satu 
kelompok karena sesuatu hal seperti masa lalu mereka, jenis kepribadian mereka, dll. Tidak 
penting bagi Allah. 

B. Bagian kedua dari diskusi mengenai kemerdekaan dan tanggung jawab orang Kristen ini 
mengembangkan pokok bahasan tersebut dari suatu sudut pandang yang berbeda. Dalam ayat- 
ayat ini kasih orang percaya terhadap Allah, di dalam Kristus lah yang telah memotivasi mereka 
untuk mengasihi saudara-saudara sesama orang Kristen yang berbeda. Sebagaimana Yesus telah 
mengorbankan hidupNya bagi orang percaya, mereka harus mengorbankan kebebasan mereka 
bagi mereka yang juga ditebus melalui kematianNya. (lih. II Kor 5:13-14; I Yoh 3:16). 
Penekanan pada kasih sebagai motif dasar bagi kehidupan keKristenan ini juga dapat dilihat 
dalam 13:8-10 dalam hubungan orang percaya dengan orang tidak percaya. 

C. Kebenaran bahwa segala sesuatu dalam dunia jasmani adalah suci sangat sulit untuk diterima 
bagi beberapa orang Kristen. Seringkah bahkan orang percaya menyalahkan "benda-benda" bagi 
perbuatan dosa mereka, bukannya diri mereka sendiri, (yaitu, "rum iblis"). Paulus menyatakan 
berkali-kali bahwa segala sesuatuny adalah suci (lih. 14:14,20; I Kor 6:12; 10:25-26; I Tim 4:4; 
Titus 1:15). Pernyataannya mengikuti pengajaran Yesus mengenai makanan dalam Mar 7:18-23. 
Makanan najis atau tidak najis digunakan untuk menggambarkan pada Petrus penerimaan Allah 
akan Kornelius dalam Kis 10:15. 

D. Bagian ini terutama ditujukan pada "saudara-saudara yang lebih kuat". Paulus mengakui ke- 
setengah-benaran pernyataan bahwa "segala sesuatu adalah suci", namun menambahkan bahwa 
segala sesuatu tidak membangun ataupun memajukan keluarga Allah (lih. I Kor 6:12; 10:23). 



276 



Kemerdekaan dari saudara-saudara yang lebih kuat bisa menghancurkan sesama saudara-saudara 
orang Kristen. Orang percaya adalah pemelihara saudara-saudara mereka, melalui Kristus dan 
bagi Kristus. 

Sangatlah menarik bahwa Pulus tidak menyatakan atau mengisyaratkan bahwa "saudara-saudara 
yang lebih lemah" berada dalam suatu proses rohani yang membawa kepada menjadi seorang 
"saudara yang lebih kuat". Keseluruhan diskusi ini tidak membahas pertumbuhan dalam 
anugerah namun prioritas kassih antara pemahaman-pemahaman Kristen yang berbeda. 
Pencantuman orang percaya ke dalam salah satu kelompok didasarkan lebih pada jenis 
kepribadian, pelatihan keagamaan dan pengalaman pribadi dari pada "benar" atau "salah". 
Tugas orang percaya tidaklah untuk mengubah orang lain namun mengasihi dan menghormati 
kelompok lain. Ini adalah masalah hati, bukan pikiran. Allah mengasihi, menerima dan telah 
memberikan AnakNya bagi seluruh umat manusia, bagi ke dua kelompok tersebut. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 14:13-23 

13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut 
pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! 14 Aku tahu dan 
yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya 
bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. 
15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, 
maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan 
saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. 16 Apa yang baik, 
yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. 17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal 
makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 
18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan 
dihormati oleh manusia. 19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai 
sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Janganlah engkau merusakkan 
pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika 
oleh makanannya orang lain tersandung! Baiklah engkau jangan makan daging atau minum 
anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. 22 Berpeganglah pada 
keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, 
yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. 
23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak 
melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah 
dosa. 

14:13 "janganlah kita saling menghakimi lagi" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE 
SUBJUNCTIVE dengan NEGATIVE PARTICLE yang mengisyaratkan menghentikan suatu 
tindakan yang telah dalam proses. Ini bukan suatu peringatan, namun suatu larangan. Hal ini sangat 
mirip dengan ay 16. Kata "menghakimi" telah digunakan 5 kali oleh Paulus dalam ay 1-12 dan 
sekarang empat kali ladi dalam ay 13-23. 



277 



TOPIK KHUSUS: HARUSKAH ORANG KRISTEN SALING MENGHAKIMI SATU SAMA 
LAIN? 

Pokok permasalahan ini harus diselesaikan dengan dua cara. Pertama orang percaya 
diperingatkan untuk tidak saling menghakimi satu sama lain (lih. Mat 7:1-5; Luk 6:37,42; Rom 2:1- 
11; Yak 4:11-12). Namun demikian, orang percaya diingatkan untuk mengevaluasi para pemimpin, 
(lih. Mat 7:6,15-16; I Kor 14:29; I Tes 5:21; I Tim 3:1-13; dan I Yoh 4:1-6). 
Beberapa criteria bagi suatu pengevaluasian yang pantas mungkin dapat membantu 

1. evaluasi harus untuk maksud peneguhan (lih. I Yoh 4:1 - "menguji" dengan suatu pandangan 
menuju persetujuan) 

2. evaluasi harus dikerjakan dalam kerendahan hati dan kelemah-lembutan (lih. Gal 6: 1) 

3. evaluasi harus tidak berfokus pada masalah pilihan pribadi (lih. Rom 14:1-23; I Kor 8:1-13; 
10:23-33) 

4. evaluasi harus mengenali para pemimpin yang "tak bisa menerima kritik" dari dalam gereja 
atau masyarakat (lih. I Timotius 3). 

□ "Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung" Ini adalah suatu PRESENT 
ACTIVE INFINITIVE dengan NEGATIVE PARTICLE yang mengisyaratkan penghentian suatu 
tindakan yang telah dalam proses. Kebenaran yang sama dinyatakan dalam ay 21 dan I Kor 8:9. 

Istilah "sandungan" merujuk pada sesuatu di jalanan yang membuat seseorang jatuh tersandung. 
Istilah "batu sandungan" secara huruflah menunjuk pada suatu mekanisme pemicu pada perangkap 
binatang. 

Ada suatu aspek kebersamaan dalam keKristenan. Kita adalah pemelihara, mendorong, dan 
kawan bagi saudara-saudari kita. Iman adalah keluarga! 

14:14 

NASB "Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus" 

NKJV "Aku tahu dan diyakinkan oleh Tuhan Yesus" 

NRSV "Aku tahu dan merassa yakin dalam Tuhan Yesus" 

TEV "Persatuanku dengan Tuhan Yesus meyakinkanku" 

JB "Sekarang aku telah sadar sepenuhnya, tentu saja, dan aku berbicara bagi 

Tuhan Yesus" 
Ini adalah sebuah bentuk PERFECT ACTIVE dari oida, yang digunakan dalam pengertian 
sebuah PRESENT TENSE seiring dengan sebuah PERFECT PASSIVE INDICATIVE. Secara 
huruflah ini berarti, "Aku terus mengetahui serta telah dan terus diyakinkan." Ini adalah pernyataan 
kembali kebenaran dalam ay 5b dan 22-23. Pemahaman orang percaya mengenai hal-hal rohani 
berasal dari hubungan mereka dengan Yesus melalui Roh Kudus. Mereka harus hidup dalam terang 
yang mereka miliki. 

□ "bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri" Kebenaran yang sama ini 
dilukiskan dalam Kis 10:9-16. Benda-benda tidaklah jahat, manusialah yang jahat. Tak satupun yang 
jahat di dalam dan mengenai hakekat ciptaan itu sendiri, (lih. ay 20; Mar 7:18-23; I Kor 10:25-26; I 
Tim 4:4 dan Titus 1:15)! 

□ "Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah 
sesuatu itu najis" Ini berarti najis dalam pengertian agamawi. Orang percaya harus mengevaluasi 



278 



tindakan mereka oleh hati nurani mereka (lih. ay 5,22-23). Bahkan jika hati nurani tersebut 
mendapat informasi yang salah mengenai suatu pokok permasalahan atau tindakan, tetaplah harus 
berjalan dalam terang yang mereka miliki di hadapan Allah. Mereka juga harus tidak menghakimi 
sesama orang percaya dengan terangnya, khususnya di bidang-bidang yang bersifat mendua, (lih. 
14:1,3,4,10,13). 

14:15 "Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau 
makan" Ini adalah sebuah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar dari 
sudut pendang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Kasih, bukan hak, tanggung jawab, bukan 
kemerdekaan lah yang menentukan gaya hidup kita. 

Hal ini berhubungan baik dengan (1) hokum makanan Yahudi (lih. Im 11); atau (2) daging yang 
dikorbankan pada berhala (lih. I Kor 8-10). Ayat 20 menyatakan dengan sedemikian jelas kebenaran 
ini. 

□ "engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasihengkau tidak hidup lagi menurut 
tuntutan kasih" Hal ini sering disebut "hukum yang memerdekakan" (lih. Yak 1:25; 3:12), atau 
"hukum utama" (lih. Yak 2:8) atau "hukum Kristus" (lih. Gal 6:2). Ada tanggung jawab dan 
pedoman Perjanjian Baru! 

□ 

NASB, NKJV "Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, 

karena Kristus telah mati untuk" 
NRSV "Janganlah engkau embiarkan apa yang engkau makan menghancurkan 

seseorang yang baginya Kristus telah mati" 
TEV "Janganlah membiarkan makanan yang engkau makan menhancurkan 

orang yang baginya Kristus telah mati" 
JB "Engkau sudah barang tentu tidak bebas memakan apa yang engkau sukai 

jika hal ini berarti kejatuhan dari seseorang yang baginya Kristus telah 

mati" 
Ini adalah sebuah PRESENT IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE yang biasanya 
berarti menghentikan suatu tindakan yang telah dalam proses. Ini adalah firasa yang sangat keras. 
Kemerdekaan beberapa orang Kristen tidak boleh menyebabkan kehancuran sesama orang Kristen! 
Ini tisak menunjuk pada suatu kehilangan keselamatan, namun hilangnya kedamaian, penjaminan, 
dan pelayanan yang efektif. 

Istilah "menghancurkan" ialah kata Yunani lupeo, yang berarti "menyebabkan kesedihan, 
kepedihan, atau kesakitan" (sama didalam LXX). Paulus menggunakan kata ini kebanyakan dalam 
II Korintus (lih. 2:2,4,5; 6:10; 7:8,9,11). Menghancurkan adalah terjemahan yang terlalu keras. Ini 
tidak menunjuk pada hilangnya keselamatan, namun rasa bersalah dari Roh Kudus atas pelanggaran 
akan keyakinan pribadi seseorang. Jika tindakan orang percaya tidak terbit dari iman, tindakan 
tersebut adalah dosa (lih. ay 23). 

14:16 

NASB "Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah" 

NKJV, NRSV "Jangan biarkan kebaikanmu dibilang sebagai kejahatan" 

TEV "Jangan biarkan apa yang kau nilai baik memperoleh nama buruk" 

JB "jangan mengkompromikan hak istimewamu" 



279 



Ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE, yang 
berarti menghentikan suatu tindakan yang telah dalam proses. Kemerdekaan dapat dengan mudah 
berubah menjadi ijin! 

"Hal yang baik" dalam ayat ini menunjuk pada tindakan dari saudara yang lebih kuat. Jika 
seorang Kristen yang kuat bertindak dalam kemerdekaannya sedemikian sehingga orang percaya 
yang lemah terpengaruhi secara negatif dan rusak secara rohani, "hal yang baik" menjadi 
kesempatan bagi si jahat! 

Ayat ini nempaknya merubah fokus dari bagaimana orang Kristen saling memperlakukan satu 
dengan yang lain kepada suatu kemungkinan kepedulian terhadap orang yang tidak percaya, (lih. ay 
18b). KATA KERJA nya berasal dari kata "hujatan" (dikatakan) yang biasanya digunakan oleh 
orang tidak percaya. 

14:17 "kerajaann Allah" Inilah satu-satunya penggunaan frasa ini dalam kitab Roma. Hal ini 
adalah topik yang paling banyak di bicarakan oleh Yesus. Ini adalah kenyataan di sini dan saat ini 
dan juga suatu penyempurnaan di masa depan (lih. Mat 6:10). 

Kehidupan bersama tubuh Kristus lebih berharga daripada melaksanakan kemerdekaan pribadi! 
Lihat Topik Khusus berikut. 

TOPIK KHUSUS: KERAJAAN ALLAH 

Dalam PL YHWH dianggap sebagai Raja Israel (lih. I Sam 8:7; Maz 10:16; 24:7-9; 29:10; 44:4; 
89:18; 95:3; Yes 43:15; 44:4,6) dan Mesias sebagai raja yag ideal (lih. Maz 2:6). Dengan kelahiran 
Yesus di Bethlehem (6-4 SM) kerajaan Allah muncul dalam sejarah manusia denan kekuatan baru 
dan penebusan (perjanjian baru, lih. Yer 31:31-34; Yeh 36:27-36). Yohanes Pembaptis 
memproklamirkan kedekatan dari kerajaan tersebut (lih. Mat 3:2; Mar 1:15). Yesus secara jelas 
mengajarkan bahwa kerajaan tersebut telah datang dalam DiriNya dan dalam pengajaranNya (lih. 
Mat 4:17,23; 9:35; 10:7; 11:11-12; 12:28;16:19; Mar 12:34; Luk 10:9,11; 11:20; 12:31-32; 16:16; 
17:21). Namun kerajaan tersebut juga di masa depan. (lih. Mat 16:28; 24:14; 26:29; Mar 9:1; Luk 
21:31; 22:16,18). 

Dalam paralel-paralel synopsis dalam Markus dan Lukas kita menemukan frasa "kerajaan 
Allah". Topik pengajaran Yesus yang lazim ini melibatkan bertahtaNya Allah dalam hati manusia 
saat ini yang di kemudian hari akan disempurnakan atas seluruh dunia. Hal ini dicerminkan dalam 
doa Yesus dalam Mat 6:10. Matius, ditulis kepada orang Yahudi, lebih memilih frasa yang yang 
tidak menggunakan nama Alah (kerajaan Surga), sementara Markus dan Lukas, menulis kepada 
Orang bukan Yahudi, menggunakan penunjukan yang serupa, namun menggunakan nama Tuhan. 

Ini termasuk merupakan suatu frasa kunci dalam Injil-injil Sinopsis. Khotbah pertama dan 
terakhir Yesus dan kebanyakan perumpamaan-perumpamaanNya, berurusan dengan topic ini. Hal 
ini menunjuk pada bertahtanya Allah dalam hati manusia sekarang! Cukup mengejutkan, Yohanes 
hanya menggunakan frasa ini dua kali (dan tak ada sama-sekali di perumpamaan-perumpamaan 
Yesus). Dalam injil Yohanes "kehidupan kekal" merupakan suatu istilah dan penggambaran kunci. 

Ketegangan ini disebabkan oleh ke dua kedatangan Kristus. PL berfokus hanya pada satu 
kedatangan Mesias Allah — suatu kedatangan yang bersifat militer, penghakiman, kemegahan — 
namun PB menunjukkan bahwa Ia datang pertama kali sebagai Hamba yang menderita dari yes 53 
dan raja yang merendahkan diri dari Zak 9:9. Ke dua jaman Yahudi, jaman kelaliman dan jaman 
baru kebenaran, bertumpang tindih. Yesus saat ini bertahta dalam hati orang percaya, namun akan 
satu hari nanti bertahta atas semua makhluk ciptaan. Ia akan datang seperti diprediksikan oleh PL! 



280 



Orang percaya hidup di dalam "yang sudah" lawan "yang belum" dari kerajaan Allah (lih. tulisan 
Gordon D. Fee dan Douglas Stuart Bagaimana Membaca Alkitab Untuk Mendapatkan Semua 
NilaiNya, hal. 13 1-134). 

□ "tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" Roh Kudus lah yang 
memberikan kualitas ini kepada orang percaya danmasyarakat orang percaya.Hal-hal ini ialah sifat- 
sifat dari keluarga Allah, eksternal dan internal. 

Istilah "kebenaran" digunakan oleh Paulus di sini dalam pengertian yang khusus. Lihat Topik 
Khusus pada 1:17. Biasanya baginya, kata ini menjelaskan tentang kebenaran yang diberikan, suatu 
deklarasi secara hukum (forensik) oleh Allah mengenai pengampunan dan status dalam Kristus (lih. 
3:21-31; 4). Manusia yang penuh dosa tidak hanya diperhitungkan sebagai benar, mereka menjadi 
benar. Hal ini adalah pemberian sekaligus suatu sasaran, INDICATIVE dan IMPERATIVE, posisi 
dan sebuah tangga, tindakan iman dan suatu kehidupan dalam iman! Lihat Topik Khusus pada 6:4. 

14:18 Pembatasan diri atas kemerdekaan dari orang percaya demi sesama orang percaya yang lebih 
lemah merupakan sebuah pelayanan kepada diri Kristus sindiri. Tak ada cara yang lebih kuat untuk 
menegaskan kasih kita pada Yesus daripada mengasihi, peduli, dan melindungi mereka yang baginya 
Ia telah mati. 

□ "dihormati oleh manusia" Ini barangkali satu cara untuk meneguhkan bahwa kasih Kristen 
bagi sesama membuka pintu pelayanan dan kesaksian pada masyarakat yang belum percaya, (lih. ay 
16; II Kor 8:21; I Pet 2:12). Bagaimana kita saling memperlakukan satu sama lain dalam 
masyarakat iman merupakan suatu kesaksian yang kuat, baik secara positif maupun negatif. 

14:19 "marilah kita mengejar" istilah ini, dioko, suatu ungkapan PL yang lazim di dalam 
Septuaginta dan juga lazim dalam tulisan-tulisan Pulus, berarti "mengikuti dengan penuh hasrat" 
atau "usaha keras secara sungguh-sungguh untuk memperoleh". Paulus menggunakan kata ini dalam 
Rom 9:30,31; 12:13; dan di sini dalam pengertian "mengejar," namun dalam 12:14 bagi mereka 
yang menganiaya orang percaya (lih. I Kor 4:12; bahkan dirinya sendiri, 15:9; II Kor 4:9; Gal 
1:13,23; Flp 3:6). 

Ini ialah sebuah PRESENT ACTIVE INDICATIVE (MSS N, A, B, F, G, L & P) atau sebuah 
PRESENT ACTIVE SUBJUNCTIVE (MSS C, D) yang digunakan dalam pengertian sebuah 
FMPERATIVE. UBS 4 menaruh SUBJUNCTIVE di dalam naskah, namun memberikannya tingkatan 
"D" (dengan kesukaran yang besar). 

Perhatikan hal-hal yang harus dikejar oleh orang-orang Kristen. 

1. keramah-tamahan, 12:13 

2. apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun, 14:19 

3. kasih, I Kor 14:1 

4. keserupaan dengan Kristus, Flp 3 : 12, 14 

5. apa yang baik bagi satu sama lain dan semua orang, I Tes 5:15 

6. keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan, I Tim 6:11 

7. keadilan, kesetiaan, kasih dan damai, bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada 
Tuhan dengan hati yang murni, II Tim 2:22 



281 



□ "damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun" Ini harus menjadi sasaran 
orang percaya dalam segala hal (lih. Maz 34:14; Ibr 12:14). Kemerdekaan dan pemahaman teologia 
pribadi seseorang harus membawa kepada kestabilan dan pertumbuhan dari tubuh Kristus (lih. 15:2; 
I Kor 6: 12; 14:26; Ef 4:12). Lihat Topik Khusus: Membangun pada 15:2. 

14:20 "Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah" Ini ialah suatu PRESENT ACTIVE 
IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE, yang biasanya berarti menghentikan suatu tindakan 
yang tengah berlangsung. Ini adalah sebuah KATA KERJA MAJEMUK {kata + luo) yang kuat. Kata 
ini hanya digunakan tiga kali dalam tulisan-tulisan Paulus. (lih. II Kor 5:1 untuk kematian dan Gal 
2:18 dalam pengertian di sini, menghancurkan). Ada suatu permainan antara "membangun" dalam 
ay 19 dan kata ini, yang secara huruflah berarti "meruntuhkan". Keduanya adalah penggambaran 
tentang suatu pembangunan. 

Apakah "pekerjaan Allah" dalam konteks ini? Ini tidak bisa menunjuk pada kedewasaan, namun 
aktivitas Roh dalam kehidupan orang percaya yang "lemah". Tidak di manapun dalam konteks ini 
atau I Kor 8-10 Paulus berkata bahwa kelompok yang satu harus membantu kelompok lain untuk 
menuruti atau berubah! 

"segala sesuatu adalah suci" Lihat catatan pada ay 14. 

□ 

NASB "tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung" 

NKJV "tetapi celakalah orang, yang makan sambil menyandung" 

NRSV "salahlah engkau jika menjatuhkan orang lain karena apa yang kau makan" 

TEV "salahlah untuk memakan sesuatu yang akan menyebabkan orang lain jatuh dalam 

dosa" 
JB "namun ini menjadi jahat jika karena memakannya kamu membuat orang lain 

terjatuh" 

Ayat ini adalah kebenaran inti dari pasal ini (lih. I Kor 10:25-26; Titus 1:15). 

Ini merujuk pada daging yang dipersembahkan pada berhala (lih. I Kor 8-10). Daging itu sendiri 
tidaklah baik atau jahat, namun jika seorang saudara yang lemah, yang menganggap hal itu tidak 
pantas, melihat sesamanya orang Kristen memakannya lalu ikut juga memakannya, apa yang secara 
moral netral menjadi jahat karena hal ini melanggar kesadarannya akan kehendak Allah. 

Kebanyakan terjemahan bahasa Inggris menghubungkan anak kalimat ini pada "saudara yang 
lebih kuat" dalam hal itu, oleh karena makan, seorang saudara yang lebih lemah terpengaruh. 
Terjemahan Katolik New American Bible memberikann pilihan lain dan menghubungkan anak 
kalimat tersebut pada "saudara yang lebih lemah" dengan menterjemahkannya, "tetapi adalah salah 
bagi seseorang untuk makan apabila makanan tersebut melawan hati nuraninya." Dalam konteks 
pilihan pertama nampaknya adalah yang terbaik namun kemenduaannya mungkin saja adalah 
kesengajaan dan menunjuk pada kedua kelompok sebagaimana ay 22-23. 

14:21 Ini adalah suatu firman bagi "saudara-saudara yang kuat". Ini adalah satu-satunya dasar 
dalam Alkitab bagi konsep teologis "pantangan total" terhadap makanan dan minuman tertentu. 
Orang Kristen yang kuat harus membatasi diri mereka sendiri dalam kasih bagi saudara-saudari 
Kristen mereka dan orang-orang yang masi dalam pencarian yang sungguh-sungguh (orang 
terhilang). Banyak dari pembatasan diri ini bersifat budaya, kedaerahan dan /atau bersifat 
denominasi onal. 



282 



Ini adalah dua AORIST ACTIVE INFINITIVE dengan NEGATIVE PARTICLE yang 
mengisyaratkan "tidak pernah memulai suatu tindakan". Beberapa orang telah menafsirkan 
AORIST-AORIST ini sebagai menerapkannya hanya pada kesempatan tertentu (lih. I Kor 8-10). 
Secara nyata makan dan minum tidak bisa dilarang. 

14:22 

NASB "Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di 

hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam 

apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan" 
NKJV "Apakah engkau memiliki iman? Milikilah itu bagimu sendiri di hadapan Allah. 

Berbahagialah dia yang tidak menghukum dirinya sendiri dala apa yang di 

setujuinya." 
NRSV "Iman yang kau miliki, miliki sebagai keyakinanmu sendiri dihadapan Allah. 

Diberkatilah orang yang tidak memiliki alasan untuk menghukum diri karma apa 

yang mereka setujui." 
TEV "Lalu peliharalah apa yang kau percayau mengenai hal ini, di antara engkau 

dengan Allah. Berbahagialah mereka yang tidak merasa bersalah bial mereka 

melakukan sesuatu yang mereka nilai benar!" 
JB "Berpeganglah pada keyakinanmu sendiri, sebagaimana antara kamu sendiri dan 

Allah — dan anggaplah beruntung orang yang bisa membuat keputusan tanpa harus 

melawan hati nuraninya." 
Ini adalah peneguhan kembali bahwa seorang percaya harus hidup sesuai dengan hati nuraninya 
yang dipimpin oleh Roh, dan mengerti Firman Allah (lih. ay 5). Ia harus berjalan dalam terang yang 
dimilikinya; namun tidak sampai merugikan iman sesama rekan orang percaya. Ayat 22 
berhubungan dengan "saudara yang lebih kuat", sementara ayat 23 kepada "saudara yang lebih 
lemah". 

Ayat 22 dimulai dengan variasi naskah kuno. Dapat merupakan pertanyaan (NKJV) atau sebuah 
pernyataan (NASB, NRSV, TEV & JB). 

□ "dianggap baik (disetujui)" Lihat Topik Khusus pada 2:18. 

14:23 "Tetapi barang siapa yang bimbang" Ini adalah sebuah PRESENT MTDDLE 
PARTICIPLE. Ini menunjuk pada orang Kristen yang terlalu kritis dari ay 3. 

□ "telah dihukum Ini adalah sebuah PERFECT PASSIVE INDICATIVE dari kata + krino, yang 
berarti (1) "ditempatkan dalam suatu tempat yang lebih bersalah secra kontras" (lih. Harold K. 
Moulton, Kamus analitis Yunani yang telah di Revisi, hal. 216) atau (2) "bukan kutukan, namun 
ganjaran yang mengikuti keputusan hukuman" (lih. Rom 5:16,18; 8:1 [lih. Moulton dan Milligan, 
Kosa Kata Testamen Yunani, hal. 328]). Di sini hal ini menunjuk pada pelanggaran terhadap hati 
nurani seseorang dan kesakitan yang dihasilkannya sehubungan dengan pendukaan Roh Kudus. 

□ "kalau ia makan" Ini adalah sebuah KALIMAT THIRD CLASS CONDITIONAL. 

□ "Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa" Dalam bidang-bidang 
alkitabiah yang mendua, dosa adalah suatu pelanggaran atas hati nurani kita, bukan pelanggaran 



283 



ataus hukum. Kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki — selalu terbuka terhadap lebih 
banyak terang dari Alkitab dan Roh. 

Pemahaman orang-orang percaya akan kehendak Allah lah yang menentukan tindakan mereka. 
Bisa saja bagi orang-orang percaya yang dewasa untuk berpegang pada pandangan-pandangan yang 
berbeda tentang pokok-pokok permasalahan yang secara alkitabiah mendua dan keduanya ada dalam 
kehendak Allah. 

□ Beberapa naskah kuno Yunani memiliki kata pujian bagi Tuhan dari 16:25-27 pada penutupan 
pasal 14. Beberapa diantaranya malah menuliskannya di ke dua tempat tersebut. Salah satu naskah 
papirus, P 46 , memilikinya di penutupan pasal 15. Ada enam lokasi yang berbeda dari kata pujian ini 
dalam tradisi naskah kuno Yunani kitab Roma. Untuk diskusi yang lengkap lihat, Sebuah Komentari 
Tekstual dari Perjanjian Baru Bahasa Yunani karya Bruce M. Metzger, terbitan United Bible 
Societies, hal. 533-536. Inilah ringkasan singkat dari teori teori tersebut: (1) Origen mengatakan, 
seorang penyeleweng mula-mula di Roma, Marcion, menghilangkan dua pasal terakhir kitab Roma. 
Ini menjelaskan keberadaan kata pujian dalam pasal 14; (2) ahli lain berspekulasi bahwa Paulus 
menulis satu format kitab Roma untuk dikirimkan pada gereja Roma, pasal 1-14, dan kemudian 
melihat adanya kebutuhan untuk mengirimkan surat yang sama ke Efesus, pasal 1-16. Daftar 
panjang dari salam-salam pribadi (pasal 16) mencerminkan Efesus, bukan Roma; (3) salam-salam 
dari pasal 16 adalah bagi orang percaya dalam perjalanan ke Roma karena Akwila dan Priskila 
berada di Efesus dan tidak pernah tercatat kembali ke Roma; dan (4) kata-kata pujian ini tidak asli 
dan hanya ditambahkan oleh para ahli tulis dikemudian hari untuk maksud-maksud liturgis dalam 
penyembahan umum. 

M. R. Vincent, Kajian Kata-kata, vol. 2, sangat menarik. 

"Terlepas dari berbagai teori tersebut adalah adanya fakta yang kokoh bahwa dari MSS 
tentang Paulus yang masih ada dan diketahui (sekitar tiga ratus) semua MSS tersebut yang 
sampai saat ini tersusun, termasuk semua yang terpenting, memberikan pasal ini susunan 
dan hubungan yang diterima, kecuali dalam hal kata pujian nya" (hal. 750). 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 
kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1. Jelaskan tentang "saudara yang lebih lemah"? Apakah Paulus mengisyaratkan bahwa mereka 
belum dewasa? 

2. Bagaimana kemerdekaan Kristen berhubungan dengan tanggung jawab Kristen? 

3. Apakah setiap hal bersifat "suci (tidak najis)" atau netral dalam moral? (ay 14,20) 

4. Mengapa pertanyaan mengenai makanan begitu penting di Korintus (lih I Kor 8:10), ingat 
Paulus menulis kitab Roma di Korintus? 

5. Terangkan hubungan antara pengetahuan, kemerdekaan, dan kasih dalam pasal ini. 

284 



6. Atas apa kita harus mendasarkan persekutuan dalam gereja? 

7. Atas apa kita mendasarkan pilihan dan tindakan pribadi kita? 

8. Bagaimana tindakan kita mempengaruhi sesama? Apa yang dituntut dari kita dalam hal ini? 

9. Bagaimana kita menetapkan etika Kristen yang pantas? 

10. Mungkinkah bagi orang-orang Kristen yang dewasa untuk saling tidak bersetuju dan 
keduanya dapat diterima oleh Allah? 



285 



286 



ROMA 15 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Senangkan Sesamamu, 
Bukan Dirimu sendiri 


Menanggung Beban 
Orang Lain 


Yang Kuat Harus 
Menanggung Yang 
Lemah 


Senangkan Sesama Bukan 
Diri Sendiri 


(14:22-15:6) 


15:1-6 


15:1-6 


15:1-6 


15:1-6 




Injil Bagi Orang Yahudi 
atau Bukan Sama 


Muliakan Allah Bersama 




Injil Bagi Orang Bukan 
Yahudi 


Seruan Untuk Berstu! 


15:7-13 


15:7-13 


15:7-13 


15:7-12 


15:7-12 








15:13 


15:13 


Penugasan Penginjilan 
Paulus 


Dari Yerusalem ke 
Ilirikum 


Catatan Pribadi 


Alasan Paulus untuk 
Menulis Sedemikian 
Berani 


Epilog 


15:14-21 


15:14-21 


15:14-21 


15:14-21 


15:14-16 










15:17-21 


Rencana Paulus 
Mengunjungi Roma 


Rencana Mengunjungi 
Roma 




Rencana Paulus 
Mengunjungi Roma 


Rencana-rencana Paulus 


15:22-29 


15:22-33 


15:22-29 


15:22-29 


15:22-29 


15:30-33 




15:30-33 


15:30-33 


15:30-33 



SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 

Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 



287 



WAWASAN KONTEKSTUAL UNTUK AYAT 1-13 

A. Diskusi tentang kemerdekaan dan tanggung jawab Kristen berlanjut dalam 15:1-13 dari pasal 14. 

B. Keseluruhan argumentasi dari 14:1-15:13 dapat dibaris besarkan sebagai berikut: 

1. saling menerima satu sama lain karena Allah menerima kita dalam Kristus (lih. 14:1,3; 15:7) 

2. jangan saling menghakimi satu sama lain karena Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan 
Hakim kita (lih. 14:3-12) 

3. kasih lebih penting daripada kemerdekaan pribadi (lih. 14: 13-23) 

4. mengikuti teladan Kristus dan menanggalkan hak anda bagi kebaikan dan manfaat bagi 
sesama (lih. 15:1-13) 

C. 15:5-6 menccerminkan tiga kali lipat maksud dari keseluruhan konteks dari 14:1-15:13 

1 . hidup dalam keserasian satu dengan yang lain 

2. hidup sesuai dengan teladan Kristus 

3. dengan kesatuan hati dan mulut mempersembahkan kesatuan pujian bagi Allah 

D. Ketegangan yang sama antara kemerdekaan pribadi dan tanggung jawab bersama ini dibahas 
dalam I Kor 8-10. 



KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASKAH NASB (UPDATED): 15:1-6 

1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita 
mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan 
sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari 
kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang 
mencerca Engkau, telah mengenai aku." 4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah 
ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan 
oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Semoga Allah, yang adalah sumber 
ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan 
kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah 
dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 



15:1 

NASB "Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat" 

NKJV "Kita yang kuat seharusnya menanggung keberatan dari yang lemah" 

NRSV "Kita yang kuat seharusnya bersabar dengan kegagalan yang lemah" 

TEV "Kita yang kuat dalam iman seharusnya menolong yang lemah memikul 

bebannya" 
JB "Kita yang kuat mempunyai tugas untuk bersabar dengan keragu-raguan dari 

yang lemah" 
Ini adalah dua PRESENT INFINITIVE yang digunakan dalam pengertian IMPERATIVE. 
Penyebutan dari yang kuat dan yang lemah menunjukkan bahwa pasal 15 melanjutkan diskusi yang 



288 



dimulai dari 14:1. Nampaknya hal ini mencerminkan ketegangan di dalam gereja Roma, dan semua 
gereja, dalam cara orang Kristen hidup dalam bidang-bidang yang secara alkitabiah mendua. Paulus 
lagi4agi memasukkan dirinya dalam kelpmpok "yang kuat". 

Bagi pembaca Bahasa Inggris moderen, untuk mencap ke dua sudut pandang sebagai "kuat" dan 
"lemah" adalah berprasangka terhadap kelompok-kelompok tersebut. Ini bukan maksud Paulus. 
Kelompok yang kuat merujuk pada mereka yang telah dimerdekakan dari suatu aturan atau 
kehidupan yang berorientasi pada ritual agamawi. Hubungan mereka dengan Allah tidak secara 
berbahaya bergantung pada melakukan suatau tugas tertentu atau menghindari hal-hal tertentu yang 
secara agamawi tabu. Kelompok yang lain ialah orang yang juga sepenuhnya Kristen, dan 
sepenuhnya diterima, dan merupakan kelompok anggota yang mempunyai komitmen yang penuh. 
Hanya saja, mereka memandang iman mereka melalui gagasan-gagasan agamawi dari pengalaman 
masa lampau mereka. Oranorang percaya Yahudi cenderung untuk berpegang pada praktek-praktek 
Yudaisme Perjanjian Lama. Orang kafir yang bertobat cenderung untuk mempertahankan beberapa 
praktek-praktek dan gagasan dari agama lama (kafir) mereka. Tetapi perhatikan bahwa Paulus tidak 
menyebut pola pikir diantara orang percaya ini sebagai "dosa". Hanya jika ketika mereka melanggar 
hati nurani mereka, maka ini menjadi dosa. (lih. ay 23). 

Istilah "yang lemah" (adunates, tanpa kekuatan, lih. Rom 8:3) berbeda dengan kata astheneo 
dalam 14:1,21 (lih. IKor.8:7,10,ll,12; 9:22), yang juga berarti tanpa kekuatan. 

Naskah ini mengisyaratkan bahwa orang Kristen tidak semestinya mentolerir sesama Kristen 
dengan menggerutu, namun harus dengan kasih saling "peduli" dan "bekerja sama" satu sama lain. 
Istilah, "menanggung" digunakan juga dalam istilah Yesus "memikul salib" dalam Yoh 19:17 dan 
Luk 14:27. Paulus mengetahui ketegangan yang bisa muncul di antara umat beragama. Ia telah 
dilatih di bawah Gamaliel, yang adalah seorang rabi dari kelompok liberal Hillel. 

□ "jangan kita mencari kesenangan kita sendiri" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE 
IMPERATIVE dengan NEGATIVE PARTICLE, yang biasanya berarti menghentikan suatu tindakan 
dalam proses. Keberpusatan pada diri sendiri adalah tanda yang pasti dari ketidak dewasaan; 
mengikuti teladan Kristus (lih. ay 3; Flp 2:1-11) adalah tanda kedewasaan. Lagi, hal ini ditujukan 
bagai kelompok kuat (lih. 14:1,14,16,21,27). Ini bukan untuk mencerminkan bahwa mereka 
bertanggungjawab sepenuhnya dalam memelihara persekutuan. Kelompok lemah dibahas dalam 
14:3, 20, 23; 15:5-6,7. 

15:2 "Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita" Ini adalah "sesama" 
yang digunakan dalam pengertian rekan Kristen. Ini tidak mengisyaratkan pengompromian 
keyakinan secara pribadi, namun bahwa seseorang tidak boleh memaksakan pilihan atau 
pendapatnya dalam bidang-bodang yang mendua. Kesatuan dan pertumbuhan tubuh Kristus, bukan 
kemerdekaan pribadi, adalah yang terpenting, (lih. I Kor 9:19-23; 10:24-33; Ef. 4:1-16). 

□ 

NASB "bagi kemajuannya" 

NKJV "membawa pada kemajuan" 

NRSV "demi kebaikannya untuk membangunnya" 

TEV "supaya membangunnya dalam iman" 

JB "menolong mereka menjadi orang Kristen yang lebih kuat" 

Inilah tema utama pasal 14 (lih. 14:16,19). Ini juga merupakan slah satu ujian bagi karunia 
rohani yang didapati dalam I Kor 10:23; 12:7; 14:26; Ef 4:29. 



289 



Dalam konteks hal ini menunjuk pada orang percaya yang lebih kuat membatasi 
kemerdekaannya dalam kasih untuk maksud menolong rekan sesama Kristen bertubuh dalam iman. 
Joseph A. Fitzmyer dan Raymond E. Brown, ed., dalam Komentari Alkitab Jerome, vol. 2, 
mempunyai komentar yang menarik pada ayat ini. 

"Frasa ini seringkah diambil untuk diartikan sebagai 'membangun dia' (sesama), yang 
merujuk pada pembangunan kepribadian dari sesama Kristen. Namun mengingat bahwa 
Paulus sering menggunakan penggambaran bangunan dalam surat-suratnya dalam suatu 
pengertian kebersamaan, maka di sini frasa ini tidak diragukan memiliki arti sosial, 
kebersamaan pula. (lih. I Kor 14:12; Ef 4:12; Rom 14:19)" (hal. 328). 



TOPIK KHUSUS: MEMBANGUN 

Istilah ini oikodomeo berikut bentuk-bentuk lainnya sering digunakan oleh Paulus. Secara 
hurufian berarti "membangun sebuah rumah" (lih. Mat 7:24), namun digunakan untuk 
menggambarkan 

1. tubuh Kristus, gereja, I Kor 3:9; Ef 2:21; 4:16; 

2. membangun 

a. saudara yang lebih lemah, Rom 15:1 

b. sesama, Rom 15:2 

c. satu sama lain, Ef 4:29; I Tes 5:11 

d. orang-orang kudus bagi pelayanan, Ef 4: 1 1 

3. kita membangun atau memajukan dengan 

a. kasih, I Kor 8:1; Ef 4:16 

b. membatasi kemerdekaan pribadi, I Kor 10:23-24 

c. menhindari spekulasi, I Tim 1:4 

d. membatasi pembicara-pembicara dalam ibadah penyembahan (para penyanyi, guru, nabi, 
pembicara berbahasa lidah dan penterjemahnya) I Kor 14:3-4,12 

4. segala hal harus membangun 

a. Otoritas Paulus, II Kor 10:8; 12:19; 13:10 
b. pernyataan simpulan dalam Rom 14:19 dan I Kor 14:26 



15:3 "Karena Kristus juga" Kristus adalah pola dan teladan kita. Kebenaran ini juga ditekankan 
dalamay 5; Flp 2:1-11; IPet 2:21; I Yoh 3:16. 

□ "ada tertulis" ini adalah sebuah PRESENT PASSIVE INDICATIVE, yang merupakan suatu 
ungkapan bagi Kitab Suci PL. Ini adalah kutipan dari Maz 69:9 dan 7. Dengan merujuk pada teladan 
Kristus (tidak menyenangkan diriNya sendiri, lih. Flp 2:5-8) sebagai tambahan terhadap suatu 
kutipan PL, Paulus menggunakan dua sumber otoritas yang terpenting dalam gereja mula-mula (lih. 
Newman dan Nida, Buku Panduan Penterjemah bagi Surat Paulus kepada Roma, hal. 271). Kristus 
yang dengan tidak mementingkan diri, menanggung seluruh dosa dunia adalah teladan kita (lih. I 
Yoh 3:16). 

15:4 "sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi 

kita" PL telah ditulis bagi orang percaya PB juga (lih. Rom 4:23-24; 15:4; I Kor 9:10; 10:6,11). PL 
relevan bagi orang-orang percaya perjanjian baru. (lih. II Tim 2:15; 3:16-17). Ada kelanjutannya, 
namun juga ada keterpisahan antara Perjanjian Lama dan Baru. 



290 



□ "oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci" Perhatikan bagaimana kebenaran Firman 
Allah dan tanggapan gaya hidup orang percaya terhadapnya digabungkan. Iman dan perbuatan 
terikat bersama-sama (lih. ay 5). Hal ini menghasilkan keyakinan dalam kehidupan, kematian, dan 
pada pengharapan kembalinya Kristus yang dijanjikan. 

□ "kita teguh berpegang pada pengharapan" Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE 
SUBJUNCTIVE, yang mengisyaratkan bahwa pengharapan kita tergantung dari tindakan-tindakan 
yang disebutkan lebih lanjut dalam ay 4. Dalam PB "pengharapan" sering merujuk pada Kedatangan 
Kedua pada saat mana keselamatan kita akan disempurnakan (lih. Rom 8:30; I Yoh 3:2). Istilah 
Yunani ini tidak memiliki konotasi ketidak pastian seperti istilah bahasa Inggrisnya. Kedatangan 
Kedua adalah peristiwa yang pasti terjadi hanya waktunya saja yang tidak pasti. Paulus seringkah 
menggunakan istilah ini dalam beberapa pengertian yang terkait namun berbeda. Seringkah hal ini 
dihubungkan dengan penyempurnaan atas iman orang percaya. Ini bisa dinyatakan sebagai 
kemuliaan, hidup kekal, keselamatan tertinggi, Kedtangan Kedua, dll. Penyempurnaan tersebut 
pasti terjadi namun elemen waktunya adalah di masa depan dan tidak diketahui. Hal ini juga sering 
dihubungkan dengan "iman" dan "kasih" (lih. I Kor 13:13; I Tes 1:3; II Tes 2:16). Suatu daftar 
sebagian dari penggunaan-penggunaan Paulus adalah: 

1. Kedatangan Kedua, Gal 5:5; Ef 1:18; 4:4; Titus2:13 

2. Yesus adalah pengharapan kita, I Tim 1 : 1 

3. Kepercayaan pada Injil, Kol 1 :23 

4. Keselamatan tertinggi, Kol. 1:5; I Tes 4:13; 5:8 

5. Kemuliaan Allah, Rom 5:2, II Kor 3:12; Kol 1:27 

6. Jaminan Keselamatan, I Tes 5:8 

7. Hidup kekal, Titus 1 :2; 3 :7 

8. Penebusan segala makhluk, Rom 8:20 

9. Iman, Rom 8:23-25, 15:4 

10. Gelar Allah, Rom 15:13 

1 1 . Kerinduan Paulus akan orang-orang percaya, II Kor 1 :7 

15:5 "semoga Allah. . .mengaruniakan" Ini adalah sebuah AORIST ACTIVE OPTATIVE yang 
langka, yang menyatakan suatu pengharapan atau doa. Doa Paulus, ay 5-6, memiliki dua 
permohonan (1) menjadi sepikir (lih. 12:16; II Kor 13:11; Flp 2:2) dan (2) menjadi satu suara pujian 
(lih. ay 6, 7,9). 

"Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan" Ini hampir merupakan gelar 
diskriptif Allah (lih. 15:13; I Kor 1:3). Sifat-sifat Allah ini datang pada orang percaya melalui Kitab 
Suci (lih. ay 4). Lihat Topik Khusus: Perlunya Ketekunan pada 8:25. 

15:6 "Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus" Ini adalah gelar PB yang lengkap dari Tuhan 
(lih. II Kor 1:3; Ef 1:3; I Pet 1:3). Ini bukan Allah tuntutan filsafat, tetapi perwahyuan. Perhatikan ke 
dua gelar Allah dalam doa Paulus dalam ay 5-6 (1) Allah sumber ketekunan dan penghiburan; dan 
(2) Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Lihat Topik Khusus: Ketekunan pada 8:25 dan Bapa 
pada 1:7. 



|NASB (UPDATED) TEXT: 15:7-13" 



291 



7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, 
untuk kemuliaan Allah. 8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah 
Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah 
diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, 9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya 
mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan 
memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu." 
10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya." n Dan lagi: 
"Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji 
Dia." 12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan 
bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh 
harapan." 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan 
damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah- 
limpah dalam pengharapan. 



15:7 

NASB, TEV "terimalah satu akan yang lain" 

NKJV "terimalah satu akan yang lain" 

NRSV "sambutlah satu akan yang lain" 

JB "perakukan setiap sesama dengan cara persahabatan yang sama" 

Ini adalah sebuah PRESENT MIDDLE IMPERATIVE. Orang percaya harus terus menerus 
saling menerima satu dengan yang lain karena Kristus menerima mereka. Kebenaran yang sama ini 
ditemui dalam 14:1. Namun demikian, di sini hal ini memperkenalkan serentetan bagian-bagian PL 
mengenai penerimaam Allah akan ORang bukan Yahudi, (lih. ay 9-12). Ini bisa jadi mencerminkan 
ketegangan dalam gereja Roma. 

KeKristenan bercirikan penyerahan diri orang percaya satu sama lain. (lih. 1:12; 12:5,10,16; 
13:8; 14:13,19; 15:5,7,14; 16:16). 

□ "sama seperti Kristus juga telah menerima kita" Ini adalah sebuah AORIST MIDDLE 
INDICATIVE. Inilah motif dan dorongan tindakan orang percaya terhadap sesama (lih. 14:3). 
Dalam pasal 14 fokusnya adalah pada (1) Kristus sebagai Tuhan dan Hakim, ay 1-12, dan (2) Kristus 
sebagai teladan dari kasih yang memberikan diri, ay 13-23. Kristus menerima kita, kita harus 
menerima sesama! 

□ "untuk kemuliaan Allah" Lihat catatan pada 3 :23 . 

15:8 "Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat" Yesus dalah penggenapan Allah 
atas nubuatan PL (lih. Mat 15:24). Ini bisa jadi diarahkan pada ketegangan dalam gereja Roma 
antara orang percaya Yahudi dan orang percaya Bukan Yahudi. 

□ 

NASB "oleh karena kebenaran Allah, ... untuk mengokohkan janji yang telah diberikan- 
Nya kepada nenek moyang kita" 

NKJV "karena kebenaran Allah, ... untuk meneguhkanjanji-janji yang telah diberikan 
pada nenek moyang." 

NRSV "oleh karena kebenaran Allah supaya Ia bisa meneguhkan janji-janji yang 
diberikan pada para pendahulu" 



292 



TEV "atas nama orang Yahudi, untuk menunjukkan bahwa Allah setia, untuk membuat 

janji-janjinya kepada nenek moyang mereka terwujud." 
JB "sedemikian hingga Allah bisa dengan setia menggenapi janji-janji yang diberikan 

pada para pendahulu" 

Ini barangkali berhubungan dengan janji-janji perjanjian Allah dalam PL kepada Israel, (lih. 
4:16). Namun demikian, ini bisa juga menunjuk pada janji-janji Allah untuk menebus seluruh umat 
manusia (lih. Kej 3:15, 12:3, Kel 19:5-6; Yes 2:2-4; 56:7; 66:18-24). Misteri dari Injil ialah bahwa 
rencana Allah selalu menyatukan orang Yahudi dan Bukan yahudi melalui Kristus (lih. Ef 2:11- 
3:13). 

Berita PB adalah penggenapan pengharapan PL, bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Misi 
Agung Kristus adalah untuk (1) menggenapi janji pengharapan bagi Israel; dan (2) membuka pintu 
pada Orang Bukan Yahudi (lih. Rom 3:29-30; 9:30; 10:11-12,16-20; 11:25,32; 16:25; Ef 2:11-3:21). 
Sebagaimana Israel telah gagal dalam misi penginjilan mereka untuk menyatakan Allah dan menarik 
bangsa bukan Yahudi kepada Iman, Yesus memberi kekuatan pada Israel Rohani yang baru (lih. Gal 
6:16) untuk menggenapi tugas universal ini (lih. Mat 28:19-20; Yoh 3:16). 

□ "mengkokohkan" Lihat Topik Khusus pada 4:16. 

15:9-12 Ini adalah suatu rentetan kutipan PL untuk menunjukkan bahwa orang bukan Yahudi selalu 
mempunyai bagian dalam rencana Allah (lih. 10:16-20). Ini adalah rentetan kutipan PL dari Maz 
18:49 atau II Sam 22:50; UI 32:43; Maz 117:1; Yes 11:1,10. Perhatikan ada kutipan dari setiap 
bagian dari kanonika Ibrani: Hukum Taurat, Nabi-nabi, dan Tulisan-tulisan (Sastra). 

15:9 "memuliakan Allah karena rahmatNya" Rahmat Allah adalah kunci teologis bagi pra 
destinasi dalam Roma (lih. 9:15,16,18,23) dan pencakupan orang bukan Yahudi (lih. 11:30,31,32; 
15:9). Rahmat Allah lah yang menyelamatkan Israel. Rahmat Allah juga lah yang menyelamatkan 
orang percaya bukan Yahudi. Mekanismenya bukanlah prestasi manusia (lih. Rom 9), namun sifat 
Allah yang penuh anugerah dan tidak berubah (lih. Kel 34:6; Neh 9:17; Maz 103:8,4; Yoel 2:13) dan 
janji akanMesias (lih. Yes 11:1,10). 

15:13 "Semoga Allah, sumber pengharapan" Ini adalah suatu pujian penutupan bagi unit tulisan 
yang berawal dengan 14:1. Ini adalah satu lagi gelar yang indah dari Tuhan- Allah sumber 
pengharapan. 

15:13 "memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera" ini adalah sebuah 
AORIST ACTIVE OPTATIVE, menyatakan doa Paulus bagi orang percaya di Roma. Prhatikan 
kehadiran kata "segala" (lih. 5:1-2; 14:17). 

□ 

NASB, NKJV, 

NRSV "dalam kepercayaan" 

TEV "dengan melalui imanmu dalam Dia" 

JB "dalam iman kamu" 

Ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE INFINITIVE. Ini menyatakan keyakinan dari ketekunan 
oleh iman yang terus menerus dalam Kristus, dalam kuasa Roh Kudus, yang bersandar pada 



293 



kesukacitaan dan kedamaian pribadi. Iman dalam Kristus tidak hanya suatu tanggapan awal namun 
tanggapan gaya hidup. 

□ "sehingga kamu.... berlimpah-limpah dalam pengharapan" Ini adalah sebuah PRESENT 
ACTIVE INFINITIVE dari perisseuo, yang pada dasarnya berarti "melampaui dan di atas". 

TOPIK KHUSUS: BERLIMPAH-LIMPAH (PERISSEVO) 

Paulus sering menggunakan istilah ini 

1 . Kebenaran Allah semakin melimpah bagi kemuliaanNya, Rom 3:7 

2. kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu 

orang, yaitu Yesus Kristus, Rom. 5:15 

3 . Orang-orang percaya berlimpah dalam pengharapan, Rom. 15:13 

4. Orang-orang percaya tidak dihargai Allah karena makan atau tidak makan makanan tertentu, I 

Kor 8:8 

5. Orang-orang percaya berlimpah dalam membangun gereja, I Kor 14:12 

6. Orang-orang percaya berlimpah dalam pekerjaan Tuhan, I Kor 15:58 

7. Orang-orang percaya berbagi secara berlimpah dalam penderitaan Kristus dan berlimpah dalam 

penghiburan Kristus, II Kor 1:5 

8. Pelayanan kebenaran berlimpah dalam kemuliaan, II Kor 3:9 

9. Uncapan syukur orang percaya berlimpah bagi kemuliaan Allah, II Kor 4:15 

10. Orang percaya berlimpah dalah Sukacita, II Kor 8:2 

1 1 . Orang percaya berlimpah dalam segalanya (iman, perkataan, pengetahuan, kesungguhan, dan 

kasih), juga dalam pemberian bagi gereja Yerusalem, II Cor. 8:7 

12. Segala kasih karunia berlimpah bagi orang percaya, II Kor 9:8 

13. Ucapan syukur orang percaya yangmelimpah bagi Allah. II Kor 9:12 

14. Kekayaan angerah Allah berkelebihan pada orang percaya, Ef 1 :8 

15. Kasih Orang percaya kiranya berlimpah lebih-dan lebih lagi, Flp. 1 :9 

16. Keyakinan orang percaya dalam Paulus melimpah dalam Kristus, Flp 1:26 

17. Berkelimpahan, Flp 4:12,18 

18. Orang-percaya berlimpah-limpah dengan syukur, Kol 2:7 

19. Orang-orang percaya meningkat dan berlimpah dalam kasih satu sama lain, I Tes 3:12 

20. Berlimpah-limpah dalam gaya hidup saleh, I Tes 4:1 

21. Berlimpah-limpah dalam kasih pada rekan orang percaya, I Tes 4:10 

Pemahaman Paulus mengenai anugerah Allah dalam Kristus adalah "melampaui dan di atas", 
sedemikian juga, keperluan bagi orang percaya untuk berjalan dalam anugerah dan kasih yang 
"melapaui dan di atas" ini dalam kehidupan mereka sehari-hari! 



□ "oleh kekuatan Roh Kudus" Roh Kudus adalah Pribadi dalam Trinitas yang aktif dalam Jaman 
Baru ini. Tak satupun nilai atau pengaruh yang kekal muncul tanpa Dia (lih. 15:19; I Kor 2:4; I Tes 
1:5). Lihat Topik Khusus pada 8:9 dan 8:11. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 

294 



kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1 . Apakah kebenaran inti dari Roma 14:1-15:13? 

2. Mengapa Paulus mengutip bagian PL dalam ayat 9-12? Kebenaran Utama apa yang diajarkan 
ayat-ayat tersebut? 

WAWASAN KONTEKSTUAL AYAT 14-33 

A. Dalam banyak hal penutupan surat ini murip dengan pembukaannya, 1:8-15 

1. memuji iman mereka (lih. 1:8) 

2. mempertahankan kerasulan Paulus tentang injil bagi bangsa bukan Yahudi (lih. 1 : 13, 14) 

3 . menyatakan kerinduan Paulus untuk mengunjungi mereka (lih. 1 : 1 0, 1 3) 

4. menyatakan kerinduan Paulus bhaw mereka akan membantu nya dalam perjalanannya ke 
daerah lain yang belum diinjili (Spanyol, lih. 1:13) 

B. Lagi ada tanda ketegangan dalam gereja Roma antara orang percaya Yahudi dan orang percaya 
Non Yahudi yang telah disinggung atau diisyaratkan di keseluruhan surat, namun khususnya 
pasal 9-11, 14:1-15:13. 

C. Juga ada tanda ketegangan dalam gereja mula-mula mengenai status kerasulan Paulus. Ia 
nampaknya berusaha mepertahankan diri dalam ay 15-19; 1:2,5. 

D. Unit tulisan ini mengandung dua topik. 

1. Kerasulan, penginjilan dan pelayanan yang berorientasi pada bangsa Non Yahudi dari 
Paulus (lih. ay 14-21) 

2. Rencana perjalanan Paulus untuk menggenapi maksud ini mungkin akan membawanya ke 
Roma (lih. ay 22-33) 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASB (UPDATED) TEXT: 15:14-21 

14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah 
penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati. 
15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini 
dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, 16 yaitu bahwa aku 
boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan 
pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah 
sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. Jadi 
dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. 18 Sebab aku tidak akan 
berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan 
Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan 



295 



dan perbuatan, 19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. 
Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah 

20 

memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap 
sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama 
Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah 
diletakkan orang lain, 21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah 
menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah 
mendengarnya, akan mengertinya." 



15:14 

NASB "Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu" 
NKJV "Sekarang aku sendiri yakin akan kamu saudara-saudaraku" 
NRSV "Aku sendiri merasa yakin tentang kamu, saudara-saudariku" 
TEV "Kawan-kawanku: Aku sendiri merasa yakin bahwa kamu" 

JB "Bukanlah karena aku meragukanmu, saudara-saudaraku, sebaliknya aku cukup 

yakin bahwa kamu" 

Kata "Aku" {auto ego) bersifat sangat tegas dalam bahasa Yunani. Paulus sedang benar-benar 
memuji gereja ini (yakin, PERFECTPASSIVEINDICATIVE). 

Paulus menegaskan tiga hal mengenai Orang-orang Kristen Roma dalam ay 14: (1) mereka 
penuh dengan kebaikan [PRESENT ACTIVE INDICATIVE]; (2) mereka penuh dengan 
pengetahuan [PERFECT PASSIVE PARTICIPLE]; dan (3) mereka mampu untuk saling menegur 
satu sama lain [PRESENT PASSIVE PARTICIPLE]. Ayat ini mengisyaratkan bahwa Pulus tidak 
membawa berita baru kepada mereka, namun menerangkan dan menjernihkan kabar baik yang telah 
mereka dengar dan terima (lih. ay 15). 

□ "kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala" Sebagaimana kata "Aku 
sendiri" dalam frasa pertama yang bersifat tegas, "kamu" di sini juga demikian. Istilah "penuh" 
(mestos) berarti "penuh dengan" atau "tersedia banyak". Paulus menggunakan istilah ini hanya dua 
kali, keduanya dalam Roma (1:29; 15:14). 

Istilah "dipenuhi" (pleroo) adalah suatu PERFECT PASSIVE PARTICIPLE. Paulus sering 
menggunakannya dalam Roma (lih. 1:29; 8:4; 13:8; 15:13,14,19). Ia juga sering menggunakan 
KATA BEND Anya pleroma dalam Roma (lih. 11:12,25; 13:10; 15:29), namun tidak pernah 
menggunakan bentuk KATA SIFATnya dalam tulisannya yang manapun. 

Adalah kerinduan Paulus agar injil mengisi orang percaya sampai meluap-luap dalam kasih dan 
pelayanan. Orang percaya mendapatkan segala yang mereka perlukan dalam Kristus. Mereka perlu 
menyetujui dan menerima sepenuhnya jaminan ini. 

□ "penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan" Ada dua cara untuk memahami 
istilah ini: (1) keduanya secara kontekstual berkaitan dengan unit tulisan yang tepat sebelumnya 
yaitu 14:1-15:13 — kasih orang percaya kepada satu sama lain di tengah perbedaan antar orang 
Kristen dalam bidang-bidang alkitabiah yang mendua. Hal ini di teguhkan oleh penggunaan umum 
dari istilah "baik" dalam 14:16; 15:2 dan di sini; atau (2) bahwa hal ini berhubungan dengan 
keseluruhan injil iman dan perbuatan, ortodoksi dan ortopraksi. 

15:15 "aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu" Paulus menuliskan 
suratnya ke Roma dari Korintus. Ia diserang oleh salah satu golongan dalam gereja tersebut karena 



296 



berani dalam tulisan-tulisannya, namun lemah secara jasmaniah. KATA KERJA ini yang dibentuk 
dari kata "dengan berani" ditemukan dalam II Kor 10:2,12; 11:21. Keberanian Paulus ini berasal 
dari pertobatan, panggilan, dan pengetahuannya tentang injil. 

□ "karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku" Paulus menunjuk pada 
anugerah Allah (lih. 1:5; 12:3; I Kor 3:10; 15:10; Gal 2:9; dan Ef 3:7-8) yang telah memanggilnya, 
menyelamatkannya, melengkapinya dengan karunia, dan mengutusnya kepada bangsa bukan 
Yahudi, (lih. 11:13; 15:16). Ini adalah suatu cara meneguhkan kerasulan dan otoritasnya, (lih. 
1:1,5). 

15:16 "pelayan. . .pelayanan. . .persembahan. . .dapat diterima" Ayat 16 dan 17 mengandung 
beberapa istilah dan frasa keimaman. "Pelayan" digunakan untuk pelayanan keimaman dalam ay 27. 
Digunakan untuk pelayanan Kristus dalam Ibr 8:2. Paulus melihat dirinya sebagai seorang imam 
(lih. Flp 2:17) yang mempersembahkan bangsa bukan Yahudi kepada Allah, yang semestinya adalah 
tugas Israel (lih. Kel 19:5-6; Yes 66:20). Gereja teriah diberikan tugas penginjilan ini (lih. Mat 
28:18-20; Luk 24:47). Gereja disebut dengan istilah imamat PL dalam I Pet 2:5,9 dan Wah 1 :6. 

□ "disucikan oleh Roh Kudus" Ini adalah sebuah PERFECT PASSIVE PARTICIPLE yang 
artinya, "telah dan terus disucikan oleh Roh Kudus." Lagi-lagi hal ini bisa jadi mencerminkan 
ketegangan antara orang-orang percaya Yahudi dan BUkan Yahudi dalam gereja Roma. Paulus 
menyatakan secara jelas bahwa bangsa-bangsa (Bukan Yahudi) telah dan akan terus diterima 
sepenuhnya dan disucikan oleh Roh Kudus (lih. I Kor 6: 1 1). 

15:17-19 Perhatikan kesatuan tindakan daari Allah Tritunggal: bagi Allah (lih. ay 17); dalam Kristus 
(lih. ay 17) dan dalam kuasa Roh (lih. ay 19). Perhatikan juga ketiga pribadi keAllahan dalam ay 30. 
Walaupun istilah Trinitas tidak alkitabiah, namun konsepnya alkitabiah (lih. Mat 3:16-17; 28:19; Kis 
2:33-34; Rom 8:9-10; I Kor 12:4-6; II Kor 1:21; 13:14; Ef 1:3-14; 4:4-6; Titus 3:4-6; I Pet 1:2). 
Lihat Topik Khusus: Trinitas pada 8:11. 

15:18-19 Paulus memaparkan cara-cara yang berbeda yang digunakan sehingga pelayanannya 
kepada bangsa Bukan Yahudi efektif (1) melalui perkataan; (2) melalui perbuatan; (3) dalam tanda- 
tanda; (4) dalam mujizat-mujizat; dan (5) semuanya melalui kuasa Roh. 

Sekedar catatan mengenai suatu variasi kenaskahan yang berhubungan dengan #5, "Roh": 
beberapa naskah Yunani menambahkan "Roh Kudus ", beberapa yang lain "Roh Allah ". 
Sebagaimana dengan banyaknya variasi yang ada, penambahan atau penjelasan yang bukan ilham 
ini, tidak mempengaruhu kebenaran dari bagian ini. Hal ini biasanya adalah upaya untuk 
membakukan frasa PB oleh para ahli tulis yang menggandakan naskah tersebut di kemudian hari. 

15:18 "memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan" Sasaran Allah adalah selalu suatu 
bangsa yang mencerminkan sifatNya. Injil Yesus memulihkan gambar Allah yang terhilang pada 
saat kejatuhan manusia dalam Kej 3. Persekutuan intim dengan Allah dibuktikan dengan karakter 
yang kudus. Sasaran keKristenan ialah persekutuan dengan Allah dan keserupaan dengan Kristus 
sekarang! 

□ "oleh perkataan dan perbuatan" ini merujuk pada pelayanan Paulus, bukan ketaatan dari 
Orang-orang Kristen Roma. Hal ini secara nyata berkaitan dengan kuasa Roh dalam ay 19. 



297 



15:19 "dalam tanda-tanda dan mujizat-mujizat" Ke dua istilah ini banyak kali nampak secara 
bersamaan dalam Kisah Para Rasul (lih. 14:8-10; 16:16-18, 25-26; 20:9-12; 28:8-9), menjelaskan 
kuasa Allah ayng bekerja melalui injil (lih. II Kor 12:12). Mereka nampaknya memiliki arti yang 
sama. Tepatnya apayang dirujuk dalam hal ini — mujizat atau pertobatan — tidaklah jelas. Di sini lagi, 
ini mungkin adalah isyarat tentang ketegangan atas kerasulan Paulus. Sebagaimana Allah 
meneguhkan pekerjaan ke dua belas murid di Yerusalem, Ia juga meneguhkan pekerjaan Paulus di 
antar bangsa-bangsa Bukan Yahudi dengan menggunakan tanda-tanda yang bisa dilihat. 

□ "aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus" ini adalah sebuah PERFECT ACTIVE 
INFINITIVE dari kata pleroo (lih. ay 14). Ini mengissyaratkan bahwa Paulus percaya ia telah 
menyelesaikan tugas pengabaran injilnya di Mediterania timur (lih. ay 23). 

□ "sampai ke Ilirikum" ini adalah propinsi Romawi, yang juga dikenal sebagai Dalmatia, terletak 
di sisi timur dari laut Adriatik di sebelah barat dari semenanjung Yunani (Makedonia). Kisah tidak 
pernah mencatat Paulus mengabarkan injil di sana, namun menyebutkan ia ada di daerah tersebut 
(lih. 20:1-2). "Sampai" bisaberarti "di perbatasan dari" atau "di wilayah dari." 

15:20 "Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak 
melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang" ini adalah strategi 
penginjilan Paulus yang konsiten (lih. I Kor 3:10; II Kor 10:15-16). Ia berkeinginan untuk 
menjangkau orang kafir yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendengar dan menerima 
injil. Ia biasanya memilih kota-kota Romawi yang besar dan berlokasi strategis sehingga gereja yang 
berdiri dapat menginjili dan memuridkan wilayahnya. 

15:21 Ini adalah kutipan Septuaginta (LXX) dari Yes 52:15 yang berbicara mengenai orang Bukan 
Yahudi yang mendengar tentang Allah. Paulus memilih nubuatan ini sebagai strategi pelayanannya. 



NASKAH NASB (UPDATED): 15:22-29 

22 Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu. 23 Tetapi sekarang, 
karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di daerah ini dan karena aku telah beberapa 
tahun lamanya ingin mengunjungi kamu, 24 aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku 
dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan 
aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu. 25 Tetapi sekarang aku 
sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang 
kudus. 26 Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan 
sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem. 27 Keputusan 
itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa- 
bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga 
bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka. 28 Apabila aku 
sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha bangsa-bangsa lain itu 
kepada mereka, aku akan berangkat ke Spanyol melalui kota kamu. 29 Dan aku tahu, bahwa 
jika aku datang mengunjungi kamu, aku akan melakukannya dengan penuh berkat Kristus. 



15:22 "Itulah sebabnya" Alasan ini diterangkan dalam ay 20. 



298 



□ "aku selalu terhalang" Ini adalah sebuah IMPERFECT PASSIVE INDICATIVE. Ia selalu 
terhalang dan terhalang lagi (lih. 1:13). Penghalangnya tidak dinyatakan. Barangkali Allah, setan, 
orang jahat, atau kesempatan menginjil yang lainnya. 

Ingat Paulus menulis kitab Roma ketika sedang berada di Korintus. Di Korintus lawan-lawan 
Paulus menyerang dia karena ia belum bisa memenuhi rencana-rencana perjalanannya. Paulus tentu 
saja terpengaruh dengan serangan-serangan dari dalam gereja Korintus. Ia mungkin telah 
menyebutkan bahwa rencana perjalanannya telah lagi-lagi terhalang. 

15:23 "tetapi sekarang, karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di daerah ini" Ayat ini 
harus dibaca dalam pengertian keterbatasan geografis dari wilayah Asia Kecil atau Mediterania 
Timur. Paulus belum berkhotbah kepada siapapun, di manapun di wilayah ini, kecuali kepada 
beberapa orang saja. 

□ "karena aku telah beberapa tahun lamanya ingin mengunjungi kamu" Paulus telah sering 
menyatakan kerinduannya mengunjungi Roma. (lih. 1:10-15; Kis 19:21; 23:11). 

Ada variasi naskah Yunani di titik ini yang tidak disebut dalam catatan kaki kristis dari UBS. 
Naskah kuno Yunani MSS P 46 , N, A, D, F, G & L mempunyai kata "banyak" (polus) yang digunakan 
dalam ay 22, namun MSS B, C & P menggunakan kata "beberapa" (ikanos). Kemungkinan para ahli 
tulis di keudian hari agang merasa terganggu dengan pernyataan Paulus yang berlebihan. 

15:24 "dalam perjalananku ke Spanyol" Paulus ingin pergi ke wilayah barat dari Kekaisaran 
Romawi (lih. II Kor 10:16). Ia telah dibebaskan dari penjara Roma setelah penutup dari Kisah Para 
Rasul dan pergi pada perjalanan penginjilannya yang ke empat. Surat-surat Pastoral (I Tim, II Tim, 
dan Titus) dituliskan pada perjalanan ke empat ini. Ada kemungkinan rujukan mengenai hal ini 
dalam II Tim 4:10 di mana beberapa naskah kuno Yunani berhuruf besar N, C dan terjemahan Latin 
Vulgate dan Coptic menuliskan kata "Galia." Klemens dari Roma, yang menulis sebelum 
berakhirnya abad pertama, dalam tulisannya "Surat kepada Orang Korintus", 5:7 juga menegaskan 
bahwa Paulus berperjalanan ke "Perbatasan bagian Barat". 

□ "sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana," Frasa ini menjadi suatu ungkapan teknis 
dalam gereja untuk membantu misionaris yang berkeliling menunju ke tujuan penginjilannya yang 
selanjutnya (lih. Kis 15:3; I Kor 16:6, 11; II Kor 1:16; Titus 3:13; III Yoh 6). Roma tidak mampu 
menyumbangkan dana bantuan bagi gereja di Yerusalem namun mereka bisa menjadi suatu bantuan 
keuangan bagi perjalanan panginjilan Paulus ke barat. 

15:25 "bantuan kepada orang-orang kudus" istilah ini sering digunakan dalam hubungan dengan 
penggalangan dana (lih. ay 31; I Kor 16:15; II Kor 8:4; 9:1). Lihat Topik Khusus: Orang -orang 
Kudus pada 1:7. 

15:26 "menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di 
Yerusalem" Paulus telah menerima kumpulan dana ini (lihat Topik Khusus: Koinonia pada 12:13) 
selama beberapa tahun dari (1) Galatia dan Asia Kecil (lih. I Kor 16:1-4), dan (2) Makedonia dan 
Akhaya (lih. II Kor 8-9). Ia memperoleh gagasan ini dari gereja di Antiokhia (lih. Kis 11:30; 12:25). 
Hal ini dimaksudkan untuk membantu mempersatukan ke dua sayap dari gereja mula-mula — orang 
Yahudi dan Bukan Yahudi. Gereja-gereja orang Bukan yahudi dijelaskan sebagai "dengan bersuka" 
mengerjakannya (lih. ay 26 dan 27). Lihat Topik Khusus di bawah ini. 



299 



TOPIK KHUSUS: ORANG KRISTEN DAN ORANG YANG KELAPARAN 

I. Pengantar 

A. Kelaparan adalah satu tanda yang selalu mengingatkan pada kondisi kejatuhan manusia dan 
makhluk ciptaan. 

B. Kelaparan hunger ialah satu aspek dari permasalahan kejahatan dan penderitaan. Hal ini secara 
langsung disebabkan oleh manusai, bukan Allah. Walaupun Allah menggunakan berkat atau 
kutuk agricultural sebagai cara untuk menghargai atau menghukum Umat PerjanjianNya (UI 27- 
28), Hal ini tidak selalu demikian bagi orang tidak percaya secara umum (Mat 5:45). Kelaparan 
ialah satu lagi contoh dari manusia yang tamak mengasihi diri sendiri dan materialistic. Masalah 
kelaparan sesungguhnya bukan masalah makanan, namun motivasi dan prioritas manusia. 

C. Kelaparan ialah suatu kesempatan bagi umat tebusan untuk mencerminkan kasih Allah. Reaksi 
orang-orang percaya terhadap kebutuhan-kebutuhan jasmani dalam gereja dan di dunia 
menunjukkan siapa mereka sesungguhnya. 

II. Bahan-bahan Alkitabiah 

A. Perjanjian Lama 

1 . Musa 

a. salah satu dari ke tiga kemungkinan persepuluhan di Israel kuni ialah bagi orang miskin 
(UI 14:28-29) 

b. Hukum Taurat memberikan pengadaan bagi orang miskin agar bisa makan (Kel 23:11; 
Im 19:10; 23:22; UI 24:19-22) 

c. Hukum Taurat menyediakan korban khusus yang tidak mahal bagi orang miskin (Im 
14:21) 

d. Israel harusnya memiliki sikap berbelas kasihan dan tangan yang terbuka bagi orang 
miskin dan membutuhkan (UI 15:7-11, lih. Ayb 29:16; 30:25; 31:16-23) 

2. Tulisan Hikmat 

a. Ada berkat khusus tersimpan bagi mereka yang menolong orang miskin (Ps. 41:1) 

b. menolong orang miskin adalah menolong Allah (Ams 14:31; 17:5; 19:17) 

3. Nabi-nabi 

a. Allah menuntut penyembahan kepadaNya dalam bentuk keadilan social dan belas kasihan 
kepada yang membutuhkan (Yes 58:6-7; Mik 6:8) 

b. Satu tanda dari berita Allah ialah bahwa hal ini diproklamirkan kepada orang miskin dan 
membutuhkan (Yes 61:1-2) 

c. Nabi-nabi Allah mengutuk eksploitasi social (Amos 2:6-8; 5:10-13; Mikha) 

B. Perjanjian Baru 

1. Kitab Injil 

a. Meolong orang miskin dinasehatkan (Mar 10:21; Luk 3:11) 

b. Penghakiman didasarkan atas kasih social kita terhadap sesama dalam Nama Yesus. 
Bahkan menolong sesama sama dengan menolong Yesus (Mat 25:31-46) 

c. Mar 14:7 telah disalah mengertikan secara parah ketika ditegaskan bahwa ayat ini 
mencerminkan kekurang-pedulian Yesus terhadap orang miskin. Maksud dari ayat ini 
ialah untuk menekankan keunikanNya, bukan perendahan pada orang miskin. 

d. Yesaya 61:1-2 mencerminkan penerima berita dari Allah akan jadi orang yang secara 
kemasyarakatan di luar kelompok (Luk 4:18; 7:22; 14:21). 

2. Paulus 



300 



a. Paulus belajar dari Antiokh dari Syria konsep persembahan kasih yang khusus bagi orang 
miskin di gereja Yerusalem (Rom 15:26; I Kor 16:1; II Kor 8:4,6,19; Gal 2) 

b. Paulus menekankan anugerah, iman, dan perbuatan (Ef 2:8-10). 

3 . Yakobus (Tulisan Hikmat PB) 

a. Iman dalam Allah melalui Kristus tanpa kepedulian social adalah sakit (Yak 2: 14-17). 

b. Ia bahkan berkata bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati ! 

4. Yohanes 

a. Kitab I Yohanes menegaskan bahwa jaminan Kristen didasarkan atas suatu kehidupan 
iman dan pelayanan yang diubahkan (I Yohanes 3:17-18). 
III. Kesimpulan 

A. Kesengsaraan dan kebutuhan manusia berhubungan dengan dosa manusia. Ada beberapa aspek 
dari kelaparan: 

1. kelakuan yang bodoh (Ams 19:15) 

2. hukuman Allah (UI 27-28) 

3 . berhubungan dengan pelayanan rohani (II Kor 1 1 :27) 

4. kondisi budaya (ketamakan, konsepsi, dll). 

5. kondisi alamiah (kelaparan, banjir, hujan es, dll). 

B. Allah benar-benar peduli pada manusia. Ia mengasihi mereka yang membutuhkan dengan cara 
yang unik! 

C. Gereja yang bertindak adalah jawaban Allah atas kebutuhan manusia (jasmani dan rohani) 

1. tindakan langsung, pribadi 

2. tindakan gereja/paroki secara bersama 

3 . organisasi politik untuk perubahan 

D. Kita harus secara kritis mengevaluasi budaya dan prioritas pribadi kita dalam terang Alkitab (II 
Cor. 8-9). 

E. Kita perlu membuka mata, hati, dan tangan kita terhadap kebutuhan manusia di dalam dan luar 
negeri; di gereja dan di dunia. 

F. Pertolongan harus terkaita pada siapa kita di dalam Kristus dalam terang Amanat Agung (Mat 
28:18-20). Pertolongan harus dalam bentukjasmani dan rohani. 



15:27 "jika" Ini adalah sebuah KALIMAT FIRST CLASS CONDITIONAL yang dianggap benar 
dari sudut pandang si penulis atau untuk maksud penulisannya. Jika orang Bukan Yahudi berbagi 
dalam berkat rohani orang Yahudi (lih. Rom 10-11) mereka harus membantu dalam kebutuhan 
jasmaniah dari gereja induk di Yerusalem. 

15:28 

NASB "Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha 
bangsa-bangsa lain itu kepada mereka" 

NKJV "Bila aku sudah mengerjakan hal ini dan telah memeteraikan bagi mereka buah- 
buahnya" 

NRSV "Apabila aku telah menyelesaikan hal ini, dan telah menyampaikan kepada mereka 
apa yang telah dikumpulkan" 

TEV "ketika aku telah menyelesaikan tugas ini dan telah menyerahkan pada mereka 

semua uang yang yang telah digalang bagi mereka" 

JB "Jadi apabila aku telah melakukan hal ini dan secara resmi memindah tangankan 

apa yang telah digalang" 

301 



Ini adalah sebuah AORIST ACTIVE PARTICIPLE dan AORIST MIDDLE PARTICIPLE. Ini 

secara huruflah merujuk pada cara umum menyegel suatu paket kiriman untuk menjamin keamanan 
isinya. Ini barangkali adalah cara Paulus untuk menegaskan bahwa semua uang yang telah diberikan 
akan dikirimkan dan pasti akan diterima. Untuk meyakinkannya ia juga mengambil baginya 
beberapa wakil-wakil dari gereja-gereja penyumbang, (lih. Kis 20:4). 
Untuk "meterai" lihat Topik Khusus pada 4:11. 

15:29 perhatikan kata pleroo I pleroma digunakan lagi. Lihat catatan pada ay 14. 

NASKAH NASB (UPDATED): 15:30-33 

Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara- 
saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, 
31 supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku 
untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana, 32 agar aku yang 
dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama 
dengan kamu. 33 Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin. 

15:30 "aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan 
aku" Ini adalah istilah-istilah Yunani yang keras. Yang pertama juga digunakan dalam 12:1. Yang 
kedua digunakan mengenai pergumulan Yesus di Getsemani. Paulus merasakan suatu kebutuhan 
yang dalam akan doa bagi dirinya sindiri dan pelayanan injilnya (lih. II Kor 1:11; Ef 6:18-20; Kol 
4:3; I Tes 5:25; II Tes 3:1). Pengalamannya di Yerusalem terbukti sukar (lih. ay 31). Ia sampai di 
Roma, namun bukan dalam cara yang telah dibayangkannya. Lihat Topik Khusus: Doa Syafaat pada 
9:3. 

15:30-33 Doa Paulus menyatakan tiga kerinduan: (1) bahwa ia bisa dibebaskan dari musuh- 
musuhnya di Yudea (lih. Kis 20:22-23); (2) bahwa persembahan dari gereja-gereja bukan Yahudi 
akan diterima dengan baik oleh gereja di Yerusalem (lih. Kis 1 5 : 1 f f ; 21:17ff); dan (3) bahwa ia 
kemudian bisa mengunjungi Roma dalam perjalanannya ke Spanyol. 

15:30 "untuk bergumul bersama-sama dengan aku" istilah ini dalam PB hanya digunakan di sini. 
Ini adalah gabungan dari kata sun (bersama dengan) dan agonizomai (berjuang, bertarung, bergumul 
dengan sungguh-sungguh, lih. I Kor 9:25; Kol 1:29; 4:12; I Tim 4:10; 6:12). INFINITIVE yang kuat 
ini menyerukan pada gereja Roma untuk secara agresif menderita bersama Paulus dalam doa 
mengenai penerimaan persembahan dari bangsa Bukan Yahudi oleh gereja induk di Yerusalem. 

15:31 "orang-orang yang tidak taat" ini menunjuk pada perlawanan orang Yahudi atau 
kemungkinan kaum Yudais, namun bukan gereja pada umumnya (lih. 1 1 :30,3 1). 

15:32 Doa Paulus diakhiri dengan dua permohonan lagi: (1) ia bisa datang ke mereka dengan 
sukacita dan (2) ia bisa mendapatkan waktu beristirahat dengan mereka (AORIST MIDDLE 
[deponent] SUBJUNCTIVE dari sunanapauomai, hanya di sini dalam PB, namun digunakan dalam 
Yes 1 1 :6. Paulus mengutip Yes 11:1,10 dalam ay 12). Paulus perlu suatu waktu istirahat yang teduh 
dan pemulihan di antara orang-orang percaya yang dewasa (lih. II Kor 4:7-12; 6:3-10; 11:23-33)! 
Namun demikian ia tidak memperolehnya. Penangkapan dan sidang pengadilan dan beberapa tahun 
di penjara telah menunggunya di Palestina. 



302 



15:33 "Allah,sumber damai sejahtera" Ini adalah suatu gelar yang sangat indah bagi Allah (lih. 
6:20; IIKor 13:11; Flp 4:9; I Tes 5:23; II Tes 3:16; Ibr 13:20). 

□ "Amin" Lihat Topik Khusus pada 1 :25. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 
kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1. Bagaimana PL bermanfaat bagi orang percaya PB? (ay 4-5; I Kor 10:6,1 1)? 

2. Mengapa Paulus mengutip Pl dalam ay 9-12? Kebenaran utama apa yang diajarkannya? 

3. Dimana di bagian kitab Roma ini ketegangan antara orang Yahudi dan Bukan Yahudi 
kemungkinan muncul? 

4. Dimana di bagian kitab Roma ini ketegangan tentang kerasulan Paulus muncul? 

5. Apakah alasan Paulus bagi persembahan gereja-gereja Bukan Yahudi bagi gereja di 
Yerusalem (ay 15-28)? 

6. Apakah stratefi penginjilan Paulus? Mengapa ia ingin pergi ke Spanyol? 

7. Bagaimana dan mengapa Paulus menjelaskan pekerjaannya sebagai pekerjaan seorang imam 
(ayl6) dalam hubungannya dengan Israel sebagai suatu Kerajaan Imam-imam (kel 19:5-6) 
atau kepada gereja (I Pet 2:5,9; Wah 1 :6)? 

8. Apakah Allah mengabulkan doa Paulus di ayat 30-33? 



303 



304 



ROMA 16 



PEMBAGIAN PARAGRAF DARI 
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN MODERN 


UBS* 


NKJV 


NRSV 


TEV 


JB 


Salam Pribadi 


Saudari Febe 
direkomendasikan 


Salam 


Salam Pribadi 


Salam dan Harapan yang 
Baik 


16:1-2 


16:1-2 


16:1-2 


16:1-2 


16:1-2 




Memberi Salam Orang 
Kudus Roma 








16:3-16 


16:3-16 


16:3-16 


16:3-5a 


16:3-5a 








16:5b-7 


16:5b-16 








16:8-11 










16:12-15 










16:16 






Hindari Pemecah Belah 




Perintah Akhir 


Suatu Peringatan dan 
Catatan Tambahan 
Pertama 


16:17-20 


16:17-20 


16:17-20 


16:17-20a 


16:17-20 








16:20b-21 






Salam dari rekan-rekan 
Paulus 






Salam Terakhir dan 
Catatan Tambahan 
Kedua 


16:21-23 


16:21-23 


16:21-23 




16:21-23 






16:21-23 


16:21-23 








16:21-23 


16:21-23 




Pujian 


Doa Berkat 




Pujian dan Doa Penutup 


Pujian 


16:25-27 


16:25-27 


16:25-27 


16:25-26 


16:25-27 








16:27 





SIKLUS PEMBACAAN KETIGA (lihat hal. xv) 

MENGIKUTI MAKSUD SI PENULIS ASLI PADA TINGKAT PARAGRAF 

Buku ini adalah komentari panduan belajar, yang artinya andalah yang bertanggung jawab untuk 
penafsiran anda akan Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki. Anda, 
Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Janganlah menyerahkan hal ini pada 
seorang komentator. 



305 



Baca pasal ini satu kali sekaligus. Identifikasikan pokok-pokoknya. Bandingkan pembagian- 
pembagian pokok dengan lima terjemahan moderen. Walau pemisahan paragraf bukan diilhami 
Allah, namun adalah merupakan kunci untuk bisa mengikuti maksud si penulis asli, yang adalah inti 
dari penterjemahan. Setiap paragraf hanya memiliki satu dan satu pokok saja. 

1 . Paragraf pertama 

2. Paragraf kedua 

3 . Paragraf ketiga 

4. Dst. 

WAWASAN KONTEKSTUAL UNTUK AYAT 1-27 

A. Perhatikan bahwa semua wanita dalam bagian penutup ini adalah rekan-rekan sekerja Paulus di 
dalam injil (lih. Flp 4:3): Febe dalam ay 1; Priska dalam ay 3; Maria dalam ay 6; Yunia (atau 
Yunias — jika seperti ini berarti laki-laki) dalam ay 7; Trifena dan Trifosa dalam ay 12; Persis 
dalam ay 12; "ibunya" dalam ay 13; Yulia dalam ay 15; dan "saudara perempuannya" dalam ay 
15. Berhati-hatilah terhadapa dogmatisme dalam bidang wanita dalam pelayanan. Semua orang 
percaya dikaruniai (lih. I Kor 12:7,11), pelayan sepenuh waktu (lih. Ef 4:12). Alkitab 
menegaskan kepemimpinan laki-laki sebagai kehendak Allah. Dalam daftar ini kita mendapati 
seorang diaken wanita, Febe, dan kemungkinan rasul wanita, Yunias (lih. Yoel 2:28; Kis 2:16- 
21). Sukarlah diketahui bagaimana menangani permasalahan ini secara alkitabiah karena adanya 
pernyataan Paulus yang nampaknya bersifat paradoks seperti I Kor 11:4-5 dibanding dengan 
14:34. 

B. Perhatikan kemungkinan latar belakang rasial dari nama-nama ini 

1. orang percaya Yahudi: Akwila, Priska, Andronikus, Yunias, Maria [beberapa MSS 
menuliskan Mariam]; 

2. Nama-nama keluarga bangsawan Romawi: Priska, Ampliatus, Apelles, Narkisus, Yulia, 
Filologus; 

3. Nama-nama bangsawan Yahudi: Aristobulus, Herodion. 

C. Ayat 1-16 adalah salam pribadi Paulus, sementara ayat 17-20 adalah peringatan penutup atas 
guru-guru palsu. Dalam ayat 21-23 rombongan penginjilan mengirimkan salam dari Korintus. 

D. Diskusi pasal 16 dalam buku Komentari Perjanjian Baru Tyndale oleh F. F. Bruce sangat 
membantu. Jika anda tertarik akan kajian rinci dari nama-nama yang didapati dalam pasal ini, 
baca halaman 266-284. 

E. Ada keragu-raguan tentang dimana surat ini ditutup. Suatu penutup nampak baberapa kali di 
akhir pasal 14, 15 (MS P 46 ) dan 16, dalam naskah kuno Yunani. Namun demikian, penutup 
tradisional di 16:25-27 nampak di dalam MSS P 61 , N, B, C dan D dan juga naskah Yunani yang 
digunakan oleh Klemens dari Roma (95 Masehi). 



306 



Ayat 24 tidak nampak dalam naskah kuno Yunani yang lebih tua, P 46 , P 61 , N, A, B, C, ataupun 
di naskah Latin Vulgate atau Yunani yang digunakan oleh Origen dari Aleksandria. Untuk 
diskusi sepenuhnya dari variasi ini lihat buku Bruce M. Metzger, Suatu Komentari Tekstual 
terhadap Perjanjian Baru Yunani, hal. 533-536. 

KAJIAN KATA DAN FRASA 



NASB (UPDATED) TEXT: 16:1-2 

*Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di 
Kengkrea, 2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang- 
orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah 
memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri. 



16:1 "Aku minta perhatianmu" Ini adalah surat rekomendasi bagi diaken Febe. Dialah barangkali 
yang membawa surat Paulus ke Roma. Ada beberapa contoh lain dari surat perkenalan atau 
rekomendasi seperti ini dalam PB (lih. Kis 18:27; I Kor 16:3; II Kor 3:1; 8:18-24; danFlp 2:19-30). 

□ "Febe" Namanya berarti "cemerlang" atau "berseri-seri" 

□ 

NASB, NKJV "yang adalah pelayan jemaat" 

NRSV "diaken dari jemaat" 

TEV "yang melayani jemaat" 

JB "diaken wanita dari jemaat" 

Ini adalah kata diakonos. Kata ini berbentuk ACCUSATIVE SINGULAR FEMININE. Ini 
adalah istilah Yunani bagi pelayan/hamba. Digunakan untuk Kristus dalam 15:8 dan untuk Paulus 
dalam Ef 3:7; Kol 1:23,25. 

Ada bukti baik dalam PB dan tulisan-tulisan gereja pasca-alkitab awal bagi jabatan diaken 
wanita. Satu contoh lagi dari wanita dalam pelayanan gereja local dalam PB adalah "daftar janda- 
janda" dari penggembalaan (lih. I Tim 3:11; 5:3-16). Alkitab terjemahan RSV, Amplified, dan 
Phillips memiliki kata "diaken wanita" dalam 16:1. NASB dan NIV menuliskannya dalam catatan 
kaki. NEB menuliskan "yang memegang jabatan." Semua orang percaya dipanggil, dikaruniai, 
menjadi pelayan-pelayan sepenuh waktu (lih. Ef 4:12). Beberapa dipanggil untuk peranan 
kepemimpinan pelayanan. Tradisi kita harus membuka jalan bagi Alkitab! Para diaken mula-mula 
ini adalah hamba-hamba bukan para dewan eksekutif. 

M. R. Vincent, Kajian-kajian Kata, vol. 2, hal. 752 dan 1196, berkata bahwa Konstitusi 
Kerasulan, yang bertanggalkan dari akhir abad kedua atau awal abad ke tiga, membuat perbedaan 
antara tugas-tugas dan pentahbisan wanita pembantu-pembantu jemaat. 

1 . diaken wanita 

2. janda-janda (lih. I Tim 3: 11; 5:9-10) 

3. perawan (lih. Kis 21:9 dan kemungkinan I Kor 7:34) 
Tugas-tugas ini mencakup: 

1 . pemeliharaan orang sakit 

2. pemeliharaan bagi mereka yang teraniaya secara fisik 

3 . menj enguk mereka yang dalam penj ara karena iman 

4. mengajar orang-orang percaya yang baru 



307 



5. membantu dalam pembaptisan para wanita 

6. beberapa menjadi pemerhati para wanita anggota gereja 



TOPIK KHUSUS: WANITA-WANITA DALAM ALKITAB 

I. Perjanjian Lama 

A Secara Adat Istiadat , wanita dianggap sbagai suatu harta milik. 

1. dicakup dalam daftar milik (Kel 20:17) 

2. perlakuan terhadap budak wanita (Kel 21:7-1 1) 

3. sumpah wanita bisa dibatalkan oleh laki-laki yang bertanggung jawab social (Bil 30) 

4. wanita sebagai tawanan perang (UI 20: 10-14; 21:10-14) 

B. Dalam praktek terdapat suatu kebersamaan 

1 . laki-laki dan perempuan diciptakan dalam gambar Allah (Kejadian 1 :26-27) 

2. hormatilah ibu dan bapamu (Keluaran 20: 12 [UI 5:16]) 

3. hormatilah ibu dan bapamu (Imamat 19:3; 20:9) 

4. laki-laki dan perempuan dapat bernazar menjadi nazir (Bilangan 6:1-2) 

5. anak perempuan mendapatkan hak waris (Bilangan 27: 1-1 1) 

6. bagian dari umat perjanjian (Ulangan 29: 10-12) 

7. memperhatikan didikan ayah dan ibu (Amsal 1:8; 6:20) 

8. anak-anak Heman (keluarga Lewi) memimpin musik di Bait Allah (I Tawarikh 25:5-6) 

9. anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat di jaman baru (Yoel 2:28-29) 

C. Wanita dalam peranan sebagai pemimpin. 

1 . Saudara perempuan Musa, Miryam, disebut sebagai seorang nabiah (Keluaran 15:20-21) 

2. Wanita-wanita yang dikaruniai Allah untuk membangun Tabernakel (Keluaran 35:25-26) 

3. Debora, seorang nabiah, (lih. Hak 4:4), memimpin semua suku (Hak 4:4-5; 5:7) 

4. Hulda adalah seorang nabiah yang dipanggil Raja Yosia untuk membaca dan menafsirkan 
"Kitab Hukum" yang baru saja ditemukan (II Raj 22:14; II Taw 34:22-27) 

5. Ruth, seorang wanita yang saleh, adalah nenek moyang Daud. 

6. Ratu Ester, wanita yang saleh, menyelamatkan orang Yahudi di Persia 

II. Perjanjian Baru 

A. Secara adat, wanita, baik dalam dunia Yudaisme dan Yunani Romawi dianggap sebagai warga 
kelas dua dengan hanya memiliki sedikit hak atau keistimewaan (kecuali Makedonia). 

B. Wanita-wanita yang berperan sebagai pemimpin 

1 . Elisabeth dan Maria, wanita-wanita saleh, menyediakan diri bagi Allah (Lukas 1-2) 

2. Hanna, wanita saleh, melayani di Bait Allah (Lukas 2:36) 

3. Lidia, orang percaya dan pemimpin dari sebuah gereja rumah tangga (Kisah 16: 14,40) 

4. Empat anak perempuan Filipus adalah para nabiah (Kis 21:8-9) 

5. Febe, diaken wanita dari gereja di Kenkrea (Rom 16:1) 

6. Priska (Priskila), rekan sekerja Paulus dan guru dari Apollos (Kis 18:26; Rom 16:3) 

7. Maria, Trifena, Trifosa, Persis, Yulia, Saudara perempuan Nereus, beberapa wanita kawan 
sekerja Paulus (Rom 16:6-16) 

8. Yunia (KJV), kemungkinan adalah rasul wanita (Rom 16:7) 

9. Euodia dan Sintikhe, rekan sekerja Paulus (Flp 4:2-3) 



308 



III. Bagaimana orang-orang percaya moderen menyeimbangkan contoh-contoh alkitabiah yang 
beragam ini? 

A. Bagaimana seseorang bisa memisahkan kebenaran-kebenaran historis atau budaya, yang hanya 
berlaku pada konteks aslinya, dari kebenaran-kebenaran kekal yang memenuhi syarat bagi 
seemua gereja, semua orang percaya di segala jaman? 

1. Kita harus mengambil maksud dari si penulis asli yang mendapatkan ilham secara sangat 
serius. Alkitab adalah Firman Allah dan satu-satunya sumber bagi iman dan perbuatan. 

2. Kita harus berurusan dengan naska-naskah yang terilhami, yang secara nyata sangat terkait 
dengan kesejarahannya. 

a. kultus (yaitu, upacara dan liturgi) dari Israel (lih. Kis 15; Gal 3) 

b. Yudaisme abad pertama 

c. pernyataan Paulus yang nyata-nyata terkait dengan kesejarahan dalam I Korintus 

(1) system perundangan dari bagsa kafir Romawi (I Korintus 6) 

(2) tetap menjadi budak (I Kor 7:20-24) 

(3) pembujangan (I Kor 7:1-35) 

(4) keperawanan (I Kor 7:36-38) 

(5) makanan yang dipersembahkan pada berhala (I Kor 10:23-33) 

(6) tindakan yang tidak layak pada perjamuan Tuhan (I Korintus 11) 

3. Allah sepenuhnya dan secara jelas menunjukkan DiriNya kepada suatu budaya tertentu, di 
suatu hari tertentu. Kita haris menganggap serius perwahyuan ini, namun tidak setiap aspek 
akomodasi historisnya. Firman Allah ditulis dalam kata-kataNya sendiri yang disampaikan 
pada suatu budaya tertentu di waktu tertentu. 

B. Penafsiran Alkitabiah harus mencari maksud asli si penulis. Apa yang dikatakannya pada 
jamannya? Hal inilah yang mendasar dan sangat menentukan bagi suatu penafsiran yang tepat. 
Namun lalu kita harus menerapkannya ke jaman kita. Sekarang, di sinilah permasalahannya 
dengan wanita dalam kepemimpinan (masalah penafsiran sesungguhnya mungkin adalah 
pendefinisian istilahnya). Apakah lebih banyak pelayan daripada gembala sidang yang 
dipandang sebagai pemimpin? Apakah diaken wanita (lih. Rom 16:1) dipandang sebagai 
pemimpin-pemimpin? Cukup jelas, bahwa Paulus, dalam I Kor 14:34-35 dan I Tim 2:9-15, 
sedang menegaskan bahwa wanita tidak seharusnya memimpin dalam penyembahan secara 
umum! Tetapi bagaimana saya harus menerapkannya sekarang? Saya tidak ingin budaya Paulus 
atau budaya saya membungkam Firman dan kehendak Allah. Kemungkinan jaman Paulus terlalu 
bersifat membatasi, namun juga jaman saya sekarang mungkin terlalu terbuka. Saya sangat 
merasa tidak nyaman untuk mengatakan bahwa kata-kata dan pengajaran Paulus adalah 
kebenaran yang bersifat kondisional, abad pertama, situasi dan kondisi lokal. Siapakah saya ini 
hingga saya harus membiarkan pikiran saya atau budaya saya menegatifkan seorang peulis yang 
berilham? ! 

Namun demikian apa yang harus saya lakukan apabila ada contoh-contoh alkitabiah 
mengenai pemimpin wanita (bahkan di tulisan Paulus, lih. Rom 16)? Sebuah contoh yang baik 
dari hal ini ialah diskusi Paulus mengenai ibadah umum dalam I Korintus 11-14. Dalam 11:5 ia 
nampaknya mengijinkan wanita untuk berkhotbah dan berdoa dalam ibadah umum jika kepala 
mereka dikerudungi, namun dalam 14:34-35 ia menuntut bahwa mereka tetap berdiam saja! 
Padahal ada diaken wanita (lih. Rom 16:1) dan nabiah-nabiah (lih. Kis 21:9). Keberagaman 
inilah yang mengijinkan kepada saya kemerdekaan untuk mengidentifikasi komentar Paulus 
(yang berkaitan dengan pembatasan pada wanita) terbatas hanya untuk abad pertama di Korintus 
dan Efesus saja. Di ke dua gereja tersebut ada permasalahan dengan wanita-wanita yang 



309 



melaksanakan kemerdekaan yang baru diperolehnya (lihat Bruce Minter, Korintus Setelah 
Ditinggalkan Paulus), yang dapat menyebabkan kesulitan bagi gereja mereka untuk menjangkau 
masyarakat mereka bagi Kristus. Kemerdekaan mereka harus dibatasi sehingga injil dapat 
menjadi lebih efektif. 

Jaman saya adalah lawan dari jaman Paulus. Di jaman saya injil akan menjadi terbatas jika 
para wanita yang lugas dan terlatih tidak diijinkan untuk memberitakannya, tak diijinkan 
memimpin! Apakah tujuan akhir dari ibadah umum? Bukankah penginjilan dan pemuridan? 
Dapatkah Allah dihormati dan disenangkan dengan para pemimpin wanita? Alkitab secara 
keseluruhan nampaknya berkata "Ya"! 

Saya ingin tunduk pada Paulus; teologia saya terutama juga aliran Paulus. Saya tidak ingin 
terlalu dipengaruhi atau di manipulir oleh aliran feminisme moderen! Namun demikian, saya 
merasa bahwa gereja masih sangat lambat untuk menanggapi kebenaran-kebenaran alkitabiah 
yang nyata, seperti ketidak pantasan perbudakan, rasialisme, fanatisme dan diskriminasi berdasar 
jenis kelamin. Gereja juga masih sangat lambat untuk menganggapi secara tepat terhadapa 
masalah pelecehan wanita dalam dunia moderen ini. Allah dalam Kristus memerdekakan budak 
dan wanita. Saya dengan berani tidak akan membiarkan suatu naskah yang teikat budaya 
membelenggu mereka kembali. 

Sati hal lagi: sebagai seorang penafsir saya mengetahui bahwa Korintus adalah gereja yang 
sangat kacau. Karunia-karunia rohani diungkit-ungkit dan di pamer-pamerkan. Para wanita 
barangkali terikut dengan hal ini. Saya juga percaya bahwa Efesus sedang dipengaruhi oleh guru- 
guru palsu yang mengambil keuntungan atas para wanita dan menggunakan mereka sebagai 
pengganti -pengganti pembicara dalam gereja-gereja rumah tangga di Efesus (lih. I & II 
Timotius). 
C. Saran bagi pembacaan selanjutnya 

1. Bagaimana Membaca Alkitab Untuk Mendapatkan Semua Manfaatnya oleh Gordon Fee dan 
DougStuart (hal. 61-77) 

2. Injil dan Roh: Permasalahan dalam Hermeneutik Perjanjian Baru oleh Gordon Fee 

3. Kata-kata Keras dalam Alkitab oleh Walter C. Kaiser, Peter H. Davids, F. F. Bruce dan 
Manfred T. Branch (hal. 613-616; 665-667) 



® "jemaat" Lihat Topik Khusus dibawah ini. 



TOPIK KHUSUS: GEREJA (EKKLESIA) 

Istilah Yunani ini, ekklesia, berasal dari dua kata, "keluar dari" dan "dipanggil," oleh karena itu, 
istilah ini mengisyaratkan mereka ayng dipanggil keluar secara Ulahi. Gereja mula-mula mengambil 
kata ini dari kegunaan sekulernya (lih. Kis 19:32,39,41) dank arena penggunaan kata ini di dalam 
Septuaginta untuk "jemaat" Israel (Bil 16:3; 20:4). Mereka menggunakannya untuk menyebut 
mereka sendiri sebagai kelanjutan dari umat Allah di PL. Mereka adalah Israel yang baru (lih. Rom 
2:28-29; Gal 6:16; I Pet 2:5,9; Wah 1:6), penggenapan atas misi Allah di seluruh dunia (lih. Kej 
3:15; 12:3; Kel 19:5-6; Mat 28:18-20; Luk 24:47; Kis 1:8). 

1 . Istilah ini digunakan dalam beberapa pengertian dalam Injil dan Kisah Para Rasul. 

2. Rapat Kota sekuler, Kis 19:32,39,41 

3. Umat Allah dalam Kristus secara universal, Mat 16:18 dan Efesus 

4. Jemaat lokal dari orang percaya dalam Kristus, Mat 18:17; Kis 5:11 (dalam ayat-ayat ini 
gereja di Yerusalem) 

5. Umat Israel secara kolektif, Kis 7:38, dalam khotbah Stefanus 

310 



6. Umat Allah di suatu wilayah, Kis 8:3 (Yudea atau Palestina) 



□ "Kenkrea" Ini adalah satu dari kota pelabuhan di Korintus. Kota ini ada di bagian timur (lih. Kis 
18:18). 

16:2 "supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya" Ini adalah suatu 
AORIST MIDDLE [deponent] SUBJUNCTIVE dari kata prosdechomai, yang artinya "menerima 
dengan baik sebagai tamu" (lih. Flp 2:29). Paulus mempercayakan wanita ini dan menginginkan agar 
gereja untuk menerima dan membantunya atas nama Paulus. 

□ "orang-orang kudus" Istilah ini berarti "yang kudus". Ini menjelaskan bukan hanya posisi 
orang percaya dalam Yesus namun juga diharpkan kesalehan hidup mereka, yang secara progresif 
menunjukkan posisi baru mereka yang kudus dalam Kristus. Istilah "orang kudus" selalu berbentuk 
JAMAK kecuali satu kali di Filipi (4:21) dan bahkan di sini kata ini tetap dalam pengertian 
kebersamaan. Menjadi seorang Kristen berarti menjadi bagian dari masyarakat orang percaya, suatu 
keluarga, suatu tubuh. Gereja moderen di dunia barattelah mengurangi aspek kebersamaan dari 
iman alkitabiah! Lihat Topik Khusus: Orang Kudus pada 1:7. 

□ "dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya" Ada dua SUBJUNCTIVE. Yang 
pertama, paristemi (AORIST ACTIVE), berarti "bersiap untuk membantu". Yang kedua, chrezo 
(PRESENT ACTIVE), yang artinya "menolong dengan menyediakan apa saja yang diperlukan" 
(lih. II Kor 3:1). 

Hal ini merujuk pada penyediaan materi bagi para pelayan yang berkeliling. Inilah maksud dari 
surat rekomendasi ini. 

□ 

NASB, NKJV "bantuan kepada banyak orang" 

NRSV "telah menjadi dermawan bagi banyak orang" 

TEV "karena ia sendiri telah menjadi kawanbaik dari banyak orang" 

JB "telah memelihara sejumlah besar orang" 

Istilah ini, proistatis, dalam PB hanya bisa didapati di sini. Kata ini bisa jadi merujuk pada 
pertolongan fisik dan keuangan. Kata ini aslinya merujuk pada pelindung yang makmur. Karena 
Febe berperjalanan ke Roma (lih. ay 1) dan telah menolong banyak orang (lih. ay 2), hal tentang dia 
ini mungkun secara historis adalah benar. 



NASB (UPDATED) TEXT: 16:3-16 



3 



Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus 
Yesus. 4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku 
saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 5 Salam juga kepada 
jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah 
pertama dari daerah Asia untuk Kristus. 6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras 
untuk kamu. 7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang 
pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di 
antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. 8 Salam kepada Ampliatus 
yang kukasihi dalam Tuhan. 9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan 



311 



salam kepada Stakhis, yang kukasihi. 10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam 
Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus. 11 Salam kepada 
Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang 
ada dalam Tuhan. 12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang 
dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja 
membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. 13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam 
Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. 14 Salam kepada Asinkritus, 
Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka. 
15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan 
juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. 16 Bersalam-salamlah 
kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. 

16:3 "Priska dan Akwila" Lukas menyebutnya "Priskila." Dia sering disebut sebelum sebelum 
suaminya, suatu hal yang sangat tidak biasa. (lih. Kis 18:18, 26; I Kor 16:19; II Tim 4:19). 
Kemungkinan ia berasalah dari keluarga bangsawan Romawi atau pribadi yang dominant dari 
pasangan ini. Baik Paulus maupun pasangan ini adalah pembuat tenda atau tukang ahli kulit. Paulus 
menyebut mereka "rekan sekerja dalam Kristus Yesus". Ia mungkin mendengar tentang kekuatan 
dan kelemahan dari gereja Roma dari pasangan ini. 

16:4 "mempertaruhkan nyawa" Ini adalah ungkapan yang berasal dari "kampak yang digunakan 
dalam eksekusi penggal". Alkitab tidak menjelaskan apa maksud Paulus dengan frasa ini. 

□ "Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan 
Yahudi" Paulus sangat bersyukur atas persahabatan dan bantuan yang giat dari pasangan ini. Ia 
bahkan memperluas pelayanan mereka kepada "seluruh jemaat bukan Yahudi" Suatu ucapan syukur 
dan penegasan yang mencakup segalanya! Hal ini bisa jadi menunjuk pada dorongan dan pemberian 
informasi bagi Apollos (lih. Kis 18:24-28). 

16:5 "jemaat" Ini menunjuk pada orang, bukan suatu bangunan. Istilah ini berarti "yang dipanggil 
keluar". Dalam PL berbahasa Yunani, Septuaginta (LXX), istilah ini digunakan untuk 
menterjemahkan istilah Ibrani qahal, yang terjemahannya "siding jemaat." Gereja mula-mula 
memandang diri mereka sendiri sebagai penerus jasmani dan penggenapan dari "jemaat Israel" di 
PL, dan bukan suatu kelompok-kelompok pecahan sektarian. Lihat Topik Khusus pada 16:1. 

□ "di rumah mereka" Orang-orang Kristen mula-mula bertemu di rumah-rumah (lih. 16:23; Kis 
12:12; I Kor 16:19; Kol 4:15 dan Filemon 2). Bangunan gereja tidak muncul sampai abad ke tiga 
Masehi. 

□ "Epenetus" nama laki-laki ini berarti "terpuji." 

□ "yang adalah buah pertama" Ini juga dikatakan sebagai rumah tangga Stefanus dalam I Kor 
16:15. 

□ "dari daerah Asia" ini merujuk pada propinsi Romawi yang wilayahnya adalah sepertiga 
bagian barat dari Negara Turki moderen. 



312 



16:6 "Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu" tak ada yang diketahui mengenai orang ini. 
Ia mungkin adalah seorang penginjil dari gereja Roma. Begitu banyak orang-orang percaya y ang 
saleh dan begitu baik tidak kita kenal, namun sangat dikenal Allah. 

16:7 "saudara-saudaraku..., yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku" Para ahli 
moderen tidak yakin pemenjaraan yang mana yang dimaksud dengan frasa ini. Paulus menderita 
banyak hal karena imannya (lih. II Kor 4:8-11; 6:4-10; 11:25-28). Ia dipenjara di Filipi, Kaisaria, 
Roma, dan mungkin di beberapa tempat lain juga (lih. Efesus, I Kor 15:32; II Kor 1:8). 

□ "Yunias" nama ini bisa berupa MASCULINE atau FEMININE, ayang harus ditentukan dengan 
tanda aksen. Ada variasi naskah kuno Yunani, "Iounian" yang ditemukan dalam MSS X, A, B, C, 
D, F, G & P, tanpa tanda aksen. Sementara bentuk feminin dengan tanda aksen didapati dalam MSS 
B 2 , D 2 , dan 0150. Naskah kuno papyrus yang terdahulu P 46 dan beberapa terjemahan Vulgate dan 
Coptic dan juga naskah Yunani yang digunakan oleh Jerome menggunakan "Iouliarf yang 
berbenruk feminin. Beberapa ahli berpikir bahwa ini adalah kesalahan dalam penulisan. Bentuk 
feminin ini muncul di 16:15. Mungkin saja dua orang yang sebut dalam ay 7 adalah (1) dua orang 
Yahudi percaya yang dipenjarakan bersama Paulus; (2) sepasang saudara laki-laki dan perempuan; 
atau (3) sepasang suami istri. Jika bentuknya feminin dan jika frasanya yang berbunyi "para rasul" 
merujuk pada penggunaan yang lebih luas daripada hanya pada "Kedua Belas Rasul", maka ini 
adalah seorang rasul wanita. 

Menarik juga bahwa pengejaan "Yunias" tidak ditemukan di tulisan-tulisan atau prasasti Roma 
manapun namun nama "Yunia" sangat bersifat umum. Ini adalah nama keluarga Romawi. Untuk 
informasi lebih lanjut mengenai wanita dalam pelayanan lihat Pemimpin-pemimpin Wanita dan 
Gereja, oleh Linda L. Belleville, hal. 188 catatan kaki 42. 

□ 

NASB "yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul" 

NKJV "yaitu orang-orang yang tercatat dikalangan para rasul" 

NRSV "mereka menonjol di antara para rasul" 

TEV "mereka sangat dikenal dikalangan para rasul" 

NJB "kepada para rasul yang menonjol" 

Ini bisa menunjuk pada Dua Belas Rasul, yang jika demikian, kedua orang ini sangat dikenal 
oleh mereka, atau bisa juga menunjuk pada kelompok para pelayan yang lebih luas yang dikenal 
sebagai "para rasul" (lih. Kis 14:4, 14; 18:5; I Kor 4:9; Gal 1:19; Flp 2:25; I Tes 2:6). Konteksnya 
mengisyaratkan penggunaan yang lebih luas ini, sebagaimana dalam Ef 4:11, namun DEFINITE 
ARTICLE nya mengisyaratkan ke Dua Belas Rasul. Lihat Topik Khusus: Mengutus (Apostello) 
pada 1:1. 

□ "yang telah menjadi Kristen sebelum aku" Hal ini dengan jelas berarti mereka telah selamat 
dan aktif dalam pelayanan Kristus sebelum pengalaman paulus dijalan ke Damaskus. 

16:8-16 Nama-nama dalam bagian ini tidak dikenal dikalangan para ahli. Mereka adalah para 
kekasih Allah dan Paulus namun nama dan pelayanannya tidak dicatat dalam PB atau di tulisan- 
tulisan Kristen mula-mula. Apa yang luar biasa adalah terdapatnya campuran dari nama-nama 
budak yang lazim dan nama-nama bangsawan Romawi dan Yahudi. Ada laki-laki dan wanita. Ada 
orang bekas budak yang kaya dan penginjil-penginjil keliling. Ada orang asing dari Persia. Semua 



313 



pembatas dirobohkan dalam gereja Yesus Kristus (lih. 3:22; 10:12; Yoel 2:28-32 [Kis 2:14-21]; I 
Kor 12:11; Gal 3:28; Kol 3:11)! 

16:8 "Ampliatus" Nama ini, seperti Priska dan Yunia adalah nama keluarga Romawi yang dikenal. 

□ "yang kukasihi dalam Tuhan" Istilah "kukasihi" ini digunakan oleh Allah Bapa untuk Yesus 
AnakNya dalam Mat 3:17 dan 17:5, yang mungkin adalah judul dari Nyanyian Hamba Yesaya (lih. 
Mat 12:18, mengutip Yes 42:1). Namun demikian, Paulus menggunakannya untuk disampaikan 
pada orang percaya (lih. 1:7; 16:8,9; I Kor 4:14,17; 15:58; Ef 6:21; Flp 2:12; Kol 4:7,9,14; I Tim 
6:2; Filemon ay 16). 

16:9 "Urbanus" Nama ini artinya "penduduk kota" or "orang kota." 

□ "dalam Kristus" ini adalah frasa yang berulang, sejalan dengan "dalam Tuhan", di seluruh 
pasal ini. Para pekerja Kristen ini semuanya adalah bagian dari satu keluarga, satu juru selamat. 

□ "Stakhis" Ini adalah nama langka yang artinya "bulir" (bulir biji-bijian). Arkeologi menemukan 
nama ini berhubungan dengan keluarga Kaisar. 

16:10 "tahan uji dalam Kristus" Frasa ungkapan ini menunjuk pada seseorang yang talah 
menghadapi ujian dan tetap setia. Lihat Topik Khusus pada 2:18. 

□ "yang termasuk isi rumah" Beberapa ahli berspekulasi bahwa frasa ini menunjuk pada para 
budak pelayan rumah tangga dari Aristobulus dan bukan anggota keluarganya. Hal ini juga sama 
dengan frasa di ay 1 1, "yang termasuk isi rumah Narkisus." 

□ "dari Aristobulus" Beberapa ahli (Lightfoot) berspekulasi bahwa ia adalah saudara dari 
Herodes Agripa I (yang dalam Kis 12 memerintahkan pembunuhan atas rasul Yakobus). Jika 
demikian, ini menunjukkan bagaimana injil telah mulai merembes kedalam keluarga kerajaan Edom 
ini. 

16:11 "Herodian" Ini mungkin adalah budak dari keluarga Herodes. 

□ "yang termasuk isi rumah Narkisus" Ini mungkin merujuk pada hamba yang ternama dari 
Kaisar Klaudius. Jika demikianj, ini menunjukkan bagaimana injil telah mulai merembes kedalam 
keluarga kerajaan Romawi. 

16:12 "Trifena" Nama ini berarti "jelita, pandai bersolek." 

□ "Trifosa" nama ini artinya "lembut, lekas tersinggung." Barangkali mereka adalah saudara 
bersaudara, bahkan kembar. 

□ "bekerja membanting tulang" istilah ini mengandung konotasi bekerja "sampai pada titik 
puncak kelelahan". 

□ "Persis" Ini berarti "Wanita Persia" 



314 



16:13 "Rufus" Nama ini berarti "merah" atau "berkepala merah." Ada Rufus yang nampaknya 
sangat dikenal di Roma (lih. Mar 15:21). Apakah ia bisa diidentifikasikan sebagai orang ini tidak 
pasti namun jelas sangat mungkin. 

□ 

NASB "orang pilihan dalam Tuhan" 

NKJV, NRSV "terpilih dalam Tuhan" 

TEV "pekerja yang menonjol dalam pelayanan Tuhan" 

JB "hamba pilihan Tuhan" 

Ini secara huruflah berarti "yang terpilih". Di sini istilah ini berkaitan bukan hanya dengan 
panggilan Allah, namun juga dengan pelayanan gaya hidupnya. Ibunya juga memperlakukan Paulus 
dengan penuh kasih sayang. 

16:14 "Hermes" Ini adalah nama dari dewa keberuntungan. Ini adalah nama yang sangat lazim 
dikalangan budak di dunia Yunani-Romawi abad pertama. 

16:15 "segala orang kudus" Lihat Topik Khusus: Orang Kudus pada 1 :7. 

16:16 "cium kudus" Tidak ada bukti awal mengenai siapa mencium siapa, atau kapan, atau 
dimana. Dalam sinagoga, yang bentuk salamnya dilanjutkan di dalam gereja, laki-laki mencium 
laki-laki dipipi dan wanita mencium wanita (lih. I Kor 16:20; II Kor 13:12; I Tes 5:26; I Pet 5:14). 
Tindakan pemberian salam ini menjadi masalah di dalam gereja dan di salah mengertikan oleh 
orang yang tidak percaya dan oleh karenanya dihentikan. 

NASKAH NASB (UPDATED): 16:17-20 

17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap 
mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan 
perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak 
melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata 
mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang 
tulus hatinya. Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku 
bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, 
dan bersih terhadap apa yang jahat. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan 
menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu! 

16:17 Peringatan ini nampaknya untuk mendobrak konteks secara tak diduga-duga. Ada daftar 
dalam ayat 17-18 mengenai apa yang dibuat oleh guru-guru palsu. 

1 . mereka menghasut perpecahan-perpecahan 

2. mereka menaruh penghalang di jalan orang percaya 

3. mereka mengajarkan kebalikan dari pelajaran yang diberikan oleh gereja 

4. mereka melayani nafsu makan mereka sendiri 

5. mereka mengelabui orang-orang yang tulus hatinya dengan gaya bicara yang lembut dan 
penuh bujuk rayu. 

Daftar ini tidak berhubungan dengan orang percaya yang kuat dan lemah seperti dalam 14:1-15:13. 



315 



□ "hindarilah mereka" ini adalah sebuah PRESENT ACTIVE IMPERATIVE. Ini adalah suatu 
tema yang berulang (lih. Gal 1:8-9; II Tes 3:6,14; II Yoh 10). 

16:18 
NASB, NRSV 

TEV "nafsu makan mereka sendiri" 

NKJV "tetapi melayani perut mereka sendiri" 

NJB "ketamakan mereka sendiri" 

Kata ini secara huruflah berarti "perut-perut" (lih. Flp 3:19; Tirus 1:12). Guru-guru palsu 
memutar balikkan segala sesuatu untuk membela kepentingan dasar mereka. 

□ "dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis" Guru-guru 
palsu sering secara jasmani sangat menarik dan memiliki kepribadian yang dinamis, (lih. Kol 2:4). 
Mereka sering sangat logis dalam penyajian-penyajian mereka. Waspada! Beberapa kemungkinan 
ujian alkitabiah untuk mengenali guru palsu di dapati dalam UI 13:1-5; 18:22; Mat 7; Flp 3:2-3, 18- 
19; I Yoh 4:1-6. 

□ "mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya" Ini adalah suatu PRESENT ACTIVE 
INDICATIVE yang menyatakan penipuan yang sedang berjalan. Ini nampanya hal yang baru atau 
orang percaya yang lugu mudah diserang ("tak berpengalaman dalam kejahatan"). 

16:19 "Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang" Ini telah dirujuk dalam 
1:8. Ini adalah salah satu hiperbola Paulus. 

□ "kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat" Ini 

mencerminkan pengajaran Yesus (lih. Mat 10:16; Luk 10:3). 

16:20 "Allah, sumber damai sejahtera" Ini adalah sebuah gelar yang indah bagi Allah (lih. 15:33; 
II Kor 13:16; Flp 4:9; I Tes 5:23 dan Ibr 13:20). 

□ "segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu" Ini adalah berdasar pada Kej 3:15. 
Hubungan antara orang percaya dengan Mesias memberikan mereka juga kemenangan (lih. I Yoh 
5:18-20). Ini adalah suatu janji dan tanggung jawab yang mengagumkan. Dalam konteks ini setan 
mendalangi kebingungan dan perpecahan yang disebabkan oleh guru-guru palsu yang menyebabkan 
gereja kehilangan fokusnya pada Amanat Agung. Di belakang guru-guru palsi adalah iblis! Namun 
demikian Injil menghalau kegelapan dan kejahatan bagi mereka yang memeluknya dan hidup di 
dalamnya. Untuk buku yang bagus dalam pokok bahasan ini, lihat Tiga Pertanyaan Penting 
Mengenai Peperangan Rohani, oleh Clinton E. Arnold. 



TOPIK KHUSUS: KEJAHATAN PRIBADI 

Ini adalah suatu pokok bahasan yang sangat sukar karena beberapa alasan: 

1. PL tidak menyatakan suatu musuh utama kebaikan, namun seorang hamba YHWH yang 

menawarkan kepada umat manusia suatu alternative dan menuduh manusia atas ketidak 

benarannya. 



316 



2. Konsep dari suatu musuh pribadi utama Allah dikembangkan dalam tulisan interbiblikal (non 
kanonika) yang di bawah pengaruh agama Persia {Zoroastrianisme). Hal ini, pada gilirannya, 
mempengaruhi secara kuat kerabian Yudaisme. 

3. PB mengembangkan tema PL ini dalam kategori-kategori yang secara mengejutkan bersifat 
kaku, namun selektif. 

Jika seseorang mendekati kajian mengenai kejahatan ini dari sudut pandang teologia alkitabiah 
(setiap buku atau penulis atau jenis tulisan mengkajinya dan menggaris besarkannya secara terpisah), 
maka pandangan yang sangat berbeda tentang kejahatan akan dinyatakan. 

Namun demikian, jika seseorang mendekati kajian tentang kejahatan ini dari suatu pendekatan 
agama dunia yang tidak alkitabiah atau ekstra alkitabiah, maka kebanyakan kembangan PB 
terbayang dalam dualisme Persia dan spiritisme Yunani -Romawi. 

Jika seseorang secara prasuposisi berkomitmen terhadap otoritas Ulahi dari Kitab Suci, maka 
pengembangan PB pasti akan dilihat sebagai perwahyuan progresif. Orang-orang Kristen harus 
berjaga terhadap pengijinan dongeng-dongeng Yahudi atau tulisan-tulisan Barat (yaitu, Dante, 
Milton) untuk mendefinisikan konsep Alkitabiah. Sudah pasti ada misteri dan kemenduaan dalam 
bidang perwahyuan ini. Allah telah memilih untuk tidak menyatakan semua aspek kejahatan, 
asalnya, maksudnya, namun Ia telah menyatakan kekalahannya! 

Dalam PL istilah setan atau si penuduh nampaknya terkait dengan tiga kelompok yang terpisah 

1. penuduh manusia (I Sam 29:4; II Sam 19:22; I Raj 11:14,23,25; Maz 109:6) 

2. penuduh yang bersifat malaikat (Bil 22:22-23; Zak 3 : 1) 

3. penuduh yang bersifat iblis (I Taw 21:1; I Raj 22:21; Zak 13:2 

Hanya di kemudian hari dalam periode intertestament si ular dari Kej 3 diidentifikasikan sebagai 
setan (lih. Kitab Hikmat 2:23-24; II Henoh 31:3), dan bahkan tidak sampai jauh di kemudian hari 
baru hal ini akhirnya menjadi suatu pilihan kerabian (lih. Sot 9b dan Sanh. 29a). "anak-anak Allah" 
di Kej 6 menjadi malaikat dalam I Henoh 54:6 Saya menyebutkan ini semua, bukan untuk 
menegaskan keakuratan teologianya, namun untuk menunjukkan pengembangannya. Dalam PB 
aktivitas PL ini disebabkan oleh kejahatan yang menjelma menjadi malaikat (yaitu, setan) dalam II 
Kor 11:3; Wah 12:9. 

Asal dari kejahatan yang menjelma ini sukar atau tidak mungkin (tergantung pada sudut pandang 
anda) ditentukan dari PL. Salah satu alasannya ialah ke-monotheisme-an Israel yang kuat (lih. I Raj 
22:20-22; Pkh 7:14; Yes 45:7; Amos 3:6). Semua kausalitas disebakan oleh YHWH untuk 
menunjukkan keunikan dan keunggulanNya (lih. Yes 43:11; 44:6,8,24; 45:5-6,14,18,21,22). 

Sumber-sumber dari kemungkinan informasi berfokus pada (1) Ayub 1-2 di mana setan adalah 
salah satu dari "anak-anak Allah" (yaitu, para malaikat) atau (2) Yesaya 14; Yehezkiel 28 di mana 
raja-raja timur dekat yang penuh kesombongan (Babilonia dan Tirus) digunakan untuk melukiskan 
kesombongan setan (lih. I Tim 3:6). Saya mempunyai perassaan yang bercampur terhadap 
pendekatan ini. Yehezkiel menggunakan penggambaran Taman Eden tidak hanya untuk raja Tirus 
sebagai setan (lih. Yeh 28:12-16), namun juga bagi raja Mesir sebagai Pohon Pengetahuan Baik dan 
Buruk (Yehezkiel 31). Namun demikian, Yes 14, khususnya ay 12-14, nampaknya menjelaskan 
tentang pemberontakan malaikat melalui kesombongan. Jika Allah menginginkan untuk menyatakan 
pada kita sifat khas dan asal dari setan ini adalah suatu cara dan tempat yang sangat menyimpang 
untuk melakukannya. Kita harus menjaga diri terhadap kecenderungan dari teologia sistematik yang 
mengambil bagian-bagian yang kecil dan mendua dari kitab-kitab perjanjian, penulis, buku, dan 
jenis tulisan yang berbeda dan menggabungkannya sebagaimana bagian-bagian dari sebuah puzzle 
Ulahi. 



317 



Alfred Edersheim {Kehidupan dan Jaman Yesus Sang Mesias, vol. 2, lampiran XIII [hal. 748- 
763] dan XVI [hal. 770-776]) mengatakan bahwa Kerabian Yudaisme telah terlalu banyak 
dipengaruhi oleh faham dualisme dan spekulasi yang bersifat ke-iblis-an. Para rabi bukanlah sumber 
yang baik bagi pencarian kebenran dalam bidang ini. Yesus secara radikal menyimpang dari 
pengajaran dari Sinagoga. Saya piker konsep para rabi mengenai perantaraan dan perlawanan 
malaikat dalam pemberian hukum Taurat kepada Musa di gunung Sinai membuka pintu terhadap 
konsep suatu malaikat musuh utama YHWH dan juga manusia. Ke dua illah yang tinggi dari 
dualisme Iranian (Zoroastrian), Ahkiman dan Ormaza, baik dan jahat, dan dualisme ini 
dikembangkan ke dalam suatu dualisme terbatas Yudaisme YHWH dan setan. 

Sudah barang tentu ada perwahyuan progresif dalam PB sebagaimana juga pengembangan 
kejahatan, namun tidak se rinci yang diproklamirkan para rabi. Suatu contoh yang baik dari 
perbedaan ini ialah "peperangan di surga". Kejatuhan setan adalah suatu keharusan yang logis, 
namun spesifikasinya tidak diberikan. Bahkan apa yang diberikan pun terselubung dalam suatu jenis 
tulisan apokaliptik (lih. Wah 12:4,7,12-13). Meskipun setan dikalahkan dan disingkirkan ke bumi, ia 
masih berfungsi sebagai hamba YHWH (lih. Mat 4:1; Luk 22:31-32; I Kor 5:5; I Tim 1:20). 

Kita harus mengekang rasa ingin tahu kita dalam bidang ini. Ada kekuatan pribadi dari 
pencobaan dan kejahatan, namun hanya ada satu Allah dan manusia masih bertanggung jawab atas 
pilihannya. Ada peperangan rohani, baik sebelum atau sesudah keselamatan. Kemenangan hanya 
dapat diperoleh dan tetap di tangan di dalam dan melalui Allah Tritunggal. Kejahatan telah 
dikalahkan dan akan dihapuskan! 



□ "Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu" Ini adalah sebuah penutup yang lazim 
bagi Paulus (lih. I Kor 16:23; II Kor 13:14; Gal 6:18; Flp 4:23; Kol 4:18; I Tes 5:28; II Tes 3:18 dan 
juga dalam Wah 22:21). Hal ini kemungkinan ditulis oleh tangannya sendiri. Ini adalah caranya 
untuk mengesahkan surat-suratnya (lih. II Tes 3:17; I Kor 16:21; Kol 4:18). 



NASKAH NASB (UPDATED): 16:21 
21 Salam kepada kamu dari Ti 
Sosipater, teman-temanku sebangsa 



21 Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan 



16:21-23 Ayat-ayat ini adalah suatu catatan tambahan. Rekan-rekan sekerja Paulus di Korintus lah 
yang mengirimkan salam-salam ini. 

16:21 "Lukius" Ini bisa jadi adalah (1) Lukas si tabib (lih. Kol 4:14), atau kemungkinan suatu 
ungkapan bagi "yang berpendidikan tinggi"; (2) Lukius dari Kirene (lih. Kis 13:1); atau (3) seorang 
Kristen yang tak dikenal. 

□ "Yason" ini kemungkinan adalah Yason yang rumahnya di Tesalonika disinggahi/ditinggali 
Paulus (lih. Kis 17:5-9). 

□ "Sosipater" Laki-laki ini kemungkinan adalah Sopater dari Berea dalam Kis 20:4. 
NASKAH NASB (UPDATED): 16:22 



22 



Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. 



318 



16:22 "Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini" Paulus menggunakan jasa seorang ahli tulis 
(amanuensis) untuk menuliskan surat-suratnya (lih. I Kor 16:21; Gal 6:11; Kol 4:18; II Tes 3:17). 
Saya piker Paulus tidak memiliki pandangan mata yang baik dan tidak bisa menulis dengan huruf 
yang berukuran kecil dan rapat untuk menghemat lembaran papyrus atau gulungan kulit (lih. Gal 
6:18)! 

NASKAH NASB (UPDATED): 16:23-24 

23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada 
seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, 
saudara kita. 24 (Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.) 

16:23 "Gayus" Ini bisa jadi (1) Gayus Titius Yustus dari Kis 18:7; (2) Gayus dari Derbe (lih. Kis 
19:29; 20:4; I Kor 1 : 14); atau (3) Gayus dari III Yoh ay 1 . 

□ "yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat" Ini adalah keramah 
tamahan yang diperlukan dalam gereja. Beberapa orang percaya dengan berbagai sumberdaya 
mengijinkan para pelayanan Kristen yang berkeliling untuk mendapat ruang dan menginap. 
Beberapa diantaranya, sebagaimana orang ini, juga membuka rumahnya untuk menjadi tempat 
pertemuan bagi acara-acara persekutuan. Gereja rumah tangga adalah sesuatu yang lazimselama 
lebih dari seratus tahun Lihat Topik Khusus: Jemaat (Ekklesia) pada 16:1. 

□ "Erastus, bendahara negeri" ia juga disebutkan dalam Kis 19:22; II Tim 4:20. ia memiliki 
sebuah pelayanan berkeliling yang berhubungan dengan Paulus. 

□ "Kwartus" Dalam bahasa Latin nama ini berarti "keempat". Ia barangkali saudara dari Tertius 
yang dalam bahasa Latin berarti "ketiga" (lih. ay 22). 

16:24 Ayat ini tidak ada dalam naskah kuno Yunani mula-mula, p 46<5 \ k, A, B, C, dan 0150. Kalimat 
ini ditemukan dalam beberapa naskah kuno Yunani setelah 16:23 dan yang lainnya setelah 16:27. 
Hal ini nyata-nyata tidak asli dari Paulus. Hal ini di abaikan dalam terjemahan NASB, NRSV, TEV 
dan NJB. Alkitab UBS 4 memberi tingkatan "pasti" (A) untuk pengabaian ini. Ini adalah upaya 
menutup surat ini dan berhubungan dengan masalah pujian penutupan di akhir pasal 14, 15, dan 16 
dalam berbagai naskah Yunani kuno. 

NASB (UPDATED) TEXT: 16:25-27 

25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, — menurut Injil yang kumasyhurkan dan 
pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan 
berabad-abad lamanya, 26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah 
Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk 
membimbing mereka kepada ketaatan iman — 27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh 
hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. 

16:25-27 Ini adalah satu kalimat dalam bahasa Yunani. Pemberkatan ini dapat ditemukan baik pada 
akhir pasal 14 dan pasal 15. Konteksnya ialah rekapitulasi dari tema-tema utama dari buku yang 
mungkin ditulis oleh tangan Paulus sendiri. 

Beberapa orang percaya bahwa pujian ini bisa jadi adalah 

319 



1 . surat pengantar bagi surat Efesus yang beredar 

2. bagi mereka yang dalam perjalanan ke Roma karena 

a. Paulus belum pernah mengunjungi Roma, namun ia menyapa duapuluh enam orang 

b. Pasal 16 adalah penyebutan pertama guru-guru palsu 

c. Pujian ini muncul dalam naskah kuno Yunani di beberapa tempat yang berbeda. 

Ada kemungkinan juga bahwa Paulus membuat dua salinan, pasal 1-14 ke Roma, pasal 1-16 ke 
Efesus. Biasanya penegasan ini dijawab dengan (1) fakta bahwa banyak dari para pelayan Kristen 
yang mula-mula ini berperjalanan; (2) fakta bahwa tak satupun naskah kuno Yunani kitab Roma 
yang tidak memiliki pasal 16; dan (3) kemungkinan bahwa guru-guru palsu diisyaratkan dalam 14:1- 
15:13. 

16:25 "bagi Dia yang berkuasa" Ini adalah satu lagi gelar yang indah dari Allah yang digunakan 
tiga kali dalam PB (lih. Ef 3:20; Yud 24). 

Perhatikan bagaimana Allah memampukan orang-orang percaya. 

1. Injil Paulus 

2. khotbah tentang Yesus Kristus 

3. pernyataan dari rencana keselamatan kekal Allah yang selama ini dirahasiakan (misteri). 
Orang-orang percaya dimampukan oleh pengenalan akan Injil. Injil ini telah disediakan bagi semua! 

□ "rahasia" Allah memiliki masksud tunggal bagi penebusan manusia yang bahkan mendahului 
kejatuhan mereka (lih. Kej 3). Isyarat dari rencana ini diungkap dalam PL (lih. Kej 3:15; 12:3; Kel 
19:5-6; dan bagian-baghian universal dalam Nabi-nabi). Namun demikian agenda lengkapnya 
tidaklah jelas (lih. I Kor 2:6-8). Dengan kedatangan Yesus dan Roh Kudus hal ini menjadi semakin 
nyata. Paulus menggunakan istilah "rahasia" untuk menjelaskan rencana penebusan total ini (lih. I 
Kor 4:1; Ef 2:11-3:13; 6:19; Kol 4:3; I Tim 1:9). Namun demikian, ia menggunakannya dalam 
beberapa pengertian yang berbeda: 

1. Suatu pengerasan sebagian Israel untuk mengijinkan bangsa bukan Yahudi untuk disertakan. 
Pencakupan bangsa bukan Yahudi ini akan bekerja sebagai mekanisme bagi orang Yahudi 
untuk menerima Yesus sebagai Kristus yang telah dinubuatkan (lih. Rom 1 1 :25-32). 

2. Injil di beritakan pada bangsa-bangsa, yang semuanya dicakup dalam Kristus dan melalui 
Kristus (lih. Rom 16:25-27; Kol 2:2). 

3. Tubuh baru orang-orang percaya pada Kedatangan Kedua (lih. I Kor 15:5-57; I Tes 4:13-18). 

4. Penjumlahan segala hal dalam Kristus (lih. Ef 1:8-11). 

5. Orang bukan Yahudi dan Yahudi adalah sesama pewaris (lih. Ef 2:11-3:13). 

6. Keintiman dari hubungan antara Kristus dan gereja dijelaskan dalam istilah perkawinan (lih. 
Ef 5:22-33). 

7. Bangsa bukan Yahudi dimasukkan dalam umat perjanjian dan didiami oleh Roh Kristus 
sedemikian hingga menghasilkan kedewasaan yang seperti Kristus, yaitu, memulihkan 
gambar Allah yang rusak dalam manusia yang jatuh (lih. Kej 6:5, 11-13; 8:21) dari Allah di 
dalam manusia (lih. Kej 1:26-27; 5:1; 9:6; Kol 1:26-28). 

8. Anti Kristus akhir jaman (lih. II Tes 2:1-11). 

9. Rangkuman rahasia tersebut dari gereja mula-mula ditemukan dalam I Tim 1:16. 

16:26 "sekarang telah dinyatakan" Rahasia atau rencana Allah ini sekarang telah dengan jelas 

diungkapkan kepada seluruh manusia. 

Ini adalah injil Yesus Kristus (lih. Ef 2:11-3:13). 



320 



□ "dan oleh kitab-kitab" Allah telah menyatakan rahasia ini dalam pribadi dan karya Yesus. Ini 
telah dinubuatkan oleh nabi-nabi PL. Pendirian suatu gereja PB yang terdiri dari orang-orang 
percaya Yahudi dan Bukan Yahudi telah selalu menjadi rencana Allah (lih. Kej 3:15; 12:3; Kel 19:5- 
6; Yer 31:31-34). 

□ "Allah yang abadi" Lihat Topik Khusus dibawah ini. 



TOPIK KHUSUS: ABADI 

Robert B. Girdlestone, dalam bukunya Sinonim-sinonim dari Perjanjian Lama, memiliki komentar 

yang menarik akan kata "abadi": 

"Kata sifatnya aionios digunakan lebih dari empat puluh kali dalam PB berkenaan dengan 
kehidupan kekal, yang dianggap sebagian sebagai anugerah saat ini, dan sebagian sebagai janji 
untuk di masa depan. Ini juga berlaku untuk keberadaan Allah yang abadi dalam Rom 16.26; 
untuk kemanjuran penebusan Kristus yang tak akan berakhir dalam Ibr 9.12, 13.20; dan untuk 
jaman yang telah berlalu dalam Rom 16.25, 2 Tim 1,9, Titus 1.2. 

Kata ini digunakan berkenaan dengan api kekal, Mat 18.8,25. 41, Yud 1 ; penghukuman kekal, 
Mat 25.46; penghakiman or penghukuman kekal, Mar 3.29, Ibr 6.2; penghancuran kekal, 2 Tes 
1.9. Kata dalam bagian ini mengisyaratkan suatu akhir, dan nampaknya menandakan hal ini 
ketika penghukuman-penghukuman ini akan dibebankan, waktu percobaan, perubahan, atau 
kesempatan menimba keberuntungan seseorang, akan sama sekali dan selama-lamanya tidak ada 
lagi. Kita mengerti sangat sedikit tentang masa depan, tentang hubungan antara kehidupan 
manusia dengan sisa keberadaan yang lain, dan mengenai bobot moral dari orang yang tidak 
percaya, sebagaimana dilihat dalam terang kekekalan. Jika, disatu sisi, adalah salah jika 
menambahi Firman Allah, di sisi lain kita tidak boleh menguranginya; dan jika kita terhuyung 
dibawah doktrin penghukuman kekal sebagaimana ditetapkan dalam Kitab Suci, kita harus 
bersedia menunggu, taat pada Injil kasih Allah dalam Kristus, sambil mengakui bahwa ada latar 
belakang kegelapan yang tidak mampu kita pahami" (hal. 318-319). 



□ "telah diberitakan... kepada segala bangsa" Ini adalah sebuah AORIST PASSIVE 
PARTICIPLE. Ini ditempatkan terakhir dalam kalimat bahasa Yunani untuk maksud penekanan. 
Allah telah penyejikan tawaran injil kepada seluruh dunia yang selalu menjadi maskud tujuanNya 
(lih. Kej 3:15)! 

□ 

NASB "untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman" 

NKJV "untuk ketaatan kepada iman" 

NRSV "untuk menyebabkan ketaatan iman" 

TEV "memimpin kepada ketaatan iman" 

JB "membawa mereka kepada ketaatan iman" 

Ada cara-cara yang berbeda untuk memahami frasa ini; ini bisa menunjuk pada (1) doktrin 
tentang Kristus; (2) mempercayakan diri dalam Kristus; atau (3) ketaatan pada injil baik sebagai 
langkah awal dan terus menerus. Ketaatan harus secara teologis digabungkan dengan konsep 
pertobatan dan iman (lih. Mar 1:15; Kis 3:16,19; 20:21). 



321 



16:27 "satu-satunya Allah yang penuh hikmat" Ini adalah isyarat dari monoteisme (lih. UI 6:4-5). 
KeKristenan hanya memiliki satu Allah, tepat seperti Yudaisme, namun demikian, keAllahan yang 
penuh dari Yesus dan kepenuhan kepribadian dari Roh memaksa kita pada suatu "tiga kesatuan", 
Trinitas. 

□ "segala kemuliaan sampai selama-lamanya" lihat catatan pada 3 :23 . 

□ "Amin" Lihat topic khusus pada 1 :25. 



PERTANYAAN-PERTANYAAN DISKUSI 

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung 
jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam pandangan yang 
kita miliki. Anda, Alkitab, dan Roh Kudus adalah prioritas dalam penafsiran. Anda tidak boleh 
menyerahkan hal ini kepada komentator. 

Pertanyaan-pertanyaan diskusi ini disediakan untuk membantu anda untuk berpikir secara 
menyeluruh mengenai hal-hal pokok dari bagian buku ini. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat 
tantangan berpikir, bukan definitif. 

1. Bagaimana Paulus mengenal semua orang-orang dalam gereja Roma ini apabila ia belum 
pernah berkunjung ke sana? 

2. Adakah bukti alkitabiah apapun bagi diaken wanita (lih. 16:1; I Tim. 3:11; 5:3-16)? 

3. Apakah Implikasi dari banyaknya wanita yang disebutkandalam pasal ini? 

4. Jelaskan metode dan berita dari guru-guru palsu (ay 17-18) 



322 



LAMPIRAN SATU 

DEFINISI SINGKAT DARI ISTILAH-ISTILAH KETATA-BAHASAAN YUNANI 



Bahasa Yunani Koine, sering disebut Bahasa Yunani Helenistik, adalah bahasa yang umum dari 
dunia Mediterania yang dimulai dengan pendudukan oleh Aleksander Agung (336-323 SM) dan 
digunakan selama kira-kira 800 tahun (300 SM-500 M), bahasa ini tidak hanya merupakan 
penyederhanaan dari bahasa Yunani Klasik, namun dalam banyak hal merupakan bentuk bahasa 
Yunani yang lebih baru yang menjadi bahasa kedua dari dunia timur dekat dan Mediteranian kuno. 

Bahasa Yunani dari Perjajian Baru adalah unik dalam beberapa hal karena para penggunanya, 
kecuali Lukas dan penulis kitab Ibrani, mungkin menggunakan bahasa Aram sebagai bahasa utama 
mereka. Oleh karena itu, tulisan mereka dipengaruhi oleh ungkapan-ungkapan dan bentuk-bentuk 
structural bahasa Aram. Jugamereka membaca dan mengutip Septuaginta (Terjemahan bahasa 
Yunani dari PL) yang juga ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Namun Septuaginta juga ditulis oleh 
para ahli Yahudi yang berbahasa ibu bukan Yunani. 

Hal ini berfungsi sebagai peringatan bahwa kita tidak dapat menekan Perjanjian Baru ke dalam 
suatu struktur ketata-bahasaan yang ketat. Perjanjian Baru adalah unik namun banyak kesamaannya 
dengan (1) Septuaginta; (2) Tulisan-tulisan Yahudi seperti tulisan Yosefus; dan (3) naskah papyrus 
yang ditemukan di Mesir. Lalu bagaimana kita mendekati suatu analisis ketata-bahasaan dari 
Perjanjian Baru? 

Ciri ketata-bahasaan dari Bahasa Yunani Koine dan Bahasa Yunani Koine Perjanjian Baru 
adalah mengalir. Dalam banyak hal saat itu adalah waktunya untuk penyederhanaan tata bahasa. 
Konteks adalah panduan utama kita. Kata-kata hanya memiliki arti di dalam konteks yang lebih luas, 
oleh karena itu, struktur ketata-bahasaan hanya bisa dipahami dari sudut pandang (1) suatu gaya 
penulis tertentu; dan (2) suatu konteks tertentu. Tak ada definisi yang konklusif dari bentuk dan 
struktur Bahasa Yunani yang memungkinkan. 

Bahasa Yunani Koine terutama merupakan bahasa untuk berbicara. Seringkah kunci bagi 
penafsirannya ialah jenis dan bentuk dari kata-kata kerjanya. Dalam kebanyakan anak kalimat 
intinya kata kerja akan muncul pertama kali, yang menunjukkan kedudukannya yang dominan. 
Dalam menganalisis kata kerja Yunani tiga informasi harus dicatat: (1) tekanan dasar dari bentuk 
kata kerja, jenis dan penjiwaan (aksidensi atau morfologi); (2) arti dasar dari kata kerja tertentu 
(leksikografi); dan (3) aliran konteks (sintaksis). 

I. BENTUK KATA KERJA 

A. Bentuk Kata atau aspek yang melibatkan hubungan dari KATA KERJA terhadap tindakan 
yang telah selesai dan belum selesai dilakukan. Hal ini sering disebut "sempurna" dan "tidak 
sempurna." 



323 



1. Bentuk Sempurna berfokus pada kemunculan tindakan, Tak ada informasi lain yang 
diberikan kecuali bahwa sesuatu telah terjadi! Mulainya, kelanjutan atau puncaknya tidak 
dibicarakan. 

2. Bentuk Tidak Sempurna berfokus pada kelanjutan proses dari suatu tindakan. Ini bisa 
dijelaskan dalam bentuk tindakan linier, tindakan duratif, tindakan progresif, dll 

B. Bentuk Kata ini dapat dikategorisasikan berdasar bagaimana si penulis memandang suatu 
tindakan pada saat sedang berlangsung. 

1. Muncul = AORI ST 

2. Muncul dan hasilnya tinggal = perfect 

3. Bermunculan di masa lalu dan hasilnya tinggal, namun tidak pada saat ini = pluperfect 

4. Bermunculan = present 

5. Telah bermunculan = imperfect 

6. Akan muncul = future 

Suatu contoh konkrit bagaimana bentuk kata ini membantu dalam penafsiran adalah 
untuk kata "diselamatkan". Kata ini digunakan dalam beberapa bentuk kata yang berbeda 
untuk menunjukkan baik kemajuan dan puncaknya. 

1. aorist - "telah diselamatkan" (lih. Rom 8:24) 

2. perfect - "telah diselamatkan dan hasilnya berlanjut" (lih. Ef 2:5,8) 

3 . present - "diselamatkan" (lih. I Cor. 1:18; 15:2) 

4. future - "akan diselamatkan" (lih. Rom 5:9, 10; 10:9) 

C. Dalam berfokus pada bentuk KATA KERJA, para penafsir mencari alasan dari si penulis asli 
untuk memilih menyatakan diri dengan menggunakan suatu bentuk kata tertentu. Bentuk 
baku "tanpa embel-embel" adalah aorist. Ini adalah bentuk KATA KERJA yang biasa 
"tidak spesifik", "tidak bertanda" atau "tanpa isyarat". Bentuk ini dapat digunakan dalam 
bebagai variasi dan cara sesuai dengan spesifikasi dari konteksnya. Bentuk ini secara 
sederhana hanya menyatakan bahwa sesuatu muncul atau terjadi. Aspek masa lalu nya hanya 
dimaksudkan dalam suatu indicative mood. Jika bentuk kata lain digunakan, berarti 
sesuatu yang lebih spesifik sedang ditekankan. Namun apakah itu? 

1. Perfect tense. Bentuk ini berbicara tentang suatu tindakan yang telah selesai dilakukan 
dengan hasil yang tinggal. Dalam beberapa hal ini adalah suatu kombinasi dari bentuk 
aorist dan present. Biasanya fokusnya ialah pada hasil yang tinggal atau penyelesaian 
dari tindakan tersebut. Contoh: Ef 2:5 & 8, "kamu telah dan terus selamat" 

2. Pluperfect tense. Ini seperti bentuk perfect kecuali bahwa hasil yang tinggal sudah 
tak ada lagi. Contoh: "Petrus (tadi) berdiri di pintu di luar." (Yoh 18:16). 

3. Present tense. Bentuk ini berbicara tentang suatu tindakan yang belum selesai atau 
tidak sempurna. Fokusnya biasanya pada kelanjutan dari peristiwa tersebut. Contoh: 
"Setiap orang yang tinggal di dalam Dia tidak akan terus berdosa," "setiap orang yang 
telah dilahirkan dari Allah tidak terus berbuat dosa" (I Yoh 3:6 & 9). 

4. Imperfect tense. Dalam bentuk kata ini hubungannya dengan present tense adalah 
analog dengan hubungannya dengan bentuk perfect dan pluperfect. Bentuk 
imperfect berbicara mengenai tindakan yang belum lengkap yang bermunculan 
sebelumnya namun sekarang telah berhenti atau mulainya suatu tindakan di waktu 
lampau Contoh: "Kemudian seluruh Yerusalem terus menerus pergi keluar mendapatkan 



324 



Dia" atau "kemudian seluruh Yerusalem telah mulai pergi ke luar mendapatkanNya" 
(Mat3:5). 
5. Future tense. Bentuk ini berbicara mengenai suatu tindakan yang biasanya 
diproyeksikan ke dalam suatu kurun waktu di masa depan. Fokusnya adalah lebih pada 
kemungkinan terjadinya suatu kejadian daripada kemunculannya itu sendiri Bentuk ini 

sering berbicara tentang kepastian dari suatu peristiwa. Contoh: "Diberkatilah mereka 

akan " (Mat 5:4-9). 

II. JENIS KATA 

A. Jenis kata menjelaskan hubungan antara tindakan dari KATA KERJA dan SUBYEKnya. 

B. Jenis Active adalah cara yang biasa, seperti yang diharapkan, tanpa penekanan tertentu, 
untuk menegaskan bahwa subyeknya melakukan tindakan dari KATA KERJAnya. 

C. Jenis passive berarti bahwa SUBYEKnya menerima tindakan dari KATA KERJA yang 
dilakukan oleh pelaku dari luar. Pelaku dari luar yang melakukan tindakan ini diindikasikan 
dalam Bahasa Yunani PB oleh KATA DEPAN-KATA DEPAN dan kasus-kasus berikut ini: 

1. suatu pelaku langsung pribadi oleh hupo dengan kasus ablative (lih. Mat 1:22; Kis 
22:30). 

2. suatu pelaku perantara pribadi oleh dia dengan kasus ablative (lih. Mat 1 :22). 

3. suatu pelaku bukan pribadi biasanya oleh en dengan kasus instrumental. 

4. kadang-kadang baik pelaku pribadi maupun bukan oleh kasus instrumental saja. 

D. Jenis middle berarti bahwa SUBYEKnya menghasilkan tindakan dari KATA KERJAnya 
dan juga terlibat langsung dalam tindakan dari KATA KERJA tersebut. Jenis ini seringkah 
disebut suara kepentingan pribadi yang dipertinggikan. Pembentukannya menekankan 
SUBYEK dari anak kalimat atau kalimat dalam beberapa cara. Pembentukan ini tidak 
ditemukan dalam bahasa Inggris. Pembentukan ini memiliki kemungkinan-kemungkinan arti 
dan terjemahan yang luas dalam bahasa Yunani, Beberapa contoh dari bentuk-bentuk ini 
adalah: 

1. Reflexive - tindakan langsung dari subyek terhadap dirinya sendiri. Contoh: 
"Menggantung diri" (Mat 27:5). 

2. Intensive - subyeknya menghasilkan tindakan bagi dirinya sendiri. Contoh: "Iblispun 
menyamar sebagai malaikat Terang" (II Kor 1 1 : 14). 

3. Reciprocal - permainan antara dua subyek. Contoh: "Mereka (saling) merundingkan" 
(Mat 26:4). 

III. SUASANA HATI (or "CARA") 

A. Ada empat SUASANA dalam Bahasa Yunani Koine. Hal ini mengindikasikan hubungan 
antara KATA KERJA dengan kenyataan, setidaknya di dalam pikiran dari si penulis sendiri. 
SUASANA dibagi dalam dua kategori yang luas: yang mengindikasikan kenyataan 
(indicative) dan yang mengindikasikan kemungkinan (subjunctive, imperative dan 
optative). 



325 



B. Suasana ndic ati ve adalah SUASANA yang normal untuk menyatakan suatu tindakan yang 
telah terjadi atau sedang terjadi di waktu lampau, setidaknya dalam pikiran si penulis. Ini 
adalah satu-satunya suasana dalam Bahasa Yunani yang menyatakan suatu waktu yang 
tertentu, dan bahkan di sini aspek tersebut bersifat sekunder. 

C. Suasana subjunctive menyatakan kemungkinan tindakan di kemudian hari. Sesuatu yang 
belum terjadi namun kemungkinan terjadinya cukup besar. Bentuk ini sangat mirip dengan 
future indicative. Perbedaannya adalah bahwa subjunctive menyatakan suatu derajad 
keraguan. Dalam bahasa Inggris hal ini sering dinyatakan dengan kata "could," "would," 
"may," atau "might." (arti: bisa/boleh jadi) 

D. Suasana optative menyatakan suatu pengharapan yang secara teoritis memungkinkan. 
Jenis ini dianggap sebagai selangkah lebih dekat dengan kenyataan daripada bentuk 
subjunctive. Jenis optative menyatakan kemungkinan di bawah suatu kondisi tertentu. 
Bentuk optative jarang digunakan dalam Perjanjian Baru. Penggunaannya yang paling 
sering adalah dalam frasa terkenal Paulus, "Sekali-kali tidak" (KJV, "God forbid"), 
digunakan lima belaskah (lih. Rom3:4, 6, 31; 6:2, 15; 7:7, 13; 9:14; 11:1, 11; I Kor 6:15; Gal 
2:17; 3:21; 6:14). Contoh-contoh lain ditemukan dalam Tes 1:38, 20:16, Kis 8:20, dan Thess 
3:11. 

E. Suasana imperative menekankan suatu perintah yang memungkinkan, namun 
penekanannya adalah pada maksud si pembicara. Hal ini hanya menegaskan kemungkinan 
yang dikehendaki dan dengan syarat pilihan-pilihan dari yang lain. Ada penggunaan khusus 
dari bentuk imperative dalam doa-doa dan permohonan-permohonan orang ke tiga. 
Perintah-perintah ini ditemukan hanya dalam bentuk present dan aorist dalam PB. 

F. Beberapa tata-bahasa mengkategorikan participles sebagai suatu jenis lain dari suasana. 
Hal ini sangat lazim dalam Bahasa Yunani PB, yang biasanya didefinisikan sebagai suatu 
verbal ADJECTIVE. Kata-kata ini deterjemahkan dalam kaitan dengan KATA KERJA utama 
yang berhubungan dengannya. Suatu variasi yang luas sangat mungkin dalam penterjemahan 
participle. Cara yang terbaik adalah dengan mempertimbangkan beberapa terjemahan bahasa 
Inggris. Alkitab dalam Dua Puluh Enam Terjemahan terbitan Baker sangat membantu dalam 
hal ini. 

G. aorist active indicative adalah cara normal atau "tak bertanda" untuk mencatat suatu 
kejadian. Bentuk, jenis atau suasana kalimat lain memiliki beberapa arti penafsiran yang 
ingin dikomunikasikan oleh si penulis asli. 



IV. Bagi orang yang tidak telalu kenal dengan Bahasa Yunani bantuan-bantuan belajar berikut ini 
akan menyediakan informasi-informasi yang diperlukan: 

A. Friberg, Barbara dan Timothy. Analytical GreekNew Testament. Grand Rapids: Baker, 1988. 



326 



B. Marshall, Alfred. Interlinear Greek-English New Testament. Grand Rapids: Zondervan, 
1976. 

C. Mounce, William D. The Analytical Lexicon to the Greek New Testament. Grand Rapids: 
Zondervan, 1993. 

D. Summers, Ray. Essentials o/New Testament Greek. Nashville: Broadman, 1950. 

E. Kursus-kursus korespondensi yang secara Akademik Terakreditasi tersedia melalui Moody 
Bible Institute (Institut Alkitab Moody) di Chicago, IL. 

V. KATA BENDA-KATA BENDA 

A. Secara sintaksis, KATA BENDA digolongkan berdasarkan kasus. Kasus adalah suatu bentuk 
dari KATA BENDA yang menunjukkan hubungannya dengan KATA KERJA dan bagian 
lain dari suatu kalimat. Dalam bahasa Yunani Koine banyak dari fungsi-fungsi kasus 
diindikasikan oleh KATA DEPAN. Karena bentuk kasus bisa mengidentifikasikan beberapa 
jenis hubungan yang berbeda, maka KATA DEPANnya berkembang utuk memberikan 
pemisahan yang lebih jelas pada kemungkinan fungsi ini. 

B. Kasus-kasus Bahasa Yunani digolongkan dalam delapan cara berikut ini: 

1 . Kasus nominative digunakan untuk penamaan dan biasanya adalah subyek dari suatu 
kalimat atau anak kalimat. Kasus ini juga digunakan untuk predicate nouns dan 
adjectives dengan mengaitkan dengan KATA KERJA "to be" atau "become." ("adalah" 
atau "menjadi") 

2. Kasus genitive digunakan untuk penjelasan dan biasanya memberikan suatu atribut atau 
kualitas pada kata yang berhubungan dengannya. Bentuk ini menjawab pertanyaan, 
"Seperti apa?" Kasus ini sering dinyatakan oleh penggunaan KATA DEPAN bahasa 
Inggris "of." ("dari") 

3. Kasus ablative menggunakan bentuk perubahan yang sama dengan bentuk genitive, 
namun perubahan ini digunakan untuk menjelaskan pemisahan. Kasus ini biasanya 
menyatakan pemisahan dari suatu titik waktu, tempat, sumber, asal, atau tingkatan. 
Sering dinyatakan dengan pengunaan KATA DEPAN Bahasa Inggris "firom" ("dari"). 

4. Kasus dative digunakan untuk menjelaskan kepentingan pribadi. Kasus ini bisa 
menyatakan suatu aspek positif atau negatif. Seringkah ini adalah obyek tidak langsung. 
Kasus ini seringkah dinyatakan oleh "KATA DEPAN" Bahasa Inggris "to" ("kepada"). 

5. Kasus locative adalah perubahan bentuk yang sama dengan dative, namun kasus ini 
menjelaskan suatu posisi atau lokasi dalam ruang, waktu, atau batasan-batasan logis. 
Seringkah dinyatakan oleh KATA DEPAN Bahasa Inggris "in, on, at, among, during, by, 
upon, and beside" ("di dalam, di atas, pada, di antara, selama, di dekat/sebelum, atas, dan 
di samping"). 

6. Kasus instrumental adalahbentuk perubahan yang sama dengan kasus dative dan 
locative. Kasus ini menyatakan cara atau keterkaitan. Seringkah dinyatakan oleh 
KATA DEPAN Bahasa Inggris, "by" or "with" ("oleh" atau "dengan") 

7. Kasus accusative digunakan untuk menjelaskan kesimpulan dari suatu tindakan. Kasus 
ini menyeatakan pembatasan. Kegunaan utamanya adalah sebagai obyek langsung. Kasus 



327 



ini menjawab pertanyaan, "How far?" or "To what extent?" "Seberapa jauh" atau 
"Sampai tingkat apa?" 
8. Kasus vocative digunakan untuk alamat langsung. 



VI. KATA SAMBUNG DAN PENGHUBUNG 

A. Bahasa Yunani adalah bahasa yang sangat teliti karena dalam bahasa ini terdapat banyak 
sekali kata-kata sambung. Kata-kata ini menghubungkan pemikiran-pemikiran (anak kalimat, 
kalimat, dan paragraf). Kata-kata ini sangat umum sehingga ketidak hadirannya (asyndeton) 
seringkah secara eksegesis sangat penting. Dalam kenyataannya kata-kata sambung dan 
penhubung ini menunjukkan arah dari pemikiran si penulis. Kata-kata ini seringkah sangat 
menentukan sifatnya dalam menetapkan secara tepat apa yang dicoba dikomunikasikannya. 

B. Berikut adalah daftar dari beberapa kata sambung dan penghubung dan arti-artinya 
(informasi ini kebanyakan dipungut dari buku H. E. Dana dan Julius K. Mantey, Panduan 
Ketata-bahasaan Bahasa Yunani Perjanjian Baru). 

1 . Penghubung Waktu 

a. epei, epeid e, hopote, hos, hote, hotan (subj.) - "ketika" 

b. heos - "sementara" 

c. hotan, epan (subj.) - "kapanpun" 

d. heos, achri, mechri (subj.) - "sampai" 

e. priv (infin.) - "sebelum" 

f. hos - "sejak," "bila," "segera setelah" 

2. Penghubung Logika 

a. Maksud 

(1) hina (subj.), hopos (subj.), hos - "supaya," "sehingga" 

(2) hoste (articular accusative infinitive) - "hingga" 

(3) pros (articular accusative infinitive) atau eis (articular accusative infinitive) - 
"bahwa" 

b. Hasil (ada hubungan erat antara bentuk-bentuk ketata-bahasaan maksud dan tujuan) 

(1) hoste (infinitive, ini yang paling umum) - "supaya," "jadi" 

(2) hiva (subj.) - "sedemikian hingga" 

(3) ara - "jadi/sedemikian" 

c. Sebab Akibat atau Alasan 

(1) gar (sebab akibat/pengaruh atau alasan/kesimpulan) - "sebab," "karena" 

(2) dioti, hotiy - "karena" 

(3) epei, epeide, hos - "sehubungan dengan" 

(4) dia (with accusative) dan (with articular infin.) - "karena" 

d. Inferensial 

(1) ara, poinun, hoste - "oleh karena itu" 

(2) dio (kata sambung inferensial yang terkuat) - "demi," "dari itu," "karena itu" 

(3) oun - "karenanya," "jadi," "maka," "akibatnya" 

(4) toinoun - "sejalan dengan itu" 

e. Adversatif atau kontras 

(1) alla (adversative kuat) - "tetapi," "kecuali" 



328 



(2) de - "tetapi," "namun demikian," "namun," "di sisi lain" 

(3) kai - "tetapi" 

(4) mentoi, oun - "namun demikian" 

(5) plen - "meskipun" (mostly in Luke) 

(6) oun - "bagaimanapun" 

f. Perbandingan 

(1) hos, kathos (mengenalkan anak-anak kalimat perbandingan) 

(2) kata (dalam kata majemuk, katho, kathoti, kathosper, kathaper) 

(3) hosos (dalam Bahasa Ibrani) 

(4) e - "daripada" 

g . Keb erl anj utan atau Urutan 

(1) de - "dan," "sekarang" 

(2) kai - "dan" 

(3) tei - "dan" 

(4) hina, oun - "bahwa" 

(5) oun - "kemudian" (in John) 
Penggunaan untuk Penegasan 

a. alla - "tentu saja," "ya," "kenyataannya" 

b. ara - "sungguh," "sesunggunya," "sebenarnya" 

c. gar - "namun sebenarnya," "sesungguhnya," "sungguh" 

d. de - "sungguh" 

e. ean - "bahkan" 

f. kai - "bahkan," "sesungguhnya," "sebenarnya" 

g. mentoi - "benar-benar" 

h. oun - "sebenar-benarnya," "secara pasti" 



VII. KALIMAT-KALIMAT CONDITIONAL 

A. Suatu kalimat conditional ialah kalimat yang mengandung satu atau lebih anak-anak 
la;imat yang bersifat kondisional. Struktur ketatabahasaan ini membantu penafsiran karena 
kalimat ini menyediakan syarat-syarat, alasn-alasan atau sebab-sebab mengapa suatu 
tindakan dari KATA KERJA utamanya ada atau tidak ada. Ada empat jenis kalimat 
conditional. Jenis-jenis ini bergerkak mulai dari apa yang dianggap benar dari sudut pandang 
si penulis atau bagi maksud penulisannya, sampai yang hanya merupakan suatu pengharapan 
saja. 

B. Kalimat first class conditional menyatakan tindakan atau keadaan yang dianggap benar 
dari sudut pandang si penulis atau untuk maksud tujuan penulisannya walaupun kalimat ini di 
awali dengan kata "jika". Dalam beberapa konteks kata jika ini bisa di terjemahkan sebagai 
"berhubung/karena" (lih. Mat 4:3; Rom 8:31). Namun demikian, hal ini tidak bermaksud 
mengisyaratkan bahwa semua first class adalah benar sesuai kenyataan. Seringkah 
kalimat-kalimat ini digunakan untuk mengemukakan pandangan dalam suatu argumentasi 
atau untuk memunculkan suatu kesalahan (lih. Mat 12:27). 



329 



C. Kalimat second class conditional sering disebut "kebalikan dari fakta". Kalimat ini 
menyatakan sesuatu yang tidak benar menurut faktanya untuk mengaskan suatu pandangan. 
Contoh: 

1. "Jika Ia sungguh-sungguh seorang nabi, yang dalam hal ini bukan, Ia pasti akan 
mengetahui siapa dan bagaimana sifat wanita yang melekat padanya, namun Ia tidak 
mengetahuinya. (Thess. 7:39). 

2. "Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, (yang jelas-jelas tidak) tentu kamu akan 
percaya juga kepada-Ku, (juga jelas-jelas tidak)" (Yoh 5:46). 

3. "Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, (yang dalam hal ini 
tidak) maka aku bukanlah hamba Kristus (dalam hal ini aku hamba Kristus)" (Gal 1:10). 

D. third class berbicara tentang kemungkinan tindakan di masa depan. Seringkah kalimat ini 
membawa derajad kemungkinan terjadinya tindakan tersebut, yang biasanya diisyaratkan 
dalam bentuk suatu ketergantungan. Tindakan dari KATA KERJA utamanya tergantung 
pada tindakan dalam anak kalimatnya. Contoh dari I Yoh.: 1:6-10; 2:4,6,9,15,20,21,24,29; 
3:21; 4:20; 5:14,16. 

E. fourth class ialah yang terjauh digeser dari kemungkinan. Kalimat ini jarang didapati 
dalam PB. Bahkan dalam kenyataannya tak ada satupun kalimat fourth class 
conditional yang di dalamnya ke dua bagian dari syarattersebut cocok dengan definisinya. 
Sebuah contoh dari suatu fourth class sebagian adalah anak kalimat pembukaan dalam I 
Pet 3:14. Suatu contoh dari suatu fourth class sebagian dalam anak kalimat penyimpul 
adalah Kis 8:31. 

VIII. LARANGAN-LARANGAN 

A. Suatu present imperative dengan particle me seringkah (namun tidak selalu demikian) 
memiliki penekanan menghentikan suattu tindakan yang telah dalam proses. Beberapa 
contoh: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi. . ." (Mat 6:19);" Janganlah kuatir 
akan hidupmu. . ." (Mat 6:25); "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota 
tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman. . ." (Rom 6:13); "Dan 
janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah. . ." (Ef 4:30); dan "janganlah kamu mabuk 
oleh anggur. . ." (5:18). 

B. Suatu aorist subjunctive dengan particle me memiliki penekanan pada "jangan memulai 
suatu tindakan" Beberapa contoh: "Janganlah kamu menyangka, bahwa . . ." (Mat 5:17); 
"janganlah kamu kuatir. . ." (Mat 6:31); "janganlah malu . . ." (II Tim 1:8). 

C. Suatu double NEGATIVE dengan suatu suasana subjunctive adalah suatu penegatifan yang 
sangat tegas. "Tidak pernah, tidak akan pernah" atau "tidak dalam situasi apapun." Beberapa 
contoh: "ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya" (Yoh 8:51); "aku untuk 
selama-lamanya tidak akan. . ." (I Kor 8:13). 

IX. ARTIKEL 



330 



A. Dalam Bahasa Yunani Koine, definite article "the" memiliki penggunaan yang serupa 
dengan bahasa Inggris. Fungsi dasarnya adalah sebagai "suatu penunjuk", suatu cara untuk 
menarik perhatian pada sebuah kata, nama, atau frasa. Penggunaannya berragam dari penulis 
ke penulis dalam Perjanjian Baru. definite article dapat juga brfungsi 

1 . sebagai suatu alat mengkontraskan seperti sebuah KATA GANTI demonstratif ; 

2. sebagai suatu tanda untuk menunjuk pada SUBYEK atau orang yang telah diperkenalkan 
sebelumnya; 

3. sebagai suatu cara untuk mengenali suatu subyek dalam sebuah kalimat dengan suatu 
KATA KERJA berkaitan. Contoh: "Allah adalah Roh," Yoh 4:24; "Allah adalah terang," 
I John 1:5; "Allah adalah kasih," 4:8,16. 

B. Bahasa Yunani Koine tidak memiliki suatu indefinite article seperti bahasa Inggris 
"sebuah" Ketidak adaan indefinite article bisa berarti 

1 . suatu fokus pada sifat atau kualitas dari sesuatu 

2. suatu fokus pada kategori sesuatu 

C. Para penulis PB sangat berragam dalam cara menggunakan ARTIKEL. 

X. CARA MENUNJUKKAN PENEKANAN DALAM BAHASA YUNANI PERJANJIAN BARU 

A. Teknik menunjukkan penekanan berragam dari penulis ke penulis dalam Perjanjian Baru. 
Penulis yang paling konsisten dan formal adalah Lukas dan penulis kitab Ibrani. 

B. Telah kita nyatakan terdahulu bahwa suatu aorist active indicative adalah bersifat baku 
dan polos untuk suatu penekanan, tetapi bentuk, jenis atau suasana kalimat lain memiliki arti 
penting dalam penafsiran juga. Ini tidak mengisyaratkan bahwa aorist active indicative 
tidak sering digunakan dalam pengertian ketata bahasaan yang menentukan. Contoh: Rom 
6:10 (dua kali). 

C. Susunan kata dalam Bahasa Yunani Koine 

1. Bahasa Yunani Koine adalah suatu bahasa ubahan yang tidak, seperti bahasa Inggris, 
bergantung pada susunan katanya. Karenanya, si penulis bisa memvariasikan susunan 
yang umum untuk menunjukkan 

a. apa yang ingin ditekankan oleh si penulis pada pembacanya 

b. apa yang dipikirkan si penulis yang akan mengejutkan pembacanya 

c. apa yang secara mendalam dirasakan oleh si penulis 

2. Susunan kata ynag umum dalam Bahasa Yunani masih merupakan pokok permasalahan 
yang belum terselesaikan. Namun demikian, susunan yang dianggap normal ialah 

a. bagi kata kerja berkait 

(1) KATA KERJA 

(2) SUBYEK 

(3) PELENGKAP 

b . bagi kata kerja transitif 

(1) KATA KERJA 

(2) SUBYEK 

(3) OBYEK 



331 



(4) OBYEK TAK LANGSUNG 

(5) FRASA PERANGKAI 

c. bagi frasa kata benda 

(1) KATA BENDA 

(2) PENGUBAH 

(3) FRASA PERANGKAI 

3 . Susunan kata dapa menjadi hal yang amat sangat penting dalam eksegesis. Contoh: 

a. "berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan" (Gal 
2:9). Frasa "berjabat tangan tanda persekutuan" di pisahkan dan dikedepankan untuk 
menunjukkan tingkat kepentingannya. 

b. "dengan Kristus" (Gal 2:19), ditempatkan di awal ay 20. KematianNya ialah intinya. 

c. "berulang kali dan dalam pelbagai cara" (Ibr 1:1), ditempatkan pertama-tama. Ini 
adalah bagaimana Allah menyatakan DiriNya yang sedang di kontraskan, bukan 
kenyataan dari perwahyuan itu sendiri. 

D. Biasanya suatu tingkat penekanan ditunjukkan oleh 

1. Pengulangan dari kata ganti yang telah disebutkan dalam bentuk ubahan kata kerja 
nya. Contoh: "Aku (sendiri) menyertai kamu. . ." (Mat 28:20). 

2. Ke tidak hadiran dari suatu kata sambung, atau alat penyambung lain di antara kata, 
frasa, anak kalimat atau kalimat. Ini disebut sebagai suatu asyndeton ("tak terikat"). 
Kata sambung yang biasanya dipakai, tidak muncul, sehingga hal ini akan menarik 
perhatian. Contoh: 

a. Kata berbahagialah, Mat 5 :3ff (menekankan daftar) 

b. Yoh 14:1 (topicbaru) 

c. Roma 9: 1 (bagian baru) 

d. II Kor 12:20 (menekankan daftar) 

3. Pengulangan kata atau frasa yang muncul dalam konteks tertentu. Contoh: "puji-pujian 
bagi kemuliaan-Nya" (Ef 1:6, 12 & 14). Frasa ini digunakan untuk menunjukkan 
pekerjan dari setiap pribadi dari Trinitas. 

4. Penggunaan dari suatu ungkapan atau permainan kata (bunyi) di antara istilah-istilah 

a. euphemisms - menggantian kata-kata untuk pokok yang tabu seperti "tidur" untuk 
mati (Yoh 11:11-14) atau "kaki" untuk alat kelamin pria (Rut 3:7-8; I Sam 24:3). 

b. circumlocutions - penggantian kata-kata untuk nama Allah, seperti "Kerajaan Surga" 
(Mat 3:21) atau "suara dari surga" (Mat 3:17). 

c. kata kiasan 

(1) pembesar-besaran yang tidak mungkin (Mat 3:9; 5:29-30; 19:24). 

(2) pernyataan yang sedikit berlebihan (Mat 3:5; Kis 2:36). 

(3) personifikasi (I Kor 15:55). 

(4) ironi (Gal 5:12) 

(5) bagian-bagian puitis (Flp 2:6-11). 

(6) permainan suara di antara kata-kata 

(a) "gereja" 

(i) "gereja" (Ef 3:21) 
(ii) "panggilan" (Ef 4: 1,4) 
(iii) "dipanggil" (Ef 4: 1,4) 

(b) "merdeka" 



332 



(i) "wanita merdeka" (Gal 4:31) 
(ii) "kemerdekaan" (Gal 5:1) 
(iii) "bebas" (Gal 5:1) 
d. bahasa-bahasa ungkapan - bahasa yang biasanya khas secara bahasa dan budaya 
tertentu: 

(1) Penggunaan "makanan" sebagai penggambaran (Yoh 4:31-34). 

(2) Penggunaan "Bait Allah" sebagai penggambaran (Yoh 2:19; Mat 26:61). 

(3) sebuah ungkapan Ibrani tentang belas kasih, "benci" (Kej 29:31; UI 21:15; Thess. 
14:36; Yoh 12:25; Rom 9:13). 

(4) "Semua" versus "banyak." Bandingkan Yes 53:6 ("semua") dengan 53:11 & 12 
("banyak"). Istilah-istilah ini sinonim dengan Rom 5:18 dan 19. 

5. Penggunaan dari frasa linguistic yang lengkap disbanding dengan sebuah kata tunggal. 
Contoh: "Tuhan Yesus Kristus." 

6. Penggunaan khusus kata autos 

a. ketika digunakan dengan artikel (posisi atributif) diterjemahkan sebagai "sama." 

b. ketika tanpa artikel (posisi predikat) diterjemahkan sebagai suatu kata ganti 
intensive reflexive — "dirinya sendiri," atau "sendiri." 

E. Para pelajar Alkitab yang tidak bisa berbahasa Yunani dapat mengenali penekanan ini dalam 
beberapa cara: 

1. Penggunaan suatu kamus analitis dan suatu naskah baris demi baris Yunani/Inggris. 

2. Perbandingan dari terjemahan-terjemahan bahasa Inggis, khususnya dari beberapa teori 
penterjemahan yang berlainan. Contoh: membandingkan suatu terjemahan "kata demi 
kata" (KJV, NKJV, AS V, NASB, RSV, NRSV) dengan suatu terjemahan "dynamic 
equivalent" (Williams, NIV, NEB, REB, JB, NJB, TEV). Buku yang sangat membantu 
dalam hal ini ialah Alkitab dalam Dua Puluh Enam Terjemahan terbitan Baker. 

3 . Penggunaan Alkitab yang Ditekankan oleh Joseph Bryant Rotherham (Kregel, 1 994). 

4. Penggunaan terjemahan yang sangat huruflah 

a. The American Standard Version tahun 1901 

b. Young's Literal Translation ofthe Bible oleh Robert Young (Guardian Press, 1976). 

Kajian ketata bahasaan bersifat membosankan namun merupakan keharusan bagi penafsiran 
yang tepat. Definisi-definisi, komentar-komentar, dan contoh-contoh singkat ini dimaksudkan untuk 
mendorong dan melengkapi orang-orang yang tak berbahasa Yunani untuk menggunakan catatan- 
catatan ketata bahasaan yang disediakan oleh volume ini. Tentu saja definisi-definisi ini sangatlah 
terlalu sederhana. Sehingga jangan digunakan dalam cara yang dogmatic dan tidak fleksibel, namun 
sebagai suatu pijakan menuju pada suatu pemahaman sintaksis yang lebih luas dari Perjanjian Baru. 
Definisi-definisi ini diharapkan akan juga memampukan para pembaca untuk memahami komentar- 
komentar dari alat bantu belajar yang lain seperti komentari teknis Perjanjian Baru. 



333 



334 



LAMPIRAN DUA 

KRITIK KENASKAHAN 



Pokok bahasan ini akan dibahas dengan cara menerangkan catatan-catatan kenaskahan yang 
ditemukan dalam komentari ini. Garis besar berikut ini akan digunakan 
I. Sumber kenaskahan dari Alkitab Bahasa Inggris kita. 

A. Perjanjian Lama 

B. Perjanjian Baru 

II. Penjelasan singkat mengenai permasalahan dan teori-teori "kritik yang lebih rendah" ini 

disebut "kritik kenaskahan." 
III. Bahan-bahan bacaan lebih lanjut yang disarankan. 

I. Sumber kenaskahan dari Alkitab bahasa Inggris 
A. Perjanjian Lama 

1. Naskah Masoretik (MT) - Naskah Ibrani huruf mati disusun oleh Rabi Aquiba dalam 
tahun 100 Masehi. Titik-titik huruf hidup, aksen, catatan marjinal, tanda baca, dan titik- 
titik apparatus mulai ditambahkan dalam abad ke-enam Masehi dan diselesaikan di abad 
ke Sembilan Masehi. Hal ini dikerjakan oleh suatu keluarga ahli Yahudi yang dikenal 
sebagai kaum Masoret. Bentuk kenaskahanyang mereka gunakan sama denganyang 
digunakan dalam Mishnah, Talmud, Targums, Peshitta, dan Vulgate. 

2. Septuaginta (LXX) - Tradisi mengatakan bahwa Septuaginta dibuat oleh 70 ahli Yahudi 
dalam 70 hari bagi perpustakaan Aleksandria disponsori oleh Raja Ptolemus II (285-246 
S. M.) Terjemahannyadidugamerupakan permintaan dari seorang pemimpin Yahudi yang 
hidup di Aleksandria. Tradisi ini berasal dari "Surat Aristeas." LXX ini seringkah 
didasarkan pada naskah Ibrani yang berbeda dengan naskah dari Rabi Aquiba (MT). 

3. Gulungan Kitab Laut Mati (DSS) - Gulungan Kitab Laut Mati ditulis dalam periode 
Romawi Sebelum Masehi (200 S.M to 70 M) oleh suatu sekte separatis Yahudi yang 
disebut kaum "Essenes." Naskah kuno Ibrani yang ditemukan di beberapa situs di sekitar 
Laut Mati ini, menunjukkan suatu keluarga naskah Ibrani yang agak berbeda yang 
melatar belakangi baik MT atau LXX. 

4. Beberapa contoh spesifik daari bagaimana perbandingan dari naskah-naskah ini telah 
membantu para penafsir memahami Perjanjian Lama 

a. LXX telah membantu para penterjemah dan para ahli memahami MT 

(1) LXX dari Yes 52:14, "Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia ." 

(2) MT dari Yes 52:14, "Sebagaimana banyak orang takjub atas mu ." 

(3) dalam Yes 52:15 perbedaan kata ganti dalam LXX diteguhkan 

(a) LXX, "sehingga banyak bangsa akan tercengang melihatnya" 

(b) MT, "sehingga ia mencengangkan banyak bangsa" 

b. DSS telah membuat para penterjemah dan para ahli memahami MT 

(1) DSS dari Yes 21:8, "kemudian orang yang melihat itu berseru, Di atas menara 
pemantau aku berdiri. . ." 

(2) MT dari Yes 21:8, "Kemudian berserulah orang yang melihat itu: "Di tempat 
peninjauan, ya tuanku, aku berdiri senantiasa sehari suntuk. . ." 

c. Baik LXX dan DSS telah membantu mengklarifikasikan Yes 53:11 

335 



(1) LXX & DSS, "Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi 
puas" 

(2) MT, "ia akan melihat. . .dari kesusahan jiwanya, Ia akan menjadi puas" 

B. New Testament 

1. Lebih dari 5,300 naskah kuno dari semua atau bagian dari Perjanjian baru berbahasa 
Yunani masih ada. Sekitar 85 ditulis pada papyrus dan 268 adalah naskah kuno yang 
semuanya ditulis dengan huruf besar (uncials). Namtinya di sekitar abad ke Sembilan M, 
suatu naskah berhuruf kecil (minuscule) mulai dikembangkan. Naskah-naskah kuno 
Yunani dalam bnetuk tulisan ada sekitar 2700. Kita juga memiliki sekitar 2100 salinan 
dari daftar-daftar naskah Kitab Suci yang digunakan dalam ibadah yang kita sebut 
sebagai leksionaris. 

2. Sekitar 85 nasakh kuno Yunani mengandung bagian-bagian dari Perjanjian Baru yang 
ditruliskan pada papyrus sekarang tersimpan dalam museum-museum. Beberapa di 
antaranya berasal dari abad kedua M, namun umumnya berasal dari abad ketiga dan 
keempat M. Tak satupun dari MSS ini memuat keseluruhan Perjanjian Baru. Juga karena 
naskah-naskah ini termasuk yang tertua tidak secara otomatis berarti hanya memiliki 
sedikit variasi. Banyak dari naskah-naskah ini disalin dengan cepat untuk penggunaan 
lokal. Kehati-hatian nampaknya agak terabaikan dalam proses tersebut. Oleh karena itu, 
naskah-naskah ini mengandung banyak variasi. 

3. Codex Sinaiticus, dikenal dengan huruf Ibrani 0.(alif) atau (01), ditemukan di biara St. 
Catherine di Gunung Sinai oleh Tischendorf Bertanggalkan dari abad ke empat M dan 
mencakup baik LXX dari PL dan PB Yunani. Ini merupakan jenis "Naskah Aleksandria". 

4. Codex Alexandrinus, dikenal sebagai "A" atau (02), suatu naskah kuno Yunani abad 
kelima yang ditemukan di Aleksandria, Mesir. 

5. Codex Vaticanus, dikenal sebagai "B" atau (03), ditemukan dalam perpustakaan Vatikan 
di Roma dan bertanggalkan dari tengah abad keempat M. Naskah ini mencakup baik 
LXX PL dan PB Yunani. Ini juga berjenis "Naskah Aleksandria." 

6. Codex Ephraemi, dikenal sebagai "C" atau (04), suatu naskah kuno abad kelima yang 
sebagian telah rusak. 

7. Codex Bezae, dikenal sebagai "D" atau (05), suatu naskah kuno Yunani abad ke lima 
atau keenam. Ini adalah perwakilan pertama dari apa yang disebut "Naskah Barat." 
Mengandung banyak tambahan-tambahan dan merupakan saksi Yunani utama bagi 
terjemahan King James. 

8. PB MSS dapat dikelompokkan kedalam tiga, kemungkinan empat keluarga yang 
memiliki sifat serupa. 

a. Naskah Alexandria dari Mesir 

(1) P 75 , P 66 (sekitar 200 M), yang mencatat kitab-kitab Injil 

(2) P 46 (sekitar 225 M), yang mencatata surat-surat Paulus 

(3) P 72 (sekitar 225-250 M), yang mencatat Petrus dan Yudas 

(4) Codex B, disebut Vaticanus (sekitar 325 M), yang mencakup seluruh PL dan PB 

(5) Origen mengutip dari jenis naskah ini 

(6) MSS lain yang menunjukkan jenis naskah ini adalah X, C, L, W, 33 

b . Naskah Barat dari Afrika Utara 

(1) kutipan-kutipan dari bapa-bapa gereja Afrika Utara, Tertullian, Cyprian, dan 
terjemahan Latin Kuno 



336 



(2) kutipan-kutipan dari Irenaeus 

(3) kutipan-kutipan dari Tatian dan terjemahan Syria kuno 

(4) Codex D "Bezae" mengikuti jenis naskah ini 

c. Naskah Byzantine Timur dari Konstantinopel 

(1) jenis naskah ini dicerminkan oleh lebih dari 80% dari 5300 MSS 

(2) dikutip oleh Antioch dari bapa-bapa gereja Syria, Kapadokia, Krisostom, dan 
Therodoret 

(3) Codex A, dalam Injil saja 

(4) Codex E (abad ke delapan) bagi seluruh PB 

d. kemungkinan jenis keempat ialah "kaisaria" dari Palestina 

(1) terutama nampak hanya dalam kitab Markus 

(2) beberapa saksi-saksi untuk ini adalah P 45 dan W 

II. Permasalahan dan teori-teori "kritik yang lebih rendah" atau "kritik kenaskahan." 

A. Bagaimana variasi muncul 

1 . kekurang hati-hatian atau ketidak sengajaan (mayoritas terbesar kemunculan) 

a. terlewatkan oleh mata dalam penyalinan tangan yang membaca kata kedua dari dua 
kata yang serupa dan dengan demikian mengabaikan semua kata di antara kata 
tersebut (homoioteleuton) 

(1) terlewatkan oleh mata dalam mengabaikan suatu kata atau frasa berhuruf ganda 
(haplography) 

(2) terlewatkan dalam pikiran dalam pengulangan suatu frasa atau baris dari sebuah 
naskah Yunani (dittography) 

b. terlewatkan oleh telinga dalam penyalinan secara pendiktean dimana muncul 
kesalahan pengejaan (itacism). Seringkah kesalah ejaan ini mengisyaratkan atau 
mengeja suatu kata Yunani yang mirip bunyinya. 

c. Naskah Yunani mula-mula tidak mengenal pembagian pasal dan ayat, sangat sedikit 
atau tidak menggunakan tanda baca dan tak ada pemisahan antar kata. Ada 
kemungkinan untuk membagi suatu huruf ke dalam tempat yang berbeda dan 
membentuk suatu kata yang berbeda. 

2. kesengajaan 

a. perubahan-perubahan yang dibuat untuk meningkatkan bentuk ketata bahasaan dari 
naskah yang disalin. 

b. perubahan-perubahan yang dibuat untuk membawa naskah kedalam kecocokan 
dengan naskah-naskah Alkitabiah lain (harmonisasi dari bagian yang berparalel) 

c. perubahan-perubahan yang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih 
pembacaan-pembacaan yang berbeda menjadi satu naskah gabungan yang panjang 
(conflation) 

d. perubahan yang dibuat untuk membetulkan suatu dugaan permasalahan dalam naskah 
tersebut (lih. I Kor 1 1 :27 dan I Yoh 5:7-8) 

e. beberapa tambahan informasi seperti latar belakang sejarah atau penafsiran yang tepat 
dari naskah ditempatkan dalam garis tepi oleh seorang penyalin, namun dimasukkan 
dalam naskah oleh penyalin lain. (lih. Yoh 5:4) 

B. Prinsip dasar dari kritik kenaskahan (pedoman logis untuk penentuan pembacaan asli dari 
suatu naskah bila terdapat variasi) 

1 . naskah yang secara ketata-bahasaan aneh dan tidak lazim barangkali justru adalah asli. 



337 



2. naskah yang paling pendek barangkali adalah aslinya 

3. naskah yang lebih tua diberi bobot lebih karena jarak histories dengan aslinya, dengan 
hal-hal lain dianggap setara. 

4. MSS yang secara geografis berbeda biasanya memiliki pembacaan asli. 

5. naskah-naskah yang secara doktrin lebih lemah, khususnya yang berhubungan dengan 
diskusi-diskusi teologis utama dari periode perubahan naskah kuno tersebut, seperti 
Trinitas dalam I Yoh 5:7-8, lebih disukai. 

6. naskah yang mampu menerangkan dengan baik asal dari variasi yang lain. 

7. dua kutipan yang membantu menunjukkan keseimbangan dalam variasi-variasi yang 
menyulitkan ini ialah 

a. buku dari J. Harold Greenlee, Pengantar Kritik Kenaskahan Perjanjian Baru, 

"Tidak ada doktrin Kristen yang bergantung pada suatu naskah yang 
diperdebatkan; dan siswa PB harus waspada dalam menginginkan naskahnya menjadi 
lebih bersifat ortodoks atau secara doktrin lebih kuat dari aslinya yang terilhami " 
(hal. 68). 

b. W. A. Criswell berkata pada Greg Garrison dari The Birmingham News bahwa ia 
(Criswell) tidak percaya setiap kata dalam Alkitab terilhami, "Setidaknya tidak tiap 
kata yang diberikan pada masyarakat moderen oleh para penterjemah dalam berabad- 
abad." Criswell berkata: "Saya sangat percaya pada kritik kenaskahan. Sedemikian, 
Saya kira, setengah bagian akhir dari markus pasal 16 adalah tidak asli: bukan naskah 
yang terilhami, melainkan hanyalah suatu buatan saja.... Ketika anda membandingkan 
naskah-naskah kuno tersebut jauh ke belakang, tak ada hal yang disebut kesimpulan 
dari Kitab Markus. Seseorang telah menambahkannya..." 

Para pendahulu dari Kelompok bebas kesalahan SBC mengklaim bahwa 
"interpolasi" juga terbukti dalam Yoh 5, peristiwa Yesus di kolam Betesda. Dan ia 
mendiskusikan dua peristiwa bunuh diri Yudas (lih. Mat 27 dan Kis 1): "Ini hanya 
perbedaan pandangan mengenai bunuh diri tersebut," Criswell berkata, "Jika ini ada 
di dalam Alkitab, pasti ada keterangannya. Dan dua peristiwa bunuh diri Yudas ada 
dalam Alkitab." Criswell menambahkan, "Kritik kenaskahan adalah ilmu yang 
mengagumkan secara tersendiri. Ini bukan suatu hal yang sebentar saja, bukan hal 
yang tak ada hubungannya. Melainkan suatu hal yang dinamis dan terpusat. . . ." 

III. Permasalahan-permasalahan Naskah Kuno (kritik kenaskahan) 

A. Sumber-sumber bacaan selanjutnya yang disarankan. 

1 . Kritik Alkitab: Kesejarahan, Huruflah dan Kenaskahan, oleh R.H. Harrison 

2. Naskah Perjanjian Baru: Transmisi, Kesalahan dan Restorasinya oleh Bruce M. Metzger 

3 . Pengantar pada Kritik Kenaskahan Perjanjian Baru, oleh J.H. Greenlee 



338 



LAMPIRAN TIGA 

DAFTAR KATA-KATA SUKAR 



Adopsionisme. Ini adalah satu dam pandangan-pandangan awal tentang hubungan Yesus dengan 
Allah. Pada dasarnya ini menyatakan bahwa Yesus adalah manusia normal dalam segalanya dan 
diadopsi secara khusus oleh Allah pada saat Ia di baptis (lih. Mat 3:17; Mar 1:11) atau pada saat 
kebangkitanNya (lih. Rom 1:4). Yesus hidup menjadi suatu teladan sehingga Allah, pada suatu 
titik tertentu, (baptisan, kebangkitan) mengadopsiNya sebagai "anak" Nya (lih. Rom 1:4; Flp 
2:9). Ini adalah pandangan dari gereja awal dan minoritas abad ke delapan. Bukannya Allah 
menjadi manusia (Inkarnasi) namun dibalik sekarang manusia menjadi Allah! 

Sangatlah sukra untuk mengatakan bagaimana Yesus , Allah Anak, Tuhan yang telah ada 
sebelumnya, dihargai atau ditinggikan karena keteladanan hidup. Jika Ia adalah Allah, 
bagaimana Ia bisa di hargai? Jika Ia sudah memiliki kemulkiaan Ulahi yang sudah ada 
sebelumnya, bagaimana Ia bisa dihargai lebih dari ini? Meskipun sangat sukar bagi kita untuk 
memahami, Bapa menghargai Yesus dalam pengertian yang khusus karena penggenapanNya 
yang sempur kehendak Bapa. 

Alexandrian School (Kelompok Aleksandria). Metode penafsiran Alkitab ini dikembangkan di 
Aleksandria, Mesir di abad kedua M. Menggunakan prinsip dasar penafsiran dari Philo, yang 
adalah pengikut Plato. Hal ini sering disebut dengan metode alegoris. Metode ini menguasai 
gereja sampai pada waktu Reformasi. Para pendukung terkuatnya adalah Origen dan Augustinus. 
Lihat Moises Silva, Adakah Gereja Salah Membaca Alkitab? (Academic, 1987) 

Alexandrinus. Naskah kuno Yunani abad ke lima dari Aleksandria, Mesir ini mencakup Perjanjian 
Lama, Apokripa, dan sebagian besar Perjanjian Baru. Ini adalah salah satu saksi utama bagi 
keseluruhan Perjanjian Baru Berbahasa Yunani (kecuali sebagian dari Matius, Yohanes, dan II 
Korintus). Ketika naskah kuno ini yang dinamai "A", dan naskah kuno "B" (Vaticanus) bersetuju 
mengenai suatu bacaan, maka bacaan tersebut dianggap asli oleh kebanyakan ahli dari 
kebanyakan kelompok. 

Alegoris. Ini adalah jenis penafsiran Alkitab yang aslinya dikembangkan di dalam Yudaisme 
Aleksandria. Metode ini dipopulerkan oleh Philo dari Aleksandria. Tulang punggung 
pengajarannya ialah membuat Alkitab relevan terhadap suatu budaya atau system filsafat tertentu 
dengan mengabaikan latar belakang kesejarahan dan/atau konteks penulisannya. Metode ini 
selalu mencari arti tersembunyi atau rohani dibalik setiap naskah Alkitab. Haruslah diakui bahwa 
Yesus, dalam Matius 13, dan Paulus, dalam Galatia 4, menggunakan alegoris untuk 
mengkomunikasikan kebenaran. Namun demikian, ini adalh dalam bentuk tipologi, bukan 
alegoris secara ketat. 

Analytical lexicon (Kamus Analitis). Ini adalah sejenis alat penelitian yang mengijinkan seseorang 
mengenali setiap bentuk Bahasa Yunani dalam Perjanjian Baru. Ini adalah suatu kompilasi, 
dalam urutan abjad Yunani, dari bentuk-bentuk dan definisi-definisi dasar. Dalam kombinasinya 
dengan terjemahan baris demi baris, alat ini mengijinkan pembaca yang tidak berbahasa Yunani 
untuk menganalisis bentuk-bentuk sintaksis dan ketata-bahasaan dari Perjanjian Baru Yunani. 

339 



Analogi Kitab Suci.. Ini adalah frasa yang digunakan untuk menjelaskan pandangan bahwa seluruh 
Alkitab diilhami oleh Allah dan oleh karenanya tidak salaing bertentangan namun saling 
melengkapi. Penegasan prasuposisi ini adalah dasar bagi penggunaan bagian paralel dalam 
menafsirkan suatu naskah Alkitabiah. 

Ambiguity (Kemenduaan). Ini menunjuk pada ketidak pastian dalam dokumen tertulis sebagai 
akibat dari adanya dua atau lebih kemungkinan arti atau kietika dua hal atau lebih dirujuk pada 
saat yang bersamaan. Mungkin saja bahwa Yohanes menggunakan kemenduaan yang disengaja, 
(double entendres). 

Antropomorfis. Berarti "mempunyai sifat yang berhubungan dengan manusia", istilah ini 

digunakan untuk menjelaskan bahasan keagamaan kita tentang Allah. Berasal dari istilah Yunani 
untuk manusia. Artinya kita berbicara tentang Allah seperti kalau Ia adalah manusia. Allah 
dijelaskan dalam istilah-istilah fisik, social dan psikologis yang berhubungan dengan manusia 
(lih. Kej 3:8; I Raj 22:19-23). Hal ini, tentu saja, hanya suatu analogi. Namun demikian, tak ada 
kategori atau istilah selain tentang manusia yang bisa kita pakai. Oleh karena itu, pengetahuan 
kita tentang Allah, walau benar, bersifat terbatas. However, there are no categories or terms other 
than human ones for us to use. Therefore, our knowledge of God, though true, is limited. 

Antiochian School (Kelompok Antiokhia). Metode penafsiran Alkitab ini dikembangkan di 
Antiokhia, Syria di abad ketiga M, sebagai reaksi atas metode alegoris dari Aleksandria, Mesir. 
Pokok ajarannya berfokus pada arti kesejarahan dari Alkitab. Metode ini menafsirkan Alkitab 
sebagai tulisan manusia biasa. Kelompok ini menjadi terlibat dalam kontroversi atas apakah 
Kristus memiliki sifat ganda (Nestorianisme) atau hanya sifat tunggal (Allah sepenuhnya dan 
manusia sepenuhnya). Kelompok ini dicap sesat oleh Gereja Katholik Romawi dan pindah ke 
Persia namun menjadi sangat kecil pengaruhnya. Prinsip dasar hermeunetiknya nantinya 
menjadi prinsip penafsiran dari Para Pembaharu Protestan Klasik (Luther dan Kalvin). 

Antithesis. Ini adalah satu dari tiga istilah diskriptif yang digunakan untuk menyatakan hubungan 
antar baris dari puisi Ibrani. Ini berhubungan dengan baris puisi yang artinya saling berlawanan, 
(lih. Ams 10:1, 15:1). 

Apocalyptic literature (tulisan Apokaliptis). Ini sebagian besar, kemungkinan bahkan hanya 
merupakan, jenis tulisan khas Yahudi. Ini adalah suatu jenis tulisan kriptik (samar) yang 
digunakan di waktu-waktu penjajahan bangsa Yahudi oleh kekuatan-kekuatan asing. Hal ini 
menganggap bahwa Allah yang merupakan pribadi, dan penebus menciptakan dan 
mengendalikan semua peristiwa dunia, dan bahwa Israel adalah pusat perhatian dan kepentingan 
Allah. Tulisan ini menjanjikan kemenangan akhir melalui upaya khusus Allah. 

Tulisan ini sangat penuh dengan perlambang dan khayalan dengan banyak istilah-istilah yang 
samar-samar. Sering hal ini menyatakan kebenaran melalui warna, angka, penglihatan- 
penglihatan, mimpi, penengaham oleh malaikat, kata sandi rahasia, dan sering suatu dualisme 
yang tajam antara baik dan jahat. 

Beberapa contoh dari jenis ini adalah (1) dalam PL, Yehezkiel (pasal 36-48), Daniel (pasal 7- 
12), Zakharia; dan (2) dalam PB, Matius 24; Markus 13; II Tesalonika 2 dan Wahyu. 



340 



Apologist (Apologetik). Ini berasal dari akar bahasa Yunani bagi "pembelaan hukum." Ini adalah 
suatu disiplin yang khusus dalam teologia yang selalu berupaya memberikan bukti dan alasan 
rasional bagi iman Kristen. 

Apriori. Pada dasarnya istilah ini bersinonim dengan "prasuposisi". Mencakup pertimbangan dari 
definisi-definisi, prinsip-prinsip, atau posisi-posisi yang telah diterima sebelumnya yang 
dianggap benar. Yaitu hal-hal yang bisa diterima tanpa harus diuji atau dianalisis. 

Arianisme. Arius adalah seorang presbiter dalam gereja di Aleksandria Mesir di abad ketiga dan 
awal abad keempat. Ia menegaskan bahwa Yesus telah ada sebelumnya namun tidak bersifat 
Ulahi (bukan berasal dari hakikat yang sama dengan Allah Bapa), kemungkinan mengikuti 
Amsal 8:22-31. Ia di tantang oleh uskup dari Aleksandria, yang memulai (318 M) suatu 
kontroversi yang berlarut sampai bertahun-tahun. Arianisme menjadi pengakuan iman dari 
Gereja-gereja Timur. Konsili Nicea di tahun 325 M mengutuk Arius dan meneguhkan kesetaraan 
dan keTuhanan penuh dari Allah Anak. 

Aristoteles. Ia adalah salah satu dari para filsuf Yunani kuno, murid dari Plato dan guru dari 

Aleksander Agung. Pengaruhnya, bahkan sekarang, menjangkau banyak bidang studi moderen. 
Ini karena ia menekankan pengetahuan melalui observasi dan klasifikasi. Ini adalah salah satu 
prinsip dari metode ilmiah. 

Autographs (Otograf). Ini adalah nama yang diberikan penulisan-penulisan asli dari Alkitab. 
Naskah-naskah kuno asli yang ditulis tangan ini semua telah hilang. Hanya salinan dari salinan- 
salinanlah yang masih ada. Inilah sumber dari banyaknya variasi kenaskahan dalam naskah- 
naskah Ibrani dan Yunani tua dan versi-versi kuno. 

Bezae. Ini adalah naskah kuno Yunani dan Latin dari abad keenam M. naskah ini dinamai "D". 
Mencakup kitab Injil, Kisah, dan beberapa surat rasul yang umum. Naskah ini bercirikan 
banyaknya tambahan oleh si penyalin. Naskah ini membentuk dasar dari "Textus Receptus," 
naskah kuno Yunani utama di balik terjemahan King James Version. 

Bias. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu pradisposisi yang kuat kepada 
suatu obyek atau titik pandangan. Ini adalah pola pikir yang di dalamnya tidak memungkinkan 
adanya imparsialitas mengenai suatu obyek atau titik pandang tertentu. Ini adalah suatu posisi 
yang berprasangka. 

Biblical Authority (Otoritas Alkitabiah). Iitlah ini digunakan dalam pengertian yang sangat 
khusus. Didefinisikan sebagai memahami apa yang dikatakan oleh seorang penulis asli kepada 
jamannya dan menerapkan kebenaran tersebut ke jaman kita. Otoritas Alkitabiah biasanya 
didefinisikan sebagai memandang Alkitab sebagai satu-satunya panduan yang bersifat otoritatif. 
Namun demikian, dengan kesadaran akan banyaknya penafsiran saat ini yang kurang tepat, saya 
telah membatasi konsep terhadap Alkitab sebagai yang ditafsirkan berdasar prinsip metode 
kesej arahan-ketatabahasaan. 

Canon (Kanonika). Ini adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tulisan-tulisan yang 
dipercaya terilhami secara khusus. Digunakan untuk Alkitab Perjanjian Lama dan Baru. 



341 



Christocentric (Kristosentris). Ini adalah istilah yag digunakan untuk menjelaskan sentralitas dari 
Yesus. Saya menggunakannya dalam kaitan dengan konsep bahwa Yesus adalah Tuhan dari 
seluruh Alkitab. Perjanjian Lama menunjuk padaNya dan Ia adalah penggenapan dan sasarannya 
(lih.Mat 5:17-48). 

Commentary (Komentari). Ini adalah suatu jenis buku penelitian yang dikhususkan. Buku ini 
memberikan latar belakang dari suatu kitab dari Alkitab. Lalu mencoba untuk menerangkan arti 
dari tiap bagian dari buku tersebut. Beberapa di antaranya berfokus pada penerapannya, 
sementara yang lain berurusan dengan naskah tersebut secara lebih teknis. Buku-buku ini 
sangaatlah membantu, namun harus digunakan setelah seseorang mengerjakan suatu kajian awal 
sendiri. Penafsiran dari seorang komentator sama sekali tidak boleh diterima demikian saja. 
Pembandingan beberapa komentari dari sudut-sudut pandang teologis yang berbeda biasanya 
sangat membantu. 

Concordance (Konkordansi). Ini adalah suatu jenis alat penelitian untuk mempelajari Alkitab. 
Buku ini mendaftarkan kemunculan setiap kata dari Perjanjian Lama dan Baru. Buku ini 
membantu dalam beberapa cara: (1) menentukan kata Ibrani atau Yunani dibalik sebuah kata 
tertentu; (2) membandingkan bagian-bagian di mana kata Ibrani atau Yunani yang sama di 
gunakan; (3) menunjukkan di mana dua kata Ibrani atau Yunani diterjemahkan menjadi satu kata 
yang sama; (4) menunjukkan frekuensi penggunaan dari suatu kata tertentu dalam suatu buku 
tertentu atau oleh seorang penulis tertentu; (5) membantu seseorang menemukan suatu bagian 
dari Alkitab (lih. buku dari Walter Clark Bagaimana Menggunakan Alat Bantu Belajar 
Perjanjian Baru Yunani, hal. 54-55). 

Dead Sea Scrolls (Gulungan Kitab Laut Mati). Ini menunjuk pada suatu kumpulan naskah kuno 
yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aram yang ditemukan di dekat Laut mati tahun 1947. 
Naskah-naskah ini adalah perpustakaan keagamaan dari suatu sekte Yudaisme abad pertama. 
Tekanan dari penjajahan Roma dan perang kefanatikan di tahun 60-an menyebabkan mereka 
harus menyembunyikan gulungan kitab tersebut dalam suatu bejana kedap udara dalam gua-gua 
atau lubang-lubang. Kitab-kitab ini membantu kita untuk memahami latar belakang kesejarahan 
dari Palestina abad pertama dan telah meneguhkan kesangat akuratan dari Naskah Masoretik, 
setidaknya sejauh akhir masa Sebelum Masehi. Naskah-naskah ini diberi nama singkatannya 
yaitu "DSS". 

Deduktif. Metode logis atau pemikiran ini bergerak dari prinisp umum kepada penerapan yang 
khusus dengan menggunakan pemikiran. Ini adalah lawan dari pemikiran induktif, yang 
mencerminkan metode ilmiah yang bergerak dari pengamatan hal tertentu kepada kesimpulan 
umum (teori). 

Dialektis. Ini adalah suatu metode berpikir dengan mana apa yang nampak berlawanan atau bersifat 
paradoks dipegang bersama dalam suatu ketegangan untuk menemukan satu jawaban yang 
mencakup kedua sisi dari paradoks tersebut. Banyak doktrin Alkitab memiliki pasangan 
dialektis, pradestinasi — kehendak bebas; keamanan — ketekunan; iman — perbuatan; keputusan — 
pemuridan; kemerdekaan Kristen — tanggung jawab Kristen. 



342 



Diaspora. Ini adalah istilah teknis Yunani yang digunakan oleh orang Yahudi Palestina untuk 
menjelaskan tentang orang Yahudi lain yang hidup di luar batas geografis dari Tanah Perjanjian. 

Dynamic equivalent (Ekuivallen Dinamis). Ini adalah suatu teori penterjemahan Alkitab. 

Penterjemahan Alkitab dapat dilihat sebagai suatu rangkaian kesatuan dari korespondensi "kata 
ke kata", di mana suatu kata Bahasa Inggris harus di sediakan bagi tiap kata Ibrani atau Yunani, 
untuk suatu "penguraian" di mana hanya pemikirannya yang diterjemahkan dengan sedikit 
perhatian pada frasa atau susunan kata-kata aslinya. Di antara dua teori inilah terletak "ekuivalen 
dinamis" yang mencoba menganggap naskah aslinya secara serius, namun menterjemahkannya 
ke dalam bentuk dan ungkapan ketatabahasaan yang moderen. Sebuah diskusi yang sangat bagus 
dari berbagai teori penterjemahan ini didapati dalam buku dari Fee dan Stuart Bagaimana 
Membaca Alkitab Untuk Mendapat Semua Manfaatnya, hal. 35 dan dalam buku Robert Bratcher, 
Pengantar kepada TEV. 

Eklektis. Istilah ini digunakan dalam hubungan dengan kritik kenaskahan. Hal ini menunjuk pada 
praktek memilih dari naskah Yunani yang berbeda untuk mencapai suatu naskah yang dianggap 
dekat dengan tulisan aslinya. Hal ini menolak pandangan bahwa tiap keluarga naskah kuno 
Yunani mengandung keaslian. 

Eisegesis. Ini adalah lawan dari eksegesis. Jika eksegesis adalah suatu "penggalian" dari maksud si 
penulis asli, istilah ini mengisyaratkan suatu "penyisipan" suatu gagasan atau pandangan dari 
luar. 

Etimologi. Ini adalah suatu aspek dari kajian kata yang mencoba untuk memastikan arti asli dari 
suatu kata. Dari akar kata ini, penggunaan khususnya akan lebih mudah untuk dikenali. Dalam 
penafsiran, etimologi bukanlah fokus utama, namun arti dan penggunaan suatu kata secara 
kontemporer. 

Eksegesis. Ini adalah istilah teknis dari praktek penafsiran suatu bagian terttentu. Artinya adalah 
"menggali" (dari naskah tersebut) yang mengisyaratkan bahwa maksud kita adalah untuk 
memahami maksud dari si penulis asli, dalam kaitan dengan latar belakang kesejarahan, konteks 
tulisan, sintaksis, dan arti kata secara kontemporer. 

Genre. Ini adalah istilah bahasa Perancis yang menyatakan perbedaan jenis tulisan. Arti pokok dari 
istilah ini adalah pembagian dari bentuk-bentuk tulisan ke dalam kategori-kategori yag memiliki 
sifat yang sama; cerita sejarah, puisi, amsal, wahyu dan perundangan. 

Gnostisisme. Kebanyakan pengetahuan kita akan ajaran sesat ini berasal dari tulisan-tulisan gnostik 
dari abad kedua. Namun demikian, ide awalnya ada di abad pertama (dan sebelumnya). 
Beberapa orang menyatakan bahwa ajaran dari Gnostisisme Valensia dan Cerinthia dari abad 
kedua adalah: (1) benda dan roh sama-sama abadi (suatu dualisme ontologis). Benda adalah 
jahat, roh adalah baik. Allah, yang adalah roh, tak bisa terlibat secara langsung dalam 
meleburkan benda yang jahat; (2) ada kejadian-kejadian (eons atau tingkat kemalaikatan) di 
antara Allah dengan benda. Yang terakhir dan terrendah adalah YHWH dari PL, yang 
membentuk alam semesta (kosmos); (3) Yesus adalah suatu kejadian seperti YHWH namun 
dalam skala yang lebih tinggi, lebih dekat dengan Allah yang sejati. Beberapa orang 



343 



menempatkanNya sebagai yang tertinggi namun masih lebih rendah daripada Allah dan secara 
pasti bukan merupakan penjelmaan Tuhan (lih. Yoh 1:14). Karena benda adalah jahat, Yesus 
tidak mungkin memiliki tubuh manusia dan tetap berkelllahian. Ia adalah hantu rohani (lih. I 
Yoh 1:1-3; 4:1-6); dan (4) keselamatan didapatkan melalui iman dalam Yesusu ditambah 
pengetahuan khusus, yang hanya diketahui oleh orang yang khusus. Pengetahuan ini (kata kunci) 
diperlukan untuk bisa melalui bidang surgawi. Legalisme Yahudi juga disyaratkan untuk 
mencapai Allah. 

Guru-guru palsu gnostis menasehati dua system etika yang berlawanan: (1) bagi beberapa 
orang, gaya hidup sama sekali tak berhubungan dengan keselamatan. Bagi mereka, keselamatan 
dan kerohanian terkapsulkan ke dalam pengetahuan rahasia (kata kunci) melalui bidang 
kemalaikatan (eons); atau (2) untuk yang lainnya, gaya hidup sangat menentukan keselamatan. 
Mereka menekankan suatu gaya hidup seorang pertapa sebagai bukti dari kerohanian yang benar. 

Hermeneutik. Ini adalah istilah teknis bagi prinsip-prinsip yang memandu eksegesis. Ini adalah 
suatu kumpulan dari pedoman-pedoman yang khusus dan suatu seni/karunia. Hermeneutik 
Alkitabiah, atau sacral biasanya dibagi dalam dua kategori: prisnip umum, dan prinsip khusus. 
Ini berhubungan dengan jenis-jenis tulisan dalam Alkitab yang berbeda-beda. Setiap jenis 
(genre) yang berbeda memiliki panduan yang khas tersendiri namun juga berbagi anggapan- 
anggapan dan prosedur-prosedur penafsiran yang sama. 

Higher Criticism (Kritik yang Lebih Tinggi). Ini adalah prosedur dari penafsiran Alkitab yang 
berfokus pada latar belakang kesejarahan dan struktur tulisan dari suatu kitab Alkitab tertentu. 

Idiom (Ungkapan). Kata ini digunakan bagi frasa-frasa yang ditemukan dalam budaya yang 
berbeda yang memiliki arti yang khusus yang tidak berhubungan dengan arti biasa dari kata- 
katanya secara tersendiri. Beberapa contoh moderennya adalah: "gila, bagus amat." atau "kamu 
bikin mampus saya." Alkitab juga mengandung jenis-jenis frasa seperti ini. 

Illumination (Pencerahan). Ini adalah nama yang diberikan kepada konsep bahwa Allah telah 
berbicara kepada umat manusia. Konsep sepenuhnya biasanya dinyatakan dalam tiga istilah: (1) 
perwahyuan — Allah telah bertindak dalam sejarah kemanusiaan; (2) ilham — Ia telah 
memberikan penafsiran yang tepat dari tindakanNya dan artinya kepada orang pilihan tertentu 
untuk dicatat bagi umat manusia; dan (3) pencerahan — ia telah memberikan RohNya untuk 
membantu manusia memahami pernyataan diriNya. 

Induktif. Ini adalah metode logis atau pemikiran yang bergerak dari hal yang khusus ke umum. Ini 
adalah setode empiris dari ilmu moderen. Pada dasarnya inilah pendekatan dari Aristoteles. 

Interlinier. Ini adalah jenis alat penelitian yang mengijinkan mereka yang tidak mampu membaca 
bahasa Alkitab ybtyk bisa menganalisis arti dan strukturnya. Pendekatan ini menempatkan 
terjemahan bahasa Inggris dari suatu kata demi kata tepat di bawah kata tersebut dalam bahasa 
aslinya. Alat ini, digabungkan dengan suatu "kamus analitis", akan memberikan bentuk dan 
definisi dasar dari bahasa Ibrani dan Yunani. 

Inspirasi (Ilham). Ini adalah konsep bahwa Allah telah berbicara kepada umat manusia dengan 
memandu para penulis Alkitab untuk dengan teliti dan jelas mencatat perwahyuanNya. Konsep 



344 



penuhnya biasanya dinyatakan dalam tiga istilah: (1) perwahyuan — Allah telah bertindak dalam 
sejarah kemanusiaan; (2) ilham — Ia telah memberikan penafsiran yang tepat dari tindakanNya 
dan artinya kepada orang pilihan tertentu untuk dicatat bagi umat manusia; dan (3) pencerahan — 
ia telah memberikan RohNya untuk membantu manusia memahami pernyataan diriNya. 

Language of description (bahasa penjelasan). Ini dipakai dalam kaitan dengan ungkapan- 
ungkapan yang di dalamnya Perjanjian Lama ditulis. Hal ini berbicara tentang dunia kita dengan 
melalui cara sesuatu bisa ditangkap oleh lima indera kita. Hal ini bukan dan tak dimaksudkan 
sebagai suatu penjelasan ilmiah. 

Legalisme. Sikap inibercirikan dengan penekanan berlebihan pada aturan dan tata cara ibadah. Hal 
ini cenderung untuk bersandar pada prestasi manusia dalam mentaati peraturan sebagai cara agar 
ia bisa diterima oleh Allah. Hal ini juga cenderung untuk meremehkan hubungan dan 
meninggikan prestasi, padahal keduanya adalah aspek-aspek penting dari hubungan perjanjian 
antara Allah yang Kudus dan umat manusia yang berdosa. 

Literal (huruflah). Ini adalah nama lain bagi metode hermeneutic dari Antiokhia yang berfokus 
pada kenaskahan dan bersifat kesejarahan. Artinya bahwa penafsiran melibatkan arti norlmal dan 
nayata dari bahasa manusia, walau tetap mengakui kehadiran dari bahasa penggambaran/isyarat. 

Literary genre (Jenis Gaya Tulisan). Hal ini menunjuk pada bentuk-bentuk berbeda dari 
komunikasi manusia, seperti puisi atau cerita sejarah. Tiap jenis tulisan memiliki prosedur 
hermeneutika yang khas dan tersendiri selain dari prinsip umum yang berlaku bagi setiap tulisan. 

Literary unit (Unit Tulisan). Ini menunjuk pada pembagian dari pemikiran utama dari suatu buku 
Alkitab. Pembagian ini bisa mencakup beberapa ayat, paragraph, bahkan pasal. Ini adalah unit 
yang berdiri sendiri yang memiliki pusat pokok bahasan tersendiri. 

Lower criticism (Kritik yang Lebih Rendah). Lihat "kritik kenaskahan." 

Manuscript (Naskah Kuno, manuskrip). Istilah ini berhubungan degnan salinan-salinan yang 
berbeda dari Perjanjian Baru Bahasa Yunani. Biasanya dibagi dalam jenis-jenis yang berbeda 
oleh (1) bahan tempat dituliskannya naskah tersebut (papirus, kulit), atau (2) bentuk 
penulisannya sendiri (semua huruf besar atau tulisan tangan normal). Hal ini biasanya disingkat 
dengan "MS" (tunggal) atau "MSS" (jamak). 

Masoretic Text (Naskah Masoretik). Ini menunjuk pada naskah Perjanjian Lama Ibrani kuno abad 
ke Sembilan M. yang ditulis oleh beberapa generasi dari ahli Yahudi yang mengandung titik-titik 
huruf hidup dan catatan-catan kenaskahan yang lain. Naskah ini membentuk naskah dasar bagi 
Perjanjian Lama bahasa Inggris kita. Naskahnya telah diteguhkan secara kesejarahan oleh MSS 
ibrani, khususnya kitab Yesaya, yang dkenal sebagai Gulungan Kitab Laut Mati. Naskah 
Masoretik di singkat degan "MT". 

Metonymy (Frase Percakapan). Ini adalah suatu kata kiasan yang di dalamnya nama dari sesuatu 
digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain yang berhubungan degannya. Sebagai contoh, 
"ceretnya sudah mendidih" sesungguhnya berarti "air dalam ceret sudah mendidih." 



345 



Muratorian Fragments (Fragmen Muratoria). Ini adalah suatu daftar dari buku-buku kanonika 
Perjanjian Baru. Di tulis di roma sebelum tahun 200 M. Daftar ini memuat 27 buku sebagaimana 
Perjanjian Baru Protestan. Ini secara jelas menunjukkan bahwa gereja-gereja local di beberapa 
bagian Kekaisaran Romawi yang berbeda telah 'secara praktis" menyusun suatu kanonika 
sebelum sidang (konsili) utama gereja di abad keempat. 

Natural revelation (Perwahyuan Alamiah). Ini adalah satu category dari pernyataan diri Allah 
kepada manusia. Hal ini melibatkan susunan alam. (Rom 1:19-20) dan kesadaran moral (Rom 
2:14-15). Hal ini dibicarakan dalam Maz 19:1-6 dan Roma 1-2. Hal ini berbeda degan 
perwahyuan khusus, yang adalah pernyataan diri Allah di dalam Alkitab dan secara yang 
terpenting dalam Yesus dari Nasaret. 

Kategori Teologis ini sedang ditekankan kembali oleh gerakan "dunia lama" di antara para 
ilmuwan Kristen (misal, tulisan-tulisan dari Hugh Ross). Mereka menggunakan kategori ini 
untuk menegaskan bahwa semua kebenaran adalah kebenaran Allah. Alam adalah suatu pintu 
terbuka bagi pengenalan akan Allah; berbeda degan perwahyuan khusus (Alkitab). Hal ini 
memberikan ilmu moderen kebebasan untuk meneliti susunan alam. Dalam pikiran saya ini 
adalah suatu kesempatan baru yang sangat indah untuk bersaksi pada dunia ilmiah barat yang 
moderen. 

Nestorianisme. Nestorius adalah tokoh yang diseganai di Konstantinopel di abad kelima. Ia dididik 
di Antiokhia Syria dan meneguhkan bahwa Yesus memiliki dua sifat, yaitu manusia sepenuhnya 
dan Kelllahian sepenuhnya. Pandangan ini menyimpang dari pandangan satu sifat dari golongan 
ortodox Aleksandria. Kepedulian utama Nestorius adalah gelar ibu dari Allah", yang di berikan 
pada Maria. Nestorius ditentang oleh Cyril dari Aleksandria dan, secara penerapan, pendidkan 
Antiokhianya sendiri. Antiokhia adalah ibukota dari pendekatan kesejarahan-ketatabahasaan- 
kenaskahan untuk penafsiran Alkitab, sementara Aleksandria adalah ibuklota dari keahlian 
penafsiran empat-kali lipat (alegoris). Nestorius akhirnya disingkirkan dari jabatannya dan 
diasingkan. 

Original author (Penulis Asli). Ini menunjuk pada penulis/pengarang asli dari Kitab Suci. 

Papirus. Ini adalah sejenis bahan untukmenulis dari Mesir. Terbuat dari alang-alang sungai. Di atas 
bahan inilah naskah Perjanjian Baru Yunani yang tertua dituliskan. 

Parallel passages (Bagian-bagian berparalel) Ini adalah bagian dari konsep bahwa seluruh 

Alkitab adalah pemberiab Allah dan, karenanya, merupakan penafsir terbaik bagi dirinya sendiri 
dan penyeimbang dari kebenaran-kebenaran yang saling berparadoks. Hal ini juga sangat 
membantu pada saat seseorang ingin mencoba menafsirkan bagian yang tidak jelas atau mendua. 
Ini juga membantu orang untuk menemukan bagia yang terjelas pada suatu pokok bahasan 
tertentu dan juga aspek-aspek Kitab Suci lainnya dari suatu bahasan tertentu. 

Paraphrase. Ini adalah nama dari sebuah teori mengenai penterjemahan Alkitab. Penterjemahan 
Alkitab dapat dilihat sebagai suatu rangkaian kesatuan dari korenspondensi "kata ke kata", di 
mana suatu suatu kata harus di sediakan untuk setiap kata Ibrani atau Yunani untuk "menyusun 
kembali" di mana hanya pemikirannyalah yang diterjemahkan dengan kurang memperhatikan 



346 



pada susunan kata dan frasa aslinya. Di antara ke dua teori ini adalah "ekuivalensi dinamis" yang 
mencoba untuk menanggapi secara serius suatu naskah asli namun menterjemahkannya dalam 
suatu ungkapan dan ketatabahasaan yang moderen. Sebuah diskusi yang bagus mengenai 
berbagai teori penterjemahan ini ditemukan dalam buku dari Fee dan Stuart, Bagaimana 
Membaca Alkitab Untuk Mendapat Semua Manfaatnya, hal. 35. 

Paragraf. Ini adalah unit tulisan dasar penafsiran dalam bentuk prosa. Pragraf mengandung satu 
pemikiran pokok, dan pengembangannya. Jika kita tinggal dengan pokok pemikirannya, maka 
kita tak akan mengutamakan hal sampingan, atau kehilangan maksud asli si penulis. 

Parokialisme ini berhubungan dengan penyimpangan yang terkunci dalam suatu latar belakang 
budaya dan teologia daerah tertentu. Hal ini tidak mengakui sifat antar budaya dari kebenaran 
Alkitab dan penerapannya. 

Paradoks. Ini menunjuk pada kebenaran-kebenaran yang nampaknya saling berlawanan, namun 
keduanya benar, walaupun saling bersitegang satu sama lain. Mereka mengkerangkai Kebenaran 
ini dengan menyatakannya jika dari sisi yang berlawanan. Kebanyakan kebenaran Alkitabiah 
dinyatakan dalam bentuk pasangan paradoks (atau dialektis) ini. Kebenaran Alkitabiah bukanlah 
suatu bintang yang terasing, namun suatu rasi bintang yang tersusun dari pola-pola susunan 
bintang tertentu. 

Plato. Ia adalah satu dari para filsuf Yunani kuno. Falsafahnya sangat mempengaruhi gereja mula- 
mula melalui para ahli dari Aleksandria, Mesir, dan kemudian, Augustinus. Ia mengemukakan 
bahwa semua hal di bumi adalah suatu ilusi dan hanya merupakan salinan dari suatu pola dasar 
rohani. Para teolog nantinya menyamakan konsep "bentuk/gagasan" dari Plato dengan alam roh. 

Prasuposisi. Ini menunjuk pada pengertian tentang sesuatu yang telah ada dalam kita. Seringkah 
kita membentuk pemikiran atau penyimpulan tentang suatu masalah sebelum kita mendekati 
Alkitab itu sendiri. Prasuposisi ini juga dikenal sebagai suatu penyimpangan, suatu posisi a 
priori, suatu anggapan atau pemahaman awal (sebelumnya). 

Proof-texting. Ini adalah praktek penafsiran Kitab Suci dengan mengutip suatu ayat tanpa 

mempedulikan konteks langsung atau konteks yang lebih luas dalam unit tulisannya. Cara ini 
menyingkirkan ayat tersebut dari maksud asli si penulis dan biasanya mencakup suatu upaya 
untuk membuktikan sebuah pandangan pribadi pada waktu meneguhkan otoritas Alkitab. 

Rabbinical Judaism (Yudaisme Kerabian). Tahapan kehidupan dari orang Yahudi ini dimulai 
dari Pengasingan di Babilonia (586-538 S.M.). Saat pengaruh dari para Imam dan Bait Allah 
ditiadakan, sinagoga-sinagoga lokal menjadi fokus dari kehidupan orang Yahudi. Pusat-pusat 
kebudayaan, persekutuan, penyembahan dan pelajaran Alkitab local ini menjadi fokus dari 
kehidupan keagamaan nasional. Dalam zaman Yesus "agama para ahli tulis" berparalel dengan 
agama para imam. Pada saat kejatuhan Yerusalem di tahun 70 M bentuk-bentuk kumpulan para 
penulis, yang didominasi oleh orang Farisi, mengendalikan arah dari kehidupan keagamaan 
orang Yahudi. Hal ini bersifatkan praktis, penafsiran legalistis terhadap Taurat, seperti yang 
telah dijelaskan dalam tradisi tak tertulis (Talmud). 



347 



Revelation (Perwahyuan). Ini adalah nama yang diberikan pada konsep bahwa Allah telah 
berbicara pada manusia. Konsep sepenuhnya biasanya dinyatakan dalam tiga istilah: (1) 
wahyu — Allah telah bertindak dalam sejarah manusia; (2) ilham — Ia telah memberikan 
penafsiran yang tepat dari tindakanNya dan artinya kepada manusia pilihan tertentu untuk 
dicatat bagi umat manusia; dan (3) pencerahan — Ia telah memebrikan RohNya untuk membantu 
manusia memahami pernyataan diriNya. 

Semantic field (Bidang Semantik). Ini menunjuk pada bentangan arti yang berhubungan dengan 
sebuah kata. Pada dasarnya hal ini adalah mengenai perbedaan konotasi dari sebuah kata dalam 
konteks yang berbeda. 

Septuaginta. Ini adalah nama yang diberikan pada terjemahan bahasa Yunani dari Perjanjian Lama 
Ibrani. Tradisi mengatakan bahwa Septuaginta ditulis dalam tujuh puluh hari oleh tujuh puluh 
ahli Yahudi bagi perpustakaan di Aleksandria, Mesir. Tanggal tradisionalnya adalah sekitar 
tahun 250 S. M. (kenyataannya barangkali penterjemahan ini perlu lebih dari seratus tahun untuk 
menyelesaikannya) Terjemahan ini sangat penting karena (1) memberikan pada kita naskah kuno 
untuk membandingkan dengan naskah Ibrani Masoretik; (2) menunjukkan pada kita status dari 
penafsiran Yahudi dalam abad ketiga dan kedua S.M.; (3) memberikan pada kita pemahaman 
Ke-Mesias-an Yahudi sebelum penolakan mereka atas Yesus. Singkatannya adalah "LXX." 

Sinaitikus. Ini adalah sebuah naskah kuno Yunani abad keempat M. Ditemukan oleh ahli dari 
Jerman, Tischendorf, di biara St. Catherine di Jebel Musa, yaitu situs tradisional dari gunung 
Sinai. Naskah kuno ini dinamai dengan huruf pertama Ibrani yaitu "alif [K]. Naskah ini berisi 
baik Perjanjian Lama dan seluruh Perjanjian Baru. Ini adalah satu dari MSS berhuruf besar kita 
yang tertua. 

Spiritualizing (Perohanian). Istilah ini bersinonim dengan pengategorisasian dalam pengertian 
penghilangan konteks kesejarahan dan tulisan dari suatu bagian dan menafsirkannya atas dasar 
kriteria lain. 

Sinonim. Ini mnunjuk pada kata dengan arti yang tepat sama atau sangat mirip (walau dalam 
kenyataannya tak ada dua kata yang secara semantic sepenuhnya saling bertumpang tindih). 
Sedemikian dekatnya artinya, sehingga kata-kata ini bisa saling dipertukarkan dalam suatu 
kalimat tanpa kehilangan artinya. Juga kata ini digunakan untuk merancang satu dari tiga bentuk 
paralelisme puisi Ibrani. Dalam pengertian ini adalah dua baris dari puisi yang menyatakan satu 
kebenaran yang sama (lih. Maz 103:3). 

Sintaksis. Ini adalah istilah Yunani yang menunnjuk pada struktur dari suatu kalimat. Sintaksis 
berhubungan dengan cara menyusun bagian-bagian kalimat untuk membuat suatu pemikiran 
yang lengkap. 

Sintetis. Ini adalah satu dari tiga istilah yang berhubungan dengan jenis puisi Ibrani. Istilah ini 
berbicara tentang baris dari puisi yang saling membangun dalam pengertian kumulatif, kadang 
kadang disebut "klimaks" (lih. Maz 19:7-9). 



348 



Systematic theology (Teologi Sistematis). Ini adalah tahap dari penafsiran yang mencoba untuk 
menghubungkan kebenaran Alkitab dalam suatu cara menyatu dan rasional. Ini adalah suatu 
penyajian secara logis, daripada hanya kesejarahan dari teologia Kristen dalam kategori-kategori 
(Allah, manusia, dosa, keselamatan, dll.). 

Talmud. Ini adalah judul bagi pengkodean Tradisi Lisan Yahudi. Orang Yahudi percaya hal ini 
diberikan Allah secara lisan kepada Musa di gunung Sinai. Dalam kenyataannya nampaknya ini 
adalah kumpulan hikmat-hikmat dari guru-guru Yahudi dari tahun ke tahun. Ada dua versi 
Talmud tertulis yang berbeda: Babilonia dan yang lebih pendek, Palestina yang tidak selesai. 

Textual criticism (Kritik Kenaskahan). Ini adalah kajian mengenai naskah kuno Alkitab. Kritik 
kenaskahan merupakan keharusan karena tiak satupun naskah asli ada dan salinan-salina yang 
ada saling berbeda satu dengan yang lain. Kritik ini mencoba untuk menerangkan variasi yang 
ada dan sampai (sedekat mungkin) kepada susunan kata asli dari naskah asli Perjanjian Lama dan 
Baru. Kritik ini sering disebut "kritik yang lebih rendah". 

Textus Receptus. Rancangan ini dikembangkan dalam edisi Elzevir dari PB Yunani dalam tahun 
1633 M. Pada dasarnya ini adalah bantuk dari PB Yunani yang dihasilkan dari beberapa naskah 
kuno Yunani yang terbaru dan versi Latin dari Erasmus (1510-1535), Stephanus (1546-1559) 
dan Elzevir (1624-1678). Dalam buku Pengantar Kritik kenaskahan Perjanjian Baru, hal. 27, A. 
T. Robertson mengatakan "naskah Byzantine secara praktis adalah Textus Receptus." Naskah 
Byzantine" adalah yang paling kurang nilainya dari tiga keluarga naskah kuno Yunani yang 
terdahulu (Western, Aleksandrian dan Byzantinum). Naskah ini mengandung akumulasi 
kesalahan-kesalahan dari naskah-naskah yang disalin dengan tangan. Namun demikian, juga 
dikatakan A. T. Robertson "Textus Receptus telah mempertahankan bagi kita suatu naskah yang 
cukup teliti." (p. 21). Tradisi naskah kuno Yunani ini (khususnya Erasmus edisi ketiga tahun 
1522) membentuk dasar dari versi King James tahun 1611 M.A.D. 

Torah (Taurat). Ini adalah kata Ibrani bagi "mengajar". Berasal dari judul resmi tulisan kitab Musa 
(Kejadian sampai Ulangan). Bagi orang Yahudi ini adalah bagian dari kanonika Ibrani yang 
paling berkuasa. 

Tipologis. Ini adalah suatu bentuk khusus penafsiran. Biasanya melibatkan kebenaran Perjanjian 
Baru yang ditemukan dalam bagian Perjanjian Lama dengan menggunakan suatu perlambangan 
yang bersifat analogis. Kategori hermeneutika ini adalah suatu elemen utama dari metode 
Aleksandria. Karena penyalahgunaan dari jenis penafsiran ini, seseorang harus membatasi 
penggunaannya hanya bagi suatu contoh yang spesifik yang dicatat di Perjanjian Baru. 

Vatikanus. Ini adalah naskah kuno Yunani abad keempat M. Ditemukan di perpustakaan Vatikan. 
Aslinya naskah ini berisi seluruh Perjanjian Lama, Apokripa dan Perjanjian Baru. Namun 
demikian, beberapa bagiannya hilang (Kejadian, Mazmur, Ibrani, Kitab-kitab pastoral, Filemon, 
dan Wahyu). Naskah ini sangat membantu dalam menentukan susunan kata dari tulisan aslinya. 
Naskah ini dinamakan huruf besar "B." 

Vulgate. Ini adalah nama dari terjemahan Alkitab Bahasa Latin dari Jerome. Vulgate ini menjadi 
terjemahan dasar atau "umum" bagi Gereja Katolik Romawi. Dikerjakan tahun 380-an M. 



349 



Wisdom literature (Tulisan Hikmat). Ini adalah jenis tulisan yang umum di daerah timur dekat 
kuno (dan dunia moderen). Pada dasarnya adalah suatu upaya untuk mengajar pada generasi baru 
mengenai pedoman-pedoman bagi keberhasilan hidup melalui puisi, amsal, atau esai. Ditujukan 
lebih kepada pribadi daripada kelompok kemasyarakatan. Tulisan ini tidak menggunakan kutipan 
sejarah, namun berdasarkan pengalaman dan pengamatan kehidupan. Dalam Alkitab, Ayub 
sampai dengan Kidung Agung menganggap hadirat dan penyembahan YHWH, namun 
pandangan dari dunia keagamaan ini tidak eksplisit dalam setiap manusia di setiap waktu. 

Sebagai suatu jenis tulisan, tulisan ini menyatakan kebenaran umum. Namun demikian, jenis 
ini tak dapat digunakan dalam setiap situasi khusus. Ini adalah pernyataan yang bersifat umum 
yang tidak selalu bisa cocok dengan setiap situasi pribadi. 

Guru-guru ini berani mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang keras. Sering 
mereka menantang pandangan keagamaan tradisional (Ayub dan Pengkhotbah). Mereka 
membentuk keseimbangan dan ketegangan kepada jawaban mudah mengenai tragedi kehidupan. 

World picture dan worldview (Gambar Dunia dan pandangan dunia). Ini adalah istilah yang 
berkaitan. Keduanya adalah konsep-konsep filosofis yang berhubungan dengan penciptaan. 
Istilah "gambar dunia" menunjuk pada "bagaimana" dari ciptaan, sementara "pandangan dunia" 
berhubungan dengan "Siapa". Istilah-istilah ini relevan untuk penafsiran bahwa Kejadian 1-2 
berurusan terutama dengan Siapa, bukan bagaimana dari penciptaan. 

YHWH. Ini adalah nama Perjanjian Allah dalam Perjanjian Lama. Didefinisikan dalam Keluaran 
3:14. Ini adalah bentuk causative dari kata Ibrani "menjadi/adalah." Orang Yahudi takut untuk 
menyebut nama ini, jangan sampai dalam kesia-siaan; sehingga mereka mengganti istilah ini 
dengan kata Ibrani Adonai, "Tuhan." Inilah bagaimana nama perjanjian ini diterjemahkan 
dalam bahasa Inggris. 



350 



LAMPIRAN EMPAT 

PERNYATAAN KEDOKTRINAN 



Saya tidak secara khusus peduli dengan pernyataan iman atau kredo. Saya lebih suka meneguhkan 
Alkitab itu sendiri. Namun demikian, saya menyadari bahwa suatu pernyataan iman akan menyediakan pada 
mereka yang belum terbiasa dengan saya suatu cara mengevaluasi sudut pandang kedoktrinan saya. Dalam 
jaman kita yang memiliki demikian banyak kesalahan dan muslihat teologis ini, saya menawarkan ringkasan 
singkat dari teologia saya sebagai berikut.. 

1. Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Baru, adalah Firman Allah yang abadi, terilhami, tidak mengandung 
kesalahan, dan berkuasa. Merupakan pernyataan Diri Allah sendiri yang dicatat oleh manusia di bawah 
pimpinan adi kodrati. Inilah satu-satunya sumber kebenaran yang jelas tentang Allah dan maksudNya. Juga 
satu-satunya sumber iman dan perbuatan bagi gerejaNya. 

2. Hanya ada satu Allah yang kekal, pencipta, dan penebus. Ia pencipta segalanya, yang terlihat dan yang 
tak terlihat. Ia telah menyatakan DiriNya sebagai pengasih dan penyayang walau Ia juga adil dan tegas. Ia 
telah menyatakan DiriNya dalam tiga pribadi: Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus; benar-benar terpisah dan 
memiliki hakikat yang tunggal. 

3. Allah secara aktif berkuasa atas dunia ini. Ada rencana abadi bagi ciptaanNya yang tak dapat diubah 
dan suatu rencana yang berfokus pada pribadi yang mengijinkan kehendak bebas manusia. Tak satupun terjadi 
tanpa sepengetahuan dan seijin Allah, namun Ia mengijinkan hak-hak pilih baik di antara manusia dan 
malaikat. Yesus adalah Manusia Pilihan Allah Bapa dan semua dapat dipilih dalam Dia. Pengetahuan Allah 
tentang masa depan tidak menyempitkan manusia kepada tulisan yang telah ditetapkan dan telah ditulis 
sebelumnya. Kita semua bertanggung jawab atas pikiran dan perbuatan kita. 

4. Umat manusia, walau diciptakan menurut gambar Allah dan bebas dari dosa, memulih memberontak 
melawan Allah. Walaupun dicobai oleh seorang pelaku adi kodrati, Adam dan Hawa bertanggung jawab atas 
kehendak mereka untuk mementingkan diri sendiri. Pemberontakan mereka telah mempengaruhi manusia dan 
segala makhluk. Kita semua membutuhkan kemurahan dan anugerah Allah baik bagi kondisi kita bersama 
dalam Adam dan pemberontakan pribadi kita sendiri. 

5. Allah telah menyediakan cara pengampunan dan pemulihan bagi manusia yang jatuh. Yesus Kristus, 
anak tunggal Allah, menjadi manusia, hidup tanpa dosa, dan dengan cara kematian penebusannya, membayar 
hukuman dosa manusia. Ia adalah satu-satunya jalan kepada pemulihan dan persekutuan dengan Allah. Tak 
ada cara lain untuk keselamatan kecuali melalui iman dalam karya paripurnaNya. 

6. Setiap kita harus secara pribadi menerima penawaran Allah akan pengampunan dan pemulihan di 
dalam Yesus. Ini dicapai dengan cara mempercayakan diri pada janji Allah melalui Yesus dan suatu kehendak 
untuk berbalik dari dosa yang diketahui. 

7. Kita semua telah diampuni sepenuhnya dan dipulihkan berdasarkan kepercayaan kita pada Kristus dan 
pertobatan dari dosa. Namun demikian, bukti dari hubungan baru ini nampak dalam suatu kehidupan yang 
diubahkan dan berubah. Sasaran Allah bagi umat manusia bukanlah hanya surga suatu hari nanti, namun 
keserupaan dengan Kristus sekarang. Mereka yang telah sungguh-sungguh ditebus, walau kadang-kadang 
berdosa, akan terus dalam iman dan pertobatan di seluruh hidup mereka. 

8. Roh Kudus adalah "Yesus yang lain". Ia hadir dalam dunia dan memimpin orang yang hilang kepada 
Kristus dan membangun keserupaan dengan Kristus dalam orang yang telah diselamatkan. Karunia-karunia 
Roh diberikan pada saat keselamatan. Ini adalah kehidupan dan pelayanan Yesus yang dibagi-bagikan pada 
tubuhNya, yaitu gereja. Karunia-karunia ini yang pada dasarnya adalah sikap dan motif dari Yesus perlu di 
motivasikan dengan buah-buah Roh. Roh Kudus bersifat aktif dalam jaman kita sebagaimana Ia aktif pada 
masa Alkitab. 

9. Bapa telah menjadikan Yesus Kristus yang telah bangkit Hakim dari segalanya. Ia akan datang kembali 
ke dunia untuk menghakimi seluruh umat manusia. Mereka yang telah mempercayakan diri pada Kristus dan 
namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba akan menerima tuguh kemuliaan mereka yang kekal 

351 



pada kedatanganNya. Mereka akan bersama denganNya selama-lamanya. Namun demikian, mereka yang 
telah menolak untuk menanggapi kebenaran Allah akan dipisahkan secara kekal dari kesukaan dari 
persekutuan dengan Allah Tritunggal. Mereka akan dihukum sejalan dengan Iblis dan para malaikatnya. 

Ini jelas tidaklah lengkap atau menyeluruh namun saya harap dapat memberikan pada anda selera teologis 
dari hati saya. Saya menyukai pernyataan ini: 

"Yang diperlukan — Kesatuan, Yang menjadi pokok — Kemerdekaan, Dalam segala hal — Kasih" 



352